1 of 20

Kurikulum Merdeka

23 Oktober 2023

 

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN

RISET, DAN TEKNOLOGI

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

2 of 20

2

merdekabelajar.kemdikbud.go.id

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

3 of 20

3

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

4 of 20

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

5 of 20

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

6 of 20

6

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

7 of 20

Struktur Kurikulum dibagi menjadi dua komponen utama, intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila

Contoh: Struktur Kurikulum Pendidikan Anak Usía Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

  1. Pembelajaran intrakurikuler. Kegiatan pembelajaran intrakurikuler untuk setiap mata pelajaran mengacu pada capaian pembelajaran. Pada jenjang SD/MI dapat mengorganisasikan muatan pembelajaran menggunakan pendekatan mata pelajaran atau tematik. Sementara pada SMA kelas XI-XII peserta didik diberkan kesempatan memilih mata pelajaran pilihan.
  2. Pembelajaran kokurikuler: Projek penguatan profil pelajar Pancasila. Kegiatan pembelajaran khusus yang ditujukan untuk memperkuat upaya pencapaian elemen dan subelemen pada dimensi profil pelajar Pancasila. Bobot jam pelajarannya sekitar 20-30% dari total jam pelajaran.

Struktur kurikulum terbagi dalam 6 fase dan 1 fase fondasi:

  1. Fase Fondasi (PAUD)
  2. Fase A (SD kelas 1 dan 2)
  3. Fase B (SD kelas 3 dan 4)
  4. Fase C (SD kelas 5 dan 6)
  5. Fase D (SMP kelas 7-9)
  6. Fase E (SMA/K kelas 10)
  7. Fase F (SMA/K kelas 11-12)

Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, projek dapat dilaksanakan dengan menjumlah alokasi jam pelajaran projek dari semua mata pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan masing-masing projek tidak harus sama.

Alokasi waktu untuk setiap projek penguatan profil pelajar Pancasila tidak harus sama. Satu projek dapat dilakukan dengan durasi waktu yang lebih panjang daripada projek yang lain.

8 of 20

Alokasi Waktu Mata Pelajaran SMA/MA Kelas X

Asumsi 1 Tahun = 36 minggu; 1JP=45 menit

Alokasi intrakurikuler per tahun (minggu)

Alokasi projek penguatan profil pelajar Pancasila per tahun

TOTAL JP PER TAHUN

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti*

72 (2)

36

108

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti*

72 (2)

36

108

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti*

72 (2)

36

108

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti*

72 (2)

36

108

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti*

72 (2)

36

108

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti*

72 (2)

36

108

Pendidikan Pancasila

54 (2) **

18

72

Bahasa Indonesia

108 (3)

36

144

Matematika

108 (3)

36

144

IPA: Fisika, Kimia, Biologi

216 (6)

108

324

IPS: Sosiologi, Ekonomi, Sejarah, Geografi

288 (8)

144

432

Bahasa Inggris

54 (2) **

18

72

PJOK

72 (2)

36

108

Informatika

72 (2)

36

108

Seni dan Prakarya***:

(Seni Musik; Seni Rupa; Seni Teater; Seni Tari; Prakarya adn kewirausahaan)

54 (2) **

18

72

Muatan Lokal

72 (2) ****

-

72**

Total*****:

1098 (32)

486

1584

* Diikuti oleh peserta didik sesuai dengan agama/kepercayaan masing-masing.

** Maksimal 2 JP perminggu atau 72 JP pertahun.

*** Pembelajaran reguler tidak penuh 36 minggu untuk memenuhi alokasi projek (27 minggu untuk PPKn, Bahasa Inggris, Informatika, serta Seni dan Prakarya).

**** Satu JP beban belajar di SMA adalah 45 menit.

9 of 20

10 of 20

11 of 20

Pada tahun ajaran 2023/2024, satuan

untuk mengimplementasikan struktur

pendidikan dapat memilih

opsi

Kurikulum

Merdeka

Mandiri

Berbagi

12 of 20

Saat ini, sudah hampir 70% satuan pendidikan menerapkan Kurikulum Merdeka melalui Program Sekolah Penggerak, SMK Pusat Keunggulan dan Implementasi Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri

12

Terdapat kendala pendaftaran IKM pada satuan PAUD, SLB, dan PKBM karena:

  1. Perbedaan “perlakukan” disdik dalam sosialisasi dan pendampingan, sehingga satpen tidak mendapat info memadai.
  2. Satpen yang mengetahui pendaftaran mengalami kendala teknis (akun belajar.id atau internet) atau merasa belum siap (pemahaman, SDM, sarpras)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

13 of 20

50,30%

29,35%

91,45%

87,46%

86,18%

83,77%

76,89%

69,64%

Dari populasi

*SP = Sekolah Penggerak, PK = (SMK) Pusat Keunggulan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

14 of 20

Lebih dari 60% pengguna PMM sudah mengikuti pelatihan mandiri di topik Kurikulum Merdeka dan 24% telah menggunakan modul ajar

