PSAK 71
INSTRUMEN KEUANGAN: PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
Ringkasan Perubahan�PSAK 71 Instrumen Keuangan
2
Klasifikasi dan pengukuran untuk instrumen keuangan.
Menggunakan expected losses dalam perhitungan penurunan nilai aset keuangan
Memperbaiki model akuntansi hedging
Dampak ECL
3
Tantangan PSAK 71
4
Dampak PSAK 71
5
Dampak IFRS 9 – large UK banks
6
After the first year of IFRS 9
Analysis of the initial impact on the large UK banks, July 2019
PSAK 71
KLASIFIKASI
Klasifikasi – Instrumen Keuangan
8
Aset keuangan
Liabilitas keuangan
Derivatif melekat
Klasifikasi Berdasarkan PSAK 71
9
Klasifikasi – Aset Keuangan
Entitas mengklasifikasikan aset keuangan sehingga setelah pengakuan awal aset keuangan diukur pada:
1. Biaya perolehan diamortisasi (amortized cost), atau
2. Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (FVOCI), atau
3. Nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL),
dengan menggunakan dua dasar, yaitu:
10
10
Dasar klasifikasi aset keuangan
model bisnis entitas dalam mengelola aset keuangan
karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan
Model Bisnis
11
11
Bukti relevan yang perlu dipertimbangkan untuk tes model bisnis termasuk, tetapi tidak terbatas pada:
Ilustrasi Model Bisnis
12
12
Contoh | Analisis |
Entitas memiliki portofolio atas pinjaman hipotek dan mengelola sebagian dari pinjaman tersebut untuk mendapatkan arus kas kontraktual sementara sebagian lainnya dikelola untuk dijual dalam waktu dekat. | Portofolio akan terbagi, sebagian dicatat dibawah model bisnis hold to collect, sedangkan sebagian lagi akan dicatat sebagai nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL). |
Entity Z beroperasi di industri hiburan. Operasinya termasuk stadion olahraga. Entitas Z memiliki rencana jangka panjang untuk merenovasi stadion yang melibatkan investasi yang signifikan pada tahun ketiga, ketujuh dan kesepuluh. Untuk mengantisipasi pengeluaran ini, Entitas Z menginvestasikan surplus kas yang dimilikinya dalam obligasi. Banyak obligasi yang memiliki tanggal jatuh tempo yang secara substansial melebihi waktu-waktu dimana pengeluaran stadion diekspektasikan terjadi. | Entitas Z memegang obligasi ini untuk mengumpulkan arus kas kontraktual sampai ia membutuhkan uang tunai untuk berinvestasi di stadion. Entitas Z juga dapat menjual obligasi tersebut jika manajemen menganggap bahwa harga pasar naik ke tingkat yang secara signifikan melebihi penilaian mereka terhadap fundamental obligasi. Dengan demikian, obligasi yang dimiliki oleh Entitas Z akan dicatat di bawah model bisnis hold to collect and sell. |
Model Bisnis
Arus Kas Kontraktual
13
Source: PwC
14
14
Contoh | Analisis |
Entitas A memiliki aset keuangan yang membayar suku bunga tetap dan dibayarkan pada 31 Desember 20X2. Selain itu, ketentuan atas instrument tersebut memungkinkan Entitas A untuk melunasi instrumen sebelum jatuh tempo. Jumlah pembayaran di muka secara substansial mewakili jumlah pokok dan bunga yang belum dilunasi atas jumlah pokok yang belum dilunasi, ditambah penalti yang dihitung untuk memberikan lender kompensasi yang wajar atas terminasi dini atas kontrak. | Opsi pembayaran di muka dirancang hanya untuk melancarkan pembayaran pokok dan bunga yang seharusnya dibebankan pada instrumen selama masa hidupnya, dan karena itu akan memenuhi arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of principal and interest atau SPPI). |
Arus Kas Kontraktual
15
15
Contoh | Analisis |
