Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
PILAR 2
Efektifitas Sistem Pencegahan
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Asesmen dan Mitigasi Risiko Korupsi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Asesmen dan Mitigasi Risiko Korupsi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
A | Rencana tindak pengendalian hasil asesmen risiko korupsi baik pada kegiatan utama maupun kegiatan pendukung telah dilaksanakan dan updating register risiko korupsi dilakukan secara periodik dan konsisten |
| Hasil wawancara kepada bagian yang mengelola risiko baik ditingkat unit kerja maupun tingkat Kementerian/Lembaga/Pemda menunjukkan bahwa:
|
| |
Parameter: Analisis dan asesmen risiko telah dilakukan dan menghasilkan rancangan tindak pengendalian untuk memitigasi risiko korupsi yang sudah terpetakan
Asesmen dan Mitigasi Risiko Korupsi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
B | Asesmen risiko korupsi pada kegiatan utama telah menghasilkan peta risiko korupsi dan rencana tindak pengendalian dan terjadwal. Ada bukti RTP dilaksanakan |
| Hasil wawancara kepada bagian yang mengelola risiko baik ditingkat unit kerja maupun tingkat Kementerian/Lembaga/Pemda menunjukkan bahwa:
|
| |
Parameter: Analisis dan asesmen risiko telah dilakukan dan menghasilkan rancangan tindak pengendalian untuk memitigasi risiko korupsi yang sudah terpetakan
Asesmen dan Mitigasi Risiko Korupsi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
C | Asesmen risiko korupsi pada - beberapa kegiatan utama telah menghasilkan peta risiko korupsi dan rencana tindak pengendalian dan terjadwal |
| Hasil wawancara kepada bagian yang mengelola risiko baik ditingkat unit kerja maupun tingkat Kementerian/Lembaga/Pemda menunjukkan bahwa:
|
| |
Parameter: Analisis dan asesmen risiko telah dilakukan dan menghasilkan rancangan tindak pengendalian untuk memitigasi risiko korupsi yang sudah terpetakan
Asesmen dan Mitigasi Risiko Korupsi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
D | Unit kerja telah melakukan identifikasi skenario/modus dan penyebab korupsi namun belum dilakukan penilaian atas risiko korupsi yang teridentifikasi | Unit kerja telah melakukan identifikasi risiko korupsi namun belum dilakukan penilaian atas risiko tersebut sehingga belum diketahui risiko korupsi mana yang mempunyai tingkat keterjadian dan dampak yang tinggi (prioritas) maupun yang rendah | Hasil wawancara kepada bagian yang mengelola risiko baik ditingkat unit kerja maupun tingkat Kementerian/Lembaga/Pemda menunjukkan bahwa:
|
| |
Parameter: Analisis dan asesmen risiko telah dilakukan dan menghasilkan rancangan tindak pengendalian untuk memitigasi risiko korupsi yang sudah terpetakan
Asesmen dan Mitigasi Risiko Korupsi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
E | Penilaian risiko korupsi tidak berjalan | Unit kerja tidak pernah melakukan penilaian risiko korupsi yang dapat digunakan dalam rangka mitigasi risiko korupsi dan penyusunan kebijakan | Hasil wawancara kepada bagian yang mengelola risiko baik ditingkat unit kerja maupun tingkat Kementerian/Lembaga/Pemda menunjukkan bahwa:
|
| |
Parameter: Analisis dan asesmen risiko telah dilakukan dan menghasilkan rancangan tindak pengendalian untuk memitigasi risiko korupsi yang sudah terpetakan
Saluran Pelaporan Internal yang Efektif & Kredibel
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Saluran pelaporan internal yang dikelola secara kredibel dalam menerima pelaporan dan memberikan perlindungan kepada pelapor sehingga kepedulian meningkat dan memberikan efek penggentar yang efektif.
