1 of 63

2 of 63

1.

Document. 1Document. 1, 2,Document. 1, 2, 3, Document. 1, 2, 3, 4, Document. 1, 2, 3, 4, 5, Document. 1, 2, 3, 4, 5, 6Document. 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7

Secara formal NU lahir pada tanggal 16 Rajab 1344 H bertepatan dengan tanggal 31 Januari 1926 M di Surabaya oleh para ulama Ahlusunnah wal Jama'ah yang dipelopori oleh K.H. Hasyim Asy'ari Secara formal NU lahir pada tanggal 16 Rajab 1344 H bertepatan dengan tanggal 31 Januari 1926 M di Surabaya oleh para ulama Ahlusunnah wal Jama'ah yang dipelopori oleh K.H. Hasyim Asy'ari dan K.H. Abdul Wahab Hasbullah. Namun pada hakekatnya ajaran dan faham yang dianut dan diperjuangkan oleh NU telah ada sejak awal masuknya Islam ke Indonesia pada permulaan abad Hijriyah

3 of 63

2.

Sebelum lahirnya NU K.H. Abdul Wahab Hasbullah dan kawan-kawannya telah mendirikan organisasi yang merupakan embrio Jam'iyah Nahdlatul Ulama ini yaitu : Nahdlatul Wathon yang berarti Kebangkitan Nasional (1916), Syirkah Inan Murabahah (Koperasi), Nahdlatut Tujjar yang artinya Kebangkitan para pedagang (1918), Tashwirul Aflkar atau potret pemikiran (1919) dan Komite Hijaz (Januari 1926).

4 of 63

3.

Akhirnya dengan motivasi pemurnian ajaran Islam Aswaja, Ukhuwwah Islamiyyah, Ukhuwwah Wathoniyyah (Nasionalisme) dan tanggung jawab terhadap perkembangan dunia Islam (Internasionalisme) maka lahirlah Nahdlatul Ulama.

5 of 63

SEJARAH PERJUANGAN �NAHDLATUL ULAMA

Mengenai sejarah perjuangan organisasi sangat penting sekali, karena dengan mengetahui sejarah perjuangan itu dapat menanamkan rasa harga diri dan bangga terhadap organisasi yang pada gilirannya akan mampu membangkitkan semangat juang lewat wadah organisasi tersebut. Untuk itu disini perlu dijelaskan serba singkat sejarah perjuangan Nahdlatul Ulama sebagai berikut:

6 of 63

4.

Pada masa penjajahan Belanda, sikap NU adalah menerapkan politik Non Cooperation (tidak mau kerja sama) dengan Belanda. Untuk menanamkan rasa benci kepada penjajah, para ulama mengharamkan segala sesuatu yang berbau Belanda sehingga semakin menumbuhkan rasa kebangsaan (Nasionalisme) dan anti penjajah.

7 of 63

5.

Meskipun pada zaman Belanda tidak merupakan Partai Politik akan tetapi lapangan usahanya tidak hanya bidang sosial keagamaan saja, namun menyangkut segala aspek kehidupan masyarakat, baik yang bersifat nasional maupun internasional, seperti halnya tuntutan kepada pemerintah Belanda akan adanya wakil bangsa Indonesia di Parlemen.

8 of 63

6.

Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,sejak berdirinya NU telah mendirikan pondok pesantren, madrasah dan sekolah yang tersebar di seluruh cabang-cabangnya di Indonesia.

9 of 63

7.

Setiap usaha untuk mempersatukan umat Islam NU selalu aktif mempelopori usaha tersebut seperti Kongres Al slam, MIAI, Masyumi, PPP,dsb.

10 of 63

8.

Pada zaman penjajah Jepang karena kegigihannya NU termasuk organisasi yang dibubarkan Jepang.

11 of 63

9.

Menjelang kemerdekaan NU turut aktif didalam BPUPKI, bahkan K.H. Abdul Wahab Hasyim turut aktif sebagai panitia kecil yang merumuskan Pancasila dan UUD 1945.

