1 of 101

Kementerian Agama RI

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam

Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah

Implementasi

Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Intrakurikuler

2 of 101

Nurelah, M.Pd.

Bogor, 24 Juni 1974

Guru Akidah Akhlak MTs N 1 Kota Kediri

S1 IAIN Sunan Gunung Djati Bandung

S2 IAIN Kediri HP 082139061261

​

​

​

​

Pengalaman:

  • Ketua MGMP Mapel PAI Kota Kediri Tahun 2020-2023
  • Ketua MGMP Akidah Akhlak Kota Kediri Tahun 2020-2023
  • Ketua Program Superclass dan Tahfiz MTsN 1 Kota Kediri
  • Pengurus MGMP Akidah Akhlak Provinsi Jatim
  • Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota kediri
  • Tim Penyusun Kisi-Kisi dan Soal UAMBN/USBN Akidah Akhlak Tahun 2018-2020 pada Ditjen Pendis KSKK Madrasah Kemenag RI
  • Tim Penyusun RPP Akidah Akhlak Nasional Tahun 2020
  • Tim Penyusun Kisi-kisi Soal AM Akidah Akhlak Tahun Ajaran 2024/2025

pada Ditjen Pendis KSKK Madrasah Kemenag RI

  • Tim Penyusun CP Akidah Akhlak pada SK Dirjen No. 3302 Ditjen Pendis KSKK Madrasah Kemenag RI 2024
  • Tim Penelaah Buku Pedoman Pembelajaran dan Asesmen Ditjen Pendis KSKK

Madrasah Kemenag RI Tahun 2024

​

​

​

3 of 101

  • Tim Penguji CPNS SKB NON-CAT Kanwil Provinsi Jawa Timur 2024
  • Tim Reviewer Buku Teks Utama Akidah Akhlak Kelas 7-9 2025
  • Tim Penyusun Panduan KBC 2025
  • Tim Kurasi Sumber Belajar Akidah Akhlak pada Rumah Pendidikan Kemendikdasmen 2025
  • Tim Penyusun CP Edisi Revisi Mata Pelajaran Akidah Akhlak Fase D 2025 (Belum launching)
  • Tim Penyusun Panduan Pedoman Pembelajaran dan Asesmen Ditjen Pendis KSKK Madrasah Kemenag RI 2025
  • Tim Telaah Panduan Kurikulum Madrasah dan Panduan Kokurikuler Ditjen Pendis KSKK Madrasah Kemenag RI 2025
  • Penulis beberapa buku Antologi
  • Nara Sumber di beberapa workshop dan Bimtek

​

4 of 101

*

Melangkah pasti menuju cita,

*

Menggapai mimpi penuh makna.

*

Selamat Hari Guru untuk semuanya,

*

Semoga Allah limpahkan berkah dan pahala.

5 of 101

“Tindakanmu, Cerminan Pola Pikirmu.”

Pola Pikir merupakan “cara melihat dan cara berpikir” saat menghadapi masalah.

Pola Pikir (Mindset) adalah “fondasi” dari Keterampilan (Skillset) dan Alat (Toolset).

​

Berperan untuk “memperluas” cara seseorang dalam melihat dan berpikir.

1

2

3

POLA PIKIR

6 of 101

7 of 101

8 of 101

9 of 101

Apersepsi

​

​

​

1.

Apa yang terbayang ketika mendengar kata “KBC”?

2.

Apakah KBC menggantikan KurMer/KurNas?

3.

Di mana posisi KBC?

4.

Apakah perencanaan pembelajaran itu penting?

5.

Mengapa seluruh aktivitas pembelajaran/Pendidikan harus didasari

dengan CINTA?

​

10 of 101

AMATI GAMBAR BERIKUT!

Botol 1

Botol 2

11 of 101

Kurikulum yang dirancang dengan menitikberatkan pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, serta perhatian yang mendalam terhadap aspek sosial dan emosional dalam Pendidikan.

Tujuannya adalah melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan.

KBC mengambil posisi sebagai jiwa (soul) dari seluruh penyelenggaraan pembelajaran dan pendidikan pada implementasi Kurikulum Nasional, baik yang melingkupi kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan budaya/iklim madrasah.

