1 of 30

Dipresentasikan pada kegiatan Sosialisasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P-3) dan Silaturahmi Kepengurusan Mgmp PPKn Tingkat Kabupaten Sukabumi�di RM Rengganis, Sabtu, 17 September 2022�Jl. Kadudampit Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi�

Oleh:

Drs. Ade Ahmad Hidayat, M.Pd

Pengawas Pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi

2022

13 LANGKAH IMPLEMENTASI P-3 DISEKOLAH

2 of 30

LANGKAH-LANGKAH APA YANG DILAKUKAN DALAM MELAKSANAKAN PROJEK PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SATUAN PENDIDIKAN ��?

3 of 30

13 LANGKAH IMPLEMENTASI P-3 �DI SEKOLAH

1

Merancang alokasi waktu projek dan dimensi P-3

2

Membentuk Tim Fasilitasi Projek

3

Identifikasi tingkat kesiapan sekolah

4

Pemilihan Tema Umum

5

Penentuan topik spesifik

4 of 30

Lanjutan

6

Melaksanakan Asesmen diagnostik

7

Pemilihan elemen dan sub elemen Profil Pelajar Pancasila serta penentuan kriteria Pencapaian

8

Merencanakan Asesmen Formatif dan Sumatif

9

Eksplorasi dan pengembangan

10

Melaksanakan Kegiatan Projek

11

Melaksanakan Asesmen dan pengayaan Projek

12

Menentukan pengolahan Asesmen dan pelaporan Projek

13

Evaluasi dan Tindak Lanjut Projek

Langkah No : 1,2,3,4,5 Merancang Projek

Langkah No : 5,6,7,8,9 Merancang Modul Projek

Langkah No : 5,6,7,8,9, 10,11,12,13 Mengelola Projek

Keterangan :

5 of 30

1. MERANCANG PROJEK

    • SATU HARI DALAM I MINGGU
    • 1
    • 1-2 JAM DIAKHIR HARI KHUSUS
    • 2
    • MELAKUKAN PEMADATAN
    • 3

Pimpinan Sekolah menentukan alokasi waktu pelaksanaan projek dan dimensi untuk setiap tema, agar dapat memetakan sebaran pelaksanaan projek pada satuan pendidikan tersebut. 3 Alternatif Pilihan Alokasi Waktu

6 of 30

MERANCANG ALOKASI WAKTU PROJEK DAN DIMENSI P-3

1. Menentukan 1 hari dalam 1 seminggu untuk pelaksanaan Projek (Misalnya hari Jum’at). Seluruh jam belajar pada hari itu digunakan untuk Projek.

2. Mengalokasikan 1-2 Jam diakhir hari khsus untuk mengerjakan Projek. Bisa digunakan untuk ekplorasi disekitar satuan pendidikan sebelum peserta didik pulang

3. Mengumpulkan dan memadatkan pelaksanaan tema dalam satu periode waktu (Misalnya 2 Minggu atau 1 Bulan), dimana semua pendidik berkolaborasi mengajar Projek setiap hari selama durasi waktu yang ditentukan.

7 of 30

2. MENENTUKAN TIM FASILITASI PROJEK

Inti Kegiatan : Pembagian Peran dan tanggung jawab dalam pengelolaan Projek

Kepala Sekolah menentukan Guru yang tergabung dalam tim fasilitasi projek yang berperan :

a). Merencanakan Projek

b). Membuat Modul Projek

c). Mengelola Projek dan

d). Mendampingi peserta didik dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

8 of 30

MEMBENTUK TIM FASILITASI PROJEK

KOORDINATOR PROJEK

TIM GURU/FASILITATOR

KETERLIBATAN GURU BK

DIBUATKAN SK

DAN RINCIAN

TUGAS YANG

JELAS

Dalam pengelolaan projek sekolah terbuka untuk bekerja sama dengan pihak luar seperti ; Narasumber, Lemabaga Pemerintah dan Swasta

KOORDINATOR PROJEK

TIM GURU/FASILITATOR

KETERLIBATAN GURU BK

9 of 30

4. PEMILIHAN TEMA UMUM

Tersedia 9 Tema yang dapat dipilih;

1. Gaya Hidup Berkelanjutan

2. Kearifan Lokal

3. Bhineka Tugal Ika

4. Bangunlah Jiwa dan Raganya

5. Suara Demokrasi

6. Berekayasa dan berteknologi untuk membangun NKRI

7. Kewirausahaan

8. Kebekerjaan

9. Budaya Kerja

UNTUK SD DAN SMP

UNTUK SMA DAN SMK

10 of 30

PERTIMBANGAN PEMILIHAN TEMA

  • Tahap kesiapan Sekolah dan Guru dalam menjalankan Projek
  • Kalender belajar nasional, atau perayaan belajar nasional atau internasional misalnya “Gaya Hidup Berkelanjutan” dilaksanakan menjelang Hari Bumi, atau Tema “Budaya Kerja” menjelang hari Pahlawan.
  • Dilaksanakan sepanjang waktu untuk penanaman etos kerja dan sikap kerja dalam diri peserta didik.
  • Isu atau topik yang sedang hangat terjadi atau menjadi fokus pembahasan atau perioritas sekolah.
  • Tema yang belum dilakukan di tahun sebelumnya dan dapat mengulang siklus semua tema sudah dipilih

11 of 30

Untuk SD 3 Fase

12 of 30

5. PENENTUAN TOPIK (langkah 5-9 Menyusun Modul)

Sekolah yang menentukan dan topik sesuai dengan kebutuhan dan Dimensi P-3 yang dikembangkan.

