PERANGKAT PEMBELAJARAN PADA KURIKULUM MERDEKA
Disampaikan pada kegiatan
BIMTEK PENYELARASAN KURIKULUM SMK
DINAS DIKPORA DIY
14 JUNI 2023
Dra. SRI RAHAYU , M. Pd.
Ms AGUNG S, S. IP, M.Pd.
PENGAWAS SMK DINAS DIKPORA DIY
26 Juli 2022
Rin Surtantini/BBPPMPV Seni dan Budaya
1
Apa yang akan dibahas?
4. Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran
5. Menyiapkan Modul Ajar
https://www.freepik.com/
Implementasi Kurikulum Merdeka untuk pemulihan pembelajaran dilakukan berdasarkan kebijakan-kebijakan berikut.
Permendikbudristek No. 16 Tahun 2022
Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Permendikbudristek No. 7 Tahun 2022
Standar Isi pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Permendikbudristek No. 5 Tahun 2022
Standar Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Implementasi Kurikulum Merdeka untuk pemulihan pembelajaran dilakukan berdasarkan kebijakan-kebijakan berikut.
SK Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan No.
033/H/KR/2022
(Perubahan SK Kepala BSKAP No. 008/2022)
tentang Capaian Pembelajaran PAUD,
Pendidikan Dasar
Kepmendikbudris-tek
No. 262/2022
(Perubahan Kepmendikbudristek No. 56/2022)
tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Pemulihan Pembelajaran
SK Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan No.
09/2022 tentang Dimensi Elemen Profil Pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka
Kerangka dan Struktur Kurikulum Merdeka
5
2022
Rin Surtantini/BBPPMPV Seni dan Budaya
SPEKTRUM KEAHLIAN
6
Kerangka Kurikulum SMK (SMK Pusat Keunggulan)
7
Struktur Kurikulum
Capaian
Pembelajaran
Spektrum Keahlian
Daftar Mata Pelajaran dan Aloksi Waktu
Deskripsi/Uraian Mata
Pelajaran:
Perangkat Ajar
Pembelajaran dan
Asesmen
Pembelajaran dan Asesmen
CAPAIAN PEMBELAJARAN
8
Kebijakan
26 Juli 2022 Rin Surtantini/BBPPMPV Seni dan Budaya 11
Konsep Capaian Pembelajaran
10
| Fase F | | |||||
Fase Pondasi | Fase A | Fase B | Fase C | Fase D | Fase E | ||
PAUD/RA | SD/MI/Paket A Kelas 1-2 | SD/MI/Paket A Kelas 3-4 | SD/MI/Paket A Kelas 5-6 | SMP/Mts/Paket B Kelas 7-9 | SMA/MA/Paket C Kelas 10 | SMA/MA/Paket C Kelas 11-12 | |
Sebelum melangkah pada strategi perencanaan dan pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian, mari sejenak kita bahas Konsep Capaian Pembelajaran,
“Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase, dimulai dari Fase Fondasi pada PAUD. Untuk Pendidikan dasar dan menengah, CP disusun untuk setiap mata pelajaran.”
Pemerintah hanya menetapkan tujuan akhir per fase (CP) dan waktu tempuhnya (fase). Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan strategi dan cara atau jalur untuk mencapainya. Agar bisa menentukan strategi yang sesuai, kita perlu tahu titik awal keberangkatan para peserta didik.
Pembagian Fase
Capaian Pembelajaran (CP) merupakan tujuan akhir di setiap fase pembelajaran siswa.
11
Capaian pembelajaran (CP) adalah kompetensi minimum yang harus dicapai oleh peserta didik untuk setiap mata pelajaran.
CP dirancang dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi.
CP memberikan tujuan umum dan ketersediaan waktu (fase) untuk mencapainya.
12
Jika dianalogikan dengan sebuah perjalanan berkendara,
Untuk mencapai tujuan tersebut, setiap pengemudi memiliki kebebasan untuk memilih jalur, cara, dan alat untuk menempuh perjalanan tersebut, yang disesuaikan dengan titik keberangkatan, kondisi, kemampuan, dan kecepatan masing-masing.
Dalam mencapai CP, kita perlu membangun kompetensi untuk melakukan perjalanan tersebut agar tiba di tujuan pada waktu yang ditentukan. Setiap satuan pendidikan dipersilakan mengatur strategi efektif untuk mencapai CP, sesuai dengan kemampuan dan potensinya.
Sumber gambar: https://www.theaa.com/driving-school/driving- lessons/advice/show-me-tell-me
Garis finish CP ada di akhir kelas 12. Untuk mencapai garis finish tersebut, pemerintah membuatnya ke dalam 6 etape yang disebut fase. Setiap fase lamanya 1-3 tahun.
