Kementerian Agama RI
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah
Implementasi
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Intrakurikuler
Nurelah, M.Pd.
Bogor, 24 Juni 1974
Guru Akidah Akhlak MTs N 1 Kota Kediri
S1 IAIN Sunan Gunung Djati Bandung
S2 IAIN Kediri HP 082139061261
Pengalaman:
pada Ditjen Pendis KSKK Madrasah Kemenag RI
Madrasah Kemenag RI Tahun 2024
*
Melangkah pasti menuju cita,
*
Menggapai mimpi penuh makna.
*
Selamat Hari Guru untuk semuanya,
*
Semoga Allah limpahkan berkah dan pahala.
“Tindakanmu, Cerminan Pola Pikirmu.”
Pola Pikir merupakan “cara melihat dan cara berpikir” saat menghadapi masalah.
Pola Pikir (Mindset) adalah “fondasi” dari Keterampilan (Skillset) dan Alat (Toolset).
Berperan untuk “memperluas” cara seseorang dalam melihat dan berpikir.
1
2
3
POLA PIKIR
Apersepsi
1.
Apa yang terbayang ketika mendengar kata “KBC”?
2.
Apakah KBC menggantikan KurMer/KurNas?
3.
Di mana posisi KBC?
4.
Apakah perencanaan pembelajaran itu penting?
5.
Mengapa seluruh aktivitas pembelajaran/Pendidikan harus didasari
dengan CINTA?
AMATI GAMBAR BERIKUT!
Botol 1
Botol 2
Kurikulum yang dirancang dengan menitikberatkan pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, serta perhatian yang mendalam terhadap aspek sosial dan emosional dalam Pendidikan.
Tujuannya adalah melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan.
KBC mengambil posisi sebagai jiwa (soul) dari seluruh penyelenggaraan pembelajaran dan pendidikan pada implementasi Kurikulum Nasional, baik yang melingkupi kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan budaya/iklim madrasah.
KBC mewujudkan cinta dalam ruh Pendidikan melalui kegiatan:
KBC
IMPLEMENTASI PADA
INTRA KURIKULER
TUJUAN KBC
CINTA
LINGKUNGAN BELAJAR YANG 5 (INDIKATOR)
5
5
5
Pola 5-5-5
Kurikulum Berbasis Cinta
Tujuan:
Membentuk Insan Paripurna
Humanis:
Memanusiakan manusia, penuh empati, saling menghargai dan mengedepankan nilai luhur kehidupan.
Nasionalis:
Memiliki cinta dan kebanggaan terhadap bangsa dan negara, serta aktif menjaga keutuhan NKRI.
Naturalis:
Selaras dengan alam, menjaga kelestarian lingkungan, serta menyadari hubungan spiritual dengan ciptaan Tuhan.
Toleran:
Mampu hidup dalam keberagaman, menghargai perbedaan agama, suku, pendapat, dan budaya.
Penuh Cinta:
Menumbuhkan kasih sayang yang luas, yaitu cinta Tuhan, ilmu, alam, diri dan sesama manusia, dan tanah air.
Pola 5-5-5
Kurikulum Berbasis Cinta
Lingkungan Belajar:
Ruang Menumbuhkan Cinta
Bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan intimidasi; peserta didik merasa terlindungi secara fisik dan psikologis.
Lingkungan fisik dan sosial yang menyenangkan, penuh dengan pembiasaan positif dan perhatian, serta tidak menekan atau membebani secara berlebihan.
Semua warga belajar saling menyapa, saling memberi tauladan, terbuka, dan penuh respek, membentuk relasi positif antarguru, siswa, orang tua, dan seluruh warga madrasah.
Pembelajaran dirancang menarik, menggugah rasa ingin tahu, kreatif, dan penuh kegembiraan.
Pemenuhan kebutuhan dasar psikososial dan keseimbangan hidup,
baik untuk murid maupun guru dan seluruh warga madrasah.
Aman
Nyaman
Ramah
Menyenangkan
Sejahtera
Panca Cinta sebagai basis penguatan karakter dalam 8 DPL
Setiap cinta menjadi “motor dan ruh” untuk menghidupkan masing-masing dimensi DPL.
