CUTANEOUS ANTHRAX
Hardyanto Soebono
Departemen Dermatologi & Venereologi
UNIVERSITAS GADJAH MADA
ANTHRAX
Patogenesis
Transmisi
Kutaneus :
kontak langsung dengan spora, kontak dengan hewan atau produk hewan yang terinfeksi.
Inhalasi : menghirup spora.
Gastrointestinal :
makan daging yang kurang matang, kulit atau susu hewan yang terinfeksi.
Belum ada bukti penularan antar manusia.
Siklus Penularan
Gigitan Lalat
A. Kulit
Spora Antraks
A. Gastrointestinal
Terinfeksi antraks
Sapi antraks
A. Inhalasi
Vegetasi
Epidemiologi
Epidemiologi
Kejadian Antraks di Indonesia : (Depkes 2007)
Bekasi & Karawang.
Gambaran klinis
– 95 % seluruh kasus di dunia
Gambaran Klinis
Antraks. Lesi kutaneus klasik pada infeksi primer antraks berupa papul yang tidak nyeri yang menjadi bula hemoragik dengan non-pitting edema disekelilingnya. Lokasi biasanya pada tangan.
Kasus di Kulon progo
Kriteria Kasus
Suspected
Probable
Confirmed
Secara klinik menunjukkan gejala antraks dan didukung dengan salah satu dari berikut :
Direct fluorescent antibody assay
Perjalanan Penyakit
Pengobatan
Penisilin atau doksisiklin
t t l
Pencegahan
Pelaporan Respon cepat
🡺 bioterorisme
Tidak memerlukan
perawatan isolasi
Vaksin bagi yang
rentan
Transmisi antar manusia
A
V
Locally Rooted, Globally Respected