Instrumen H adalah instrumen perpetual tetapi penerbit dapat membeli instrumen setiap saat dan membayar pemilik jumlah par ditambah bunga terutang jatuh tempo. Instrumen H membayar suku bunga pasar tetapi pembayaran bunga tidak dapat dilakukan kecuali penerbit dapat tetap sanggup membayar utangnya segera setelah itu. Bunga tangguhan tidak mengakui bunga tambahan. | Fakta bahwa Instrumen H adalah instrument perpetual tidak dengan sendirinya berarti bahwa arus kas kontraktual bukanlah pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok yang belum dilunasi. Efeknya, instrumen perpetual memiliki opsi perpanjangan berkelanjutan. Opsi tersebut dapat menghasilkan arus kas kontraktual yang memenuhi ketentuan SPPI jika pembayaran bunga bersifat wajib dan harus dibayar selamanya. Namun, dalam contoh ini, arus kas kontraktual tidak memenuhi ketentuan SPPI; hal ini karena penerbit dapat diminta untuk menunda pembayaran bunga, dan bunga tangguhan tidak mengakui adanya bunga tambahan. Akibatnya, jumlah bunga bukan merupakan pertimbangan atas time value of money terhadap jumlah pokok yang belum dilunasi. Jika bunga tangguhan mengakui adanya bunga tambahan, arus kas kontraktual dapat memenuhi arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of principal and interest atau SPPI). |
Arus Kas Kontraktual
16
16
Contoh | Analisis |
Instrumen B adalah obligasi yang dapat dikonversi menjadi instrumen ekuitas penerbit dengan jumlah yang telah ditetapkan. | Pemilik akan menganalisis obligasi yang dapat dikonversi secara utuh. Arus kas kontraktual bukan merupakan pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang karena persyaratan tersebut mencerminkan imbal hasil yang tidak konsisten dengan pengaturan pinjaman dasar, yaitu imbal hasil terkait dengan nilai ekuitas penerbit. |
Arus Kas Kontraktual
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pengujian SPPI dan Model Bisnis
17
Instrumen Keuangan – Klasifikasi
18
Instrumen aset atau utang (kontrak hybrid)
Ekuitas
Derivatives
Tes SPPI / Arus Kas – pokok dan bunga
Tes Model Bisnis (BM) – arus kas kontraktual
Diperdagangkan
Memilih opsi nilai wajar
Opsi FVOCI dipilih
Biaya perolehan
Diamortisasi
FVTPL
FVOCI
(with recycling)
FVOCI*
(tanpa recycling)
Tidak
Tidak
Tidak
Ya
Ya
Ya
Tidak
BM 1:
arus kas
kontraktual
BM 2:
arus kas
Kontraktual dan
menjual instrumen
keuangan
Tidak
memenuhi
BM 1 dan
BM 2
MEMENUHI
GAGAL
*Tanpa recycling ke laba rugi. Pemilihan tidak dapat dibatalkan dan dapat dilakukan tiap instrument pada saat pengakuan awal
Klasifikasi: Aset Keuangan
19
Kategori Pengukuran |
|
Reklasifikasi aset keuangan tunduk pada ketentuan yang sangat rigit dan diperkirakan tidak sering terjadi |
PSAK 71 | PSAK 55 |
|
|
| = Fair value to profit and loss = Fair value to other comprehensive Income = Held to Maturiy |
Aset Keuangan (Amortized Cost)
20
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
Aset Keuangan (FVOCI)
21
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
Ketentuan Jumlah Pokok dan Bunga
22
Jumlah Pokok
Nilai wajar dari aset keuangan saat pengakuan awal
Bunga
Terdiri dari imbalan untuk:
Aset Keuangan (FVTPL)
23
Opsi Klasifikasi – Aset Keuangan
Opsi untuk Menetapkan Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi
24
Klasifikasi: Liabilitas Keuangan
25
Kategori Pengukuran |
|
Reklasifikasi liabilitas keuangan – tidak diperkenankan |
OCI = Other Comprehensive income / Penghasilan Komprehensive lain
Klasifikasi – Liabilitas Keuangan
26
26
Saat pengakuan awal entitas dapat membuat penetapan yang tidak dapat dibatalkan untuk mengukur liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi, atau jika penetapan akan menghasilkan informasi yang lebih relevan.
kecuali
Entitas mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi (amortized cost)
liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas tersebut, termasuk derivatif yang merupakan liabilitas, selanjutnya akan diukur pada nilai wajar.
liabilitas keuangan yang timbul ketika pengalihan aset keuangan tidak memenuhi syarat penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan diterapkan.
kontrak jaminan keuangan.
komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku bunga di bawah pasar.
imbalan kontinjensi yang diakui oleh pihak pengakuisisi dalam kombinasi
Kombinasi bisnis di mana PSAK 22 diterapkan.
Liabilitas Keuangan yang Diukur �pada Nilai Wajar melalui Laba Rugi (PSAK 71)
27
Klasifikasi Derivatif Melekat
28
Definisi dan panduan PSAK 55 tentang pemisahan derivatif melekat dan akuntansi untuk instrumen hibrida diteruskan ke PSAK 71 untuk instrumen di mana host contract bukan aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK 71.
