Dr. Wawan Gunawan S.Sn., MM
Direktur Pengembangan Destinasi II
Direktorat Pengembangan Destinasi II
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Kota Bau-Bau, 30 Maret 2022
PENGEMBANGAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF DALAM MUSRENBANG RKPD SULAWESI TENGGARA
ARAH KEBIJAKAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF
1
ARAHAN PRESIDEN & WAKIL PRESIDEN RI �TERKAIT PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF�
Sumber: Sembilan Agenda Prioritas (NAWACITA) Presiden, butir 3 dan 7
Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik
Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan
ARAHAN MENPAREKRAF TERKAIT PENGEMBANGAN
PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF
1. INOVASI
2. ADAPTASI
3. KOLABORASI
Membuat ciptaan-ciptaan baru (dalam bentuk wujud ataupun tanwujud) yang memiliki nilai tambah ekonomi yang berarti (signifikan) untuk menggerakan Sektor Parekraf
Penerapan standar CHSE untuk setiap destinasi wisata sebagai bentuk adaptasi di masa pandemi
Bekerja sama dengan semua pihak untuk memulihkan sektor pariwisata dan industri kreatif, membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.
Sandiaga Salahuddin Uno
Menparekraf / Kabaparekraf
SPIRIT :
Pers
GEBER
GERCEP
GASPOL
TN Gunung Leuser dan KHDTK Aek Nauli
TWA Muka Kuning
TWA Kamojang Papandayan
TN Gunung Merapi, TN Gunung Merbabu, dan Hutan Pendidikan Wanagama
TN Bromo-Tengger-Semeru
TN Alas Purwo, TN Baluran, dan TWA Kawah Ijen
TN Bali Barat
TN Gunung Rinjani, TN Gunung Tambora, dan TWA Gunung Tunak
TN Komodo dan TN Kelimutu
TN Danau Sentarum dan TWA Tanjung Belimbing
TN Bantimurung Bulusaraung dan TN Takabonerate
TN Wakatobi
TN Bunaken
TWA Sorong
TN Teluk Cenderawasih
Ekowisata
9
1
2
3
5
6
7
8
11
12
10
4
13
14
15
TN : Taman Nasional
KSPN : Kawasan Strategis
Pariwisata Nasional
KPPN : Kawasan Pengembangan
Pariwisata Nasional
dskt. : dan sekitarnya
TWA : Taman Wisata Alam
TWP : Taman Wisata Perairan
SAP : Suaka Alam Peraian
KHDTK: Kawasan Hutan
Dengan Tujuan Khusus
Destinasi Pariwisata Pengembangan (8 lokasi)
Destinasi Pariwisata Prioritas (10 lokasi)
Keterangan :
Revitalisasi Destinasi Pariwisata Bali
13
KSPN Toba dskt.
KSPN Nongsa-Pulau Abang dskt., KSPN Lagoi-Bintan dskt.
KSPN Bukittinggi dskt, KSPN Maninjau dskt, KSPN Singkarak dskt, KPPN Padang dskt, KPPN Sawahlunto dskt.
KSPN Tanjung Kelayang dskt., KPPN Pangkal Pinang-Sungai Liat dskt.
KSPN Ciwidey dskt, KSPN Tangkuban Parahu dskt, KSPN Bandung Kota dskt, dan KSPN Halimun dskt.
KSPN Prambanan–Kalasan dskt, KSPN Yogyakarta Kota dskt, KSPN Sangiran dskt, KSPN Merapi–Merbabu dskt, KSPN Borobudur dskt, KSPN Pantai Selatan Yogyakarta dskt, KSPN Karst Gunung Kidul dskt, KSPN Karimunjawa dskt, dan KSPN Dieng dskt.
KSPN Bromo–Tengger–Semeru dskt.
KSPN Ijen-Baluran dskt., KPPN G Land-Alas Purwo dskt.
4
7
Derawan-Berau
1
4
5
6
8
9
2
3
Banyuwangi
Toraja-Makassar-Selayar
Manado-Likupang
Raja Ampat
Danau Toba dskt.
Bromo-Tengger-Semeru
Lombok-Mandalika
Labuan Bajo
Wakatobi
Morotai
Borobudur dskt.
