1 of 81

PERANGKAT PEMBELAJARAN PADA KURIKULUM MERDEKA

Disampaikan pada kegiatan

BIMTEK PENYELARASAN KURIKULUM SMK

DINAS DIKPORA DIY

14 JUNI 2023

Dra. SRI RAHAYU , M. Pd.

Ms AGUNG S, S. IP, M.Pd.

PENGAWAS SMK DINAS DIKPORA DIY

26 Juli 2022

Rin Surtantini/BBPPMPV Seni dan Budaya

1

2 of 81

Apa yang akan dibahas?

  1. Capaian Pembelajaran

  • Analisis Capaian Pembelajaran

  • Menyusun Tujuan Pembelajaran

4. Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran

5. Menyiapkan Modul Ajar

3 of 81

Implementasi Kurikulum Merdeka untuk pemulihan pembelajaran dilakukan berdasarkan kebijakan-kebijakan berikut.

Permendikbudristek No. 16 Tahun 2022

Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Permendikbudristek No. 7 Tahun 2022

Standar Isi pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Permendikbudristek No. 5 Tahun 2022

Standar Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

4 of 81

Implementasi Kurikulum Merdeka untuk pemulihan pembelajaran dilakukan berdasarkan kebijakan-kebijakan berikut.

SK Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan No.

033/H/KR/2022

(Perubahan SK Kepala BSKAP No. 008/2022)

tentang Capaian Pembelajaran PAUD,

Pendidikan Dasar

Kepmendikbudris-tek

No. 262/2022

(Perubahan Kepmendikbudristek No. 56/2022)

tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Pemulihan Pembelajaran

SK Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan No.

09/2022 tentang Dimensi Elemen Profil Pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka

5 of 81

Kerangka dan Struktur Kurikulum Merdeka

5

2022

Rin Surtantini/BBPPMPV Seni dan Budaya

6 of 81

SPEKTRUM KEAHLIAN

6

7 of 81

Kerangka Kurikulum SMK (SMK Pusat Keunggulan)

7

Struktur Kurikulum

Capaian

Pembelajaran

  • Daftar Bidang dan Program Keahlian

Spektrum Keahlian

Daftar Mata Pelajaran dan Aloksi Waktu

  • Kelompok Umum (A)
  • Kelompok Kejuruan (B)

Deskripsi/Uraian Mata

Pelajaran:

  1. Identitas Mapel,
  2. Rasional,
  3. Tujuan
  4. Karakteristik,
  5. Capaian Pembelajaran
  6. Referensi

Perangkat Ajar

  • Alur Tujuan Pembelajaran
  • Modul Ajar

Pembelajaran dan

Asesmen

  • Prinsip Umum

Pembelajaran dan Asesmen

8 of 81

CAPAIAN PEMBELAJARAN

8

9 of 81

Kebijakan

26 Juli 2022 Rin Surtantini/BBPPMPV Seni dan Budaya 11

10 of 81

Konsep Capaian Pembelajaran

10

Fase F

Fase Pondasi

Fase A

Fase B

Fase C

Fase D

Fase E

PAUD/RA

SD/MI/Paket A

Kelas 1-2

SD/MI/Paket A

Kelas 3-4

SD/MI/Paket A

Kelas 5-6

SMP/Mts/Paket B

Kelas 7-9

SMA/MA/Paket C

Kelas 10

SMA/MA/Paket C

Kelas 11-12

Sebelum melangkah pada strategi perencanaan dan pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian, mari sejenak kita bahas Konsep Capaian Pembelajaran,

Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase, dimulai dari Fase Fondasi pada PAUD. Untuk Pendidikan dasar dan menengah, CP disusun untuk setiap mata pelajaran.”

Pemerintah hanya menetapkan tujuan akhir per fase (CP) dan waktu tempuhnya (fase). Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan strategi dan cara atau jalur untuk mencapainya. Agar bisa menentukan strategi yang sesuai, kita perlu tahu titik awal keberangkatan para peserta didik.

Pembagian Fase

11 of 81

Capaian Pembelajaran (CP) merupakan tujuan akhir di setiap fase pembelajaran siswa.

11

Capaian pembelajaran (CP) adalah kompetensi minimum yang harus dicapai oleh peserta didik untuk setiap mata pelajaran.

CP dirancang dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi.

12 of 81

CP memberikan tujuan umum dan ketersediaan waktu (fase) untuk mencapainya.

12

Jika dianalogikan dengan sebuah perjalanan berkendara,

Untuk mencapai tujuan tersebut, setiap pengemudi memiliki kebebasan untuk memilih jalur, cara, dan alat untuk menempuh perjalanan tersebut, yang disesuaikan dengan titik keberangkatan, kondisi, kemampuan, dan kecepatan masing-masing.

Dalam mencapai CP, kita perlu membangun kompetensi untuk melakukan perjalanan tersebut agar tiba di tujuan pada waktu yang ditentukan. Setiap satuan pendidikan dipersilakan mengatur strategi efektif untuk mencapai CP, sesuai dengan kemampuan dan potensinya.

Sumber gambar: https://www.theaa.com/driving-school/driving- lessons/advice/show-me-tell-me

13 of 81

Garis finish CP ada di akhir kelas 12. Untuk mencapai garis finish tersebut, pemerintah membuatnya ke dalam 6 etape yang disebut fase. Setiap fase lamanya 1-3 tahun.

13

Penggunaan istilah “fase” dilakukan untuk membedakannya dengan “kelas” karena peserta didik di satu kelas yang sama bisa jadi belajar dalam fase pembelajaran yang berbeda.

sumber gambar: https://momobil.id/news/penjelasan-arti-indikator-huruf-di- speedometer-mobil/

14 of 81

“Fase” memberikan keleluasaan dan keadilan bagi guru dan siswa untuk menyesuaikan rancangan pembelajaran dengan tahapan perkembangan, kemampuan, minat, konteks, dan kecepatan belajar siswa (Teaching at the Right Level).

Dengan penggunaan fase, diharapkan siswa akan dapat memiliki waktu lebih panjang untuk memahami dan mendalami konsep-konsep dan keterampilan untuk mencapai sebuah kompetensi yang dibangun CP.

sumber gambar: https://momobil.id/news/penjelasan-arti-indikator-huruf-di- speedometer-mobil/

16

15 of 81

Pemanfaatan fase Capaian Pembelajaran dalam Perencanaan Pembelajaran

Pembelajaran yang fleksibel.

