1 of 84

PSAK 71

INSTRUMEN KEUANGAN: PENGAKUAN DAN PENGUKURAN

2 of 84

Ringkasan Perubahan�PSAK 71 Instrumen Keuangan

  • Menggantikan PSAK 55 – namun PSAK 55 masih berlaku untuk macro hedging
  • Efektif 1 Januari 2020

2

    • Klasifikasi amortized cost dan fair value
    • Amortized cost jika memenuhi tes bisnis model (tujuan entitas untuk memperoleh arus kas yang diperjanjikan dan arus kas (dari pembayaran pokok dan bunga atas pokok)
    • Perubahan klasifikasi boleh jika terjadi perubahan bisnis model

Klasifikasi dan pengukuran untuk instrumen keuangan.

Menggunakan expected losses dalam perhitungan penurunan nilai aset keuangan

Memperbaiki model akuntansi hedging

3 of 84

Dampak ECL

3

4 of 84

Tantangan PSAK 71

4

5 of 84

Dampak PSAK 71

5

6 of 84

Dampak IFRS 9 – large UK banks

  • Each of the banks experienced increases in total impairment provisions at transition to IFRS 9 on 1 January 2018.
  • Total IFRS 9 impairment charges in the 2018 reporting period were generally in line with or slightly lower than the IAS 39 equivalent in the previous two reporting periods.
  • The banks generally saw increases in L&AC GCV (Loans & Advances to Customers Gross Carrying Value) during the 2018 financial year across both Retail and Wholesale portfolios.
  • All of the banks saw total decreases in IFRS 9 impairment provisions relating to L&AC GCV during the 2018 financial year, primarily driven by Stage 3 write-offs.

6

After the first year of IFRS 9

Analysis of the initial impact on the large UK banks, July 2019

7 of 84

PSAK 71

KLASIFIKASI

8 of 84

Klasifikasi – Instrumen Keuangan

8

Aset keuangan

Liabilitas keuangan

    • Kontrak hibrida dengan aset keuangan sebagai kontrak utama
    • Kontrak lainnya

Derivatif melekat

9 of 84

Klasifikasi Berdasarkan PSAK 71

  • Aset Keuangan
    • Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar melalui Laba Rugi
      • (Financial asset at Fair Value through Profit and Loss-FVTPL)
    • Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar melalui Penghasilan Komprehensif Lain
      • (Financial asset at Fair Value through Other Comphrehensive Income -FVOCI)
    • Aset Keuangan yang diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
      • (Financial asset at Amortised Cost - AmC)
  • Liabilitas Keuangan
    • Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar melalui Laba Rugi
      • (Financial liabilities at Fair Value through Profit and Loss-FVTPL)
    • Liabilitas Keuangan yang diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
      • (Financial liabilities at Amortised Cost - AmC)

9

10 of 84

Klasifikasi – Aset Keuangan

Entitas mengklasifikasikan aset keuangan sehingga setelah pengakuan awal aset keuangan diukur pada:

1. Biaya perolehan diamortisasi (amortized cost), atau

2. Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (FVOCI), atau

3. Nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL),

dengan menggunakan dua dasar, yaitu:

10

10

Dasar klasifikasi aset keuangan

model bisnis entitas dalam mengelola aset keuangan

karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan

11 of 84

Model Bisnis

  • Model bisnis dinilai pada suatu tingkat yang mencerminkan bagaimana suatu kelompok aset keuangan dikelola untuk mencapai tujuan bisnis tertentu.
  • Analisis tidak dilakukan instrumen per instrumen; melainkan dapat dilakukan pada tingkat agregasi yang lebih tinggi.

11

11

    • bagaimana kinerja dari model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut) dievaluasi dan dilaporkan kepada personil manajemen kunci entitas;
    • risiko yang memengaruhi kinerja dari model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis) dan, khususnya, cara bagaimana risiko tersebut dikelola; dan
    • bagaimana manajer bisnis dikompensasi (sebagai contoh, apakah kompensasi berdasarkan nilai wajar dari aset yang dikelola atau arus kas kontraktual yang diperoleh).

Bukti relevan yang perlu dipertimbangkan untuk tes model bisnis termasuk, tetapi tidak terbatas pada:

12 of 84

Ilustrasi Model Bisnis

12

12

Contoh

Analisis

Entitas memiliki portofolio atas pinjaman hipotek dan mengelola sebagian dari pinjaman tersebut untuk mendapatkan arus kas kontraktual sementara sebagian lainnya dikelola untuk dijual dalam waktu dekat.

Portofolio akan terbagi, sebagian dicatat dibawah model bisnis hold to collect, sedangkan sebagian lagi akan dicatat sebagai nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL).

Entity Z beroperasi di industri hiburan. Operasinya termasuk stadion olahraga. Entitas Z memiliki rencana jangka panjang untuk merenovasi stadion yang melibatkan investasi yang signifikan pada tahun ketiga, ketujuh dan kesepuluh. Untuk mengantisipasi pengeluaran ini, Entitas Z menginvestasikan surplus kas yang dimilikinya dalam obligasi. Banyak obligasi yang memiliki tanggal jatuh tempo yang secara substansial melebihi waktu-waktu dimana pengeluaran stadion diekspektasikan terjadi.

Entitas Z memegang obligasi ini untuk mengumpulkan arus kas kontraktual sampai ia membutuhkan uang tunai untuk berinvestasi di stadion. Entitas Z juga dapat menjual obligasi tersebut jika manajemen menganggap bahwa harga pasar naik ke tingkat yang secara signifikan melebihi penilaian mereka terhadap fundamental obligasi. Dengan demikian, obligasi yang dimiliki oleh Entitas Z akan dicatat di bawah model bisnis hold to collect and sell.

Model Bisnis

13 of 84

Arus Kas Kontraktual

  • Setelah penilaian model bisnis dilakukan, manajemen harus menilai apakah arus kas kontraktual aset mewakili arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of principal and interest atau SPPI).
  • PSAK 71 menetapkan bahwa instrumen dengan arus kas kontraktual yang bersifat SPPI atas jumlah pokok terutang konsisten dengan basic lending arrangement.
  • PSAK 71 memberikan panduan bagaimana menilai apakah arus kas kontraktual bersifat SPPI ketika elemen time value of money telah dimodifikasi ("the modified time value of money element").
  • Ketika menilai aset keuangan dengan elemen time value of money yang dimodifikasi, PSAK 71 menyatakan bahwa entitas harus membandingkan aset keuangan tersebut dengan instrumen “benchmark” (yaitu, arus kas yang akan timbul jika elemen time value of money tidak diubah).

