1 of 142

SMA/MA Kelas XI Semester 1

Matematika

�Disusun oleh:�Suparno

Mata Pelajaran Wajib

2 of 142

  • Powerpoint pembelajaran ini dibuat sebagai alternatif guna membantu Bapak/Ibu Guru melaksanakan pembelajaran.

  • Materi powerpoint ini mengacu pada Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Kurikulum 2013.

  • Dengan berbagai alasan, materi dalam powerpoint ini disajikan secara ringkas, hanya memuat poin-poin besar saja.

  • Dalam penggunaannya nanti, Bapak/Ibu Guru dapat mengembangkannya sesuai kebutuhan.

  • Harapan kami, dengan powerpoint ini Bapak/Ibu Guru dapat mengembangkan pembelajaran secara kreatif dan interaktif.

Disklaimer

3 of 142

DAFTAR ISI

BAB I Induksi Matematika

BAB II Program Linear

BAB III Matriks

BAB IV Transformasi Geometri

BAB V Barisan dan Deret

4 of 142

I

A. Pengantar Induksi Matematika

B. Induksi Matematika

BAGIAN BAB

Induksi Matematika

BAB

5 of 142

1. Notasi Sigma

2. Sifat-Sifat Notasi Sigma

A. Pengantar Induksi Matematika

3. Nilai Suatu Notasi Sigma

4. Mengubah Batas Bawah atau Batas Atas

6 of 142

1. Notasi Sigma

Notasi sigma (Σ) adalah cara singkat atau pelambangan dalam menuliskan penjumlahan beruntun suku-suku barisan bilangan yang mempunyai pola tertentu

7 of 142

Contoh Soal

8 of 142

2. Sifat-Sifat Notasi Sigma

9 of 142

Contoh Soal

10 of 142

3. Nilai Suatu Notasi Sigma

Untuk menentukan nilai dari suatu notasi sigma dapat menggunakan sifat-sifat notasi sigma atau menyatakan notasi sigma dalam bentuk deret terlebih dahulu.

11 of 142

Contoh Soal

12 of 142

4. Mengubah Batas Bawah atau Batas Atas

Untuk mengubah batas bawah atau batas atas suatu notasi sigma dapat menggunakan sifat notasi sigma berikut.

13 of 142

Contoh Soal

14 of 142

1. Induksi Matematika Sederhana

2. Induksi Matematika yang Diperluas

B. Induksi Matematika

3. Induksi Matematika Kuat

15 of 142

1. Induksi Matematika Sederhana

Langkah-Langkah Induksi:

    • Buktikan P(n) benar untuk n = 1

b. Asumsikan P(n) benar untuk n = k, lalu buktikan P(n) benar untuk n = k + 1

16 of 142

Contoh Soal

Misalkan P(n) adalah sifat n3 + 2n habis dibagi 3

untuk setiap n bilangan asli.

17 of 142

2. Induksi Matematika yang Diperluas

Langkah-Langkah Induksi:

a. Buktikan P(n) benar untuk n = m

b. Asumsikan P(n) benar untuk n = k dengan k ≥ m, lalu buktikan P(n) benar untuk n = k + 1

18 of 142

Contoh Soal

Buktikan bahwa 2n < n! untuk setiap n ≥ 4.

19 of 142

3. Induksi Matematika Kuat

Langkah-Langkah Induksi:

    • Buktikan P(n) benar untuk n = 1

b. Asumsikan P(n) benar untuk n = 1, 2, 3, · · ·, k – 1, k lalu buktikan P(n) benar untuk n = k + 1.

20 of 142

Contoh Soal

21 of 142

Program Linear

II

A. Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel

B. Program Linear

BAGIAN BAB

BAB

22 of 142

1. Pertidaksamaan Linear Dua Variabel (PtLDV)

2. Menentukan Penyelesaian PtLDV

A. Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel

3. Menyusun PtLDV Suatu Daerah Penyelesaian

4. Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel (SPtLDV)

23 of 142

1. Pertidaksamaan Linear Dua Variabel (PtLDV)

Bentuk umum pertidaksamaan linear dengan dua variabel x dan y dapat dituliskan sebagai berikut.

ax + by ≤ c

ax + by ≥ c

ax + by < c

ax + by > c

dengan a, b, c ∈ bilangan real

24 of 142

Contoh Soal

Perhatikan contoh-contoh PtLDV dengan variabel x dan y berikut.

