1 of 37

MASA PEMERINTAHAN REPUBLIK BATAAF

KELOMPOK 2 XI IPS 2

2 of 37

Dita Amelia (05)

Dzulkarnain (06)

Francisca Graciela Mawarni Sigalingging (07)

Gisellma Saula Sajidah Firmansyah (08)

Anggota Kelompok

3 of 37

TABLE OF CONTENTS

Masa Pemerintahan Republik Bataaf

02

Pemerintahan Herman William Daendels (1808-1811)

03

Pemerintahan Jassen (1811)

01

4 of 37

01. Masa

Pemerintahan

Republik Bataaf

5 of 37

Pada tahun 1795 terjadi perubahan di Belanda.

Munculah kelompok yang menamakan dirinya

Kaum Patriot.

Kaum ini terpengaruh oleh semboyan Revolusi Prancis: Liberte (kemerdekaan), Egalite (persamaan), dan Fraternite (persaudaraan).

01

6 of 37

1795

01

1795 pasukan Prancis menyerbu Belanda. Raja Willem V kalah dan takut lalu melarikan diri ke Inggris. Belanda dikuasai Perancis. Dibentuklah pemerintahan baru sebagai bagian dari Prancis yang dinamakan Republik Bataaf (1795-1811).

Republik Bataaf dipimpin oleh Louis Napoleon yang merupakan saudara dari Napoleon Bonaparte (Jendral dan Kaisar Perancis yang tenar). Sementara itu, Raja Willem van Oranye (Raja Willem V) oleh pemerintah Inggris ditempatkan di Kota Kew. Raja Willem V kemudian mengeluarkan perintah yang terkenal dengan "Surat-surat Kew", Isi perintah dari surat itu ialah agar para penguasa di negeri jajahan Belanda menyerahkan wilayahnya kepada Inggris bukan kepada Prancis. Dengan "Surat-surat Kew" itu pihak Inggris bertindak cepat dengan mengambil alih beberapa daerah di Hindia seperti Padang pada tahun 1795, kemudian menguasai Ambon dan Banda tahun 1796. Inggris juga memperkuat armadanya untuk melakukan blokade terhadap Batavia.

7 of 37

1795

01

1795 pasukan Prancis menyerbu Belanda. Raja Willem V kalah dan takut lalu melarikan diri ke Inggris. Belanda dikuasai Perancis. Dibentuklah pemerintahan baru sebagai bagian dari Prancis yang dinamakan Republik Bataaf (1795-1811).

Republik Bataaf dipimpin oleh Louis Napoleon yang merupakan saudara dari Napoleon Bonaparte (Jendral dan Kaisar Perancis yang tenar). Sementara itu, Raja Willem van Oranye (Raja Willem V) oleh pemerintah Inggris ditempatkan di Kota Kew. Raja Willem V kemudian mengeluarkan perintah yang terkenal dengan "Surat-surat Kew", Isi perintah dari surat itu ialah agar para penguasa di negeri jajahan Belanda menyerahkan wilayahnya kepada Inggris bukan kepada Prancis. Dengan "Surat-surat Kew" itu pihak Inggris bertindak cepat dengan mengambil alih beberapa daerah di Hindia seperti Padang pada tahun 1795, kemudian menguasai Ambon dan Banda tahun 1796. Inggris juga memperkuat armadanya untuk melakukan blokade terhadap Batavia.

8 of 37

1795

01

1795 pasukan Prancis menyerbu Belanda. Raja Willem V kalah dan takut lalu melarikan diri ke Inggris. Belanda dikuasai Perancis. Dibentuklah pemerintahan baru sebagai bagian dari Prancis yang dinamakan Republik Bataaf (1795-1811).

Republik Bataaf dipimpin oleh Louis Napoleon yang merupakan saudara dari Napoleon Bonaparte (Jendral dan Kaisar Perancis yang tenar). Sementara itu, Raja Willem van Oranye (Raja Willem V) oleh pemerintah Inggris ditempatkan di Kota Kew. Raja Willem V kemudian mengeluarkan perintah yang terkenal dengan "Surat-surat Kew", Isi perintah dari surat itu ialah agar para penguasa di negeri jajahan Belanda menyerahkan wilayahnya kepada Inggris bukan kepada Prancis. Dengan "Surat-surat Kew" itu pihak Inggris bertindak cepat dengan mengambil alih beberapa daerah di Hindia seperti Padang pada tahun 1795, kemudian menguasai Ambon dan Banda tahun 1796. Inggris juga memperkuat armadanya untuk melakukan blokade terhadap Batavia.