13
Penggunaan istilah “fase” dilakukan untuk membedakannya dengan “kelas” karena peserta didik di satu kelas yang sama bisa jadi belajar dalam fase pembelajaran yang berbeda.
sumber gambar: https://momobil.id/news/penjelasan-arti-indikator-huruf-di- speedometer-mobil/
“Fase” memberikan keleluasaan dan keadilan bagi guru dan siswa untuk menyesuaikan rancangan pembelajaran dengan tahapan perkembangan, kemampuan, minat, konteks, dan kecepatan belajar siswa (Teaching at the Right Level).
Dengan penggunaan fase, diharapkan siswa akan dapat memiliki waktu lebih panjang untuk memahami dan mendalami konsep-konsep dan keterampilan untuk mencapai sebuah kompetensi yang dibangun CP.
sumber gambar: https://momobil.id/news/penjelasan-arti-indikator-huruf-di- speedometer-mobil/
16
Pemanfaatan fase Capaian Pembelajaran dalam Perencanaan Pembelajaran
Pembelajaran yang fleksibel.
Ada kalanya proses belajar berjalan lebih lambat pada suatu periode (misalnya ketika pembelajaran di masa pandemi COVID-19), sehingga dibutuhkan waktu lebih panjang untuk mempelajari suatu konsep. Ketika harus “menggeser” waktu untuk mengajarkan materi-materi pelajaran yang sudah dirancang, pendidik memiliki waktu lebih panjang untuk mengaturnya.
Perlu diketahui
Pembelajaran yang sesuai dengan kesiapan peserta didik.
Fase belajar seorang peserta didik menunjukkan kompetensinya, sementara kelas menunjukkan kelompok (cohort) berdasarkan usianya. Dengan demikian, ada kemungkinan peserta didik berada di Kelas III SD, namun belajar materi pelajaran untuk Fase A (yang umumnya untuk kelas I dan II) karena ia belum tuntas mempelajarinya. Hal ini berkaitan dengan Mekanisme Kenaikan Kelas.
Pemanfaatan fase Capaian Pembelajaran dalam Perencanaan Pembelajaran
Pengembangan rencana pembelajaran yang kolaboratif.
Satu fase biasanya lintas kelas, misalnya CP Fase D yang berlaku untuk Kelas VII, VIII, dan IX. Saat merencanakan pembelajaran di awal tahun ajaran, guru kelas VIII perlu berkolaborasi dengan kelas VII untuk mendapatkan informasi tentang sampai mana proses belajar sudah ditempuh peserta didik di kelas VII. Selanjutnya ia juga perlu berkolaborasi dengan guru kelas IX untuk menyampaikan bahwa rencana pembelajaran kelas VIII akan berakhir di suatu topik atau materi tertentu, sehingga guru kelas IX dapat merencanakan pembelajaran berdasarkan informasi tersebut.
Perlu diketahui
CP dirumuskan dalam bentuk Fase, bukan per tahun
CP selalu berpusat pada siswa, bukan pada ketuntasan materi
Jenjang PAUD
Jenjang SD
Jenjang SMP
Jenjang SMA/SMK
19
Komponen CP
2
3
4
1
A. Rasional Mata Pelajaran
B. Tujuan Mata
Pelajaran
Kemampuan yang perlu dicapai pelajar setelah mempelajari mata pelajaran tersebut
C. Karakteristik Mata Pelajaran
D. Capaian dalam setiap fase secara keseluruhan
Kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase. Dibuat dalam bentuk pernyataan yang disajikan dalam paragraf yang utuh.
Capaian dalam setiap fase menurut elemen
Dibuat dalam bentuk matriks. Setiap elemen
dipetakan menurut perkembangan siswa
Lihat SK Kepala BSKAP No. 033/H/KR/2022 tentang Perubahan SK 008/2022
20
Mencermati dokumen CP: Dasar-Dasar Seni Rupa (Contoh)
19
Mencermati dokumen CP: Dasar-Dasar Seni Rupa (Contoh)
20
Mencermati dokumen CP: Dasar-Dasar Seni Rupa (Contoh)
21
Perhatikan Hubungan antara Tujuan Mapel dengan Elemen
Mencermati dokumen CP: Dasar-Dasar Seni Rupa
(Contoh)
22
Elemen dalam CP
23
Setiap CP suatu mata pelajaran memiliki beberapa elemen atau kelompok kompetensi esensial yang berlaku sama untuk semua fase pada mata pelajaran tersebut.
Masing-masing elemen tersebut memiliki capaian per-fasenya sendiri yang saling menunjang untuk mencapai pemahaman yang dituju.
Elemen sebuah mata pelajaran mungkin saja sama atau berbeda dengan mata pelajaran lainnya sesuai dengan karakteristik pada masing-masing mapel.
Elemen dalam CP
24
Jika pembelajaran ibarat sebuah perjalanan, diperlukan beberapa kompetensi esensial agar tepat waktu dan selamat mencapai tujuan. Contohnya, jika ingin melakukan perjalanan dengan cara mengemudikan mobil, ada beberapa elemen yang perlu dipelajari seperti mengenali bagian dan cara kerja mobil, mengemudi, keselamatan mengemudi, navigasi dan pengendalian emosi.