8
3
4
3
TOPIK
PANCA CINTA
Cinta Allah dan Rasul-Nya
Cinta Ilmu
Cinta Lingkungan
1
2
3
4
Cinta Diri dan Sesama Manusia
5
Cinta Tanah Air
PINTU GERBANG INTEGRASI KBC
Implementasi KBC dalam kegiatan intrakurikuler: mengintegrasikan Panca Cinta ke dalam mata pelajaran yang ada. Guru berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan materi ajar dengan salah satu atau beberapa topik dalam Panca Cinta KBC melalui:
1
2
3
Perencanaan
Pelaksanaan
Evaluasi yang Sistematis
Langkah-Langkah Integrasi KBC dalam Pembelajaran
Pemetaan CP, Materi, & Topik Panca Cinta
Analisis CP: mencari kata kunci/konsep
1
Identifikasi benang merah
2
Membuat koneksi KBC
3
1
1
FASE / JENJANG | ELEMEN | CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) | MATERI CP | TEMA KBC* | |||||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | | ||||
BAHASA INDONESIA | |||||||||
Fase D / MTs |
Mempresentasikan
|
tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik juga menuliskan hasil penelitian menggunakan metodologi sederhana dengan mengutip sumber rujukan secara etis. Menyampaikan ungkapan rasa simpati, empati, peduli, dan pendapat pro/kontra secara etis dalam memberikan penghargaan secara tertulis dalam teks multimodal. Peserta didik mampu menggunakan dan mengembangkan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk menulis. Peserta didik menyampaikan tulisan berdasarkan fakta, pengalaman, dan imajinasi secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosa kata secara kreatif. | Teks Eksplanasi. | √ | | | | | |
Teks Imajinatif. | | | | √ | | | |||
Teks Prosedur. | | | | √ | | | |||
Teks Berita. | √ | | | | √ | | |||
Teks Tanggapan. | | | | √ | | | |||
Surat Resmi dan Surat Pribadi. | | | | √ | | | |||
Teks Laporan Hasil Observasi. | √ | | | | | | |||
Iklan, Poster, Slogan. | | √ | | | √ | | |||
Menulis Artikel Ilmiah Populer. | | √ | | √ | √ | | |||
Mengulas Karya Fiksi. | | | | √ | | | |||
Mengenal Puisi. | √ | | | √ | | | |||
Teks Pidato. | | | | | | | |||
Demi Keluarga (Teks Deskripsi). | | | | √ | | | |||
Buku-Buku Berbicara (Teks Prosedur). | | | √ | | | | |||
Komunikasi Ujung Jari (Teks Rekon). | | | √ | | | | |||
Dari Hobi Menjadi Pundi-Pundi (Teks Eksplanasi). | √ | | | | | | |||
Menuju Laut Kegiatan (Teks Laporan). | | | | √ | | | |||
Merencanakan Masa Depan (Teks Argumentasi). | | | √ | | | | |||
* Keterangan Topik Panca Cinta KBC:
1. Cinta Allah dan Rasul-Nya
2. Cinta Ilmu
3. Cinta Lingkungan
4. Cinta Diri dan Sesama Manusia
5. Cinta Tanah Air
Pemetaan CP dan Tema KBC | Madrasah (Mata Pelajaran Umum)
2
Menyusun RPP
Integrasi KBC pada RPP
Tujuan Pembelajaran
Kegiatan Inti
Identifikasi
Kegiatan Awal
Kegiatan Penutup
Asesmen
RPP
NEW
Lorem ipsum dolor sit amet pro miorum constituto
Lorem ipsum dolor sit amet pro maiorum constituto
1
Panduan KBC hal. 26-29
2
RPP
NEW
3
RPP
NEW
4
RPP
NEW
Tips Membuat Tujuan Pembelajaran ala KBC
TP-KBC
Menyusun Tujuan Pembelajaran yang Bermakna
KBC mendorong tujuan pembelajaran yang holistik dan bermakna melalui integrasi satu atau lebih topik Panca Cinta KBC. KBC tidak hanya memberikan tujuan pembelajaran semata, tetapi lebih dari itu, yaitu mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan dengan nilai afektif yang mendalam
Pastikan tujuan pembelajaran tidak hanya berisi kata kerja pengetahuan (menjelaskan, menyebutkan) tetapi juga kata kerja sikap (menunjukkan sikap, menghargai, memiliki kesadaran) dan keterampilan (mempraktikkan, membuat).