Jika host contract adalah aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK 71, derivatif melekat tidak dipisahkan dari host. Sebaliknya, instrumen hibrida dinilai untuk klasifikasi secara keseluruhan menggunakan persyaratan klasifikasi untuk aset keuangan.
Instumen Hibrida
Non-derivatif host contract
Aset Keuangan
Dalam lingkup PSAK 71
Di luar lingkup PSAK 71
Derivatif Melekat
Seluruh instrumen hibrida harus diukur sebagai satu dan tidak dipisahkan.
Jika host = aset keuangan di luar lingkup PSAK 71 (yaitu kontrak layanan, kontrak sewa)
Pemisahan derivatif melekat diperlukan ketika kondisi terpenuhi.
Opsi untuk Ditetapkan pada FVTPL
29
Reklasifikasi
30
30
Aset Keuangan
Liabilitas Keuangan
Perlakuan Reklafikasi
Applying IFRS, EY
31
31
Ilustrasi Reklasifikasi
32
32
Ilustrasi Reklasifikasi
33
33
Reklasifikasi dari kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi menjadi kategori pengukuran nilai wajar melalui laba rugi.
Bank A mereklasifikasi portofolio obligasi dari kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi menjadi kategori pengukuran nilai wajar melalui laba rugi. Pada tanggal reklasifikasi, portofolio obligasi diukur pada nilai wajar. Setiap keuntungan atau kerugian yang muncul akibat selisih antara portofolio obligasi yang diukur sebelumnya dengan jumlah biaya perolehan diamortisasi dan nilai wajar portofolio obligasi diakui dalam laba rugi reklasifikasi.
| Debit | Kredit |
Obligasi (FVTPL) | Rp490.000 | |
Obligasi (jumlah tercatat bruto dari aset amotized cost) | | Rp500.000 |
Penyisihan kerugian | Rp6.000 | |
Kerugian reklasifikasi (laba rugi) | Rp4.000 | |
(untuk mengakui reklasifikasi atas obligasi dari biaya perolehan diamortisasi menjadi nilai wajar melalui laba rugi dan untuk menghentikan pengakuan penyisihan kerugian) | ||
PSAK 71
PENURUNAN NILAI
34
Perubahan utama Penurunan Nilai dari PSAK 55
35
35
* AFS – Available for sale
| PSAK 55 | PSAK 71 |
Tipe model | Kerugian yang telah terjadi (incurred loss) | Kerugian ekspektasian (expcedted loss) |
Jumlah model | Beberapa | Satu |
Ruang lingkup | Diper | luas |
Investasi dalam instrumen ekuitas | Penurunan nilai diakui untuk investasi pada instrumen ekuitas yang diklasifikasikan sebagai AFS* | Tidak ada penurunan nilai yang diakui untuk instrumen ekuitas |
Pertimbangan (judgement) | | |
Diperluas
Meningkat
Ruang Lingkup Penurunan Nilai
36
Dalam ruang lingkup | Di luar ruang lingkup |
|
|
Pendekatan umum
37
Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan
Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya
Berpindah kategori
Jika risiko kredit dari aset keuangan telah meningkat signifikan sejak pengakuan awal
Kembali
Jika kondisi di atas tidak lagi
terpenuhi
Penurunan Nilai dari PSAK 71
38
Penurunan Nilai
39
Pengakuan bunga
40
40
Pengakuan awal
Kenaikan risiko kredit secara signifikan
Aset menjadi memburuk
(credit-impaired)
Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan
Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur
Suku bunga efektif (EIR) diterapkan terhadap jumlah bruto
EIR diterapkan pada jumlah biaya perolehan diamortisasi (neto)
EIR yang disesuaikan dengan kredit (credit-adjusted EIR) diterapkan pada biaya perolehan diamortisasi (neto)
Kerugian penurunan nilai
Bunga atas aset yang telah turun
nilainya pada pengakuan awal
Bunga atas aset yang telah turun
nilainya pada
pengakuan awal
* Biaya perolehan diamortisasi dari suatu aset keuangan = jumlah tercatat bruto – penyisihan kerugian.
Penurunan Nilai dari PSAK 71
41
Perhitungan Penurunan Nilai
42
[Expected credit losses = exposure at default * probability of default * loss given default]
Penurunan nilai – model baru
43
Kejadian masa lalu
Informasi yang dicakup
Kondisi sekarang
Perkiraan kondisi ekonomi masa depan
Elemen utama dari model penurunan nilai
44
Kerugian yang timbul dari peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah akhir periode pelaporan.