12 of 63

10.

Setelah Proklamasi kemerdekaan, Belanda masih tetap ingin menjajah Indonesia kembali, maka NU tampil kedepan dengan Resolusi Jihadnya (Fatwal Jihad) pada tanggal 20 Oktober 1945 yang isinya fardlu ain hukumnya melawan penjajah Belanda manakala kembali menjajah�Negara Rl pada waktu Belanda mendaratkan tentaranya di Surabaya dengan kedok tentara Sekutu, maka lahirlah perlawanan arek-arek Surabaya pada tanggal 10 Nopember 1945, yang terkenal sebagai hari Pahlawan.

13 of 63

11.

Semenjak terbentuknya kabinet Syahrir ketiga (1946) sampai dengan Kabinet Pembangunan pertama (1973), NU selalu diberi kepercayaan untuk menjabat sebagai menteri-menteri.

14 of 63

12.

Ketika terjadi Affair Madiun/PKI (1948) dengan laskar Hizbullah yang dipimpin oleh K.H. Zainul Arifin dan Sabilillah yang dipimpin oleh K.H. Masykur, aktif menumpas PKI.

15 of 63

13.

Sejak tahun 1952 (Muktamar Palembang), NU menjadi Partai Politik, peranannya semakin nyata dalam segala aktifitas kehidupan berbangsa baik yang bersifat politik kenegaraan maupun sosial keagamaan.

16 of 63

14.

Pada waktu terjadi G 30 S/PKI (30 September 1965) NU tampil yang terdepan (pertama kali) menuntut kepada Presiden RI agar PKI dan segenap neven organisasinya untuk dibubarkan (5 Oktober 1965).

17 of 63

15.

Di dalam penumpasan G 30 S/PKI dan penumbangan Orde Lama Di dalam penumpasan G 30 S/PKI dan penumbangan Orde Lama peran ABRI dan NU (manunggalnya ABRI dan NU), sangat menentukan. Pada waktu itu HM. Subchan ZE, menjadi ketua Kesatuan Aksi Pengganyangan G 30 S/PKI dan Front Pancasila. Gerakan pemuda Anshor dan Bansernya tampil ke depan dalam pengganyangan PKI.

18 of 63

16.

Pelajar NU (IPNU/IPPNU) dan Mahasiswa NU (PMII) dan GP. Anshor/ Fatayat NU turut ambil bagian terdepan di dalam KAMI/KAPPI. Untuk menurunkan Orla dan menegakkan Orba, Drs. Zamroni pada waktu itu menjadi ketua Presudium KAMI/KAPPI.

19 of 63

17.

Pada awal tahun 1967 H. Nuddin Lubis (Fraksi NU) bersama kawan-kawannya di DPRGR mengeluarkan memorandum yang prinsipnya mengusulkan agar Dewan mengusulkan kepada MPRS untuk mengadakan Sidang Umum Istimewa yang acara pokoknya adalah membicarakan masalah penggantian Kepala Negara. Usul resolusi itu kemudian diterima dan menjadi memorandum DPRG. Pada waktu itu yang menjadi Ketua DPRGR adalah K.H. Ahmad Syaichu (NU)

20 of 63

18.

Di dalam sidang Umum MPRS

H. Djamaluddin Malik (Fraksi NU) bersama kawan-kawannya minta agar SUI MPRS itu mengangkat Letjend Suharto menjadi pejabat Presiden menggantikan Presiden Soekarno.

21 of 63

19.

Setelah adanya Undang-undang penyederhanaan Kepartaian (1973) partai-partai Islam pada waktu itu mendirikan dan berfusi ke dalam wadah Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Maka NU menyatakan diri menjadi Jam'iyah sebagaimana kelahirannya tahun 1344/1926.

22 of 63

20.