a. x – 2y > 2 e. 3y – x > 3

b. 2x – y < 4 f. 5x – y < 15

c. 3x + y ≤ 6 g. –x + 2y ≥ –4

d. x – 4y ≥ 8 h. x – y ≤ 1

25 of 142

2. Menentukan Penyelesaian PtLDV

Penyelesaian pertidaksamaan dua variabel merupakan himpunan pasangan bilangan (x, y) yang memenuhi pertidaksamaan linear tersebut. Jika digambarkan pada bidang koordinat kartesius, himpunan

pasangan bilangan (x, y) tersebut berada dalam suatu daerah yang disebut daerah penyelesaian (DP).

26 of 142

Contoh Soal

Tentukan daerah penyelesaian dari:

  1. 2x – 3y ≤ 6

b. 3x + 4y ≥ 12

27 of 142

3. Menyusun PtLDV Suatu Daerah Penyelesaian

Langkah-langkah menyusun PtLDV:

  1. Menentukan persamaan garis pembatas DP.

b. Melakukan uji titik untuk menentukan tanda ketidaksamaan.

28 of 142

Contoh Soal

29 of 142

4. Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel (SPtLDV)

Setiap SPtLDV terdiri atas dua atau lebih pertidaksamaan linear dua variabel. Daerah penyelesaian SPtLDV merupakan irisan daerah penyelesaian PtLDV penyusun SPtLDV tersebut.

30 of 142

Contoh Soal

31 of 142

1. Model Matematika

2. Fungsi Tujuan

B. Program Linear

3. Menentukan Nilai Optimum Fungsi Tujuan

32 of 142

1. Model Matematika

Model matematika pada permasalahan program linear berupa SPtdLDV. SPtdLDV tersebut dinamakan pembatas atau kendala.

33 of 142

Contoh Soal

Seorang distributor buah akan mendistribusikan 80 ton buah dari gudang ke pedagang pengecer. Untuk keperluan tersebut ia menyewa dua jenis ruk. Truk jenis I dengan kapasitas 4 ton dan truk jenis II dengan kapasitas 3 ton. Distributor tersebut hanya dapat menyewa truk sebanyak 24 kali jalan. Jika x menyatakan banyak truk jenis I dan y menyatakan banyak truk jenis II, tentukan model matematika yang sesuai.

34 of 142

2. Fungsi Tujuan

Fungsi tujuan disebut juga fungsi sasaran atau fungsi objektif. Nilai fungsi tujuan f(x, y) = ax + by tergantung dari nilai-nilai x dan y yang memenuhi kendala. Nilai fungsi tujuan bisa minimum atau maksimum. Nilai minimum atau nilai maksimum disebut juga nilai optimum atau nilai ekstrim.

35 of 142

3. Menentukan Nilai Optimum Fungsi Tujuan

  1. Menggunakan Metode Garis Selidik
  2. Menentukan persamaan garis selidik.

2. Menggambar daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan dan garis selidik f0.

3. Menentukan persamaan garis selidik yang sejajar dengan f0.

  1. Menentukan nilai optimum fungsi tujuan f(x, y) = ax + by.

b. Menggunakan Metode Uji Titik Pojok

36 of 142

Contoh Soal

37 of 142

Matriks

III

A. Pengertian dan Notasi Matriks

B. Operasi Matriks

BAGIAN BAB

C. Determinan dan Invers Matriks

D. Menyelesaikan Masalah Menggunakan Matriks

BAB

38 of 142

1. Pengertian Matriks

2. Notasi dan Ordo Matriks

A. Pengertian dan Notasi Matriks

3. Macam-Macam Matriks

4. Transpos Suatu Matriks

5. Kesamaan Dua Matriks

39 of 142

1. Pengertian Matriks

Matriks adalah susunan bilangan yang diatur menurut aturan baris dan kolom dalam suatu jajaran berbentuk persegi atau persegi panjang. Susunan bilangan-bilangan itu biasanya diletakkan dalam kurung biasa ( ) atau kurung siku [ ]. Bilangan-bilangan tersebut biasanya dinamakan anggota atau elemen matriks.