Ada kalanya proses belajar berjalan lebih lambat pada suatu periode (misalnya ketika pembelajaran di masa pandemi COVID-19), sehingga dibutuhkan waktu lebih panjang untuk mempelajari suatu konsep. Ketika harus “menggeser” waktu untuk mengajarkan materi-materi pelajaran yang sudah dirancang, pendidik memiliki waktu lebih panjang untuk mengaturnya.

Perlu diketahui

Pembelajaran yang sesuai dengan kesiapan peserta didik.

Fase belajar seorang peserta didik menunjukkan kompetensinya, sementara kelas menunjukkan kelompok (cohort) berdasarkan usianya. Dengan demikian, ada kemungkinan peserta didik berada di Kelas III SD, namun belajar materi pelajaran untuk Fase A (yang umumnya untuk kelas I dan II) karena ia belum tuntas mempelajarinya. Hal ini berkaitan dengan Mekanisme Kenaikan Kelas.

16 of 81

Pemanfaatan fase Capaian Pembelajaran dalam Perencanaan Pembelajaran

Pengembangan rencana pembelajaran yang kolaboratif.

Satu fase biasanya lintas kelas, misalnya CP Fase D yang berlaku untuk Kelas VII, VIII, dan IX. Saat merencanakan pembelajaran di awal tahun ajaran, guru kelas VIII perlu berkolaborasi dengan kelas VII untuk mendapatkan informasi tentang sampai mana proses belajar sudah ditempuh peserta didik di kelas VII. Selanjutnya ia juga perlu berkolaborasi dengan guru kelas IX untuk menyampaikan bahwa rencana pembelajaran kelas VIII akan berakhir di suatu topik atau materi tertentu, sehingga guru kelas IX dapat merencanakan pembelajaran berdasarkan informasi tersebut.

Perlu diketahui

17 of 81

CP dirumuskan dalam bentuk Fase, bukan per tahun

CP selalu berpusat pada siswa, bukan pada ketuntasan materi

Jenjang PAUD

  • Fase Fondasi (TK B)

Jenjang SD

  • Fase A (Kelas 1-2 SD)
  • Fase B (Kelas 3-4 SD)
  • Fase C (Kelas 5-6 SD)

Jenjang SMP

  • Fase D (Kelas 7-9 SMP)

Jenjang SMA/SMK

  • Fase E (Kelas 10 SMA)
  • Fase F (Kelas 11-12 SMA)

19

18 of 81

Komponen CP

2

3

4

1

A. Rasional Mata Pelajaran

  • Alasan mempelajari mapel tersebut
  • keterkaitan antara Mapel dengan salah satu (atau lebih) Profil Pelajar Pancasila

B. Tujuan Mata

Pelajaran

Kemampuan yang perlu dicapai pelajar setelah mempelajari mata pelajaran tersebut

C. Karakteristik Mata Pelajaran

  • Deskripsi umum tentang apa yang dipelajari dalam mata pelajaran
  • Elemen-elemen (strands) atau domain mata pelajaran serta deskripsinya

D. Capaian dalam setiap fase secara keseluruhan

Kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase. Dibuat dalam bentuk pernyataan yang disajikan dalam paragraf yang utuh.

Capaian dalam setiap fase menurut elemen

Dibuat dalam bentuk matriks. Setiap elemen

dipetakan menurut perkembangan siswa

Lihat SK Kepala BSKAP No. 033/H/KR/2022 tentang Perubahan SK 008/2022

20

19 of 81

Mencermati dokumen CP: Dasar-Dasar Seni Rupa (Contoh)

19

20 of 81

Mencermati dokumen CP: Dasar-Dasar Seni Rupa (Contoh)

20

21 of 81

Mencermati dokumen CP: Dasar-Dasar Seni Rupa (Contoh)

21

Perhatikan Hubungan antara Tujuan Mapel dengan Elemen

22 of 81

Mencermati dokumen CP: Dasar-Dasar Seni Rupa

(Contoh)

22

23 of 81

Elemen dalam CP

23

Setiap CP suatu mata pelajaran memiliki beberapa elemen atau kelompok kompetensi esensial yang berlaku sama untuk semua fase pada mata pelajaran tersebut.

Masing-masing elemen tersebut memiliki capaian per-fasenya sendiri yang saling menunjang untuk mencapai pemahaman yang dituju.

Elemen sebuah mata pelajaran mungkin saja sama atau berbeda dengan mata pelajaran lainnya sesuai dengan karakteristik pada masing-masing mapel.

24 of 81

Elemen dalam CP

24

Jika pembelajaran ibarat sebuah perjalanan, diperlukan beberapa kompetensi esensial agar tepat waktu dan selamat mencapai tujuan. Contohnya, jika ingin melakukan perjalanan dengan cara mengemudikan mobil, ada beberapa elemen yang perlu dipelajari seperti mengenali bagian dan cara kerja mobil, mengemudi, keselamatan mengemudi, navigasi dan pengendalian emosi.

Masing-masing elemen memiliki capaiannya sendiri yang saling menunjang agar seseorang dapat memenuhi CP mengemudikan mobil.

Tentu saja jika perjalanan ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum, berjalan kaki, berlari, bersepeda, atau berlayar, elemen Capaian Pembelajarannya sangat mungkin berbeda dengan mengemudikan mobil.

Mungkin elemennya lebih sedikit/banyak, mungkin mirip atau sama.

25 of 81

Elemen setiap mata pelajaran dapat memiliki persamaan atau perbedaan karakteristik satu dengan lainnya.

25

Perlu diketahui

Contoh:

  • Dalam CP Matematika terdapat elemen Bilangan, Aljabar, Pengukuran, Geometri, dan Analisis Data dan Peluang
  • Dalam CP IPA terdapat elemen Pemahaman IPA dan Keterampilan Proses
  • Dalam CP Bahasa Indonesia terdapat elemen Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis

26 of 81

Karakteristik Mata Pelajaran

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati, mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat, membedakan perubahan fisik dan kimia serta memisahkan campuran sederhana.

