PEDOMAN ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH
GUSTI PANDI LIPUTO
Disampaikan dalam kegiatan IHT RS. Ainun Habibie, 10 Maret 2022
Mutu Keperawatan yang Baik
Mengapa perlu SAK?
Asuhan keperawatan yang berkualitas bagi masyarakat perlu mendapatkan jaminan standar kompetensi. 5 Area kompetensi perawat (nursing common core competencies) yakni
Praktik berdasarkan etik, legal dan peka budaya
Praktik keperawatan profesional
Kepemimpinan dan manajemen
Pendidikan dan manajemen
Pendidikan dan penelitian
Pengembangan kualitas personal dan profesional
Asuhan keperawatan adalah rangkaian interaksi perawat dengan klien dan lingkungannya untuk mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan dan kemandirian klien dalam merawat dirinya (UU 38/2014)
Standar Asuhan Keperawatan
Pada umumnya SAK terdiri dari
Pembagian Bidang Keilmuan Keperawatan
Medikal Bedah
Anak
Maternitas
Gawat darurat
Jiwa
Keluarga
Komunitas
Gerontik
Manajemen keperawatan
Asuhan Keperawatan Medikal Bedah
Respirasi
Kardiovaskuler
Digestif
Neurologi
Endokrin
Muskuloskeletal
Urologi
Integumen
Imunhematologi
Pengindraan
Respirasi
FOKUS DIAGNOSIS
Kardiovaskuler
FOKUS DIAGNOSIS
Digestif
FOKUS DIAGNOSIS
Neurologi
FOKUS DIAGNOSIS
Endokrin
FOKUS DIAGNOSIS
Muskuloskeletal
FOKUS DIAGNOSIS
Urologi
FOKUS DIAGNOSIS
Integumen
FOKUS DIAGNOSIS
Imunohematologi
FOKUS DIAGNOSIS
Pengindraan
FOKUS DIAGNOSIS
Proses keperawatan
IMPLEMENTASI 3S DALAM PAK/SAK
Undang Undang Kep.
No. 38 Tahun 2014
Latar Belakang
SAK
SKP
SK
Standar Kinerja Profesional
Standar Asuhan Keperawatan
Standar Kompetensi
PPNI
Standar Profesi
Proses keperawatan DAN� STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN
Pengkajian
Diagnosis
Perencanaan
Implementasi
Evaluasi
SDKI
SIKI
SLKI
No | Jenis Luaran | Contoh Luaran |
1 | Positif (Perlu ditingkatkan) | Bersihan Jalan Napas Keseimbangan Cairan Integritas Kulit & Jaringan Citra Tubuh |
2 | Negatif (Perlu diturunkan) | Tingkat Nyeri Tingkat Keletihan Tingkat Ansietas Tingkat Berduka Respon Alergi Sistemik |
Jenis luaran keperawatan
Diadaptasi dari:
Standar Praktik Keperawatan Indonesia (PPNI, 2005); International Classification of Nursing Practice – Diagnosis Classification (Wake, 1994); Doenges & Moorhouse’s Diagnostic Division of Nursing Diagnosis (Doenges et al, 2013).
Intervensi Keperawatan
Fisiologis
Respirasi
Sirkulasi
Nutrisi dan Cairan
Eliminasi
Aktivitas dan Istirahat
Neurosensori
Reproduksi dan Seksualitas
Psikologis
Nyeri dan Kenyamanan
Integritas Ego
Pertumbuhan & Perkembangan
Perilaku
Kebersihan Diri
Penyuluhan & Pembelajaran
Relasional
Interaksi Sosial
Lingkungan
Keamanan & Proteksi
Level intervensi
1
2
INTERVENSI DAN TINDAKAN?
INTERVENSI KEPERAWATAN
TINDAKAN KEPERAWATAN
PERTIMBANGAN PEMILIHAN INTERVENSI KEPERAWATAN
CONTOH MENGIMPLEMENTASI 3S
Seorang laki-laki berusia 45 tahun masuk UGD dengan keluhan sesak nafas. Hasil pengkajian: mengi, pucat, gelisah, TD: 130/90 mmHg, frekuensi napas 30x/m, frekuensi nadi 90 x/m, suhu 36.90C. Klien menyatakan ada riwayat penyakit asma.
PENGKAJIAN�(ANALISIS DATA)
DATA SUBJEKTIF | DATA OBJEKTIF |
|
|
Diagnosis Keperawatan
Gejala/tanda mayor
(80-100 % dalam menegakan diagnosis
Gejala/tanda minor
Menentukan Luaran Keperawatan
Menentukan Intervensi Keperawatan
Pastikan memilih
Intervensi sesuai
Contoh:
Proses penyusunan SAK RS.HAH
Setiap ruangan mengidentifikasi kasus/penyakit 3 bulan terakhir seperti apa
Menyusun SAK (dibuat berdasarkan TIM)
SAK di SK Direktur
Alur menyusun SAK/PAK
SPO
SIKI + SLKI
SDKI
MASALAH
TERIMA KASIH