AKN I BPK RI
Pembangunan
Budaya Organisasi
& Zona Integritas
T a h u n
2 0 2 3
Latar Belakang
Di dalam mensukseskan pencapaian tujuan suatu organisasi, semua yang terlibat dalam organisasi perlu memahami tujuan yang hendak dicapai, dan apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Di samping itu, setiap individu di dalam organisasi perlu mengimplementasikan nilai-nilai yang telah disepakati bersama untuk mendukung
pencapaian disepakati
tujuan organisasi. bersama inilah yang
Nilai-nilai sering
yang disebut
sebagai Budaya Organisasi.
Budaya Organisasi
Ciri-ciri Budaya Organisasi
Robbins, Stephen P. & Judge Timothy A. 2015. Organizational Behaviour. Edisi 16, Cetakan Keenam, Jakarta: Salemba Empat
Inovasi dan Pengambilan Risiko
Sejauh mana anggota organisasi didukung untuk berperilaku inovatif dan berani mengambil risiko.
Perhatian Terhadap Detail
Sejauh mana anggota organisasi didukung untuk menunjukkan kecermatan, analisis dan perhatian terhadap detail.
Orientasi Orang
Sejauh mana anggota organisasi diarahkan untuk fokus pada pencapaian hasil yang direncanakan.
Orientasi Tim
Sejauh mana kegiatan kerja diorganiasikan di antara tim dan bukan individu.
Orientasi Hasil
Sejauh mana anggota organisasi diarahkan untuk fokus pada pencapaian hasil yang direncanakan.
Agresivitas
Berkaitan dengan agresivitas anggota organisasi
Stabilitas
Penekanan pada dipertahankannya budaya organisasi yang sudah baik.
Visi dan Misi BPK RI
Visi
Misi
Menjadi lembaga pemeriksa terpercaya
yang
berperan aktif dalam mewujudkan tata kelola keuangan negara yang berkualitas dan bermanfaat untuk mencapai tujuan negara.
keuangan negara untuk memberikan rekomendasi, pendapat dan pertimbangan.
Mendorong pencegahan korupsi dan percepatan penyelesaian ganti kerugian negara.
1. Memeriksa tata kelola dan tanggungjawab
2.
3. Melaksanakan tata kelola organisasi yang transparan dan berkesinambungan agar menjadi teladan bagi institusi lainnya.
Dukungan AKN I �untuk Mencapai�Visi BPK
Peningkatan pemeriksaan yang berkualitas dan bermanfaat di lingkungan AKN I. Peningkatan kualitas pengelolaan pemeriksaan di lingkungan AKN I.
Melakukan pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara pada 20 kementerian/lembaga berikut:
Tanggung jawab AKN I
1. Kementerian Pertahanan
Budaya Kerja AKN I
Berdasarkan:
ND Tortama AKN I No.219/ND/XIV/11/2022 Tanggal 22 November 2022
Arahan Pimpinan AKN I untuk membangun Budaya Kerja AKN I, pada tanggal 27 Desember 2022
KOMPAK
Selalu solid dan terus bersatupadu dalam mencapai tujuan bersama
KOMPAK
K: Kredibel
O: Objektif
P: Profesional
A: Adaptif
K: Kebersamaan
Kredibel mempunyai arti dapat dipercaya.
Kredibel merupakan sikap dapat dipercaya dalam segala perbuatan.
Objektif adalah mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi.
Objektif berarti mampu melaksanakan pekerjaan (contoh: menghasilkan simpulan) sesuai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi oleh pendapat siapa pun.
professional adalah 1 bersangkutan dengan profesi;
Profesional berarti memiliki keahlian dalam bidangnya dan bekerja sesuai standar.
mempunyai arti mudah menyesuaikan (diri) dengan keadaan.
Adaptif berarti kita harus mudah menyesuaikan (diri) dalam dan dengan keadaan apapun apabila diperlukan
Kebersamaan berarti sepakat untuk meraih tujuan secara bersama-sama, tidak ada perbedaan satu sama lain, mencapai keseimbangan, dan kesetaraan.
Kata KOMPAK merupakan akronim dari gabungan kata Kredibel, Objektif, Memberi Solusi, Profesional, Adaptif, dan Kebersamaan.
M: Memberi Solusi
solusi adalah penyelesaian; pemecahan (masalah dan sebagainya); jalan keluar.
Memberi solusi berarti mampu memecahkan masalah atau memberi jalan keluar atas kesulitan.
Implementasi Nilai Budaya Kredibel
perbuatan
Implementasi Nilai Budaya Objektif
Implementasi Nilai Budaya Memberi Solusi
Implementasi Nilai Budaya Profesional
Implementasi Nilai Budaya Adaptif
Implementasi Nilai Budaya Kebersamaan
Harapan
Menjadi organisasi yang memberikan banyak manfaat bagi entitas yang menjadi
tanggungjawabnya.
Menjadi tempat bekerja yang nyaman bagi pemeriksa yang bernaung di dalamnya.
Menunjukkan dan mendorong penerapan nilai- nilai luhur universal untuk kebaikan bersama.