Peserta didik dapat mendeskripsikan atom dan senyawa sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup, mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan serta melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tertentu (sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem pernafasan dan sistem reproduksi). Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim. Peserta didik mengidentifikasi pewarisan sifat dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), memahami hubungan konsep usaha dan energi, mengukur besaran suhu yang diakibatkan oleh energi kalor yang diberikan, sekaligus dapat membedakan isolator dan konduktor kalor.

Peserta didik memahami gerak, gaya dan tekanan, termasuk pesawat sederhana. Peserta didik memahami getaran dan gelombang, pemantulan dan pembiasan cahaya termasuk alat- alat optik sederhana yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik dapat membuat rangkaian listrik sederhana, memahami gejala kemagnetan dan kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan atau masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari- hari.

Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana.

Peserta didik mengenal pH sebagai ukuran sifat keasaman suatu zat serta menggunakannya untuk mengelompokkan materi (asam-basa berdasarkan pH nya). Dengan pemahaman ini peserta didik mengenali sifat fisika dan kimia tanah serta hubungannya dengan organisme serta pelestarian lingkungan.

Peserta didik memiliki keteguhan dalam mengambil keputusan yang benar untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan.

Capaian Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Fase D SMP/MTs/Paket B

Pemahaman IPA

Ada dua elemen utama dalam pendidikan IPA yakni pemahaman IPA dan keterampilan proses (inkuiri) untuk menerapkan sains dalam kehidupan sehari-hari. Setiap elemen berlaku untuk empat cakupan konten yaitu makhluk hidup, zat dan sifatnya, energi dan perubahannya, serta bumi dan antariksa.

Capaian Pembelajaran

Elemen CP

CP ditulis dalam paragraf yang utuh dan mudah dipahami sebagai satu kesatuan.

27 of 81

Capaian Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Fase D SMP/MTs/Paket B

Keterampilan Proses

Capaian Pembelajaran

Elemen CP

  1. Mengamati

Menggunakan berbagai alat bantu dalam melakukan pengukuran dan pengamatan. Memperhatikan detail yang relevan dari objek yang diamati.

  1. Mempertanyakan dan memprediksi

Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.

  1. Merencanakan dan melakukan penyelidikan

Peserta didik merencanakan dan melakukan langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab pertanyaan. Dalam penyelidikan, peserta didik menggunakan berbagai jenis variabel untuk membuktikan prediksi.

4. Memproses, menganalisis data dan informasi

Menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik, dan model serta menjelaskan hasil pengamatan dan pola atau hubungan pada data secara digital atau non digital. Mengumpulkan data dari penyelidikan yang dilakukannya, menggunakan data sekunder, serta menggunakan pemahaman sains untuk mengidentifikasi hubungan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti ilmiah.

5. Mengevaluasi dan refleksi

Mengevaluasi kesimpulan melalui perbandingan dengan teori yang ada. Menunjukkan kelebihan dan kekurangan proses penyelidikan dan efeknya pada data. Menunjukkan permasalahan pada metodologi.

6. Mengomunikasikan hasil

Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh yang ditunjang dengan argumen, bahasa serta konvensi sains yang sesuai konteks penyelidikan. Menunjukkan pola berpikir sistematis sesuai format yang ditentukan.

CP ditulis dalam paragraf yang utuh dan mudah dipahami sebagai satu kesatuan.

28 of 81

Coba amati elemen pada dokumen CP pada SK Kepala BSKAP No. 033/H/KR/2022 untuk mata pelajaran yang Anda ampu dan cermati karakteristiknya.

30

29 of 81

Beberapa Karakteristik CP berdasar Bidang Studi

Setiap bidang studi punya karakteristik masing-masing.

  • Ada yang mencantumkan konten/topik bahasan secara eksplisit (misalnya: IPAS).
  • Ada yang menyajikannya lewat kata/frasa kata kunci, dan satuan pendidikan dapat menentukan konten secara mandiri (misalnya: Bahasa Indonesia).
  • Ada bidang studi yang memadukan keterampilan berpikir dan penguasaan alat atau teknik tertentu sebagai kompetensi CP (misalnya: Informatika).
  • Ada bidang studi yang kompetensinya berciri pemahaman teori - pemaknaan reflektif - penerapan (misalnya: Pendidikan Pancasila).
  • Ada pula bidang studi yang pencapaian kompetensinya harus berurutan (misalnya: Matematika).

30 of 81

Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)

Memahami Capaian Pembelajaran (CP)

1

Menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) untuk Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran

2

Merencanakan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)

3

Melaksanakan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)

4

31 of 81

Secara strategis, Proses Perancangan Kegiatan Pembelajaran dapat dipahami melalui skema berikut:

Memahami Capaian Pembelajaran

Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran

Merancang Pembelajaran

Pemerintah menetapkan Capaian Pembelajaran (CP) sebagai kompetensi yang ditargetkan. Namun demikian, CP tidak cukup konkret untuk memandu kegiatan pembelajaran sehari-hari.

CP perlu diurai menjadi tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih operasional dan konkret, yang dicapai satu persatu oleh peserta didik hingga mereka mencapai akhir fase.

33

32 of 81

Memahami Capaian Pembelajaran

Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran

Merancang

Pembelajaran

Dalam merancang pembelajaran pendidik dapat

(3) menggunakan contoh yang disediakan.

(1) mengembangkan sepenuhnya alur tujuan pembelajaran

dan/atau perencanaan pembelajaran,

(2) mengembangkan alur tujuan pembelajaran dan/atau rencana

pembelajaran berdasarkan contoh-contoh yang disediakan Pemerintah

Pendidik menentukan pilihan tersebut berdasarkan kemampuan masing-masing

34

33 of 81

Merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis menurut urutan dari awal hingga akhir fase.

33

Tujuan pembelajaran yang dikembangkan perlu dicapai oleh peserta didik dalam satu atau lebih jam pelajaran, hingga akhirnya pada penghujung Fase mereka dapat mencapai CP. Oleh karena itu, untuk CP dalam satu fase, pendidik perlu mengembangkan beberapa tujuan pembelajaran.

Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

34 of 81

Pendidik dan satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai strategi untuk menyusun tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran.

Harus dipastikan tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran yang dipetakan memenuhi kriteria berikut ini:

34

Kompetensi

Kemampuan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dapat didemonstrasikan oleh peserta didik yang menunjukkan telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran.

Tujuan Pembelajaran (TP)

terdiri atas:

Lingkup materi

Ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang perlu dipahami di akhir satu unit pembelajaran

35 of 81

Pendidik dan satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai strategi untuk menyusun tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran.