Integrasi Lintas Dimensi
a
TP NON-KBC
TP KBC
TP NON-KBC
TP KBC
BANDINGKAN!
Murid dapat melakukan wudu
Murid dapat melaksanakan wudu sesuai syarat dan rukun dengan kesadaran memperhatikan kelestarian alam sebagai wujud cinta Allah dan Rasul-Nya dan cinta lingkungan.
Menjelaskan pentingnya keanekaragaman hayati dalam ekosistem
Menjelaskan pentingnya keanekaragaman hayati dalam ekosistem dengan menyadari bahwa keanekaragaman hayati sebagai bukti keagungan dan kekuasaan Allah Swt. dalam penciptaan, serta sebagai nikmat luar biasa yang patut disyukuri dan menjadikan Rasul saw. sebagai teladan dalam beradab pada lingkungan.
Hubungkan dengan Panca Cinta
Secara eksplisit kaitkan tujuan dengan salah satu atau beberapa topik Panca Cinta. Gunakan frasa seperti “sebagai wujud cinta...” atau “dengan kesadaran bahwa...” untuk menunjukkan internalisasi nilai.
b
TP NON-KBC
TP KBC
BANDINGKAN!
Mengidentifikasi dampak aktivitas manusia terhadap keseimbangan ekosistem
Mengidentifikasi dampak aktivitas manusia terhadap keseimbangan ekosistem dengan menyadari bahwa kerusakan ekosistem adalah bentuk ketidakmampuan manusia dalam mensyukuri nikmat Allah yang telah menciptakan alam dan menjadikan Rasul saw. sebagai teladan dalam berperilaku.
Fokus pada Makna, Bukan Sekadar Prosedur
Tujuan pembelajaran pada KBC tidak hanya berfokus pada langkah-langkah yang benar, melainkan juga mendorong tujuan yang menekankan pada pemahaman mengapa suatu tindakan perlu dilakukan.
c
TP NON-KBC
TP KBC
BANDINGKAN!
Menjelaskan hubungan antarmakhluk hidup (rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida ekologi).
Menjelaskan hubungan antar makhluk hidup (rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida ekologi) dengan kesadaran pentingnya menjaga keseimbangan hubungan tersebut sebagai wujud cinta lingkungan.
TP NON-KBC
TP KBC
BANDINGKAN!
Mendemonstrasikan dan menerapkan perilaku menjaga lingkungan
Mendemonstrasikan dan menerapkan perilaku menjaga lingkungan (misalnya tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon) dengan menyadari alasan tindakan tersebut penting bagi kelestarian ekosistem.
Arahkan pada Perubahan Perilaku Nyata
Rumuskan tujuan yang dapat diamati dalam perilaku sehari-hari murid, tidak hanya di dalam kelas.
d
TP NON-KBC
TP KBC
BANDINGKAN!
Menjelaskan cara menjaga ekosistem
Memberikan contoh nyata kegiatan menjaga ekosistem di rumah atau sekolah (misalnya menanam tanaman, membuat kompos, atau merawat hewan peliharaan) sebagai wujud cinta lingkungan.
Menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik-anorganik, dan menghemat air sebagai wujud cinta lingkungan.
Gunakan Bahasa yang Mendorong Empati dan Holistik
5
Gunakan kata-kata yang memicu kesadaran akan keterhubungan, seperti menjaga kelestarian, menghargai perbedaan, atau menunjukkan kepedulian.
TP NON-KBC
TP KBC
BANDINGKAN!
Menjelaskan bentuk interaksi antar makhluk hidup dalam ekosistem
Menjelaskan bentuk interaksi antar makhluk hidup dalam ekosistem dengan sikap menghargai perbedaan peran tiap makhluk hidup dalam menjaga keseimbangan alam sebagai wujud cinta lingkungan.