9 of 37

1795

01

1795 pasukan Prancis menyerbu Belanda. Raja Willem V kalah dan takut lalu melarikan diri ke Inggris. Belanda dikuasai Perancis. Dibentuklah pemerintahan baru sebagai bagian dari Prancis yang dinamakan Republik Bataaf (1795-1811).

Republik Bataaf dipimpin oleh Louis Napoleon yang merupakan saudara dari Napoleon Bonaparte (Jendral dan Kaisar Perancis yang tenar). Sementara itu, Raja Willem van Oranye (Raja Willem V) oleh pemerintah Inggris ditempatkan di Kota Kew. Raja Willem V kemudian mengeluarkan perintah yang terkenal dengan "Surat-surat Kew", Isi perintah dari surat itu ialah agar para penguasa di negeri jajahan Belanda menyerahkan wilayahnya kepada Inggris bukan kepada Prancis. Dengan "Surat-surat Kew" itu pihak Inggris bertindak cepat dengan mengambil alih beberapa daerah di Hindia seperti Padang pada tahun 1795, kemudian menguasai Ambon dan Banda tahun 1796. Inggris juga memperkuat armadanya untuk melakukan blokade terhadap Batavia.

10 of 37

1795

01

1795 pasukan Prancis menyerbu Belanda. Raja Willem V kalah dan takut lalu melarikan diri ke Inggris. Belanda dikuasai Perancis. Dibentuklah pemerintahan baru sebagai bagian dari Prancis yang dinamakan Republik Bataaf (1795-1811).

Republik Bataaf dipimpin oleh Louis Napoleon yang merupakan saudara dari Napoleon Bonaparte (Jendral dan Kaisar Perancis yang tenar). Sementara itu, Raja Willem van Oranye (Raja Willem V) oleh pemerintah Inggris ditempatkan di Kota Kew. Raja Willem V kemudian mengeluarkan perintah yang terkenal dengan "Surat-surat Kew", Isi perintah dari surat itu ialah agar para penguasa di negeri jajahan Belanda menyerahkan wilayahnya kepada Inggris bukan kepada Prancis. Dengan "Surat-surat Kew" itu pihak Inggris bertindak cepat dengan mengambil alih beberapa daerah di Hindia seperti Padang pada tahun 1795, kemudian menguasai Ambon dan Banda tahun 1796. Inggris juga memperkuat armadanya untuk melakukan blokade terhadap Batavia.

11 of 37

01

Sudah tentu pihak Prancis dan Republik Bataaf juga tidak ingin ketinggalan untuk segera mengambil alih seluruh daerah bekas kekuasaan VOC di Kepulauan Nusantara. Karena Republik Bataaf ini merupakan vassal dari Prancis, maka kebijakan-kebijakan Republik Bataaf untuk mengatur pemerintahan di Hindia masih juga terpengaruh oleh Prancis.

Keutamaan Prancis waktu itu adalah memerangi Inggris. Oleh karena itu, untuk mempertahankan Kepulauan Nusantara dari serangan Inggris diperlukan pemimpin yang kuat. Ditunjuklah seorang muda dari kaum patriot untuk memimpin Hindia, yakni Herman Williem Daendels. la dikenal sebagai tokoh muda yang revolusioner.

12 of 37

02

(1808-1811)

Pemerintahan Herman William Daendels

13 of 37

01

Herman Willem Daendels sebagai

Gubernur Jenderal memerintah di Nusantara pada tahun 1808-1811. Tugas utama Daendels adalah mempertahankan Jawa agar tidak dikuasai Inggris. Memperkuat pertahanan dan memperbaiki administrasi pemerintahan. Daendels juga ditugasi untuk memperbaiki kehidupan sosial ekonomi di Nusantara khususnya di tanah Jawa

14 of 37

01

Herman Willem Daendels sebagai

Gubernur Jenderal memerintah di Nusantara pada tahun 1808-1811. Tugas utama Daendels adalah mempertahankan Jawa agar tidak dikuasai Inggris. Memperkuat pertahanan dan memperbaiki administrasi pemerintahan. Daendels juga ditugasi untuk memperbaiki kehidupan sosial ekonomi di Nusantara khususnya di tanah Jawa

15 of 37

01

Daendels adalah kaum patriot dan berpandangan liberal. la kaum muda yang

berasal dari Belanda yang sangat dipengaruhi oleh ajaran Revolusi Perancis.