Di dalam era pembangunan ini partisipasi NU sebagi organisasi sosial keagamaan terhadap bangsa dan negara digarap melalui bidang : pendidikan, da'wah, sosial dan ekonomi.

23 of 63

21.

Sejak Muktamar NU Sejak Muktamar NU ke 27 di Pondok Pesantren Salafiyah Sukorejo Asembagus Situbondo tanggal 8 s/d 13 Desember 1984, NU menyatakan secara resmi kembali ke Khittoh 1926. Dengan demikian NU sepenuhnya menjadi organisasi sosial keagamaan non politik dan tidak terikat dengan organisasi sosial politik manapun.

24 of 63

22.

Pada era reformasi KH. Abdurrahman Wahid (Ketua umum PBNU) dipilih menjadi presiden oleh MPR RI secara demokratis.

25 of 63

2

HADRATUS SYEKH KH. HASYYIM ASY’ARI

26 of 63

2

KH. ABDUL WAHAB HASBULLAH

27 of 63

2

PONDOK KARTOPATEN

Merupakan pondok pesantrenya

KH. Abdul Wahab Hasbullah

28 of 63

2

KH. MAS ALWI ABDUL AZIZ

29 of 63

2

GHONAIM AL - MISHRI

30 of 63

2

KH. RIDWAN ABDULLAH

31 of 63

2

TEMPAT PENANDA TANGANAN JAMI’IYYAH NU

32 of 63

2

NAHDLATUL WATON

33 of 63

2

KANTOR PB . NU

34 of 63

PIMPINAN PARTAI MASYUMI

7

35 of 63

EMPAT TOKOH PENDIRI MIAI

7

36 of 63

KH. ABDUL WAHID HASYIM

10

37 of 63

KH. MASYKUR

13

38 of 63

APEL BESAR PENUMPASAN ORDE LAMA

16

39 of 63

KAMPANYE PPP

19

40 of 63

KH. R. AS’AD SAMSUL ARIFIN

21

41 of 63

MUNAS ALIM ULAMA 1984 DI SITUBONDO

21

42 of 63

HM. SUBCHAN ZE

16

43 of 63

PONDOK KEBON DALEM

44 of 63

KH. ABDUL HAMID

45 of 63

LAMBANG “NU”

46 of 63

LAMBANG “NU”

47 of 63

LAMBANG “NU”

48 of 63

GEDUNG “ONDERLINBLANG”

49 of 63

PENGURUS “SUBBANUL WATON” PERTAMA

50 of 63

HOTEL MUSLIMIN

TEMPAT MUKTAMAR “NU” I, II, III

51 of 63

PENGURUS NAHDLATUS SYUBBAN PERTAMA

52 of 63

KH. THOHIR BAKRI

53 of 63

KONPERENSI PERTAMA “ANO” INDONESIA

30 APRIL – 2 MEI 1936

54 of 63

KH. IDHAM KHALID

55 of 63

MU’TAMAR NU KE –XXVI

DI SEMARANG

56 of 63

KH. BISHRI SYANSURI

DAN

HM. YUSUF HASYIM

57 of 63

PAWAI AKBAR NU DI JAKARTA,

1966

58 of 63

MUSLIMAT NU

59 of 63

ISHARI

60 of 63

BAHTSUL MASAIL DINIYAH

61 of 63

MUNAS ULAMA 1982 DI KALIURANG

KH. ALI MA’SUM

KH. ANWAR MUSADDAD

62 of 63

KH. ALI MA’SUM

63 of 63

Dokumentasi

  1. Hotel Muslimin Hotel Muslimin 6. Tempat Penandatanganan jamiyah NU
  2. Gedung OnderlinblangGedung Onderlinblang 7. Pondok Kartopaten
  3. Pondok Kebon DalemPondok Kebon Dalem 8. Lambang NU IPondok Kebon Dalem 8. Lambang NU I, IIPondok Kebon Dalem 8. Lambang NU I, II, III
  4. Kantor PBNU
  5. Nahdlatul Waton