r7» 3'p6mis
E:
2
"g/-
MA~Ra~H
lmplementasi
Kurikulum
Berbasis
Cinta
(KBC)
pada
Ekstrakurikuler
Kementerian Agama RI
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah
e
•
22
MADRASAH
--
--------------
----- -
Panduan
Kurikulum Berbasis
di Madrasah
MILIK KEMENTERIAN AGAMA RI
TIDAK DIPERJUALBELIKAN
Cinta
@
KEPUTU SAN DIRE KTU R JEN DERAL PENDIDIKAN ISLA M
NOMOR 6077 TAHUN 2025
TENTANG
PAND UAN KU RIKU LUM BERBAS IS CINT A
PENGARAH: Nasarukdin Umar
(Men ter Agama Republik Indone sia)
Suyitno
(Oirektur Jenderal Pendidkan Bslamn Aerrenag Rh
Arskal Salim
(ekretaris Direktur lenderal Penchidikan Islam ernenag RI
Nyayu Khodijah
(Direktur SK Macdrasah, Direktorat lenderal Penchdikan Islar erenag RI
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
Direktorat KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia
2025
DIRE KTU R JEND ERAL PEND IDIKAN ISLA M,
a
bahwa dalam rangka memperkuat nilai-nilai kebhinelkaan
dan meninglatkankuali tas pendidikan di Madrasah;
bahwa untuk membentuk karakter anak bangsa dan
menciptakan lingungan yang harmonis, perlu diatur
panduan Kunikulum Berbasis Cinta;
bah wa berdasarknn pertimbangan scbagaiman a dimalsud
dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan
Dircktur Jenderal Pendidikan Islam tentang Panduan
Kurikuhum Berbais Cinta,
Undang- Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi
Manusia [Lembaran Negara Republik Indonesia Tahur
1999 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3886),
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
onesia
Menimbang
b
c.
PENANGGUNG JAWAB:
Abdul Basit
(asubdit Aurikulumn dan fvaluasi, Direktorat KSK Madrasah)
Panduan
Kurikulum Berbasis di Madrasah
Mengingat
1
Cinta
1IM PAKAR:
Rudi Susilana
(Universtas Pendidikan Indonesia Bandung)
Rusrnan
(Universitas Pendidikan Indonesia Bandung)
Haidar Bagir
(Presiden Direktur Mizan Publishing louse)
rfan Amalee
(PeaceGener ation Indonesia)
2.
Sister
Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Ind
Tahun 200 3 Nomor 78, Tambahan Lem baran Negara
Republik Indonesia Nomor 4301);
Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5105) se bag aiman a telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tam bahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Noror 5157); Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lermbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 66 76) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Noror 4 Tahun
2022 tentang Perubahan atas Peraturan Pernerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lem baran Negara Republike Indonesia Tahun
2022 Nomor 14);
Peraturan Presiden Nomor 58 tahun 2023 tentang
Penguatan Moderasi Beragama (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 121);
3.
PENYUSUN:
Moh. Rifai Rahman, Nurelah, Septy Andani Putri, Barizah Fariyah Aref,
Fithrotus Subhaniyah, Zulkifli, Arif Rhidho, Muahid.
4.
LAYOUTER:
Moh. Rifai Rahman
5.
ISBN
978-602-293-270-+
Penerbit: ementenan Agara RI
Dkeluarkan oleh: Unit erjaba tuan erja yang Mencetak
iii
Tinn Perun
Surat eptu.an
KEPUTUSAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 1503
TAHUN 2025
TENTANG
PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI AGAMA NOMOR 450
TAHUN 2024 TENTANG PEDOMAN IMPLEMENTASI KURIKULUM PADA RAUDHATUL ATHFAL, MADRASAH IBTIDAIYAH, MADRASAH TSANAWIYAH, MADRASAH ALIYAH, DAN MADRASAH ALIYAH KEJURUAN
H.
Kurikulum Berbasis Cinta
Kurikulum Berbasis Cinta adalah sebuah kurikulum yang dirancang dengan menitikberatkan pada pengembangan karakter, pembelajaran
berbasis pengalaman, serta perhatian mendalam terhadap aspek sosial
dan emosional dalam pendidikan.
Kurikulum ini bertujuan untuk
melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan. Dalam praktiknya, Kurikulum Berbasis Cinta menjadi jiwa dari seluruh kegiatan pendidikan, baik yang bersifat Intrakurikuler, Kokurikuler,
dan Ekstrakurikuler serta budaya/ iklim Madrasah.