Saluran Pelaporan Internal yang Efektif dan Kredibel
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
A | Unit kerja menyelenggarakan sistem WBS secara mandiri dimanfaatkan secara konstruktif oleh pegawai dan stakeholder . Informasi whistleblowing ditangani sesuai prosedur dan keandalan sistem whistleblowing dipantau dan dievaluasi efektivitasnya sebagai bahan perbaikan yang berkelanjutan |
| Berdasarkan hasil wawancara kepada pengelola saluran WBS menunjukkan bahwa:
|
|
|
Parameter: Saluran pelaporan internal yang dikelola secara kredibel dalam menerima pelaporan dan memberikan perlindungan kepada pelapor sehingga kepedulian meningkat dan memberikan efek penggentar yang efektif
Saluran Pelaporan Internal yang Efektif dan Kredibel
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
B | Unit kerja menyelenggarakan sistem whistleblowing internal secara mandiri, telah dimanfaatkan secara konstruktif oleh pegawai dengan tumbuhnya intensi whistleblowing yang cukup tinggi dan sikap positif kepada pelapor, serta mekanisme perlindungan kepada pelapor berfungsi. |
| Berdasarkan hasil wawancara kepada pengelola saluran WBS menunjukkan bahwa:
|
|
|
Parameter: Saluran pelaporan internal yang dikelola secara kredibel dalam menerima pelaporan dan memberikan perlindungan kepada pelapor sehingga kepedulian meningkat dan memberikan efek penggentar yang efektif
Saluran Pelaporan Internal yang Efektif dan Kredibel
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
C | Unit kerja menyelenggarakan sistem whistleblowing internal dan cukup berfungsi, secara umum sikap terhadap pelapor cukup positif dan niat whistleblowing pada tataran sedang. Pegawai tidak memanfaatkan saluran whistleblowing karena masih tidak percaya mekanisme perlindungan pelapor berjalan. |
| Berdasarkan hasil wawancara kepada pengelola saluran WBS menunjukkan bahwa:
|
|
|
Parameter: Saluran pelaporan internal yang dikelola secara kredibel dalam menerima pelaporan dan memberikan perlindungan kepada pelapor sehingga kepedulian meningkat dan memberikan efek penggentar yang efektif
Saluran Pelaporan Internal yang Efektif dan Kredibel
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
D | Unit kerja menyelenggarakan sistem whistleblowing internal namun tidak ada bukti saluran pelaporan berfungsi dan dimanfaatkan, dan sikap terhadap pelapor masih cenderung negatif dan niat whistleblowing cenderung rendah |
| Berdasarkan hasil wawancara kepada pengelola saluran WBS menunjukkan bahwa:
|
|
|
Parameter: Saluran pelaporan internal yang dikelola secara kredibel dalam menerima pelaporan dan memberikan perlindungan kepada pelapor sehingga kepedulian meningkat dan memberikan efek penggentar yang efektif
Saluran Pelaporan Internal yang Efektif dan Kredibel
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
E | Unit kerja tidak menyelenggarakan sistem whistleblowing dan adanya sikap negatif terhadap pelapor |
| Berdasarkan hasil wawancara kepada pengelola saluran WBS menunjukkan bahwa:
|
| Entitas memiliki saluran WBS, akan tetapi saluran pelaporan tidak efektif |
Parameter: Saluran pelaporan internal yang dikelola secara kredibel dalam menerima pelaporan dan memberikan perlindungan kepada pelapor sehingga kepedulian meningkat dan memberikan efek penggentar yang efektif
PILAR 2
Budaya Organisasi Anti Korupsi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Kepemimpinan Etis
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