​

12 of 101

KBC mewujudkan cinta dalam ruh Pendidikan melalui kegiatan:

13 of 101

KBC

IMPLEMENTASI PADA

INTRA KURIKULER

14 of 101

TUJUAN KBC

CINTA

LINGKUNGAN BELAJAR YANG 5 (INDIKATOR)

5

5

5

15 of 101

Pola 5-5-5

Kurikulum Berbasis Cinta

Tujuan:

Membentuk Insan Paripurna

Humanis:

Memanusiakan manusia, penuh empati, saling menghargai dan mengedepankan nilai luhur kehidupan.

Nasionalis:

Memiliki cinta dan kebanggaan terhadap bangsa dan negara, serta aktif menjaga keutuhan NKRI.

Naturalis:

Selaras dengan alam, menjaga kelestarian lingkungan, serta menyadari hubungan spiritual dengan ciptaan Tuhan.

Toleran:

Mampu hidup dalam keberagaman, menghargai perbedaan agama, suku, pendapat, dan budaya.

Penuh Cinta:

Menumbuhkan kasih sayang yang luas, yaitu cinta Tuhan, ilmu, alam, diri dan sesama manusia, dan tanah air.

16 of 101

17 of 101

Pola 5-5-5

Kurikulum Berbasis Cinta

Lingkungan Belajar:

Ruang Menumbuhkan Cinta

Bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan intimidasi; peserta didik merasa terlindungi secara fisik dan psikologis.

​

Lingkungan fisik dan sosial yang menyenangkan, penuh dengan pembiasaan positif dan perhatian, serta tidak menekan atau membebani secara berlebihan.

​

Semua warga belajar saling menyapa, saling memberi tauladan, terbuka, dan penuh respek, membentuk relasi positif antarguru, siswa, orang tua, dan seluruh warga madrasah.

​

Pembelajaran dirancang menarik, menggugah rasa ingin tahu, kreatif, dan penuh kegembiraan.

​

Pemenuhan kebutuhan dasar psikososial dan keseimbangan hidup,

baik untuk murid maupun guru dan seluruh warga madrasah.

Aman

Nyaman

Ramah

Menyenangkan

Sejahtera

18 of 101

19 of 101

Panca Cinta sebagai basis penguatan karakter dalam 8 DPL

​

  1. Nilai Cinta Allah dan Rasul-Nya menguatkan dimensi Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME
  2. Nilai Cinta Ilmu selaras dengan Penalaran kritis, Kreativitas, dan Komunikasi
  3. Nilai Cinta Lingkungan membangun kepedulian pada Kesehatan dan kebersihan lingkungan.
  4. Nilai Cinta Diri dan Sesama Manusia mendukung dimensi kemandirian, komunikasi, dan kolaborasi.
  5. Nilai Cinta Tanah Air meneguhkan unsur kewargaan yang mencakup kemampuan menjadi warga negara yang baik, adil, toleran, dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.

​

Setiap cinta menjadi “motor dan ruh” untuk menghidupkan masing-masing dimensi DPL.

​

20 of 101

8

3

4

3

21 of 101

TOPIK

PANCA CINTA

Cinta Allah dan Rasul-Nya

Cinta Ilmu

Cinta Lingkungan

1

2

3

4

Cinta Diri dan Sesama Manusia

5

Cinta Tanah Air

PINTU GERBANG INTEGRASI KBC

22 of 101

Implementasi KBC dalam kegiatan intrakurikuler: mengintegrasikan Panca Cinta ke dalam mata pelajaran yang ada. Guru berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan materi ajar dengan salah satu atau beberapa topik dalam Panca Cinta KBC melalui:

1

2

3

Perencanaan

Pelaksanaan

Evaluasi yang Sistematis

23 of 101

Langkah-Langkah Integrasi KBC dalam Pembelajaran

24 of 101

Pemetaan CP, Materi, & Topik Panca Cinta

Analisis CP: mencari kata kunci/konsep

1

Identifikasi benang merah

2

Membuat koneksi KBC

3

1

1

25 of 101

26 of 101

27 of 101

FASE / JENJANG

ELEMEN

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

MATERI CP

TEMA KBC*

1

2

3

4

5

​

BAHASA INDONESIA

Fase D / MTs

  1. Menyimak
  2. Membaca dan Memirsa
  3. Berbicara dan

Mempresentasikan

  1. Menulis
  1. Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai jenis teks (nonfiksi dan fiksi) audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar.
  2. Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari berbagai jenis teks misalnya teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi dan eksposisi dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik menggunakan sumber informasi lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan informasi pada teks. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual yang dibaca dan dipirsa.
  3. Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik mampu menggunakan dan memaknai kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk berbicara dan menyajikan gagasannya. Peserta didik mampu menggunakan ungkapan sesuai dengan norma kesopanan dalam berkomunikasi. Peserta didik mampu berdiskusi secara aktif, kontributif, efektif, dan santun. Peserta didik mampu menuturkan dan menyajikan ungkapan simpati, empati, peduli, perasaan, dan penghargaan dalam bentuk teks informatif dan fiksi melalui teks multimoda. Peserta didik mampu mengungkapkan dan mempresentasikan berbagai topik aktual secara kritis.
  4. Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis untuk berbagai

tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik juga menuliskan hasil penelitian menggunakan metodologi sederhana dengan mengutip sumber rujukan secara etis. Menyampaikan ungkapan rasa simpati, empati, peduli, dan pendapat pro/kontra secara etis dalam memberikan penghargaan secara tertulis dalam teks multimodal. Peserta didik mampu menggunakan dan mengembangkan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk menulis. Peserta didik menyampaikan tulisan berdasarkan fakta, pengalaman, dan imajinasi secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosa kata secara kreatif.

Teks Eksplanasi.

​

√

​

​

​

​

​

Teks Imajinatif.

​

​

​

​

√

​

​

Teks Prosedur.

​

​

​

​

√

​

​

Teks Berita.

√

​

​

​

√

​

​

Teks Tanggapan.

​

​

​

√

​

​

Surat Resmi dan Surat Pribadi.

​

​

​

√

​

​

Teks Laporan Hasil Observasi.

√

​

​

​

​

​

Iklan, Poster, Slogan.

​

√

​

​

​

√

​

​

Menulis Artikel Ilmiah Populer.

​

√

​

​

√

​

√

​

Mengulas Karya Fiksi.

​

​

​

√

​

​

Mengenal Puisi.

√

​

​

√

​

​

​

Teks Pidato.

​

​

​

​

​

​

Demi Keluarga (Teks Deskripsi).

​

​

​

√

​

​

Buku-Buku Berbicara (Teks Prosedur).

​

​

√

​

​

​

Komunikasi Ujung Jari (Teks Rekon).

​

​

√

​

​

​

Dari Hobi Menjadi Pundi-Pundi (Teks Eksplanasi).

√

​

​

​

​

​

Menuju Laut Kegiatan (Teks Laporan).

​

​

​

√

​

​

​

Merencanakan Masa Depan (Teks Argumentasi).

​

​

√

​

​

​

* Keterangan Topik Panca Cinta KBC:

1. Cinta Allah dan Rasul-Nya

2. Cinta Ilmu

3. Cinta Lingkungan

4. Cinta Diri dan Sesama Manusia

5. Cinta Tanah Air

​

Pemetaan CP dan Tema KBC | Madrasah (Mata Pelajaran Umum)

28 of 101

29 of 101

  1. Setelah membuat pemetaan, maka guru menyusun RPPnya.
    • Cantumkan topik Panca Cinta KBC sesuai dengan pemetaan CP sebelumnya pada komponen identifikasi setelah menentukan dimensi profil lulusan.
    • Tentukan materi integrasi KBC pada identifikasi RPP.
  2. Penentuan materi integrasi KBC merujuk pada materi masing-masing topik Panca Cinta yang ada pada panduan utama (halaman 26-29).
  3. Pemilihan materi integrasi KBC diserahkan otoritasnya kepada guru dengan mempertimbangkan rasionalisasi benang merah antara muatan materi pembelajaran dan materi integrasi KBC yang dipilih.

2

Menyusun RPP

30 of 101

31 of 101

Integrasi KBC pada RPP

Tujuan Pembelajaran

Kegiatan Inti

Identifikasi

Kegiatan Awal

Kegiatan Penutup

Asesmen

32 of 101

RPP

NEW

Lorem ipsum dolor sit amet pro miorum constituto

Lorem ipsum dolor sit amet pro maiorum constituto

1

33 of 101

Panduan KBC hal. 26-29

34 of 101

35 of 101

36 of 101

37 of 101

38 of 101

2

RPP

NEW

39 of 101

3

RPP

NEW

40 of 101

4

RPP

NEW

41 of 101

Tips Membuat Tujuan Pembelajaran ala KBC

TP-KBC

42 of 101

Menyusun Tujuan Pembelajaran yang Bermakna

KBC mendorong tujuan pembelajaran yang holistik dan bermakna melalui integrasi satu atau lebih topik Panca Cinta KBC. KBC tidak hanya memberikan tujuan pembelajaran semata, tetapi lebih dari itu, yaitu mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan dengan nilai afektif yang mendalam

​

​

43 of 101

Pastikan tujuan pembelajaran tidak hanya berisi kata kerja pengetahuan (menjelaskan, menyebutkan) tetapi juga kata kerja sikap (menunjukkan sikap, menghargai, memiliki kesadaran) dan keterampilan (mempraktikkan, membuat).

