1 of 19

Memahami sumber daya, administrasi dan pemasaran untuk perencanaan usaha kerajinan

2 of 19

SUMBER DAYA DALAM WIRAUSAHA

Sumber daya yang dikelola dalam sebuah wirausaha dikenal pula dengan sebutan 6M, yakni :

  • Man (manusia)
  • Money (uang)
  • Material (bahan)
  • Machine (peralatan)
  • Method (cara kerja)
  • Market (pasar).

3 of 19

Administrasi

Dalam perencanaan setiap orang diharuskan untuk bisa berfikir terlebih dahulu mengenai :

  • Apa yang akan dilakukan?
  • Bagaimana melakukannya?
  • Siapa yang melakukannya/bertanggungjawab atas semua kegiatan yang dilakukan

Dengan melakukan pemikiran tersebut diharapkan bahwa tujuan yang sudah ditetapkan bisa dicapai dengan lebih efektif dan efisien

4 of 19

Untuk menunjang kelancaran kegiatannya, sebaiknya seorang wirausaha mempunyai catatan yang rapi mengenai kegiatan dan kejadian yang terjadi setiap harinya. Catatan tersebut dibuat secara kronologis dan kemudian didokumentasikan.

  1. Menyelenggarakan pembukuan
  2. Membuat daftar gaji karyawan
  3. Mencatat penyenggaraan produksi
  4. Melakukan surat-menyurat kedalam dan keluar perusahaan
  5. Mencatat pesanan-pesanan
  6. Melakukan pengarsipan dokumen

5 of 19

PEMASARAN

Bagi orang yang memiliki bisnis atau produk usaha tentu menyadari bahwa untuk bisa meningkatkan usaha, dibutuhkan berbagai macam cara promosi produk usahanya.

Strategi pemasaran secara umum adalah sebuah upaya memasarkan produk atau jasa menggunakan berbagai macam metode dengan tujuan untuk meningkatkan hasil penjualan

6 of 19

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRATEGI PEMASARAN:

  1. Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan Masyarakat.
  2. Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.

7 of 19

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN UNTUK PEMASARAN:

Dari sudut pandang penjual:

  1. Tempat yang strategis (place)
  2. Produk yang bermutu (product)
  3. Harga yang kompetitif (price)
  4. Promosi yang gencar (promotion).

Dari sudut pandang konsumen:

  1. Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs and wants)
  2. Biaya konsumen (cost to the customer)
  3. Kenyamanan (convenience)
  4. Komunikasi (comunication).

8 of 19

Pemasaran produk kerajinan harus lebih ekstra dikarenakan tidak semua konsumen membutuhkan ataupun menginginkan produk kerajinan, oleh karena itu pemasaran produk dapat ditinjau berikut ini :

  1. Daya serap pasar dan prospeknya
  2. Kondisi pemasaran dan prospeknya

9 of 19

PERENCANAAN USAHA

Dalam perencanaan setiap orang diharuskan untuk bisa berfikir terlebih dahulu mengenai:

  1. Apa yang akan dilakukan?
  2. Bagaimana melakukannya?
  3. Siapa yang melakukannya serta yang bertanggungjawab atas semua kegiatan yang dilakukannya tersebut.

Dengan melakukan pemikiran tersebut diharapkan bahwa tujuan yang sudah ditetapkan bisa dicapai dengan lebih efektif dan efisien.

10 of 19

Tujuan Perencanaan

Pada umumnya tujuan perencanaan dalam suatu organisasi adalah untuk :

  1. Menentukan suatu standar tertentu yang harus dipakai dalam melaksanakan semua pekerjaan sehingga akan memudahkan dalam pengawasan.
  2. Menghindari atau meminimalkan terjadinya tumpang tindih dan juga pemborosan dalam melaksanakan berbagai pekerjaan.
  3. Memberikan suatu arahan kepada para administrator atau non-administrator supaya bisa bekerja sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.
  4. Mengantisipasi dan juga beradaptasi dari semua perubahan yang mungkin akan terjadi.

11 of 19

Syarat Perencanaan yang Baik :

1. Dilandasi Partisipasi

Ada baiknya, jika dalam membuat suatu rencana dilandasi dengan unsur partisipasi.

2. Rencana Harus Luwes atau Fleksibel

  1. Rencana yang baik adalah yang sudah mendasarkan pada penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya secara mendalam.
  2. Bersifat fleksibel, Artinya setiap saat bisa dievaluasi sesuai dengan perkembangan organisasi atau situasi dan kondisi yang terjadi pada saat itu. Tapi hal ini bukan berarti bahwa suatu rencana yang sudah dibuat, bisa diubah seenaknya atau sesuka hati

12 of 19

Syarat Perencanaan yang Baik :

3. Berdasarkan Pada Alternatif

Sebaiknya sebelum membuat atau menetapkan rencana, harus ditentukan terlebih dahulu alternative dari perencanaan. Dengan terdapatnya suatu alternative perencanaan, yaitu dengan mempertimbangkan untung dan juga ruginya dari setiap alternative, maka bisa kiranya menetapkan suatu alternative rencana yang terbaik.

4. Harus Realistis

Jika rencana yang dibuat tidak realistis, mungkin hanya akan terlihat baik di kertas saja, tapi dalam praktiknya tidaklah baik. Rencana yang tidak realistis ini kemungkinan terjadi karena yang membuat atau menetapkan rencana tidak melihat adanya kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan berbagai batasan yang dimiliki oleh organisasi. Misalnya seperti keterbatasan dalam bidang teknologi, keterbatasan tenaga kerja, keterbatasan dana, dan lain sebagainya.

