1 of 37

PEDOMAN ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

GUSTI PANDI LIPUTO

Disampaikan dalam kegiatan IHT RS. Ainun Habibie, 10 Maret 2022

2 of 37

Mutu Keperawatan yang Baik

  • Memenuhi standar profesi yang ditetapkan
  • Sumber daya untuk pelayanan asuhan keperawatan dimanfaatkan secara wajar, efisiensi dan efektif
  • Aman bagi pasien dan tenaga keperawatan sebagai pemberi jasa pelayanan
  • Memuaskan bagi pasien dan tenaga keperawatan
  • Aspek sosial, ekonomi, budaya, agama, etika dan tata nilai masyarakat diperhatikan dan dihormati

3 of 37

Mengapa perlu SAK?

Asuhan keperawatan yang berkualitas bagi masyarakat perlu mendapatkan jaminan standar kompetensi. 5 Area kompetensi perawat (nursing common core competencies) yakni

Praktik berdasarkan etik, legal dan peka budaya

Praktik keperawatan profesional

Kepemimpinan dan manajemen

Pendidikan dan manajemen

Pendidikan dan penelitian

Pengembangan kualitas personal dan profesional

Asuhan keperawatan adalah rangkaian interaksi perawat dengan klien dan lingkungannya untuk mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan dan kemandirian klien dalam merawat dirinya (UU 38/2014)

4 of 37

Standar Asuhan Keperawatan

Pada umumnya SAK terdiri dari

  1. Standar pengkajian keperawatan
  2. Standar diagnosis keperawatan (SDKI)
  3. Standar perencanaan keperawatan (SIKI + SLKI)
  4. Standar Implementasi keperawatan (SOP / Disesuaikan)
  5. Standar Evaluasi Keperawatan
  6. Standar catatan asuhan keperawatan

5 of 37

Pembagian Bidang Keilmuan Keperawatan

Medikal Bedah

Anak

Maternitas

Gawat darurat

Jiwa

Keluarga

Komunitas

Gerontik

Manajemen keperawatan

6 of 37

Asuhan Keperawatan Medikal Bedah

Respirasi

Kardiovaskuler

Digestif

Neurologi

Endokrin

Muskuloskeletal

Urologi

Integumen

Imunhematologi

Pengindraan

7 of 37

Respirasi

  • Asma
  • COPD/PPOK
  • Tuberculosis
  • Efusi Pleura
  • Pleuritis
  • Pneumonia
  • Covid-19

FOKUS DIAGNOSIS

  1. Bersihan jalan napas tidak efektif
  2. Kerusakan pertukaran gas
  3. Pola nafas tidak efektif

8 of 37

Kardiovaskuler

  • Angina pectoris
  • Infark miokard
  • Gagal jantung kongestif
  • Miokarditis
  • Perikarditis

FOKUS DIAGNOSIS

  1. Penurunan curah jantung
  2. Kelebihan cairan
  3. Intoleransi aktivitas

9 of 37

Digestif

  • Tipoid
  • Apedisitis
  • Hepatitis
  • Sirosis hepatis
  • Diare
  • Ca Colon

FOKUS DIAGNOSIS

  1. Nyeri akut
  2. Hipertermi
  3. Defisit nutrisi
  4. Hipervolemia / hipovolemia

10 of 37

Neurologi

  • Stroke
  • Cedera kepala
  • Meningitis
  • Tumor otak

FOKUS DIAGNOSIS

  1. Risiko perfusi serebral tidak efektif
  2. Gangguan mobilitas fisik
  3. Gangguan komunikasi verbal
  4. Risiko aspirasi / gangguan menelan