13

Source: PwC

14 of 84

14

14

Contoh

Analisis

Entitas A memiliki aset keuangan yang membayar suku bunga tetap dan dibayarkan pada 31 Desember 20X2. Selain itu, ketentuan atas instrument tersebut memungkinkan Entitas A untuk melunasi instrumen sebelum jatuh tempo. Jumlah pembayaran di muka secara substansial mewakili jumlah pokok dan bunga yang belum dilunasi atas jumlah pokok yang belum dilunasi, ditambah penalti yang dihitung untuk memberikan lender kompensasi yang wajar atas terminasi dini atas kontrak.

Opsi pembayaran di muka dirancang hanya untuk melancarkan pembayaran pokok dan bunga yang seharusnya dibebankan pada instrumen selama masa hidupnya, dan karena itu akan memenuhi arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of principal and interest atau SPPI).

Arus Kas Kontraktual

15 of 84

15

15

Contoh

Analisis

Instrumen H adalah instrumen perpetual tetapi penerbit dapat membeli instrumen setiap saat dan membayar pemilik jumlah par ditambah bunga terutang jatuh tempo. Instrumen H membayar suku bunga pasar tetapi pembayaran bunga tidak dapat dilakukan kecuali penerbit dapat tetap sanggup membayar utangnya segera setelah itu. Bunga tangguhan tidak mengakui bunga tambahan.

Fakta bahwa Instrumen H adalah instrument perpetual tidak dengan sendirinya berarti bahwa arus kas kontraktual bukanlah pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok yang belum dilunasi. Efeknya, instrumen perpetual memiliki opsi perpanjangan berkelanjutan. Opsi tersebut dapat menghasilkan arus kas kontraktual yang memenuhi ketentuan SPPI jika pembayaran bunga bersifat wajib dan harus dibayar selamanya.

Namun, dalam contoh ini, arus kas kontraktual tidak memenuhi ketentuan SPPI; hal ini karena penerbit dapat diminta untuk menunda pembayaran bunga, dan bunga tangguhan tidak mengakui adanya bunga tambahan. Akibatnya, jumlah bunga bukan merupakan pertimbangan atas time value of money terhadap jumlah pokok yang belum dilunasi.

Jika bunga tangguhan mengakui adanya bunga tambahan, arus kas kontraktual dapat memenuhi arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of principal and interest atau SPPI).

Arus Kas Kontraktual

16 of 84

16

16

Contoh

Analisis

Instrumen B adalah obligasi yang dapat dikonversi menjadi instrumen ekuitas penerbit dengan jumlah yang telah ditetapkan.

Pemilik akan menganalisis obligasi yang dapat dikonversi secara utuh. Arus kas kontraktual bukan merupakan pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang karena persyaratan tersebut mencerminkan imbal hasil yang tidak konsisten dengan pengaturan pinjaman dasar, yaitu imbal hasil terkait dengan nilai ekuitas penerbit.

Arus Kas Kontraktual

17 of 84

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pengujian SPPI dan Model Bisnis

17

18 of 84

Instrumen Keuangan – Klasifikasi

18

Instrumen aset atau utang (kontrak hybrid)

Ekuitas

Derivatives

Tes SPPI / Arus Kas – pokok dan bunga

Tes Model Bisnis (BM) – arus kas kontraktual

Diperdagangkan

Memilih opsi nilai wajar

Opsi FVOCI dipilih

Biaya perolehan

Diamortisasi

FVTPL

FVOCI

(with recycling)

FVOCI*

(tanpa recycling)

Tidak

Tidak

Tidak

Ya

Ya

Ya

Tidak

BM 1:

arus kas

kontraktual

BM 2:

arus kas

Kontraktual dan

menjual instrumen

keuangan

Tidak

memenuhi

BM 1 dan

BM 2

MEMENUHI

GAGAL

*Tanpa recycling ke laba rugi. Pemilihan tidak dapat dibatalkan dan dapat dilakukan tiap instrument pada saat pengakuan awal

19 of 84

Klasifikasi: Aset Keuangan

19

Kategori Pengukuran

  • Kategori pengukuran serupa dengan PSAK 55

  • Perubahan signifikan dalam mengklasifikasikan aset keuangan

Reklasifikasi aset keuangan tunduk pada ketentuan yang sangat rigit dan diperkirakan tidak sering terjadi

PSAK 71

PSAK 55

  • FVTPL
  • Biaya perolehan diamortisasi
  • FVOCI
  • FVTPL
  • Loan and Receivable
  • HTM
  • FVOCI
  • FVTPL
  • FVOCI
  • HTM

= Fair value to profit and loss

= Fair value to other comprehensive Income

= Held to Maturiy

20 of 84

Aset Keuangan (Amortized Cost)

20

    • Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan

    • Persyaratan kontraktual aset keuangan yang menimbulkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of principal and interest) dari jumlah pokok terutang.

Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:

21 of 84

Aset Keuangan (FVOCI)

21

    • Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan

    • Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika kedua kondisi berikut terpenuhi:

22 of 84

Ketentuan Jumlah Pokok dan Bunga

22

Jumlah Pokok

Nilai wajar dari aset keuangan saat pengakuan awal

Bunga

Terdiri dari imbalan untuk:

    • nilai waktu atas uang;
    • risiko kredit terkait jumlah pokok terutang pada periode waktu tertentu;
    • risiko dan biaya peminjaman standar, dan juga marjin laba.

23 of 84

Aset Keuangan (FVTPL)

23

  • Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi kecuali diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.

  • Akan tetapi, entitas dapat menetapkan pilihan yang tidak dapat dibatalkan saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen ekuitas tertentu yang umumnya diukur pada nilai wajar melalui laba rugi sehingga perubahan nilai wajarnya disajikan dalam penghasilan komprehensif lain.