A | Kepemimpinan etis tinggi, ditandai dengan perilaku etis terwujud dalam praktik aktual sehari-hari | Pimpinan unit kerja membangun,mengembangkan dan menerapkan prinsip – prinsip keadilan (fairness), integritas, keteladanan (tone at the top ), akuntabilitas dan tranparansi. Perilaku kepemimpinan etis tersebut terwujud dalam praktik aktual sehari – hari. Tidak terdapat bukti yang menunjukkan adanya perilaku koruptif yang disebabkan oleh faktor kepemimpinan | Hasil wawancara dengan pegawai menunjukkan bahwa:
|
| |
Parameter: Pimpinan mendorong bawahan untuk mengikutinya melalui atensi yang diberikan di berbagai kesempatan, keterbukaan dan transparansi, reinforcement, perlakuan adil, dan pengambilan keputusan yang menyertakan pertimbangan etis
Kepemimpinan Etis
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
B | Kepemimpinan etis cukup tinggi, ditandai dengan perilaku etis terwujud dalam sebagian besar praktik aktual sehari-hari | Pimpinan unit kerja membangun,mengembangkan dan menerapkan prinsip – prinsip keadilan (fairness), integritas, keteladanan (tone at the top), akuntabilitas dan tranparansi. Perilaku kepemimpinan etis tersebut terwujud dalam sebagian besar praktik aktual sehari – hari dan pimpinan hanya sesekali menunjukkan perilaku tidak etis | Hasil wawancara dengan pegawai menunjukkan bahwa:
|
| |
Kepemimpinan Etis
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
C | Kepemimpinan etis sedang, ditandai dengan perilaku etis yang tidak konsisten diterapkan | Pimpinan unit kerja mengemukakan pentingnya membangun, mengembangkan dan menerapkan prinsip – prinsip keadilan (fairness), integritas, keteladanan (tone at the top), akuntabilitas dan tranparansi. Namun, perilaku kepemimpinan etis tersebut terwujud dalam praktik aktual sehari – hari secara tidak konsisten. Tidak terdapat bukti yang menunjukkan adanya perilaku koruptif yang disebabkan oleh faktor kepemimpinan | Hasil wawancara dengan pegawai menunjukkan bahwa:
|
| |
Kepemimpinan Etis
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
D | Kepemimpinan etis cukup rendah, ditandai dengan perilaku yang berlawanan dengan etika | Pimpinan unit kerja mengemukakan pentingnya membangun, mengembangkan dan menerapkan prinsip – prinsip keadilan (fairness), integritas, keteladanan (tone at the top), akuntabilitas dan tranparansi dalam pencegahan korupsi. Namun, terdapat bukti bahwa pimpinan unit kerja berperilaku berlawanan dengan karakteristik kepemimpinan etis tersebut. Terdapat bukti yang menunjukkan adanya perilaku koruptif disebabkan oleh faktor kepemimpinan yang tidak etis | Hasil wawancara dengan pegawai menunjukkan bahwa:
|
| |
Kepemimpinan Etis
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
E | Kepemimpinan etis rendah, ditandai dengan perilaku pimpinan yang membiarkan, mendorong, dan memfasilitasi perilaku koruptif | Pimpinan unit kerja tidak menyadari pentingnya membangun, mengembangkan dan menerapkan prinsip – prinsip keadilan (fairness), integritas, keteladanan (tone at the top), akuntabilitas dan tranparansi dalam pencegahan korupsi. Terdapat bukti yang menunjukkan pimpinan unit kerja membiarkan, memfasilitasi atau mendorong pegawai berperilaku koruptif | Hasil wawancara dengan pegawai menunjukkan bahwa:
|
| |
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Contoh
Pakta Integritas
Wawancara
SPI KPK
Parikshana
MCP KPK
Triangulasi
Parameter Kepemimpinan Etis dipertimbangkan berada pada grade …
Integritas Organisasional
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Parameter: Integritas organisasional yang terwujud dalam transparansi dan akuntabilitas telah tercermin dalam visi, misi, tujuan, dan nilainilai organisasi/unit kerja
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
