ugm.ac.id
Integrasi Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT)
dan
Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS)
dalam Praktik Keperawatan Anak Berbasis Integrasi Layanan Primer (ILP)
Serial Webinar Keperawatan
Jumat, 06 Februari 2026
Dr. Fitri Haryanti, S.Kp.,M.Kes.
Latar Belakang
Masalah kesehatan anak masih tinggi:
Stunting, infeksi berulang, keterlambatan tumbuh kembang
Layanan anak masih terfragmentasi (PKAT dan MTBS berjalan terpisah)
Transformasi Layanan Primer (ILP) mendorong integrasi pelayanan anak.
Referensi: OECD (2024); WHO (2014)
Konsep PKAT dan MTBS
perkembangan, gizi, imunisasi
klinis sederhana
(Referensi: WHO (2014); Kemenkes RI)
PKAT Berbasis Posyandu
Referensi: Setiawan & Christiani (2018)
2020-2022
Puskesmas Sleman dan Ngemplak 2 ditunjuk sebagai pilot project PKAT oleh Kemenkes dan JICA
PKAT DI DIY
2023
2024
Pengembangan PKAT
2025
100% Puskesmas di DIY sudah melaksanakan PKAT
01
02
03
04
Kesimpulan Hasil Evaluasi PKAT di DIY
Mayoritas Responden mendapatkan informasi dari Buku KIA sebagai sumber informasi, Sosial Media, dan Tenaga Kesehatan
Sekitar 61% terdapat anggota keluarga yang merokok
Peran Strategis Perawat Anak
Referensi: OECD (2024); Haryanti et al. (2018)
Evidence Global
Referensi: WHO (2014); OECD (2024)
Evidence Indonesia
Referensi: Titaley et al. (2014); Haryanti et al. (2018)
Seluruh Puskesmas sudah melaksanakan MTB, namun belum semua balita yang dating dilayani dengan MTBS
Tantangan Sistemik
Keterbatasan SDM, supervisi dan logistik
Interoperabilitas data kesehatan anak “belum optimal”
Perlu penguatan sistem dan kebijakan
Referensi: Lazuardi et al. (2021)
Implikasi Keperawatan Anak & Kader
Referensi: Haryanti et al. (2018)
Policy Ask
Referensi: OECD (2024); Kemenkes RI
Penetapan PKAT-MTBS sebagai standar pelayanan anak
Penguatan Posyandu dalam ILP
Dukungan pelatihan, Supervisi, dan digitalisasi
Pesan Kunci
LOCALLY ROOTED, GLOBALLY RESPECTED
ugm.ac.id
DAFTAR PUSTAKA
LOCALLY ROOTED, GLOBALLY RESPECTED
ugm.ac.id
TERIMA KASIH