1 of 18

BAB III

DESAIN MEDIA

PEMBELAJARAN

Dosen Pengampu: Supri Hartanto, M.Pd

2 of 18

PENGERTIAN DESAIN

Istilah desain secara kebahasaan sebenarnya merupakan kata Inggris yaitu design yang berarti rancangan atau rencana. Secara lebih luas desain banyak dimaknai oleh berbagai kalangan. Desain dapat dijabarkan sebagai sebuah pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu objek benda. Pengertian desain juga dimaknai sebagai aktivitas kreatif untuk menciptakan sesuatu yang baru yang mempunai manfaat dan belumpernah dibuat.

Dalam hubungannya dengan desain media pembelajaran, tentu saja yang didesain adalah media pembelajaran yang digunakan untuk pembelajaran di sekolah. Desain media pembelajaran bersifat universal artinya desain berlaku untuk semua pembelajaran.

3 of 18

Desain mempunyai fungsi masing-masing sesuai dengan tujuan dari desain yang akan dilakukan, namun secara garis besar fungsi desain antara lain:

  1. Proses menciptakan sesuatu yang baru atau merombak sesuatu yang lama dengan yang baru sehingga mempunyai kemanfaatan
  2. Desain merupakan suatu ilmu untuk menambah wawasan manusia memahami tentang bentuk, gambaran, ruang, komposisi dan nilai estetis dalam sebuah karya
  3. Desain berfungsi untuk mengkomunikasikan dan mensosialisasikan sebuah karya yang diciptakan kepada orang lain
  4. Desain merupakan gambaran umum kepada masyarakat tentang hal yang dibuat secara spesifik.

4 of 18

Fungsi desain tersebut tentu saja harus disesuaikan dengan tujuan karakteristik desain yang dibuat. Dalam pembuatan desain media pembelajaran tentu saja lebih cenderung untuk ke arah perancangan media pembelajaran yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik untuk dapat lebih menguasai materi yang diberikan. Desain media pembelajaran difungsikan untuk memberikan tambahan motivasi kepada peserta didik untuk dapat bekerja dengan terarah, menambah pemahaman, dan belajar dengan menggunakan multimedia.

Dalam desain perlu diperhatikan prinsip-prinsip yang harus diperhatikan antara lain

1. Kesatuan

Kesatuan diartikan sebagai penyesuaian tema-tema yang diciptakan harus mempunyai kesatuan satu sama lain dan tidak bertabrakan;

2. Keseimbangan

Kesimbangan dapat diartikan bahwa rancangan desain perlu adanya pola pola atau layout berimbang sehingga mempunyai nilai estetika untuk dilihat.

5 of 18

3. Tata Urutan

Hirarki dalam desain tentu saja mempunyai urutan yang bertahap sehingga memudahkan pengguna untuk menikmatinya

4. Perbandingan

Dalam desain perlu memperhatikan ukuran sehingga antara ukuran yang satu dengan ukuran yang lainnya tidak saling sesuai hirarki. Perbandingan tersebut harus konsisten sehingga dapat memperlihatkan alur yang jelas. Ukuran yang digunakan harus sesuai dengan layout keseluruhan, sehingga penempatan gambar atau teks ornamen yang lainnya dapat saling melengkapi dan terlihat menyatu.

5. Fokus

Dalam desain terkadang terdapat beberapa bagian yang menjadii fokus dari layout. Hal ini dapat dilihat dari besarnya gambar, warna, maupun gelap terang. Fokus ini dapat menuntun pembaca untuk mengikuti alur fokus yang telah dibuat walaupun tidak secara jelas telah disetting sedemikian rupa dengan teknik bentuk, warna, ukuran dan kecerahan tersebut.

6 of 18

Terdapat beberapa metode untuk menciptakan desain, metode tersebut bersumber pada ide yang didapatkannya serta teknik untuk mengembangkannya. Metode desain tersebut dapat berupa;

  1. Explosing dengan cara mencari inspirasi melalui pemikiran untuk menghasilkan sesuatu yang belum ada sebelumnya.
  2. Trendspotting, dengan cara membuat sesuatu yang sedang trend dan berkembang saat itu dalam lingkungan.
  3. Phototyping, dengan cara memodifikasi sesuatu yang telah dimiliki oleh nenek moyang.
  4. Managing yaitu dengan cara menciptakan desain secara terus menerus dan berkelanjutan.
  5. Refreding, yaitu dengan mengolah kembali desain yang sudah ada untuk dikembangkan lebih baik lagi.

Desain media pembelajaran merupakan salah satu tahapan yang sebelumnya didahului dengan tahapan-tahapan yang lainnya. Dalam bab-bab yang akan datang akan dibahas tentang tahapan pengembangan media pembelajaran dengan teknik ADDIE yang terdiri atas Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation.