Di dalam berbagai pidatonya, Daendels tidak lupa mengutip semboyan Perancis. Daendels ingin menanamkan jiwa kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan di lingkungan masyarakat Hindia. Oleh karena itu, ia ingin memberantas praktik-praktik yang dinilai feodalistik. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat lebih dinamis dan produktif untuk kepentingan negeri Republik Bataaf. Langkah ini juga untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan dan sekaligus membatasi hak-hak para bupati yang terkait dengan penguasaan atas tanah dan penggunaan tenaga rakyat.

Dalam rangka mengemban tugas sebagai gubernur jenderal dan memenuhi pesan dari pemerintah induk (Republik Bataaf), Daendels melakukan beberapa langkah strategis, terutama menyangkut bidang pertahanan- keamanan, administrasi pemerintahan, dan sosial ekonomi.

16 of 37

01

Daendels adalah kaum patriot dan berpandangan liberal. la kaum muda yang

berasal dari Belanda yang sangat dipengaruhi oleh ajaran Revolusi Perancis.

Di dalam berbagai pidatonya, Daendels tidak lupa mengutip semboyan Perancis. Daendels ingin menanamkan jiwa kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan di lingkungan masyarakat Hindia. Oleh karena itu, ia ingin memberantas praktik-praktik yang dinilai feodalistik. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat lebih dinamis dan produktif untuk kepentingan negeri Republik Bataaf. Langkah ini juga untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan dan sekaligus membatasi hak-hak para bupati yang terkait dengan penguasaan atas tanah dan penggunaan tenaga rakyat.

Dalam rangka mengemban tugas sebagai gubernur jenderal dan memenuhi pesan dari pemerintah induk (Republik Bataaf), Daendels melakukan beberapa langkah strategis, terutama menyangkut bidang pertahanan- keamanan, administrasi pemerintahan, dan sosial ekonomi.

17 of 37

1. Bidang Pertahanan

Dalam rangka melaksanakan tugas mempertahankan Jawa dari

serangan Inggris, Daendels melakukan langkah-langkah:

  • Membangun benteng-benteng pertahanan baru, contohnya ialah benteng Meester Cornelis.

  • Membangun pangkalan Angkatan laut di Anyer dan Ujungkulon Namun pembangunan pangkalan di Ujungkulon boleh dikatakan tidak berhasil.

  • Meningkatkan jumlah tantara, denan mengambil orang-orang pribumi karena pada waktu pergi ke Nusantara, Daendels tidak membawa pasukan. Oleh karena itu, Daendels segera menambah jumlah pasukan yang diambil dari orang-orang pribumi, yakni dari 4.000 orang menjadi 18.000 orang (baca Ricklefs, 2005) .

  • Membangun jalan raya dari Anyer ( Jawa Barat, sekarang Provinsi Banten) sampai Panarukan ( ujung Timur Pulau Jawa, Provinsi Jawa Timur) sepanjang kurang lebih 1.100 km. Jalan ini dinamakan jalan De Groote Postweg yang oleh masyarakat sering disebut dengan jalan Daendels.

18 of 37

1. Bidang Pertahanan

Dalam rangka melaksanakan tugas mempertahankan Jawa dari

serangan Inggris, Daendels melakukan langkah-langkah:

o Membangun benteng-b

enteng pertahanan baru, contohnya ialah bente

Angkatan laut di Anyer dan Ujungkulon Namun kan tidak berhasil.

ntara, denan mengambil orang-orang pribumi ak membawa pasukan. Oleh karena itu, Daende ari orang-orang pribumi, yakni dari 4.000 orang

ari Anyer ( Jawa Barat, sekarang Provinsi Bante

ng Meester Cornelis.

o Membangun pangkalan Ujungkulon boleh dikata

pembangunan pangkalan di

o Meningkatkan jumlah ta Nusantara, Daendels tid pasukan yang diambil d Ricklefs, 2005) .

karena pada waktu pergi ke ls segera menambah jumlah menjadi 18.000 orang (baca

o Membangun jalan raya d n) sampai Panarukan ( ujung Timur Pulau Jawa, Provinsi Jawa Timur) sepanjang kurang lebih 1.100 km. Jalan ini dinamakan jalan De Groote Postweg yang oleh masyarakat sering disebut dengan jalan Daendels.