13 of 19

Syarat Perencanaan yang Baik :

5. Perencanaan Harus Ekonomis

Jika dalam pembuatan nya tidak memperhatikan aspek ekonomis, maka dalam pelaksanaannya nanti akan terjadi adanya suatu pemborosan. Baik itu pemborosan tenaga kerja, waktu, dan lain sebagainya.

14 of 19

Jenis – Jenis Perencanaan

Perencanaan ini dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu:

1. Perencanaan Berdasarkan Jangka Waktu :

  • Perencanaan jangka pendek (short range planning), adalah suatu rencana yang dibuat dan juga berlaku jangka waktu selama kurang dari 1 tahun.
  • Perencanaan jangka menengah (medium range planning), adalah suatu rencana yang dibuat dan juga berlaku dalam jangka waktu selama 5-7 tahun.
  • Perencanaan jangka panjang (long range planning), adalah suatu rencana yang dibuat dan berlaku dalam jangka waktu selama 10-25 tahun.

15 of 19

Jenis – Jenis Perencanaan

2. Perencanaan Berdasarkan Ruang Lingkup

  • Perencanaan terintegrasi (integrated planning)

Suatu rencana yang didalamnya menjelaskan secara menyeluruh, detail, dan sifatnya terpadu.

  • Perencanaan taktis (tactical planning)

Suatu rencana yang didalamnya memuat uraian mengenai berbagai kebijakan jangka pendek, dan mudah disesuaikan kegiatannya selama tujuannya sama.

  • Perencanaan strategis (strategic planning)

Suatu rencana yang di dalamnya memuat uraian tentang kebijakan jangka panjang dan waktu pelaksanaan yang panjang atau lama. Pada umumnya perencanaan jenis ini sangat sulit untuk diubah.

16 of 19

Jenis – Jenis Perencanaan

3. Perencanaan Berdasarkan Tingkatan

  • Perencanaan harian (day to day planning)

Suatu rencana yang didalamnya berisikan berbagai kegiatan harian yang sifatnya rutin.

  • Perencanaan operasional (operational planning)

Rencana yang hanya focus kepada pedoman atau petunjuk pelaksanaan berbagai macam program organisasi.

  • Perencanaan induk (master planning)

Suatu rencana yang hanya focus kepada kebijakan organisasi yang didalamnya berisikan tujuan jangka panjang dan ruang lingkup nya luas.

17 of 19

Fungsi Perencanaan

  1. Bisa mendorong tercapainya tujuan dari organisasi. Misalnya seperti tercapainya laba yang diinginkan atau menurunkan biaya yang dikeluarkan organisasi.
  2. Untuk menghadapi dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari ketidakpastian di masa yang akan datang.
  3. Untuk mengaharahkan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan supaya tertib dan teratur menuju tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya.
  4. Untuk menentukan dan memilih prioritas dari beberapa macam alternative atau pilihan yang ada.
  5. Sebagai alat yang digunakan untuk melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan organisasi

18 of 19

Tahap – Tahap Penyusunan Perencanaan

1. Merumuskan dan menetapkan tujuan atau permasalahan yang akan dipecahkan.

Penetapan tujuan ini harus didasarkan pada falsafah dan misi yang dimiliki oleh organisasi. Perumusan dari tujuan ini dipengaruhi oleh berbagai nilai yang diatur oleh para eksekutif dan berbagai nilai atau tanggungjawab sosial pada saat itu.

2. Melakukan Analisis Kesempatan

Organisasi harus melakukan suatu analisis atau pengamatan terhadap lingkungan sekitar. Lingkungan yang selalu berubah-ubah ini akan selalu memberikan kesempatan dan ancaman apakah akan dimanfaatkan atau dihadapi atau dihindari.

3. Melakukan Analisis Sumber Daya

Selain aspek lingkungan yang harus dianalisis, organisasi juga harus melakukan analisis terhadap sumber daya yang dimiliki. Dari analisis tersebut bisa diketahui kekuatan dan/atau kelemahan dari organisasi yang bisa dimanfaatkan atau diatasi. Sumber daya tersebut bisa berupa sumber daya manusia, dan sumber daya lainnya seperti fasilitas, dana, fisik dan lain sebagainya.

19 of 19

4. Identifikasi dan Pengembangan Alternatif

Dalam hubungannya dengan pengambilan suatu keputusan, maka langkah selanjutnya yang harus diambil adalah mengembangkan berbagai alternatif/pilihan dari berbagai sumber daya dan data yang dimiliki oleh organisasi. Dari berbagai macam alternative tersebut bisa dipilih yang terbaik.

5. Implementasi Strategi

Kemudian dilakukan suatu perincian ke dalam bentuk berbagai program dan anggaran yang lebih terperinci atau detail sehingga akan lebih mudah untuk diaplikasikan.

6. Pelaksanaan Keputusan

Rencana yang sudah disusun tidak mempunyai arti jika tidak atau belum diaplikasikan. Kemudian pelaksanaan rencana memerlukan suatu pengendalian dan pengawasan, sejauh mana penerapan mencapai hasil seperti yang sudah ditetapkan sebelumnya