​

Integrasi Lintas Dimensi

a

44 of 101

TP NON-KBC

TP KBC

TP NON-KBC

TP KBC

BANDINGKAN!

Murid dapat melakukan wudu

Murid dapat melaksanakan wudu sesuai syarat dan rukun dengan kesadaran memperhatikan kelestarian alam sebagai wujud cinta Allah dan Rasul-Nya dan cinta lingkungan.

Menjelaskan pentingnya keanekaragaman hayati dalam ekosistem

Menjelaskan pentingnya keanekaragaman hayati dalam ekosistem dengan menyadari bahwa keanekaragaman hayati sebagai bukti keagungan dan kekuasaan Allah Swt. dalam penciptaan, serta sebagai nikmat luar biasa yang patut disyukuri dan menjadikan Rasul saw. sebagai teladan dalam beradab pada lingkungan.

45 of 101

Hubungkan dengan Panca Cinta

Secara eksplisit kaitkan tujuan dengan salah satu atau beberapa topik Panca Cinta. Gunakan frasa seperti “sebagai wujud cinta...” atau “dengan kesadaran bahwa...” untuk menunjukkan internalisasi nilai.

b

46 of 101

TP NON-KBC

TP KBC

BANDINGKAN!

Mengidentifikasi dampak aktivitas manusia terhadap keseimbangan ekosistem

Mengidentifikasi dampak aktivitas manusia terhadap keseimbangan ekosistem dengan menyadari bahwa kerusakan ekosistem adalah bentuk ketidakmampuan manusia dalam mensyukuri nikmat Allah yang telah menciptakan alam dan menjadikan Rasul saw. sebagai teladan dalam berperilaku.

​

47 of 101

Fokus pada Makna, Bukan Sekadar Prosedur

Tujuan pembelajaran pada KBC tidak hanya berfokus pada langkah-langkah yang benar, melainkan juga mendorong tujuan yang menekankan pada pemahaman mengapa suatu tindakan perlu dilakukan.

c

48 of 101

TP NON-KBC

TP KBC

BANDINGKAN!

Menjelaskan hubungan antarmakhluk hidup (rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida ekologi).

Menjelaskan hubungan antar makhluk hidup (rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida ekologi) dengan kesadaran pentingnya menjaga keseimbangan hubungan tersebut sebagai wujud cinta lingkungan.

​

49 of 101

TP NON-KBC

TP KBC

BANDINGKAN!

Mendemonstrasikan dan menerapkan perilaku menjaga lingkungan

Mendemonstrasikan dan menerapkan perilaku menjaga lingkungan (misalnya tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon) dengan menyadari alasan tindakan tersebut penting bagi kelestarian ekosistem.

50 of 101

Arahkan pada Perubahan Perilaku Nyata

Rumuskan tujuan yang dapat diamati dalam perilaku sehari-hari murid, tidak hanya di dalam kelas.

d

51 of 101

TP NON-KBC

TP KBC

BANDINGKAN!

Menjelaskan cara menjaga ekosistem

Memberikan contoh nyata kegiatan menjaga ekosistem di rumah atau sekolah (misalnya menanam tanaman, membuat kompos, atau merawat hewan peliharaan) sebagai wujud cinta lingkungan.

​

Menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik-anorganik, dan menghemat air sebagai wujud cinta lingkungan.

​

52 of 101

Gunakan Bahasa yang Mendorong Empati dan Holistik

5

Gunakan kata-kata yang memicu kesadaran akan keterhubungan, seperti menjaga kelestarian, menghargai perbedaan, atau menunjukkan kepedulian.

53 of 101

TP NON-KBC

TP KBC

BANDINGKAN!