1
9
13
14
16
12
Bali
1
2
3
4
5
6
8
KSPN/KPPN
1
6
8
9
10
11
15
16
18
17
Bangka Belitung
6
3
Bandung-Halimun-Ciletuh
7
Seluruh KSPN di Provinsi Bali.
KSPN Pantai Selatan Lombok dskt, KSPN Rinjani dskt, dan KSPN Gili Tramena dskt.
KSPN Komodo dskt., KSPN Ende-Kelimutu dskt.
KSPN Sambas dskt., KPPN Singkawang dskt.
KPPN Derawan–Sangalaki dskt., KPPN Tanjung Redeb dskt.
KSPN Toraja dskt, KPPN Selayar dskt, KSPN Takabonerate dskt, KPPN Makassar Kota dskt.
KSPN Wakatobi dskt, KPPN Kendari dskt, KPPN Baubau dskt.
KSPN Bunaken dskt, KSPN Bitung-Lembeh dskt, KPPN Likupang dskt, KPPN Manado Kota dskt.
KSPN Morotai dskt.
KSPN Raja Ampat dskt. KPPN Sorong dskt.
KSPN Biak dskt., KSPN Teluk Cenderawasih dskt.
1
2
3
4
5
6
7
5
Geopark
Geopark Kaldera Toba
Geopark Natuna
Geopark Ngarai Sianok-Maninjau
Geopark Ranah Minang Silokek
Geopark Sawahlunto
Geopark Belitong
Geopark Ciletuh-
Palabuhanratu
Geopark Pongkor
Geopark Gunung Sewu
Geopark Karangsambung-Karangbolong
Geopark Banyuwangi
Geopark Batur
Geopark Rinjani
Geopark Tambora
Geopark Maros-Pangkep
Geopark Raja Ampat
9
10
11
12
13
14
15
8
11
7
Biak-Teluk Cenderawasih
Batam-Bintan
Sambas-Singkawang
9
10
11
12
15
14
16
17
18
13
19
19
4
15
14
8
3
4
5
1
Bukittinggi-Padang
3
16
2
2
2
10
7
1 TWP Pulau Pieh dan Laut Sekitarnya
4 TWP Kepulauan Kapoposang dan Laut Sekitarnya
5 SAP Kepulauan Raja Ampat dan Laut Sekitarnya
6 SAP Kepulauan Waigeo Sebelah Barat
Wisata Bahari
5
6
12
10
11
12
13
15
14
LOKASI PRIORITAS BERDASARKAN RPJMN 2020-2024
10 Destinasi Pariwisata Prioritas, 8 Destinasi Pariwisata Pengembangan, dan 1 Revitalisasi Bali
WISATA ALAM (PULAU LABENGKI)
TOP 3 ATRAKSI PROVINSI SULAWESI TENGGARA
6
Pulau Labengki terletak di Kabupaten Konawe Utara Propinsi Sulawesi Tenggara, destinasi ini bernuansa hampir sama dengan Raja Ampat yang terdiri dari karang-karang besar yang menjelang diatas samudera diberbagai titiknya. Gugusan pulau karang besar dan kecil ini dipetakan menjadi Pulau Labengki Besar dan Pulau Labengki Kecil.
TEMPO.CO, Kendari - Pemerintah Kabupaten Konawe Utara bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia membangun 50 homestay, atau rumah peristirahatan, di lokasi wisata Pulau Labengki, Kecamatan Lasolo Kepulauan. Kerja sama itu dilakukan melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).
WISATA BUDAYA
(FESTIVAL TIOLU MAULU)
Festival Tiolu Maulu merupakan rangkaian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1436 hijriyah atau 2015 masehi. Festival tersebut digelar dalam bentuk pawai yang mengambil rute Kantor Bupati Konawe melewati rute sepanjang sekitar tujuh kilometer hingga finish di masjid Babussalam Kota Unaaha. Saat tiba di finish, telur male yang ada di kendaraan hias menjadi rebutan warga atau rebutan peserta yang sebelumnya berjelan kaki sehingga menjadi tontonan menarik dalam kesempatan itu. Festival ini diselenggarakan di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
WISATA BUATAN (TELUK KENDARI)
Teluk Kendari atau lebih dikenal dengan Kendari Beach oleh masyarakat setempat berada di tengah-tengah Kota Kendari merupakan tempat yang memiliki ragam area publik. Teluk ini berbatasan dengan kecamatan Kendari Barat, Mandonga, Poasia dan Abeli. Mitra pengusaha bekerjasama pemerintah yang mencoba mengelola bagian teluk Kendari akan dibangun fasilitas hiburan bahari yang merupakan bagian dari hiburan Bagi para wisatawan yang berkunjung.