A | Visi, misi, dan tujuan serta nilai-nilai formal organisasi mencerminkan komitmen pemberantasan korupsi. Hasil survei menunjukkan unit kerja mempunyai integritas organisasional yang tinggi dan tidak terdapat bukti yang menunjukkan ketidaksesuaian praktik aktual sehari-hari dengan nilai-nilai anti korupsi. | Komitmen pemberantasan korupsi telah secara jelas dinyatakan dalam visi, misi, tujuan dan nilai-nilai formal organisasi. Selain itu, dalam praktik keseharian, unit kerja menunjukkan integritas organisasional tinggi ditandai dengan: 1.Proses pengelolaan anggaran telah berjalan sesuai ketentuan 2.Proses rekrutmen, mutasi, & promosi pegawai telah menghindari favoritisme dan percaloan 3.Transparansi telah diwujudkan secara luas. 4.Praktik suap/percaloan di lingkungan kantor sudah dihindari 5.Praktik gratifikasi di lingkungan kantor ini sudah dihindari 6.Praktik jamuan mewah di lingkungan kantor ini sudah dihindari. 7. Konflik kepentingan di kantor ini tidak dibiarkan. | Hasil wawancara dengan sampling pegawai dan stakeholder menunjukkan bahwa:
|
2) Notula hasil wawancara degan sampling pegawai dan stakeholder 3) Hasil kuesioner 4) Mempertimbangkan temuan APIP/APH/BPK/BPKP atau informasi media massa 5). Mempertimbangkan hasil SPI KPK dan MCP KPK | Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat: 1) Banner, 2) spanduk, 3) website/media sosial kantor 3) media lainnya tentang himbauan tertulis yang isinya (namun tidak terbatas pada): "Pegawai di lingkungan Kementerian/Lembaga tidak menerima suap/gratifikasi dalam pelaksanaan tugas dan pemberian layanan" |
Integritas Organisasional
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
B | Komitmen pemberantasan korupsi secara formal dinyatakan dalam visi, misi, dan tujuan organisasi dan terdapat bukti yang menunjukkan ketidaksesuaian praktik aktual sehari-hari dengan nilai-nilai anti korupsi. | Komitmen pemberantasan korupsi telah secara jelas dinyatakan dalam visi, misi, tujuan dan nilai-nilai formal organisasi namun terdapat ketidaksesuaian dengan praktik aktual sehari-hari misalnya ditandai dengan:
| Hasil wawancara dengan sampling pegawai dan stakeholder menunjukkan bahwa:
|
| Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat: 1) Banner, 2) spanduk, 3) website/media sosial kantor 3) media lainnya tentang himbauan tertulis yang isinya (namun tidak terbatas pada): "Pegawai di lingkungan Kementerian/Lembaga tidak menerima suap/gratifikasi dalam pelaksanaan tugas dan pemberian layanan" |
Integritas Organisasional
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
C | Visi, misi, dan tujuan serta nilai-nilai formal organisasi mencerminkan komitmen pemberantasan korupsi namun hasil survei menunjukkan unit kerja mempunyai integritas organisasional sedang | Komitmen pemberantasan korupsi secara formal dinyatakan dalam visi, misi, tujuan dan nilai-nilai yang dianut unit kerja , namun praktik yang berjalan dalam organisasi menunjukkan integritas organisasional yang kurang memadai sehingga terdapat temuan yang cukup banyak yang menunjukkan bahwa praktek koruptif telah banyak terjadi | Hasil wawancara dengan sampling pegawai dan stakeholder menunjukkan bahwa: 1) Sebagian pegawai dapat memberikan contoh area yang sudah menunjukkan perbaikan dalam hal integritas. 2) Sebagian lainnya masih menyoroti area-area yang dianggap rawan pelanggaran. 3) Penanganan pelanggaran dirasa masih bersifat ad-hoc (tergantung kasus), belum sistematis. |
| Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat: 1) Banner, 2) spanduk, 3) website/media sosial kantor 3) media lainnya tentang himbauan tertulis yang isinya (namun tidak terbatas pada): "Pegawai di lingkungan Kementerian/Lembaga tidak menerima suap/gratifikasi dalam pelaksanaan tugas dan pemberian layanan" |