Menjelaskan bentuk interaksi antar makhluk hidup dalam ekosistem

Menjelaskan bentuk interaksi antar makhluk hidup dalam ekosistem dengan sikap menghargai perbedaan peran tiap makhluk hidup dalam menjaga keseimbangan alam sebagai wujud cinta lingkungan.

​

54 of 101

TP KBC

TP KBC

Menganalisis dampak kerusakan ekosistem serta menunjukkan kepedulian dengan mengusulkan langkah nyata untuk mengurangi kerusakan lingkungan.

Mempraktikkan perilaku sehari-hari yang mendukung kelestarian ekosistem, seperti menghemat air, membuang sampah pada tempatnya, dan merawat tanaman, sebagai wujud tanggung jawab menjaga keterhubungan kehidupan.

​

55 of 101

Contoh Tujuan Pembelajaran KBC yang dirumuskan dengan baik:

“Murid mampu melaksanakan wudu sesuai syarat dan rukun dengan memperhatikan kelestarian lingkungan sebagai wujud cinta Allah dan rasul-Nya dan cinta lingkungan melalui video edukasi hemat air dalam berwudu.”

56 of 101

57 of 101

1

Pahami Sintaks Model Pembelajaran

2

Analisis Sintaks Model Pembelajaran

3

Petakan Potensi Panca Cinta KBC

4

Rancang Aksi Nyata Guru

INTEGRASI PANCA CINTA PADA SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN

58 of 101

Langkah-langkah Mengintegrasikan Panca Cinta panca Sintaks Model Pembelajaran

  1. Analisis Sintaks Model Pembelajaran: Pahami setiap tahapan (sintaks) dari model pembelajaran yang akan digunakan.
  2. Petakan Potensi Panca Cinta KBC: Identifikasi pada tahap mana dalam sintaks tersebut Panca Cinta yang telah dipilih dapat disisipkan.
  3. Rancang Aksi Nyata Guru: Rancang aktivitas atau intervensi spesifik yang akan dilakukan guru di tahap tertentu (pada sintaks) untuk merealisasikan Panca Cinta KBC yang telah dipilih.

59 of 101

60 of 101

61 of 101

62 of 101

Catatan:

              • Guru hanya perlu mengintegrasikan Panca Cinta yang dipilih ke dalam salah satu sintaks (minimal).
              • Jika ada dua topik Panca Cinta yang akan diintegrasikan maka bisa masuk di salah satu sintaks secara integratif atau dua sintaks yang berbeda.
              • Guru perlu memperhatikan sifat fleksibilitas KBC. Integrasi Panca Cinta KBC cukup diintegrasikan minimal satu di antara tiga tahapan perencanaan pembelajaran, yaitu pendahuluan, kegiatan inti (pada sintaks), atau penutup.

63 of 101

Asesmen Autentik

Perencanaan asesmen KBC harus dirancang sejak awal RPP. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa penilaian secara komprehensif mengukur penguasaan materi, perubahan sikap, dan pengembangan keterampilan secara terintegrasi dengan Panca Cinta.

Asesmen KBC harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan oleh guru di awal saat Menyusun RPP.

64 of 101

65 of 101

66 of 101

Perencanaan Asesmen KBC

67 of 101

TEPUK CINTA

CINTA KECIL

CINTA SEDANG

CINTA BESAR

CINTA SEMUA

68 of 101

Langkah-Langkah Integrasi KBC dalam Kegiatan Pembelajaran

3

Menerapkan dalam proses pembelajaran

69 of 101

70 of 101

Umum

​

Ada benda hidup dan ada benda mati sehingga memperlakukan benda tanpa empati

KBC

Semua benda hidup. Semua makhluk Allah bertasbih, semua benda mengandung energi yang hidup dan dinamis. Tidak ada yang benar-benar mati di alam semesta ini, segala sesuatu hidup bergetar dan bertakwa kepada Allah. Karena itu manusia harus menghormati setiap ciptaan sebagai tanda kebesarannya.

PERUBAHANMINDSET

71 of 101

Umum

​

Empiris materialistic. Pengetahuan hanya berbasis pengalaman inderawi dan logika.

Seperti pada pembelajaran Biologi.

Murid mempelajari proses kehidupan hanya dari sisi fisik dan kimiawi organisme tanpa membahas dimensi spiritual kehidupan.

KBC

Holistik integral. Sumber pengetahuan bukan hanya indra dan akal, tetapi sumber-sumber spiritual.

