BAB 2
Ekspresi
Dramatik
Ekspresi merupakan unsur penting yang menentukan berhasil tidaknya seorang aktor dalam membawakan suatu peran.
Apa saja hal-hal yang perlu dilatih agar ekspresi seorang aktor tidak berlebihan namun tetap dramatik?
A. Menyuarakan
Bunyi Bahasa
01
Fonem
Fonem merupakan bunyi bahasa terkecil yang dapat membedakan makna.
Contoh:
/l/, /a/, /b/, dan /a/
/r/, /a/, /b/, dan /a/
Perbedaan dua kata tersebut hanya terletak pada bunyi /l/ dan /r/. Jadi, dapat disimpulkan bahwa bunyi /l/ dan /r/ merupakan dua buah fonem yang berbeda.
02
Morfem
Morfem merupakan satuan bahasa terkecil yang maknanya relatif stabil dan tidak dapat dibagi atas bagian bermakna yang lebih kecil.
Contoh:
Kedua
Ketiga
Kelima
Keenam
Semua bentuk ke- pada contoh tersebut mempunyai makna yang sama, yaitu menyatakan suatu tingkatan atau derajat. Maka dari itu, imbuhan ke- pada contoh tersebut dapat dikatakan sebagai morfem karena merupakan bentuk terkecil yang berulang-ulang dan mempunyai makna yang sama.
03
Kata
Kata merupakan satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri dan membentuk makna. Sebuah kata dapat terbentuk dari morfem tunggal dan morfem gabungan, seperti main, saya, tawa, dan sebagainya; serta bermain, tertawa, dan sebagainya.
04
Proses Pembentukan Bunyi Bahasa
Dalam proses pembentukan bunyi bahasa, terdapat tiga faktor utama yang telibat, yaitu:
Sumber tenaga
Alat ucap yang menimbulkan getaran
Rongga pengubah getaran
Bunyi Bahasa
Bunyi Oral
Bunyi Nasal
Tulang rawan yang dinamakan anak tekak atau uvula akan menutup saluran ke rongga hidung. Dengan demikian, bunyi tersebut akan keluar melalui rongga mulut. Contoh: /p/, /g/, dan /f/.
Uvula diturunkan sehingga udara keluar melalui rongga hidung. Contoh: /m/, /n/, /ñ/, dan /ŋ/.
Pada bunyi seperti /a/; /u/; dan /i/, udara mengalir melewati rongga mulut tanpa hambatan oleh alat ucap. Sebaliknya, pada bunyi /p/ udara dihambat oleh dua bibir yang terkatup, dan pada bunyi /t/ udara dihambat oleh ujung lidah yang bersentuhan dengan gusi atas.
05
Berlatih Menyuarakan Bunyi Bahasa
Bunyi Vokal
Bunyi Konsonan
[a, i, u, e, o]
[b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, z]
B. Ekspresi
Makna
Ekspreksi makna berkaitan dengan teknik untuk membangun ekspresi suara. Dalam teater, suara adalah lambang komunikasi yang dijadikan media untuk mengungkapkan rasa dan buah pikiran melalui dialog. Ada tiga hal penting yang berkaitan dengan ekspresi suara, yaitu diksi, intonasi dan artikulasi.
01
Diksi: merupakan pemilihan kata untuk mengekspresikan ide-ide yang tepat dan selaras. Seorang aktor harus dapat memilih diksi yang tepat untuk diberikan penenkanan/penegasan dalam berdialog.
Contoh:
02
Intonasi: merupakan nada suara, irama bicara, atau alunan nada dalam melafalkan kata-kata. Dengan adanya intonasi, penonton dapat mengetahui emosi yang dialami oleh seorang aktor. Adapun hal-hal yang perlu dilatih untuk melatih intonasi suara, yaitu:
Jeda (Pemenggalan kalimat)
Tempo (Cepat lambatnya suatu ucapan)
Timbre (Warna suara yang memberi kesan pada kata-kata yang diucapakan)
Nada (Tinggi rendahnya suatu bunyi atau suara)
03
Artikulasi: ketepatan dalam pelafalan atau pengucapan bunyi setiap unsur bahasa. Artikulasi yang baik dihasilkan dari produksi suara yang baik, benar, dan jelas.
Bacalah kalimat berikut dengan artikulasi yang tepat.
C. Senandika
(Solilokui)
Senandika atau solilokui merupakan wacana yang dilakukan oleh seorang aktor dengan dirinya sendiri untuk menyampaikan curahan hatinya.
Langkah-langkah mempersiapkan adegan senandika sebagai berikut.
D. Mencipta Dialog
Dialog adalah percakapan antara dua orang atau lebih dalam sandiwara, cerita, dan sebagainya.
Untuk melatih imajinasi dalam mencipta dialog, dibutuhkan stimulus atau respons.
Referensi Gambar