Kerugian kredit
ekspektasian 12 bulan
Kerugian yang timbul dari seluruh kemungkinan peristiwa gagal bayar sepanjang prakiraan umur instrumen keuangan.
Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya
Tidak didefinisikan.
Peningkatan risiko kredit secara signifikan
Tidak didefinisikan.
Gagal bayar
Praduga 30 hari
45
Risiko kredit telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal jika pembayaran kontraktual telah tertunggak lebih dari 30 hari.
portofolio aset) maka informasi tersebut harus digunakan.
Pendekatan pengukuran ganda – menerapkan definisi gagal bayar
46
Terdapat praduga (rebuttable presumption) bahwa peristiwa gagal bayar tidak terjadi sebelum aset keuangan 90 hari menunggak.
Penilaian kenaikan risiko kredit signifikan
47
48
Penilaian kenaikan risiko kredit signifikan
– risiko gagal bayar
Pendekatan khusus: Aset keuangan yang dibeli atau berasal dari aset keuangan memburuk (‘POCI’* assets)
49
*POCI = purchased or originated credit-impaired
**EIR = effective interest rate
50
Pengecualian risiko kredit rendah
Instrumen keuangan memiliki risiko gagal bayar yang rendah.
Peminjam memiliki kapasitas yang kuat untuk memenuhi kewajiban arus kas kontraktual dalam jangka waktu dekat
Memburuknya kondisi ekonomik dan bisnis dalam jangka panjang mungkin, namun tidak selalu, menurunkan kemampuan peminjam untuk memenuhi kewajiban arus kas kontraktual.
Pengecualian risiko kredit rendah
51
Piutang dagang dan piutang sewa dan aset kontrak
52
Piutang sewa
Piutang dagang dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan signifikan
Piutang dagang dan aset kontrak dengan komponen pendanaan signifikan
Pendekatan umum
Pendekatan disederhanakan
Penyisihan kerugian selalu senilai kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur.
Pilihan kebijakan akuntansi yang dapat diterapkan
Pendekatan umum atau pendekatan disederhanakan untuk piutang dagang
53
Untuk piutang jangka pendek, kedua pendekatan akan memberikan hasil yang sama.
Dampak memilih pendekatan umum
54
Probabilitas tertimbang
Nilai kini
Kekurangan kas
Mengukur Penurunan Nilai – ECL
Apa yang dimaksud dengan periode estimasi?
55
terekspos pada risiko kredit:
commitment).
Aset keuangan berupa instrumen utang yang diukur pada FVOCI
56
56
Tidak ada penyisihan yang diakui di laporan posisi keuangan.
Pengungkapan mengenai jumlah penyisihan kerugian.
Kerugian penurunan nilai
diakui di laba rugi.
Sumber data dalam mengukur penurunan nilai
57
57
Peringkat internal/eksternal
Pengalaman kerugian historis
Faktor spesifik- peminjam
Informasi lainnya
Informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa upaya dan biaya berlebihan.
Pengalaman kerugian kredit entitas lainnya
Data makroekonomik
Basis individu vs kolektif
58
58
PSAK 71
LINDUNG NILAI
Ikhtisar
60
60
Costs of hedging
Terdapat opsi nilai wajar: Untuk menetapkan suatu eksposur kredit pada FVTPL
PSAK 71
menyelaraskan akuntansi lindung nilai dengan strategi manajemen risiko
Entitas dapat memilih kebijakan akuntansi untuk tetap menerapkan PSAK 55 untuk akuntansi lindung nilai
– sampai standar untuk makro hedging berlaku efektif di masa depan
Hubungan ekonomik, ‘rebalancing’, dan perubahan atas rasio lindung nilai
Item kualifikasian: Item tunggal atau sekelompok item (termasuk posisi neto), porsi, proporsi, komponen risiko dan risiko gabungan
Instrumen kualifikasian: Derivatif dan nonderivatif yang diukur pada FVTPL
Instrumen lindung nilai
61
61
Instrumen lindung nilai nonderivatif yang memenuhi kualifikasi:
Tidak diperkenankan menetapkan instrumen internal sebagai instrumen lindung nilai
