1 of 91

MENELUSURI PERADABAN AWAL DI KEPULAUAN INDNESIA

SEJARAH INDONESIA KELAS X

2 of 91

A. SEBELUM MENGENAL TULISAN

  • Zaman sebelum mengenal tulisan disebut zaman praaksara
  • Dalam bahasa sansekerta disebut Nirleka (Nir = tidak ada, Leka = tulisan)
  • Untuk mengetahui sejarah dan hasil kebudayaan manusia pada masa ini adalah dengan melihat beberapa sisa peninggalan fisik berupa fosil dan artefak
  • Zaman praaksara dimulai sejak manusia ada
  • Zaman praaksara berakhir setelah manusia mulai mengenal tulisan

3 of 91

  • Masyarakat praaksara memiliki dua pola hidup, yaitu food gathering dan food producing
  • Pola hidup food gathering, masyarakat sangat tergantung dengan alam, daerah mereka harus dapat memberikan persediaan yang cukup, sehingga mereka selalu berpindah-pindah
  • Pola hidup food producing, masyarakat sudah hidup menetap dan bercocok tanam-

4 of 91

  • Masa berakhirnya zaman praaksara masing-masing tempat akan berbeda
  • Penduduk di kepulauan Indonesia baru memasuki masa aksara sekitar abad ke 5 M, sedangkan Mesir dan mesopotamia sudah mengenal tulisan sejak tahun 3000 SM
  • Fakta masa aksara di Indonesia dihubungkan dengan temuan prasasti peninggalan kerajaan tua seperti Kutai di Kalimantan

5 of 91

B. TERBENTUKNYA KEPULAUAN INDONESIA

  • Ada banyak teori yang menjelaskan bagaimana bumi ini terbentuk
  • Teori yang paling dapat diterima yaitu Teori Big Bang (Dentuman Besar)

6 of 91

  • Kepulauan Indonesia bagian Barat mula-mula bersatu dengan Benua Asia dan bagian Timur bersatu dengan Benua Australia
  • Pada masa Pletosin, terjadilah masa perluasan lapisan es di kutub
  • Terjadi perubahan suhu , daerah yang jauh dari kutub tidak terjadi pembekuan tetapi terjadi musim penghujan yang hebat
  • Daerah yang menghubungkan Indonesia terpisah karena naiknya permukaan laut

7 of 91

Proses evolusi bumi dibagi menjadi

  • Zaman sebelum adanya kehidupan
  • Pada saat ini bumi baru terbentuk dengan suhu yang relatif tinggi
  • Periode ini berlangsung lebih dari satu miliar tahun

1. Azoikum

8 of 91

2. Palaezoikum

  • Zaman purba tertua
  • Pada periode ini sudah meninggalkan fosil flora dan fauna
  • Faktor pendukung kehidupan mulai muncul dengan adanya makhluk perintis atau muncul tanda-tanda kehidupan di bumi
  • Periode ini berlangsung kira-kira 350 juta tahun

9 of 91

3. Mesozoikum

  • Zaman purba tengah
  • Mammalia, amfibi, burung, dan tumbuhan berbunga mulai ada
  • Kondisi bumi mulai stabil
  • Periode ini berlangsung kira-kira 140 juta tahun

10 of 91

4. Neozoikum

  • Zaman purba baru
  • Dimulai sejak 60 juta tahun yang lalu
  • Es yang menutupi permukaan bumi mulai menyusut dan makhluk tingkat tinggi serta manusia mulai hidup

11 of 91

Neozukikum dibagi menjadi 2 tahap, yaitu

  1. Tersier
  2. Berlangsung sekitar 60 juta tahun
  3. Berkembangnya binatang menyusui seperti primata

  1. Kuarter
  2. Ditandai dengan adanya kehidupan sehingga merupakan zaman yang terpenting
  3. Zaman kuarter dibagi menjadi zaman Pleistocen atau Dilluvium (berlangsung kira-kira 600.000 tahun lalu, zaman ini ditandai dengan adanya manusia purba) dan zaman Hplocen atau Alluvium (ditandai dengan munculnya Homo sapiens)

12 of 91

  • Posisi pulau di Indonesia terletak di atas tungku api yang bersumber dari magma dalam perut bumi
  • Indonesia dikelilingi oleh gunung api aktif dan rangkaian perbukitan struktural tersebar di sepanjang bagian Barat Pulau Sumatera berlanjut ke sepanjang Pulau Jawa ke arah timur hingga kepulauan Nusa Tenggara serta kepulauan Banda, selanjutnya membentang sepanjang Sulawesi Selatan dan Sulawesi Selatan
  • Pulau-pulau di Indonesia masih terus bergerak secara dinamis sehingga menyebabkan Indonesia merupakan salah satu negara yang paling rawan gempa, baik tektonik maupun vulkanik

13 of 91

DISKUSI KELOMPOK

  • Pertanyaan :
  • Jelaskan apakah zaman praaksara termasuk sejarah
  • Sebutkan perbedaan Praaksara dan prasejarah
  • Mengapa istilah praaksara lebih tepat dibandingkan dengan istilah prasejarah untuk menggambarkan kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan?
  • Mesir mengakhiri zaman praaksara sekitar tahun 3000 SM, tetapi di Indonsia baru abad ke 5 M, mengapa demikian?

