1 of 10

BAB 1

MEMBIASAKAN

BERFIKIR KRITIS

DAN SEMANGAT

MENCINTAI IPTEK

BAGIAN KE-2

2 of 10

IDENTIFIKASI TAJWID Q.S. AR-RAHMĀN : 33

3 of 10

KOSA KATA DALAM Q.S. AR-RAHMĀN : 33

4 of 10

ASBABUN NUZUL Q.S. AR-RAHMĀN : 33

Tidak ada sebab khusus tentang turunnya ayat ini, tetapi secara umum, seperti yang dipaparkan M. Quraish Shihab (Pakar Tafsir Indonesia) dalam karyanya berjudul Tafsir Al Mishbah, Surat ini diturunkan, karena tanggapan negatif kaum musyrik Makkah saat mereka diperintah untuk sujud kepada Allah yang ar-Rahmān.

Hal ini sejalan dengan Q.S. al-Furqān : 60 yang artinya adalah: Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Sujudlah kepada ar-Rahman,“ mereka menjawab: “Siapakah ar-Rahman itu?” Jika riwayat ini diterima, maka semakin jelas dan tepat jika Surat ini dinamai dengan nama yang populer tersebut.

5 of 10

ISI DAN KANDUNGAN Q.S. AR-RAHMĀN : 33

  1. Allah Swt. mengancam kepada jin dan manusia, bahwa kelak di akhirat mereka tidak bisa mengelak akan pertanggung jawaban dari semua nikmat yang sudah diberikan. Meskipun mereka berusaha lari ke segala penjuru langit dan bumi
  2. Jika saat ini muncul kelompok manusia yang mampu melintasi beberapa planet di angkasa dengan kekuatan dan ilmu yang didapat, itu hanya seberapa, tidak sebanding dengan luasnya alam semesta.
  3. Didahulukan penyebutan jin baru manusia, karena jin lebih memiliki kemampuan menembus luar angkasa, begitu juga perannya di bumi, meski lebih terbatas (Q.S. Jin/72: 9). Sebaliknya, saat Allah Swt. memberi tantangan untuk membuat semisal Al-Qur’an (Q.S al-Isrā’: 88), penyebutan manusia lebih didahulukan dibanding jin. Hal ini disebabkan kemampuan manusia lebih tinggi dibanding jin

6 of 10

ISI DAN KANDUNGAN Q.S. AR-RAHMĀN : 33

  1. Sebagian ulama menjadikan ayat ini sebagai isyarat ilmiah bahwa kekuatan dan penguasaan ilmu menjadi hal yang mutlak dimiliki, jika ingin menjadi umat, golongan atau kelompok yang sukses merengkuh dunia, apalagi akhirat, dan Islam sangat menekankan tentang ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat.
  2. Harus dipahami bahwa majunya sebuah negara disebabkan besarnya investasi pada kualitas manusia / SDM, termasuk keberhasilan menjelajahi ruang angkasa. Itu semua membutuhkan dana yang tidak sedikit, termasuk kerjasama di pelbagai disiplin ilmu, bahkan antar negara, misalnya ilmu astronomi, teknik, matematika, seni, geologi dan lain-lain.

7 of 10

HADIS TENTANG ILMU PENGETAHUAN

Artinya: Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bin ‘Ash r.a. : “Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya, Allah tidak mencabut ilmu dengan melenyapkannya dari dada manusia, tetapi dengan mewafatkan ulama, sehingga setelah tidak ada seorang pun ulama, mereka manusia mengangkat orang-orang bodoh menjadi pemimpin. Mereka ditanya, tetapi mereka (pemimpin-pemimpin yang bodoh itu) memberikan petunjuk tanpa ilmu, kemudian tersesatlah mereka, dan menyesatkan orang lain pula.” (HR. Muslim).

8 of 10

ISI KANDUNGAN HADIS

  1. Hadis ini membicarakan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan yang terkumpul dalam diri pada ulama.
  2. Rentang sejarah para ulama dari satu generasi ke generasi selanjutnya, baik dari buah karyanya maupun kisah hidupnya, masih dapat diambil menjadi teladan.
  3. Sekarang ini, semakin sedikit ulama akibat diwafatkan oleh Allah Swt. Sehingga kita kehilangan ilmu yang dimiliki ulama, dan berpengaruh pada kehidupan kita.
  4. Wafatnya para ulama berpengaruh juga kepada tokoh-tokoh yang muncul, sosoknya kelihatan lebih pintar, hebat dan meyakinkan, namun jika ditelaah, tenyata menipu dan membodohi kita.
  5. Rajin, cinta, dan semangat kepada ilmu itu mutlak, tetapi penting sekali melakukan seleksi ilmu dan guru, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan

9 of 10

TENTANG ILMU PENGETAHUAN

Dalam Q.S Al-’Alaq (iqra) Berkali-kali Allah Swt. memerintahkan kembali kepada manusia, khususnya umat Islam agar selalu membaca, karena bacaan tidak dapat melekat pada diri seseorang, kecuali dengan mengulang-ngulangi dan membiasakannya, maka seakan-akan perintah mengulangi bacaan itu berarti mengulang-ulangi bacaan yang dibaca dengan demikian isi bacaan itu menjadi satu dengan jiwa seseorang.

Allah Swt. menyatakan bahwa manusia diajari untuk berkomunikasi dengan perantara qalam. Lalu pandai membaca yang memunculkan bermacam-macam ilmu pengetahuan yang bermanfaat baginya yang menyebabkan dia lebih utama dibanding makhluk lain, sedangkan manusia pada permulaan hidupnya tidak mengetahui apa-apa.

10 of 10

Melalui ayat-ayat ini, terbukti tingginya nilai membaca, menulis dan berilmu pengetahuan. Jika tidak karena qalam, niscaya banyak ilmu pengetahuan yang tidak terpelihara, penelitian yang tidak tercatat, dan banyak ajaran agama hilang, serta pengetahuan orang terdahulu tidak dapat dikenal oleh orang-orang sekarang.

Begitu pula tanpa qalam, tidak dapat diketahui sejarah orang-orang yang berbuat baik atau yang berbuat buruk, tidak ada pula ilmu pengetahuan yang menjadi pelita. Selain itu, melalui ayat-ayat ini menjadi bukti bahwa manusia yang berasal dari unsur yang mati dan belum berbentuk secara lengkap, akhirnya dijadikan Allah Swt. menjadi manusia yang sangat berguna dengan mengajarinya pandai membaca, menulis, dan berkomunikasi, serta mengetahui segala macam ilmu.