Mari sijaga kebadian ruang ibadahta, terlebih-lebih mari si mateken HPnta
2
2
GBKP RUNGGUN TEBING TINGGI
KEBAKTIAN BAHASA INDONESIA
PUKUL : 10.00 WIB
Yang Melayani :
Pdt. Rasta U. Br. Tarigan, S.Pd., M.Div.
Minggu advent iii
15 Desember 2024
S A M B U T A N
PENGANTAR IBADAH
PKJ 013 : 1-2
1. | Kita masuk rumahNya, berkumpul menyembah kepadaNya. Kita masuk rumahNya, berkumpul menyembah kepadaNya. Kita masuk rumahNya, berkumpul menyembah Kristus, menyembah Kristus Tuhan. |
Jemaat Berdiri
PKJ 013 : 1-2
2. | Lupakanlah dirimu, arahkan hatimu kepadaNya. Lupakanlah dirimu, arahkan hatimu kepadaNya. Lupakanlah dirimu, arahkan hatimu kepada Kristus, menyembah Kristus Tuhan. |
VOTUM & SALAM
Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
(Lukas 1 : 30)
NKB 003 : 1,3
1. | Terpujilah Allah, hikmatNya besar, begitu kasihNya ‘tuk dunia cemar, sehingga dib’rilah PutraNya Kudus mengangkat manusia serta menebus. Reff: Pujilah, pujilah! Buatlah dunia bergemar, bergemar mendengar suaraNya. Dapatkanlah Allah demi PutraNya, b’ri puji padaNya sebab hikmatNya. |
NKB 003 : 1,3
3. | Tiada terukur besar hikmatNya; penuhlah hatiku sebab AnakNya. Dan amatlah k’lak hati kita senang, melihat Sang Kristus di sorga cerlang. Reff: Pujilah, pujilah! Buatlah dunia bergemar, bergemar mendengar suaraNya. Dapatkanlah Allah demi PutraNya, b’ri puji padaNya sebab hikmatNya. |
Jemaat Duduk
Pujian bagi keagungan allah
L | : | Allah adalah Tuhan yang Agung, yang penuh dengan kemuliaan di seluruh alam semesta |
J | : | Terpujilah Tuhan di seluruh alam semesta |
Pujian bagi keagungan allah
L | : | Tuhan Allah adalah pencipta alam semesta, Dia berkuasa atas seluruh ciptaanNya |
J | : | Kami memuji keagunganMu, sebab Engkaulah yang berkuasa atas seluruh ciptaanMu |
Pujian bagi keagungan allah
L | : | Janji Tuhan kekal untuk selama-lamanya |
J | : | Ya Tuhan, JanjiMu adalah pegangan bagi hidup kami. Ya Tuhan, hanya Engkau yang layak di puji dan di sembah di bumi dan di Sorga. |
Bernyanyi KJ 001 : 1-2 Haleluya, Pujilah
Reff :
Haleluya! Pujilah
Allah yang Agung, Maha Esa!
Dalam Kristus kita kenal
Allah yang hidup, Bapa kekal!
Patut memuji kuasaNya
Karna berkat-Nya tak henti
limpah kasih-Nya tak terperi
Reff :
Haleluya! Pujilah
Allah yang Agung, Maha Esa!
Dalam Kristus kita kenal
Allah yang hidup, Bapa kekal!
Bernyanyi KJ 001 : 1-2 Haleluya, Pujilah
Kehidupan manusia yang menantikan kedatangan tuhan
L | : | Saat ini kita diberi kesempatan untuk menilik kembali pikiran dan perbuatan dalam hal kesiapan kita menyambut kedatangan Tuhan dan merenungkannya. |
SAAT TEDUH
Kehidupan manusia yang menantikan kedatangan tuhan
L | : | Tuhan berjanji untuk datang ke dunia dan memperlihatkan kemuliaanNya bagi kita. KedatanganNya membawa damai dan keselamatan. Sudahkah kita menyambut kedatangan Tuhan? |
J | : | … |
Kehidupan manusia yang menantikan kedatangan tuhan
J | : | Ya Tuhan yang membawa damai bagi dunia, kami mengaku terkadang lupa untuk mempersiapkan diri menyambut kedatanganMu. Kami lebih tertarik atas kesenangan dunia dan lupa akan sukacita yang Tuhan bawa bagi kami. |
KJ 081 : 1-2
1. | O, datanglah, Imanuel, tebus umatMu Israel yang dalam berkeluh kesah menanti Penolongnya. Bersoraklah, hai Israel, menyambut Sang Imanuel! |
KJ 081 : 1-2
2. | O, datang, Tunas Isai, patahkan belenggu pedih dan umatMu lepaskanlah dari lembah sengsaranya. Bersoraklah, hai Israel, menyambut Sang Imanuel! |
Janji tuhan bagi orang yang mengakui kelemahannya
L | : | “Karena itu saudara-saudara, bersabarlah sampai kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat” (Yakobus 5:7-8) |
Jemaat Berdiri
KJ 091 : 1,3
1. | Putri Sion, nyanyilah; soraklah, Yerusalem! Mari sambut Rajamu. Raja Damai t'rimalah! Putri Sion, nyanyilah; soraklah, Yerusalem! |
KJ 091 : 1,3
3. | Hosiana, Putra Daud, Salam, Raja mulia. Raja Damai abadi, Putra Allah yang kekal. Hosiana, Putra Daud, Salam, Raja mulia! |
Firman Allah Yesaya 26 : 1 – 6
(Antiphonal)
(Jemaat Duduk)
L. | Nyanyian puji-pujian karena kelepasan dan penghakiman yang diberikan Allah 1Pada waktu itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda: "Pada kita ada kota yang kuat, untuk keselamatan kita TUHAN telah memasang tembok dan benteng. |
P. | 2… |
Yesaya 26 : 1 – 6
L. | 1... |
P. | 2Bukalah pintu-pintu gerbang, supaya masuk bangsa yang benar dan yang tetap setia! |
