1 of 50

��Gangguan SomatOFORM

Dr Gerald Mario semen SPKJ(K) SH

2 of 50

Gangguan Somatoform

  • Kelompok gangguan yang ditandai oleh keluhan tentang masalah atau simptom fisik yang tidak dapat dijelaskan oleh penyebab kerusakan fisik. Gejala dan keluhan menyebabkan penderitaan emosional yang bermakna atau gangguan kemampuan pasien untuk berfungsi didalam peranan social atau pekerjaan.
  • Bukan merupakan Malingering: Kepura-puraan simptom yang bertujuan untuk mendapatkan hasil eksternal yang jelas, misalnya menghindari hukuman, dsb.
  • Bukan pula Gangguan Factitious/Gangguan Buatan: Gangguan yang ditandai oleh pemalsuan simptom psikis atau fisik yang disengaja tanpa keuntungan yang jelas atau untuk mendapatkan peran sakit.

Macam-macam Gangguan Somatoform

Somatisasi

3 of 50

GangguanSomatisasi

4 of 50

Definisi...

Gangguan somatisasi adalah salah satu gangguan somatoform spesifik yang ditandai oleh banyaknya keluhan fisik/gejala somatik yang mengenai banyak sistem organ yang tidak dapat dijelaskan secara adekuat berdasarkan pemeriksaan fisik dan laboratorium.

5 of 50

  • Biasanya bermula sebelum usia 30 tahun, saat remaja.
  • Simtom gangguan bertahan paling tidak selama beberapa tahun.
  • Berakibat menuntut perhatian medis.
  • Mengalami hendaya yang berarti dalam memenuhi peran sosial atau pekerjaan.
  • Keluhan-keluhan tampak meragukan atau dibesar-besarkan dan sering menerima perawatan medis dari sejumlah dokter terkadang pada saat yang sama.
  • Rumusnya adalah 4 – 2 – 1 – 1.
  • 4 gejala nyeri, 2 gejala gastrointestinal (lambung-usus), 1 gejala seksual dan 1 gejala pseudoneurologis.

6 of 50

Epidemiologi…

  • Wanita : pria = 5 : 1, bermula pada masa remaja atau dewasa muda.
  • Rasio tertinggi usia 20- 30 tahun.
  • Pasien dengan riwayat keluarga pernah menderita gangguan somatoform (berisiko 10-20 kali lebih besar dibanding yang tidak ada riwayat).
  • Prevalensi gangguan somatisasi pada populasi umum diperkirakan 0,1 – 0,2 %, walaupun beberapa kelompok penelitian percaya bahwa angka sesungguhnya mungkin mendekati 0,5 %.

7 of 50

Etiologi…

  • Faktor Psikososial

  • Penyebab gangguan somatisasi tidak diketahui secara pasti. Secara psikososial, gejala – gejala gangguan ini merupakan bentuk komunikasi sosial yang bertujuan untuk, menghindarkan diri dari kewajiban, mengekspresikan emosi atau untuk mensimbolisasikan suatu perasaan atau keyakinan (sebagai contoh,sakit kepala, nyeri pada perut dll).

8 of 50

Faktor Biologis

  • Ditemukan adanya faktor genetik dalam transmisi gangguan somatisasi dan adanya penurunan metabolisme (hipometabolisme) suatu zat tertentu di lobus frontalis dan hemisfer nondominan. Selain itu diduga terdapat regulasi abnormal sistem sitokin yang mungkin menyebabkan beberapa gejala yang ditemukan pada gangguan somatisasi.

9 of 50

Gambaran Klinis...

  • Ciri utama gangguan ini adalah adanya keluhan-keluhan gejala fisik yang berulang-ulang disertai dengan permintaan pemeriksaan medik, meskipun sudah berkali-kali terbukti hasilnya negatif dan juga sudah dijelaskan oleh dokternya bahwa tidak ditemukan kelainan yang menjadi dasar keluhannya.

  • Penderita menyangkal dan menolak u/ membahas kemungkinan kaitan antara keluhan fisiknya dengan problem atau konflik dalam kehidupan yang dialaminya, bahkan meskipun didapatkan gejala-gejala anxietas dan depresi.