Integritas Organisasional
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
D | Komitmen pemberantasan korupsi tidak secara formal dinyatakan dalam visi, misi, dan tujuan organisasi, tetapi hasil survei menunjukkan integritas organisasional cenderung rendah | Unit kerja tidak menyatakan komitmen pemberantasan korupsi secara formal dalam visi, misi, tujuan dan nilai-nilai organisasi namun secara umum telah terdapat penerapan integritas organisasional yang tercermin dalam proses pelayanan yang transparan dan pengelolaan keuangan yang akuntabel. Integritas organisasional tidak tercermin secara menyeluruh dalam organisasi karena tidak ada pernyataan formal sebagai pedoman dalam praktek sehari-hari | Hasil wawancara dengan sampling pegawai dan stakeholder menunjukkan bahwa: 1) Pegawai mengetahui adanya aturan-aturan terkait integritas. 2) Namun, terdapat pandangan umum bahwa aturan tersebut tidak berjalan efektif dan lebih bersifat seremonial atau formalitas belaka. 3) Ketika terjadi pelanggaran integritas, responden menjawab jumlah yang diberi sanksi sedikit. |
| Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat: 1) Banner, 2) spanduk, 3) website/media sosial kantor 3) media lainnya tentang himbauan tertulis yang isinya (namun tidak terbatas pada): "Pegawai di lingkungan Kementerian/Lembaga tidak menerima suap/gratifikasi dalam pelaksanaan tugas dan pemberian layanan" |
Integritas Organisasional
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
E | Komitmen pemberantasan korupsi tidak secara formal dinyatakan dalam Misi dan tujuan organisasi dan hasil survei menunjukkan unit kerja mempunyai integritas organisasional yang rendah atau sangat rendah. | Unit kerja tidak menyatakan komitmen pemberantasan korupsi secara formal dalam visi, misi, tujuan dan nilai-nilai organisasi yang berdampak pada suburnya praktik koruptif di organisasi. Pegawai tidak mengetahui adanya komitmen anti korupsi sehingga tak acuh terhadap perilaku koruptif yang terjadi di unit kerja atau praktik koruptif seperti suap/gratifikasi menjadi hal yang sulit dihindari. Proses pelayanan yang tidak transparan dan pengelolaan keuangan yang tidak akuntabel | Hasil wawancara dengan sampling pegawai dan stakeholder menunjukkan bahwa: 1) Praktik yang melanggar integritas (favoritisme, suap, gratifikasi, konflik kepentingan) sering terjadi dan meluas. 2) Pelanggaran tersebut cenderung dibiarkan atau dianggap sebagai hal yang lumrah dan tidak dianggap sebagai masalah serius. 3) Belum ada mekanisme yang efektif untuk melaporkan atau menangani pelanggaran integritas. |
| Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat: 1) Banner, 2) spanduk, 3) website/media sosial kantor 3) media lainnya tentang himbauan tertulis yang isinya (namun tidak terbatas pada): "Pegawai di lingkungan Kementerian/Lembaga tidak menerima suap/gratifikasi dalam pelaksanaan tugas dan pemberian layanan" |
Iklim Etis Prinsip
Parameter: Terdapat persepsi bersama bahwa yang dijadikan acuan utama sebagai perilaku etis adalah peraturan, SOP, hukum, atau standar profesional
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