Instrumen keuangan FVTPL
Untuk lindung nilai selain nilai tukar
Liabilitas FVO dengan perubahan nilai
wajar akibat risiko kredit diakui di OCI
Aset/liabilitas keuangan yang ditetapkan sebagai FVO untuk mengurangi accounting mismatch jika akuntansi lindung nilai akan menciptakan mismatch tersebut
Keseluruhan/sebagian dari instrumen keuangan harus ditetapkan (designated)
Penetapan sebagian dari instrumen lindung nilai
62
62
Nilai waktu dari opsi yang
dibeli
Perubahan nilai wajar diakui di OCI
Elemen forward dari suatu kontrak forward
Basis spread valuta asing dari suatu instrumen keuangan
Bagian yang diperkenankan
untuk dikecualikan
Perlakuan akuntansi
Mempengaruhi laba rugi pada saat yang bersamaan dengan transaksi; atau diamortisasi sepanjang waktu
Item lindung nilai- eksposur tambahan yang memenuhi kualifikasi
63
63
1 Komponen risiko dari item nonkeuangan
2
Inflasi yang tidak ditentukan secara kontraktual
3
Sekelompok item (termasuk posisi neto)
4
Eksposur gabungan
5 Instrumen ekuitas diukur pada FVOCI
FVOCI = Fair value through other comprehensive income
Komponen risiko dari item nonfinansial
64
64
Dapat diidentifikasi terpisah
Dapat diukur dengan andal
Kriteria penetapan (komponen risiko finansial dan nonfinansial)
Sekelompok item (termasuk posisi neto)
65
65
Kriteria
Eksposur gabungan
66
66
Penilaian
efektivitas
Pengukuran ketidakefektifan
Eksposur
nonderivatif
Instrumen lindung nilai derivatif
Derivatif
Vs.
Jika risiko gabungan merupakan item lindung nilai, penilaian dan pengukuran akan dilakukan pada tingkat gabungan tersebut
Eksposur gabungan = eksposur nonderivatif + derivatif
Penilaian efektivitas dan pengukuran ketidakefektifan
Hubungan lindung nilai
Eksposur gabungan
Eksposur gabungan
67
67
Item lindung nilai
Eksposur gabungan
Utang dengan jangka waktu 10 tahun, berbunga variabel, dalam mata uang domestik
Instrumen lindung nilai
Interest rate swap (IRS) domestik dengan jangka waktu 5 tahun (variable-to-fixed)
Utang dengan jangka waktu 10 tahun,
berbunga tetap, dalam valuta asing
+
cross-currency interest rate swap (CCIRS) dengan jangka waktu 10 tahun (fixed-to-variable)
Suatu eksposur gabungan mungkin, atau tidak mungkin, menjadi item lindung nilai, bergantung pada manajemen risiko.
Investasi dalam ekuitas yang diukur pada
FVOCI
68
68
Item lindung nilai berupa instrumen ekuitas FVOCI– Perubahan nilai wajar diakui di OCI
Instrumen lindung nilai – Perubahan nilai wajar diakui di OCI
Ketidakefektifan diakui di OCI
Jumlah tidak pernah direklasifikasi dari AOCI ke laba rugi
FVOCI = Fair value through other comprehensive income AOCI = Accumulated other comprehensive income
Rebalancing
69
69
Rebalancing: Meneruskan penerapan akuntansi lindung nilai dengan menyesuaikan rasio lindung nilai.
rebalancing.
Penilaian efektivitas lindung nilai
70
70
Dikeluarkan
Dimasukkan
Uji 80% – 125% Kualitatif, forward-looking
Penilaian efektivitas lindung nilai
71
Frekuensi penilaian Kualitatif atau kuantitatif?
utama informasi.
Kontrak untuk penggunaan sendiri (own-use)
72
72
Ya
Ya
Tidak
Tidak
Apakah kontrak dapat diselesaikan secara neto dengan kas atau instrumen keuangan lainnya, atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan?
Kontrak eksekutori
Apakah kontrak dilakukan dan dimaksudkan untuk terus dimiliki untuk keperluan pembelian, penjualan atau penggunaan yang diperkirakan oleh entitas?
Apakah akuntansi FVTPL akan menghilangkan atau mengurangi secara signifikan accounting mismatch yang dapat timbul?
Apakah entitas telah memilih penetapan FVO?