10 of 50

Perjalanan Penyakit…

  • Perjalanan penyakit gangguan somatisasi bersifat kronik.

  • Diagnosis biasanya ditegakkan sebelum usia 25 tahun, namun gejala awal sudah dimulai saat remaja.

  • Periode keluhan yang ringan berlangsung 6-9 bulan, sedangkan gejala yang berat dan pengembangan dari keluhan – keluhan baru berlangsung selama 9-12 bulan.

  • Tetapi jarang seorang pasien dengan gangguan somatisasi berjalan lebih dari satu tahun tanpa mencari suatu perhatian medis.

11 of 50

Diagnosis

Menurut PPDGJ-III :

  • Diagnosis pasti memerlukan semua hal berikut :
  • adanya banyak keluhan-keluhan fisik yang bermacam-macam yang tidak dapat dijelaskan atas dasar adanya kelainan fisik, yang sudah berlangsung sedikitnya 2 tahun;
  • tidak mau menerima nasehat atau penjelasan dari beberapa dokter bahwa tidak ada kelainan fisik yang dapat menjelaskan keluhan-keluhannya;
  • terdapat disabilitas dalam fungsinya di masyarakat dan keluarga, yang berkaitan dengan sifat keluhan-keluhannya dan dampak dari perilakunya.

12 of 50

Menurut DSM-IV :

  1. Riwayat banyak keluhan fisik yang dimulai sebelum usia 30 tahun yang terjadi selama periode beberapa tahun dan menyebabkan terapi yang dicari atau gangguan bermakna dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lain.

  • Tiap kriterian berikut ini harus ditemukan, dengan gejala individual yang terjadi sembarang pada waktu selama perjalanan gangguan :

(1) empat gejala nyeri : riwayat nyeri yang berhubungan dengan sekurangnya empat tempat atau fungsi yang berlainan (misalnya, kepala, perut, punggung, sendi, anggota gerak, dada, rektum, selama menstruasi, selama hubungan seksual, atau selama miksi).

13 of 50

(2) dua gejala gastrointestinal : riwayat sekurangnya dua gejala gastrointestinal selain dari nyeri (misalnya, mual, kembung, muntah selain dari selama kehamilan, diare, atau intoleransi terhadap beberapa jenis makanan).

(3) satu gejala seksual : riwayat sekurangnya satu gejala seksual atau reproduktif selain dari nyeri (misalnya, indeferensi seksual, disfungsi erektil atau ejakulasi, menstruasi yang tidak teratur, perdarahan menstruasi yang berlebihan, muntah sepanjang kehamilan).

14 of 50

(4) satu gejala pseudoneurologis : riwayat sekurangnya satu gejala atau defisit yang mengarahkan pada kondisi neurologis yang tidak terbatas pada nyeri (gejala konversi seperti gangguan koordinasi atau keseimbangan, paralisis atau kelemahan setempat, sulit menelan atau benjolan di tenggorokan, afonia, retensi urin, halusinasi, hilangnya sensasi sentuh atau nyeri, pandangan ganda, kebutaan, ketulian, kejang; gejala disosiatif seperti amnesia; atau hilangnya kesadaran selain pingsan).

15 of 50

C. Salah satu (1) atau (2):

(1) setelah penelitian yang diperlukan, tiap gejala dalam kriteria B tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh sebuah kondisi medis umum yang dikenal atau efek langsung dari suatu zat (misalnya, efek cedera, medikasi, obat, atau alkohol)

(2) jika terdapat kondisi medis umum, keluhan fisik atau gangguan sosial atau pekerjaan yang ditimbulkannya adalah melebihi apa yang diperkirakan dari riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, atau temuan laboratorium.

D. Gejala tidak ditimbulkan secara sengaja atau dibuat-

buat (seperti pada gangguan buatan atau pura-pura).