Yesaya 26 : 1 – 6
L. | 3Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. |
P. | 4Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal. |
Yesaya 26 : 1 – 6
L. | 5Sebab Ia sudah menundukkan penduduk tempat tinggi; kota yang berbenteng telah direndahkan-Nya, direndahkan-Nya sampai ke tanah dan dicampakkan-Nya sampai ke debu. |
P. | 6Kaki orang-orang sengsara, telapak kaki orang-orang lemah akan menginjak-injaknya." |
Lit. | : | Berbahagialah orang yang mendengarkan Firman Tuhan, yang memelihara, serta melakukannya dalam kehidupan sehari-hari, Maranatha. |
Jem. | : | (Dinyanyikan) Ma ra na tha, Ma ra na tha, Ma ra na … tha. |
Tema :
“Bersiap Menyambut Kedatangan Tuhan”
Matius 25 : 1 - 13
(Tunggal)
Pdt. Rasta U. Br. Tarigan, S.Pd., M.Div.
1. | Gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. |
2. | Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. |
Matius 25 : 1 – 13
3. | Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, |
4. | sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. |
Matius 25 : 1 – 13
5. | Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. |
6. | Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! |
Matius 25 : 1 – 13
7. | Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. |
8. | Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. |
Matius 25 : 1 – 13
9. | Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. |
Matius 25 : 1 – 13
10. | Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. |
Matius 25 : 1 – 13
11. | Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! |
12. | Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. |
Matius 25 : 1 – 13
13. | Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya." |
Matius 25 : 1 – 13
Tema :
“Bersiap Menyambut Kedatangan Tuhan”
Matius 25 : 1 - 13
Pdt. Rasta U. Br. Tarigan, S.Pd., M.Div.
Pengakuan Iman
(Jemaat Berdiri)
Aku percaya kepada Allah Bapa yang mahakuasa, Khalik langit dan bumi. Dan aku percaya kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita, yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria, yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut.
Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang mahakuasa, dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Aku percaya kepada Roh Kudus; gereja yang kudus dan Am; persekutuan orang kudus; pengampunan dosa; kebangkitan daging, dan hidup yang kekal. Amin.
Lit. | : | “Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya” |
(Jemaat Duduk)
PKJ 147 : 1-
1. | Di sini aku bawa, Tuhan, persembahan hidupku, semoga berkenan. Berapalah nilainya, Tuhan, dibandingkan berkatMu yang t’lah Kau limpahkan. T’rimalah, Tuhan, O t’rimalah, Tuhan! |
PKJ 147 : 1-
2. | Tanganku yang kecil, ya Tuhan, belum mencari makan sendiri, ya Tuhan. Terimalah hatiku, Tuhan, menjadi persembahan yang Tuhan perkenan. T’rimalah, Tuhan, O t’rimalah, Tuhan! |
PKJ 147 : 1-
3. | Kuingat firmanMu, ya Tuhan, yang mengajarkan kami mengingat yang kecil: Berkati semuanya, Tuhan, Supaya persembahan tetap mengalir t’rus. T’rimalah, Tuhan, O t’rimalah, Tuhan! |
L | : | Allah mempersiapkan segala kebaikan bagi kita, kedatanganNya ke dunia untuk membawa anak-anakNya ke dalam kemuliaanNya, oleh karena itu tetaplah sabar dalam penantian! |
J | : | Ya Tuhan, aku berjanji setia dalam menjalankan perintah Tuhan untuk mempersiapkan kedatanganMu. |
TEKAD
(Jemaat Berdiri)
L | : | Tuhan akan datang kembali, membawa hidup kita ke dalam kekekalan dan kedamaian. |
J | : | Ya Tuhan, aku senantiasa setia dalam pengharapan atas sukacita yang Engkau siapkan. Dan mau memberi hidupku untuk mempersiapkan jalan bagi kedatanganMu. |
TEKAD
KJ 445 : 1,3
1. | Harap akan Tuhan, hai jiwaku! Dia perlindungan dalam susahmu. Jangan resah, tabah berserah, kar'na habis malam pagi merekah. Dalam derita dan kemelut Tuhan yang setia, Penolongmu! |
KJ 445 : 1,3
3. | Harap akan Tuhan, hai jiwaku! Dia perlindungan dalam susahmu. Jalan sedih nanti berhenti; Yesus memberikan hidup abadi. Habis derita di dunia, purna sukacita. Haleluya! |
Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin
Kemurahan hati dari Yesus Kristus, Kasih Allah dan penyertaan Roh Kudus menyertai kita sekalian. Amin. Jemaat : A....min, A.......min, A......min |
Saat Teduh
Selamat Hari Minggu