TOP 3 ATRAKSI KOTA BAU BAU
WISATA BUATAN
(KAWASAN WISATA SAMPARONA)
WISATA ALAM
(BATUSORI)
WISATA BUDAYA
(BENTENG KERATON BUTON)
Terletak di Kelurahan Melai berjarak 4,5 km dari pusat Kota Baubau. Benteng ini merupakan bukti sejarah pusat kesultanan Buton selama ratusan tahun. Di bangun di atas bukit dengan pemandangan yang indah, benteng ini memiliki 12 pintu masuk yang disebut Lawa dan tercatat dalam MURI sebagai benteng terluas di dunia.
Terletak di Kelurahan Palabusa, berjarak sekitar 15 km dari Pusat Kota Baubau. Keindahan alam Batusori yang berbentuk Pulau Kecil sangat menarik banyak kunjungan untuk menikmati keindahan laut, menikmati sunset sambil menikmati jajanan kuliner di sekiar Batusori ataupun bercamping menghabiskan malam .
Area Kawasan Hutan Pinus Samparona Terletak di Kelurahan Kaisabu Baru sekitar 17 km dari pusat Kota Baubau. Tempat masyarakat lokal dan pendatang menikmati atraksi wahana outbound serta jajanan kuliner tradisional maupun modern. Juga sebagai lokasi diadakannya konser musik, Wedding ataupun wisata edukasi .
TOP EVENT DI SULAWESI TENGGARA
FESTIVAL BUDAYA
SULAWESI TENGGARA
FESTIVAL BUDAYA TUA BUTON
FESTIVAL KERATON
KESULTANAN BUTON BAUBAU
WAKATOBI WAVE
FESTIVAL TANGKENO
WAKATOBI WAVE 2022
(November 2022)
FESTIVAL LABENGKI
(November 2022)
Top Event di Sulawesi Tenggara Tahun 2022
Sumber : Direktorat Event Daerah – D6
STRATEGI & TANTANGAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DI SULAWESI TENGGARA
2
Strategi Pengembangan Destinasi Pariwisata di Sulawesi Tenggara
“Meningkatkan kualitas & reputasi destinasi pariwisata yang memiliki outstanding value proposition, lokalitas, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan untuk mewujudkan ekosistem pariwisata yang terintegrasi, mendorong pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat"
04
03
02
01
05
Analisis Tipologi dan Strategi Pengembangan Destinasi Perwilayahan dan Tematik (Rintisan, Pengembangan, Pemantapan, Revitalisasi)
Penataan dan Penguatan Management Destinasi dan Daya Tarik melalui penerapan visitor management, Carrying Capacity untuk meningkatkan destination appeal & market attractiveness
Pembangunan-pembangunan Infrastruktur, Fasilitas, Aksesibilitas Konektivitas serta Pengelolaan Fasilitas Pariwisata
Koordinasi Pengembangan Kawasan, Desa Wisata, Geopark, KEK, Cultural Heritage, Kota Kreatif dan Ruang Kreatif
Peningkatan dan Pemberdayaan Masyarakat dan UMKM di Destinasi Pariwisata
Memperhatikan sumber daya alam, budaya dan manusia
Destinasi yang berkualitas, Terintegrasi, dan berkelanjutan
TANTANGAN & PROSPEK GEBER (GERAK BERSAMA)
MENJAWAB TANTANGAN 3A
Memberikan 5 Dampak Terhadap Pembangunan Pariwisata di Sulawesi Tenggara
INOVASI ADAPTASI DAN KOLABORASI
PERCEPATAN PEMBANGUNAN PARIWISATA SULAWESI TENGGARA
AKSESIBILITAS
AMENITAS
ATRAKSI
Pemerintah harus menjadi Agen Perubahan
Kunjungan yang berkualitas, spending dan lama tinggal wisatawan meningkat
Budaya Lokal menjadi Atraksi Wisata
Menarik investasi pariwisata & Peningkatan Ekonomi Daerah
Hilangnya Ego Sektoral
=
Revitalisasi destinasi dan peningkatan confidence pasar
“Rasa Aman Berwisata
01
Pemulihan permintaan pariwisata domestik
02
03
Pemulihan permintaan internasional secara bertahap
