1 of 23

Metodologi penelitian

Oleh: Umi Arifah, S.Pd.I., M.M.

www.umiarifah.blogspot.com

08170140887

umiarifah.iainukebumen@gmail.com

2 of 23

Strategi Menulis Proposal

3 of 23

Definisi Penelitian

Investigasi yang sistematis, terkontrol dan empiris serta kritis dari suatu proposisi hipotesis mengenai hubungan antara beberapa fenomena.

Kerlinger (1986)

Pencarian sesuatu secara sistematis dengan penekanan bahwa pencarian tersebut dilakukan untuk masalah-masalah yang dapat dipecahkan.

Whitney

(dalam Nazir, 1998)

Pendekatan sistematis untuk mendapatkan pengetahuan baru dan reliabel.

Don Ethridge (1995)

4 of 23

Mencari Fenomena

  • Peneliti perlu membaca banyak jurnal (akademik dan profesional), monograf, dan buku-buku yang berkaitan dengan fenomena yang ditetapkan sebagai topik penelitian.
  • Pemahaman terhadap isi jurnal yang dipilih dan ditambah pengalaman penelitian akan mempermudah mendapatkan topik penelitian.
  • Peneliti harus menyadari bahwa setiap fenomena akan mengakibatkan munculnya fenomena lain (sebab-akibat).
  • Selain fenomena peneliti harus melihat ada atau tidaknya kesenjangan (gap) pada penelitian sebelumnya dalam konteks yang sama.

5 of 23

Research Gap

1. Adanya ketidakjelasan konsep

2. Adanya perbedaan hasil penelitian

4. Adanya tatanan konsep yang perlu dilanjutkan

3. Adanya keterbatasan dalam penelitian sebelumnya

Kesenjangan Penelitian

(Research Gap)

6 of 23

Faktor yang mempengaruhi Masalah

Masalah

Fenomena

Kesenjangan penelitian

Kesenjangan teori

7 of 23

Menentukan Topik/ Masalah

Apakah ada permasalahan?

Apakah masalah tersebut dapat dipecahkan melalui penelitian?

Apakah masalah tersebut menarik atau unik?

Apakah masalah tersebut bermanfaat untuk diteliti?

1

2

3

4

8 of 23

Argumen-argumen yang disajikan dalam Proposal

  1. Apa yang dibutuhkan pembaca untuk memahami topik anda dengan lebih mudah?
  2. Apa yang perlu diketahui pembaca mengenai topik anda?
  3. Apa yang anda kemukakan untuk diteliti?
  4. Ranah seperti apa dan siapa saja orang-orang yang ingin anda teliti?
  5. Metode-metode apa yang ingin anda gunakan untuk mengumpulkan data?
  6. Bagaimana anda akan menganalisis data?
  7. Bagaimana anda akan memvalidasi penemuan-penemuan anda?
  8. Masalah-masalah etis apa saja yang akan anda sajikan?
  9. Apakah hasil-hasil sementara sudah menunjukkan bahwa penelitian yang anda ajukan ini bermanfaat dan bias diterapkan?

9 of 23

Menulis Gagasan

Menulis seperti Berpikir

  • Buatlah sebuah outline yang berupa kalimat atau kata-kata atau berupa peta visual.
  • Tulislah draft utuh, lengkah dengan gagasan pokoknya lalu nyatakan gagasan tersebut dalam bentuk paragraph.
  • Edit dan poleslah setiap kalimat yang sudah anda tulis.

Kebiasaan Menulis

Cobalah untuk disiplin dan membiasakan diri menulis proposal secara teratur dan terus menerus.

Keterbacaan Tulisan

  • Gunakan istilah-istilah yang konsisten dalam seluruh proposal anda.
  • Pertimbangkan seberapa naratif gaya pemikiran yang anda terapkan agar pembaca memahami proposal anda.
  • Usahakan gagasan-gagasan anda terikat Bersama dan mengalir secara logis dari satu kalimat ke kalimat lain dan dari satu paragraph ke paragraph lain.