14 of 91

C. Mengenal Manusia Purba

  • Peninggalan manusia purba paling banyak ditemukan berada di Pulau Jawa
  • Meskipun di daerah lain juga ada, tetapi para peneliti belum berhasil menemukan tinggalan tersebut atau masih sedikit yang berhasil ditemukan, misalnya di Flores.

15 of 91

1. Sangiran

16 of 91

  • Di dalam buku Harry Widianto dan Truman Simanjuntak, Sangiran Menjawab Dunia diterangkan bahwa Sangiran merupakan sebuah kompleks situs manusia purba dari Kala Pleistosen yang paling lengkap dan paling penting di Indonesia, dan bahkan di Asia
  • Situs Sangiran itu mempunyai luas delapan kilometer pada arah utara-selatan dan tujuh kilometer arah timur-barat

17 of 91

  • Sangiran berlokasi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dikenal sebagai surga fosil. Berbagai jenis fosil hewan purba dan manusia purba banyak ditemukan di sana
  • Situs Sangiran merupakan suatu kubah raksasa yang berupa cekungan besar di pusat kubah akibat adanya erosi di bagian puncaknya.
  • Kondisi deformasi geologis itu menyebabkan tersingkapnya berbagai lapisan batuan yang mengandung fosil-fosil manusia purba dan binatang, termasuk artefak.

18 of 91

  • Sangiran pertama kali ditemukan dan diteliti oleh P.E.C. Schemulling tahun 1864, dengan laporan penemuan fosil vertebrata dari Kalioso, bagian dari wilayah Sangiran
  • Eugene Dubois juga pernah datang ke Sangiran, akan tetapi ia kurang tertarik dengan temuan-temuan di wilayah Sangiran
  • Pada 1934, Gustav Heindrich Ralph von Koeningswald menemukan artefak litik di wilayah Ngebung yang terletak sekitar dua km di barat laut kubah Sangiran
  • Situs Sangiran menjadi sangat terkenal berkaitan dengan penemuan penemuan fosil Homo erectus yang merupakan takson paling penting dalam sejarah manusia, sebelum masuk pada tahapan manusia Homo sapiens, manusia modern

19 of 91

  • Hingga saat ini telah ditemukan lebih dari 100 individu Homo erectus.
  • Lebih dari 50 persen Homo erectus yang pernah ditemukan di dunia, memang diwakili oleh Homo erectus Sangiran
  • Situs Sangiran tidak hanya memberikan gambaran tentang evolusi fisik manusia saja, akan tetapi juga memberikan gambaran nyata tentang evolusi budaya, binatang, dan juga lingkungan

20 of 91

  • Situs Sangiran telah diakui sebagai salah satu pusat evolusi manusia di dunia.
  • Situs itu ditetapkan secara resmi sebagai Warisan Dunia pada 1996, yang tercantum dalam nomor 593 Daftar Warisan Dunia (World Heritage List) UNESCO dengan nama ‘Sangiran Early Man Site’.

21 of 91

Teknologi di Sangiran

  • Kemampuan Homo erectus untuk membuat alat sudah jauh lebih maju daripada manusia purba di belahan dunia lain.
  • Mereka tidak hanya melakukan pemangkasan, tetapi juga telah mengembangkan bentuk dan teknologi tertentu, misalnya kapak genggam

22 of 91

  • Di antara berbagai peralatan, keberadaan bola batu di Sangiran dinilai penting, meskipun keberadaan bola batu itu masih menjadi bahan perdebatan. Hal ini karena sebagian pakar beranggapan artefak itu bukan buatan manusia melainkan terbentuk secara alamiah sebagai akibat dari proses pelapukan.

23 of 91

  • Manusia Homo erectus juga sudah mampu menghasilkan kapak genggam. Alat ini lebih modern dari kapak perimbas yang dihasilkan manusia purba di Afrika
  • Mereka mulai menerapkan teknik pemangkasan dan penyerpihan, sehingga mampu menghasilkan berbagai bentuk kapak, seperti segitiga atau oval.
  • karakter umum kapak genggam adalah berbentuk bulat lonjong dengan bagian ujung meruncing, diduga kapak genggam berfungsi sebagai alat penusuk atau penetak.