40 of 142

Contoh Soal

41 of 142

2. Notasi dan Ordo Matriks

Matriks dinyatakan dengan huruf besar dan elemen-elemennya dinyatakan dengan huruf kecil. Jika suatu matriks A terdiri atas m baris

dan n kolom maka m × n menyatakan ukuran atau ordo dari matriks A.

42 of 142

Contoh Soal

43 of 142

3. Macam-Macam Matriks

a. Matriks Berdasarkan Banyak Baris dan Banyak Kolom

1. Matriks baris adalah matriks yang hanya terdiri atas 1 baris.

2. Matriks kolom adalah matriks yang hanya terdiri atas 1 kolom.

3. Matriks persegi panjang adalah matriks yang banyak barisnya tidak sama dengan banyak kolomnya.

4. Matriks persegi adalah matriks yang mempunyai banyak baris dan kolom sama.

44 of 142

b. Matriks Berdasarkan Pola Elemen-Elemen

  1. Matriks nol (O) adalah matriks yang semua elemennya bernilai 0 (nol).

2. Matriks diagonal (D) adalah suatu matriks persegi dengan elemen pada diagonal utama tidak semuanya bernilai nol tetapi semua elemen yang lain bernilai nol.

3. Matriks identitas (I) adalah suatu matriks persegi dengan elemen-elemen pada diagonal utama ama dengan 1 (satu) dan elemen-elemen yang lain sama dengan nol.

4. Matriks segitiga adalah matriks persegi berordo n × n dengan elemen-elemen matriks di bawah atau di atas diagonal utama semuanya nol.

45 of 142

Contoh Soal

46 of 142

4. Transpos Suatu Matriks

Transpos matriks adalah perubahan posisi elemen matriks. Transpos matriks A adalah suatu matriks baru yang terbentuk dengan menuliskan elemen-elemen pada baris matriks A menjadi elemen-elemen pada kolomnya. Transpos matriks A dinyatakan dengan A′ atau AT.

47 of 142

Contoh Soal

48 of 142

5. Kesamaan Dua Matriks

Matriks A = (aij) dikatakan sama dengan matriks B = (bij) jika dan hanya jika:

  1. ordo matriks A sama dengan ordo matriks B

b. setiap elemen yang seletak pada matriks A dan matriks B mempunyai nilai yang sama, aij = bij (untuk semua nilai i dan j).

Matriks A sama dengan matriks B dilambangkan dengan A = B.

49 of 142

Contoh Soal

50 of 142

1. Penjumlahan Matriks

2. Pengurangan Matriks

B. Operasi Matriks

3. Perkalian Skalar dengan Matriks

4. Perkalian Matriks

5. Pemangkatan Matriks

51 of 142

1. Penjumlahan Matriks

Dua atau lebih matriks dapat dijumlahkan jika ordo matriks-matriks tersebut sama. Penjumlahan atriks dilakukan dengan menjumlahkan elemen-elemen yang seletak.

52 of 142

Contoh Soal

53 of 142

2. Pengurangan Matriks

Dua atau lebih matriks dapat dikurangkan jika ordo matriks-matriks tersebut sama. Pengurangan atriks dilakukan dengan mengurangkan elemen-elemen yang seletak.

54 of 142

Contoh Soal

55 of 142

3. Perkalian Skalar dengan Matriks

Jika A adalah sebuah matriks dan k adalah suatu bilangan real, hasil perkalian skalar dan matriks (kA) berupa matriks baru yang diperoleh dengan mengalikan setiap elemen matriks A dengan k.

56 of 142

Contoh Soal

57 of 142

4. Perkalian Matriks

58 of 142

Contoh Soal

59 of 142

5. Pemangkatan Matriks

Pemangkatan matriks hanya berlaku pada matriks persegi. Misalkan matriks A adalah matriks persegi n × n maka:

A2 = AA

A3 = AA2

A4 = AA3

60 of 142

Contoh Soal

61 of 142

1. Determinan Matriks 2 x 2

2. Determinan Matriks 3 x 3

C. Determinan dan Invers Matriks

3. Invers Matriks 2 x 2

4. Invers Matriks 3 x 3

5. Persamaan Bentuk Matriks

62 of 142

1. Determinan Matriks 2 x 2

63 of 142

Contoh Soal

64 of 142

2. Determinan Matriks 3 x 3

65 of 142

Contoh Soal

66 of 142

3. Invers Matriks 2 x 2

67 of 142

Contoh Soal

68 of 142

4. Invers Matriks 3 x 3

69 of 142

Contoh Soal

70 of 142

5. Persamaan Bentuk Matriks

AX = B ⇒ X = A–1B

XA = B ⇒ X = BA–1

71 of 142

Contoh Soal

72 of 142

1. Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

2. Sistem Persamaan Linear dengan Tiga Variabel

D. Menyelesaikan Masalah Menggunakan Matriks

73 of 142

1. Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

a. Menggunakan Cara Invers Matriks

74 of 142

b. Menggunakan Determinan (Aturan Cramer)