Harus dipastikan tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran yang dipetakan memenuhi kriteria berikut ini:

35

Kriteria Alur Tujuan Pembelajaran

(ATP)

Menggambarkan urutan pengembangan kompetensi yang

harus dikuasai secara utuh dalam satu fase.

ATP menggambarkan cakupan dan tahapan pembelajaran

yang linear dari awal hingga akhir fase.

ATP menggambarkan cakupan dan tahapan pembelajaran

yang menggambarkan tahapan perkembangan kompetensi dalam satu fase

36 of 81

Merumuskan Tujuan Pembelajaran

36

Pendidik diberikan keleluasaan dalam menggunakan rujukan teori untuk merumuskan tujuan pembelajaran, diantaranya:

Taksonomi Bloom versi Revisi Anderson dan Krathwohl (2001)

6 Aspek Pemahaman yang dikembangkan oleh Tighe dan Wiggins (2005)

6 Level Taksonomi Marzano

(2000)

37 of 81

Perlu diketahui

mengingat kembali informasi yang telah dipelajari, termasuk definisi, fakta-fakta, daftar urutan, atau menyebutkan kembali suatu materi yang pernah diajarkan kepadanya.

menjelaskan ide atau konsep seperti menjelaskan suatu konsep menggunakan kalimat sendiri, menginterpretasikan suatu informasi, menyimpulkan, atau membuat parafrasa dari suatu bacaan.

menggunakan konsep, pengetahuan, atau informasi yang telah dipelajarinya pada situasi berbeda dan relevan

kemampuan untuk membuat keputusan, penilaian, mengajukan kritik dan rekomendasi yang sistematis

merangkaikan berbagai elemen menjadi satu hal baru yang utuh, melalui proses pencarian ide, evaluasi

terhadap hal/ide/benda yang ada sehingga kreasi yang diciptakan menjadi salah satu solusi terhadap masalah yang ada. termasuk

memberikan nilai tambah terhadap suatu produk yang sudah ada.

Taksonomi Bloom versi Revisi Anderson dan Krathwohl (2001)

Anderson dan Krathwohl mengelompokkan kemampuan kognitif menjadi tahapan-tahapan berikut

ini, dengan urutan dari kemampuan yang paling dasar ke yang paling tinggi sebagai berikut.

(C1)

Mengingat

(C2)

Memahami

(C3) Mengaplikasikan

(C4)

Menganalisis

(C5)

Mengevaluasi

(C6)

Menciptakan

memecah-mecah informasi menjadi beberapa bagian, kemampuan untuk mengeksplorasi hubungan/korelasi atau membandingkan antara dua hal atau lebih, menentukan keterkaitan antar konsep, atau mengorganisasikan beberapa ide dan/atau konsep.

38 of 81

6 Aspek Pemahaman Tighe dan Wiggins (2005)

6 Aspek/Facet Pemahaman merupakan cara untuk mengkonfirmasi pemahaman peserta didik atas apa yang telah mereka pelajari dan tidak hirarkis/bukan merupakan siklus.

Jika peserta didik melakukan salah satu dari keenam Aspek/Facet Pemahaman (mampu menjelaskan, menginterpretasi, menerapkan/mengaplikasikan, berempati, memiliki sebuah sudut pandang, atau memiliki pengenalan diri), berarti mereka telah mendemonstrasikan sebuah tingkat pemahaman.

6 Aspek/Facet Pemahaman ini

merupakan modal untuk menentukan Tujuan Pembelajaran (TP), menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), menentukan asesmen, dan instruksi yang tepat.

Perlu diketahui

39 of 81

6 Aspek Pemahaman (6 facet of understanding) (Wiggins and Tighe, 2005)

Merupakan bentuk-bentuk pemahaman yang digunakan dalam CP. Tidak

harus hirarkis.

Perlu

diketahui

Penjelasan

Explanation

Mendeskripsikan suatu ide dengan kata-kata sendiri, membangun hubungan antar topik, mendemonstrasikan hasil kerja, menjelaskan alasan/cara/prosedur , menjelaskan sebuah teori menggunakan data, berargumen dan mempertahankan pendapatnya.

Interpretasi

Interpretation

Menerjemahkan cerita, karya seni, atau situasi. Interpretasi juga berarti memaknai sebuah ide, perasaan atau sebuah hasil karya dari satu media ke media lain, dapat membuat analogi, anekdot, dan model. Melihat makna dari apa yang telah dipelajari dan relevansi dengan dirinya.

Aplikasi

Application

Menggunakan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman mengenai suatu dalam situasi yang nyata dalam kehidupan sehari-hari atau sebuah simulasi (menyerupai kenyataan)

Perspektif

Perspective

Melihat suatu hal dari sudut pandang yang berbeda, siswa dapat menjelaskan sisi lain dari sebuah situasi, melihat gambaran besar, melihat asumsi yang mendasari suatu hal dan memberikan kritik.

Empati

Empathy

Menaruh diri di posisi orang lain. Merasakan emosi yang dialami oleh pihak lain dan/atau memahami pikiran yang berbeda dengan dirinya.

Menemukan nilai (value) dari sesuatu

Pengenalan diri

Self-Knowledge

Memahami diri sendiri; yang menjadi kekuatan, area yang perlu dikembangkan serta proses berpikir dan emosi yang terjadi secara internal.

40 of 81

Contoh Bentuk Pemahaman Dalam CP Bahasa Indonesia Fase D elemen Menyimak

Perlu

diketahui

Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi dan eksposisi dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat.

Interpretasi

Interpretation

Mendeskripsikan makna dari puisi serta emosi yang ditangkap dari puisi tersebut

Aplikasi

Application

Membacakan/mendeklamasikan atau membuat karya untuk merespons puisi

Perspektif

Perspective

Melakukan bedah puisi melalui diskusi dari sudut pandang yang berbeda.

Empati

Empathy

Menaruh diri di posisi penulis puisi dan mencoba merasakan emosi yang dirasakan penulis dan dituangkan dalam media yang berbeda.

41 of 81

Perlu diketahui

Tingkat 5: metakognisi

mengingat kembali (retrieval) informasi dalam batas mengidentifikasi sebuah informasi secara

umum.