24 of 91

Kapak perimbas

25 of 91

2. Trinil, Ngawi, Jawa Timur

  • Trinil adalah sebuah desa di pinggiran Bengawan Solo, masuk wilayah administrasi Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
  • Tinggalan purbakala telah lebih dulu ditemukan di daerah ini jauh sebelum von Koeningswald menemukan Sangiran pada 1934.
  • Kawasan Trinil merupakan salah satu kawasan yang menjadi penemuan fosil-fosil dari masa pliosen, sekitar 1,5 juta tahun yang lalu, hingga zaman pleistosen berakhir, yaitu sekitar 10.000 tahun sebelum masehi.

26 of 91

  • Penelitian manusia purba sendiri pertama dilakukan oleh Eugene Dubois saat berada di Trinil.
  • Penelitian oleh Eugene Dubois (Belanda) pertama kali diawali dengan penggalian pada endapan aluvial Bengawan Solo dan dari lapisan tersebut ditemukan tulang rahang.
  • Dalam penggalian berikutnya Eugene Dubois berhasil menemukan gigi geraham, bagian atas tengkorak, dan tulang paha kiri.
  • Selanjutnya, Eugene Dubois melakukan rekonstruksi terhadap hasil temuannya tersebut.
  • Eugene Dubois memberi nama temuannya Phitecanthropus erectus yang berarti manusia kera berjalan tegak

27 of 91

  • Tengkorak Pithecanthropus erectus dari Trinil sangat pendek tetapi memanjang ke belakang.
  • Volume otaknya sekitar 900 cc, di antara otak kera (600 cc) dan otak manusia modern (1.200-1.400 cc).
  • Tulang kening sangat menonjol dan di bagian belakang mata, terdapat penyempitan yang sangat jelas, menandakan otak yang belum berkembang

28 of 91

gigi geraham, tengkorak kepala atas, dan tulang paha kiri

29 of 91

Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan oleh para ahli, dapatlah direkonstruksi beberapa jenis manusia purba yang pernah hidup di zaman pra-aksara.

30 of 91

1. Jenis Meganthropus

  • Megas =besar, anthropus = manusia, paleo = tua dan javanicus = Jawa.
  • Meganthropus paleojavanicus berarti manusia raksasa tertua dari Jawa dan diperkirakan sebagai manusia purba tertua di Indonesia dan juga disebut sebagai salah satu fosil manusia purba yang paling primitif.

31 of 91

  • Penelitian von Koeningswald di Sangiran tahun 1936 dan 1941 yang menemukan fosil rahang manusia yang berukuran besar
  • Masa hidupnya diperkirakan pada zaman Pleistosen Awal
  • Jenis manusia purba ini memiliki ciri
  • Makanannya berupa jenis tumbuh – tumbuhan.
  • Tidak memiliki dagu sehingga lebih mirip kera.
  • Memiliki tonjolan yang tajam di belakang kepala.
  • Memiliki tulang pipi yang tebal dengan tonjolan kening yang mencolok.
  • Memiliki otot kunyah, gigi, dan rahang yang besar dan kuat.
  • Memiliki postur tubuh yang tegap.

32 of 91

2. Jenis Pithecanthropus

  • Jenis manusia ini didasarkan pada penelitian Eugene Dubois tahun 1890 di dekat Trinil, sebuah desa di pinggiran Bengawan Solo, di wilayah Ngawi
  • Setelah direkonstruksi terbentuk kerangka manusia, tetapi masih terlihat tanda-tanda kera.
  • Oleh karena itu jenis ini dinamakan Pithecanthropus erectus, artinya manusia kera yang berjalan tegak.

33 of 91

  • Jenis ini juga ditemukan di Mojokerto, sehingga disebut Pithecanthropus mojokertensis.
  • Jenis manusia purba yang juga terkenal sebagai rumpun Homo erectus ini paling banyak ditemukan di Indonesia.
  • Diperkirakan jenis manusia purba ini hidup dan berkembang sekitar zaman Pleistosen Tengah.

34 of 91

3. Jenis Homo

  • Fosil jenis Homo ini pertama diteliti oleh von Reitschoten di Wajak
  • Penelitian dilanjutkan oleh Eugene Dubois bersama kawan-kawan dan menyimpulkan sebagai jenis Homo
  • Bentuk fisiknya tidak jauh berbeda dengan manusia sekarang.
  • Hidup dan perkembangan jenis manusia ini sekitar 40.000 – 25.000 tahun yang lalu.