Definisi
Kurikulum Berbasis Cinta
,
J
Kurikulum Berbasis Cinta
mengambil posisi sebagai
jiwa (sou I) dari seluruh
penyelenggaraan pendidikan
dan pembelajaran pada
implementasi Kurikulum
Nasional, baik yang melingkupi
kegiatan intrakurikuler,
kokurikuler, dan
e
Kokurikuler
0
lntrakurikuler
Ekstra•
kurikuler
I
•
ekstrakurikuler, maupun
budaya dan kebijakan.
aspek
e
l
Komponen
Kurikulum
Konteks Kurikulum
Berbasis Cinta
(KBC)
Tujuan
I ntegrasi
Bukan Pengganti
Leveling
Per Jenjang
/
Materi
Sebagai kurikulum, KBC memiliki komponen tujuan, isi/materi, strategi/metode, dan
evaluasi. KBC tidak menambah isi kurikulum nasional yang sudah ada di madrasah,
tetapi ingin menguatkan bahwa nilai-nilai CINTA ter-lntegrasi pada setiap
komponen kurikulum.
----------0
Leveling
Per Jenjang
/
----------0
Strategi
lmplementasi integrasi tersebut masuk melalui pintu materi dalam aspek
kurikulum. Namun, hal ini tidak berarti akan ada penggantian atau penambahan
materi.
Evaluasi
~
----------0
Kurikulum Berbasis Cinta lebih menawarkan isu-isu pada aspek materi sehingga
dapat menjadi pengantar atau stimulus bagi peserta didik untuk sampai pada
tUj Ua n, yaitu sebagai insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan
mengedepankan cinta.
Pesan
Kunci
8
KBC adalah kerangka yang mempromosikan nilai luhur kehidupan, berlandaskan
cinta sebagai inti dari proses pendidikan.
1.
Kurikulum Berbasis
Cinta (KBC) di
Madrasah
2.
Penerapan KBC melibatkan peran aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk
guru, kepala madrasah, pengawas, bahkan orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar yang penuh kasih sayang, empati, dan kepedulian.
3.
KBC tidak menggantikan kurikulum yang sudah ada, melainkan berfungsi sebagai
penguat nilai dalam seluruh kegiatan pendidikan, mulai dari intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga pembentukan iklim dan budaya madrasah.
4.
KBC dirancang agar tidak menambah beban guru. Sebaliknya, KBC
mengintegrasikan nilai-nilai cinta ke dalam proses pembelajaran dan interaksi sehari• hari. KBC juga memberikan fleksibilitas bagi guru untuk memodifikasi, mengembangkan, dan menyesuaikannya dengan karakteristik serta kebutuhan masing-masing madrasah.
lntrakurikuler
Kokurikuler
5.
KBC berupaya menumbuhkan karakter murid yang humanis, nasionalis, naturalis,
toleran, dan senantiasa mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar kehidupan.
Hal ini sejalan dengan upaya penguatan nilai-nilai kebhinekaan dan peningkatan
kualitas pendidikan di madrasah.
6.
KBC mendorong pembelajaran di madrasah agar lebih relevan, aplikatif, dan
bermakna, sehingga mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan harmonis sesuai dengan tuntutan zaman.
Ekstra•
kurikuler
Budaya/lklim
Madrasah
7.
KBC memiliki tujuan utama untuk mewujudkan Madrasah Ramah Anakyang aman
dan toleran, membimbing murid menuju kesejahteraan mental dan spiritual, serta menciptakan Madrasah Ramah Lingkungan yang lestari, bersih, dan rapi.
8.
KBC terangkum dalam lima topik utama yang disebut Panca Cinta: Cinta Allah dan
Rasul-Nya, Cinta llmu, Cinta Diri dan Sesama Manusia, Cinta Lingkungan, dan Cinta
Tanah Air.
Pelaporan
Kurikulum
Berbasis Cinta
Monitoring & Evaluasi
Kurikulum Berbasis Cinta
Cover (nama kegiatan, nama madrasah, penyusun
laporan).
~
--------0
Pendahuluan (gambaran umum, tujuan, kondisi
peserta didik).
~
--------0
Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan
implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan dapat melibatkan;
Materi (ringkasan pokok materi yang telah
disampaikan).
~
--------0
1.
Kantor Kementerian
Provinsi;
Kantor Kementerian
Kabupaten/Kota;
Agama Wi I ayah
Gambaran proses pelaksanaan kegiatan.
~--------0
2.