19 of 37

1. Bidang Pertahanan

Dalam rangka melaksanakan tugas mempertahankan Jawa dari

serangan Inggris, Daendels melakukan langkah-langkah:

  • Membangun benteng-benteng pertahanan baru, contohnya ialah benteng Meester Cornelis.

  • Membangun pangkalan Angkatan laut di Anyer dan Ujungkulon Namun pembangunan pangkalan di Ujungkulon boleh dikatakan tidak berhasil.

  • Meningkatkan jumlah tantara, denan mengambil orang-orang pribumi karena pada waktu pergi ke Nusantara, Daendels tidak membawa pasukan. Oleh karena itu, Daendels segera menambah jumlah pasukan yang diambil dari orang-orang pribumi, yakni dari 4.000 orang menjadi 18.000 orang (baca Ricklefs, 2005) .

  • Membangun jalan raya dari Anyer ( Jawa Barat, sekarang Provinsi Banten) sampai Panarukan ( ujung Timur Pulau Jawa, Provinsi Jawa Timur) sepanjang kurang lebih 1.100 km. Jalan ini dinamakan jalan De Groote Postweg yang oleh masyarakat sering disebut dengan jalan Daendels.

20 of 37

1. Bidang Pertahanan

Dalam rangka melaksanakan tugas mempertahankan Jawa dari

serangan Inggris, Daendels melakukan langkah-langkah:

  • Membangun benteng-benteng pertahanan baru, contohnya ialah benteng Meester Cornelis.

  • Membangun pangkalan Angkatan laut di Anyer dan Ujungkulon Namun pembangunan pangkalan di Ujungkulon boleh dikatakan tidak berhasil.

  • Meningkatkan jumlah tantara, denan mengambil orang-orang pribumi karena pada waktu pergi ke Nusantara, Daendels tidak membawa pasukan. Oleh karena itu, Daendels segera menambah jumlah pasukan yang diambil dari orang-orang pribumi, yakni dari 4.000 orang menjadi 18.000 orang (baca Ricklefs, 2005) .

  • Membangun jalan raya dari Anyer ( Jawa Barat, sekarang Provinsi Banten) sampai Panarukan ( ujung Timur Pulau Jawa, Provinsi Jawa Timur) sepanjang kurang lebih 1.100 km. Jalan ini dinamakan jalan De Groote Postweg yang oleh masyarakat sering disebut dengan jalan Daendels.

21 of 37

1. Bidang Pertahanan

Dalam rangka melaksanakan tugas mempertahankan Jawa dari

serangan Inggris, Daendels melakukan langkah-langkah:

  • Membangun benteng-benteng pertahanan baru, contohnya ialah benteng Meester Cornelis.

  • Membangun pangkalan Angkatan laut di Anyer dan Ujungkulon Namun pembangunan pangkalan di Ujungkulon boleh dikatakan tidak berhasil.

  • Meningkatkan jumlah tantara, denan mengambil orang-orang pribumi karena pada waktu pergi ke Nusantara, Daendels tidak membawa pasukan. Oleh karena itu, Daendels segera menambah jumlah pasukan yang diambil dari orang-orang pribumi, yakni dari 4.000 orang menjadi 18.000 orang (baca Ricklefs, 2005) .

  • Membangun jalan raya dari Anyer ( Jawa Barat, sekarang Provinsi Banten) sampai Panarukan ( ujung Timur Pulau Jawa, Provinsi Jawa Timur) sepanjang kurang lebih 1.100 km. Jalan ini dinamakan jalan De Groote Postweg yang oleh masyarakat sering disebut dengan jalan Daendels.

22 of 37

1. Bidang Pertahanan

Dalam rangka melaksanakan tugas mempertahankan Jawa dari

serangan Inggris, Daendels melakukan langkah-langkah:

  • Membangun benteng-benteng pertahanan baru, contohnya ialah benteng Meester Cornelis.

  • Membangun pangkalan Angkatan laut di Anyer dan Ujungkulon Namun pembangunan pangkalan di Ujungkulon boleh dikatakan tidak berhasil.

  • Meningkatkan jumlah tantara, denan mengambil orang-orang pribumi karena pada waktu pergi ke Nusantara, Daendels tidak membawa pasukan. Oleh karena itu, Daendels segera menambah jumlah pasukan yang diambil dari orang-orang pribumi, yakni dari 4.000 orang menjadi 18.000 orang (baca Ricklefs, 2005) .