16 of 50

Diagnosa Banding…

  • Gangguan somatoform lainnya :

- Hipokondriasis

- Gangguan konversi

- Gangguan dismorfik tubuh

- Gangguan nyeri

  • Gangguan cemas menyeluruh

  • Gangguan medis non psikiatrik

17 of 50

Tatalaksana Non-Farmakologis…�

  • Meningkatkan kesadaran pasien tentang kemungkinan bahwa faktor psikologis terlibat di dalam gejala.

  • Psikoterapi dapat membantu pasien mengurangi gejalanya, untuk mengekspresikan emosi yang mendasari.

- Terapi kognitif dapat digunakan untuk mengatasi rasa takut dan dapat membantu mengurangi berbagai keluhan somatik.

- Terapi kelompok 🡪 karena biasanya pasien merasa ditolak, tidak dimengerti dan diasingkan dari pergaulan, oleh karena itu terapi kelompok dapat mengatasi hal tersebut.

  • Dokter tidak menghindari validitas keluhan-keluhan fisik, namun meminimalkan penggunaan berbagai tes diagnostik dan pemberian obat.

18 of 50

Tatalaksana Farmakologis...

  • Gejala-gejala spesifik yang sulit disembuhkan seperti nyeri kepala, mialgia, dan bentuk-bentuk penyakit kronik lainnya dapat hilang dengan antidepresan trisiklik seperti :

- Amitriptyline dengan dosis anjuran 75-150 mg/hr sebagai

obat acuan

- Imipramine 75-150 mg/hr

- Clomipramine 75-150 mg/hr

- Tianeptine 25-50 mg/hr.

19 of 50

Tatalaksana Farmakologis...

Demikian pula pasien-pasien cemas dengan terapi golongan benzodiazepine seperti :

- Alprazolam dengan dosis anjuran 3 x 0,25 – 0,5 mg/hr atau 1 x 0,5

– 1 mg/hr

- Diazepam 2-3 x 2-5 mg/hr sebagai obat acuannya. Walaupun pasien-pasien tersebut tidak memenuhi kriteria gangguan panik atau kecemasan.

  • Obat-obat simtomatik murni (misal: analgetik, antasida dll sesuai dengan gejala simptomatiknya jika benar didapatkan kelainan).

20 of 50

Prognosis…

  • Perjalanan penyakit gangguan somatisasi bersifat kronik.
  • Diagnosis biasanya ditegakkan sebelum usia 25 tahun, namun gejala awal sudah dimulai saat remaja.
  • Periode keluhan yang ringan berlangsung 6– 9 bulan, sedangkan gejala yang berat dan pengembangan dari keluhan – keluhan baru berlangsung selama 9 – 12 bulan, namun sebelum setahun biasanya pasien sudah mencari pertolongan medis.
  • Prognosis yang baik biasaya dilihat dari gejala yang singkat, usia muda, kelas sosioekonomi tinggi, tidak ada penyakit organik, dan tidak ada gangguan kepribadian.
  • Prognosis yang buruk dilihat dari adanya peningkatan tekanan kehidupan yang mengakibatkan eksaserbasi gejala – gejala somatik.

21 of 50

Gangguan konversi

22 of 50

Definisi

  • Adalah gangguan yang ditandai oleh adanya satu atau lebih gejala neurologis (paralisis, kebutaan, paresthesia) yang tidak dapat dijelaskan oleh gangguan neurologis atau medis yang diketahui
  • Didahului dengan adanya stressor/ factor psikologis

23 of 50

Epidemiologi

  • Angka kejadian: 22 setiap 10.000 orang
  • wanita : pria= 2:1
  • Pria dengan GK sering mengalami kecelakaan kerja atau militer
  • Ditemukan pada anak-anak, dewasa muda hingga usia lanjut
  • Sering ditemukan bersama komorbit gangguan jiwa lainnya: ggn depresi, ggn ansietas, ggn skizofrenia

24 of 50

Gejala klinis

  • Gejala sensorik:
    • Anaestesia dan paresthesia anggota gerak
    • Tuli, buta, penglihatan terowongan
  • Gejala motoric
    • Paralisis, kelemahan anggota gerak
    • Tremor, tik
  • Gejala kejang
    • Kejang semu/pseudo seizure