Masing-masing elemen memiliki capaiannya sendiri yang saling menunjang agar seseorang dapat memenuhi CP mengemudikan mobil.
Tentu saja jika perjalanan ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum, berjalan kaki, berlari, bersepeda, atau berlayar, elemen Capaian Pembelajarannya sangat mungkin berbeda dengan mengemudikan mobil.
Mungkin elemennya lebih sedikit/banyak, mungkin mirip atau sama.
Elemen setiap mata pelajaran dapat memiliki persamaan atau perbedaan karakteristik satu dengan lainnya.
25
Perlu diketahui
Contoh:
Karakteristik Mata Pelajaran
Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati, mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat, membedakan perubahan fisik dan kimia serta memisahkan campuran sederhana.
Peserta didik dapat mendeskripsikan atom dan senyawa sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup, mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan serta melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tertentu (sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem pernafasan dan sistem reproduksi). Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim. Peserta didik mengidentifikasi pewarisan sifat dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), memahami hubungan konsep usaha dan energi, mengukur besaran suhu yang diakibatkan oleh energi kalor yang diberikan, sekaligus dapat membedakan isolator dan konduktor kalor.
Peserta didik memahami gerak, gaya dan tekanan, termasuk pesawat sederhana. Peserta didik memahami getaran dan gelombang, pemantulan dan pembiasan cahaya termasuk alat- alat optik sederhana yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik dapat membuat rangkaian listrik sederhana, memahami gejala kemagnetan dan kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan atau masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari- hari.
Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana.
Peserta didik mengenal pH sebagai ukuran sifat keasaman suatu zat serta menggunakannya untuk mengelompokkan materi (asam-basa berdasarkan pH nya). Dengan pemahaman ini peserta didik mengenali sifat fisika dan kimia tanah serta hubungannya dengan organisme serta pelestarian lingkungan.
Peserta didik memiliki keteguhan dalam mengambil keputusan yang benar untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan.
Capaian Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Fase D SMP/MTs/Paket B
Pemahaman IPA
Ada dua elemen utama dalam pendidikan IPA yakni pemahaman IPA dan keterampilan proses (inkuiri) untuk menerapkan sains dalam kehidupan sehari-hari. Setiap elemen berlaku untuk empat cakupan konten yaitu makhluk hidup, zat dan sifatnya, energi dan perubahannya, serta bumi dan antariksa.
Capaian Pembelajaran
Elemen CP
CP ditulis dalam paragraf yang utuh dan mudah dipahami sebagai satu kesatuan.
Capaian Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Fase D SMP/MTs/Paket B
Keterampilan Proses
Capaian Pembelajaran
Elemen CP
Menggunakan berbagai alat bantu dalam melakukan pengukuran dan pengamatan. Memperhatikan detail yang relevan dari objek yang diamati.
Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.
Peserta didik merencanakan dan melakukan langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab pertanyaan. Dalam penyelidikan, peserta didik menggunakan berbagai jenis variabel untuk membuktikan prediksi.
4. Memproses, menganalisis data dan informasi
Menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik, dan model serta menjelaskan hasil pengamatan dan pola atau hubungan pada data secara digital atau non digital. Mengumpulkan data dari penyelidikan yang dilakukannya, menggunakan data sekunder, serta menggunakan pemahaman sains untuk mengidentifikasi hubungan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti ilmiah.
5. Mengevaluasi dan refleksi
Mengevaluasi kesimpulan melalui perbandingan dengan teori yang ada. Menunjukkan kelebihan dan kekurangan proses penyelidikan dan efeknya pada data. Menunjukkan permasalahan pada metodologi.
6. Mengomunikasikan hasil
Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh yang ditunjang dengan argumen, bahasa serta konvensi sains yang sesuai konteks penyelidikan. Menunjukkan pola berpikir sistematis sesuai format yang ditentukan.
CP ditulis dalam paragraf yang utuh dan mudah dipahami sebagai satu kesatuan.
Coba amati elemen pada dokumen CP pada SK Kepala BSKAP No. 033/H/KR/2022 untuk mata pelajaran yang Anda ampu dan cermati karakteristiknya.
30
Beberapa Karakteristik CP berdasar Bidang Studi
Setiap bidang studi punya karakteristik masing-masing.
Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)
Memahami Capaian Pembelajaran (CP)
1
Menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) untuk Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran
2
Merencanakan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)
3
Melaksanakan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)
4
Sumber: Kepmendikbud No.56 Tahun 2022 tentang PEDOMAN PENERAPAN KURIKULUM DALAM RANGKA PEMULIHAN PEMBELAJARAN
Secara strategis, Proses Perancangan Kegiatan Pembelajaran dapat dipahami melalui skema berikut:
Memahami Capaian Pembelajaran
Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran
Merancang Pembelajaran
Pemerintah menetapkan Capaian Pembelajaran (CP) sebagai kompetensi yang ditargetkan. Namun demikian, CP tidak cukup konkret untuk memandu kegiatan pembelajaran sehari-hari.