Pada pelajaran IPA, guru tidak hanya menjelaskan hukum gravitasi atau rotasi bumi, tetapi juga menuntun murid merenungkan keteraturan alam sebagai tanda kebesaran Tuhan. Ilmu dipahami sebagai sarana mengenal dan mensyukuri ciptaan Allah.

PERUBAHANMINDSET

72 of 101

Umum

​

Pengetahuan yang diraih dengan penjelasan teks atau bayani serta penjelasan logis atau burhani.

Guru Bahasa Indonesia menjelaskan arti kata atau makna kalimat dengan merujuk pada teks sastra atau kamus resmi.

Metode bayani dalam mengajar menekankan dalil teks kutipan dan makna yang terkandung di dalamnya

KBC

Hikmah atau wisdom

Selain melalui bayani dan burhani juga menggunakan metode irfani yang bersifat intuitif melalui penyucian jiwa.

Guru membimbing murid untuk melakukan refleksi diri atau muhasabah. Menulis pengalaman tentang bagaimana mereka menjaga hati dari iri dan sombong

PERUBAHANMINDSET

73 of 101

Umum

​

Pelajaran Pendidikan dan Pancasila

Guru mengutip teks konstitusi atau nilai-nilai moral bangsa sebagai sumber normatif (bayani).

Lalu meminta murid menalar, mengapa nilai tersebut penting untuk kehidupan untuk menjaga kehidupan bersama (burhani)

KBC

Pelajaran Seni dan Budaya

Murid diajak menghayati keindahan kaligrafi, musik religi, atau syair-sayair hikmah, bukan hanya sebagai ekspresi estetika, tetapi juga sebagai jalan penyucian jiwa dan perenungan makna spiritual.

Contoh:

74 of 101

Umum

​

Hushuli: pengetahuan yang kita peroleh melalui perantara, baik itu panca indra, akal, atau konsep-konsep abstrak.

Ini adalah pengetahuan yang hadir dalam pikiran kita dalam bentuk gambaran, ide, atau konsep tentang suatu objek di luar diri kita.

KBC

Hudhuri: pengetahuan yang diperoleh secara langsung tanpa perantara dan tanpa adanya pemisahan antara subjek yang mengetahui dengan objek yang diketahui. Pengetahuan ini adalah hadirnya hakikat sesuatu itu sendiri pada diri seseorang.

PERUBAHANMINDSET

75 of 101

Umum

​

Hushuli: Pelajaran Sejarah

Murid memahami perjuangan pahlawan kemerdekaan dari buku teks, film, dan cerita guru, bukan karena mereka mengalami langsung.

Pengetahuan itu bersifat hushuli karena diperoleh melalui perantara informasi dan simbol Bahasa.

KBC

Hudhuri: Praktikum sains atau eksperimen.

Murid melihat dan mengalami sendiri reaksi kimia atau fenomena fisika, bukan hanya membaca hasilnya dari buku.

Pengalaman empiris langsung ini menumbuhkan pengetahuan hudhuri tentang fenomena yang dipelajari

Contoh:

76 of 101

Umum

​

Mentransfer ilmu

Guru adalah subjek sumber pengetahuan sementara murid adalah objek yang diberi pengetahuan guru cenderung berceramah dan memerintah

KBC

Muaddib

Adab guru menjadi contoh teladan yang menghidupkan nilai-nilai adab tanpa banyak ceramah dan perintah, murid bisa merasakan cinta dan inspirasi

PERUBAHANMINDSET

77 of 101

Umum

​

Pelajaran Matematika

Guru menuliskan rumus dan contoh soal di papan tulis, lalu murid menyalin dan mengerjakan soal serupa sesuai petunjuk guru. Prosesnya bersifat reproduktif, murid hanya mengikuti pola yang diberikan tanpa mengembangkan penalaran sendiri.

KBC

Pelajaran umum

Saat murid melakukan kesalahan guru tidak marah atau mempermalukan melainkan menuntun dengan sabar dan penuh kasih sayang. Murid belajar nilai tanggung jawab, rendah hati, dan empati dari cara guru memperlakuakan mereka.

Contoh:

78 of 101

Adakah yang bisa mengingatnya dalam waktu 2 menit?

9 7 5 3 1 5 4 8 0 7 1 2 5 1 1 25

79 of 101

15

VIRUS KOMUNIKASI

yang Harus Dihindari

80 of 101

“Kalian kerjakan sekarang juga! Jangan malas!”