25 of 50

Diagnosis

  • PPDGJ III:
    • A. Satu atau lebih gejala atau defisit yang mengenai fungsi motorik volunter atau sensorik yang mengarahkan pada kondisi neurologis atau kondisi medis lain.
    • B. Faktor psikologis dipertimbangkan berhubungan dengan gejala atau defisit karena awal atau eksaserbasi gejala atau defisit adalah didahului oleh konflik atau stresor lain.
    • C. Gejala atau defisit tidak ditimbulkan secara sengaja atau dibuat-buat (seperti pada gangguan buatan atau berpurapura).
    • D. Gejala atau defisit tidak dapat, setelah penelitian yang diperlukan, dijelaskan sepenuhnya oleh kondisi medis umum, atau oleh efek langsung suatu zat, atau sebagai perilaku atau pengalaman yang diterima secara kultural.
    • E. Gejala atau defisit menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lain atau memerlukan pemeriksaan medis.
    • F. Gejala atau defisit tidak terbatas pada nyeri atau disfungsi seksual, tidak terjadi semata-mata selama perjalanan gangguan somatisasi, dan tidak dapat diterangkan dengan lebih baik oleh gangguan mental lain

26 of 50

Diagnosis banding

  • Gangguan neurologis sesuai gejala utama
  • Gangguan somatoform lainnya
  • Gangguan buatan, ggn berpura-pura

27 of 50

PROGNOSIS

  • Lebih dari 90 persen akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari- 1 bulan

28 of 50

TERAPI

  • HIPNOSIS
  • Pemberian obat ansiolitik/ benzodiasepin
  • Latihan relaksasi perilaku
  • Psikoterapi

29 of 50

Gangguan hipokondriasis

30 of 50

Definisi

  • “hipokondrium” dibawah rusuk, keluhan lebih sering pada abdomen
  • Disebabkan oleh interpretasi pasien yang kurang realistic dan tidak akurat terhadap gejala fisik,menimbulkan preokupasi dan ketakutan menderitap penyakit yang berat
  • Pasien mengalami penderitaan/ mengganggu fungsi kehidupan

31 of 50

Epidemiologi

  • Prevalensi : 4-6 persen
  • Laki=wanita
  • Paling sering pada usia 20-30 tahun

32 of 50

Gejala klinis

  • Pasien percaya dirinya menderita suatu penyakit yang parah yangbelum terdeteksi
  • Keyakinan tetap dipertahankan walaupum hasil lab, radiologi dan penjelasan dokter telah menyangkal adanya penyakit.

33 of 50

Diagnosis ggn Hipokondriasis

  • A. Pereokupasi dengan ketakutan menderita, atau ide bahwa ia menderita suatu penyakit serius didasarkan pada interpretasi keliru orang tersebut terhadap gejala­gejala tubuh.
  • B. Preokupasimenetapwalaupuntelahdilakukanpemeriksaan medis yang tepat dan penentraman.
  • C. Keyakinan dalam kriteria A tidak memiliki intensitas waham (seperti gangguan delusional, tipe somatik) dan tidak terbatas pada kekhawatiran tentang penampilan (seperti pada gangguan dismorfik tubuh).
  • D. Preokupasi menyebabkan penderitaan yang bermakna secara kilnis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lain.
  • E. Lama gangguan sekurangnya 6 bulan.
  • F. Preokupasitidakdapatditerangkanlebihbaikolehgangguan kecemasan umum, gangguan obsesif-kompulsif, gangguan panik, gangguan depresif berat, cemas perpisahan, atau gangguan somatoform lain.

34 of 50

Diagnosis banding

  • Kondisi medis umum/non psikiatrik: AIDS, endokrinopati,miastenia gravissklerosis multiple, LES
  • Ggn somatisasi
  • Ggn deprsi sedang-berat, ggn ansietas
  • Ggn buatan/ggn berpura-pura

35 of 50

Perjalanan penyakit dan prognosis

  • Perjalanan penyakit: episodic
  • Prognosis baik, bila:
    • Status sos-ek tinggi
    • Onset gejala tiba-tiba
    • Tidak ada gangguan kepribadian
    • Tidak ada kondisi medic yang menyertai

36 of 50

Terapi

  • Farmakoterapi diberikan bilamana pasien memiliki kondisi yang responsive terhadap fermakoterapi, misalnya adanya kecemasan, ggn depresi

37 of 50

Gangguan dismorfik tubuh

38 of 50

Definisi

  • Ggn disformik tubuh adalah suatu preokupasi dengan suatu cacad fisik yang dihayalkan atau suatu penonjolan distorsi tubuh dari cacad yang minimal atau kecil.