CP perlu diurai menjadi tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih operasional dan konkret, yang dicapai satu persatu oleh peserta didik hingga mereka mencapai akhir fase.
33
Memahami Capaian Pembelajaran
Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran
Merancang
Pembelajaran
Dalam merancang pembelajaran pendidik dapat
(3) menggunakan contoh yang disediakan.
(1) mengembangkan sepenuhnya alur tujuan pembelajaran
dan/atau perencanaan pembelajaran,
(2) mengembangkan alur tujuan pembelajaran dan/atau rencana
pembelajaran berdasarkan contoh-contoh yang disediakan Pemerintah
Pendidik menentukan pilihan tersebut berdasarkan kemampuan masing-masing
34
Merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis menurut urutan dari awal hingga akhir fase.
33
Tujuan pembelajaran yang dikembangkan perlu dicapai oleh peserta didik dalam satu atau lebih jam pelajaran, hingga akhirnya pada penghujung Fase mereka dapat mencapai CP. Oleh karena itu, untuk CP dalam satu fase, pendidik perlu mengembangkan beberapa tujuan pembelajaran.
Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Pendidik dan satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai strategi untuk menyusun tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran.
Harus dipastikan tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran yang dipetakan memenuhi kriteria berikut ini:
34
Kompetensi
Kemampuan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dapat didemonstrasikan oleh peserta didik yang menunjukkan telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran.
Tujuan Pembelajaran (TP)
terdiri atas:
Lingkup materi
Ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang perlu dipahami di akhir satu unit pembelajaran
Pendidik dan satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai strategi untuk menyusun tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran.
Harus dipastikan tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran yang dipetakan memenuhi kriteria berikut ini:
35
Kriteria Alur Tujuan Pembelajaran
(ATP)
Menggambarkan urutan pengembangan kompetensi yang
harus dikuasai secara utuh dalam satu fase.
ATP menggambarkan cakupan dan tahapan pembelajaran
yang linear dari awal hingga akhir fase.
ATP menggambarkan cakupan dan tahapan pembelajaran
yang menggambarkan tahapan perkembangan kompetensi dalam satu fase
Merumuskan Tujuan Pembelajaran
36
Pendidik diberikan keleluasaan dalam menggunakan rujukan teori untuk merumuskan tujuan pembelajaran, diantaranya:
Taksonomi Bloom versi Revisi Anderson dan Krathwohl (2001)
6 Aspek Pemahaman yang dikembangkan oleh Tighe dan Wiggins (2005)
6 Level Taksonomi Marzano
(2000)
Perlu diketahui
mengingat kembali informasi yang telah dipelajari, termasuk definisi, fakta-fakta, daftar urutan, atau menyebutkan kembali suatu materi yang pernah diajarkan kepadanya.
menjelaskan ide atau konsep seperti menjelaskan suatu konsep menggunakan kalimat sendiri, menginterpretasikan suatu informasi, menyimpulkan, atau membuat parafrasa dari suatu bacaan.
menggunakan konsep, pengetahuan, atau informasi yang telah dipelajarinya pada situasi berbeda dan relevan
kemampuan untuk membuat keputusan, penilaian, mengajukan kritik dan rekomendasi yang sistematis
merangkaikan berbagai elemen menjadi satu hal baru yang utuh, melalui proses pencarian ide, evaluasi
terhadap hal/ide/benda yang ada sehingga kreasi yang diciptakan menjadi salah satu solusi terhadap masalah yang ada. termasuk
memberikan nilai tambah terhadap suatu produk yang sudah ada.
Taksonomi Bloom versi Revisi Anderson dan Krathwohl (2001)
Anderson dan Krathwohl mengelompokkan kemampuan kognitif menjadi tahapan-tahapan berikut
ini, dengan urutan dari kemampuan yang paling dasar ke yang paling tinggi sebagai berikut.
(C1)
Mengingat
(C2)
Memahami
(C3) Mengaplikasikan
(C4)
Menganalisis
(C5)
Mengevaluasi
(C6)
Menciptakan
memecah-mecah informasi menjadi beberapa bagian, kemampuan untuk mengeksplorasi hubungan/korelasi atau membandingkan antara dua hal atau lebih, menentukan keterkaitan antar konsep, atau mengorganisasikan beberapa ide dan/atau konsep.
6 Aspek Pemahaman Tighe dan Wiggins (2005)
6 Aspek/Facet Pemahaman merupakan cara untuk mengkonfirmasi pemahaman peserta didik atas apa yang telah mereka pelajari dan tidak hirarkis/bukan merupakan siklus.