TP KBC
TP KBC
Menganalisis dampak kerusakan ekosistem serta menunjukkan kepedulian dengan mengusulkan langkah nyata untuk mengurangi kerusakan lingkungan.
Mempraktikkan perilaku sehari-hari yang mendukung kelestarian ekosistem, seperti menghemat air, membuang sampah pada tempatnya, dan merawat tanaman, sebagai wujud tanggung jawab menjaga keterhubungan kehidupan.
Contoh Tujuan Pembelajaran KBC yang dirumuskan dengan baik:
“Murid mampu melaksanakan wudu sesuai syarat dan rukun dengan memperhatikan kelestarian lingkungan sebagai wujud cinta Allah dan rasul-Nya dan cinta lingkungan melalui video edukasi hemat air dalam berwudu.”
1
Pahami Sintaks Model Pembelajaran
2
Analisis Sintaks Model Pembelajaran
3
Petakan Potensi Panca Cinta KBC
4
Rancang Aksi Nyata Guru
INTEGRASI PANCA CINTA PADA SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN
Langkah-langkah Mengintegrasikan Panca Cinta panca Sintaks Model Pembelajaran
Catatan:
Asesmen Autentik
Perencanaan asesmen KBC harus dirancang sejak awal RPP. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa penilaian secara komprehensif mengukur penguasaan materi, perubahan sikap, dan pengembangan keterampilan secara terintegrasi dengan Panca Cinta.
Asesmen KBC harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan oleh guru di awal saat Menyusun RPP.
Perencanaan Asesmen KBC
TEPUK CINTA
CINTA KECIL
CINTA SEDANG
CINTA BESAR
CINTA SEMUA
Langkah-Langkah Integrasi KBC dalam Kegiatan Pembelajaran
3
Menerapkan dalam proses pembelajaran
Umum
Ada benda hidup dan ada benda mati sehingga memperlakukan benda tanpa empati
KBC
Semua benda hidup. Semua makhluk Allah bertasbih, semua benda mengandung energi yang hidup dan dinamis. Tidak ada yang benar-benar mati di alam semesta ini, segala sesuatu hidup bergetar dan bertakwa kepada Allah. Karena itu manusia harus menghormati setiap ciptaan sebagai tanda kebesarannya.
PERUBAHANMINDSET
Umum
Empiris materialistic. Pengetahuan hanya berbasis pengalaman inderawi dan logika.
Seperti pada pembelajaran Biologi.
Murid mempelajari proses kehidupan hanya dari sisi fisik dan kimiawi organisme tanpa membahas dimensi spiritual kehidupan.
KBC
Holistik integral. Sumber pengetahuan bukan hanya indra dan akal, tetapi sumber-sumber spiritual.
Pada pelajaran IPA, guru tidak hanya menjelaskan hukum gravitasi atau rotasi bumi, tetapi juga menuntun murid merenungkan keteraturan alam sebagai tanda kebesaran Tuhan. Ilmu dipahami sebagai sarana mengenal dan mensyukuri ciptaan Allah.
PERUBAHANMINDSET
Umum
Pengetahuan yang diraih dengan penjelasan teks atau bayani serta penjelasan logis atau burhani.
Guru Bahasa Indonesia menjelaskan arti kata atau makna kalimat dengan merujuk pada teks sastra atau kamus resmi.
Metode bayani dalam mengajar menekankan dalil teks kutipan dan makna yang terkandung di dalamnya
KBC
Hikmah atau wisdom
Selain melalui bayani dan burhani juga menggunakan metode irfani yang bersifat intuitif melalui penyucian jiwa.
Guru membimbing murid untuk melakukan refleksi diri atau muhasabah. Menulis pengalaman tentang bagaimana mereka menjaga hati dari iri dan sombong
PERUBAHANMINDSET
Umum
Pelajaran Pendidikan dan Pancasila
Guru mengutip teks konstitusi atau nilai-nilai moral bangsa sebagai sumber normatif (bayani).