35 of 91

  • Tempat-tempat penyebarannya tidak hanya di Kepulauan Indonesia tetapi juga di Filipina dan Cina Selatan
  • Homo sapiens artinya ‘manusia sempurna’ baik dari segi fisik, volume otak maupun postur badannya yang secara umum tidak jauh berbeda dengan manusia modern
  • Beberapa spesimen (penggolongan) manusia Homo sapiens dapat dikelompokkan sebagai berikut

36 of 91

Sumber : Harry Widianto dan Truman Simanjuntak. 2011. Sangiran Menjawab Dunia (Edisi Khusus). Jawa Tengah: Balai Pelastarian Situs Manusia Purba Sangiran

37 of 91

a. Manusia Wajak

Fosil manusia wajak

38 of 91

  • Pada tahun 1889, manusia Wajak (Homo wajakensis) ditemukan oleh B.D. van Rietschoten di sebuah ceruk di lereng pegunungan karst di barat laut Campurdarat, dekat Tulungagung, Jawa Timur
  • Temuan Wajak menunjukkan pada kita bahwa sekitar 40.000 tahun yang lalu Indonesia sudah didiami oleh Homo sapiens yang rasnya sukar dicocokkan dengan ras-ras pokok yang terdapat sekarang, sehingga manusia Wajak dapat dianggap sebagai suatu ras tersendiri
  • Manusia Wajak itu tidak hanya mendiami Kepulauan Indonesia bagian Barat saja, akan tetapi juga di sebagian Kepulauan Indonesia bagian Timur

39 of 91

b. Manusia Liang Bua

  • Manusia Liang Bua ditemukan oleh Peter Brown dan Mike J. Morwood bersama-sama dengan Tim dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional pada bulan September 2003 lalu.
  • Temuan itu dianggap sebagai penemuan spesies baru yang kemudian diberi nama Homo floresiensis, sesuai dengan tempat ditemukannya fosil Manusia Liang Bua

40 of 91

41 of 91

D. Asal Usul dan Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia

  • Menurut Sarasin bersaudara, penduduk asli Kepulauan Indonesia adalah ras berkulit gelap dan bertubuh kecil
  • Mereka mulanya tinggal di Asia bagian tenggara
  • Ketika zaman es mencair dan air laut naik hingga terbentuk Laut Cina Selatan dan Laut Jawa, sehingga memisahkan pegunungan vulkanik Kepulauan Indonesia dari daratan utama
  • Beberapa penduduk asli Kepulauan Indonesia tersisa dan menetap di daerah-daerah pedalaman, sedangkan daerah pantai dihuni oleh penduduk pendatang. Penduduk asli itu disebut sebagai suku bangsa Vedda oleh Sarasin. Ras yang masuk dalam kelompok ini adalah suku bangsa Hieng di Kamboja, Miaotse, Yao-Jen di Cina, dan Senoi di Semenanjung Malaya

42 of 91

  • Beberapa suku bangsa seperti Kubu, Lubu, Talang Mamak yang tinggal di Sumatra dan Toala di Sulawesi merupakan penduduk tertua di Kepulauan Indonesia
  • Mereka mempunyai hubungan erat dengan nenek moyang Melanesia masa kini dan orang Vedda yang saat ini masih terdapat di Afrika, Asia Selatan, dan Oceania.
  • Vedda itulah manusia pertama yang datang ke pulau-pulau yang sudah berpenghuni.
  • Mereka membawa budaya perkakas batu.
  • Kedua ras Melanesia dan Vedda hidup dalam budaya mesolitik.

43 of 91

  • Pendatang berikutnya membawa budaya baru yaitu budaya neolitik.
  • Para pendatang baru itu jumlahnya jauh lebih banyak daripada penduduk asli.
  • Mereka itu oleh Sarasin disebut sebagai Proto Melayu dan Deutro Melayu.

44 of 91

1. Proto Melayu

  • Proto Melayu diyakini sebagai nenek moyang orang Melayu Polinesia yang tersebar dari Madagaskar sampai pulau-pulau paling timur di Pasifik.
  • Mereka diperkirakan datang dari Cina bagian selatan.
  • Ras Melayu mempunyai ciri-ciri rambut lurus, kulit kuning kecoklatan-coklatan, dan bermata sipit
  • Dari Cina bagian selatan (Yunan) mereka bermigrasi ke Indocina dan Siam, kemudian ke Kepulauan Indonesia.
  • Mereka itu mula-mula menempati pantaipantai Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Barat

45 of 91

  • Ras Proto Melayu membawa peradaban batu di Kepulauan Indonesia.
  • Ketika datang para imigran baru, yaitu Deutero Melayu (Ras Melayu Muda).
  • Mereka berpindah masuk ke pedalaman dan mencari tempat baru ke hutan-hutan sebagai tempat huniannya.
  • Ras Proto Melayu itu pun kemudian mendesak keberadaan penduduk asli.
  • Kehidupan di dalam hutan-hutan menjadikan mereka terisolasi dari dunia luar, sehingga memudarkan peradaban mereka.
  • Penduduk asli dan ras proto melayu itu pun kemudian melebur.
  • Mereka itu kemudian menjadi suku bangsa Batak, Dayak, Toraja, Alas, dan Gayo.