Kalimat Aktif, Kata Kerja, dan “Berlebih-lebihan”

  • Untuk tulisan akademis gunakanlah kalimat aktif sebanyak mungkin.
  • Gunakanlah verba yang kuat, bersemangat dan sesuai dengan bidang tulisan yang disusun.
  • Banyak peneliti menggunakan kalimat lampau dalam menulis tinjauan pustaka dan melaporkan hasil penelitian.

10 of 23

Masalah-Masalah Etik dalam Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan Metode Campuran

Tempat Berlangsungnya masalah etis dalam penelitian

Jenis Masalah Etis

Cara Mengatasi Masalah

Sebelum melaksanakan penelitian

  • Memeriksa standar hubungan professional
  • Mencari persetujuan perguruan tinggi
  • Mendapatkan izin lokal dari lokasi penelitian dan partisipan
  • Memilih suatu lokasi tanpa dipengaruhi kepentingan pribadi untuk hasil akhir penelitian
  • Menegosiasikan hak kepenulisan untuk publikasi
  • Memperhatikan kode etik untuk hubungan profesional di daerah anda
  • Menyerahkan proposal agar mendapat persetujuan
  • Mengidentifikasi dan memperoleh izin pemda, mencari orang kepercayaan untuk membantu
  • Memilih lokasi-lokasi yang tidak akan menimbulkan masalah kekuasaan dengan para peneliti
  • Mengapresiasi kerja yang dilakukan dalam penelitian; memutuskan urutan penulisan nama peneliti dalam publikasi

Memulai Penelitian

  • Mengidentifikasi masalah penelitian
  • Menuliskan dengan jelas tujuan penelitian
  • Tidak menekan partisipan untuk menandatangani formulir persetujuan mengikuti penelitian
  • Menghargai norma-norma dan hak khusus penduduk asli
  • Sensitif terhadap kebutuhan populasi yang rentan (anak-anak, diffable, warga miskin dll)
  • Melakukan penilaian atau percakapan informal dengan partisipan tentang kebutuhan-kebutuhan mereka
  • Menghubungi partisipan dan menginformasikan kepada mereka tentang tujuan umum penelitian
  • Memberitahukan kepada partisipan bahwa mereka tidak perlu menandatangani formulir persetujuan
  • Mencari tahu keragaman budaya, agama, gender, dan perbedaan lain yang perlu dihormati
  • Memperoleh persetujuan yang tepat (missal: orang tua serta anak-anak)

11 of 23

Tempat Berlangsungnya masalah etis dalam penelitian

Jenis Masalah Etis

Cara Mengatasi Masalah

Mengumpulkan Data

  • Menghormati lokasi penelitian
  • Pastikan semua partisipan mendapatkan perlakuan yang sama
  • Menghindari partisipan yang menipu
  • Menghormati ketidakseimbangan kekuasaan dan eksploitasi partisipan (misal wawancara)
  • Tidak menggunakan partisipan dengan mengumpulkan data dan meninggalkan lokasi penelitian
  • Menghindari mengumpulkan data yang membahayakan
  • Membangun kepercayaan dan menyampaikan besarnya gangguan yang ditimbulkan agar bisa memperoleh akses
  • Menempatkan ketentuan daftar tunggu bagi perlakukan kontrol
  • Membahas tujuan penelitian dan bagaimana data digunakan
  • Menghindari pertanyaa penting. Menahan agar tidak berbagi kesan prinadi. Menghindari mengungkapkan informasi sensitive. Melibatkan partisipan sebagai kolaborator
  • Memberikan penghargaan atas partisipasinya
  • Tetap berpegang pada pertanyaan yang ditetapkan dalam panduan wawancara

Menganalisis Data

  • Hindarkan memihak partisipan
  • Hindarkan hanya mengungkapkan hasil-hasil positif
  • Hormati privasi
  • Laporkan berbagai perspektif
  • Laporkan temuan-temuan yang berlawanan
  • Tentukan nama-nama samara, kembangkan gabungan profil partisipan