7 of 18

Analisis dilakukan dengan mencermati kebutuhan media yang akan dibuat, dengan menganalisis berbagai hal baik materi, karakter dan sistem pembelajaran. Langkah kedua adalah mulai mengumpulkan elemen yang digunakan untuk membuat media pada tahap desain. Langkah berikutnya adalah mengembangkan media pembelajaran tersebut dengan mengadakan melibatkan ahli media maupun ahli materi untuk mengoreksi media yang telah dibuat. Langkah berikutnya adalah implementasi media kepada peserta didik, dan diakhiri dengan mengevaluasi hasil yang telah didapatkan dalam penggunaan media tersebut. Langkah-langkah pengembangan media tersebut tentu saja berbeda satu sama lain. Menurut Rahmad dalam bukunya media pembelajaran langkah-langkah pembuatan media pemebelajaran yang dijelaskan secara detail,

8 of 18

Namun pada intinya langkah-langkah pembuatan media tersebut dinilai sama yaitu:

  1. Mencari ide gagasan untuk membuat media yang akan dibuat
  2. Menganalisis tingkat kebutuhan dengan mengadakan banyak pengamatan maupun analisis
  3. Merumuskan tujuan yang akan dicapai dalam pembuatan media tersebut
  4. Merumuskan bahan media yang akan dibuat
  5. Menentukan jenis media yang akan dibuat sesuai dengan karakteristik, materi serta tujuan pembuatan media
  6. Merancang interaksi media terhadap siswa
  7. Membuat rancangan secara keseluruhan media yang akan dibuat, bisa dilakukan dengan membuat story boarad atau langkah-langkah media dari awal sampai akhir
  8. Pengumpulan bahan dan alat yang digunakan
  9. Melaksanakan pembuatan media
  10. Editing media yang telah dibuat
  11. Uji coba media kepada peserta didik
  12. Mengevaluasi media yang telah dibuat berdasarkan pada respon peserta didik

9 of 18

DASAR-DASAR PRAKTEK DESAIN

Pada bahasan bab ini akan difokuskan kembali secara praktis teknik mendesain secara dasar khususnya untuk desain media pembelajaran. Guna mendesain media pembelajaran hal-ha yang perlu diperhatikan adalah tentang pemilihan font, warna, gambar, ilustrasi dan berbagai hal yang menyangkut estetika dalam pembuatan desain. Hal tersebut dimaksudkan agar hasil yang dicapai dalam pembuatan media tersebut dapat maksimal, hasilnya terlihat bagus, dan dapat meningkatkan motivasi penggunanya untuk menjalankan media tersebut.

10 of 18

Pemilihan Jenis Huruf

Jenis huruf merupakan salah satu komponen yang penting dalam desain media pembelajaran. Tanpa disadari karakter huruf sangat mempengaruhi desain, karena huruf mempunyai ciri khas yang sebenarnya membawa nuansa dan sifat. Bagi media pembelajaran yang formal tentu saja perlu menggunakan jenis-jenis huruf yang formal dan solid, sedangkan untuk media pembelajaran dalam bentuk games maka digunakan bentuk-bentuk yang artistik.

Terdapat beberapa tips yang dapat digunakan antara lain:

  1. Pilihlah minimal 3 huruf utama yang menarik dan sesuai dengan media yang akan disajikan. Huruf-huruf yang sudah sering dilihat di komputer menjadi hal yang menjemukan bagi audiens. Misalnya penggunaan huruf Times New Roman, apabila tidak ada aturan khusus maka lebih baik huruf tersebut tidak usah dipakai karena jenis hurufnya sering dilihat audiens dan cenderung menjemukan.
  2. Bila ingin jenis fontnya bagus pilihlah jenis font yang disediakan oleh internet. Contohnya di www.dafont.com, di web tersebut disediakan banyak font baru yang bisa di download dan dimasukkan dalam komputer yang kita miliki. Download font tersebut dan masukkan ke C: pilih ke Windows, kemudian pilih Fonts, kemudian font yang di download tersebut dimasukkan ke folder Fonts.