  • Membangun jalan raya dari Anyer ( Jawa Barat, sekarang Provinsi Banten) sampai Panarukan ( ujung Timur Pulau Jawa, Provinsi Jawa Timur) sepanjang kurang lebih 1.100 km. Jalan ini dinamakan jalan De Groote Postweg yang oleh masyarakat sering disebut dengan jalan Daendels.

23 of 37

1. Bidang Pertahanan

Dalam rangka melaksanakan tugas mempertahankan Jawa dari

serangan Inggris, Daendels melakukan langkah-langkah:

o Memban

gun benteng-benteng pertahanan baru, contohnya ialah benteng Meester Corn

un pangkalan Angkatan laut di Anyer dan Ujungkulon Namun pembangunan on boleh dikatakan tidak berhasil.

tkan jumlah tantara, denan mengambil orang-orang pribumi karena pada wa

, Daendels tidak membawa pasukan. Oleh karena itu, Daendels segera mena

ang diambil dari orang-orang pribumi, yakni dari 4.000 orang menjadi 18.000

005) .

un jalan raya dari Anyer ( Jawa Barat, sekarang Provinsi Banten) sampai Panar

elis.

o Membang

pangkalan di

Ujungkul

o Meningka

ktu pergi ke

mbah jumlah

Nusantara pasukan y Ricklefs, 2

orang (baca

o Membang ukan ( ujung

Timur Pulau Jawa, Provinsi Jawa Timur) sepanjang kurang lebih 1.100 km. Jalan ini dinamakan jalan

De Groote Postweg yang oleh masyarakat sering disebut dengan jalan Daendels.

Mengapa daendels membangun jalan raya dari Anyer sampai Panarukan? Apa hubungannya dengan pertahanan dan keamanan?

Sebagai upaya untuk mempertahankan Pulau Jawa tetap di bawah jajahan Belanda dan tidak jatuh ke tangan Inggris. Hubungannya dengan pertahanan dan keamanan adalah jalur tersebut digunakan sebagai benteng pertahanan dari serangan militer.

24 of 37

2. Bidang Politik dan Pemerintahan

Di Bidang Politik dan Pemerintahan, Daendeles banyak melakukan campur tangan dan perubahan pada tata cara dan adat istiadat di Nusantara. Daendels juga berhasil mempengaruhi Mangkunegara II guna membentuk pasukan Legiun Mangkunegara” yang memiliki pasukan sebanyak 1.150 tentara. Pasukan ini guna memperkuat kedudukan di Jawa, karena memiliki kekuatan Daendeles semakin berani dalam menjajah Nusantara.

25 of 37

2. Bidang Politik dan Pemerintahan

Di Bidang Politik dan Pemerintahan, Daendeles banyak melakukan campur tangan dan perubahan pada tata cara dan adat istiadat di Nusantara. Daendels juga berhasil mempengaruhi Mangkunegara II guna membentuk pasukan Legiun Mangkunegara” yang memiliki pasukan sebanyak 1.150 tentara. Pasukan ini guna memperkuat kedudukan di Jawa, karena memiliki kekuatan Daendeles semakin berani dalam menjajah Nusantara.

26 of 37

2. Bidang Politik dan Pemerintahan

Selama menjabat sebagai Gubernur, Daendels mengeluarkan beberapa kebijakan yang bertujuan untuk memperkuat kedudukan Pemerintah Belanda di Nusantara, beberapa kebijakan atau tindakan Daendels dalam bidang politik dan pemerintahan antara lain :

  • Membatasi secara ketat kekuasaan raja-raja di Nusantara.
  • Daendels memerintah secara sentralistik (terpusat) yang kuat dengan membagi Pulau Jawa menjadi 23 wilayah besar yang kemudian dikenal dengan karesidenan (residentie).
  • Daendels telah merubah Provinsi Jawa Pantai Timur Laut menjadi 5 prefektur (wilayah yang memiliki otoritas) dan 38 Kabupaten. Kemudian, Kerajaan Banten dan Cirebon dihapuskan yang kemudian dinyatakan sebagai wilayah pemerintahan kolonial.
  • Kedudukan bupati sebagai penguasa tradisional diubah menjadi pegawai pemerintah (kolonial) yang digaji.