75 of 142

Contoh Soal

76 of 142

2. Sistem Persamaan Linear dengan Tiga Variabel

a. Menggunakan Cara Invers Matriks

77 of 142

b. Menggunakan Determinan (Aturan Cramer)

78 of 142

Contoh Soal

79 of 142

Transformasi Geometri

IV

A. Translasi (Pergeseran)

B. Refleksi (Pencerminan)

BAGIAN BAB

C. Rotasi (Perputaran)

D. Dilatasi (Perkalian)

E. Transformasi Matriks

BAB

80 of 142

1. Bentuk Translasi

2. Komposisi Translasi

A. Translasi (Pergeseran)

3. Translasi Kurva

81 of 142

1. Bentuk Translasi

Translasi (pergeseran) merupakan transformasi yang memindahkan titik dengan jarak dan arah tertentu. Pada translasi digunakan pendekatan koordinat.

82 of 142

Contoh Soal

83 of 142

2. Komposisi Translasi

84 of 142

Contoh Soal

85 of 142

3. Translasi Kurva

Langkah-langkah menentukan persamaan kurva oleh translasi.

  1. Persamaan kurva yang akan ditranslasikan memuat variabel x dan y. Misalkan titik (x, y), terletak pada kurva.
  2. Tentukan hasil translasi titik (x, y), misalkan titik (x′, y′). Anda akan memperoleh hubungan x, x′, y, dan y′. Nyatakan x dan y sebagai persamaan dalam x′ dan y′.

c. Substitusikan persamaan x dan persamaan y yang diperoleh pada langkah (b) ke dalam persamaan kurva. Kurva inilah yang disebut hasil translasi kurva.

86 of 142

Contoh Soal

87 of 142

1. Bentuk Refleksi

2. Komposisi Refleksi

B. Refleksi (Pencerminan)

3. Refleksi Kurva

88 of 142

1. Bentuk Refleksi

Refleksi (pencerminan) merupakan transformasi yang memindahkan titik menurut sifat-sifat cermin.

Refleksi

Titik Semula

Hasil Refleksi

Sumbu X

(x, y)

(x, –y)

Sumbu Y

(x, y)

(–x, y)

Garis y = x

(x, y)

(y, x)

Garis y = –x

(x, y)

(–x, –y)

Garis x = a

(x, y)

(2a – x, y)

Garis y = b

(x, y)

(x, 2b – y)

89 of 142

Contoh Soal

90 of 142

2. Komposisi Refleksi

Komposisi refleksi merupakan gabungan dua atau lebih proses refleksi yang dilakukan secara berurutan.

91 of 142

Contoh Soal

92 of 142

3. Refleksi Kurva

Langkah-langkah menentukan persamaan kurva oleh refleksi.

  1. Persamaan kurva yang akan direfleksikan memuat variabel x dan y. Misalkan titik (x, y) terletak pada kurva.
  2. Tentukan hasil refleksi titik (x, y) misalkan titik x′, y′). Anda akan memperoleh hubungan x, x′, y, dan y′. Nyatakan x dan y sebagai persamaan dalam x′ dan y′.

c. Substitusikan persamaan x dan persamaan y yang diperoleh pada langkah (b) ke dalam persamaan kurva. Kurva inilah yang disebut hasil refleksi kurva.

