1 of 38

STANDAR DAN TEKNIK PENILAIAN KURIKULUM MERDEKA

Nama Instruktur : SUPIANI, M.Pd

Instansi : SMPN 1 SINABOI SATU ATAP

2 of 38

“Ia yang mengerjakan lebih dari apa yang dibayar pada suatu saat akan dibayar lebih dari apa yang ia kerjakan” - Napoleon Hill

3 of 38

Asesmen Pembelajaran

  • Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, dan menyediakan informasi yang holistik sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua, agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya.
  • Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran.
  • Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar dan menentukan keputusan tentang langkah selanjutnya.
  • Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai serta strategi tindak lanjutnya.
  • Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

4 of 38

  • Pelaksanaan Asesmen Sumatif dan Formatif

Pelaksanaan asesmen formatif dapat dilakukan dengan memperhatikan hal berikut:

  • Dilaksanakan bersamaan dalam proses pembelajaran, yang, kemudian ditindaklanjuti untuk memberi perlakuan berdasarkan kebutuhan peserta didik serta perbaikan proses pembelajaran.
  • Pendidik dapat menggunakan berbagai teknik seperti observasi, performa (kinerja, produk, proyek, portofolio), maupun tes.
  • Tindak lanjut yang dilakukan bisa dilakukan langsung dengan memberikan umpan balik atau melakukan intervensi.
  • Pendidik dapat mempersiapkan berbagai instrumen seperti rubrik, catatan anekdotal, lembar ceklist untuk mencatat informasi yang terjadi selama pembelajaran berlangsung

Pelaksanaan asesmen sumatif dapat dilakukan dengan memperhatikan hal berikut:

  • Sumatif dilakukan pada akhir lingkup materi untuk mengukur kompetensi yang dikehendaki dalam tujuan pembelajaran dan pada akhir semester.
  • Pendidik dapat menggunakan berbagai teknik seperti portofolio, performa (kinerja, produk, proyek, portofolio), maupun tes.
  • Hasil sumatif dapat ditindak lanjuti dengan memberikan umpan balik atau melakukan intervensi kepada peserta didik maupun proses pembelajaran yang telah dilakukan

Penting bagi para guru untuk memegang rubrik penilaian sebagai dasar penilaian pada siswa.

5 of 38

5PRINSIP ASESMEN

  1. Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, menyediakan informasi sebagai umpan balik untuk guru, peserta didik, dan orang tua.
  2. Asesmen perlu dirancang dan dilakukan sesuai dengan tujuan.
  3. Asesmen dirancang secara adil, valid dan dapat dipercaya, memberikan informasi yang kaya bagi guru, peserta didik dan orang tua mengenai kemajuan dan pencapaian pembelajaran, serta keputusan tentang langkah selanjutnya.
  4. Asesmen sebaiknya meliputi berbagai bentuk tugas, instrumen, dan teknik yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditargetkan.
  5. Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat untuk peserta didik dan orang tua, dan data yang berguna untuk penjaminan dan peningkatan mutu pembelajaran.

6 of 38

Paradigma Asesmen

Langkah-Langkah Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengolahan Asesmen Formatif dan Sumatif

  • Jenis Asesmen berdasarkan fungsinya

Selanjutnya mari kita pelajari tentang…

Jenis dan Fungsi Asesmen

7 of 38

JENIS ASESMEN

8 of 38

Acuan yang digunakan untuk melaksanakan asesmen pembelajaran :

9 of 38

Jenis Asesmen berdasarkan fungsinya:

Assessment as Learning: asesmen sebagai proses pembelajaran

Assessment for Learning: asesmen untuk proses pembelajaran

Assessment of learning: asesmen pada akhir proses pembelajaran

Selama ini pelaksanaan asesmen cenderung berfokus pada asesmen sumatif (assessment OF learning) yang dijadikan acuan untuk mengisi laporan hasil belajar, sehingga hasil asesmen belum dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk perbaikan pembelajaran.

