PENDIDIKAN SEKSUALITAS PADA REMAJA
Bintek CLC 3 Regions, 2021
Indri Savitri, M.Psi, Psikolog, Psikoterapis
2
Kita bekerja untuk anak-anak dan remaja
Secara spontan, apakah ciri-ciri remaja?
https://www.menti.com/cote6w5nbn
Remaja
Kebutuhan Remaja
3
Otonomi
Penerimaan Sosial
Inikah yang Bapak dan Ibu temui?
4
REMAJA
5
Menunjukkan perilaku negatif terhadap kekuasaan atau
wewenang orang tua
Menguji batasan atas aturan
yang berlaku dalam keluarga
Kemampuan akademik menurun
Mengerjakan sendiri apa yang ingin mereka lakukan
Kurangnya disiplin diri
Berakting lebih tua dari usianya
Mulai tertarik dan kencan dengan lawan jenis
Suka menunda pekerjaan
Teman adalah segalanya. Kita = aku
“Saya ingin bebas mengeksplorasi
hal-hal baru dan berbeda”
Menunjukkan perilaku berbohong
Remaja Awal
Remaja Tengah
Remaja Akhir
AWAL DEWASA MUDA
Fenomena tentang Remaja
6
7
Hak Anak, kepres no 36/1990
bermain
pendidikan
perlindungan
Nama
Kebangsaan
makan
kesehatan
rekreasi
kesamaan
peran
APAKAH PENDIDIKAN SEKSUALITAS
8
Menurut Ibu dan Bapak,
Pendidikan Seksualitas adalah
Kemendikbud mensosialisasikan Pedoman Pencegahan dan Penaggulangan Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan
9
FAKTA
Justru:
10
Pengertian
11
Comprehensive sexuality education (CSE) is a curriculum-based process of teaching and learning about the cognitive, emotional, physical and social aspects of sexuality. It aims to equip children and young people with knowledge, skills, attitudes and values that will empower them to: realize their health, well-being and dignity; develop respectful social and sexual relationships; consider how their choices affect their own well-being and that of others; and, understand and ensure the protection of their rights throughout their lives (UNESCO, 2018)
SETUJU atau TIDAK SETUJU
Anak SD masih terlalu muda memahami tentang seksualitas
12
Orangtua tidak perlu terlibat dalam kurikulum pendidikan seksualitas di sekolah
Guru tidak nyaman membahas tentang seksualitas di kelas
Membicarakan tentang seksualitas kepada anak akan mendorong anak terpapar dan bereksperimen tentang hal ini
Pengajaran pendidikan seksualitas di sekolah akan memengaruhi hal tersebut di konteks kehidupan rumah
13
14
MASA REMAJA
15
1
Perilaku Seksualitas Remaja
16
Normal | 9 sd 12 tahun | 12 sd 18 tahun |
Membicarakan Respons spontan Rasa ingin tahu/ bereksperimen | Mulai ada kebutuhan terhadap privasi | Membutuhkan privasi |
Masturbasi di ranah pribadi | Masturbasi di ranah pribadi | |
Teman: becanda, kata2 kotor, tertarik untuk ciuman, tertarik melihat area pribadi orang lain, menampilkan ketubuhan (kadar rendah) | Teman: membicarakan seks, hubungan seks dengan remaja seusia, eksplorasi ketubuhan, menggoda secara seksual, bergandengan tangan, pelukan, ciuman | |
Akses terhadap pornografi | Melihat konten seksualitas | |
Fokus sosmed pada diri | Berbagi area pribadi, setuju sama setuju |
Perilaku Seksualitas Remaja
17
Hati-Hati Ketika | 9 sd 12 tahun | 12 sd 18 tahun |
Terfokus dengan seksualitas saja | Masturbasi secara terus menerus | Cemas terhadap seks |
petting | Berhubungan seksual | |
Ketakutan hamil | Bereksperimen dengan fantasi seksual yang tidak umum, perilaku seks tidak aman, berhubungan seks dengan orang yang lebih muda 2 tahun atau lebih tua 2 tahun | |
Mengintip, tertarik dengan benda2 seksual dan terobsesi | Terfiksasi konten seksualitas | |
Mempertunjukkan area pribadi kepada pihak lain (tidak kenal) | Berbagi area pribadi kepada pihak lain |
Risiko Perilaku Seksual yang tidak sehat
18
“
Kurikulum Pendidikan Seksualitas
19
Dibuat secara menyeluruh dengan pendekatan sistemik, tokoh panutan, dan komunitas
20