04
Melanjutkan pembangunan pariwisata sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN)
LANGKAH-LANGKAH PEMULIHAN PARIWISATA
TREN PARIWISATA DAN ISU
PENGEMBANGAN DESA WISATA
MENUJU PENGEMBANGAN PARIWISATA YANG
CERDAS DAN
BERORIENTASI MASA DEPAN
WISATA PERDESAAN
VILLAGE TOURISM
WISATA ALTERNATIF
ALTERNATIVE TOURISM
WISATA M ASSAL
MASS TOURISM
TREN
PERUBAHAN WISATA
Sumber : Buku Membangun Desa, 2021
7
KONSEP PENGEMBANGAN DESA WISATA
Indikator Keberhasilan Pengembangan Desa Wisata
ATRAKSI
Masyarakat sudah mampu memberikan inovasi terhadap potensi atraksi unggulan di desa wisata (Alam, Budaya, Buatan dan Ekraf) menjadi unit kewirausahaan yang mandiri
AKSESIBILITAS
Desa wisata sudah dikenal dan dijadikan pilihan destinasi wisata yang memiliki kemudahan aksesibiltas oleh wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara
AMENITAS
Sarana dan prasarana yang ada di desa wisata sudah mengikuti standar ASEAN serta tersedianya SDM yang kompeten
KOLABORASI
Pengelolaan, promosi dan pemasaran desa wisata sudah dilakukan secara kolaboratif antara pengelola desa wisata (Pokdarwis/Bumdes/Karang Taruna) dengan Pemerintah dan pihak Swasta
DANA DESA
Pemanfaatan dana desa sudah dilakukan dengan baik sesuai regulasi dan kebijakan yang berlaku
DIGITALISASI
Sudah diterapkan pemanfaatan teknologi berbasis digital dalam pengelolaan, promosi dan pemasaran desa wisata
Sumber: Buku Pedoman Desa Wisata Kemenparekraf, 2019 (Rangkuman dari Edisi II Buku Pedoman Desa Wisata Kemenkomarvest, 2020)
Pengembangan Sistem Jejaring Desa Wisata (JADESTA)
Sistem yang menyajikan informasi Sebaran Desa Wisata dengan indikator kategori desa sesuai hasil self assesment dari pengelola desa yang di verifikasi oleh Dispar dan Kemenparekraf sehingga dapat menjadi alat bantu kegiatan di lapangan khususnya mencakup wilayah yang luas serta membutuhkan waktu yang singkat
Sistem ini di bangun secara dinamis dengan pengelolaan basic data guna mendukung pembangunan BIG DATA serta data dukung pemasaran & promosi Desa Wisata di Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
312
MAJU
Jumlah Desa Wisata: 3421
2755 RINTISAN
1239 BERKEMBANG
312
MAJU
9
MANDIRI
DATA DESA WISATA
3421
Platform
Jejaring Desa Wisata
jadesta.kemenparekraf.go.id
18
25
Desa Wisata
Di Sulawesi Tenggara
Terdaftar di Jadesta 2021
JADESTA
Jaringan Desa Wisata
Dari 1.831 Peserta
4 Desa Wisata Sultra Lolos Nominasi 300 Besar yaitu : Desa Liya Togo – Kab Wakatobi, Desa Sanisani – Kab Kolaka, Desa Wabula - Kab Buton, Desa Limbu Wantiro – Kota Baubau
Desa Liya Togo
Wakatobi
lolos 50 besar ADWI 2021
SINERGITAS DALAM PEMBANGUNAN PARIWISATA DI SULAWESI TENGGARA
3
(a) PARIWISATA
(b) INDUSTRI KECIL MENENGAH
(d) UMKM
(f) LINGKUNGAN HIDUP
(c) PERDAGANGAN
(e) JALAN PROVINSI / KAB-KOTA
Kawasan Terintegrasi
a
c
d
e
f
b
MODEL SINERGITAS BERBASIS INOVASI, ADAPTASI, KOLABORASI ANTARA PUSAT DAN DAERAHDALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA
BERBASIS
INOVASI |ADAPTASI | KOLABORASI
SEMANGAT
GEBER | GERCEP |GASPOL
TEPAT SASARAN | TEPAT MANFAAT | TEPAT WAKTU
PARIWISATA SEBAGAI
LEADING SECTOR
“Sinergitas Inovasi Adaptasi Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah”
dengan spirit Geber, Gercep dan Gaspol.