Pada pembelajaran paradigma baru, pendidik diharapkan menyelenggarakan lebih banyak asesmen formatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

10 of 38

Asesmen SEBAGAI

Proses Pembelajaran

(Assessment AS Learning)

Asesmen UNTUK

Proses Pembelajaran

(Assessment FOR Learning)

Asesmen PADA AKHIR

Proses Pembelajaran

(Assessment OF Learning)

  • Asesmen untuk refleksi proses pembelajaran

  • Berfungsi sebagai asesmen formatif
  • Asesmen untuk perbaikan proses pembelajaran

  • Berfungsi sebagai asesmen formatif
  • Asesmen untuk evaluasi pada akhir proses pembelajaran

  • Berfungsi sebagai asesmen sumatif

Perbedaan assessment as dan for learning adalah assessment as learning lebih melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan asesmen tersebut. Peserta didik diberi pengalaman untuk belajar menjadi penilai bagi diri sendiri dan temannya. Penilaian diri (self assessment) dan penilaian antar teman merupakan contoh assessment as learning.

Dalam assessment as learning peserta didik sebaiknya dilibatkan dalam merumuskan prosedur, kriteria, maupun rubrik/pedoman asesmen sehingga mereka mengetahui dengan pasti apa yang harus dilakukan agar memperoleh capaian belajar yang maksimal.

11 of 38

Langkah-Langkah Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengolahan Asesmen Formatif dan Sumatif

Prinsip-prinsip Pelaporan Asesmen

  • Pemahaman yang perlu dimiliki pendidik untuk melaksanakan asesmen dengan efektif

Paradigma Asesmen

12 of 38

Paradigma Asesmen

Yang Harus Diperhatikan Dalam Menentukan Asesmen

Penerapan Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset

Terpadu dimana Asesmen mencakup kompetensi pada ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang saling terkait.

Sekolah diberikan keleluasaan untuk menentukan teknik dan jenis asesmen.

Khusus SMK, terdapat juga bentuk asesmen khas yang membedakan dengan jenjang yang lain, yaitu Asesmen Praktek Kerja Lapangan, Uji Kompetensi Kejuruan dan uji unit kompetensi

Keleluasaan dalam menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.

13 of 38

1

Penerapan pola berpikir bertumbuh (growth mindset)

kesalahan akan menstimulasi perkembangan otak peserta didik jika diterima, dikomunikasikan dan dicarikan solusi

Kesalahan dalam belajar itu wajar.

Tetapi tentang pemahaman, penalaran, penerapan, serta kemampuan menilai dan berkarya secara mendalam.

Belajar bukan tentang kecepatan,

Pengondisian lingkungan belajar (fisik dan psikis) di sekolah dan rumah akan mempengaruhi

pencapaian hasil belajar

Lingkungan belajar

akan sangat mempengaruhi performa peserta didik.

Ekspektasi pendidik yang positif

membiasakan peserta didik untuk

melakukan asesmen diri, asesmen antarteman, refleksi diri, dan pemberian umpan balik antarteman.

Berlatih melakukan asesmen

Paradigma Asesmen

Mereka memiliki peta jalan belajar yang berbeda, dan tidak perlu dibandingkan dengan teman-temannya.

Setiap peserta didik unik,

Pemberian umpan balik yang tepat akan berpengaruh pada motivasi belajar peserta didik.

Apresiasi /Umpan Balik

14 of 38

Ladder of Feedback

Klarifikasi

Penilaian

Perhatian

Saran

Apresiasi

  • Apa yang kamu maksud dengan …
  • Bisa tolong jelaskan lagi tentang …
  • Bagaimana itu bisa terjadi?
  • Bagian ini efektif karena …
  • Ini menarik karena …
  • Ini ide yang bagus untuk …
  • Saya membayangkan bagaimana jika …
  • Apakah mungkin jika …
  • Saya belum paham bagaimana …
  • Bagaimana kamu bisa…
  • Pernahkah kamu berpikir tentang …
  • Bagaimana kalau menambahkan …
  • Bisakah kamu menghapus bagian …
  • Idemu mengingatkan saya pada …
  • Saya bisa melihat pekerjaan …ini bisa saya gunakan juga
  • Saya belajar … dari jawabanmu

Contoh praktik baik memberikan umpan balik secara berjenjang

15 of 38

Paradigma Asesmen

Terpadu

Asesmen dilaksanakan terpadu dengan pembelajaran

mencakup kompetensi pada ranah sikap, pengetahuan,

dan keterampilan yang saling terkait. Rumusan capaian

pembelajaran telah mengakomodasi tiga ranah

tersebut.