11 of 37

Endokrin

  • Diabetes melitus
  • Ketoasidosis diabetikum/KAD
  • Hipo/hipertiroid

FOKUS DIAGNOSIS

  1. Hipovolemia
  2. Ketidakstabilan kadar glukosa darah
  3. Defisit nutrisi
  4. Kerusakan integritas kulit/jaringan

12 of 37

Muskuloskeletal

  • Fraktur
  • Osteomyelitis
  • Osteatritis
  • Osteoporisis

FOKUS DIAGNOSIS

  1. Nyeri Akut
  2. Kerusakan mobilitas fisik
  3. Risiko kerusakan neurovascular

13 of 37

Urologi

  • CKD
  • Hemodialisis
  • ISK
  • BPH
  • Batu ginjal/nefrolitiasis

FOKUS DIAGNOSIS

  1. Kelebihan volume cairan
  2. Nyeri akut
  3. Gangguan eliminasi urin / disfungsi eliminasi urin
  4. Risiko infeksi

14 of 37

Integumen

  • Luka bakar
  • Dermatitis
  • Psoriasis vulgaris
  • Kusta

FOKUS DIAGNOSIS

  1. Kekurangan volume cairan
  2. Kerusakan integritas kulit/jaringan
  3. Risiko infeksi

15 of 37

Imunohematologi

  • HIV/AIDS
  • Anemia
  • Lupus/SLE
  • DHF

FOKUS DIAGNOSIS

  1. Risiko cedera
  2. Risiko hypovolemia
  3. Risiko infeksi
  4. Hambatan interaksi sosial

16 of 37

Pengindraan

  • Katarak
  • Glaukoma
  • Mastoiditis
  • Otitis media

FOKUS DIAGNOSIS

  1. Gangguan persepsi sensorik
  2. Nyeri akut
  3. Risiko cedera

17 of 37

Proses keperawatan

  • Pengkajian
  • Diagnosis
  • Intervensi/Perencanaan
  • Implementasi
  • Evaluasi

18 of 37

IMPLEMENTASI 3S DALAM PAK/SAK

19 of 37

Undang Undang Kep.

No. 38 Tahun 2014

Latar Belakang

SAK

SKP

SK

Standar Kinerja Profesional

  • Penjaminan Mutu
  • Pendidikan
  • Riset
  • Etika
  • Penilaian Kerja

Standar Asuhan Keperawatan

  • Diagnosis
  • Intervensi
  • Luaran (outcome)

Standar Kompetensi

  • Pendidikan: Vokasi, Ners Generalis, Ners Spesialis, Ners Subspesialis
  • Kekhususan: Medikal Bedah, Gadar, Kamar Bedah, Kritis, Jiwa, Maternitas, dll.

PPNI

Standar Profesi

20 of 37

Proses keperawatan DAN� STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN

Pengkajian

Diagnosis

Perencanaan

Implementasi

Evaluasi

SDKI

SIKI

SLKI

21 of 37

22 of 37

23 of 37

No

Jenis Luaran

Contoh Luaran

1

Positif

(Perlu ditingkatkan)

Bersihan Jalan Napas

Keseimbangan Cairan

Integritas Kulit & Jaringan

Citra Tubuh

2

Negatif

(Perlu diturunkan)

Tingkat Nyeri

Tingkat Keletihan

Tingkat Ansietas

Tingkat Berduka

Respon Alergi Sistemik

Jenis luaran keperawatan

24 of 37

Diadaptasi dari:

Standar Praktik Keperawatan Indonesia (PPNI, 2005); International Classification of Nursing Practice – Diagnosis Classification (Wake, 1994); Doenges & Moorhouse’s Diagnostic Division of Nursing Diagnosis (Doenges et al, 2013).

Intervensi Keperawatan

Fisiologis

Respirasi

Sirkulasi

Nutrisi dan Cairan

Eliminasi

Aktivitas dan Istirahat

Neurosensori

Reproduksi dan Seksualitas

Psikologis

Nyeri dan Kenyamanan

Integritas Ego

Pertumbuhan & Perkembangan

Perilaku

Kebersihan Diri

Penyuluhan & Pembelajaran

Relasional

Interaksi Sosial

Lingkungan

Keamanan & Proteksi

25 of 37

Level intervensi

1

    • Level Satu
    • Intervensi Utama

2

    • Level Dua
    • Intervensi Pendukung

26 of 37

INTERVENSI DAN TINDAKAN?