Ya
Derivatif
Ya
FVTPL
FVTPL = Fair value through profit and loss FVO = Fair value option
Tidak
Tidak
Opsi nilai wajar (FVO) untuk eksposur kredit tertentu
73
73
Memadankan nama dan senioritas
Dipilih saat pengakuan awal atau sesudahnya
Dapat dibatalkan
Diakui (misal: pinjaman) atau belum diakui (misal: komitmen pinjaman)
Selisih diakui di laba rugi
Seluruh atau sebagian dari eksposur kredit
Pengungkapan
74
Penjelasan mengenai bagaimana pertimbangan digunakan
Pengungkapan kuantitatif
Ketentuan Transisi
75
76
Contoh - 1
77
Contoh - 2
78
Contoh - 3
| Belum jatuh tempo | Menunggak 1–30 Hari | Menunggak 31–60 Hari | Menunggak 61–90 Hari | Menunggak lebih dari 90 Hari |
Tingkat kerugian | 0.5% | 1.0% | 2.5% | 6.0% | 10.0% |
79
Contoh - 3
| Jumlah tercatat bruto (A) | Tingkat kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur (B) | Penyisihan kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur (A x B) |
Belum jatuh tempo | 30,000,000.00 | 0.5% | 150,000.00 |
Menunggak 1–30 hari | 20,000,000.00 | 1.0% | 200,000.00 |
Menunggak 31–60 hari | 10,000,000.00 | 2.5% | 250,000.00 |
Menunggak 61–90 hari | 7,000,000.00 | 6.0% | 420,000.00 |
Menunggak >90 hari | 3,000,000.00 | 10.0% | 300,000.00 |
| 70,000,000.00 | | 1,320,000.00 |
80
Contoh - 4
81
Contoh - 4
Tanggal jatuh tempo | | 31/12/20X5 |
| | ||
Pokok |
| | 200,000,000 |
| | |
Suku buku efektif awal | | 5.00 | % | | ||
Probability of default (12 bulan) | 0.5% |
| | |||
|
|
|
|
| | |
Tanggal | Arus kas kontraktual (A) | Arus kas yang diperkirakan (B) | Kekurangan kas (A-B) | Nilai kini (5%) | | |
31/12/20X2 | 10,000,000 | - | 10,000,000 | 9,523,810 | | |
31/12/20X3 | 10,000,000 | 14,000,000 | (4,000,000) | -3,628,118 | | |
31/12/20X4 | 10,000,000 | 14,000,000 | (4,000,000) | -3,455,350 | | |
31/12/20X5 | 210,000,000 | 80,000,000 | 130,000,000 | 106,951,322 | | |
31/12/20X6 | - | 80,000,000 | (80,000,000) | -62,682,093 | | |
|
|
|
| 46,709,570 | | |
|
| Nilai kini dari kekurangan kas | 46,709,570 | | ||
|
| x Probability of default (12 bulan) | 0.5% | | ||
|
| Kerugian kredit ekspektasian | 233,548 | | ||
Jurnal pada tanggal 31 Desember 20X1: |
| Debit | Kredit | |||
Pinjaman – jumlah tercatat bruto | | 200,000,000 |
| |||
Kas | | | |
| 200,000,000 | |
Kerugian penurunan nilai | | | 233,548 |
| ||
Pinjaman – penyisihan kerugian kredit ekspektasian |
| 233,548 | ||||
82
Contoh - 5
83
Contoh - 5
Pertanyaan #2 | | |
Nilai kini sisa kekurangan kas | 89,283,800.00 | |
Probability of default sepanjang umur | 20% | |
Kerugian kredit ekspektasian | 17,856,760.00 | |
Pertanyaan #3 | | |
Kerugian kredit ekspektasian - 31 Desember 20X1 | 233,548 | |
Kerugian kredit ekspektasian - 31 Desember 20X2 | 17,856,760.00 | |
Tambahan kerugian kredit ekspektasian - tahun 20X2 | 17,623,212.15 | |
| | |
Jurnal pada tanggal 31 Desember 20X2: | Debit | Kredit |
Pinjaman – jumlah tercatat bruto | 10,000,000 | |
Pendapatan bunga | | 10,000,000 |
(untuk mengakui pendapatan bunga berdasarkan suku bunga efektif pinjaman, yakni 5% dari 1 juta) | ||
Kas | 10,000,000 | |
Pinjaman – jumlah tercatat bruto | | 10,000,000 |
(untuk mengakui penerimaan kas atas bunga) | | |
Kerugian penurunan nilai | 17,623,212.15 | |
Pinjaman – penyisihan kerugian kredit ekspektasian | | 17,623,212.15
|
(untuk mengakui perubahan atas penyisihan kerugian kredit selama tahun 20X2) | ||
Dwi Martani - 081318227080
martani@ui.ac.id atau dwimartani@yahoo.com
http://staff.blog.ui.ac.id/martani/
84