02

Keleluasaan dalam Menentukan Waktu Asesmen

Asesmen formatif

• Awal pembelajaran

• Awal lingkup materi

• Selama proses pembelajaran

Asesmen sumatif

• Selesai 1 lingkup materi (terdiri beberapa tujuan pembelajaran)

• Pada akhir fase

• Jika diperlukan untuk menguatkan konfirmasi capaian hasil belajar, asesmen sumatif dapat dilakukan pada akhir semester, berfokus pada kompetensi yang dipelajari selama satu semester.

03

16 of 38

Paradigma Asesmen

Keleluasaan dalam Menentukan Jenis Asesmen

Pendidik diberikan keleluasaan dalam merencanakan dan menggunakan jenis asesmen dengan mempertimbangkan:

karakteristik mata pelajaran, karakteristik dan kemampuan peserta didik, capaian pembelajaran, dan tujuan pembelajaran, serta sumber daya pendukung yang tersedia.

04

Keleluasaan dalam Menggunakan Teknik dan Instrumen Asesmen

Pendidik diberikan keleluasaan dalam menggunakan

Teknik (cth: observasi, performa, tes tertulis/lisan) dan instrumen penilaian (cth: rubrik, eksemplar, ceklist, catatan anekdotal, grafik perkembangan peserta didik).

05

17 of 38

Paradigma Asesmen

6. Keleluasaan dalam Menentukan Kriteria

Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran

menjadi sumber informasi atau data bagi pendidik

untuk menentukan tindak lanjut penyesuaian

pembelajaran sesuai kondisi peserta didik.

8. Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan kriteria kenaikan kelas.

Ikuti panduan pembelajaran dan asesmen, hal 60

7. Keleluasaan dalam Mengolah Hasil Asesmen

Pengolahan hasil asesmen dalam bentuk angka (kuantitatif) didasarkan hanya pada hasil asesmen sumatif, sementara asesmen formatif sebagaimana diuraikan sebelumnya, berupa data atau informasi yang bersifat kualitatif, digunakan sebagai umpan balik untuk perbaikan pembelajaran sekaligus sebagai bahan pertimbangan menyusun deskripsi capaian kompetensi.

Hal 43, 47

18 of 38

Prinsip-prinsip Pelaporan Asesmen

  • Alur pelaksanaan asesmen
    • PAUD
    • DASMEN

Selanjutnya mari kita pelajari tentang…

Langkah-Langkah Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengolahan Asesmen Formatif dan Sumatif

19 of 38

Alur Asesmen

1. Menggunakan alur tujuan pembelajaran yang telah disusun, kemudian identifikasi tujuan pembelajaran yang menjadi kompetensi yang diinginkan.

2. Mengidentifikasi bentuk asesmen yang hendak dilakukan untuk mengukur pembelajaran secara formatif maupun sumatif.

3. Membuat instrumen asesmen formatif dan sumatif bersamaan dengan menyusun modul ajar.

4. Pelaksanaan Asesmen Formatif dan Sumatif

5. Mengolah Hasil Asesmen (hanya mengikutkan nilai sumatif)

20 of 38

Menggunakan alur tujuan pembelajaran yang telah disusun, kemudian identifikasi tujuan pembelajaran yang menjadi kompetensi yang diinginkan. → misalnya menyajikan, menggeneralisasi, membandingkan, memperkirakan, mengukur, mengobservasi, dan lain-lain.

1

Contoh

21 of 38

2. Mengidentifikasi bentuk asesmen yang hendak dilakukan untuk mengukur pembelajaran secara formatif maupun sumatif.

Contoh

22 of 38

3. Membuat instrumen asesmen formatif dan sumatif bersamaan dengan menyusun modul ajar.

Contoh rubrik jika asesmen berupa kinerja

23 of 38

3. Membuat instrumen asesmen formatif dan sumatif bersamaan dengan menyusun modul ajar.

Contoh rubrik jika asesmen berupa tes

24 of 38

4. Pelaksanaan Asesmen Formatif dan Sumatif

Asesmen Sumatif

  • Sumatif dilakukan pada akhir lingkup materi untuk mengukur kompetensi yang dikehendaki dalam tujuan pembelajaran dan pada akhir semester

• Pendidik dapat menggunakan berbagai teknik seperti portofolio, performa (kinerja, produk, proyek, portofolio), maupun tes.

• Hasil sumatif dapat ditindak lanjuti dengan memberikan umpan balik atau melakukan intervensi kepada peserta didik maupun proses pembelajaran yang telah dilakukan.