Latar Belakang
Zona Integritas (ZI) adalah strategi percepatan Reformasi Birokrasi melalui pembangunan unit kerja pelayanan percontohan (role model) yang bebas dari korupsi (WBK) dan pelayanan yang prima (WBBM). Fokus pembangunan ZI adalah pada unit kerja yang mampu membangun budaya anti korupsi dan memberikan pelayanan prima sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Zona Integritas (ZI) adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik;
Zona Integritas
Kerangka Logis Pembangunan ZI
PermenPANRB Nomor 90 Tahun 2021 tentang Pembangunan dan Evaluasi ZI menuju WBK dan WBBM di Instansi Pemerintah
Pengungkit
Hasil
Pengungkit
Komponen pengungkit merupakan aspek tata kelola (governance) internal unit kerja. Pembangunan area pengungkit merupakan komponen yang menjadi faktor penentu pencapaian sasaran hasil pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM.
Manajemen Perubahan
Bertujuan untuk mentransformasi sistem dan mekanisme kerja organisasi serta mindset (pola pikir) dan cultureset (cara kerja) individu ASN menjadi lebih adaptif, inovatif, responsive, profesional, dan berintegritas sehingga dapat memenuhi tuntutan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat.
Kondisi yang ingin dicapai pada area perubahan ini:
Penataan Tata Laksana
Bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem, proses, dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien, dan terukur pada Zona Integritas menuju WBK/WBBM.
Target yang ingin dicapai pada masing-masing program ini adalah:
Penataan Manajemen Sumber Daya Manusia
Bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme SDM aparatur pada Zona Integritas Menuju WBK/WBBM.
Target yang ingin dicapai melalui program ini adalah:
Penguatan Akuntabilitas
Akuntabilitas kinerja adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan
pelaksanaan program dan kegiatan dalam mencapai misi dan tujuan organisasi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan
akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.
Target yang ingin dicapai melalui program ini adalah:
a. Meningkatnya kinerja instansi pemerintah; dan
b. Meningkatnya akuntabilitas instansi pemerintah.
Penguatan Pengawasan
Bertujuan untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN pada masing masing instansi pemerintah.
Target yang ingin dicapai melalui program ini adalah:
Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan inovasi pelayanan publik pada masing masing instansi pemerintah secara berkala sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat. Serta untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pelayanan publik dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan menjadikan keluhan masyarakat sebagai sarana untuk melakukan perbaikan pelayanan publik.
Target yang ingin dicapai melalui program peningkatan kualitas pelayanan publik ini adalah:
Hasil
Komponen hasil merupakan bagaimana stakeholder merasakan dampak/hasil dari perubahan yang telah dilakukan pada area pengungkit. Berfokus pada dua sasaran utama, yakni terwujudnya pemerintahan yang bersih dan akuntabel, serta pelayanan publik yang prima.
Terwujudnya Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel
Nilai Persepsi Korupsi
Capaian Kinerja
Hasil survei kuantitatif terhadap stakeholders yang terkait dengan suatu instansi tentang tingkat korupsi yang terjadi pada unit kerja yang mengusulkan zona integritas.
Menilai ada tidaknya:
Pengukuran untuk memastikan bahwa selain dari aspek pelayanan serta integritras, unit kerja juga memperhatikan ketercapaian kinerja terhadap kinerja yang diperjanjikan.
Kriterianya, antara lain:
Indeks Persepsi Anti Korupsi�AKN I
Kualitas Pelayanan Publik yang Prima
Sasaran Terwujudnya kualitas pelayanan publik yang prima diukur melalui nilai persepsi kualitas pelayanan (survei eksternal).
Indeks Persepsi Kualitas Pelayanan AKN I
TIMELINE PEMBANGUNAN�ZONA INTEGRITAS
Pencanangan ZI, pembentukan nilai-nilai budaya kerja
PEMBENTUKAN TIM ZI, ROLE MODEL, DAN AGEN PERUBAHAN
RENCANA KERJA TIM ZI
Penyusunan grand design, timeline, dan target kinerja
Inventarisasi capaian dan permasalahan
SWOT ANALYSIS
PENYUSUNAN PRIORITAS
Rencana kerja dan target kinerja tahunan
BRAINSTORMING
INOVASI
PENETAPAN PENYUSUNAN/
PENYESUAIAN SOP TERHADAP INOVASI
INTERNALISASI DAN SOSIALISASI EKSTERNAL
IMPLEMENTASI
Pilot project/implementasi secara menyeluruh
Kotak Saran
MONITORING PELAKSANAAN
KOMPAK
Siklus tahunan
Pemasangan banner �dalam rangka internalisasi �Budaya Kerja dan Zona Integritas di lingkungan AKN I
AGENDA TERDEKAT
Survei Responden Ekstenal (Mulai TW I s.d. TW IV Tahun 2023)
Survei Responden Internal
Akan dilakukan survei internal terhadap pegawai AKN I oleh Itama melalui email BPK aktif periode 10 s.d. 21 Juli 2023
Survei Lapangan
Itama akan melakukan Survei lapangan pada 10 s.d. 21 Juli 2023. dengan gambaran kegiatan berupa:
JADWAL SURVEI RESPONDEN EKSTERNAL
KEWAJARAN NILAI BARANG
pada kontrak dibandingkan dengan nilai barang pada Pemberitahuan Barang Impor (PBI)
yang dapat diberikan dalam mendukung pemeriksaan
DATA
yang sesuai dengan tujuan pemberian fasilitas perpajakan.
PEMANFAATAN FASILITAS PERPAJAKAN
yang disampaikan dalam kontrak
VALIDITAS DOKUMEN PBI
Terima kasih
A t a s
p e r h a t i a n n y a
MENUJU WILAYAH BEBAS DARI KORUPSI
DUKUNG PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS AKN I