Agama
Ketercapaian indikator keberhasilan Kurikulum
Berbasis Cinta.
~
--------0
3.
4.
Pengawas Madrasah; dan
Komite Madrasah/Masyarakat.
Penutup berisi saran dan rekomendasi.
~
--------0
~
--------0
Lampiran berisi materi dan foto.
'vuU
]r«
•
0
Intrakurikuler
Kurikulum
Berbasis Cinta
Kokurikuler
Panca Cinta KBC dapat diintegrasikan
lntrakurikuler
Ekstra•
kurikuler
dalam setiap mata pelajaran.
KBC dapat diimplementasikan dalam kegiatan kokurik•uler,
0
Kokurikuler
seperti proyekyangterintegrasi lintas mata pelajaran.
KBC dapat mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler
untuk menumbuhkan karakter berbasis cinta.
Ekstrakurikuler
Budaya/lklim Madrasah
KBC dapat berkontribusi untuk menciptakan lingkungan madrasah
yang penuh cinta dalam setiap interaksi dan kebijakan.
5-5-5 i
Humanis:
Pola
-~
ji
Memanusiakan manusia, penuh empati, saling menghargai, dan mengedepankan nilai luhur kehidupan.
Nasionalis:
Memiliki cinta dan kebanggaan terhadap bangsa dan negara, serta aktif menjaga keutuhan NKRI.
Tujuan:
Membentuk
Insan Paripurna
t=is.
Naturalis:
Selaras dengan alam, menjaga kelestarian lingkungan, serta menyadari
hubungan spiritual dengan ciptaan Tuhan.
Toleran:
Mampu hidup dalam keberagaman, menghargai perbedaan agama, suku, pendapat,
dan budaya.
Penuh Cinta:
Menumbuhkan kasih sayang yang luas, yaitu cinta Tuhan, ilmu, alam, diri dan
$
sesama manusia, dan tanah air.
Pola
5-5-5
tat
Cinta Allah dan Rasul-Nya:
Fondasi spiritual dan akhlak mulia; murid menyadari keberadaan dan kasih sayang Ilahi, serta meneladani akhlak Nabi.
i»
Cinta Ilmu:
Menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat, menghargai pengetahuan sebagai cahaya peradaban, menghormati ahli ilmu dan mencari ilmu sebagai ibadah.
Panca
Cinta:
Sarana Internalisasi
Nilai
KBC
~
•
My
Cinta Lingkungan:
Menanamkan
kesadaran dan kepedulian terhadap bumi dan
makhluk hidup sebagai bagian dari kesatuan cinta Tuhan,
melatih tanggung jawab ekologis dan gaya hidup berkelanjutan.
z
Cinta Diri dan Sesama Manusia:
Menghargai potensi dan menjaga diri, serta membina
the
hubungan
sosial yang positif, empatik, dan penuh kasih.
Cinta Tanah Air:
Membangun kesadaran kebangsaan, menghargai keberagaman Indonesia,
dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila.
Pola
5-5-5
Lingkungan
Belajar:
5
Ruang Menumbuhkan Cinta
[I Aman>
[I Naman>
Bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan intimidasi; murid merasa
terlindungi secara
nsidan psikologis.
Lingkungan fisik dan sosial yang menyenangkan, penuh dengan pembiasaan positif
dan perhatian, serta tidak menekan
atau membebani secara berlebihan.
I Ramah
Semua warga belajar saling menyapa, saling memberi tauladan, terbuka, dan penuh
respek, membentuk relasi positif antarguru, murid, orang tua, dan seluruh warga madrasah.
)
-------
I Menyenangkan
)
Pembelajaran dirancang menarik, menggugah rasa ingin tahu, kreatif, dan pen uh
kegembiraan.
-
Pemenuhan kebutuhan dasar psikososial dan keseimbangan hidup,
baik untuk murid maupun guru dan seluruh warga madrasah.
Sejahtera
Implementasi
KBC
E6,ur«G6
aler
Menumbuhkan
Karakter dan
Cinta melalui Aktivitas Berarti
Kegiatan ekstrakurikuler bukan hanya sarana untuk menyalurkan
bakat, melainkan juga
merupakan medan yang sangat efektif untuk
menumbuhkan karakter berbasis cinta. Melalui
kegiatan ini, murid
tidak hanya belajar keterampilan baru, tetapi juga mengembangkan
nilai-nilai luhur yang akan membentuk pribadi mereka menjadi lebih baik.