27 of 37

  1. Tegal
  2. Bagelan
  3. Banyumas
  4. Cirebon
  5. Priangan
  6. Karawang
  7. Buitenzorg (Bogor)
  8. Banten
  9. Batavia (Jakarta)
  10. Surakarta

K. Yogyakarta

  1. Banyuwangi
  2. Besuki
  3. Pasuruan
  4. Kediri
  5. Surabaya
  6. Rembang
  7. Madiun
  8. Pacitan
  9. Jepara

23 Karesidenan

  1. Semarang
  2. Kedu
  3. Pekalongan

28 of 37

3. Bidang Peradilan

A B

Peraturan untuk pemberantasan

korupsi tanpa pandang bulu.

Pemberantasan korupsi diberlakukan terhadap siapa saja termasuk

orang-orang Eropa, dan Timur Asing.

Daendels membentuk tiga jenis peradilan:

  1. peradilan untuk orang Eropa
  2. peradilan untuk orang-orang Timur

Asing, dan

  1. peradilan untuk orang-orang pribumi.

29 of 37

  1. Daendels memaksakan berbagai perjanjian dengan penguasa Surakarta dan Yogyakarta.

  • Meningkatkan usaha pemasukan uang.

  • Meningkatkan penanaman tanaman yang hasilnya laku di pasaran.

  • Rakyat diharuskan melaksanakan penyerahan wajib hasil pertaniannya.

4. Bidang Ekonomi

(e) Melakukan penjualan tanah-tanah kepada pihak swasta

30 of 37

  1. Daendels memaksakan berbagai perjanjian dengan penguasa Surakarta dan Yogyakarta.

  • Meningkatkan usaha pemasukan uang.

  • Meningkatkan penanaman tanaman yang hasilnya laku di pasaran.

  • Rakyat diharuskan melaksanakan penyerahan wajib hasil pertaniannya.

4. Bidang Ekonomi

(e) Melakukan penjualan tanah-tanah kepada pihak swasta

31 of 37

Masa Pemerintahan Jan

Willem Janssen

(15 Mei 1811 – 18 September 1811)

03

32 of 37

Jan Willem Janssen, dia menggantikan Daendels pada tanggal 20 Februari 1811 dan tiba di istana bogor (Buitenzorg) pada tanggal 15 mei 1811.

Janssen mencoba memperbaiki keadaan wilayah yang ditinggalkan oleh Daendels dengan tugas utama Janssen adalah untuk mempertahankan Jawa dari serangan Inggris, namun Janssens tidak bisa berbuat banyak seperti yang sudah diharapkan oleh Pemerintahan Republik Bataaf.

03

33 of 37

  • Pada tanggal 4 Agustus 1811, sebanyak 60 kapal Inggris di bawah komando Raffles telah muncul di perairan sekitar Batavia.
  • Beberapa minggu kemudian, tepatnya pada tanggal

26 Agustus 1811 Batavia berhasil dikuasai Inggris.

  • Pasukan Janssen mundur sampai ke Semarang dan meminta bantuan Legiun Mangkunegara (Angkatan bersenjata yang dibentuk Daendels) untuk memukul mundur Inggris.

Serangan Inggris di Batavia dan Jawa:

03

34 of 37

  • Pada tanggal 4 Agustus 1811, sebanyak 60 kapal Inggris di bawah komando Raffles telah muncul di perairan sekitar Batavia.
  • Beberapa minggu kemudian, tepatnya pada tanggal

26 Agustus 1811 Batavia berhasil dikuasai Inggris.

  • Pasukan Janssen mundur sampai ke Semarang dan meminta bantuan Legiun Mangkunegara (Angkatan bersenjata yang dibentuk Daendels) untuk memukul mundur Inggris.

Serangan Inggris di Batavia dan Jawa:

03

35 of 37

Namun, pasukan Inggris lebih kuat dan berhasil

mengalahkan pasukan Janssens yang akhirnya

menyerah di Tuntang, Salatiga. Penyerahan Janssens

secara resmi kepada pihak Inggris ditandai dengan adanya Kapitulasi Tuntangpada tanggal 18 September 1811.

Perjanjian

Tuntang

03

36 of 37

Namun, pasukan Inggris lebih kuat dan berhasil mengalahkan pasukan Janssens yang akhirnya menyerah di Tuntang, Salatiga. Penyerahan Janssens

secara resmi kepada pihak Inggris ditandai dengan adanya Kapitulasi Tuntangpada tanggal 18 September 1811.

Perjanjian

Tuntang

03

37 of 37

Semoga Bermanfaat!

KELOMPOK 2 XI IPS 2

Sumber : Buku Paket Sejarah Indonesia Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK Semester 1