24 of 84

Opsi Klasifikasi – Aset Keuangan

Opsi untuk Menetapkan Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi

24

  • Saat pengakuan awal, entitas dapat membuat penetapan yang tidak dapat dibatalkan untuk mengukur aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL).
  • Jika penetapan tersebut mengeliminasi atau secara signifikan mengurangi inkonsistensi pengukuran atau pengakuan (kadang disebut sebagai “accounting mismatch”) yang dapat timbul dari pengukuran aset atau liabilitas atau pengakuan keuntungan dan kerugian atas aset atau liabilitas dengan dasar yang berbeda-beda.

25 of 84

Klasifikasi: Liabilitas Keuangan

25

Kategori Pengukuran

  • Ketentuan PSAK 55 sebagian besar masih dipertahankan
  • Biaya perolehan diamortisasi
  • FVTPL

  • Penyajian dalam OCI atas keuntungan atau kerugian liabilitas keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada FTPL yang timbul dari perubahan risiko kredit, kecuali jika hal tersebut menciptakan atau meningkatkan inkonsistensi pengakuan dan pengukuran (accounting mismatch)

Reklasifikasi liabilitas keuangan – tidak diperkenankan

OCI = Other Comprehensive income / Penghasilan Komprehensive lain

26 of 84

Klasifikasi – Liabilitas Keuangan

26

26

Saat pengakuan awal entitas dapat membuat penetapan yang tidak dapat dibatalkan untuk mengukur liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi, atau jika penetapan akan menghasilkan informasi yang lebih relevan.

kecuali

Entitas mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi (amortized cost)

liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas tersebut, termasuk derivatif yang merupakan liabilitas, selanjutnya akan diukur pada nilai wajar.

liabilitas keuangan yang timbul ketika pengalihan aset keuangan tidak memenuhi syarat penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan diterapkan.

kontrak jaminan keuangan.

komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku bunga di bawah pasar.

imbalan kontinjensi yang diakui oleh pihak pengakuisisi dalam kombinasi

Kombinasi bisnis di mana PSAK 22 diterapkan.

27 of 84

Liabilitas Keuangan yang Diukur �pada Nilai Wajar melalui Laba Rugi (PSAK 71)

    • Diperdagangkan:
      • diperoleh/dimiliki untuk tujuan dijual/dibeli kembali dalam waktu dekat;
      • bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang memiliki pola ambil untung dalam jangka pendek; atau
    • Ditetapkan untuk dinilai pada Nilai Wajar melalui Laba Rugi (FV Option)
    • Derivatif

27

28 of 84

Klasifikasi Derivatif Melekat

28

Definisi dan panduan PSAK 55 tentang pemisahan derivatif melekat dan akuntansi untuk instrumen hibrida diteruskan ke PSAK 71 untuk instrumen di mana host contract bukan aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK 71.

Jika host contract adalah aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK 71, derivatif melekat tidak dipisahkan dari host. Sebaliknya, instrumen hibrida dinilai untuk klasifikasi secara keseluruhan menggunakan persyaratan klasifikasi untuk aset keuangan.

Instumen Hibrida

Non-derivatif host contract

Aset Keuangan

Dalam lingkup PSAK 71

Di luar lingkup PSAK 71

Derivatif Melekat

Seluruh instrumen hibrida harus diukur sebagai satu dan tidak dipisahkan.

Jika host = aset keuangan di luar lingkup PSAK 71 (yaitu kontrak layanan, kontrak sewa)

Pemisahan derivatif melekat diperlukan ketika kondisi terpenuhi.

29 of 84

Opsi untuk Ditetapkan pada FVTPL

  • Aset keuangan: dapat dilakukan jika penetapan tersebut menghilangkan atau secara signifikan mengurangi inkonsistensi pengukuran atau pengakuan (accounting mismatch)
  • Liabilitas keuangan: sesuai PSAK 55. Ditetapkan untuk diukur pada FVTPL jika
    • Dikelola atas dasar nilai wajar; atau
    • Mengandung derivative melekat (embedded derivative) yang tidak dapat dipisahkan
  • Berikut dapat ditetapkan untuk diukur pada FVTPL jika kondisi berikut terpenuhi:
    • Kontrak tertentu untuk membeli atau menjual item non finansial
    • Ekposur kredit tertentu

29

30 of 84

Reklasifikasi

30

30

Aset Keuangan

    • Reklasifikasi hanya dapat dilakukan jika entitas mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan

Liabilitas Keuangan

    • Reklasifikasi tidak diizinkan.
  • Perubahan pada model bisnis diperkirakan sangat jarang terjadi
  • Perubahan ditentukan oleh manajemen senior entitas sebagai akibat dari perubahan eksternal atau internal dan harus merupakan suatu perubahan yang signifikan terhadap operasi entitas dan dapat dibuktikan kepada pihak eksternal.
  • Perubahan pada model bisnis entitas akan terjadi hanya jika entitas memulai atau berhenti melaksanakan aktivitas yang signifikan terhadap kegiatan operasinya, contohnya ketika entitas telah memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri lini bisnis.
  • Reklasifikasi dilakukan secara prospektif sejak tanggal reklasifikasi.

31 of 84

Perlakuan Reklafikasi

Applying IFRS, EY

31

31

32 of 84

Ilustrasi Reklasifikasi

32

32

  • Entitas membeli portofolio obligasi pada nilai wajarnya (jumlah tercatat bruto) sebesar Rp500.000.
  • Entitas mengubah model bisnis untuk mengelola obligasi sesuai dengan PSAK 71 Nilai wajar dari portofolio obligasi pada tanggal reklasifikasi adalah Rp490.000.
  • Jika portofolio diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain segera sebelum reklasifikasi, penyisihan kerugian diakui pada tanggal reklasifikasi adalah Rp6.000 (mencerminkan peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan awal dan juga pengukuran terhadap kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya).
  • Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan pada tanggal reklasifikasi adalah Rp4.000.
  • Untuk penyederhanaan, ayat jurnal untuk pengakuan pendapatan bunga tidak disajikan.

33 of 84

Ilustrasi Reklasifikasi

33

33

Reklasifikasi dari kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi menjadi kategori pengukuran nilai wajar melalui laba rugi.