Jika peserta didik melakukan salah satu dari keenam Aspek/Facet Pemahaman (mampu menjelaskan, menginterpretasi, menerapkan/mengaplikasikan, berempati, memiliki sebuah sudut pandang, atau memiliki pengenalan diri), berarti mereka telah mendemonstrasikan sebuah tingkat pemahaman.
6 Aspek/Facet Pemahaman ini
merupakan modal untuk menentukan Tujuan Pembelajaran (TP), menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), menentukan asesmen, dan instruksi yang tepat.
Perlu diketahui
6 Aspek Pemahaman (6 facet of understanding) (Wiggins and Tighe, 2005)
Merupakan bentuk-bentuk pemahaman yang digunakan dalam CP. Tidak
harus hirarkis.
Perlu
diketahui
Penjelasan Explanation | Mendeskripsikan suatu ide dengan kata-kata sendiri, membangun hubungan antar topik, mendemonstrasikan hasil kerja, menjelaskan alasan/cara/prosedur , menjelaskan sebuah teori menggunakan data, berargumen dan mempertahankan pendapatnya. |
Interpretasi Interpretation | Menerjemahkan cerita, karya seni, atau situasi. Interpretasi juga berarti memaknai sebuah ide, perasaan atau sebuah hasil karya dari satu media ke media lain, dapat membuat analogi, anekdot, dan model. Melihat makna dari apa yang telah dipelajari dan relevansi dengan dirinya. |
Aplikasi Application | Menggunakan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman mengenai suatu dalam situasi yang nyata dalam kehidupan sehari-hari atau sebuah simulasi (menyerupai kenyataan) |
Perspektif Perspective | Melihat suatu hal dari sudut pandang yang berbeda, siswa dapat menjelaskan sisi lain dari sebuah situasi, melihat gambaran besar, melihat asumsi yang mendasari suatu hal dan memberikan kritik. |
Empati Empathy | Menaruh diri di posisi orang lain. Merasakan emosi yang dialami oleh pihak lain dan/atau memahami pikiran yang berbeda dengan dirinya. Menemukan nilai (value) dari sesuatu |
Pengenalan diri Self-Knowledge | Memahami diri sendiri; yang menjadi kekuatan, area yang perlu dikembangkan serta proses berpikir dan emosi yang terjadi secara internal. |
Contoh Bentuk Pemahaman Dalam CP Bahasa Indonesia Fase D elemen Menyimak
Perlu
diketahui
Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi dan eksposisi dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat.
Interpretasi Interpretation | Mendeskripsikan makna dari puisi serta emosi yang ditangkap dari puisi tersebut |
Aplikasi Application | Membacakan/mendeklamasikan atau membuat karya untuk merespons puisi |
Perspektif Perspective | Melakukan bedah puisi melalui diskusi dari sudut pandang yang berbeda. |
Empati Empathy | Menaruh diri di posisi penulis puisi dan mencoba merasakan emosi yang dirasakan penulis dan dituangkan dalam media yang berbeda. |
Perlu diketahui
Tingkat 5: metakognisi
mengingat kembali (retrieval) informasi dalam batas mengidentifikasi sebuah informasi secara
umum.
6 Level Taksonomi Marzano (2000)
Marzano menggunakan tiga sistem dalam domain pengetahuan yaitu sistem kognitif, sistem metakognitif, dan sistem diri (self- system). Terdapat 6 level taksonomi yaitu:
Tingkat 1: mengenali dan mengingat kembali (retrieval)
Pemahaman yang dimaksud melibatkan dua proses
yang saling berkaitan yaitu integrasikan dan simbolisasi.
Tingkat 2: pemahaman
Cakupan analisis disini berupa kemampuan menggenerasi informasi baru yang belum diproses oleh seseorang.
Ada lima proses analisis:
Tingkat 3: analisis
Pemanfaatan pengetahuan digunakan saat seseorang ingin
menyelesaikan tugas tertentu.
Ada empat kategori umum pemanfaatan pengetahuan:
Tingkat 4: pemanfaatan pengetahuan
Sistem metakognisi berfungsi untuk memantau, mengevaluasi
dan mengatur fungsi dari semua jenis
pemikiran lainnya.
Ada empat fungsi dari metakognisi:
(1) menetapkan tujuan, (2) memantau proses,
Tingkat 6: sistem diri
Menentukan apakah seseorang akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu tugas.
Ada empat jenis dari sistem diri:
Bagaimana strategi menyusun tujuan pembelajaran dalam alur tujuan pembelajaran
yang efektif?
42
Teknik 2
Merumuskan TP dengan Menganalisis ‘Kompetensi’ dan ‘Lingkup Materi’ pada CP.
Teknik 3
Merumuskan TP Lintas Elemen CP
Pendidik harus melakukan analisis Capaian Pembelajaran (CP) untuk kemudian disusun menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (TP). Merumuskan tujuan pembelajaran dari CP dapat dilakukan melalui beberapa teknik:
Teknik 1
Merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung dari CP
Sumber: Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Bagaimana cara menyusun alur tujuan pembelajaran yang efektif?