Asesmen Formatif

  • Dilaksanakan bersamaan dalam proses pembelajaran, yang, kemudian ditindaklanjuti untuk memberi perlakuan berdasarkan kebutuhan peserta didik serta perbaikan proses pembelajaran.
  • Pendidik dapat menggunakan berbagai teknik seperti observasi, performa (kinerja, produk, proyek, portofolio), maupun tes.
  • Tindak lanjut yang dilakukan bisa dilakukan langsung dengan memberikan umpan balik atau melakukan intervensi.
  • Pendidik dapat mempersiapkan berbagai instrumen seperti rubrik, catatan anekdotal, lembar ceklist untuk mencatat informasi yang terjadi selama pembelajaran berlangsung.

25 of 38

Contoh Bentuk Asesmen Formatif dan Sumatif

Bentuk Asesmen Formatif dan Sumatif

DISKUSI KELAS

  • Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi antar siswa.
  • Belajar berdemokrasi, menghargai pendapat orang lain serta berani berpendapat.

DRAMA

PRODUK

TES LISAN

PRESENTASI

  • Melatih kepercayaan diri dan jiwa seni.
  • Belajar bekerjasama, komunikasi serta berfikiri kritis.
  • Mengembangkan kemampuan berkomunikasi.
  • Belajar memahami topik secara mendalam, berfikir dan bernalar kritis.
  • Mengembangkan kkreatifitas
  • Meningkatkan ketelitian dan jiwa seni.
  • Meningkatkan kemampuan berbicara
  • mengkonfirmasi pemahaman.
  • Menerapkan umpan balik

26 of 38

Bentuk Asesmen Formatif dan Sumatif

Contoh bentuk asesmen tidak tertulis

Diskusi kelas

  • Mengembangkan kemampuan berkomunikasi murid di depan publik dan mengemukakan pendapat.
  • Melatih murid untuk belajar berdemokrasi, mendengarkan dan menerima pendapat orang lain yang mungkin berbeda dengannya, juga merespons pendapat tersebut dengan cara yang sopan dan simpatis.

Drama

  • Mengembangkan kemampuan seni peran dan berkomunikasi murid.
  • Mendorong murid untuk melihat sebuah masalah dari perspektif yang berbeda sehingga dapat menumbuhkan jiwa empati dan berpikiran kritis murid.

Produk

  • Membuat model miniatur 3 dimensi (diorama), produk digital, produk seni, dll.
  • Mengembangkan kreativitas
  • Menanamkan pengertian mengenai sebuah peristiwa

Presentasi

  • Mengembangkan kemampuan berkomunikasi
  • Mendorong murid untuk memahami topik presentasi dengan mendalam

Tes Lisan

  • Kuis tanya jawab secara lisan
  • Mengonfirmasi pemahaman murid
  • Menerapkan umpan balik

27 of 38

Bentuk Asesmen Formatif dan Sumatif

Contoh bentuk asesmen tertulis

Refleksi

  • Melatih murid untuk berperan aktif dalam mengevaluasi pembelajaran mereka sendiri dan memikirkan bagaimana cara mereka dapat memperbaiki diri.
  • Hasil refleksi ini dapat digunakan guru untuk melihat sisi lain proses pembelajaran murid

Jurnal

  • Melatih kemampuan murid untuk mengorganisasi dan mengekspresikan ide/pemikiran mereka dalam bentuk tulisan.
  • Biasanya ditulis dengan bahasa yang kurang formal sehingga memberikan murid kebebasan berpikir kreatif.
  • Menjadi alat untuk murid merefleksikan perkembangan mereka secara berkesinambungan.

Esai

  • Mengasah keterampilan menulis akademis murid, seperti mengembangkan argumen, menyajikan bukti, mencari sumber terpercaya untuk mendukung argumen, dan menggunakan referensi dengan tepat.
  • Mengembangkan cara berpikir kritis dan daya analisis murid.

Poster

  • Mendorong kemampuan murid untuk mengeksplorasi topik dan mengkomunikasikan pemahaman mereka dengan cara semenarik mungkin

Tes Tertulis

  • Kuis pilihan ganda
  • Kuis pertanyaan
  • Menerapkan umpan balik

28 of 38

Hal 48

29 of 38

  • Pelaporan asesmen dan umpan balik

Selanjutnya mari kita pelajari tentang…

Prinsip-prinsip Pelaporan Asesmen

30 of 38

Pelaporan Hasil Belajar

  • Pelaporan hasil adalah bagaimana sekolah mengkomunikasikan apa yang peserta didik ketahui, pahami, dan bisa lakukan.