Contoh : “Gaya hidup Berkelanjutan”

SMP

FASE D

Menganalisis kronologis lahirnya Pancasila; mengkaji fungsi dan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, serta mengenal Pancasila sebagai ideologi negara; memahami implementasi Pancasila dalam kehidupan bernegara dari masa ke masa; mengidentifikasi hubungan Pancasila dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia; serta melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari; dan mengidentifikasi kontribusi Pancasila sebagai pandangan hidup dalam menyelesaikan persoalan lokal dan global dengan menggunakan sudut pandang Pancasila

13 of 30

SMP

FASE D

Memahami periodisasi pemberlakuan dan perubahan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; memahami Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai sumber hukum tertinggi; memahami bentuk pemerintahan yang berlaku dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia; memahami peraturan perundang-undangan dan tata urutannya; dan mematuhi pentingnya norma dan aturan, menyeimbangkan hak dan kewajiban warga negara.

Mengidentifikasi keberagaman suku, agama, ras dan antargolongan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, dan mampu menerima keragaman dan perubahan budaya sebagai suatu kenyataan yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat, dan menanggapi secara proporsional terhadap kondisi yang ada di lingkungan sesuai dengan peran dan kebutuhan yang ada di masyarakat; memahami urgensi pelestarian nilai tradisi, kearifan lokal dan budaya; menunjukkan contoh pelestarian nilai tradisi, kearifan lokal dan budaya; dan menumbuhkan sikap tanggung jawab dan berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan praktik nilai tradisi, kearifan lokal dan budaya dalam masyarakat global.

14 of 30

SMP

FASE D

Mengidentifikasi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai satu kesatuan utuh dan wawasan nusantara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia; menjaga keutuhan wilayah NKRI; menunjukkan perwujudan demokrasi yang didasari oleh nilainilai Pancasila serta menunjukkan contoh serta praktik kemerdekaan berpendapat warga negara dalam era keterbukaan informasi; mengidentifikasi sistem pemerintahan Indonesia, kedudukan, tugas, wewenang, dan hubungan antarlembaga-lembaga negara, hubungan negara dengan warga negara baik di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya maupun pertahanan dan keamanan; dan menyusun laporan singkat tentang sistem pemerintahan Indonesia, kedudukan, tugas, wewenang, dan hubungan antarlembaga-lembaga negara, hubungan negara dengan warga negara. Capaian Berdasarkan Elemen Elemen Capaian Pembelajar

15 of 30

6. MELAKUKAN ASESMEN DIAGNOSTIK

Asesmen Diagnostik dilakukan :

  • 1. Pada awal perencanaan Projek (Identifikasi kesiapan sekolah), jika membuat sendiri modul projek.
  • 2. Pada saat penentuan dimensi, elemen dan sub elemen jika menggunakan Modul projek sudah ada Asesmen diagnostik dapat dilakukan dengan Rubrik, Observasi , Kuesioner, Refleksi dan Esai

16 of 30

7. PEMILIHAN ELEMEN SUB ELEMEN PROFIL PELAJAR PANCASILA SERTA PENENTUAN KRITERIA PENCAPAIAN

PROFIL PELAJAR PANCASILA

DIMENSI

ELEMEN

SUB ELEMEN

Capaian diakhir Fase

Disesuaikan dengan Tema dan Tofik yang dipilih

17 of 30

6 DIMENSI P-3

  1. Beriman, Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia
  2. Berkebhinekaan Global
  3. Bergotong Royong
  4. Mandiri
  5. Bernalar Kritis
  6. Kreatif

18 of 30

8. MERENCANAKAN ASESMEN FORMATIF �DAN SUMATIF

Asesmen Formatif dilakukan guru secara berkala, berkelanjutan selama Projek Rubrik, umpan balik (dari guru dan sesama peserta didik) baik secara lisan maupun tertulis, observasi, diskusi, presentasi, jurnal, refleksi, esai

Asesmen Sumatif dilakukan pada akhir Projek. Mengukur apakah peserta didik sudah mengembangkan kompetensi dari sub-elemen, dari elemen dan dimensi Profil Pelajar Pancasila sesuai Fase yang disasar. Bentuk Instrumen dapat berupa Rubrik, presentasi, Poster, Diorama, Produk Teknologi atau Seni, Esai, Kolase, Drama.

19 of 30

9. EKPLORASI DAN PENGEMBANGAN

1. Guru bekerjasama dengan Tim fasilitasi Projek mebuat alur projek yang berisi kegiatan projek menggunakan stuktur aktivasi yang disepakati bersama.

