1 of 22

PRIVASI DATA & KEAMANAN KA

Etika, Privasi, & Keamanan KA

AI Ready ASEAN

2 of 22

Orang tua berperan penting dalam menjaga keamanan privasi anak di era digital. Dengan membimbing anak untuk memahami risiko berbagi data pribadi, mengatur kontrol keamanan perangkat, dan memantau aktivitas online secara bijak, orang tua dapat melindungi anak dari ancaman siber seperti pencurian identitas dan penipuan daring.

3 of 22

Pengawasan dan Perangkat Pintar

Media Sosial dan Analisis Perilaku

Pelacakan Online dan Cookies

Data Kesehatan dan KA

Prediksi Kejahatan dan Penegakan Hukum

BAGAIMANA KA MENGUMPULKAN DATA PRIBADI

4 of 22

Pemeriksaan Privasi KA

Masuk ke pengaturan handphone anda, periksa bagian “izin aplikasi” (lihat aplikasi mana saja yang memiliki akses ke data anda)

Identifikasi aplikasi yang memiliki akses ke kamera, mikrofon, dan lokasi

Pikirkan: Apakah aplikasi tersebut benar-benar membutuhkan akses ini?

AKTIVITAS

5 of 22

PENTINGNYA PRIVASI DI ERA DIGITAL

Privasi adalah hak untuk menjaga informasi pribadi tetap rahasia dan terlindung dari akses yang tidak sah

6 of 22

KASUS PRIVASI DATA DI INDONESIA

Serangan kebocoran data di contoh ini kemungkinan besar dilakukan dengan teknik konvensional (phishing, eksploitasi sistem lemah).

7 of 22

Batasi Berbagai Data

Gunakan Kata Sandi yang Kuat & 2FA

Waspadai Pelacakan oleh KA

Gunakan Perangkat yang Fokus pada Privasi

LANGKAH-LANGKAH UNTUK MELINDUNGI DATA PRIBADI

8 of 22

HINDARI

WI-FI PUBLIK YANG TIDAK AMAN

9 of 22

JANGAN SEMBARANGAN KLIK TAUTAN ATAU LAMPIRAN

10 of 22

HAPUS DATA PRIBADI YANG TIDAK DIPERLUKAN

11 of 22

SEBERAPA BESAR ANDA MEMPERCAYAI KA?

Data pengenalan wajah disimpan setiap kali Anda membuka kunci ponsel

KA menyaring konten berita yang Anda lihat-apakah Anda benar-benar mendapatkan informasi secara lengkap?

Sistem KA menentukan apakah pengajuan pinjaman disetujui atau tidak

12 of 22

Kebocoran

Data

01

02

03

Pengawasan

& Pelacakan

Deepfake

& Misinformasi

RISIKO PRIVASI DAN KEAMANAN DALAM PENGGUNAAN KA

13 of 22

Sergio Lucasandro Ksatria Dwi Putra mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana menyebarkan video maupun gambar asusila yang diedit melalui teknologi AI, Deepfake.

Korbannya merupakan teman di sosial medianya, Sergio diduga mengedit foto-foto korban yang diambil melalui sosmed korban untuk dijadikan konten syur.

Korban Deepfake di Bali, Foto Teman Jadi Konten Asusila, Oknum Mahasiswa Unud Terancam Sanksi, https://bali.tribunnews.com/2025/04/26/korban-deepfake-di-bali-foto-teman-jadi-konten-asusila-oknum-mahasiswa-unud-terancam-sanksi.

Mengusut Kasus Pelecehan Seksual Berbasis AI oleh Mahasiswa Unud. https://tirto.id/mengusut-kasus-pelecehan-seksual-berbasis-ai-oleh-mahasiswa-unud-haZy

14 of 22

KA DI TANGAN YANG SALAH

Senjata Otonom

Serangan Siber Berbasis KA

Studi Kasus:

Penipuan Deepfake di Kawasan ASEAN

Pada tahun 2023, seorang eksekutif perusahaan tertipu oleh video deepfake yang menampilkan CEO mereka, sehingga terjadi transaksi tanpa izin

Penipuan ini menggunakan suara dan visual buatan KA yang sangat meyakinkan untuk memanipulasi karyawan tersebut agar mengikuti perintah palsu

Refleksi:

Langkah apa yang bisa dilakukan organisasi untuk mendeteksi penipuan berbasis KA?

