1
“TEKNIK PENGECORAN LOGAM”
Disusun oleh
SUGIYO UTUH RANYONO
5212412040
Universitas Negeri Semarang
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
CETAKAN PASIR DENGAN PENGIKAT KUSUS
Dapat mencetak logam dengan titik lebur yang tinggi, seperti baja, nikel dan titanium,
Dapat mencetak benda cor dari ukuran kecil sampai dengan ukuran besar,
Jumlah produksi dari satu sampai jutaan
cetakan pasir merupakan cetakan yang paling banyak digunakan, karena memiliki keunggulan :
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
TAHAPAN PENGECORAN LOGAM DENGAN CETAKAN PASIR ��
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
GAMBAR. TAHAPAN PENGECORAN LOGAM DENGAN CETAKAN PASIR �
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
TAHAPAN PEMBUATAN CETAKAN PASIR
1. Pemadatan pasir cetak di atas pola
2. Pelepasan pola dari pasir cetak
3. Pembuatan saluran masuk dan riser
4. Pelapisan rongga cetak
5. Bila coran memiliki permukaan dalam (mis : lubang), maka dipasang inti
6. Penyatuan cetakan
7. Siap untuk digunakan
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
CETAKAN DAN PEMBUATAN CETAKAN
Ukuran butir yang kecil akan menghasilkan permukaan coran yang baik, tetapi ukuran butir yang besar akan menghasilkan permeabilitas yang baik, sehingga dapat membebaskan gas-gas dalam rongga cetak selama proses penuangan. Cetakan yang dibuat dari ukuran butir ynag tidak beraturan akan menghasilkan kekuatan yang lebih tinggi dari pada butir yang bulat, tetapi permeabilitasnya kurang baik.
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
INDIKATOR UNTUK MENENTUKAN KUALITAS CETAKAN PASIR
Kekuatan
kemampuan cetakan untuk mempertahankan bentuknya dan tahan terhadap pengikisan oleh aliran logam cair. Hal ini tergantung pada bentuk pasir, kualitas pengikat dan faktor-faktor yang lain.
Permeabilitas
kemampuan cetakan untuk membebaskan udara panas dan gas dari dalam cetakan selama operasi pengecoran melalui celah-celah pasir cetak.
Stabilitas termal
kemampuan pasir pada permukaan rongga cetak untuk menahan keretakan dan pembengkokan akibat sentuhan logam cair.
Kolapsibilitas (collapsibility)
kemampuan cetakan membebaskan coran untuk menyusut tanpa menyebabkan coran menjadi retak.
Reusabilitas,
kemampuan pasir (dari pecahan cetakan) untuk digunakan kembali (didaur ulang).
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Klarifikasi Cetakan Pasir
Cetakan kulit kering
Cetakan pasir kering
Cetakan pasir basah
Keunggulan
Cetakan pasir basah, dibuat dari campuran pasir, lempung, dan air.
Kelemahan:
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Klarifikasi Cetakan Pasir
Cetakan kulit kering
Cetakan pasir kering
Cetakan pasir basah
Cetakan pasir kering, dibuat dengan Menggunakan bahan pengikat organik, dan kemudian cetakan dibakar dalam sebuah oven dengan temperatur berkisar antara 2040 sampai 3160 C. Pembakaran dalam oven dapat memperkuat cetakan dan mengeraskan permukaan rongga cetakan.
Keunggulan :
Dimensi produk cetak lebih baik.
Kelemahan :
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Klarifikasi Cetakan Pasir
Cetakan kulit kering
Cetakan pasir kering
Cetakan pasir basah
Cetakan kulit kering, diperoleh dengan mengeringkan permukaan pasir basah dengan kedalaman 1,2 cm sampai dengan 2,5 cm pada permukaan rongga cetakan. Bahan perekat khusus harus ditambahkan pada campuran pasir untuk memperkuat permukaan rongga cetak.
Keuntungan dari cetakan kulit :
Kelemahan :
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Pembuntan Cetakan Kulit
Pembuatan cetakan kulit adalah bagian dari proses pengecoran yang dapat dijelaskan sebagai berikut: Pertama-tama pola logam dipanaskan mula-mula kemudian pasir silika yang dicampur dengan resin fenol sebagai pengikat, ditaburkan di atasnya, maka terbentuklah cetakan kulit yang tipis dan keras karena pengaruh set—panas dari Cara ini disebut juga cara "Croning" atau proses—C. �
cara pembuatan kulit dengan mesin pembuat cetakan kulit yang mempergunakan kotak tabur dengan urutan proses sebagai berikut:
Pola dan pasir dbiarkan untuk beberapa detik, yang kemudian dipütar kembali ke kedudukan asal. Pasir yang tidak mengeras jatuh lagi ke dalam kotak tabur sedangkan lapisan setebal 5 sampai 7 mm tetap melekat pada Pola.
