1 of 9

PROCESS COSTING

2 of 9

Pertanggungjawaban Biaya

  • Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Pesanan (Job-Order Costing)
  • Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Proses (Process Costing)
  • Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Operasi (Operation Costing)

​

3 of 9

Process Costing

Sistem perhitungan biaya berdasarkan proses (process costing) merupakan sebuah sistem perhitungan biaya yang sangat efektif bagi perusahaan-perusahaan yang menggunakan metode produksi assembly-line, sebuah metode yang kontinyu dalam berproduksi

4 of 9

Process Costing

Berbeda dengan job-order costing, dimana perusahaan biasanya hanya akan memulai produksinya bila ada pesanan dari pelanggan/konsumen. Semua unit dalam proses produksi assembly-line memiliki karakteristik yang homogen dan identik, berbeda dengan job-order costing, dimana produk yang dihasilkan bervariasi antara satu pesanan dengan pesanan yang lain.

5 of 9

Process Costing

Sistem perhitungan biaya berdasarkan proses mengasumsikan aliran yang berurutan, dari satu departemen ke departemen berikutnya. Departemen-departemen inilah yang memberikan tambahan nilai kepada bahan mentah sebuah produk, sehingga ketika aliran yang berurutan ini dijalankan dari departemen pertama ke departemen terakhir, pertambahan nilai tadi akan merubah bahan mentah menjadi produk atau barang jadi suatu perusahaan manufaktur.

6 of 9

Process Costing

Contoh sederhana yang dapat menggambarkan aliran ini adalah proses pembuatan passpor di kantor imigrasi. Bahan mentahnya adalah passpor kosong yang belum terisi. Di departemen I, passpor kosong tadi ditambah dengan ketikan data pribadi calon pemilik passpor. Di departemen II, passpor setengah jadi ditambah dengan cap 10 jari pemilik. Dan di departemen terakhir, passpor akan ditambah dengan foto dan tanda tangan pemilik. Setelah melalui semua departemen dan sesuai aliran yang berurutan barulah passpor kosong bisa jadi passpor siap pakai.

​

7 of 9

Unit Ekuivalen dan Biaya per Unit Ekuivalen�

Departemen A bulan ini mulai memproses total 1.000 unit produk (pabrik mulai beroperasi bulan ini sehingga tidak ada persediaan barang dalam proses dari bulan lalu). Di akhir bulan, dari 1.000 unit yang diproses, hanya 800 yang selesai, sementara sisanya yang belum selesai memiliki prosentase penyelesaian 75%. Biaya departemen A untuk bulan ini sejumlah total Rp.1.000.000,-

8 of 9

Perbandingan Perhitungan Biaya Tanpa Unit Ekuivalen dan Dengan Unit Ekuivalen�

Tanpa Unit Ekuivalen

Dengan Unit Ekuivalen

Pembebanan biaya kepada unit-unit produk:

Biaya perunit = Rp.1.000.000,- : 1.000 unit

= Rp.1.000,-/unit

Pembebanan biaya ke unit-unit produk:

Unit Ekuivalen = (800 x 100%) +

(200x75%)

= 950 unit

Biaya perunit = Rp.1.000.000,-

= Rp.1.052, 63

800 unit-selesai-proses memiliki biaya perunit:

= Rp.1.000,-

800 unit-selesai-proses memiliki biaya perunit:

Rp.1.052, 63

200 unit-belum-selesai-proses (75% penyelesaian) memiliki biaya perunit:

= Rp.1.000,-

200 unit-belum-selesai-diproses (75% penyelesaian) memiliki biaya perunit:

= Rp.1.052, 63 x 150 unit ekuivalen : 200 unit

= Rp.157.894, 74 : 200 unit

= Rp.789, 47

9 of 9

FORMULA PERHITUNGAN�UNIT EKUIVALEN (WEIGHTED-AVERAGE)

Unit Ekuivalen

=

Jumlah unit produk

selesai diproses (ditransfer ke dept. selanjutnya)

x

100%

+

Jumlah unit belum selesai diproses (di persediaan akhir Barang Dalam Proses)

​

x

Prosentase Penyelesaian

FORMULA PERHITUNGAN

BIAYA PERUNIT EKUIVALEN (WEIGHTED-AVERAGE)

Biaya

PerUnit

Ekuivalen

=

(Biaya di persediaan awal Barang Dalam Proses

+

Biaya yang ditambahkan ke dalam Barang Dalam Proses selama periode ini)

:

Unit Ekuivalen