46 of 91

  • Persebaran suku bangsa Dayak hingga ke Filipina Selatan, Serawak, dan Malaka menunjukkan rute perpindahan mereka dari Kepulauan Indonesia.
  • Sementara suku bangsa Batak yang mengambil rute ke barat menyusuri pantai-pantai Burma dan Malaka Barat.
  • Beberapa kesamaan bahasa yang digunakan oleh suku bangsa Karen di Burma banyak mengandung kemiripan dengan bahasa Batak

47 of 91

2. Deutero Melayu

  • Deutero Melayu merupakan ras yang datang dari Indocina bagian utara.
  • Mereka membawa budaya baru berupa perkakas dan senjata besi di Kepulauan Indonesia, atau Kebudayaan Dongson.
  • Mereka seringkali disebut juga orang-orang Dongson.
  • Peradaban mereka lebih tinggi daripada ras Proto Melayu.
  • Mereka dapat membuat perkakas dari perunggu

48 of 91

  • Peradaban mereka ditandai dengan keahlian mengerjakan logam dengan sempurna.
  • Perpindahan mereka ke Kepulauan Indonesia dapat dilihat dari rute persebaran alat-alat yang mereka tinggalkan di beberapa kepulauan di Indonesia, yaitu berupa kapak persegi panjang.
  • Peradaban ini dapat dijumpai di Malaka, Sumatera, Kalimantan, Filipina, Sulawesi, Jawa, dan Nusa Tenggara Timur

49 of 91

  • Dalam bidang pengolahan tanah mereka mempunyai kemampuan untuk membuat irigasi pada tanah-tanah pertanian yang berhasil mereka ciptakan, dengan membabat hutan terlebih dahulu.
  • Ras Deutero Melayu juga mempunyai peradaban pelayaran lebih maju dari pendahulunya karena petualangan mereka sebagai pelaut dibantu dengan penguasaan mereka terhadap ilmu perbintangan

50 of 91

  • Kedatangan ras Deutero Melayu di Kepulauan Indonesia makin lama semakin banyak.
  • Mereka pun kemudian berpindah mencari tempat baru ke hutan-hutan sebagai tempat hunian baru.
  • Pada akhirnya Proto dan Deutero Melayu membaur dan selanjutnya menjadi penduduk di Kepulauan Indonesia.
  • Pada masa selanjutnya mereka sulit untuk dibedakan.
  • Proto Melayu meliputi penduduk di Gayo dan Alas di Sumatra bagian utara, serta Toraja di Sulawesi.
  • Sementara itu, semua penduduk di Kepulauan Indonesia, kecuali penduduk Papua dan yang tinggal di sekitar pulau-pulau Papua, adalah ras Deutero Melayu

51 of 91

3. Melanesoid

  • Ras Melanesoid tersebar di lautan Pasifik di pulau-pulau yang letaknya sebelah Timur Irian dan benua Australia
  • Di Kepulauan Indonesia mereka tinggal di Papua Barat, Ambon, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur
  • Pada mulanya kedatangan Bangsa Melanesoid di Kepulauan
  • Indonesia berawal saat zaman es terakhir, yaitu tahun 70.000 SM, pada saat itu Kepulauan Indonesia belum berpenghuni

52 of 91

  • Ketika suhu turun hingga mencapai kedinginan maksimal, air laut menjadi beku.
  • Permukaan laut menjadi lebih rendah 100 m dibandingkan permukaan saat ini.
  • Pada saat itulah muncul pulau-pulau baru yangmemudahkan mahkluk hidup berpindah dari Asia menuju kawasan Oseania.
  • Asal mula bangsa Melanesia, yaitu Proto Melanesia merupakan penduduk pribumi di Jawa, mereka adalah manusia Wajak yang tersebar ke timur dan menduduki Papua

53 of 91

  • Bangsa Proto Melanesoid terus terdesak oleh bangsa Melayu.
  • Mereka yang belum sempat mencapai kepulauan Papua melakukan percampuran dengan ras baru itu.
  • Percampuran bangsa Melayu dengan Melanesoid menghasilkan keturunan Melanesoid-Melayu, saat ini mereka merupakan penduduk Nusa Tenggara Timur dan Maluku.