Lalu meminta murid menalar, mengapa nilai tersebut penting untuk kehidupan untuk menjaga kehidupan bersama (burhani)
KBC
Pelajaran Seni dan Budaya
Murid diajak menghayati keindahan kaligrafi, musik religi, atau syair-sayair hikmah, bukan hanya sebagai ekspresi estetika, tetapi juga sebagai jalan penyucian jiwa dan perenungan makna spiritual.
Contoh:
Umum
Hushuli: pengetahuan yang kita peroleh melalui perantara, baik itu panca indra, akal, atau konsep-konsep abstrak.
Ini adalah pengetahuan yang hadir dalam pikiran kita dalam bentuk gambaran, ide, atau konsep tentang suatu objek di luar diri kita.
KBC
Hudhuri: pengetahuan yang diperoleh secara langsung tanpa perantara dan tanpa adanya pemisahan antara subjek yang mengetahui dengan objek yang diketahui. Pengetahuan ini adalah hadirnya hakikat sesuatu itu sendiri pada diri seseorang.
PERUBAHANMINDSET
Umum
Hushuli: Pelajaran Sejarah
Murid memahami perjuangan pahlawan kemerdekaan dari buku teks, film, dan cerita guru, bukan karena mereka mengalami langsung.
Pengetahuan itu bersifat hushuli karena diperoleh melalui perantara informasi dan simbol Bahasa.
KBC
Hudhuri: Praktikum sains atau eksperimen.
Murid melihat dan mengalami sendiri reaksi kimia atau fenomena fisika, bukan hanya membaca hasilnya dari buku.
Pengalaman empiris langsung ini menumbuhkan pengetahuan hudhuri tentang fenomena yang dipelajari
Contoh:
Umum
Mentransfer ilmu
Guru adalah subjek sumber pengetahuan sementara murid adalah objek yang diberi pengetahuan guru cenderung berceramah dan memerintah
KBC
Muaddib
Adab guru menjadi contoh teladan yang menghidupkan nilai-nilai adab tanpa banyak ceramah dan perintah, murid bisa merasakan cinta dan inspirasi
PERUBAHANMINDSET
Umum
Pelajaran Matematika
Guru menuliskan rumus dan contoh soal di papan tulis, lalu murid menyalin dan mengerjakan soal serupa sesuai petunjuk guru. Prosesnya bersifat reproduktif, murid hanya mengikuti pola yang diberikan tanpa mengembangkan penalaran sendiri.
KBC
Pelajaran umum
Saat murid melakukan kesalahan guru tidak marah atau mempermalukan melainkan menuntun dengan sabar dan penuh kasih sayang. Murid belajar nilai tanggung jawab, rendah hati, dan empati dari cara guru memperlakuakan mereka.
Contoh:
Adakah yang bisa mengingatnya dalam waktu 2 menit?
9 7 5 3 1 5 4 8 0 7 1 2 5 1 1 25
15
VIRUS KOMUNIKASI
yang Harus Dihindari
“Kalian kerjakan sekarang juga! Jangan malas!”
“Tolong kerjakan tugasnya sekarang, ya. Ibu/Bapak percaya kamu bisa menyelesaikannya dengan baik.”
1. Memerintah
“Kalau kamu tidak mengerjakan tugasnya, saya beri nilai nol!”
“Ibu/Bapak ingin kamu menyelesaikan tugas ini agar pemahamanmu lebih baik. Yuk, kita lakukan sekarang. Kalau ada kesulitan, boleh tanya.”
2. Mengancam
“Ini salahmu sendiri makanya nilaimu jelek! Pasti kamu tidak pernah memperhatikan!”
“Pasti ada bagian yang terlewat. Yuk kita pelajari ulang.”
3. Menyalahkan
Murid bertanya. Respon guru: “Masa gitu saja tidak tahu?”
“Pertanyaannya bagus. Mari kita bahas bersama supaya lebih jelas.”
4. Meremehkan
“Coba lihat temanmu rapi, kamu kenapa tidak?”
“Akan lebih baik kalau kamu lebih rapi supaya lebih percaya diri.”
5. Membandingkan
“Dasarnya kamu memang nakal!”
“Badanmu kecil begitu, pasti tidak kuat.”
“Perilakumu hari ini kurang tepat. Yuk perbaiki sama-sama.”