“Tolong kerjakan tugasnya sekarang, ya. Ibu/Bapak percaya kamu bisa menyelesaikannya dengan baik.”

1. Memerintah

81 of 101

“Kalau kamu tidak mengerjakan tugasnya, saya beri nilai nol!”

“Ibu/Bapak ingin kamu menyelesaikan tugas ini agar pemahamanmu lebih baik. Yuk, kita lakukan sekarang. Kalau ada kesulitan, boleh tanya.”

2. Mengancam

82 of 101

“Ini salahmu sendiri makanya nilaimu jelek! Pasti kamu tidak pernah memperhatikan!”

“Pasti ada bagian yang terlewat. Yuk kita pelajari ulang.”

3. Menyalahkan

83 of 101

Murid bertanya. Respon guru: “Masa gitu saja tidak tahu?”

“Pertanyaannya bagus. Mari kita bahas bersama supaya lebih jelas.”

4. Meremehkan

84 of 101

“Coba lihat temanmu rapi, kamu kenapa tidak?”

“Akan lebih baik kalau kamu lebih rapi supaya lebih percaya diri.”

5. Membandingkan

85 of 101

“Dasarnya kamu memang nakal!”

“Badanmu kecil begitu, pasti tidak kuat.”

“Perilakumu hari ini kurang tepat. Yuk perbaiki sama-sama.”

​

“Yuk coba, pelan-pelan pasti bisa. Kekuatan itu bisa dilatih.”

6. Mencap/Melabeli: dengan sikap buruk, body shaming

​

86 of 101

“Kamu itu harus begini, begitu, jangan seperti ini. Kalau kamu terus begini hidupmu akan susah. Makanya dengarkan! Sudah berkali-kali saya bilang!”

“Kesalahan itu bagian dari belajar. Yuk kita bicarakan satu langkah perbaikan yang bisa kamu lakukan sekarang.”

7. Over Menasehati

87 of 101

“Kalau nilaimu jelek, kamu tidak akan naik kelas, titik!” (padahal belum tentu)

“Anak-anak, kerjakan tugas hal. 15. Bapak ada rapat dulu!”

“Nilaimu perlu ditingkatkan. Yuk kita buat rencana belajar supaya hasilnya lebih baik.”

​

Guru ternyata tidak rapat, tetapi minum kopi di warung depan madrasah.

8. Membohongi

88 of 101

“Sudahlah, nggak apa-apa, kamu pasti selalu benar kok. Tidak usah sedih, semua orang akan memihakmu.”

“Wajar merasa kecewa, tapi kita bisa belajar dari pengalaman ini. Coba kita pikirkan bersama apa langkah terbaik untuk memperbaiki situasi.”

9. Menghibur Berlebihan (Tidak Tepat)

89 of 101

“Tugas kamu jelek sekali. Sama sekali tidak ada yang benar.”

“Tugasmu sudah menunjukkan usaha. Ada beberapa bagian yang dapat diperbaiki, misalnya pada penjelasan di paragraf kedua. Ayo coba diperbaiki lagi ya!.”

10. Mengkritik yang Tidak Membangun

90 of 101

“Kalau kerja seperti ini, sudah pasti tidak akan lulus.”

“Coba perbaiki bagian ini supaya hasilnya lebih baik dan kamu lebih siap menghadapi ujian.”

11. Menyindir

91 of 101

“Makanya dulu itu dengar nasihat Ibu, sekarang baru terasa akibatnya.”

“Kamu kan dulu pernah tidak jujur, jadi sekarang Ibu ragu.”

“Setiap kesalahan adalah kesempatan untuk belajar. Mari kita fokus pada solusi dari yang terjadi hari ini.”

“Ibu ingin percaya pada usaha kamu sekarang. Tunjukkan perubahanmu lewat tindakan hari ini.”

12. Mengungkit

92 of 101

“Kamu pasti tidak peduli dengan pelajaran ini.”

“Sepertinya kamu belum fokus. Ada yang bisa Ibu bantu supaya kamu lebih nyaman belajar?”

13. Menganalisa tanpa koreksi

93 of 101

“Jangan ribut!”

“Jangan main HP terus!”

“Silakan tenang, kita mulai belajar.”

Ayo simpan dulu HP-nya, fokus belajar yuk.”

14. Stop “Jangan”

94 of 101

“Kamu selalu jadi penyebab masalah di kelas ini.”

“Kamu ini memang tidak bisa dipercaya.”