Bank A mereklasifikasi portofolio obligasi dari kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi menjadi kategori pengukuran nilai wajar melalui laba rugi. Pada tanggal reklasifikasi, portofolio obligasi diukur pada nilai wajar. Setiap keuntungan atau kerugian yang muncul akibat selisih antara portofolio obligasi yang diukur sebelumnya dengan jumlah biaya perolehan diamortisasi dan nilai wajar portofolio obligasi diakui dalam laba rugi reklasifikasi.

Debit

Kredit

Obligasi (FVTPL)

Rp490.000

Obligasi (jumlah tercatat bruto dari aset amotized cost)

Rp500.000

Penyisihan kerugian

Rp6.000

Kerugian reklasifikasi (laba rugi)

Rp4.000

(untuk mengakui reklasifikasi atas obligasi dari biaya perolehan diamortisasi menjadi nilai wajar melalui laba rugi dan untuk menghentikan pengakuan penyisihan kerugian)

34 of 84

PSAK 71

PENURUNAN NILAI

34

35 of 84

Perubahan utama Penurunan Nilai dari PSAK 55

35

35

* AFS Available for sale

PSAK 55

PSAK 71

Tipe model

Kerugian yang telah terjadi (incurred loss)

Kerugian ekspektasian (expcedted loss)

Jumlah model

Beberapa

Satu

Ruang lingkup

Diper

luas

Investasi dalam instrumen

ekuitas

Penurunan nilai diakui untuk investasi pada instrumen ekuitas yang diklasifikasikan sebagai AFS*

Tidak ada penurunan nilai yang diakui untuk instrumen ekuitas

Pertimbangan (judgement)

Diperluas

Meningkat

36 of 84

Ruang Lingkup Penurunan Nilai

36

Dalam ruang lingkup

Di luar ruang lingkup

  • Aset keuangan yang merupakan instrumen utang yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVOCI (misalnya: piutang dagang, instrumen utang).
  • Komitmen pinjaman yang diterbitkan yang tidak diukur pada FVTPL.
  • Kontrak jaminan keuangan* yang diterbitkan yang masuk dalam ruang lingkup PSAK 71, dan yang tidak diukur pada FVTPL.
  • Piutang sewa dalam ruang lingkup PSAK 30.
  • Aset kontrak dalam ruang lingkup PSAK 72.
  • Investasi dalam instrumen ekuitas.
  • Komitmen pinjaman dan jaminan yang diterbitkan yang diukur pada FVTPL.
  • Instrumen keuangan lainnya yang diukur pada FVTPL.

37 of 84

Pendekatan umum

37

  • Prinsip umum, menerapkan salah satu dari dua basis pengukuran berikut:
    • Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan; atau
    • Kerugian kredit sepanjang umurnya.
  • Basis pengukuran bergantung pada apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan awal.

Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan

Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya

Berpindah kategori

Jika risiko kredit dari aset keuangan telah meningkat signifikan sejak pengakuan awal

Kembali

Jika kondisi di atas tidak lagi

terpenuhi

38 of 84

Penurunan Nilai dari PSAK 71

38

39 of 84

Penurunan Nilai

39

40 of 84

Pengakuan bunga

40

40

Pengakuan awal

Kenaikan risiko kredit secara signifikan

Aset menjadi memburuk

(credit-impaired)

Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan

Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur

Suku bunga efektif (EIR) diterapkan terhadap jumlah bruto

EIR diterapkan pada jumlah biaya perolehan diamortisasi (neto)

EIR yang disesuaikan dengan kredit (credit-adjusted EIR) diterapkan pada biaya perolehan diamortisasi (neto)

Kerugian penurunan nilai

Bunga atas aset yang telah turun

nilainya pada pengakuan awal

Bunga atas aset yang telah turun

nilainya pada

pengakuan awal

* Biaya perolehan diamortisasi dari suatu aset keuangan = jumlah tercatat bruto – penyisihan kerugian.

41 of 84

Penurunan Nilai dari PSAK 71

41

42 of 84

Perhitungan Penurunan Nilai

42

[Expected credit losses = exposure at default * probability of default * loss given default]

43 of 84

Penurunan nilai – model baru

43

  • Pada umumnya, seluruh aset keuangan “membawa” penyisihan kerugian.
      • Tidak diperlukan pemicu (trigger) untuk mengakui penurunan nilai
    • Lebih banyak pertimbangan.
  • Satu model untuk seluruh instrumen keuangan dalam ruang lingkup PSAK 71.

Kejadian masa lalu

Informasi yang dicakup

Kondisi sekarang

Perkiraan kondisi ekonomi masa depan

44 of 84

Elemen utama dari model penurunan nilai

44

Kerugian yang timbul dari peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah akhir periode pelaporan.

Kerugian kredit

ekspektasian 12 bulan

Kerugian yang timbul dari seluruh kemungkinan peristiwa gagal bayar sepanjang prakiraan umur instrumen keuangan.

Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya

Tidak didefinisikan.

Peningkatan risiko kredit secara signifikan

Tidak didefinisikan.

Gagal bayar

45 of 84

Praduga 30 hari

45

Risiko kredit telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal jika pembayaran kontraktual telah tertunggak lebih dari 30 hari.

  • Diasumsikan sebagai titik terakhir di mana kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur diakui:
    • Delinquency merupakan salah satu lagging indicator.
    • Kenaikan signifikan dalam risiko kredit biasanya terjadi sebelum aset menunggak.
  • Jika tersedia informasi yang lebih bersifat forward-looking (misalnya, atas dasar suatu

portofolio aset) maka informasi tersebut harus digunakan.

46 of 84

Pendekatan pengukuran ganda menerapkan definisi gagal bayar

46

  • Pertimbangkan indikator kualitatif, misalnya: pelanggaran kovenan hutang.
  • Konsisten dengan definisi yang digunakan untuk pengelolaan risiko kredit secara internal atas instrumen yang relevan.
  • Konsisten dengan definisi dalam regulasi yang berlaku, jika memungkinkan.
  • Diterapkan secara konsisten.

Terdapat praduga (rebuttable presumption) bahwa peristiwa gagal bayar tidak terjadi sebelum aset keuangan 90 hari menunggak.