SKEMA & LANGKAH DUKUNGAN KEMENPAREKRAF / BAPAREKRAF
Percepatan Pembangunan Pariwisata Sulawesi Tenggara
D1
D2
D3
D4
D5
D6
D7
SINERGITAS & INTEGRASI
Destinasi, Infrastruktur, Amenitas dan Konektivitas
Penataan Atraksi
dan Daya Tarik Pariwisata
Peningkatan Kapasitas Standar, SDM, Masyarakat & Daerah
Pengembangan Industri & Investasi
Pengembangan Ekonomi Kreatif, Desain & Strategi
Kebijakan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Promosi dan Pemasaran
Pengembangan Produk Wisata dan Penyelenggaraan Event
Kemenkomarves :
koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian
BAPPENAS : Perencanaan Pembangunan
KSP :
koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian
KemenPUPR : Infrastruktur
KemenHub : Konektivitas
KemenKopUKM : UMKM, Diversifikasi Usaha & Produk
KemenKomInfo : Digitalisasi
KemendesPDTT :
Desa Wisata
Kemen KLHK:
Pariwisata Alam,
Perhutanan Sosial
Kemendikbudristek : Pendidikan & Kebudayaan
Kemenkes :
Kesehatan / Vaksinasi
Kemen Investasi :
Investor Pariwisata
Industri
Asosiasi
PT
Media
CSR
Seluruh Dinas
Masterplan :
RIPPARDA
Asosiasi :
PHRI, ASITA, ASIDEWI
KOLABORASI DAN SINERGITAS ANTAR K/L
KOLABORASI LINTAS STAKHOLDER
KOLABORASI LINTAS DAERAH
GEBER (GERAK BERSAMA) LANGKAH DUKUNGAN KOLABORASI ANTAR K/L & STAKEHOLDER
Upaya Percepatan Pembangunan Pariwisata Sulawesi Tenggara
GEBER (GERAK BERSAMA) KONSOLIDASI BIROKRASI DAN ORKESTRASI KOLABORASI SKPD SE-SULTRA
Upaya Percepatan Pembangunan Pariwisata Sulawesi Tenggara
GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR
BUPATI DAN WAKIL BUPATI
CAMAT DAN DESA
WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA
PENGEMBANGAN DESTINASI DAN PELAKSANAAN EVENT DIGELAR MELALUI EKOSISTEM SKPD MENGHILANGKAN EGO SEKTORAL
ANGGARAN SKPD SALING MENUNJANG PROGRAM SKPD LAINNYA
REKOMENDASI RENCANA KERJA PERANGKAT DAERAH (RKPD) UNTUK PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF DI SULAWESI TENGGARA
4
REKOMENDASI RENCANA KERJA PERANGKAT DAERAH (RKPD) UNTUK PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF DI SULAWESI TENGGARA
TERIMA KASIH
BERSAMA JAGA INDONESIA!
Nama : Dr. Wawan Gunawan, S,Sn. MM.
Jabatan : Direktur Pengembangan Destinasi II Kemenparekraf / Baparekraf
Tempat/Tgl. Lahir : Ciamis, 11 Desember 1969
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama : Islam
Status Pekerjaan : ASN
Alamat Rumah : Jl. Kusuma Barat 6 Blok Cc 3 No.11 Rt 03 Rw 18
Duren Jaya Tim, RT.003/RW.018 Duren Jaya,
Kec. Bekasi Tim., Kota Bekasi, Jawa Barat 17111
PROFESI KHUSUS
PROFILE
KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF/BADAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF
• The Best Performance “Asian Puppet Show 2018” Jeonju, Korea Selatan
• The Best Performance Puppet “The International Alexandria For Puppet” di Kota Alexandria-Meir,
2014
• The Best Performance “International Bangalore Festival “ di India, 2014
• Puppet and Marionette Festival” di Vietnam tahun 2012.
• Meraih (2) dua Medali Emas untuk katagori Dalang terbaik, dan penyaji terbaik, “International
• The Best Perform Yakutia Russia 2011
• The Best Performance di festival internasional di Perancis 2009, India 2010, Korea 2010, Ceko 2010,
Rusia 2011, dan Singapura 2012.