6 Level Taksonomi Marzano (2000)

Marzano menggunakan tiga sistem dalam domain pengetahuan yaitu sistem kognitif, sistem metakognitif, dan sistem diri (self- system). Terdapat 6 level taksonomi yaitu:

Tingkat 1: mengenali dan mengingat kembali (retrieval)

Pemahaman yang dimaksud melibatkan dua proses

yang saling berkaitan yaitu integrasikan dan simbolisasi.

Tingkat 2: pemahaman

Cakupan analisis disini berupa kemampuan menggenerasi informasi baru yang belum diproses oleh seseorang.

Ada lima proses analisis:

  1. mencocokan,
  2. mengklasifikasikan,
  3. menganalisis kesalahan,
  4. menyamaratakan (5) menspesifikasikan.

Tingkat 3: analisis

Pemanfaatan pengetahuan digunakan saat seseorang ingin

menyelesaikan tugas tertentu.

Ada empat kategori umum pemanfaatan pengetahuan:

  1. pengambilan keputusan,
  2. penyelesaian masalah,
  3. percobaan,
  4. penyelidikan.

Tingkat 4: pemanfaatan pengetahuan

Sistem metakognisi berfungsi untuk memantau, mengevaluasi

dan mengatur fungsi dari semua jenis

pemikiran lainnya.

Ada empat fungsi dari metakognisi:

(1) menetapkan tujuan, (2) memantau proses,

  1. memantau kejelasan,
  2. memantau ketepatan.

Tingkat 6: sistem diri

Menentukan apakah seseorang akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu tugas.

Ada empat jenis dari sistem diri:

  1. memeriksa kepentingan,
  2. memeriksa kemanjuran,
  3. memeriksa respon emosional,
  4. memeriksa motivasi secara keseluruhan.

42 of 81

Bagaimana strategi menyusun tujuan pembelajaran dalam alur tujuan pembelajaran

yang efektif?

42

Teknik 2

Merumuskan TP dengan Menganalisis ‘Kompetensi’ dan ‘Lingkup Materi’ pada CP.

Teknik 3

Merumuskan TP Lintas Elemen CP

Pendidik harus melakukan analisis Capaian Pembelajaran (CP) untuk kemudian disusun menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (TP). Merumuskan tujuan pembelajaran dari CP dapat dilakukan melalui beberapa teknik:

Teknik 1

Merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung dari CP

43 of 81

Bagaimana cara menyusun alur tujuan pembelajaran yang efektif?

43

Pendidik yang merancang alur tujuan pembelajarannya sendiri, tujuan-tujuan pembelajaran yang telah dikembangkan dalam tahap sebelumnya akan disusun sebagai satu alur (sequence) yang berurutan secara sistematis, dan logis dari awal hingga akhir fase.

(Creating Learning Materials for Open and Distance Learning, 2005; Doolittle, 2001; Morrison, Ross, & Kemp, 2007; Reigeluth & Keller, 2009)

44 of 81

Alur strategi yang dapat dilakukan,guna menyusun alur tujuan pembelajaran sebagai berikut:

Bagaimana strategi menyusun tujuan pembelajaran dalam alur tujuan pembelajaran yang efektif?

1

2

Perhatikan kompetensi serta materi yang hendak dicapai pada CP tersebut.

Rumuskan tujuan pembelajaran dengan mempertimbangkan kompetensi dan lingkup materinya. Pastikan kompetensi utama yang termuat dalam CP tercapai.

Pertimbangkan beban jam pelajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran, agar selaras dengan beban JP pada mata pelajaran.

3

Susun tujuan pembelajaran secara linear dari awal fase hingga akhir fase. Dalam menyusun alur, perhatikan kesesuaian tujuan pembelajaran terhadap kompleksitas dan perkembangan peserta didik.

4

Perhatikan hal berikut:

  • CP berlaku untuk 1 FASE.
  • Lihat karakteristik masing- masing mata pelajaran, karena terdapat CP berbasis konten (PP, Matematika), sintaks (Seni), bahkan terdapat pula yang berbasis kompetensi (Bahasa).
  • Kalimat dalam tujuan pembelajaran dapat mengambil dari berbagai referensi, poin utamanya adalah “operasional” (kompetensinya terukur).

45 of 81

45

Bagaimana cara menyusun alur tujuan pembelajaran yang

efektif?

Dalam menyusun alur tujuan pembelajaran, pendidik dapat mengacu pada berbagai cara yang diuraikan di bawah ini:

1. Pengurutan dari yang Konkret ke yang Abstrak

2. Pengurutan Deduktif

3. Pengurutan dari Mudah ke yang lebih Sulit

4. Pengurutan Hierarki

5. Pengurutan Prosedural

6. Scaffolding

(Creating Learning Materials for Open and Distance Learning, 2005; Doolittle, 2001; Morrison, Ross, & Kemp, 2007; Reigeluth & Keller, 2009)

46 of 81

Dalam menyusun alur tujuan pembelajaran, pendidik dapat mengacu pada berbagai cara yang diuraikan pada tabel di bawah ini:

46

Bagaimana cara menyusun alur tujuan pembelajaran yang efektif?

Pengurutan dari yang Konkret ke yang Abstrak

Metode pengurutan dari konten yang konkret dan berwujud ke konten yang lebih abstrak dan simbolis. Contoh : memulai pengajaran dengan menjelaskan tentang benda geometris (konkret) terlebih dahulu sebelum mengajarkan aturan teori objek geometris tersebut (abstrak).

Pengurutan Deduktif

Metode pengurutan dari konten bersifat umum ke konten yang spesifik. Contoh : mengajarkan konsep database terlebih dahulu sebelum mengajarkan tentang tipe database, seperti hierarki atau relasional.

Pengurutan dari Mudah ke

yang lebih Sulit

Metode pengurutan dari konten paling mudah ke konten paling sulit. Contoh: mengajarkan cara mengeja kata-kata pendek dalam kelas

bahasa sebelum mengajarkan kata yang lebih panjang.

Pengurutan Hierarki

Metode ini dilaksanakan dengan mengajarkan keterampilan komponen konten yang lebih mudah terlebih dahulu sebelum mengajarkan keterampilan yang lebih kompleks. Contoh : siswa perlu belajar tentang penjumlahan sebelum mereka dapat memahami konsep perkalian.