43
Pendidik yang merancang alur tujuan pembelajarannya sendiri, tujuan-tujuan pembelajaran yang telah dikembangkan dalam tahap sebelumnya akan disusun sebagai satu alur (sequence) yang berurutan secara sistematis, dan logis dari awal hingga akhir fase.
(Creating Learning Materials for Open and Distance Learning, 2005; Doolittle, 2001; Morrison, Ross, & Kemp, 2007; Reigeluth & Keller, 2009)
Alur strategi yang dapat dilakukan,guna menyusun alur tujuan pembelajaran sebagai berikut:
Bagaimana strategi menyusun tujuan pembelajaran dalam alur tujuan pembelajaran yang efektif?
1
2
Perhatikan kompetensi serta materi yang hendak dicapai pada CP tersebut.
Rumuskan tujuan pembelajaran dengan mempertimbangkan kompetensi dan lingkup materinya. Pastikan kompetensi utama yang termuat dalam CP tercapai.
Pertimbangkan beban jam pelajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran, agar selaras dengan beban JP pada mata pelajaran.
3
Susun tujuan pembelajaran secara linear dari awal fase hingga akhir fase. Dalam menyusun alur, perhatikan kesesuaian tujuan pembelajaran terhadap kompleksitas dan perkembangan peserta didik.
4
Perhatikan hal berikut:
Sumber: Panduan Pembelajaran dan Asesmen
45
Bagaimana cara menyusun alur tujuan pembelajaran yang
efektif?
Dalam menyusun alur tujuan pembelajaran, pendidik dapat mengacu pada berbagai cara yang diuraikan di bawah ini:
1. Pengurutan dari yang Konkret ke yang Abstrak |
2. Pengurutan Deduktif |
3. Pengurutan dari Mudah ke yang lebih Sulit |
4. Pengurutan Hierarki |
5. Pengurutan Prosedural |
6. Scaffolding |
(Creating Learning Materials for Open and Distance Learning, 2005; Doolittle, 2001; Morrison, Ross, & Kemp, 2007; Reigeluth & Keller, 2009)
Dalam menyusun alur tujuan pembelajaran, pendidik dapat mengacu pada berbagai cara yang diuraikan pada tabel di bawah ini:
46
Bagaimana cara menyusun alur tujuan pembelajaran yang efektif?
Pengurutan dari yang Konkret ke yang Abstrak | Metode pengurutan dari konten yang konkret dan berwujud ke konten yang lebih abstrak dan simbolis. Contoh : memulai pengajaran dengan menjelaskan tentang benda geometris (konkret) terlebih dahulu sebelum mengajarkan aturan teori objek geometris tersebut (abstrak). |
Pengurutan Deduktif | Metode pengurutan dari konten bersifat umum ke konten yang spesifik. Contoh : mengajarkan konsep database terlebih dahulu sebelum mengajarkan tentang tipe database, seperti hierarki atau relasional. |
Pengurutan dari Mudah ke yang lebih Sulit | Metode pengurutan dari konten paling mudah ke konten paling sulit. Contoh: mengajarkan cara mengeja kata-kata pendek dalam kelas bahasa sebelum mengajarkan kata yang lebih panjang. |
Pengurutan Hierarki | Metode ini dilaksanakan dengan mengajarkan keterampilan komponen konten yang lebih mudah terlebih dahulu sebelum mengajarkan keterampilan yang lebih kompleks. Contoh : siswa perlu belajar tentang penjumlahan sebelum mereka dapat memahami konsep perkalian. |
Pengurutan Prosedural | Metode ini dilaksanakan dengan mengajarkan tahap pertama dari sebuah prosedur, kemudian membantu siswa untuk menyelesaikan tahapan selanjutnya. Contoh : dalam mengajarkan cara menggunakan t-test dalam sebuah pertanyaan penelitian, ada beberapa tahap prosedur yang harus dilalui, seperti menulis hipotesis, menentukan tipe tes yang akan digunakan, memeriksa asumsi, dan menjalankan tes dalam sebuah perangkat lunak statistik. |
Scaffolding | Metode pengurutan yang meningkatkan standar performa sekaligus mengurangi bantuan secara bertahap. Contoh : dalam mengajarkan berenang, guru perlu menunjukkan cara mengapung, dan ketika siswa mencobanya, guru hanya butuh membantu. Setelah ini, bantuan yang diberikan akan berkurang secara bertahap. Pada akhirnya, siswa dapat berenang sendiri. |
(Creating Learning Materials for Open and Distance Learning, 2005; Doolittle, 2001; Morrison, Ross, & Kemp, 2007; Reigeluth & Keller, 2009)
Inspirasi Penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan pembelajaran
(ATP)
Keterangan:
merupakan elemen Bilangan, “7” merupakan perencanaan di Kelas 7, dan “1” merupakan
tujuan pembelajaran. “A” elemen Aljabar, “P” elemen Pengukuran, “G” elemen Geometri, dan “D” elemen Analisis Data dan Peluang.