“Yuk coba, pelan-pelan pasti bisa. Kekuatan itu bisa dilatih.”
6. Mencap/Melabeli: dengan sikap buruk, body shaming
“Kamu itu harus begini, begitu, jangan seperti ini. Kalau kamu terus begini hidupmu akan susah. Makanya dengarkan! Sudah berkali-kali saya bilang!”
“Kesalahan itu bagian dari belajar. Yuk kita bicarakan satu langkah perbaikan yang bisa kamu lakukan sekarang.”
7. Over Menasehati
“Kalau nilaimu jelek, kamu tidak akan naik kelas, titik!” (padahal belum tentu)
“Anak-anak, kerjakan tugas hal. 15. Bapak ada rapat dulu!”
“Nilaimu perlu ditingkatkan. Yuk kita buat rencana belajar supaya hasilnya lebih baik.”
Guru ternyata tidak rapat, tetapi minum kopi di warung depan madrasah.
8. Membohongi
“Sudahlah, nggak apa-apa, kamu pasti selalu benar kok. Tidak usah sedih, semua orang akan memihakmu.”
“Wajar merasa kecewa, tapi kita bisa belajar dari pengalaman ini. Coba kita pikirkan bersama apa langkah terbaik untuk memperbaiki situasi.”
9. Menghibur Berlebihan (Tidak Tepat)
“Tugas kamu jelek sekali. Sama sekali tidak ada yang benar.”
“Tugasmu sudah menunjukkan usaha. Ada beberapa bagian yang dapat diperbaiki, misalnya pada penjelasan di paragraf kedua. Ayo coba diperbaiki lagi ya!.”
10. Mengkritik yang Tidak Membangun
“Kalau kerja seperti ini, sudah pasti tidak akan lulus.”
“Coba perbaiki bagian ini supaya hasilnya lebih baik dan kamu lebih siap menghadapi ujian.”
11. Menyindir
“Makanya dulu itu dengar nasihat Ibu, sekarang baru terasa akibatnya.”
“Kamu kan dulu pernah tidak jujur, jadi sekarang Ibu ragu.”
“Setiap kesalahan adalah kesempatan untuk belajar. Mari kita fokus pada solusi dari yang terjadi hari ini.”
“Ibu ingin percaya pada usaha kamu sekarang. Tunjukkan perubahanmu lewat tindakan hari ini.”
12. Mengungkit
“Kamu pasti tidak peduli dengan pelajaran ini.”
“Sepertinya kamu belum fokus. Ada yang bisa Ibu bantu supaya kamu lebih nyaman belajar?”
13. Menganalisa tanpa koreksi
“Jangan ribut!”
“Jangan main HP terus!”
“Silakan tenang, kita mulai belajar.”
Ayo simpan dulu HP-nya, fokus belajar yuk.”
14. Stop “Jangan”
“Kamu selalu jadi penyebab masalah di kelas ini.”
“Kamu ini memang tidak bisa dipercaya.”
“Ibu ingin mendengar apa yang sebenarnya terjadi. Mari kita cari solusi bersama.”
“Ibu berharap kamu bisa menunjukkan tanggung jawab, Ibu yakin kamu mampu.”
15. Menyudutkan
1 - 2
3 - 4
5 - 6
7 - 8
SIKAP yang Harus Dihindari
Menunjuk-nunjuk
Berwajah ketus
Memelototi
Menggebrak meja
Kekerasan Fisik
Membentak/Meninggikan suara
Menghina
Tidak memberi kesempatan kedua
Panca Peran Kepala Madrasah:
Panca Peran Pengawas Madrasah:
Panca Peran Orang Tua:
BUNGA MAWAR BUNGA MELATI
TUMBUH SUBUR DI TAMAN KOTA
MARI MENGAJAR SEPENUH HATI
AGAR TUMBUH GENERASI PENUH CINTA
Pergi ke taman memetik melati,�Harumnya lembut menenangkan hati.�Guru beradab teladan sejati,�Murid pun ikut berakhlak tinggi.
Silahkan unduh materi pada link berikut!
TERIMAKASIH
WASSALAM
KBC