1 of 14

BAB 2

Ekspresi

Dramatik

2 of 14

Ekspresi merupakan unsur penting yang menentukan berhasil tidaknya seorang aktor dalam membawakan suatu peran.

Apa saja hal-hal yang perlu dilatih agar ekspresi seorang aktor tidak berlebihan namun tetap dramatik?

3 of 14

A. Menyuarakan

Bunyi Bahasa

01

Fonem

Fonem merupakan bunyi bahasa terkecil yang dapat membedakan makna.

Contoh:

/l/, /a/, /b/, dan /a/

/r/, /a/, /b/, dan /a/

Perbedaan dua kata tersebut hanya terletak pada bunyi /l/ dan /r/. Jadi, dapat disimpulkan bahwa bunyi /l/ dan /r/ merupakan dua buah fonem yang berbeda.

4 of 14

02

Morfem

Morfem merupakan satuan bahasa terkecil yang maknanya relatif stabil dan tidak dapat dibagi atas bagian bermakna yang lebih kecil.

Contoh:

Kedua

Ketiga

Kelima

Keenam

Semua bentuk ke- pada contoh tersebut mempunyai makna yang sama, yaitu menyatakan suatu tingkatan atau derajat. Maka dari itu, imbuhan ke- pada contoh tersebut dapat dikatakan sebagai morfem karena merupakan bentuk terkecil yang berulang-ulang dan mempunyai makna yang sama.

5 of 14

03

Kata

Kata merupakan satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri dan membentuk makna. Sebuah kata dapat terbentuk dari morfem tunggal dan morfem gabungan, seperti main, saya, tawa, dan sebagainya; serta bermain, tertawa, dan sebagainya.

04

Proses Pembentukan Bunyi Bahasa

Dalam proses pembentukan bunyi bahasa, terdapat tiga faktor utama yang telibat, yaitu:

Sumber tenaga

Alat ucap yang menimbulkan getaran

Rongga pengubah getaran

6 of 14

Bunyi Bahasa

Bunyi Oral

Bunyi Nasal

Tulang rawan yang dinamakan anak tekak atau uvula akan menutup saluran ke rongga hidung. Dengan demikian, bunyi tersebut akan keluar melalui rongga mulut. Contoh: /p/, /g/, dan /f/.

Uvula diturunkan sehingga udara keluar melalui rongga hidung. Contoh: /m/, /n/, /ñ/, dan /ŋ/.

7 of 14

Pada bunyi seperti /a/; /u/; dan /i/, udara mengalir melewati rongga mulut tanpa hambatan oleh alat ucap. Sebaliknya, pada bunyi /p/ udara dihambat oleh dua bibir yang terkatup, dan pada bunyi /t/ udara dihambat oleh ujung lidah yang bersentuhan dengan gusi atas.

8 of 14

05

Berlatih Menyuarakan Bunyi Bahasa

Bunyi Vokal

Bunyi Konsonan

[a, i, u, e, o]

[b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, z]

9 of 14

B. Ekspresi

Makna

Ekspreksi makna berkaitan dengan teknik untuk membangun ekspresi suara. Dalam teater, suara adalah lambang komunikasi yang dijadikan media untuk mengungkapkan rasa dan buah pikiran melalui dialog. Ada tiga hal penting yang berkaitan dengan ekspresi suara, yaitu diksi, intonasi dan artikulasi.

01

Diksi: merupakan pemilihan kata untuk mengekspresikan ide-ide yang tepat dan selaras. Seorang aktor harus dapat memilih diksi yang tepat untuk diberikan penenkanan/penegasan dalam berdialog.

Contoh:

  1. Saya mau makan sekarang.
  2. Saya mau makan sekarang.
  3. Saya mau makan sekarang.

10 of 14

02

Intonasi: merupakan nada suara, irama bicara, atau alunan nada dalam melafalkan kata-kata. Dengan adanya intonasi, penonton dapat mengetahui emosi yang dialami oleh seorang aktor. Adapun hal-hal yang perlu dilatih untuk melatih intonasi suara, yaitu:

Jeda (Pemenggalan kalimat)

Tempo (Cepat lambatnya suatu ucapan)

Timbre (Warna suara yang memberi kesan pada kata-kata yang diucapakan)

Nada (Tinggi rendahnya suatu bunyi atau suara)

11 of 14

03

Artikulasi: ketepatan dalam pelafalan atau pengucapan bunyi setiap unsur bahasa. Artikulasi yang baik dihasilkan dari produksi suara yang baik, benar, dan jelas.

Bacalah kalimat berikut dengan artikulasi yang tepat.

  1. Setelah apel pagi, ayah memakan apel.
  2. Suara sedu sedan terdengar di dalam mobil sedan.
  3. Kelapa diparut dan kepala digaruk.
  4. Ambilkan dandang di dinding.

12 of 14

C. Senandika

(Solilokui)

Senandika atau solilokui merupakan wacana yang dilakukan oleh seorang aktor dengan dirinya sendiri untuk menyampaikan curahan hatinya.

Langkah-langkah mempersiapkan adegan senandika sebagai berikut.

  1. Pelajari dan pahami makna dari kutipan dialog yang sudah disediakan.
  2. Imajinasikanlah karakter tokoh yang bersenandika seperti gender, usia, jabatan, dan ciri khusus lainnya.
  3. Imajinasikanlah setting tempat berlangsungnya adegan.
  4. Imajinasikan pula emosi yang sesuai dengan makna dialog yang dimainkan.

13 of 14

D. Mencipta Dialog

Dialog adalah percakapan antara dua orang atau lebih dalam sandiwara, cerita, dan sebagainya.

Untuk melatih imajinasi dalam mencipta dialog, dibutuhkan stimulus atau respons.

  1. Respons Gambar Peristiwa
  2. Respons Teater
  3. Respons Gambar Tokoh

14 of 14

Referensi Gambar