12 of 23

Tempat Berlangsungnya masalah etis dalam penelitian

Jenis Masalah Etis

Cara Mengatasi Masalah

Melaporkan, berbagi dan menyimpan data

  • Hindarkan memalsukan nama penulis, bukti, data, temuan dan kesimpulan
  • Jangan melakukan plagiat
  • Hindari mengungkapkan informasi yang membahayakan partisipan
  • Berkomunikasilah dengan bahasa yang jelas, tepat sasaran dan langsung
  • Berbagilah data dengan peneliti lain
  • Simpanlah data mentah dan materi-materi lain (missal rincian prosedur, instrument)
  • Jangan menduplikasi atau melakukan publikasi sedikit demi sedikit
  • Berikan bukti lengkap kesesuaian dengan masalah-masalah etik dan kurangnya konflik kepentingan apabila diminta
  • Sebutkan siapa yang memiliki data dari suatu penelitian
  • Laporkan dengan jujur
  • Perhatikan panduan APA untuk izin yang diperlukan ketika mencetak ulang ata menggunakan karya penelitian orang lain
  • Gunakan kumpulan cerita agar individu-individu tidak dapat diidentifikasi
  • Gunakan Bahasa yang tidak bias dan tepat bagi pembaca penelitian
  • Berikanlah Salinan laporan untuk para partisipan dan pemangku kepentingan. Hasil penelitian digunakan bersama dengan peneliti lain. Pertimbangkan untuk mendistribusikan hasil penelitian melalui website. Pertimbangkan untuk mempublikasikan hasil penelitian dengan bahasa-bahasa lain
  • Simpanlah data dan materi selama 5 tahun
  • Usahakan untuk tidak menggunakan materi yang sama lebih dari satu publikasi
  • Berikanlah penghargaan kepemilikan kepada peneliti, partisipan dan penasihat

13 of 23

Konsep, Konstruk, Proposisi dan Variabel

14 of 23

Konsep

  1. Konsep adalah cara untuk memahami dan mengorganisir lingkungan.
  2. Konsep adalah sejumlah pengertian atau karakteristik yang dikaitkan dengan peristiwa, objek, situasi dan perilaku tertentu.
  3. Konsep adalah ide yang diekspresikan dalam simbol atau kata-kata.

Konsep masih berada dalam pikiran sehingga sifat dari konsep masih abstrak, sedangkan abstraksi atas realitas tersusun dari pengklasifikasian fenomena (objek, kejadian, atribut atau proses) yang memiliki kesamaan karakteristik.

Konsep penelitian merupakan dasar pemikiran peneliti yang kemudian dikomunikasikan kepada orang lain.

15 of 23

Contoh Konsep

Konsep Motivasi Pencapaian

Jenis dalam konsep ini adalah pemahaman tentang dimensi perilaku, aspek dan karakteristik dalam diri seseorang yang memiliki motivasi pencapaian tinggi.

Konsep Kelahiran Hidup

Kategori lahir hiup adalah semua anak yang dilahirkan oleh seorang wanita dan pada saat dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan (bernafas, denyut jantung dll).

Konsep Bekerja

Misal menurut BPS, bekerja adalah mereka yang bekerja setidaknya 1 jam dalam seminggu. Konsep bekerja penuh, jika bekerja 40 jam dalam 1 minggu. Maka jika pekerja tidak mencapai 40 jam seminggu maka masuk kategori setengah menganggur.

Konsep Keragaman Pekerja

Konsep yang menyatakan bahwa pekerja bersifat tidak homogen, tetapi sangat heterogen, baik dalam usia, pendidikan, pengalaman kerja, suku, maupun agama.

16 of 23

Konstruk

Konstruk digunakan secara sistematis untuk penelitian ilmiah melalui dua cara:

  1. Mengoperasionalkan konstruk ke dalam konsep-konsep yang dapat diamati dan diukur menjadi variabel peneliti.
  2. Menghubungkan konstruk yang satu dengan konstruk yang lain menjadi suatu konstruksi teori.