Pengurutan Prosedural

Metode ini dilaksanakan dengan mengajarkan tahap pertama dari sebuah prosedur, kemudian membantu siswa untuk menyelesaikan tahapan selanjutnya. Contoh : dalam mengajarkan cara menggunakan t-test dalam sebuah pertanyaan penelitian, ada beberapa tahap prosedur yang harus dilalui, seperti menulis hipotesis, menentukan tipe tes yang akan digunakan, memeriksa asumsi, dan menjalankan tes dalam sebuah perangkat lunak statistik.

Scaffolding

Metode pengurutan yang meningkatkan standar performa sekaligus mengurangi bantuan secara bertahap. Contoh : dalam mengajarkan berenang, guru perlu menunjukkan cara mengapung, dan ketika siswa mencobanya, guru hanya butuh membantu. Setelah ini, bantuan yang diberikan akan berkurang secara bertahap. Pada akhirnya, siswa dapat berenang sendiri.

(Creating Learning Materials for Open and Distance Learning, 2005; Doolittle, 2001; Morrison, Ross, & Kemp, 2007; Reigeluth & Keller, 2009)

47 of 81

Inspirasi Penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan pembelajaran

(ATP)

Keterangan:

  • lingkup materi diperoleh berdasarkan analisis yang terdapat dalam capaian pembelajaran masing-masing elemen, kemudian merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan analisis dari capaian pembelajaran.
  • Kode TP merupakan pengkodean agar mudah dalam pemetaan alur tujuan pembelajaran. Arti kode TP, misal: B.7.1, dimana “B”

merupakan elemen Bilangan, “7” merupakan perencanaan di Kelas 7, dan “1” merupakan

tujuan pembelajaran. “A” elemen Aljabar, “P” elemen Pengukuran, “G” elemen Geometri, dan “D” elemen Analisis Data dan Peluang.

  • Urutan elemen, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan kode tidak menggambarkan urutan alur tujuan pembelajaran.

  • Alokasi Waktu merupakan perencanaan jumlah jam pelajaran berdasarkan masing- masing tujuan pembelajaran.

Lingkup

Materi

48 of 81

Inspirasi Penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan pembelajaran

(ATP)

Keterangan:

  • lingkup materi diperoleh berdasarkan analisis yang terdapat dalam capaian pembelajaran masing-masing elemen, kemudian merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan analisis dari capaian pembelajaran.

  • Kode TP merupakan pengkodean agar mudah dalam pemetaan alur tujuan pembelajaran. Arti kode TP, misal: B.7.1, dimana “B”

merupakan elemen Bilangan, “7” merupakan perencanaan di Kelas 7, dan “1” merupakan

tujuan pembelajaran. “A” elemen Aljabar, “P” elemen Pengukuran, “G” elemen Geometri, dan “D” elemen Analisis Data dan Peluang.

  • Urutan elemen, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan kode tidak menggambarkan urutan alur tujuan pembelajaran.

  • Alokasi Waktu merupakan perencanaan jumlah jam pelajaran berdasarkan masing- masing tujuan pembelajaran.

Lingkup

Materi

49 of 81

Inspirasi Penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan pembelajaran

(ATP)

Keterangan:

  • lingkup materi diperoleh berdasarkan analisis yang terdapat dalam capaian pembelajaran masing-masing elemen, kemudian merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan analisis dari capaian pembelajaran.

  • Kode TP merupakan pengkodean agar mudah dalam pemetaan alur tujuan pembelajaran. Arti kode TP, misal: B.7.1, dimana “B”

merupakan elemen Bilangan, “7” merupakan perencanaan di Kelas 7, dan “1” merupakan

tujuan pembelajaran. “A” elemen Aljabar, “P” elemen Pengukuran, “G” elemen Geometri, dan “D” elemen Analisis Data dan Peluang.

  • Urutan elemen, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan kode tidak menggambarkan urutan alur tujuan pembelajaran.

  • Alokasi Waktu merupakan perencanaan jumlah jam pelajaran berdasarkan masing- masing tujuan pembelajaran.

Lingkup Materi

50 of 81

Inspirasi Penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan pembelajaran

(ATP)

Keterangan:

  • lingkup materi diperoleh berdasarkan analisis yang terdapat dalam capaian pembelajaran masing-masing elemen, kemudian merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan analisis dari capaian pembelajaran.

  • Kode TP merupakan pengkodean agar mudah dalam pemetaan alur tujuan pembelajaran. Arti kode TP, misal: B.7.1, dimana “B”

merupakan elemen Bilangan, “7” merupakan perencanaan di Kelas 7, dan “1” merupakan

tujuan pembelajaran. “A” elemen Aljabar, “P” elemen Pengukuran, “G” elemen Geometri, dan “D” elemen Analisis Data dan Peluang.

  • Urutan elemen, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan kode tidak menggambarkan urutan alur tujuan pembelajaran.

  • Alokasi Waktu merupakan perencanaan jumlah jam pelajaran berdasarkan masing- masing tujuan pembelajaran.

Lingkup Materi

51 of 81

Inspirasi Penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan pembelajaran

(ATP)

Keterangan:

  • lingkup materi diperoleh berdasarkan analisis yang terdapat dalam capaian pembelajaran masing-masing elemen, kemudian merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan analisis dari capaian pembelajaran.

  • Kode TP merupakan pengkodean agar mudah dalam pemetaan alur tujuan pembelajaran. Arti kode TP, misal: B.7.1, dimana “B”

merupakan elemen Bilangan, “7” merupakan perencanaan di Kelas 7, dan “1” merupakan

tujuan pembelajaran. “A” elemen Aljabar, “P” elemen Pengukuran, “G” elemen Geometri, dan “D” elemen Analisis Data dan Peluang.

  • Urutan elemen, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan kode tidak menggambarkan urutan alur tujuan pembelajaran.

  • Alokasi Waktu merupakan perencanaan jumlah jam pelajaran berdasarkan masing- masing tujuan pembelajaran.

52 of 81

Inspirasi Penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan pembelajaran

(ATP)

Keterangan:

  • Konten (materi) diperoleh berdasarkan analisis yang terdapat dalam capaian pembelajaran masing-masing elemen, kemudian merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan analisis dari capaian pembelajaran.