Pola dibalik kembali bersama kotak tabur maka pasir tertabur di atas pola Dengan demikian terbentuk lapisan tipis yang keras pada permukaan disebabkan pengaruh set-panas dari resin
Pola diputar dan diletakkan pada kotak tabur yang berisi pasir cetak kulit
Pola yang terbuat dari besi cor atau aluminium yang telah dipasang pada plat logam, diletakkan pada rangka pemanas (pemanas listrik atau gas) untuk panaskan mula pada 200 sampai 250 0C, kemudian larutan silikon yang berfungsi sebagai pemisah disemprotkan pada pola tersebut.
Pelat pola bersama lapisan kulit dibalik dan diletakkan di dalam tungku, gang pada temperatur 200-300 oC maka seluruh lapisan kulit mengeras dalaam beberapa menit
Kemudian dikeluarkan dari tugku dan kulit dibuka dari pola dengan mempergunakan pena pembuka yang terpasang pada pola logam. Maka setengah dari cetakan kulit selesai.
6
1
2
3
4
5
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
Proses pembuatan cetakan kulit
Pola logam untuk pembuatan cetakan kulit
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
PASIR CETAK KULIT
1. Pasir resin
2. Pasir berlapis
Pasir cetak kulit ada 2 macam
Pasir resin adalah campuran antara resin fenol dan pasir silica. Kadar resin kira kira 4-7% berat jenis bubuk resin berbeda sekali dengan berat jenis pasir silica dan tidak mudah dicampur secara merata. Karena itu perlu dicampur sdikit metil alcohol.
Pasir berlapir terdiri dari butir-butir pasir yang diselubungi oleh resin fenol dibuat dengan cara sebagai berikut:
Kelebihan dari pasir berlapis ialah:
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
CARA KONTAK PANAS
1. Ringkasan dari cara kontak panas
2. Pasir untuk cara kotak panas
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
CARA CO2
1. Cetakan dengan
cara CO2
2. Pasir untuk cara CO2
Cara CO2
Natrium silikat kira-kira 3-7% dibubuhkan pada pasir silica dan dicampur baik, kemudian dibuat dari campuran ini dengan tangan atau dengan mesin. Gas CO2 ditiupkan ke dalam cetakan pada tekanan 1,0 – 1,05 kg/cm2, maka cetakan akan mengeras dalam waktu singkat. Cara pembuatan cetakan itu disebut cara CO2 tentu saja cara ini dapat dipakai untuk pembuatan inti.
Reksi pada pengerasan CO2 dijelaskan pad rumus berikut:
Na2O . SiO2 . xH2O +CO2 → Na2CO2 . xH2O + SiO2
Garis bsar pembuatan cetakan dengan cara CO2
Gambar proses pembuatan inti dengan CO2
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
CARA CO2
1. Cetakan dengan
cara CO2
2. Pasir untuk cara CO2
Cara CO2
Air kaca 3-6% ditambahkan pada pasir silica yang mempunyai kadar lempung sedikit. Air kaca yang pempunyai perbandingan molekul SiO2 dan Na2O lebih dari 2,5 dan air yang bebas dibawah 50% dan mempunyai viskositas rendah. percampuran antara pasir silica dan air kaca dilakukan selama kurang lebih 5 menit, dan campuran haru diisolisasi dari udara luar dalam satu bejana
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
CETAKAN MENGERAS SENDIRI
Cetakan mengeras sendiri
Cetakan mengeras sendiri dengan pengikat organic.
Cetakan mengeras sendiri dengan campuran semen
Cetakan mengeras sendiri dengan air-kaca
Cetakan pasir cair mengeras sendiri
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
CETAKAN MENGERAS SENDIRI
Cetakan mengeras sendiri
Cetakan mengeras sendiri dengan pengikat organic.
Cetakan mengeras sendiri dengan campuran semen
Cetakan mengeras sendiri dengan air-kaca
Cetakan pasir cair mengeras sendiri
Bahan pengikat organic yang dipakai adalah minyak yang didenaturkan atau resin furan. Dala pemakaian minyak tersbut ditambahkan 1-5% minyak pada pasir silikan, selain itu ditambahkan juga sabun logam atau kalium permanganate 0-10% dari jumlah minyak, sebagai zat pengoksid.
Dalam pemakaian resin furan, ditambahkan 2 samap 3% pada pasir silica, disamping itu ditambahkan asam fosfat atau atau asam borat sebanyak 20-30% dari jumlah resin sebagai zat pengeras
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
CETAKAN MENGERAS SENDIRI
Cetakan mengeras sendiri
Cetakan mengeras sendiri dengan pengikat organic.
Cetakan mengeras sendiri dengan campuran semen
Cetakan mengeras sendiri dengan air-kaca
Cetakan pasir cair mengeras sendiri
Semen Portland 6 – 12% ditambahkan pada pasir silica, juga selain itu ditambahkan zat pengeras lain seperti gulan atau kalsium klorida dan air sebanyak 50-100% dalam perbandingan pada semen yang kemudian diaduk.