INTERVENSI KEPERAWATAN

  • Segala treatment yang dikerjakan oleh perawat yang didasarkan pada pengetahuan dan penilaian klinis untuk mencapai luaran (outcome)

TINDAKAN KEPERAWATAN

  • Perilaku spesifik yang dikerjakan oleh perawat untuk mengimplementasikan intervensi

27 of 37

PERTIMBANGAN PEMILIHAN INTERVENSI KEPERAWATAN

28 of 37

CONTOH MENGIMPLEMENTASI 3S

Seorang laki-laki berusia 45 tahun masuk UGD dengan keluhan sesak nafas. Hasil pengkajian: mengi, pucat, gelisah, TD: 130/90 mmHg, frekuensi napas 30x/m, frekuensi nadi 90 x/m, suhu 36.90C. Klien menyatakan ada riwayat penyakit asma.

29 of 37

PENGKAJIAN�(ANALISIS DATA)

DATA SUBJEKTIF

DATA OBJEKTIF

  • Pasien/klien mengeluh sesak
  • Menyatakan ada riwayat asma
  • Wheezing
  • Pucat
  • Gelisah
  • TD: 130/90 mmHg
  • RR: 30 x/menit
  • N: 90 x/menit
  • SB: 36.90C

30 of 37

Diagnosis Keperawatan

  • Berdasakan analisis data/pengkajian diangkat diagnosis: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif (D.0001)
  • Bagaimana penulisan diagnosis yang benar?
  • Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan spasme jalan napas dibuktikan dengan
    • obstruksi jalan napas
    • Mengi
    • Dispnea
    • Gelisah
    • Sianosis

Gejala/tanda mayor

(80-100 % dalam menegakan diagnosis

Gejala/tanda minor

31 of 37

Menentukan Luaran Keperawatan

  • Lihat label: Berisihan jalan napas
  • Bagaimana penulisannya
  • Setelah dilakukan intervensi selama 3 jam, maka bersihan jalan napas meningkat, dengan kriteria hasil:
    • Mengi menurun
    • Frekuensi napas membaik (12-20 x/menit)
    • Sianosis menurun
    • Gelisah menurun

32 of 37

Menentukan Intervensi Keperawatan

  • Ingat pertimbangan dalam menentukan intervensi keperawatan
  • Untuk membantu bisa dilihat dihalam tautan SDKI-SIKI
  • Intervensi keperawatan dalam SIKI terdapat dua yakni Intervensi Utama dan Pendukung.
  • Intervensi utama dalam kasus diatas adalah Manajemen Jalan Napas.

33 of 37

  • Setelah ditentukan intervensi utama, silahkan lihat lagi pada daftar isi SIKI, lihat “manajemen jalan napas”

Pastikan memilih

Intervensi sesuai

  1. Karakteristik diagnosis keperawatan
  2. Kriteria hasil pasien yang diharapkan
  3. Kemampulaksanaan intervensi
  4. Kemampuan perawat
  5. Penerimaan pasien
  6. Penelitian yang mendasari intervensi tersebut
  7. Kewenangan klinis (Clinical priviledge)

34 of 37

Contoh:

  • KONSEP PAK/SAK RSHAH

35 of 37

Proses penyusunan SAK RS.HAH

Setiap ruangan mengidentifikasi kasus/penyakit 3 bulan terakhir seperti apa

Menyusun SAK (dibuat berdasarkan TIM)

SAK di SK Direktur

36 of 37

Alur menyusun SAK/PAK

SPO

SIKI + SLKI

SDKI

MASALAH

37 of 37

TERIMA KASIH