47 of 84

Penilaian kenaikan risiko kredit signifikan

47

  • Penilaian didasarkan pada perubahan risiko gagal bayar sejak pengakuan awal.
  • Tidak didasarkan pada perubahan dalam jumlah kerugian kredit ekspektasian.
  • Berdasarkan seluruh informasi yang wajar dan terdukung, termasuk informasi perkiraan masa depan (forward-looking information), yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan, misalnya:
    • Perubahan peringkat kredit internal/eksternal secara aktual atau ekspektasian.
    • Data makroekonomik aktual/perkiraan.
    • Perubahan harga atau indikator pasar atas risiko kredit.
    • Perubahan aktual/ekspektasian dalam hasil operasi/lingkungan bisnis peminjam.

48 of 84

48

  • Tidak dapat dilakukan dengan sekedar membandingkan perubahan secara absolut atas risiko gagal bayar.
    • Risiko gagal bayar cenderung menurun seiring berjalannya waktu.
    • Jika risiko gagal bayar tidak menurun seiring berjalannya waktu, dapat mengindikasikan kenaikan risiko kredit.
    • Asumsi di atas tidak berlaku jika kewajiban pembayaran yang signifikan pada periode mendekati jatuh tempo.
  • Penilaian kuantitatif merupakan indikator utama, dan biasanya didasarkan pada ukuran probabilitas gagal bayar sepanjang umur (lifetime probability of default/PD).
  • Indikator kualitatif dipertimbangkan, jika tepat digunakan (sebagai ‘watch list’).

Penilaian kenaikan risiko kredit signifikan

– risiko gagal bayar

49 of 84

Pendekatan khusus: Aset keuangan yang dibeli atau berasal dari aset keuangan memburuk (‘POCI’* assets)

49

  • Suatu aset adalah aset keuangan yang telah memburuk (credit-impaired) jika telah terjadi salah satu atau lebih peristiwa yang memiliki dampak merugikan atas estimasi arus kas masa depan dari aset tersebut.
    • Serupa dengan peristiwa merugikan (loss events) dalam PSAK 55.
  • Pengakuan awal:
    • Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur dimasukkan dalam perhitungan suku bunga efektif (EIR**).
    • Tidak ada penyisihan kerugian yang diakui.
  • Selanjutnya:
    • Perubahan kerugian ekspektasian sepanjang umur diakui di laba rugi dan merupakan penyisihan kerugian.

*POCI = purchased or originated credit-impaired

**EIR = effective interest rate

50 of 84

50

Pengecualian risiko kredit rendah

    • Risiko gagal bayar rendah

Instrumen keuangan memiliki risiko gagal bayar yang rendah.

    • Kapasitas yang kuat untuk memenuhi kewajiban dalam jangka waktu dekat

Peminjam memiliki kapasitas yang kuat untuk memenuhi kewajiban arus kas kontraktual dalam jangka waktu dekat

    • Perubahan yang memburuk tidak selalu mengurangi kemampuan untuk memenuhi kewajiban

Memburuknya kondisi ekonomik dan bisnis dalam jangka panjang mungkin, namun tidak selalu, menurunkan kemampuan peminjam untuk memenuhi kewajiban arus kas kontraktual.

51 of 84

Pengecualian risiko kredit rendah

51

  • Jika risiko kredit rendah – dapat diasumsikan bahwa risiko kredit belum meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal.
  • Penilaian dilakukan dengan dasar instrumen-per-instrumen.
  • Instrumen dengan peringkat rating eksternal “investment grade” adalah salah satu contoh instrumen yang dapat dianggap memiliki risiko kredit rendah.
  • Jika instrumen tidak lagi berisiko rendah, tidak secara otomatis diasumsikan bahwa risiko telah meningkat secara signifikan.

52 of 84

Piutang dagang dan piutang sewa dan aset kontrak

52

Piutang sewa

Piutang dagang dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan signifikan

Piutang dagang dan aset kontrak dengan komponen pendanaan signifikan

Pendekatan umum

Pendekatan disederhanakan

Penyisihan kerugian selalu senilai kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur.

Pilihan kebijakan akuntansi yang dapat diterapkan

53 of 84

Pendekatan umum atau pendekatan disederhanakan untuk piutang dagang

53

Untuk piutang jangka pendek, kedua pendekatan akan memberikan hasil yang sama.

Dampak memilih pendekatan umum

  • Perlu menelusuri perubahan risiko kredit sejak pengakuan awal.
  • Membutuhkan sistem manajemen risiko kredit yang lebih canggih.
  • Nilai kerugian kredit ekspektasian diperkiraan lebih rendah.

54 of 84

54

Probabilitas tertimbang

    • Jumlah yang tidak bias dan rata-rata probabilitas tertimbang (mengevaluasi serangkaian kemungkinan yang dapat terjadi).

Nilai kini

    • Suku bunga efektif (EIR) awal, atau dengan melakukan penaksiran tertentu untuk menentukan tingkat bunga, sebagai tingkat diskonto.

Kekurangan kas

    • Selisih antara arus kas yang terutang sesuai kontrak dan arus kas yang diperkirakan akan diterima oleh entitas.

Mengukur Penurunan Nilai – ECL

55 of 84

Apa yang dimaksud dengan periode estimasi?

55

  • Umumnya merupakan periode kontraktual maksimum di mana entitas akan

terekspos pada risiko kredit:

    • Misalnya: komitmen pinjaman – periode kontraktual maksimum di mana entitas memiliki kewajiban kontratual untuk memberikan kredit/pinjaman.
    • Opsi perpanjangan atau pelunasan dipercepat oleh peminjam juga dicakup.
  • Pengecualian untuk instrumen keuangan tertentu yang (misalnya: kartu kredit):
    • Mencakup pinjaman dan komponen komitmen yang belum ditarik (undrawn

commitment).

    • Secara kontraktual dapat ditarik dengan sedikit pemberitahuan (little notice).
    • Kemampuan untuk membatalkan tidak membatasi eksposur pemberi pinjaman atas kerugian kredit.
  • Ukur kerugian kredit ekspektasian selama periode di mana entitas terekspos pada risiko kredit.