Konstruk adalah konsep tertentu yang berada dalam tingkatan abstraksi yang lebih tinggi.

17 of 23

Proposisi

  • Proposisi merupakan pernyataan tentang sifat dan realita yang dapat diuji kebenarannya.
  • Proposisi tidak hanya menyatakan perilah satu relalitas konseptual saja, tetapi juga dapat menyatakan hubungan antara dua atau lebih konstruk.
  • Proposisi yang sudah dirumuskan dan diterima untuk diuji kebenarannya (secara empiris) disebut hipotesis.
  • Proposisi yang memuat satu konsep variabel disebut proposisi deskriptif, sedangkan proposisi yang memuat dua atau lebih variabel disebut proposisi relasional.

Hubungan Konsep, Proposisi dan Teori

Teori

Proposisi

Konsep

Observasi suatu objek

TINGKAT KEABSTRAKAN

18 of 23

Variabel

  • Suatu konsep memiliki lebih dari satu keadaan, nilai atau kondisi, konsep tersebut disebut variabel.
  • Walizer dan Wienir (1978), variabel merupakan gagasan yang berkembang sebagai hasil dari olah mental.
  • Variabel merupakan alat yang diharapkan dapat membantu dalam memahami gejala yang terjadi di lingkungan sekitar.
  • Variabel memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai fenomena-fenomena yang digeneralisasi dalam konstruk.

19 of 23

Variabel Dependen (terikat)

Variabel dependen adalah variabel utama dalam pengamatan.

Contoh:

Tingkat prestasi sekolah yang merosot (dependen) dipengaruhi oleh variabel independen: a) kualitas pelajaran menurun; b) guru kurang memiliki kompetensi; c) motivasi siswa rendah dan; d) kelas sosial murid.

20 of 23

Variabel Independen (bebas)

Variabel independen adalah variabel yang dapat mempengaruhi variabel dependen dan dapat berhubungan positif atau negatif dengan variabel dependen.

Kepuasan Kerja

Kompensasi

Kinerja

21 of 23

Variabel Moderating

  • Hubungan langsung antara variabel independen dengan variabel dependen kemungkinan dipengaruhi oleh variabel lain. Salah satunya adalah variabel moderating sebagai moderator.

  • Variabel moderating dapat memperkuat atau memperlemah hubungan langsung antara variabel independen dan variabel dependen.

Contoh:

Kompensasi yang tinggi memperkuat pengaruh antara kepuasan kerja dan kinerja atau kompensasi yang rendah memperlemah kepuasan kerja dengan kinerja. Kompensasi tersebut merupakan variabel moderating.

22 of 23

Variabel Intervening

  • Variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel independen dan variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung.
  • Tuckman (dalam Sugiyono, 2007), variabel intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dan dependen sehingga hubungan keduanya menjadi tidak langsung dan tidak dapat diamati serta diukur/ variabel penyela.

Kebijakan harga BBM

Pembeli rasional

Volume penjualan

Daya beli konsumen

Variabel Intervening dan Moderating

23 of 23

Variabel Kontrol

  • Variabel kontrol adalah variabel yang mengontrol hubungan kausal antara varibael independen dan variabel dependen.
  • Variabel tersebut dapat mempengaruhi hubungan kausal antara variabel independen dan dependen meskipun bukan merupakan varaibel utama.

Contoh:

Hubungan tingkat pendidikan (X1) dengan tingat pendapatan (X2). Tingkat pendidikan (variabel independen) berpengaruh terhadap tingkat pendapatan (variabel dependen) dengan dikontrol tingkat usia. Hasil dari hubungan ini adalag tingkat pendidikan yang semakin tinggi akan menyebabkan semakin meningkatnya tingkat pendapatan, tetapi pada usia tertentu tingkat pendapatan akan menurun.