93 of 142

Contoh Soal

94 of 142

1. Bentuk Rotasi

2. Komposisi Rotasi

C. Rotasi (Perputaran)

3. Rotasi Kurva

95 of 142

1. Bentuk Rotasi

Rotasi (perputaran) merupakan putaran benda pada poros yang tetap. Rotasi termasuk transformasi geometri. Rotasi dapat diartikan sebagai transformasi yang memindahkan titik-titik dengan cara memutar titik-titik tersebut sejauh α terhadap titik pusat tertentu.

a. Rotasi terhadap Titik Pusat (0, 0)

96 of 142

b. Rotasi terhadap Titik Pusat (m, n)

97 of 142

Contoh Soal

98 of 142

2. Komposisi Rotasi

Komposisi rotasi yang berpusat sama akan ekuivalen dengan rotasi dengan pusat sama sebesar penjumlahan kedua sudut rotasinya.

a. Komposisi Rotasi terhadap Titik Pusat (0, 0)

99 of 142

b. Komposisi Rotasi terhadap Titik Pusat (m, n)

100 of 142

Contoh Soal

101 of 142

3. Rotasi Kurva

Langkah-langkah menentukan persamaan kurva oleh rotasi.

  1. Persamaan kurva yang akan dirotasikan memuat variabel x dan y. Misalkan titik (x, y) terletak pada kurva.
  2. Tentukan hasil rotasi titik (x, y) misalkan titik (x′, y′). Anda akan memperoleh hubungan x, x′, y, dan y′. Nyatakan x dan y sebagai persamaan dalam x′ dan y′.

c. Substitusikan persamaan x dan persamaan y yang diperoleh pada langkah (b) ke dalam persamaan kurva. Kurva inilah yang disebut hasil rotasi kurva.

102 of 142

Contoh Soal

103 of 142

1. Bentuk Dilatasi

2. Komposisi Dilatasi

D. Dilatasi (Perkalian)

3. Dilatasi Kurva

4. Faktor Skala k

104 of 142

1. Bentuk Dilatasi

Dilatasi (perkalian) merupakan perubahan ukuran suatu benda. Dilatasi dapat diartikan sebagai transformasi yang mengubah ukuran (memperbesar atau memperkecil) suatu bangun geometri, tetapi tidak mengubah bentuk bangun geometri tersebut.

a. Dilatasi terhadap Titik Pusat (0, 0)

105 of 142

b. Dilatasi terhadap Titik Pusat (m, n)

106 of 142

Contoh Soal

107 of 142

2. Komposisi Dilatasi

Komposisi dilatasi yang berpusat sama akan ekuivalen dengan dilatasi dengan pusat sama sebesar perkalian kedua faktor skalanya.

a. Komposisi Dilatasi terhadap Titik Pusat (0, 0)

108 of 142

b. Komposisi Dilatasi terhadap Titik Pusat (m, n)

109 of 142

Contoh Soal

110 of 142

3. Dilatasi Kurva

Langkah-langkah menentukan persamaan kurva oleh dilatasi.

a. Persamaan kurva yang akan dirotasikan memuat variabel x dan y. Misalkan bahwa titik (x, y) terletak pada kurva.

b. Tentukan hasil dilatasi titik (x, y) misalkan titik (x′, y′). Anda akan memperoleh hubungan x, x′, y, dan y′. Nyatakan x dan y sebagai persamaan dalam x′ dan y′.

c. Substitusikan persamaan x dan persamaan y yang diperoleh pada langkah (b) ke dalam persamaan kurva. Kurva inilah yang disebut hasil dilatasi kurva.

111 of 142

Contoh Soal

112 of 142

4. Faktor Skala k

Sifat dilatasi dapat dilihat dari nilai faktor skala k.

a. Untuk nilai k > 1 maka bangun akan diperbesar dan terletak searah terhadap pusat dilatasi dengan bangun semula.

b. Untuk 0 < k < 1 maka bangun akan diperkecil dan terletak searah terhadap pusat dilatasi dengan bangun semula.

c. Untuk –1 < k < 0 maka bangun akan diperkecil dan terletak berlawanan arah terhadap pusat dilatasi dengan bangun semula.

d. Untuk k < –1 maka bangun akan diperbesar dan terletak berlawanan arah terhadap pusat dilatasi dengan bangun semula.

113 of 142

Contoh Soal

114 of 142

1. Transformasi Matriks

2. Komposisi Transformasi Matriks

E. Transformasi Matriks

115 of 142

1. Transformasi Matriks

116 of 142

Contoh Soal

117 of 142

2. Komposisi Transformasi Matriks

a. Komposisi transformasi (T2 o T1) artinya transformasi terhadap matriks T1 dilanjutkan transformasi terhadap matriks T2. Bentuk (T2 o T1) bersesuaian dengan perkalian matriks:

Komposisi transformasi merupakan gabungan dua atau lebih transformasi yang dilakukan pada suatu titik atau kurva.