39 of 50

40 of 50

Epidemiologi

  • Penelitian: Hanya 2% pasien yang ke dr bedah plastik yang memiliki indikasi pembedahan
  • Sring timbul pada usia 15-20 tahun
  • Lebih sering pada wanita

41 of 50

GEJALA KLINIS

  • Pasien memiliki permasalahan bagian tubuh, yang dapat berubah-ubah selama perjalanan penyakit
  • Gejala penyerta:
    • ideas of reference,
    • waham menyangkut kerusakan diri,
    • bercermin berlebihan,
    • menyembunyikan kecacatan yang diperkirakan(dengan berias atau berpakaian yang berlebihan

42 of 50

Diagnosis

  • PPDGJ III:
    • A. Preokupasi dengan bayangan cacat dalam penampilan. Jika ditemukan sedikit anomali tubuh, kekhawatiran orang tersebut adalah berlebihan dengan nyata.
    • B. Preokupasi menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lainnya.
    • C. Preokupasi tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mental lain (misalnya, ketidakpuasan dengan bentuk dan ukuran tubuh pada anorexia nervosa

43 of 50

TERAPI

  • Tindakan pembedahan, perawatan oleh dr Sp kulit, dokter gigi dan prosedur medis lainnya tidak mengurangi defek yang dideritanya.
  • Pemberian obat clomipramine dan fluoksetin hanya mengurangi gejala hingga 50 %

44 of 50

Gangguan nyeri

45 of 50

DEFINISI

  • Adalah keluhan nyeri pada satu atau lebih tempat yang tidak sepenuh nya disebabkan oleh adanya gangguan medis atau neurologis.
  • Memiliki hubungan bermakna dengan stressor/faktor psikologis
  • Menyebabkan penderitaan yang bermaknadan gangguan fungsional

46 of 50

Epidemiologi

  • Wanita : Pria= 2:1
  • Usia puncak : 40-50 an tahun
  • Lebih sering pada buruh dan pekerja
  • Sering memiliki hubungan secara familier

47 of 50

Gejala klinis

  • Nyeri dialami pasca traumatic, neuropatik, neurologis, muskoloskeletal
  • Mengalami stressor/masalah psikologis
  • Memiliki riwayat perawatanmedis dan bedah yang panjang, mengunjungi banyak dokter dan meminta banyakpengobatan
  • Memiliki komorbiditas dengan gangguan somatisasi lannya, gangguan depresi dan gangguan ansietas

48 of 50

Diagnosis

  • PPDGJ III
    • A. Nyeri pada satu atau lebih tempat anatomis merupakan pusat gambaran klinis dan cukup parah untuk memerlukan perhatian klinis.
    • B. Nyeri menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lain.
    • C. Faktor psikologis dianggap memiliki peranan penting dalam onset, kemarahan, eksaserbasi atau bertahannya nyeri.
    • D. Gejala atau defisit tidak ditimbulkan secara sengaja atau dibuat-buat (seperti pada gangguan buatan atau berpurapura).
    • E. Nyeri tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mood, kecemasan, atau gangguan psikotik dan tidak memenuhi kriteria dispareunia.

49 of 50

TERAPI

  • Farmakoterapi:
    • Pemberian analgetik tidak membantu pada sebagian besar kasus,
    • Pemberian obat sedative dan anti ansietas tidak bermanfaat dan disalahgunakan,
    • Pemberian anti depresan (amitriptilin,tofranil) sangat bermanfaat
  • Psikoterapi;
    • Berguna membantu pasien

50 of 50

THANK YOU....