A | Iklim etis prinsip di dalam lingkungan unit kerja sangat tinggi | Unit kerja mempunyai seperangkat peraturan kepatuhan, kode etik, SOP dan iklim etis prinsip di unit kerja ditunjukkan dengan 1.Pegawai menempatkan kepatuhan kepada aturan di atas pertimbangan lain 2.Pegawai menaati kode etik organisasi dan standard profesi yang berlaku atas pekerjaannya 3.Pegawai patuh kepada aturan & SOP dianggap sangat penting oleh pegawai 4. Dalam membuat keputusan, pertimbangan paling utama adalah apakah keputusan tersebut tidak bertentangan dengan hukum dan peraturan 5. Penerapan etika prinsip dilaksanakan secara bersama dalam unit kerja 6. Terdapat bukti-bukti yang nyata bahwa praktik aktual sehari-hari dalam unit kerja telah sesuai dengan iklim etis prinsip yang dibangun. | Hasil wawancara kepada sampling pegawai menunjukkan bahwa: 1) Aturan/SOP sebagai rujukan utama dalam melaksanakan suatu kegiatan. 2) Pegawai sudah mengetahui adanya aturan/SOP dan aturan kepatuhan sudah terimplementasikan 3) Keputusan selalu mengacu pada peraturan yang berlaku dan kode etik, bahkan ketika ada tekanan atasan, teman, atau situasi darurat. 4) Iklim etis sudah diterapkan dan sudah tercermin dalam keseluruhan praktik unit kerja. |
| Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat: 1) Banner, 2) spanduk, 3) website/media sosial kantor 3) media lainnya tentang himbauan tertulis yang isinya (namun tidak terbatas pada): "Pegawai di lingkungan Kementerian/Lembaga tidak menerima suap/gratifikasi dalam pelaksanaan tugas dan pemberian layanan" |
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Iklim Etis Prinsip
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
B | Unit kerja menunjukkan iklim etis prinsip yang cukup tinggi | Unit kerja mempunyai seperangkat peraturan kepatuhan, kode etik, sop dan iklim etis prinsip di unit kerja, ditunjukkan dengan: 1) pegawai menempatkan kepatuhan kepada aturan di atas pertimbangan lain 2) pegawai menaati kode etik organisasi dan standar profesi yang berlaku atas pekerjaannya 3) pegawai patuh kepada aturan dan sop dianggap sangat penting oleh pegawai Namun penerapan etika prinsip lebih dominan terletak sisi individual atau belum tercermin dalam keseluruhan praktik unit kerja. | Hasil wawancara kepada sampling pegawai menunjukkan bahwa: 1) Pegawai sudah mengetahui adanya aturan/SOP dan aturan kepatuhan sudah terimplementasikan 2) Iklim etis sudah diterapkan namun belum tercermin dalam keseluruhan praktik unit kerja. | 1) Sudah ada kebijakan internal terkait budaya kerja antikorupsi 2) Sudah ada SOP (Etis, operasional, dll) yang berlaku di unit kerja 3) Notula hasil wawancara degan sampling pegawai dan stakeholder 4) Hasil kuesioner 5) Mempertimbangkan temuan APIP/APH/BPK/BPKP atau informasi media massa 6) Mempertimbangkan hasil SPI KPK dan MCP KPK 7) Laporan hasil pelanggaran atas ketidakpatuhan kode etik dan standar profesi | Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat: 1) Banner, 2) Spanduk, 3) Website /media sosial kantor 4) Media lainnya tentang himbauan tertulis yang isinya (namun tidak terbatas pada): "Pegawai di lingkungan kementerian/lembaga tidak menerima suap/gratifikasi dalam pelaksanaan tugas dan pemberian layanan" |
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Iklim Etis Prinsip
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
C | Unit kerja menunjukkan iklim etis prinsip yang sedang | Secara umum terdapat aturan kepatuhan dan kode etik maupun standar profesi, namun tidak terimplementasikan atau tersampaikan kepada pegawai. Pegawai tidak memahami aturan kepatuhan, standar etika dan standar profesi yang berlaku di unit kerjanya. Penerapan iklim etis prinsip mengandalkan moralitas pribadi sebagai acuan utama dalam menilai benar dan salah dan terdapat bukti bahwa moralitas pribadi sesuai dengan praktik aktual pegawai. Penerapan etika prinsip akan dilakukan dipatuhi apabila sejalan dengan moral pribadi | Hasil wawancara kepada sampling pegawai menunjukkan bahwa: 1) Pegawai belum mengetahui adanya aturan/SOP dan aturan kepatuhan belum terimplementasikan 2) Iklim etis sudah diterapkan dengan mengandalkan moralitas pribadi 3) Keterjadian pelanggaran peraturan sedikit, karena moralitas pegawai yang baik dan bukan karena penerapan aturan/SOP organisasi | 1) Sudah ada kebijakan internal terkait budaya kerja antikorupsi 2) Sudah ada SOP (Etis, operasional, dll) yang berlaku di unit kerja 3) Notula hasil wawancara degan sampling pegawai dan stakeholder 4) Hasil kuesioner 5) Mempertimbangkan temuan APIP/APH/BPK/BPKP atau informasi media massa 6) Mempertimbangkan hasil SPI KPK dan MCP KPK 7) Laporan hasil pelanggaran atas ketidakpatuhan kode etik dan standar profesi | Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat: 1) Banner, 2) Spanduk, 3) Website /media sosial kantor 4) Media lainnya tentang himbauan tertulis yang isinya (namun tidak terbatas pada): "Pegawai di lingkungan kementerian/lembaga tidak menerima suap/gratifikasi dalam pelaksanaan tugas dan pemberian layanan" |
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Iklim Etis Prinsip
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
D | Unit kerja menunjukkan iklim etis prinsip yang cenderung rendah | Secara umum terdapat aturan kepatuhan dan kode etik maupun standar profesi, namun tidak terimplementasikan atau tersampaikan kepada pegawai, sehingga pegawai tidak memahami aturan kepatuhan, standar etika dan standar profesi yang berlaku di unit kerjanya, SOP tidak dipatuhi, dan pegawai cenderung acuh tak acuh terhadap kejadian korupsi dan perilaku koruptif | Hasil wawancara kepada sampling pegawai menunjukkan bahwa: 1) Pegawai belum mengetahui adanya aturan/SOP dan aturan kepatuhan belum terimplementasikan 2) Pegawai acuh tak acuh atau terkesan cuek dengan kondisi perilaku koruptif yang terjadi di lingkungan kerjanya 3) Keterjadian pelanggaran cukup tinggi ditandai dengan banyaknya jumlah pelanggaran yang terjadi di organisasi | 1) Sudah ada kebijakan internal terkait budaya kerja antikorupsi 2) Sudah ada SOP (Etis, operasional, dll) yang berlaku di unit kerja 3) Notula hasil wawancara degan sampling pegawai dan stakeholder 4) Hasil kuesioner 5) Mempertimbangkan temuan APIP/APH/BPK/BPKP atau informasi media massa 6) Mempertimbangkan hasil SPI KPK dan MCP KPK 7) Laporan hasil pelanggaran atas ketidakpatuhan kode etik dan standar profesi | Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat: 1) Banner, 2) Spanduk, 3) Website /media sosial kantor 4) Media lainnya tentang himbauan tertulis yang isinya (namun tidak terbatas pada): "Pegawai di lingkungan kementerian/lembaga tidak menerima suap/gratifikasi dalam pelaksanaan tugas dan pemberian layanan" |
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Iklim Etis Prinsip
Grade | Kriteria | Penjelasan | Indikator Pemenuhan Minimal per Level | ||
Wawancara | Dokumentasi | Observasi | |||
E | Unit kerja menunjukkan iklim etis prinsip yang rendah | Pegawai tidak memahami aturan kepatuhan, standar etika dan standar profesi yang berlaku di unit kerjanya, SOP tidak dipatuhi, dan pegawai cenderung mengedepankan egoisme pribadi yang menyuburkan praktek-praktek koruptif | Hasil wawancara kepada pegawai menunjukkan bahwa: 1) Pegawai tidak memahami aturan 2) Pegawai tidak mematuhi SOP yang berlaku | 1) Notula hasil wawancara kepada sampling pegawai dan stakeholder 2) Hasil kuesioner | |
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi
TERIMA KASIH
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Deputi Bidang Investigasi