Lingkup
Materi
Inspirasi Penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan pembelajaran
(ATP)
Keterangan:
merupakan elemen Bilangan, “7” merupakan perencanaan di Kelas 7, dan “1” merupakan
tujuan pembelajaran. “A” elemen Aljabar, “P” elemen Pengukuran, “G” elemen Geometri, dan “D” elemen Analisis Data dan Peluang.
Lingkup
Materi
Inspirasi Penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan pembelajaran
(ATP)
Keterangan:
merupakan elemen Bilangan, “7” merupakan perencanaan di Kelas 7, dan “1” merupakan
tujuan pembelajaran. “A” elemen Aljabar, “P” elemen Pengukuran, “G” elemen Geometri, dan “D” elemen Analisis Data dan Peluang.
Lingkup Materi
Inspirasi Penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan pembelajaran
(ATP)
Keterangan:
merupakan elemen Bilangan, “7” merupakan perencanaan di Kelas 7, dan “1” merupakan
tujuan pembelajaran. “A” elemen Aljabar, “P” elemen Pengukuran, “G” elemen Geometri, dan “D” elemen Analisis Data dan Peluang.
Lingkup Materi
Inspirasi Penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan pembelajaran
(ATP)
Keterangan:
merupakan elemen Bilangan, “7” merupakan perencanaan di Kelas 7, dan “1” merupakan
tujuan pembelajaran. “A” elemen Aljabar, “P” elemen Pengukuran, “G” elemen Geometri, dan “D” elemen Analisis Data dan Peluang.
Inspirasi Penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan pembelajaran
(ATP)
Keterangan:
merupakan elemen Bilangan, “7” merupakan perencanaan di Kelas 7, dan “1” merupakan
tujuan pembelajaran. “A” elemen Aljabar, “P” elemen Pengukuran, “G” elemen Geometri, dan “D” elemen Analisis Data dan Peluang.
Inspirasi Penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan pembelajaran
(ATP)
Keterangan:
merupakan elemen Bilangan, “7” merupakan perencanaan di Kelas 7, dan “1” merupakan
tujuan pembelajaran. “A” elemen Aljabar, “P” elemen Pengukuran, “G” elemen Geometri, dan “D” elemen Analisis Data dan Peluang.
Berlatih
54
Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP)
dengan menganalisis CP
55
Kalimat CP | Materi Inti (konten) | Kompetensi (keterampilan) |
| 1. 2. 3. dst | 1. 2. 3. dst |
Rumusan Kalimat TP dari hasil analisis CP :
Identitas Kelompok Nama sekolah:
Mata Pelajaran/Fase/Kelas yang dianalisis:
Elemen:
56
26 Juli 2022
Rin Surtantini/BBPPMPV Seni dan Budaya
Tindak Lanjut:
tersebut berdasarkan hasil analisis konten dan kompetensi pada uraian CP setiap elemen.
57
60
26 Juli 2022
Sumber: Eko Santosa (2022)
Rin Surtantini/BBPPMPV Seni dan Budaya
61
60
Sumber: Eko Santosa (2022)
61
Sumber: Eko Santosa (2022)
26 Juli 2022
Rin Surtantini/BBPPMPV Seni dan Budaya
Modul Ajar
62
Apa yang dimaksud dengan Modul Ajar?
Modul Ajar merupakan salah satu perangkat ajar yang digunakan
untuk merencanakan pembelajaran. Modul ajar sama seperti RPP, namun modul ajar memiliki komponen yang lebih lengkap.
Modul ajar adalah sebuah dokumen yang berisi tujuan, langkah,
dan media pembelajaran serta asesmen yang dibutuhkan dalam satu unit atau topik berdasarkan alur tujuan pembelajaran.
Pendidik memiliki keleluasaan untuk membuat sendiri, memilih
dan memodifikasi modul ajar yang tersedia sesuai dengan konteks, kebutuhan dan karakteristik peserta didik.
ALUR PENULISAN MODUL AJAR
Komponen Modul Ajar Lengkap
LAMPIRAN
relevan
KOMPONEN DETAIL MODUL AJAR PER PERTEMUAN
| |
Komponen Modul Ajar
Prasayarat | |
| |
Struktur modul ajar tersebut bukan struktur wajib yang semuanya harus dilampirkan dalam modul ajar yang dibuat/dimodifikasi. Guru diperbolehkan untuk memilih/menyederhanakan beberapa komponen utama untuk dicantumakan dalam modul ajar sesuai dengan kebutuhan di kelas masing-masing.
