1 of 29

CUTANEOUS ANTHRAX

Hardyanto Soebono

Departemen Dermatologi & Venereologi

UNIVERSITAS GADJAH MADA

2 of 29

ANTHRAX

  • Penyakit zoonosis pada sapi, domba atau kuda yang disebabkan oleh Bacillus anthracis
  • Pernah dipakai sebagai senjata biologis di AS pada tahun 1950’an sampai 1960’an
  • Salah satu alat Bioterorisme

3 of 29

Patogenesis

  • Infeksi pada manusia biasanya akibat kontak langsung atau tidak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau produknya
  • Spora kuman Anthrax dapat hidup di tanah bertahun-tahun, dan bertebaran melalui udara (aerosol)
  • Masa inkubasi antara 2 – 7 hari (bisa 9 jam sampai 3 minggu)
  • Gambaran klinis tergantung rute inokulasi 🡺 kutaneus, inhalasi & gastrointestinal

4 of 29

Transmisi

Kutaneus :

kontak langsung dengan spora, kontak dengan hewan atau produk hewan yang terinfeksi.

Inhalasi : menghirup spora.

Gastrointestinal :

makan daging yang kurang matang, kulit atau susu hewan yang terinfeksi.

Belum ada bukti penularan antar manusia.

5 of 29

Siklus Penularan

Gigitan Lalat

A. Kulit

Spora Antraks

A. Gastrointestinal

Terinfeksi antraks

Sapi antraks

A. Inhalasi

Vegetasi

6 of 29

Epidemiologi

7 of 29

Epidemiologi

Kejadian Antraks di Indonesia : (Depkes 2007)

  • Tahun 1996, 1997 & 1999 di Purwakarta, Subang,

Bekasi & Karawang.

  • Tahun 2000 di kabupaten Purwakarta.
  • Tahun 2001 di kabupaten Bogor.
  • Tahun 1992 di Boyolali, tercatat 25 orang dinyatakan positif terjangkit antraks, 18 orang diantaranya meninggal.
  • Tahun 2011 telah terjadi wabah Antraks di Kab Boyolali & Kab. Sragen dengan adanya satu ekor sapi yang mati karena antraks.

8 of 29

Gambaran klinis

  • Kulit (cutaneous anthrax)

95 % seluruh kasus di dunia

  • Paru (respiratory anthrax)
  • Gastrointestinal (gastrointestinal anthrax)
  • Gambaran klinis bervariasi dari ringan sampai berat
  • Sebelum ada antibiotik mortalitas tinggi karena sepsis dan meningitis

9 of 29

Gambaran Klinis

  • Riwayat :
    • Riwayat kontak
    • Masa inkubasi 1-7 hari
    • Gx prodromal : demam, malaise
  • Lesi Kutaneus :
    • Papul painless vesikuler
    • Lesi bertambah besar pseudobula hemoragik , ulkus nekrotik dan krusta kehitaman (eschar)
    • Non-Pitting Edema disekeliling lesi
    • Lesi dapat berupa pustul ganas

10 of 29

Antraks. Lesi kutaneus klasik pada infeksi primer antraks berupa papul yang tidak nyeri yang menjadi bula hemoragik dengan non-pitting edema disekelilingnya. Lokasi biasanya pada tangan.

11 of 29

12 of 29

13 of 29

14 of 29

15 of 29

16 of 29

Kasus di Kulon progo

17 of 29

18 of 29

Kriteria Kasus

  • Suspected (terduga)
  • Probable (kemungkinan)
    • Confirmed (Pasti)

19 of 29

Suspected

  • Gambaran klinis sesuai dengan salah satu bentuk klinis
  • Tidak ada bukti lab yang pasti,
  • Tidak ada bukti epidemiologi yg berhubungan dengan antraks

20 of 29

Probable

  • Secara klinik menunjukkan gejala antraks, tetapi belum memenuhi definisi dikonfirmasi , tetapi menunjukkan salah satu dari berikut :
  • Secara Epidemiologi, terdapat paparan lingkungan.
  • Bukti DNA B. anthracis yang dikumpulkan dari lesi, atau lesi jaringan lain yang terkena dampak
  • Quick ELISA Anthrax Positif
  • Kultur positif

21 of 29

Confirmed

Secara klinik menunjukkan gejala antraks dan didukung dengan salah satu dari berikut :

  • Menunjukkan B. anthracis antigen dari jaringan dengan

Direct fluorescent antibody assay

  • Terbukti kenaikan 4 x titer antibodi pada saat masa akut dan perbaikan dgn anti-PA IgG pada tes ELISA
  • Menunjukkan B anthracis dari pemeriksaan DNA dengan PCR

22 of 29

23 of 29

24 of 29

Perjalanan Penyakit

  • Bila tanpa edema dapat sembuh spontan, tanpa komplikasi, 80 -90 % timbul sikatriks
  • Jika ada edema masif, risiko bakteremia dan sepsis dan fatal
  • Angka mortalitas (antraks kutaneus) antara 5-20%

25 of 29

Pengobatan

  • Obat pilihan untuk Anthrax “biasa” cukup

Penisilin atau doksisiklin

  • Antraks “bioterorisme” : Gol. Fluoroquinolon
  • Insisi & debridement bila perlu
  • Rawat inap pada anthrax berat dan perlu konfirmasi

26 of 29

t t l

27 of 29

Pencegahan

Pelaporan Respon cepat

🡺 bioterorisme

Tidak memerlukan

perawatan isolasi

Vaksin bagi yang

rentan

Transmisi antar manusia

28 of 29

29 of 29

A

V

Locally Rooted, Globally Respected