• Penyaji terbaik dalam International Gannat Festival Perancis, 2009
• Meraih (3) tigaMedaliMas untuk katagori dalang terbaik, dan penyaji terbaik, dan penata musik
terbaik sebagai perwakilan wayang Indonesia dalam pertunjukan wayang ajen pada
event International Puppet and Marionette Festival di Vietnam tahun 2008,
• Grand Master Puppeter dalam Festival International Literatur Four Day di Pulau Krete Yunani 2006.
• The Noble And The Beautiful proclaimed UNESCO Wayang The Masterpieeces of the Cultural
Heritage of Humanity Paris, France 2004
• The Best Performance dalam International Marrionet, di Perancis 2004
• Sebagai The Best Performance Bangkok Thailand 2002.
• The Favorite Perform Palma Malorca Spanyol 2001
PRESTASI
Kostum Motif Khas Sulawesi Tenggara
RIWAYAT JABATAN
RIWAYAT PENDIDIKAN
28
NO | KABUPATEN/ KOTA | 2018 | 2019 | 2020 | 2021 | 2022 | |||
FISIK | FISIK | NON FISIK | FISIK | NON FISIK | FISIK | NON FISIK | FISIK | ||
1 | PROVINSI SULTRA | 5.409.000.000 | 5.906.649.000 | | 5.174.666.000 | | 5,299,457,000 | 862,578,000 | - |
2 | Kab. Buton | 5.070.000.000 | 8.980.850.000 | 913.038.000 | 5,595,179,000 | 1,193,204,000 | 4,451,040,000 | 862,578,000 | - |
3 | Kab. Konawe | 1.443.000.000 | 2.858.792.000 | - | - | 100,000,000 | - | - | - |
4 | Kab. Kolaka | - | - | - | - | - | - | - | - |
5 | Kab. Muna | 1.898.000.000 | 3.408.263.000 | 750.720.000 | - | 100,000,000 | - | - | - |
6 | Kota Kendari | 1.267.000.000 | 2.742.546.000 | 621.736.000 | 3,352,667,000 | 696,804,000 | 4,279,400,000 | 862,578,000 | - |
7 | Kota Bau-bau | 2.915.000.000 | 5.352.417.000 | 1.013.038.000 | 3,196,350,000 | 1,193,204,000 | 6,538,220,000 | 862,578,000 | - |
8 | Kab. Konawe Selatan | 1.425.000.000 | 4.959.283.000 | 913.038.000 | 2,624,832,000 | 1,193,204,000 | - | 100,000,000 | - |
9 | Kab. Bombana | 3.020.000.000 | - | - | - | 696,804,000 | - | - | - |
10 | Kab. Wakatobi | 13.714.000.000 | 16.979.788.000 | 1.013.038.000 | 14,781,276,000 | 1,193,204,000 | 36,650,819,000 | 962,578,000 | 1,007,240,000 |
11 | Kab. Kolaka Utara | 1.481.000.000 | - | - | - | - | - | - | - |
12 | Kab. Konawe Utara | 2.145.000.000 | 3.012.389.000 | 750.720.000 | 3,418,001,000 | 100,000,000 | - | 100,000,000 | - |
13 | Kab. Buton Utara | 0 | - | - | - | - | - | - | - |
14 | Kab. Konawe Kep | 0 | - | - | - | - | - | - | - |
15 | Kab. Kolaka Timur | 0 | 3.037.166.000 | 621.736.000 | 3,755,923,000 | 796,804,000 | - | - | - |
16 | Kab. Muna Barat | 2.000.000.000 | 2.907.267.000 | 621.736.000 | 3,681,061,000 | - | - | - | - |
17 | Kab. Buton Tengah | 1.530.000.000 | 3.618.341.000 | 521.736.000 | 3,647,196,000 | - | - | - | - |
18 | Kab. Buton Selatan | 1.614.000.000 | 2.897.581.000 | 521.736.000 | - | 796,804,000 | - | - | - |
| TOTAL | 44.931.000.000 | 66.661.332.000 | 6.910.976.000 | 49,227,151,000 | 8,060,032,000 | 57,218,936,000 | 4,612,890,000 | 1,007,240,000 |
DUKUNGAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PARIWISATA
PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN ANGGARAN 2018 - 2022