54 of 91

4. Negrito dan Weddid

  • Sebutan Negrito diberikan oleh orang-orang Spanyol karena yang mereka jumpai itu berkulit hitam mirip dengan jenis-jenis Negro.
  • Kelompok Weddid terdiri atas orang-orang dengan kepala mesocephal dan letak mata yang dalam sehingga nampak seperti berang; kulit mereka coklat tua dan tinggi rata-rata lelakinya 155cm.
  • Weddid artinya jenis Wedda yaitu bangsa yang terdapat di Pulau Ceylon (Srilanka).
  • Persebaran orang-orang Weddid di Nusantara cukup luas, misalnya di Palembang dan Jambi (Kubu), di Siak (Sakai) dan di Sulawesi pojok tenggara (Toala, Tokea dan Tomuna).

55 of 91

E. Corak kehidupan Masyarakat Masa Pra-aksara

  1. Pola Hunian
  2. pola hunian manusia purba yang memperlihatkan dua karakter khas hunian purba yaitu,
  3. kedekatan dengan sumber air
  4. kehidupan di alam terbuka
  5. Manusia memilih hidup di tempat yang dekat dengan sungai karena di dekat sungai mengundang binatang untuk hidup disana dan terdapat berbagai sumber kehidupan lain bagi manusia.

56 of 91

57 of 91

2. Berburu, Meramu, dan Bercocok Tanam

a. Berburu dan Meramu (mengumpulkan makanan)

  1. Berburu dan Meramu Tingkat Awal
  2. Manusia pendukungnya yaitu Pithecanthropus erectus dan Homo wajakenesis.
  3. Belum mengenal bercocok tanam.
  4. Mencari makanan dengan cara food gethering (mengumpulkan makanan) dan berburu.
  5. Alat berburu dibuat dari batu yang masih kasar.
  6. Hidup berkelompok dan berpindah-pindah

58 of 91

  1. Berburu dan Meramu Tingkat Lanjut
  2. Setelah zaman pleistosen
  3. Masih bergantung pada alam.
  4. Alat berburunya seperti kapak genggam, flake, dan alat-alat dari tulang.
  5. Pola bermukim semisendenter.
  6. Bertempat tinggal di gua-gua (abris sous roche).
  7. Mengenal bercocok tanam tapi masih sangat sederhana.
  8. Telah mengenal kepercayaan.

59 of 91

b. Bercocok Tanam

  1. Mengenal bercocok tanam dengan sangat baik.
  2. Mampu mengolaj bahan makanan sendiri.
  3. Telah memelihara binatang jinak.
  4. Tempat tinggal  menetap
  5. Peralatan dari batu sudah dihaluskan.
  6. Hasil kebudayaannya berupa kapak persegi, kapak lonjong, mata panah, gerabah, dan perhiasan

60 of 91

3. Sistem Kepercayaan

  • Masyarakat pada zaman praaksara terutama pada zaman neolitikum telah mengenal adanya sistem kepercayaan.
  • Mereka percaya bahwa setelah kematian roh akan berpindah ke alam lain. Sehingga sudah mulai tercipta sistem penguburan mayat.
  • Sistem kepercayaan tersebut menghasilkan tradisi megalitik (batu besar). Beberapa peninggalan megalitik dalam hal kepercayaan diantaranya :

61 of 91

a. Menhir

  • Menhir adalah tiang atau tugu terbuat dari batu yang didirikan sebagai tanda peringatan dan melambangkan arwah nenek moyang sehingga menjadi benda pujaan dan ditempatkan disuatu tempat.
  • Fungsi Menhir adalah sebagai sarana pemujaan terhadap arwah nenek moyang, sebagai tempat memperingati seseorang yang telah meninggal dan sebagai tempat menampung kedatangan roh.

62 of 91

Menhir Cibedug

63 of 91

b. Kubur Peti Batu

  • Kubur peti batu yaitu peti jenazah yang terpendam di dalam tanah, berbentuk perssegi yang sisi alas dan tutupnya terbuat dari papan batu yang disusun menjadi peti.

Peti kubur batu di situs cipari , kabupaten kuningan

64 of 91

c. Waruga

  • Waruga yaitu kubur batu berbentuk kubus dengan tutup berbentuk atap rumah.
  • Bentuk dan fungsi waruga seperti sarkofagus, tetapi dengan penempatan posisi nayat jongkok terlipat

Waruga di Desa Sawangan

Sulawessi Selatan

65 of 91

d. Sarkofagus

  • Sarkofagus adalah peti jenazah yang berbentuk seperti lesung tetapi memiliki tutup

Sarkofagus ini banyak ditemukan di daerah Bali

66 of 91

e. Dolmen

  • Dolmen adalah meja batu besar dengan permukaan rata sebagai tempat meletakkan sesaji, sebagai tempat roh, dan menjadi tempat duduk ketua suku agar dapat berkat magis dari leluhurnya.
  • Meja ini berbentuk lempeng batu besar yang datar sebagai alas dan disangga oleh empat batu yang panjang

dolmen dari sumba timur

67 of 91

f. Arca atau patung

  • Arca adalah bangunan yang terbuat dari batu berbentuk binatang atau manusia yang melambangkan nenek moyang dan menjadi pujaan.