Komponen Modul Ajar Wajib
Alur tujuan pembelajaran menjadi dasar bagi pendidik untuk menyusun perencanaan pembelajaran atau modul ajar. Pendidik memiliki keleluasaan untuk mengembangkan modul ajar sendiri, memilih dan memodifikasi modul ajar yang tersedia sesuai dengan konteks, kebutuhan dan karakteristik peserta didik.
dengan
Secara umum modul ajar memiliki tiga komponen utama yaitu:
Pendidik diperbolehkan apabila ingin mengembangkan modul ajar komponen-komponen tambahan di luar komponen wajib.
o Acuan Teknik Modifikasi Modul Ajar
Hal yang diperhatikan saat memilih
modul ajar untuk dimodifikasi:
Pengembangan Bahan Ajar
Yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Bahan Ajar
Bahan ajar bersifat variatif. Bisa berupa bahan ajar cetak dan bahan ajar non-cetak.
Sesuaikan buku yang
disediakan tersebut dengan ATP, kebutuhan dan karakteristik sekolah masing-masing.
Kembangkan bahan ajar untuk membuat kegiatan pembelajaran semakin bermakna dan variatif.
Buku yang disediakan pemerintah hanya salah satu alternatif bahan ajar, guru diperbolehkan untuk mengembangkan dan menambahkan bahan ajar lain yang relevan.
Hal penting lain yang harus diperhatikan saat akan membuat modul ajar adalah ; “Menyesuaikan Lingkup kesiapan belajar, minat, dan tingkat penguasaan kompetensi peserta didik.
Asesmen
Paradigma Asesmen
Yang Harus Diperhatikan dalam Menentukan Asesmen
Penerapan Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset
Terpadu dimana Asesmen mencakup kompetensi pada ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang saling terkait.
Sekolah diberikan keleluasaan untuk menentukan teknik dan jenis asesmen.
Khusus SMK, terdapat juga bentuk asesmen khas yang membedakan dengan jenjang yang lain, yaitu Asesmen Praktek Kerja Lapangan, Uji Kompetensi Kejuruan dan uji unit kompetensi
Keleluasaan dalam menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.
Asesmen Awal Pembelajaran
Asesmen awal pembelajaran dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik, dan hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian peserta didik.
Pendidik dapat melaksanakan
asesmen awal pembelajaran
sesuai kebutuhan, misalnya
pada awal tahun pelajaran, pada
awal semester, sebelum memulai
satu lingkup materi (dapat
berupa 1 atau beberapa TP),
atau sebelum menyusun modul
ajar secara mandiri. Dengan
demikian, asesmen awal
pembelajaran tidak perlu
dilakukan setiap mengawali
tatap muka.
Asesmen pada awal pembelajaran
diharapkan tidak memberatkan
pendidik atau satuan
pendidikan. Namun demikian jika
pendidik atau satuan pendidikan
memiliki kemampuan, dapat melengkapi data
tambahan dengan melakukan
asesmen non kognitif yang mencakup, kesiapan belajar, minat, profil belajar, latar belakang keluarga, riwayat tumbuh kembang, dll.
Asesmen Pembelajaran
Asesmen Pembelajaran
Alur Asesmen
indikator yang mencakup aspek kognisi, sikap, dan keterampilan)
Acuan yang digunakan untuk melaksanakan asesmen pembelajaran
o JENIS ASESMEN
Contoh Bentuk Asesmen Formatif dan Sumatif
Bentuk Asesmen Formatif dan Sumatif
r
DISKUSI KELAS
DRAMA
PRESENTASI
PRODUK
TES LISAN
o Pelaksanaan Asesmen Sumatif dan Formatif
Pelaksanaan
asesmen formatif dapat dilakukan
dengan memperhatikan hal berikut:
bersamaan
dalam proses
o Dilaksanakan
pembelajaran, yang, kemudian
untuk memberi perlakuan
ditindaklanjuti
berdasarkan
kebutuhan peserta didik serta perbaikan proses pembelajaran.
o Pendidik dapat menggunakan
seperti observasi, performa
berbagai teknik
(kinerja, produk,
proyek, portofolio), maupun tes.
o Tindak lanjut yang dilakukan bisa dilakukan
langsung dengan memberikan umpan balik atau melakukan intervensi.
instrumen
o Pendidik dapat mempersiapkan
seperti rubrik, catatan
berbagai
anekdotal,
lembar ceklist untuk mencatat informasi yang terjadi selama pembelajaran berlangsung
(Infografis)
Pelaksanaan asesmen sumatif
dapat
dilakukan
dengan memperhatikan hal berikut:
o Sumatif dilakukan pada akhir lingkup materi
untuk mengukur kompetensi yang dikehendaki
dalam tujuan pembelajaran dan pada akhir semester.
o Pendidik dapat menggunakan berbagai teknik
seperti portofolio, performa (kinerja, produk,
proyek, portofolio), maupun tes.
o Hasil sumatif
dapat ditindak lanjuti dengan memberikan umpan balik atau melakukan
intervensi kepada peserta didik maupun proses
pembelajaran yang telah dilakukan
Penting bagi para guru untuk memegang rubrik penilaian sebagai dasar penilaian pada siswa.
TERIMA KASIH TELAH MENYIMAK!
83