14

*) Total Pengguna PMM adalah 2.7 juta yang terdiri dari Guru, Tenaga Kependidikan, dan lain-lain (penggerak KomBel (yang login dengan akun non-belajar id), PTK non-guru, guru Kemenag, mahasiswa Kampus Merdeka, dan peserta PPG Prajab)

**) Pengguna Aktif adalah pengguna yang setidaknya menggunakan salah satu produk/fitur di PMM pada bulan tersebut

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

15 of 20

Seluruh satuan pendidikan akan menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2026/2027, sebelum Bahasa Inggris ditetapkan sebagai mata pelajaran wajib di SD

15

Bahasa Inggris di SD mulai kelas 3 diimplementasikan wajib terbatas bagi sekolah yang siap melaksanakan

21/22

Piloting di Program Sekolah Penggerak dan SMK Pusat Keunggulan

Penerapan implementasi mandiri Kurikulum Merdeka jalur Mandiri

22/23-23/24

24/25

Sekitar 80% satuan pendidikan menerapkan Kurikulum Merdeka saat ditetapkan sebagai Kurikulum Nasional

27/28

Penetapan Bahasa Inggris sebagai Mata Pelajaran Wajib di SD

26/27

Target 100% Satuan Pendidikan Menerapkan Kurikulum Merdeka

umpan balik

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

16 of 20

Pengembangan kurikulum dilakukan berdasarkan umpan balik dari lapangan dengan berbagai metode dan melibatkan lintas unit utama

Identifikasi & Refleksi

Identifikasi & Refleksi

Identifikasi & Refleksi

KP: Survei Implementasi Kurikulum Merdeka

16

PSKP: Hasil Survei Implementasi Kurikulum Merdeka

Puskurjar : Hasil Umpan Balik Implementasi Kurikulum Merdeka

PAUD Dasmen : Identifikasi Masalah dan solusi Implementasi Kurikulum Merdeka bersama UPT, Dinas Pendidikan dan perwakilan sekolah

PAUD Dasmen : Melakukan Advokasi Implementasi Kurikulum Merdeka kepada UPT, Dinas Pendidikan, dan Perwakilan Sekolah

PAUD Dasmen : Melakukan evaluasi dan refleksi Implementasi Kurikulum Merdeka bersama UPT kepada Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan secara sampel

Identifikasi

Benahi

Evaluasi & Refleksi

PAUD Dasmen : Melakukan pendampingan kepada UPT dan Dinas Pendidikan terhadap RTL implementasi kurikulum merdeka

PSKP: Survei Implementasi Kurikulum Merdeka

Puskurjar: Umpan Balik Implementasi Kurikulum Merdeka

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

17 of 20

MISKONSEPSI

  1. Kurikulum merdeka adalah WAJIB sehingga ada anggapan bahwa Penerapan Kurikulum Merdeka merupakan ukuran kesuksesan suatu daerah.
  2. Memandang bahwa menerapkan kurikulum merdeka adalah tujuan.
  3. Penerapan kurikulum merdeka bersifat absolut.
  4. Kurikulum merdeka hanya diterapkan pada satuan pendidikan yang telah mengikuti pelatihan berjenjang.
  5. Kurikulum merdeka hanya diterapkan pada sekolah yang telah memiliki fasilitas lengkap.
  6. Dampak Kurikulum Merdeka terlihat langsung (instan).
  7. Pembelajaran mata pelajaran selain matematika dan bahasa tidak ditujukan untuk peningkatan kompetensi literasi dan numerasi.
  8. Elemen harus diajarkan secara berurutan.
  9. Kata kerja operasional “memahami” pada rumusan CP dianggap terlalu rendah.
  10. Seluruh guru wajib membuat sendiri ATP dan modul ajarnya.
  11. Asesmen awal hanya bisa dilakukan oleh psikolog atau guru BK.
  12. Sekolah wajib menggunakan format rapor tertentu.
  13. Sekolah perlu menunggu kebijakan dari pusat terkait pelaksanaan pembelajaran dan asesmen setiap tahunnya.

18 of 20

MISKONSEPSI

  1. P5 adalah satu-satunya cara untuk memperkuat karakter.
  2. P5 membutuhkan biaya besar dan harus menghasilkan produk.
  3. Ide P5 selalu bersumber dari guru/fasilitator P5.
  4. PAUD fokus pada calistung.
  5. Penguatan 6 kemampuan fondasi anak (1. Mengenal nilai agama dan budi pekerti; 2. Keterampilan sosial dan bahasa; 3. Kematangan emosi; 4. Kematangan kognitif untuk melakukan kegiatan belajar; 5. Keterampilan motorik dan perawatan diri; dan 6. Pemaknaan terhadap belajar yang positif) hanya dilakukan pada jenjang PAUD.
  6. Kemampuan calistung menjadi syarat masuk SD.
  7. Kemampuan calistung dipahami dengan sempit dan dapat dibangun secara instan.
  8. Kekerasan dalam lingkungan satuan pendidikan hanya seputar perundungan peserta didik.

19 of 20

20 of 20

Terima Kasih

20