STANDAR DAN TEKNIK PENILAIAN KURIKULUM MERDEKA
Nama Instruktur : SUPIANI, M.Pd
Instansi : SMPN 1 SINABOI SATU ATAP
“Ia yang mengerjakan lebih dari apa yang dibayar pada suatu saat akan dibayar lebih dari apa yang ia kerjakan” - Napoleon Hill
Asesmen Pembelajaran
Pelaksanaan asesmen formatif dapat dilakukan dengan memperhatikan hal berikut:
Pelaksanaan asesmen sumatif dapat dilakukan dengan memperhatikan hal berikut:
Penting bagi para guru untuk memegang rubrik penilaian sebagai dasar penilaian pada siswa.
5PRINSIP ASESMEN
Paradigma Asesmen
Langkah-Langkah Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengolahan Asesmen Formatif dan Sumatif
Selanjutnya mari kita pelajari tentang…
Jenis dan Fungsi Asesmen
JENIS ASESMEN
Acuan yang digunakan untuk melaksanakan asesmen pembelajaran :
Jenis Asesmen berdasarkan fungsinya:
Assessment as Learning: asesmen sebagai proses pembelajaran
Assessment for Learning: asesmen untuk proses pembelajaran
Assessment of learning: asesmen pada akhir proses pembelajaran
Selama ini pelaksanaan asesmen cenderung berfokus pada asesmen sumatif (assessment OF learning) yang dijadikan acuan untuk mengisi laporan hasil belajar, sehingga hasil asesmen belum dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk perbaikan pembelajaran.
Pada pembelajaran paradigma baru, pendidik diharapkan menyelenggarakan lebih banyak asesmen formatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Asesmen SEBAGAI Proses Pembelajaran (Assessment AS Learning) | Asesmen UNTUK Proses Pembelajaran (Assessment FOR Learning) | Asesmen PADA AKHIR Proses Pembelajaran (Assessment OF Learning) |
|
|
|
Perbedaan assessment as dan for learning adalah assessment as learning lebih melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan asesmen tersebut. Peserta didik diberi pengalaman untuk belajar menjadi penilai bagi diri sendiri dan temannya. Penilaian diri (self assessment) dan penilaian antar teman merupakan contoh assessment as learning. Dalam assessment as learning peserta didik sebaiknya dilibatkan dalam merumuskan prosedur, kriteria, maupun rubrik/pedoman asesmen sehingga mereka mengetahui dengan pasti apa yang harus dilakukan agar memperoleh capaian belajar yang maksimal. | ||
Langkah-Langkah Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengolahan Asesmen Formatif dan Sumatif
Prinsip-prinsip Pelaporan Asesmen
Paradigma Asesmen
Paradigma Asesmen
Yang Harus Diperhatikan Dalam Menentukan Asesmen
Penerapan Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset
Terpadu dimana Asesmen mencakup kompetensi pada ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang saling terkait.
Sekolah diberikan keleluasaan untuk menentukan teknik dan jenis asesmen.
Khusus SMK, terdapat juga bentuk asesmen khas yang membedakan dengan jenjang yang lain, yaitu Asesmen Praktek Kerja Lapangan, Uji Kompetensi Kejuruan dan uji unit kompetensi
Keleluasaan dalam menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.
1
Penerapan pola berpikir bertumbuh (growth mindset)
kesalahan akan menstimulasi perkembangan otak peserta didik jika diterima, dikomunikasikan dan dicarikan solusi
Kesalahan dalam belajar itu wajar.
Tetapi tentang pemahaman, penalaran, penerapan, serta kemampuan menilai dan berkarya secara mendalam.
Belajar bukan tentang kecepatan,
Pengondisian lingkungan belajar (fisik dan psikis) di sekolah dan rumah akan mempengaruhi
pencapaian hasil belajar
Lingkungan belajar
akan sangat mempengaruhi performa peserta didik.
Ekspektasi pendidik yang positif
membiasakan peserta didik untuk
melakukan asesmen diri, asesmen antarteman, refleksi diri, dan pemberian umpan balik antarteman.
Berlatih melakukan asesmen
Paradigma Asesmen
Mereka memiliki peta jalan belajar yang berbeda, dan tidak perlu dibandingkan dengan teman-temannya.
Setiap peserta didik unik,
Pemberian umpan balik yang tepat akan berpengaruh pada motivasi belajar peserta didik.
Apresiasi /Umpan Balik
Ladder of Feedback
Klarifikasi
Penilaian
Perhatian
Saran
Apresiasi
Contoh praktik baik memberikan umpan balik secara berjenjang
Paradigma Asesmen
Terpadu
Asesmen dilaksanakan terpadu dengan pembelajaran
mencakup kompetensi pada ranah sikap, pengetahuan,
dan keterampilan yang saling terkait. Rumusan capaian
pembelajaran telah mengakomodasi tiga ranah
tersebut.
02
Keleluasaan dalam Menentukan Waktu Asesmen
Asesmen formatif
• Awal pembelajaran
• Awal lingkup materi
• Selama proses pembelajaran
Asesmen sumatif
• Selesai 1 lingkup materi (terdiri beberapa tujuan pembelajaran)
• Pada akhir fase
• Jika diperlukan untuk menguatkan konfirmasi capaian hasil belajar, asesmen sumatif dapat dilakukan pada akhir semester, berfokus pada kompetensi yang dipelajari selama satu semester.