Dalam pembuatan cetakan, pasir campuran semen dimasukkan kedalam rangka cetakan sewaktu belum kehilangan fluiditasnya, dan pola dikeluarkan sebelum kekuatan semen pasir meningkat, dimana harus diperhatikan agar tidak boleh terjadi retak. Oleh karena itu permukaan pola lebih baik di buat halus dan diberi kemiringan yang cukup serta dilapisi dengan minyak encer atau minyak tanah supaya mudah ditarik.
Cetakan berukuran kecil dari pasir campuran semen dipakai sewaktu basah, sedangan cetakan berukuran besar lebih baik dikeringkan dulu pada temperature 200 0C selama 2 atau 3 jam
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
CETAKAN MENGERAS SENDIRI
Cetakan mengeras sendiri
Cetakan mengeras sendiri dengan pengikat organic.
Cetakan mengeras sendiri dengan campuran semen
Cetakan mengeras sendiri dengan air-kaca
1. Sistem air-kaca terak
2. Sistem air-kaca bubuk logam
Cetakan pasir cair mengeras sendiri
Campuran pasir dengan tambahan terak atau semen mengeras pada temperature kamar dan menunjukkan kekuatan yang cukup untuk suatu cetakan karena terak atau semen bekerja sebagai zat pengeras.
Beberapa hal yang harus diketahui:
Campuran pasir dengan air kaca dan logam mengeras karena reaksi eksotermis. Reaksi ini sangat keras dan air hilang sebab membentuk hydrogen. Oleh karena itu akan diperoleh cetakan yang kuat tanpa air.
Dalam mempergunakan cetakan ini harus memperhatikan hal sebagai berikut:
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
CETAKAN MENGERAS SENDIRI
Cetakan mengeras sendiri
Cetakan mengeras sendiri dengan pengikat organic.
Cetakan mengeras sendiri dengan campuran semen
Cetakan mengeras sendiri dengan air-kaca
Cetakan pasir cair mengeras sendiri
Pada pembuatan cetakan pasir yang biasa dilakukan, pasir harus dimampatkan dengan cara gencang desak atau pelemparan.
Campuran pasir yang digunakan adalah:
Karena cetakan ini mempunyai kecairan yang baik sekali, maka hanya memerlukan untuk menuangkan ke dalam cetakan, tanpa memerlukan pemadatan. Karena itu waktu pembuatan cetakan lebih singkat dibandingakan denganpembuatan cetakn biasa yang memerlukan penumbukan. Cetakan akan mengeras dengan sendirinya setelah beberapa jam. Cara pembuatan ini disebut pembuatan cetakan cair mengeras sendiri.
Gambar proses pengolahan pasir untuk pasir cair mengeras sendiri
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
CARA KOTAK DINGIN
Cara kotak dingin
1. Pembuatan cetakan kotak dingin.
Pasir untuk cara kotak inti
Resin fenol dan polisosianat (M.D.I) dibubuhkan pada pasir silica dalam jumlah yang cocok yang kemudian diaduk. Dari campuran pasir ini di buat cetakan dengan menggunakan mesin pembuat cetakan tiup. Gas amin dilewatkan ke dalam cetakan dan ctkan mengeras pada saat itu. Selain terjadi pengerasan, udara ditiupkan ke dalam cetakan untuk mengeluarga gas amin yang masih ada dandisalurkan melalui bak penetral. Kemudian cetakan diambil. Jenis pembuatan cetakan ini disebut cara kotak dingin.
Cara pembuatan cetakan:
Gambar pembuatan inti dengan cara kotak dingin
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
CARA KOTAK DINGIN
Cara kotak dingin
1. Pembuatan cetakan kotak dingin.
Pasir untuk cara kotak inti
Pengikat pasir untuk cara inti ini terdiri dari resin fenol Dan M.D.I. (cairan II). jumlah yang ditambahkan adalah 2-3% dari jumlah pasir. Waktu pengerjaan darii campuran ini kira-kira 1-1,5 jam sebagai zat pengeras disarankan untuk dipakai gas etilamin karena lebih baik dari gas metilanin. Bahan baku pasir lebih baik netral atau asam, kerena pasir basa tidak mungkin dibuat cetakan. Kadar air dari pasir lebih baik 0,2%, karena kadar air yang berlebihan, sangat menurunkan kekuatan cetakan. Perbandingan dari cairan I pada cairan II optimum pada 5:5 sampai 4:6.
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
PELAPISAN CETAKAN
Bagi cetakan pasir dengan pengikat khusus harus dipilih pelapis cetakan yang cocok sesuai dengan: nomor kehalusan butir dari pasir, bahan, tebal, dan bentuk coran, jenis pengikat, dan sebagainya.
Pelapis di bawah ini yang biasa dipakai:
TEKNIK MESIN, S1 UNNES
TEKNIK MESIN, S1 UNNES