Arca di dataran tinggi pasemah Lembah bada Sulawesi Tengah

Arca manusia memeluk gajah di halaman Sekolah SMPN 2 Merapi Barat, Lahat, Sumatera Selatan

68 of 91

g. Punden Berundak

  • Punden berundak adalah bangunan bertingkat yang dihubungkan oleh tanjakan kecil yang berfungsi sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang

Punden Berundak di Cibedug di Cibeber Lebak Banten

69 of 91

F. Perkembangan Teknologi

1. Antara Batu dan Tulang

Peralatan pertama yang digunakan oleh manusia purba adalah alat-alat dari batu yang seadanya dan juga dari tulang. Peralatan ini berkembang pada zaman Paleolitikum atau zaman batu tua. Kebudayaan zaman Paleolitikum ini secara umum ini terbagi menjadi Kebudayaan Pacitan dan Kebudayaan gandong.

70 of 91

a. Kebudayaan Pacitan

  • Kebudayaan ini berkembang di daerah Pacitan, Jawa Timur. Beberapa alat dari batu ditemukan di daerah ini.
  • Seorang ahli, von Koeningwald dalam penelitiannya pada tahun 1935 telah menemukan beberapa hasil teknologi bebatuan atau alat-alat dari batu di Sungai Baksoka dekat Punung.
  • Alat batu itu masih kasar, dan bentuk ujungnya agak runcing, tergantung kegunaannya.
  • Alat-alat yang berasal dari kebudayaan Pacitan diantaranya kapak genggam, kapak perimbas (chooper), kapak penetak, pahat genggam, dan alat serpih (flake).

71 of 91

72 of 91

b. Kebudayaan Ngandong

  • Kebudayaan Ngandong berkembang di daerah Ngandong dan juga Sidorejo, dekat Ngawi.
  • Di daerah ini banyak ditemukan alat-alat dari batu dan juga alat-alat dari tulang. Alat-alat dari tulang ini berasal dari tulang binatang dan tanduk rusa yang diperkirakan digunakan sebagai penusuk atau belati.
  • Alat- alat yang ditemukan berupa kapak genggam, alat serpih (flake), alat penusuk (belati), ujung tombak dengan gergaji pada kedua sisinya, alat penggorek, dan mata tombak
  • Di Sangiran juga ditemukan alat-alat dari batu, bentuknya indah seperti kalsedon. Alat-alat ini sering disebut dengan flake. 

73 of 91

74 of 91

75 of 91

2. Antara Pantai dan Gua

  • Zaman batu terus berkembang memasuki zaman batu tengah yang dikenal zaman Mesolitikum
  • Alat-alat pada zaman batu tua tidak lantas ditinggalkan pada zaman batu tengah melainkan mengalami penyempurnaan dan pengembangan.
  • Secara garis besar kebudayaan Mesolitikum ini terbagi menjadi dua kelompok besar yang ditandai lingkungan tempat tinggal, yakni di pantai dan di gua.

76 of 91

a. Kebudayaan Kjokkenmoddinger.

  • Kjokkenmoddinger istilah dari bahasa Denmark, kjokken berarti dapur dan modding dapat diartikan sampah (kjokkenmoddinger = sampah dapur). Dalam kaitannya dengan budaya manusia, kjokkenmoddinger merupakan tumpukan timbunan kulit siput dan kerang yang menggunung di sepanjang pantai Sumatra.

77 of 91

b. Kebudayaan Abris Sous Roche

  • Kebudayaan abris sous roche merupakan hasil kebudayaan yang ditemukan di gua-gua.
  • Hal ini mengindikasikan bahwa manusia purba pendukung kebudayaan ini tinggal di gua-gua.
  • Kebudayaan ini pertama kali dilakukan penelitian oleh Von Stein Callenfels di Gua Lawa dekat Sampung, Ponorogo. Penelitian dilakukan tahun 1928 sampai 1931.
  • Beberapa hasil teknologi bebatuan yang ditemukan misalnya ujung panah, flakke, batu penggilingan. Juga ditemukan alat-alat dari tulang dan tanduk rusa. Kebudayaan abris sous roche ini banyak ditemukan misalnya di Besuki, Bojonegoro, juga di daerah Sulawesi Selatan seperti di Lamoncong.