11 of 18

  1. Pilih huruf yang tegas, solid dan mudah dibaca. Tiga huruf utama tersebut digunakan untuk (1) Judul; (2) Sub Judul; dan (3) Isi.
  2. Ukuran font yang digunakan sebisa mungkin ukurannya konsisten. Bila sub judul ukurannya 30 maka dipertahankan ukuran sama. Bila menggunakan font untuk isi ukurannya 18 maka dipertahankan untuk menggunakan ukuran font yang sama agar hasilnya menarik

12 of 18

Shape

Dalam pembuatan media pembelajaran bentuk atau shape merupakan salah satu hal yang penting. Penataan shape yang bagus akan mempengaruhi layout yang enak untuk dilihat. Shape juga harus disesuaikan dengan media tayang yang disediakan, jangan terlalu kecil ataupun terlalu besar apabila dibandingkan dengan keseluruhan media. Oleh karena itu perlu dipikirkan ukuran shape yang sesuai. Shape dapat berbentuk lingkaran, kotak, ellips maupun bentuk abstrak yang menjadi salah satu elemen pembelajaran. Beberapa tips yang perlu diperhatikan antara lain:

13 of 18

  1. Naskah tayangan jangan terlalu banyak ditampilkan. Jangan semua kalimat dituliskan dipaparan. Lebih baik menggunakan bagan-bagan atau shapes berbentuk kotak-kotak.
  2. Berikan dimensi shapes kotak tersebut dengan garis penetral warna hitam, putih atau kuning.
  1. Bila shapes berwarna gelap maka tulisan dibuat terang, dan sebaliknya bila shapes berwarna terang maka warnanya dibuat gelap. Hindari warna-warna tengah dengan huruf yang warnanya tengah sehingga tidak dapat terbaca.
  2. Aturlah agar shapes-shapes yang tersebut sehingga layoutnya seimbang antara kanan kiri atas dan bawah.

14 of 18

Warna

Warna merupakan salah satu elemen penting dalam pembuatan media pembelajaran. Warna menambah nilai seni dari sebuah media pembelajaran. Warna yang ada dalam sebuah media pembelajaran dapat dilihat dari font, gambar, maupun background yang ada. Warna yang bagus adalah warna yang enak untuk dipandang mata. Padu padan warna tersebut tentu saja akan menambah kenyamanan pengguna.

  1. Gunakan warna-warna yang padu padan di semua slide. Jangan setiap slide diganti warnanya. Idealnya warnanya 3 sd 4 warna.
  2. Apabila kebinggungan untuk mencari warna gunakan warna-warna padu padan berdasarkan lingkaran warna. Terdapat berbagai website yang dapat digunakan untuk membantu menentukan warna salah satu contohnya adalah https://colorhunt.co/ atau dengan https://coolors.co/

15 of 18

Pemilihan Gambar

Gambar yang bagus adalah gambar yang sesuai dengan tema dan tujuan pembelajaran. Seluruh gambar tematik dan satu karakter. Dibawahh ini disajikan beberapa tips untuk memilih gambar antara lain:

  1. Pilihlah gambar yang mempunyai resolusi tinggi di internet.
  2. Jangan memasang gambar yang tidak sesuai dengan tema yang dibuat di media pembelajaran atau presentasi.
  3. Seragamkan gambar, kalau foto, gunakan foto semua, kalau menggunakan gambar vektor gunakan gambar vektor semua.
  4. Carilah gambar-gambar yang menarik untuk membuat presentasi atau media. Contohnya di www.cleanpng.com menyediakan banyak gambar-gambar tematik berbasis png, atau bisa menggunakan www.freepic.com

16 of 18

freepick.com

Cleanpng.com

17 of 18

Animasi

Pembuatan media pembelajaran kadangkala menggunakan animasi dalam pengerjaannya. Animasi tersebut digunakan untuk meningkatkan estetika atau keindahan tanpa mengurangi tujuan dari pembuatan media pembelajaran tersebut. Animasi dapat berupa pergerakan huruf, shapes maupun gambar. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan animasi antara lain:

  1. Apabila menggunakan animasi, sebisa mungkin animasinya tidak mengganggu proses presentasi. Sekali tekan eksekusi satu slide selesai.
  2. Animasi dengan shapes yang sama dalam satu slide sebaiknya menggunakan animasi yang sama dan berurutan.
  3. Apabila animasi gambar gif yang tidak sesuai dengan tema, jangan dipaksakan untuk dimasukkan ke slide.

18 of 18

Demikianlah secara garis besar untuk memulai desain sebuah media pembelajaran. Walaupun tips tersebut hanya sederhana, namun pada hakekatnya hal-hal tersebut dapat mempengaruhi tampilan media pembelajaran untuk dapat terkesan bagus dan sempurna. Pada intinya pemilihan huruf akan membawa karakter dari media pembelajaran, pemilihan warna akan meningkatkan motivasi pengguna untuk mengoperasikannya, penggunaan gambar akan memberi kesan media tersebut profesional.

Mendesain media pembelajaran tentu saja membutuhkan pengalaman untuk mengerjakannya, namun bagi para pemula tentu saja dapat juga membuat media pembelajaran yang bagus asal dapat mengikuti tips yang telah diberikan. Pemula tentu saja perlu meniru dan mengobservasi media pembelajaran yang sudah ada, tips pembuatannya agar terbimbing dan menghasilkan media pembelajaran yang standar.