118 of 142

b. Komposisi transformasi (T1 o T2) artinya transformasi terhadap matriks T2 dilanjutkan transformasi terhadap matriks T1. Bentuk (T1 o T2) bersesuaian dengan perkalian matriks:

119 of 142

Contoh Soal

120 of 142

Barisan dan Deret

V

A. Barisan dan Deret Aritmetika

B. Barisan dan Deret Geometri

BAGIAN BAB

C. Aplikasi Barisan dan Deret Bilangan

BAB

121 of 142

1. Barisan Aritmetika

2. Deret Aritmetika

A. Barisan dan Deret Aritmetika

122 of 142

1. Barisan Aritmetika

Barisan aritmetika disebut juga barisan hitung. Pada barisan aritmetika ditandai dengan setiap dua suku yang berurutan memiliki beda yang sama.

Beda:

b = U2 – U1 = U3 – U2 = U4 – U3 = . . . = Un – Un – 1

Rumus suku ke-n:

Un = a + (n – 1)b

123 of 142

Contoh Soal

124 of 142

2. Deret Aritmetika

Jika suku-suku suatu barisan aritmetika dijumlahkan maka akan diperoleh deret aritmetika.

Rumus jumlah n suku pertama:

Suku ke-n:

125 of 142

Contoh Soal

126 of 142

1. Barisan Geometri

2. Deret Geometri

B. Barisan dan Deret Geometri

3. Deret Geometri Tak Hingga

127 of 142

1. Barisan Geometri

Barisan geometri disebut juga barisan ukur. Pada barisan geometri ditandai dengan setiap dua suku yang berurutan memiliki rasio yang sama.

Rumus suku ke-n:

Un = arn – 1

Rasio:

128 of 142

Contoh Soal

129 of 142

2. Deret Geometri

Jika suku-suku suatu barisan geometri dijumlahkan maka akan diperoleh deret geometri.

Suku ke-n:

Rumus jumlah n suku pertama:

130 of 142

Contoh Soal

131 of 142

3. Deret Geometri Tak Hingga

Barisan geometri yang mempunyai banyak suku tak hingga disebut barisan geometri tak hingga.

Rumus jumlah deret geometri tak hingga:

132 of 142

Contoh Soal

133 of 142

1. Pertumbuhan

2. Peluruhan

C. Aplikasi Barisan dan Deret Bilangan

3. Bunga Majemuk

4. Anuitas

134 of 142

1. Pertumbuhan

Kaidah barisan dan deret dapat digunakan untuk memudahkan penyelesaian perhitungan pertumbuhan. Pada bahasan ini, pertumbuhan yang dimaksud adalah pertumbuhan eksponensial, yaitu pertumbuhan menurut deret ukur (geometri). Pertumbuhan selalu bertambah dengan suatu persentase yang tetap dalam jangka waktu tertentu.

Secara umum, pertumbuhan setelah t tahun:

135 of 142

Contoh Soal

136 of 142

2. Peluruhan

Kaidah barisan dan deret juga dapat digunakan untuk memudahkan penyelesaian perhitungan peluruhan. Peluruhan yang dimaksud adalah peluruhan eksponensial, yaitu peluruhan menurut deret ukur (geometri). Peluruhan selalu berkurang dengan suatu persentase yang tetap dalam jangka waktu tertentu.

Secara umum, peluruhan setelah t tahun:

137 of 142

Contoh Soal

138 of 142

3. Bunga Majemuk

Bunga majemuk adalah bunga yang dihitung atas jumlah pinjaman pokok ditambah bunga yang diperoleh sebelumnya. Uang yang dibungakan dengan bunga majemuk akan bertambah sebagaimana pertumbuhan.

Nilai uang setelah t periode dirumuskan:

139 of 142

Contoh Soal

140 of 142

4. Anuitas

Anuitas adalah suatu pembayaran atau penerimaan uang setiap jangka waktu tertentu dalam jumlah sama atau tetap. Jangka waktu tertentu tersebut dinamakan periode. Pembayaran secara anuitas dilakukan setiap akhir periode.

Nilai anuitas A dari suatu pinjaman M dengan suku bunga i% dirumuskan dengan:

141 of 142

Contoh Soal

142 of 142

Terima Kasih