56 of 84

Aset keuangan berupa instrumen utang yang diukur pada FVOCI

56

56

Tidak ada penyisihan yang diakui di laporan posisi keuangan.

Pengungkapan mengenai jumlah penyisihan kerugian.

Kerugian penurunan nilai

diakui di laba rugi.

57 of 84

Sumber data dalam mengukur penurunan nilai

57

57

Peringkat internal/eksternal

Pengalaman kerugian historis

Faktor spesifik- peminjam

Informasi lainnya

Informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa upaya dan biaya berlebihan.

Pengalaman kerugian kredit entitas lainnya

Data makroekonomik

58 of 84

Basis individu vs kolektif

58

58

  • Relevan untuk:
    • Menilai apakah terdapat kenaikan risiko kredit secara signifikan; dan
    • Mengukur penurunan nilai.
  • Tidak ada panduan umum mengenai pendekatan mana yang paling sesuai.
  • Meski demikian, dalam beberapa hal penilaian secara kolektif diperlukan:
    • Untuk mengidentifikasi kenaikan risiko kredit secara signifikan, jika tidak tersedia informasi lain yang sifatnya spesifik-peminjam.
    • Jika tidak tersedia informasi untuk mengukur penurunan nilai dengan basis individu.

59 of 84

PSAK 71

LINDUNG NILAI

60 of 84

Ikhtisar

60

60

Costs of hedging

Terdapat opsi nilai wajar: Untuk menetapkan suatu eksposur kredit pada FVTPL

PSAK 71

menyelaraskan akuntansi lindung nilai dengan strategi manajemen risiko

Entitas dapat memilih kebijakan akuntansi untuk tetap menerapkan PSAK 55 untuk akuntansi lindung nilai

sampai standar untuk makro hedging berlaku efektif di masa depan

Hubungan ekonomik, ‘rebalancing’, dan perubahan atas rasio lindung nilai

Item kualifikasian: Item tunggal atau sekelompok item (termasuk posisi neto), porsi, proporsi, komponen risiko dan risiko gabungan

Instrumen kualifikasian: Derivatif dan nonderivatif yang diukur pada FVTPL

61 of 84

Instrumen lindung nilai

61

61

Instrumen lindung nilai nonderivatif yang memenuhi kualifikasi:

Tidak diperkenankan menetapkan instrumen internal sebagai instrumen lindung nilai

Instrumen keuangan FVTPL

Untuk lindung nilai selain nilai tukar

Liabilitas FVO dengan perubahan nilai

wajar akibat risiko kredit diakui di OCI

Aset/liabilitas keuangan yang ditetapkan sebagai FVO untuk mengurangi accounting mismatch jika akuntansi lindung nilai akan menciptakan mismatch tersebut

Keseluruhan/sebagian dari instrumen keuangan harus ditetapkan (designated)

62 of 84

Penetapan sebagian dari instrumen lindung nilai

62

62

Nilai waktu dari opsi yang

dibeli

Perubahan nilai wajar diakui di OCI

Elemen forward dari suatu kontrak forward

Basis spread valuta asing dari suatu instrumen keuangan

Bagian yang diperkenankan

untuk dikecualikan

Perlakuan akuntansi

Mempengaruhi laba rugi pada saat yang bersamaan dengan transaksi; atau diamortisasi sepanjang waktu

63 of 84

Item lindung nilai- eksposur tambahan yang memenuhi kualifikasi

63

63

1 Komponen risiko dari item nonkeuangan

2

Inflasi yang tidak ditentukan secara kontraktual

3

Sekelompok item (termasuk posisi neto)

4

Eksposur gabungan

5 Instrumen ekuitas diukur pada FVOCI

FVOCI = Fair value through other comprehensive income

64 of 84

Komponen risiko dari item nonfinansial

64

64

  • Lakukan analisis atas struktur pasar tertentu yang terkait dengan risiko tersebut, dan di mana aktivitas lindung nilai tersebut berlangsung.
  • Terapkan pada risiko yang ditetapkan secara kontraktual dan nonkontraktual.

Dapat diidentifikasi terpisah

Dapat diukur dengan andal

Kriteria penetapan (komponen risiko finansial dan nonfinansial)

65 of 84

Sekelompok item (termasuk posisi neto)

65

65

Kriteria

  • Terdiri atas item yang layak menjadi item lindung nilai.
  • Dikelola dengan basis kelompok untuk tujuan manajemen risiko.
  • Dalam hal lindung nilai arus kas atas item dengan posisi risiko saling hapus, merupakan lindung nilai atas risiko valuta asing dan penetapannya menentukan rincian tertentu mengenai transaksi prakiraan.

66 of 84

Eksposur gabungan

66

66

Penilaian

efektivitas

Pengukuran ketidakefektifan

Eksposur

nonderivatif

Instrumen lindung nilai derivatif

Derivatif

Vs.

Jika risiko gabungan merupakan item lindung nilai, penilaian dan pengukuran akan dilakukan pada tingkat gabungan tersebut

Eksposur gabungan = eksposur nonderivatif + derivatif

Penilaian efektivitas dan pengukuran ketidakefektifan

Hubungan lindung nilai

Eksposur gabungan

67 of 84

Eksposur gabungan

67

67

Item lindung nilai

Eksposur gabungan

Utang dengan jangka waktu 10 tahun, berbunga variabel, dalam mata uang domestik

Instrumen lindung nilai

Interest rate swap (IRS) domestik dengan jangka waktu 5 tahun (variable-to-fixed)

  • Contoh eksposur gabungan:

Utang dengan jangka waktu 10 tahun,

berbunga tetap, dalam valuta asing

+

cross-currency interest rate swap (CCIRS) dengan jangka waktu 10 tahun (fixed-to-variable)

Suatu eksposur gabungan mungkin, atau tidak mungkin, menjadi item lindung nilai, bergantung pada manajemen risiko.

68 of 84

Investasi dalam ekuitas yang diukur pada

FVOCI

68

68

Item lindung nilai berupa instrumen ekuitas FVOCI– Perubahan nilai wajar diakui di OCI

Instrumen lindung nilai – Perubahan nilai wajar diakui di OCI

Ketidakefektifan diakui di OCI

Jumlah tidak pernah direklasifikasi dari AOCI ke laba rugi

FVOCI = Fair value through other comprehensive income AOCI = Accumulated other comprehensive income

69 of 84

Rebalancing

69

69

Rebalancing: Meneruskan penerapan akuntansi lindung nilai dengan menyesuaikan rasio lindung nilai.