78 of 91

3. Mengenal Api

  • Bagi manusia purba, proses penemuan api merupakan bentuk inovasi yang sangat penting. Berdasarkan data arkeologi, penemuan api kira-kira terjadi pada 400.000 tahun yang lalu.
  • Penemuan pada periode manusia Homo erectus.
  • Fungsi Api pada saat itu digunakan untuk :
  • menghangatkan diri dari cuaca dingin
  • memasak makanan
  • manusia juga menggunakan api sebagai senjata. (untuk menghalau binatang buas)
  • Api dapat juga dijadikan sumber penerangan.

79 of 91

80 of 91

4. Sebuah Revolusi

  • Perkembangan zaman batu yang dapat dikatakan paling penting dalam kehidupan manusia adalah zaman batu baru atau neolitikum.
  • Pada zaman neolitikum yang juga dapat dikatakan sebagai zaman batu muda.
  • Pada zaman ini telah terjadi “revolusi kebudayaan”, yaitu terjadinya perubahan pola hidup manusia.
  • Pola hidup food gathering digantikan dengan pola food producing.
  • Hal ini seiring dengan terjadinya perubahan jenis pendukung kebudayannya.

81 of 91

a. Kebudayaan Kapak Persegi

  • Nama kapak persegi berasal dari penyebutan oleh von Heine Geldern. Penamaan ini dikaitkan dengan bentuk alat tersebut.
  • Kapak persegi ini berbentuk persegi panjang dan ada juga yang berbentuk trapesium.
  • Kapak persegi yang besar sering disebut dengan beliung atau pacul (cangkul), bahkan sudah ada yang diberi tangkai sehingga persis seperti cangkul zaman sekarang.
  • Kapak persegi yang berukuran kecil dinamakan tarah atau tatah.
  • Penyebaran alat-alat ini terutama di Kepulauan Indonesia bagian barat, seperti Sumatra, Jawa dan Bali.

82 of 91

83 of 91

b. Kebudayaan Kapak Lonjong

  • Nama kapak lonjong ini disesuaikan dengan bentuk penampang alat ini yang berbentuk lonjong.
  • Bentuk keseluruhan alat ini lonjong seperti bulat telur.
  • Pada ujung yang lancip ditempatkan tangkai dan pada bagian ujung yang lain diasah sehingga tajam.
  • Kapak yang ukuran besar sering disebut walzenbeil dan yang kecil dinamakan kleinbeil.
  • Penyebaran jenis kapak lonjong ini terutama di Kepulauan Indonesia bagian timur, misalnya di daerah Papua, Seram, dan Minahasa

84 of 91

  • di samping berkembangnya jenis kapak batu juga ditemukan barang-barang perhiasan, seperti gelang dari batu, juga alat-alat gerabah atau tembikar

85 of 91

c. Perkembangan Zaman Logam

  • Mengakhiri zaman batu masa Neolitikum maka dimulailah zaman logam sebagai bentuk masa perundagian.
  • Zaman logam di Kepulauan Indonesia ini agak berbeda bila dibandingkan dengan yang ada di Eropa. Di Eropa zaman logam ini mengalami tiga fase, zaman tembaga, perunggu dan besi.
  • Di Kepulauan Indonesia hanya mengalami zaman perunggu dan besi. Zaman perunggu merupakan fase yang sangat penting dalam sejarah.
  • Beberapa contoh benda-benda kebudayaan perunggu itu antara lain: kapak corong, nekara, moko, berbagai barang perhiasan. Beberapa benda hasil kebudayaan zaman logam ini juga terkait dengan praktik keagamaan misalnya nekara.

86 of 91

87 of 91

5. Konsep Ruang pada Hunian (Arsitektur)

  • Bentuk pola hunian dengan menggunakan penadah angin, menghasilkan pola menetap pada manusia masa itu.
  • Pola hunian itu sampai saat ini masih digunakan oleh Suku Bangsa Punan yang tersebar di Kalimantan.
  • Bentuk hunian itu merupakan bagian bentuk awal arsitektur di luar tempat hunian di goa.
  • Secara sederhana penadah angin merupakan suatu konsep tata ruangan yang memberikan secara implisit memberikan batas ruang.

88 of 91

89 of 91

  • Bentuk arsitektur pada masa pra-aksara dapat dilihat dari tempat hunian manusia pada saat itu.
  • Dari pola mata pencaharian manusia yang sudah mengenal berburu dan melakukan pertanian sederhana dengan ladang berpindah memungkinkan adanya pola pemukiman yang telah menetap.
  • Gambar-gambar dinding goa tidak hanya mencerminkan kehidupan seharihari, tetapi juga kehidupan spiritual

90 of 91

  • Cap-cap tangan dan lukisan di goa yang banyak ditemukan di Papua, Maluku, dan Sulawesi Selatan dikaitkan dengan ritual penghormatan atau pemujaan nenek moyang, kesuburan, dan inisiasi

91 of 91