  • Kode TP merupakan pengkodean agar mudah dalam pemetaan alur tujuan pembelajaran. Arti kode TP, misal: B.7.1, dimana “B”

merupakan elemen Bilangan, “7” merupakan perencanaan di Kelas 7, dan “1” merupakan

tujuan pembelajaran. “A” elemen Aljabar, “P” elemen Pengukuran, “G” elemen Geometri, dan “D” elemen Analisis Data dan Peluang.

  • Urutan elemen, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan kode tidak menggambarkan urutan alur tujuan pembelajaran.

  • Alokasi Waktu merupakan perencanaan jumlah jam pelajaran berdasarkan masing- masing tujuan pembelajaran.

53 of 81

Inspirasi Penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan pembelajaran

(ATP)

Keterangan:

  • Konten (materi) diperoleh berdasarkan analisis yang terdapat dalam capaian pembelajaran masing-masing elemen, kemudian merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan analisis dari capaian pembelajaran.

  • Kode TP merupakan pengkodean agar mudah dalam pemetaan alur tujuan pembelajaran. Arti kode TP, misal: B.7.1, dimana “B”

merupakan elemen Bilangan, “7” merupakan perencanaan di Kelas 7, dan “1” merupakan

tujuan pembelajaran. “A” elemen Aljabar, “P” elemen Pengukuran, “G” elemen Geometri, dan “D” elemen Analisis Data dan Peluang.

  • Urutan elemen, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan kode tidak menggambarkan urutan alur tujuan pembelajaran.

  • Alokasi Waktu merupakan perencanaan jumlah jam pelajaran berdasarkan masing- masing tujuan pembelajaran.

54 of 81

Berlatih

54

  1. Mengidentifikasi dan menganalisis CP
  2. Menurunkannya menjadi rumusan TP
  3. Merangkainya ke dalam ATP,

55 of 81

Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP)

dengan menganalisis CP

55

Kalimat CP

Materi Inti (konten)

Kompetensi (keterampilan)

1.

2.

3.

dst

1.

2.

3.

dst

Rumusan Kalimat TP dari hasil analisis CP :

Identitas Kelompok Nama sekolah:

Mata Pelajaran/Fase/Kelas yang dianalisis:

Elemen:

56 of 81

56

26 Juli 2022

Rin Surtantini/BBPPMPV Seni dan Budaya

Tindak Lanjut:

  1. Lakukan analisis konten dan kompetensi terhadap CP pada semua elemen yang terdapat pada mapel di atas, dan susunlah TP pada setiap elemen

tersebut berdasarkan hasil analisis konten dan kompetensi pada uraian CP setiap elemen.

  1. Rumuskan tujuan pembelajaran untuk setiap elemen pada mapel tersebut.
  2. Rangkailah alur tujuan pembelajaran pada satu fase mapel tersebut berdasarkan langkah 1 dan 2 di atas.

57 of 81

57

58 of 81

60

59 of 81

26 Juli 2022

Sumber: Eko Santosa (2022)

Rin Surtantini/BBPPMPV Seni dan Budaya

61

60 of 81

60

Sumber: Eko Santosa (2022)

61 of 81

61

Sumber: Eko Santosa (2022)

26 Juli 2022

Rin Surtantini/BBPPMPV Seni dan Budaya

62 of 81

Modul Ajar

62

63 of 81

Apa yang dimaksud dengan Modul Ajar?

Modul Ajar merupakan salah satu perangkat ajar yang digunakan

untuk merencanakan pembelajaran. Modul ajar sama seperti RPP, namun modul ajar memiliki komponen yang lebih lengkap.

Modul ajar adalah sebuah dokumen yang berisi tujuan, langkah,

dan media pembelajaran serta asesmen yang dibutuhkan dalam satu unit atau topik berdasarkan alur tujuan pembelajaran.

Pendidik memiliki keleluasaan untuk membuat sendiri, memilih

dan memodifikasi modul ajar yang tersedia sesuai dengan konteks, kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

64 of 81

ALUR PENULISAN MODUL AJAR

65 of 81

Komponen Modul Ajar Lengkap

LAMPIRAN

  • Lembar aktivitas
  • Rubrik penilaian
  • Bahan ajar lain yang

relevan

KOMPONEN DETAIL MODUL AJAR PER PERTEMUAN

  • Bahan ajar
  • Pemahaman Bermakna
  • Pertanyaan pemantik
  • Indikator keberhasilan
  • Asesmen
  • Sarana dan prasarana
  • Rencana kegiatan

Komponen Modul Ajar

  • Fase capaian modul ajar
  • Jumlah jam pelajaran
  • Model belajar
  • Tujuan Pembelajaran
  • Dimensi Pancasila
  • Pengetahuan/Keterampilan

Prasayarat

Struktur modul ajar tersebut bukan struktur wajib yang semuanya harus dilampirkan dalam modul ajar yang dibuat/dimodifikasi. Guru diperbolehkan untuk memilih/menyederhanakan beberapa komponen utama untuk dicantumakan dalam modul ajar sesuai dengan kebutuhan di kelas masing-masing.

66 of 81

Komponen Modul Ajar Wajib

Alur tujuan pembelajaran menjadi dasar bagi pendidik untuk menyusun perencanaan pembelajaran atau modul ajar. Pendidik memiliki keleluasaan untuk mengembangkan modul ajar sendiri, memilih dan memodifikasi modul ajar yang tersedia sesuai dengan konteks, kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

dengan

Secara umum modul ajar memiliki tiga komponen utama yaitu:

  1. Tujuan Pembelajaran
  2. Langkah-langkah Pembelajaran atau Kegiatan Pembelajaran
  3. Asesmen Pembelajaran.

Pendidik diperbolehkan apabila ingin mengembangkan modul ajar komponen-komponen tambahan di luar komponen wajib.

67 of 81

o Acuan Teknik Modifikasi Modul Ajar

  1. Menetapkan tujuan belajar berdasarkan CP dan ATP sesuai karakteristik murid, kurikulum; dan profil pelajar Pancasila.
  2. Menyusun desain pembelajaran; melaksanakan; dan merefleksikan kegiatan pembelajaran yang efektif.
  3. Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistic.
  4. Pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan masyarakat sebagai mitra
  5. Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan

68 of 81

Hal yang diperhatikan saat memilih

modul ajar untuk dimodifikasi:

  1. Apakah selaras dengan rencana yang sudah dibuat saat penyusunan ATP?
  2. Apakah cocok dengan kondisi dan karakteristik murid?
  3. Apakah sarana dan prasarananya tersedia di sekolah?
  4. Adakah yang perlu atau bisa dimodifikasi?