  • Strategi manajemen risiko vs. tujuan manajemen risiko.
  • Dapat menjadi kompleks.
  • Memutakhirkan dokumentasi lindung nilai pada saat melakukan

rebalancing.

  • Penghentian yang bersifat sukarela tidak diperkenankan.

70 of 84

Penilaian efektivitas lindung nilai

70

70

Dikeluarkan

Dimasukkan

Uji 80% – 125% Kualitatif, forward-looking

  • Terdapat hubungan ekonomik.
  • Risiko kredit tidak mendominasi perubahan nilai.
  • Rasio lindung nilai cocok dengan rasio aktual yang digunakan untuk keperluan manajemen risiko.

71 of 84

Penilaian efektivitas lindung nilai

71

  • Pada awal; dan
  • Secara berkesinambungan:
  • Setiap tanggal pelaporan; atau
  • Perubahan signifikan dalam keadaaan.

Frekuensi penilaian Kualitatif atau kuantitatif?

  • Bergantung pada fakta dan keadaan.
  • Penilaian kualitatif sesuai untuk keadaan tertentu.
  • Kebijakan manajemen risiko – sumber

utama informasi.

72 of 84

Kontrak untuk penggunaan sendiri (own-use)

72

72

Ya

Ya

Tidak

Tidak

Apakah kontrak dapat diselesaikan secara neto dengan kas atau instrumen keuangan lainnya, atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan?

Kontrak eksekutori

Apakah kontrak dilakukan dan dimaksudkan untuk terus dimiliki untuk keperluan pembelian, penjualan atau penggunaan yang diperkirakan oleh entitas?

Apakah akuntansi FVTPL akan menghilangkan atau mengurangi secara signifikan accounting mismatch yang dapat timbul?

Apakah entitas telah memilih penetapan FVO?

Ya

Derivatif

Ya

FVTPL

FVTPL = Fair value through profit and loss FVO = Fair value option

Tidak

Tidak

73 of 84

Opsi nilai wajar (FVO) untuk eksposur kredit tertentu

73

73

Memadankan nama dan senioritas

Dipilih saat pengakuan awal atau sesudahnya

Dapat dibatalkan

Diakui (misal: pinjaman) atau belum diakui (misal: komitmen pinjaman)

Selisih diakui di laba rugi

Seluruh atau sebagian dari eksposur kredit

74 of 84

Pengungkapan

74

  • Ketentuan pengungkapan baru yang ekstensif, misalnya:
  • Bagaimana entitas menentukan kapan risiko kredit telah meningkat secara signifikan.
  • Definisi gagal bayar dan alasan untuk memilih definisi tersebut.
  • Input dan asumsi yang digunakan dalam penurunan nilai.

Penjelasan mengenai bagaimana pertimbangan digunakan

  • Rekonsiliasi penyisihan kerugian.
  • Perubahan signifikan dalam jumlah tercatat bruto.
  • Informasi mengenai agunan.
  • Modifikasi atas aset keuangan.

Pengungkapan kuantitatif

75 of 84

Ketentuan Transisi

  • Entitas menerapkan Pernyataan ini secara retrospektif sesuai dengan PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan.
  • Pernyataan ini tidak diterapkan untuk item yang telah dihentikan pengakuannya pada tanggal penerapan awal.
  • Ketentuan Transisi untuk Akuntansi Lindung Nilai. Ketika entitas pertama kali menerapkan Pernyataan ini, entitas dapat memilih sebagai bagian kebijakan akuntansinya untuk menerapkan persyaratan dalam Bab 6 dari PSAK 71 ini atau terus menerapkan persyaratan akuntansi lindung nilai sesuai PSAK 55 untuk seluruh hubungan lindung nilainya. Hal ini dikarenakan PSAK 71 belum mengakomodir persyaratan terkait macro hedging.

75

76 of 84

76

  • PT Mawar memiliki piutang dagang senilai Rp200.000 yang jatuh tempo dalam waktu 3 bulan.
  • PT Mawar memperkirakan bahwa skenario yang paling mungkin adalah bahwa jumlah total akan dibayar tepat waktu.
  • PT Mawar mengestimasi bahwa terdapat: 2% probabilitas bahwa debitor sama sekali tidak membayar; dan 98% probabilitas bahwa jumlah total akan dibayar pada saat jatuh tempo.

  • PT Mawar mengukur kerugian ekspektasian sebesar 2% dari jumlah kekurangan kas sebesar Rp200.000. Karena piutang jangka-pendek tidak memiliki tingkat bunga kontraktual, hal ini menyiratkan bahwa suku efektif (EIR) adalah nol dan pendiskontoan umumnya tidak diperlukan.
  • Kerugian ekspektasian = Rp200.000 x 2% + (Rp0 x 98%) = Rp4.000

Contoh - 1

77 of 84

77

  • PT Melati memiliki pinjaman senilai Rp200.000.000 yang jatuh tempo dalam waktu 8 tahun, bunga dibayarkan setahun sekali dan suku bunga kupon = suku bunga efektif sebesar 5%.
  • PT Melati menyimpukan tidak ada kenaikan risiko kredit sehingga pengakuan kerugian kredit ekspektasian dihitung untuk 12-bulan
  • Pinjman tersebut memiiki probability of default (PD) 12 bulan sebesar 0,5%
  • Loss given default (LGD) – merupakan estimasi jumlah kerugian jika pinjaman gagal bayar adalah 25% dan akan timbul dalam 12 bulan jika pinjaman gagal bayar

  • PT Melati mengukur kerugian ekspektasian 12 bulan sebesar 250.000 dihitung dari (nilai terutang kontrak x PD x LGD) kemudian didiskontokan dengan bunga 5%
    • Nilai terutang kontrak 5% x 200.000.000 = 10.000.000
    • LGD = 25% x 210.000.000 = 52.500.000
    • LGD x PD = 50.250.000 x 0,5% = 262.500
    • PV 5% dari 262.500 = 250.000
  • Kerugian ekspektasian = 250.000

Contoh - 2

78 of 84

78

  • PT. Merapi beroperasi hanya di satu lokasi geografis, dan memiliki portofolio piutang dagang senilai Rp70 juta pada 31 Desember 20X1.
  • Basis pelanggan terdiri atas berbagai pelanggan kecil.
  • Piutang dagang miliki karakteristik risiko yang serupa dan tidak memiliki komponen pendanaan signifikan.
  • PT. Merapi menggunakan matriks penyisihan untuk menghitung penurunan nilai.
  • Matriks penyisihan didasarkan pada:
    • Tingkat gagal bayar historis selama umur yang diharapkan dari piutang dagang; dan
    • Mencakup penyesuaian atas estimasi yang bersifat forward-looking.