  • Pelaporan menggambarkan perkembangan dari proses pembelajaran peserta didik, mengidentifikasi area yang perlu dikembangkan, dan berkontribusi pada efektivitas pembelajaran.

31 of 38

Bentuk Pelaporan Hasil Belajar yang Efektif

Melibatkan orang-tua peserta didik, peserta didik dan pendidik sebagai partner.

Merefleksikan nilai-nilai yang dianut oleh sekolah.

Menyeluruh, jujur, adil dan dapat dipertanggung jawabkan.

Jelas dan mudah dipahami oleh semua pihak.

32 of 38

Perbedaan pelaporan belajar dan pelaporan hasil belajar

  • Dalam bentuk pelaporan belajar, peserta didik lebih banyak berperan dalam aktivitasnya.
  • Pelaporan hasil belajar (rapor), dibuat oleh pendidik sebagai analisis hasil belajar dalam bentuk tertulis dan langsung dilaporkan ke orang tua peserta didik. Laporan hasil belajar biasanya diberikan di akhir semester dan akhir tahun ajaran.

33 of 38

Bentuk Pelaporan selain Rapor

Contoh bentuk Pelaporan selain rapor

Portofolio

  • Sebagai dokumentasi dari hasil karya peserta didik.
  • Isi portofolio adalah hasil karya peserta didik yang dipilih oleh peserta didik, berdasarkan hasil diskusi dengan pendidik.
  • Portfolio bisa berupa foto, video, infografis, poster atau karya apapun yang bukan berupa lembar soal - jawaban. Portofolio peserta didik SMK bisa berupa benda kerja/produk hasil praktik.

Diskusi / Konferensi

  • Berbagi informasi antara pendidik, peserta didik dan orang tua.
  • Sekolah perlu menentukan fungsi dari suatu diskusi untuk dapat mengembangkan struktur, dan kegiatannya melibatkan menentukan target belajar.
  • Diskusi atau konferensi bisa dalam struktur formal maupun informal.

Pameran Karya

  • Sebagai perayaan proses belajar peserta didik dan juga sebagai asesmen sumatif.
  • Pameran karya berisi proses dari pembelajaran hingga produk dari sebuah proyek belajar.
  • Pameran karya bisa mengundang orang tua peserta didik, komunitas sekolah maupun mengundang peserta didik dan pendidik dari sekolah lain untuk saling belajar dan mendapatkan umpan balik dari audiens yang lebih luas selain pendidik kelas.

34 of 38

Laporan Hasil Belajar (Rapor)

Yang perlu diperhatikan dalam melaporkan hasil belajar:

  • Waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan dan mengolah nilai lebih singkat.
  • Pengumpulan dan pengolahan hasil akhir lebih mudah.

Yang sebaiknya dihindari:

  • Merekayasa hasil tanpa adanya bukti perkembangan pembelajaran.
  • Bahasa yang kompleks dan terlalu ilmiah.
  • Penggunaan kata atau kalimat negatif.
  • Menilai dengan skor atau angka tanpa deskripsi kriteria.

35 of 38

Format Laporan Hasil Belajar (Rapor) - DASMEN

36 of 38

3 pilihan

hal 54-56

37 of 38

Evaluasi Pembelajaran dan Asesmen

Melakukan refleksi pembelajaran dan asesmen pada masing-masing modul ajar.

    • Pada kegiatan ini pendidik perlu melakukan refleksi terhadap pembelajaran dan asesmen yang telah dilakukan pada masing-masing modul ajar, cermati bagian manakah yang telah tercapai dan belum. Hasil asesmen formatif dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan kegiatan refleksi.

Mengidentifikasi apa saja yang sudah berhasil dan apa saja yang perlu diperbaiki.

    • Identifikasi keberhasilan dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sudut pandang, seperti kegiatan diskusi dengan teman sejawat, menggunakan data asesmen, maupun penilaian dari peserta didik.

Menindaklanjuti dengan memodifikasi modul ajar selanjutnya.

    • Modifikasi modul ajar tentunya dilakukan setelah kegiatan evaluasi pembelajaran dan asesmen, pendidik dapat bekerja sama dengan teman sejawat untuk melakukan pengembangan berdasarkan kebutuhannya.

38 of 38

TERIMAKASIH