69 of 81

Pengembangan Bahan Ajar

Yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Bahan Ajar

Bahan ajar bersifat variatif. Bisa berupa bahan ajar cetak dan bahan ajar non-cetak.

Sesuaikan buku yang

disediakan tersebut dengan ATP, kebutuhan dan karakteristik sekolah masing-masing.

Kembangkan bahan ajar untuk membuat kegiatan pembelajaran semakin bermakna dan variatif.

Buku yang disediakan pemerintah hanya salah satu alternatif bahan ajar, guru diperbolehkan untuk mengembangkan dan menambahkan bahan ajar lain yang relevan.

70 of 81

Hal penting lain yang harus diperhatikan saat akan membuat modul ajar adalah ; “Menyesuaikan Lingkup kesiapan belajar, minat, dan tingkat penguasaan kompetensi peserta didik.

71 of 81

Asesmen

72 of 81

Paradigma Asesmen

Yang Harus Diperhatikan dalam Menentukan Asesmen

Penerapan Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset

Terpadu dimana Asesmen mencakup kompetensi pada ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang saling terkait.

Sekolah diberikan keleluasaan untuk menentukan teknik dan jenis asesmen.

Khusus SMK, terdapat juga bentuk asesmen khas yang membedakan dengan jenjang yang lain, yaitu Asesmen Praktek Kerja Lapangan, Uji Kompetensi Kejuruan dan uji unit kompetensi

Keleluasaan dalam menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.

73 of 81

Asesmen Awal Pembelajaran

Asesmen awal pembelajaran dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik, dan hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian peserta didik.

Pendidik dapat melaksanakan

asesmen awal pembelajaran

sesuai kebutuhan, misalnya

pada awal tahun pelajaran, pada

awal semester, sebelum memulai

satu lingkup materi (dapat

berupa 1 atau beberapa TP),

atau sebelum menyusun modul

ajar secara mandiri. Dengan

demikian, asesmen awal

pembelajaran tidak perlu

dilakukan setiap mengawali

tatap muka.

Asesmen pada awal pembelajaran

diharapkan tidak memberatkan

pendidik atau satuan

pendidikan. Namun demikian jika

pendidik atau satuan pendidikan

memiliki kemampuan, dapat melengkapi data

tambahan dengan melakukan

asesmen non kognitif yang mencakup, kesiapan belajar, minat, profil belajar, latar belakang keluarga, riwayat tumbuh kembang, dll.

74 of 81

Asesmen Pembelajaran

  • Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, dan menyediakan informasi yang holistik sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua, agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya.
  • Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran.
  • Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar dan menentukan keputusan tentang langkah selanjutnya.

75 of 81

Asesmen Pembelajaran

  • Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai serta strategi tindak lanjutnya.
  • Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

76 of 81

Alur Asesmen

  1. Menentukan tujuan pembelajaran (sesuai alur perkembangan dimensi).
  2. Merancang indikator (memastikan kedalaman tujuan, membuat

indikator yang mencakup aspek kognisi, sikap, dan keterampilan)

  1. Menyusun strategi asesmen
  2. Menyiapkan alat ukur atau instrumennya (rubrik)
  3. menyiapkan instruksi atau panduan untuk murid (Lembar kerja)
  4. Mengolah hasil asesmen dan bukti pencapaian peserta didik untuk membuat inferensi (kesimpulan) mengenai pencapaian peserta didik terhadap tujuan pembelajaran
  5. Menyusun rapor

77 of 81

Acuan yang digunakan untuk melaksanakan asesmen pembelajaran

78 of 81

o JENIS ASESMEN

79 of 81

Contoh Bentuk Asesmen Formatif dan Sumatif

Bentuk Asesmen Formatif dan Sumatif

r

DISKUSI KELAS

  • Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi anta siswa.
  • Belajar berdemokrasi, menghargai pendapat orang lain serta berani berpendapat.

DRAMA

  • Melatih kepercayaan diri dan jiwa seni.
  • Belajar bekerjasama, komunikasi serta berfikiri kritis.

PRESENTASI

  • Mengembangkan kemampuan berkomunikasi.
  • Belajar memahami topik secara mendalam, berfikir dan bernalar kritis.

PRODUK

  • Mengembangkan kkreatifitas
  • Meningkatkan ketelitian dan jiwa seni.

TES LISAN

  • Meningkatkan kemampuan berbicara
  • mengkonfirmasi pemahaman.
  • Menerapkan umpan balik

80 of 81

o Pelaksanaan Asesmen Sumatif dan Formatif

Pelaksanaan

asesmen formatif dapat dilakukan

dengan memperhatikan hal berikut:

bersamaan

dalam proses

o Dilaksanakan

pembelajaran, yang, kemudian

untuk memberi perlakuan

ditindaklanjuti

berdasarkan

kebutuhan peserta didik serta perbaikan proses pembelajaran.

o Pendidik dapat menggunakan

seperti observasi, performa

berbagai teknik

(kinerja, produk,

proyek, portofolio), maupun tes.

o Tindak lanjut yang dilakukan bisa dilakukan

langsung dengan memberikan umpan balik atau melakukan intervensi.

instrumen

o Pendidik dapat mempersiapkan

seperti rubrik, catatan

berbagai

anekdotal,

lembar ceklist untuk mencatat informasi yang terjadi selama pembelajaran berlangsung

(Infografis)

Pelaksanaan asesmen sumatif

dapat

dilakukan

dengan memperhatikan hal berikut:

o Sumatif dilakukan pada akhir lingkup materi

untuk mengukur kompetensi yang dikehendaki

dalam tujuan pembelajaran dan pada akhir semester.

o Pendidik dapat menggunakan berbagai teknik

seperti portofolio, performa (kinerja, produk,

proyek, portofolio), maupun tes.

o Hasil sumatif

dapat ditindak lanjuti dengan memberikan umpan balik atau melakukan

intervensi kepada peserta didik maupun proses

pembelajaran yang telah dilakukan

Penting bagi para guru untuk memegang rubrik penilaian sebagai dasar penilaian pada siswa.

81 of 81

TERIMA KASIH TELAH MENYIMAK!

83