Contoh - 3

Belum jatuh

tempo

Menunggak

1–30 Hari

Menunggak

31–60 Hari

Menunggak

61–90 Hari

Menunggak lebih

dari 90 Hari

Tingkat kerugian

0.5%

1.0%

2.5%

6.0%

10.0%

79 of 84

79

  • Perhitungan penurunan nilai

Contoh - 3

Jumlah tercatat bruto (A)

Tingkat kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur

(B)

Penyisihan kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur (A x B)

Belum jatuh tempo

30,000,000.00

0.5%

150,000.00

Menunggak 1–30 hari

20,000,000.00

1.0%

200,000.00

Menunggak 31–60 hari

10,000,000.00

2.5%

250,000.00

Menunggak 61–90 hari

7,000,000.00

6.0%

420,000.00

Menunggak >90 hari

3,000,000.00

10.0%

300,000.00

70,000,000.00

1,320,000.00

80 of 84

80

  • Pada 31 Desember 20X1, PT A memberikan pinjaman untuk periode 4 tahun dengan nilai Rp 200 juta yang diklasifikasikan sebagai diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Bunga dibayarkan setiap tahun. Tingkat bunga kupon dan tingkat bunga efektif (EIR) = 5%.
  • PT A menyimpulkan bahwa tepat untuk mengakui kerugian kredit ekspektasian 12 bulan.
  • Pinjaman tersebut memiliki PD (probability of default) 12 bulan sebesar 0,5%.
  • Tabel di samping menunjukan arus kas kontraktual dan probabilitas tertimbang arus kas yang diperkirakan jika pinjaman tersebut gagal bayar dalam 12 bulan setelah akhir periode pelaporan.
  • Pertanyaan: Berapa jumlah penyisihan kerugian atas pinjaman tersebut pada 31 Desember 20X1?

Contoh - 4

81 of 84

81

Contoh - 4

Tanggal jatuh tempo

31/12/20X5

 

Pokok

 

200,000,000

 

Suku buku efektif awal

5.00

%

Probability of default (12 bulan)

0.5%

 

 

 

 

 

 

Tanggal

Arus kas kontraktual (A)

Arus kas yang diperkirakan (B)

Kekurangan kas (A-B)

Nilai kini (5%)

31/12/20X2

10,000,000

-

10,000,000

9,523,810

31/12/20X3

10,000,000

14,000,000

(4,000,000)

-3,628,118

31/12/20X4

10,000,000

14,000,000

(4,000,000)

-3,455,350

31/12/20X5

210,000,000

80,000,000

130,000,000

106,951,322

31/12/20X6

-

80,000,000

(80,000,000)

-62,682,093

 

 

 

 

46,709,570

 

 

Nilai kini dari kekurangan kas

46,709,570

 

 

x Probability of default (12 bulan)

0.5%

 

 

 Kerugian kredit ekspektasian

233,548

Jurnal pada tanggal 31 Desember 20X1:

 

Debit

Kredit

Pinjaman – jumlah tercatat bruto

200,000,000

 

Kas

 

200,000,000

Kerugian penurunan nilai

233,548

 

Pinjaman – penyisihan kerugian kredit ekspektasian

 

233,548

82 of 84

82

  • Melanjutkan contoh #2, pada 31 Desember 20X2, PT A menyimpulkan bahwa tepat untuk mengakui kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur. PT A mengestimasi pinjaman tersebut memiliki PD (probability of default) sepanjang umur sebesar 20%.
  • Jika pinjaman gagal bayar kapan pun selama periode pinjaman, nilai kini sisa kekurangan kas sebesar Rp 89.283.800 pada 31 Desember 20X2.
  • Pada contoh #4, penyisihan kerugian kredit pada 31 Desember 20X1 sebesar Rp233.548.
  • Pertanyaan:
    • Apa jurnal pada tanggal 31 Desember 20X1?
    • Berapa jumlah penyisihan kerugian kredit yang diakui pada tanggal 31 Desember 20X2?
    • Apa jurnal pada tanggal 31 Desember 20X2?

Contoh - 5

83 of 84

83

Contoh - 5

Pertanyaan #2

Nilai kini sisa kekurangan kas

89,283,800.00

Probability of default sepanjang umur

20%

Kerugian kredit ekspektasian

17,856,760.00

Pertanyaan #3

Kerugian kredit ekspektasian - 31 Desember 20X1

233,548

Kerugian kredit ekspektasian - 31 Desember 20X2

17,856,760.00

Tambahan kerugian kredit ekspektasian - tahun 20X2

17,623,212.15

Jurnal pada tanggal 31 Desember 20X2:

Debit

Kredit

Pinjaman – jumlah tercatat bruto

10,000,000

Pendapatan bunga

10,000,000

(untuk mengakui pendapatan bunga berdasarkan suku bunga efektif pinjaman, yakni 5% dari 1 juta)

Kas

10,000,000

Pinjaman – jumlah tercatat bruto

10,000,000

(untuk mengakui penerimaan kas atas bunga)

Kerugian penurunan nilai

17,623,212.15

Pinjaman – penyisihan kerugian kredit ekspektasian

17,623,212.15

(untuk mengakui perubahan atas penyisihan kerugian kredit selama tahun 20X2)

84 of 84

Dwi Martani - 081318227080

martani@ui.ac.id atau dwimartani@yahoo.com

http://staff.blog.ui.ac.id/martani/

84