Memahami sumber daya, administrasi dan pemasaran untuk perencanaan usaha kerajinan
SUMBER DAYA DALAM WIRAUSAHA
Sumber daya yang dikelola dalam sebuah wirausaha dikenal pula dengan sebutan 6M, yakni :
Administrasi
Dalam perencanaan setiap orang diharuskan untuk bisa berfikir terlebih dahulu mengenai :
Dengan melakukan pemikiran tersebut diharapkan bahwa tujuan yang sudah ditetapkan bisa dicapai dengan lebih efektif dan efisien
Untuk menunjang kelancaran kegiatannya, sebaiknya seorang wirausaha mempunyai catatan yang rapi mengenai kegiatan dan kejadian yang terjadi setiap harinya. Catatan tersebut dibuat secara kronologis dan kemudian didokumentasikan.
PEMASARAN
Bagi orang yang memiliki bisnis atau produk usaha tentu menyadari bahwa untuk bisa meningkatkan usaha, dibutuhkan berbagai macam cara promosi produk usahanya.
Strategi pemasaran secara umum adalah sebuah upaya memasarkan produk atau jasa menggunakan berbagai macam metode dengan tujuan untuk meningkatkan hasil penjualan
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRATEGI PEMASARAN:
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN UNTUK PEMASARAN:
Dari sudut pandang penjual:
Dari sudut pandang konsumen:
Pemasaran produk kerajinan harus lebih ekstra dikarenakan tidak semua konsumen membutuhkan ataupun menginginkan produk kerajinan, oleh karena itu pemasaran produk dapat ditinjau berikut ini :
PERENCANAAN USAHA
Dalam perencanaan setiap orang diharuskan untuk bisa berfikir terlebih dahulu mengenai:
Dengan melakukan pemikiran tersebut diharapkan bahwa tujuan yang sudah ditetapkan bisa dicapai dengan lebih efektif dan efisien.
Tujuan Perencanaan
Pada umumnya tujuan perencanaan dalam suatu organisasi adalah untuk :
Syarat Perencanaan yang Baik :
1. Dilandasi Partisipasi
Ada baiknya, jika dalam membuat suatu rencana dilandasi dengan unsur partisipasi.
2. Rencana Harus Luwes atau Fleksibel
Syarat Perencanaan yang Baik :
3. Berdasarkan Pada Alternatif
Sebaiknya sebelum membuat atau menetapkan rencana, harus ditentukan terlebih dahulu alternative dari perencanaan. Dengan terdapatnya suatu alternative perencanaan, yaitu dengan mempertimbangkan untung dan juga ruginya dari setiap alternative, maka bisa kiranya menetapkan suatu alternative rencana yang terbaik.
4. Harus Realistis
Jika rencana yang dibuat tidak realistis, mungkin hanya akan terlihat baik di kertas saja, tapi dalam praktiknya tidaklah baik. Rencana yang tidak realistis ini kemungkinan terjadi karena yang membuat atau menetapkan rencana tidak melihat adanya kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan berbagai batasan yang dimiliki oleh organisasi. Misalnya seperti keterbatasan dalam bidang teknologi, keterbatasan tenaga kerja, keterbatasan dana, dan lain sebagainya.
Syarat Perencanaan yang Baik :
5. Perencanaan Harus Ekonomis
Jika dalam pembuatan nya tidak memperhatikan aspek ekonomis, maka dalam pelaksanaannya nanti akan terjadi adanya suatu pemborosan. Baik itu pemborosan tenaga kerja, waktu, dan lain sebagainya.
Jenis – Jenis Perencanaan
Perencanaan ini dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu:
1. Perencanaan Berdasarkan Jangka Waktu :
Jenis – Jenis Perencanaan
2. Perencanaan Berdasarkan Ruang Lingkup
Suatu rencana yang didalamnya menjelaskan secara menyeluruh, detail, dan sifatnya terpadu.
Suatu rencana yang didalamnya memuat uraian mengenai berbagai kebijakan jangka pendek, dan mudah disesuaikan kegiatannya selama tujuannya sama.
Suatu rencana yang di dalamnya memuat uraian tentang kebijakan jangka panjang dan waktu pelaksanaan yang panjang atau lama. Pada umumnya perencanaan jenis ini sangat sulit untuk diubah.
Jenis – Jenis Perencanaan
3. Perencanaan Berdasarkan Tingkatan
Suatu rencana yang didalamnya berisikan berbagai kegiatan harian yang sifatnya rutin.
Rencana yang hanya focus kepada pedoman atau petunjuk pelaksanaan berbagai macam program organisasi.
Suatu rencana yang hanya focus kepada kebijakan organisasi yang didalamnya berisikan tujuan jangka panjang dan ruang lingkup nya luas.
Fungsi Perencanaan
Tahap – Tahap Penyusunan Perencanaan
1. Merumuskan dan menetapkan tujuan atau permasalahan yang akan dipecahkan.
Penetapan tujuan ini harus didasarkan pada falsafah dan misi yang dimiliki oleh organisasi. Perumusan dari tujuan ini dipengaruhi oleh berbagai nilai yang diatur oleh para eksekutif dan berbagai nilai atau tanggungjawab sosial pada saat itu.
2. Melakukan Analisis Kesempatan
Organisasi harus melakukan suatu analisis atau pengamatan terhadap lingkungan sekitar. Lingkungan yang selalu berubah-ubah ini akan selalu memberikan kesempatan dan ancaman apakah akan dimanfaatkan atau dihadapi atau dihindari.
3. Melakukan Analisis Sumber Daya
Selain aspek lingkungan yang harus dianalisis, organisasi juga harus melakukan analisis terhadap sumber daya yang dimiliki. Dari analisis tersebut bisa diketahui kekuatan dan/atau kelemahan dari organisasi yang bisa dimanfaatkan atau diatasi. Sumber daya tersebut bisa berupa sumber daya manusia, dan sumber daya lainnya seperti fasilitas, dana, fisik dan lain sebagainya.
4. Identifikasi dan Pengembangan Alternatif
Dalam hubungannya dengan pengambilan suatu keputusan, maka langkah selanjutnya yang harus diambil adalah mengembangkan berbagai alternatif/pilihan dari berbagai sumber daya dan data yang dimiliki oleh organisasi. Dari berbagai macam alternative tersebut bisa dipilih yang terbaik.
5. Implementasi Strategi
Kemudian dilakukan suatu perincian ke dalam bentuk berbagai program dan anggaran yang lebih terperinci atau detail sehingga akan lebih mudah untuk diaplikasikan.
6. Pelaksanaan Keputusan
Rencana yang sudah disusun tidak mempunyai arti jika tidak atau belum diaplikasikan. Kemudian pelaksanaan rencana memerlukan suatu pengendalian dan pengawasan, sejauh mana penerapan mencapai hasil seperti yang sudah ditetapkan sebelumnya