“Ibu ingin mendengar apa yang sebenarnya terjadi. Mari kita cari solusi bersama.”

“Ibu berharap kamu bisa menunjukkan tanggung jawab, Ibu yakin kamu mampu.”

15. Menyudutkan

95 of 101

1 - 2

3 - 4

5 - 6

7 - 8

SIKAP yang Harus Dihindari

Menunjuk-nunjuk

Berwajah ketus

Memelototi

Menggebrak meja

Kekerasan Fisik

Membentak/Meninggikan suara

Menghina

Tidak memberi kesempatan kedua

96 of 101

Panca Peran Kepala Madrasah:

  1. Visioner & Fasilitator: Memastikan seluruh guru memahami filosofi KBC dan memfasilitasi pelatihan rutin untuk mengintegrasikan Panca Cinta ke dalam RPP/Modul Ajar.
  2. Regulator Kebijakan: Menetapkan kebijakan yang mewajibkan adanya pemetaan dan integrasi topik Panca Cinta dalam setiap perencanaan pembelajaran di madrasah.
  3. Supervisor Akademik: Melakukan supervisi kelas yang berfokus pada observasi bagaimana guru menumbuhkan nilai-nilai cinta dan menyajikan pembelajaran yang menyentuh hati.
  4. Alokator Sumber Daya: Menyediakan akses dan anggaran untuk sumber daya yang mendukung KBC (misalnya, video inspiratif, buku kisah teladan, media pembelajaran interaktif).
  5. Apresiator & Motivator: Memberikan apresiasi dan pengakuan kepada guru yang secara inovatif dan konsisten berhasil mengimplementasikan pembelajaran berbasis cinta di kelasnya.

97 of 101

Panca Peran Pengawas Madrasah:

  1. Pembina & Mentor: Bertindak sebagai coach bagi kepala madrasah dan guru, memberikan bimbingan tentang cara menerjemahkan Capaian Pembelajaran (CP) menjadi tujuan pembelajaran KBC yang bermakna.
  2. Penjamin Mutu: Memastikan implementasi KBC di madrasah binaan berjalan sesuai panduan, bukan hanya sebagai formalitas administratif, melainkan sebagai ruh pembelajaran.
  3. Diseminator Praktik Baik: Mengumpulkan dan membagikan contoh sukses implementasi intrakurikuler KBC dari satu madrasah ke madrasah lainnya sebagai bahan inspirasi.
  4. Harmonisator Kurikulum: Membantu guru menyelaraskan tuntutan kurikulum nasional dengan nilai-nilai KBC, sehingga integrasi terasa alami dan tidak menjadi beban tambahan.
  5. Evaluator Holistik: Menilai proses pembelajaran secara menyeluruh, mencakup asesmen autentik yang mengukur perkembangan karakter dan internalisasi nilai Panca Cinta.

98 of 101

Panca Peran Orang Tua:

  1. Mitra Komunikasi Aktif: Proaktif menjalin komunikasi dengan wali kelas untuk memahami nilai Panca Cinta yang sedang dipelajari anak.
  2. Konektor Pembelajaran: Menghubungkan materi pelajaran di madrasah dengan praktik nyata di rumah (misalnya, mengajak anak merawat tanaman sebagai wujud Cinta Lingkungan).
  3. Model Perilaku: Menjadi teladan langsung di rumah dalam mengamalkan nilai-nilai Panca Cinta, seperti berkata jujur (Cinta Diri) dan berbagi dengan sesama (Cinta Sesama).
  4. Pencipta Lingkungan Belajar: Menciptakan suasana rumah yang kondusif dan mendukung anak untuk bereksplorasi dan mencintai ilmu (Cinta Ilmu).
  5. Pemberi Umpan Balik: Memberikan masukan konstruktif kepada guru mengenai perkembangan atau perubahan perilaku anak sebagai dampak dari pembelajaran KBC.

99 of 101

BUNGA MAWAR BUNGA MELATI

TUMBUH SUBUR DI TAMAN KOTA

MARI MENGAJAR SEPENUH HATI

AGAR TUMBUH GENERASI PENUH CINTA

Pergi ke taman memetik melati,�Harumnya lembut menenangkan hati.�Guru beradab teladan sejati,�Murid pun ikut berakhlak tinggi.

100 of 101

Silahkan unduh materi pada link berikut!

101 of 101

TERIMAKASIH

WASSALAM

KBC