03
Paradigma Asesmen
Keleluasaan dalam Menentukan Jenis Asesmen
Pendidik diberikan keleluasaan dalam merencanakan dan menggunakan jenis asesmen dengan mempertimbangkan:
karakteristik mata pelajaran, karakteristik dan kemampuan peserta didik, capaian pembelajaran, dan tujuan pembelajaran, serta sumber daya pendukung yang tersedia.
04
Keleluasaan dalam Menggunakan Teknik dan Instrumen Asesmen
Pendidik diberikan keleluasaan dalam menggunakan
Teknik (cth: observasi, performa, tes tertulis/lisan) dan instrumen penilaian (cth: rubrik, eksemplar, ceklist, catatan anekdotal, grafik perkembangan peserta didik).
05
Paradigma Asesmen
6. Keleluasaan dalam Menentukan Kriteria
Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran
menjadi sumber informasi atau data bagi pendidik
untuk menentukan tindak lanjut penyesuaian
pembelajaran sesuai kondisi peserta didik.
8. Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan kriteria kenaikan kelas.
Ikuti panduan pembelajaran dan asesmen, hal 60
7. Keleluasaan dalam Mengolah Hasil Asesmen
Pengolahan hasil asesmen dalam bentuk angka (kuantitatif) didasarkan hanya pada hasil asesmen sumatif, sementara asesmen formatif sebagaimana diuraikan sebelumnya, berupa data atau informasi yang bersifat kualitatif, digunakan sebagai umpan balik untuk perbaikan pembelajaran sekaligus sebagai bahan pertimbangan menyusun deskripsi capaian kompetensi.
Hal 43, 47
Prinsip-prinsip Pelaporan Asesmen
Selanjutnya mari kita pelajari tentang…
Langkah-Langkah Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengolahan Asesmen Formatif dan Sumatif
Alur Asesmen
1. Menggunakan alur tujuan pembelajaran yang telah disusun, kemudian identifikasi tujuan pembelajaran yang menjadi kompetensi yang diinginkan.
2. Mengidentifikasi bentuk asesmen yang hendak dilakukan untuk mengukur pembelajaran secara formatif maupun sumatif.
3. Membuat instrumen asesmen formatif dan sumatif bersamaan dengan menyusun modul ajar.
4. Pelaksanaan Asesmen Formatif dan Sumatif
5. Mengolah Hasil Asesmen (hanya mengikutkan nilai sumatif)
Menggunakan alur tujuan pembelajaran yang telah disusun, kemudian identifikasi tujuan pembelajaran yang menjadi kompetensi yang diinginkan. → misalnya menyajikan, menggeneralisasi, membandingkan, memperkirakan, mengukur, mengobservasi, dan lain-lain.
1
Contoh
2. Mengidentifikasi bentuk asesmen yang hendak dilakukan untuk mengukur pembelajaran secara formatif maupun sumatif.
Contoh
3. Membuat instrumen asesmen formatif dan sumatif bersamaan dengan menyusun modul ajar.
Contoh rubrik jika asesmen berupa kinerja
3. Membuat instrumen asesmen formatif dan sumatif bersamaan dengan menyusun modul ajar.
Contoh rubrik jika asesmen berupa tes
4. Pelaksanaan Asesmen Formatif dan Sumatif
Asesmen Sumatif
• Pendidik dapat menggunakan berbagai teknik seperti portofolio, performa (kinerja, produk, proyek, portofolio), maupun tes.
• Hasil sumatif dapat ditindak lanjuti dengan memberikan umpan balik atau melakukan intervensi kepada peserta didik maupun proses pembelajaran yang telah dilakukan.
Asesmen Formatif
Contoh Bentuk Asesmen Formatif dan Sumatif
Bentuk Asesmen Formatif dan Sumatif
DISKUSI KELAS
DRAMA
PRODUK
TES LISAN
PRESENTASI
Bentuk Asesmen Formatif dan Sumatif
Contoh bentuk asesmen tidak tertulis
Diskusi kelas
Drama
Produk
Presentasi
Tes Lisan
Bentuk Asesmen Formatif dan Sumatif
Contoh bentuk asesmen tertulis
Refleksi
Jurnal
Esai
Poster
Tes Tertulis
Hal 48
Selanjutnya mari kita pelajari tentang…
Prinsip-prinsip Pelaporan Asesmen
Pelaporan Hasil Belajar
Bentuk Pelaporan Hasil Belajar yang Efektif
Melibatkan orang-tua peserta didik, peserta didik dan pendidik sebagai partner.
Merefleksikan nilai-nilai yang dianut oleh sekolah.
Menyeluruh, jujur, adil dan dapat dipertanggung jawabkan.
Jelas dan mudah dipahami oleh semua pihak.
Perbedaan pelaporan belajar dan pelaporan hasil belajar
Bentuk Pelaporan selain Rapor
Contoh bentuk Pelaporan selain rapor
Portofolio
Diskusi / Konferensi
Pameran Karya
Laporan Hasil Belajar (Rapor)
Yang perlu diperhatikan dalam melaporkan hasil belajar:
Yang sebaiknya dihindari:
Format Laporan Hasil Belajar (Rapor) - DASMEN
3 pilihan
hal 54-56
Evaluasi Pembelajaran dan Asesmen
Melakukan refleksi pembelajaran dan asesmen pada masing-masing modul ajar.
Mengidentifikasi apa saja yang sudah berhasil dan apa saja yang perlu diperbaiki.
Menindaklanjuti dengan memodifikasi modul ajar selanjutnya.
TERIMAKASIH