15 of 22

PRIVASI DATA & KEAMANAN KA

(ORANG TUA)

Seiring anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu online, keselamatan digital menjadi kekhawatiran yang semakin besar bagi orang tua.

Dari privasi data hingga perundungan daring, sangat penting bagi orang tua untuk mengajarkan anak-anak bagaimana cara menjelajahi internet dengan aman, terutama saat menggunakan perangkat KA yang mengumpulkan data.

16 of 22

KEKHAWATIRAN PRIVASI DENGAN KA

Pahami Kebijakan Privasi Platform yang Digunakan Anak Anda

Periksa Bagaimana Data Digunakan di Luar Aplikasi

Aktifkan Kontrol Orang Tua

Ajarkan Anak Anda Tentang Informasi Pribadi

17 of 22

RESIKO PENGGUNAAN KA DI SEKOLAH

Deepfake & Misinformasi

Kecurangan Berbantuan KA

Penipuan & Pencurian Identitas

Penyalahgunaan Data

18 of 22

Video deepfake yang meniru seorang guru menyebarkan informasi palsu, menyebabkan kebingungan dan keresahan di kalangan siswa dan orang tua.

Deepfake dan konten yang dihasilkan KA menimbulkan risiko signifikan dalam lingkungan pendidikan dengan menyebarkan misinformasi, merusak reputasi, dan melanggar privasi. Sekolah harus secara proaktif mengatasi risiko ini melalui metode peningkatan kesadaran dan verifikasi.

STUDI KASUS

19 of 22

Ajari mereka:

Integritas berarti melakukan hal yang benar bahkan saat tidak ada yang melihat.

Mengapa ini penting:

KA memudahkan orang untuk menyontek pekerjaan sekolah, menyebarkan informasi yang salah, atau memanipulasi kebenaran.

Pembuka Diskusi:

Tanyakan: "Jika KA dapat mengerjakan semua pekerjaan rumah Anda, apakah itu adil? Mengapa atau mengapa tidak?"

MENGAJARKAN INTEGRITAS & KEJUJURAN DI ERA DIGITAL

20 of 22

MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN INTRAPERSONAL (DISIPLIN DIRI & PENGAMBILAN KEPUTUSAN)

Ajari mereka: Kesadaran diri dan pengendalian diri membantu mereka membuat keputusan etis secara daring.

Mengapa ini penting: Anak-anak mungkin menggunakan KA untuk menghindari tantangan alih-alih mengembangkan keterampilan memecahkan masalah.

Pembuka Diskusi:

Tanyakan: "Jika KA dapat menjawab setiap pertanyaan, apakah Anda masih harus belajar sendiri?"

21 of 22

Ajari mereka: KA dapat membantu, tetapi hubungan dan empati antarmanusia tidak tergantikan.

Mengapa ini penting: Anak-anak mungkin terlalu bergantung pada KA untuk percakapan dan kesulitan dalam interaksi di dunia nyata.

Pembuka Diskusi:

Tanyakan: "Bagaimana perasaan Anda ketika seseorang benar-benar mendengarkan Anda? Bisakah KA menggantikan itu?"

MEMBANGUN

KETERAMPILAN INTERPERSONAL (KOMUNIKASI & EMPATI)

22 of 22

Membimbing anak-anak dalam penggunaan KA yang etis sangat penting.

Dorong kebiasaan digital yang aman, edukasi mereka tentang privasi data, dan pastikan perangkat KA meningkatkan pembelajaran tanpa mengorbankan keselamatan.