2. Hal-hal yang sudah ditentukan dalam tahap merancang projek disusun sesuai alur dengan menambahkan strategi-strategi pembelajaran, alat ajar dan narasumber yang dibutuhkan untuk pengembangan dan pendalaman dimensi.

20 of 30

FORMAT MODUL PROJEK

INFORMASI UMUM

KOMPETENSI INTI

LAMPIRAN

  • Identitas Penulis Modul
  • Sarana dan Prasrana
  • Target Peserta Didik
  • Relevansi tema dan topik untuk satuan pendidikan

  • Deskripsi singkat projek
  • Dimensi dan sub-elemen dari Profil Pelajar Pancasila yang berkaitan
  • Tujuan spesifik untuk fase tersebut
  • Alur kegiatan projek secara umum
  • Asesmen
  • Pertanayaan Pemantik
  • Pengayaan dan Remedial
  • Refleksi Peserta Didik dan Pendidik
  • Lembar Kerja Peserta Didik
  • Bahan bacaan pendidikk dan peserta didik
  • Glosarium
  • Daftar Pustaka

Catatan :

Disusun oleh Tim Fasilitator yang dikomandoi oleh Koordinator Projek

21 of 30

10. MELAKSANAKAN KEGIATAN PROJEK �(Pengelolaan P-3)

Bagaimana caranya supaya projek berjalan lancar? Apa saja yang perlu dikuatkan atau ditingkatkan oleh guru untuk memastikan projek berjalan dengan baik?

STRATEGI

1. Mulai dengan pertanyaan Pemantik

2. Mulai dengan permasalahan Autentik

Guru mengimplementasikan Modul yang telah disusun dengan melakukan

pendampingan Kolaboratif

22 of 30

11. MELAKUKAN ASESMEN DAN PERAYAAN PROJEK

Satuan Pendidikan/Guru melakukan Asesmen Formatif dan Sumatif dengan menggunakan Rubrik yang telah dirancang sebelumnya

23 of 30

12. MENENTUKAN PENGOLAHAN ASESMEN DAN PELAPORAN PROJEK

Catatan :

Di Raport Kokurikulernya di Tulis : bukan penilaian Kualitatif�Sampai saat ini Raport Intrakurikuler Terpisah dengan Raport Kokurikuler

Sekolah mengolah asesmen kemudian dituangkan ke Raport Projek yang

telah dirancang sebelumnya. Isi raport tersebut berupa gambaran pencapaian peserta didik terhadap Dimensi, Komponen dan Sub Komponen dari Profil Pelajar Pancasila secara Kualitatif misalnya :

BB = Belum Berkembang, MB = mulai Berkembang, BSH = Berkembang Sesuai Harapan, dan SB = Sangat Berkembang

24 of 30

13. EVALUASI DAN TINDAK LANJUT PROJEK

Sekolah melakukan Evaluasi terhadap Pelaksanaan Projek dengan Prinsip :

1. Evaluasi Implementasi projek bersifat menyeluruh

2. Evaluasi Implementasi projek fokus kepada proses

3. Tidak ada bentuk evaluasi yang mutlak dan seragam

4. Gunakan berbagai jenis bentuk asesmen yang dilakukan tersebar selama projek dijalankan untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh. Hindari menggunakan hanya satu jenis asesmen yang hanya dilakukan diakhir projek.

25 of 30

ASESMEN

  • Keperluan Asesmen digunakan untuk mengukur capaian pembelajaran di akhir kegiatan.
  • Kriteria pencapaian harus ditentukan dengan jelas sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan.
  • Ada 3 jenis Asesmen:

a. Asesmen sebelum pembelajaran (Diagnostik)

b. Asesmen selama proses pembelajaran (Formatif)

c. Asesmen pada akhir proses pembelajaran (Sumatif)

26 of 30

BENTUK ASESMEN YANG BISA DILAKUKAN :

  • Sikap (Profil Pelajar Pancasila) dapat berupa : Observasi, Penilaian diri, Penilaian Teman Sebaya, dan Anekdotal.
  • Performa (Presentasi, Drama, Pameran hasil karya, Jurnal, dsb.)
  • Tertulis (Tes Objektif: Essay, Pilihan Ganda, Isian, Jawaban Singkat, Benar - Salah).

27 of 30

PENGAYAAN DAN REMEDIAL

  • Yang dimaksud Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi supaya mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal.

Saat merancang kegiatan pengayaan, Anda perlu memperhatikan diferensiasi, contohnya lembar belajar/kegiatan yang berbeda dengan kelas.

  • Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang.

28 of 30

29 of 30

30 of 30

SISTIMATIKA PENULISAN PANDUAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJARAN PANCASILA (P-5)

  1. Alur perencanaan Projek.
  2. Merancang alokasi waktu Projek dan dimensi.
  3. Membentuk Tim Fasilitasi Projek.
  4. Identifikasi Tahapan Kesiapan satuan pendidikan.
  5. Pemilihan Tema Umum.
  6. Penentuan Topik Spesifik.
  7. Merancang Modul Projek.