"'g/pe-nis
2
EG,
MA~R
a~H
Pramuka:
Lebih dari sekadar pelatihan kepemimpinan dan kerjasama, Pramuka dapat
menjadi wadah
untuk menumbuhkan Cinta Tanah Air melalui kegiatan pelestarian alam
Sesama melalui kerja sama tim dan pengabdian sosial.
serta Cinta Diri dan
Tahfiz Al-Qur'an:
Ekstrakurikuler ini menyentuh jiwa dengan Cinta Allah dan Rasul-Nya, sekaligus memperkuat Cinta
Ilmu, menjadikan proses menghafal A-Qur'an sebagai perjalanan spiritual yang mendalam.
Kesenian:
Melalui seni, murid dapat menumbuhkan Cinta Tanah Air dengan mengenal
seni budaya lokal,
sedangkan Cinta Diri terbangun melalui ekspresi diri yang positif dan
yang dimiliki.
apresiasi terhadap potensi
"'g/pe-nis
2
EG,
MA~R
a~H
Kegiatan
Ekstra kur"ku/Ier
Panca Cinta
Tujuan
i
Latihan baris-berbaris
(Pramuka)
Cinta Diri & Cinta Tanah
Air
Melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan cinta terhadap
simbol-simbol negara
Menanamkan empati melalui peran yang menceritakan nilai
toleransi
Pementasan Teater
Cinta Sesama
Tahfiz
Cinta Allah & Rasul-Nya
Menguatkan cinta kepada AI-Qur'an sebagai jalan hid up
"'g/pe-nis
2
EG,
MA~R
a~H
Perencanaan yang Mengintegrasikan Panca Cinta KBC
Menyatukan Keterampilan dan Nilai
dalam Setiap
Kegiatan
Setiap kegiatan ekstrakurikuler di madrasah adalah panggung bagi murid
untuk
menumbuhkan nilai-nilai cinta dalam kehidupan mereka.
Tidak peduli jenis ekstrakurikulernya, semuanya memiliki potensi untuk
mengintegrasikan Panca Cinta dengan cara yang unik dan
bermakna.
>
2
MADRASAH
Contoh Pemetaan Ekstrakurikuler dan Topik KBC
Topik KBC
Nama
Ekstrakuri kuler
No.
Kegiatan
3 4
V
5
2
V
1
V
Hadrah/Banjari
Latihan Ritme dan Vokal Sholawat: Menguasai teknik pukulan rebana dan sinkronisasi vokal.
Menghayati Lirik: Mendiskusikan makna dan sejarah shalawat yang dibawakan.
Simulasi P3K: Praktik penanganan Iuka ringan dan prosedur darurat
Latihan Ketenangan Diri: Melatih kontrol emosi dan fokus saat menghadapi situasi kritis. Edukasi Kesehatan: Menyampaikan informasi kesehatan kepada teman sebaya
Bakti Sosial: Kegiatan gotong royong membersihkan fasilitas umum (musala, lingkungan sekitar) Latihan Survival Skill: Praktik navigasi (kompas), tali-temali, dan P3K.
Upacara dan Penghayatan Janji: Menganalisis dan mengamalkan nilai-nilai Trisatya dan Dasa Darma.
Latihan Teknik Khat Dasar: Menguasai kaidah penulisan kaligrafi (misalnya: naskhi atau diwani) dengan kesabaran dan ketelitian.
Menghayati Makna: Mendiskusikan makna dan tafsir dari ayat AI-Our'an atau Had is yang ditulis. Pameran Karya: Memamerkan karya kaligrafi sebagai bentuk syiar Islam dan budaya.
1.
1.
2
1.
2
3
1.
2
3
1.
V
V
Palang Merah Remaja
(PMR)
2
V
V
V
V
V
Pramuka
3
V
V
V
Klub Kaligrafi dan Seni
Islam
4.
2
3
5
6.
Keterangan Topik KBC:
1.
2.
3.
4.
5.
Cinta Allah dan Rasul-Nya
Cinta llmu
Cinta Lingkungan
Cinta Diri dan Sesama Manusia
Cinta Tanah Air
"'g/pe-nis
2
EG,
MA~R
a~H
Perencanaan yang Mengintegrasikan Panca Cinta KBC
Menyusun Alur Kegiatan Holistik
Rancang alur kegiatan ekstrakurikuler yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis
atau
keterampilan semata, tetapi juga mencakup pengembangan etika, akhlak, dan
integrasi
topik Panca Cinta. Alur kegiatan disusun sebagai peta perjalanan yang
bermakna - mulai dari kegiatan, refleksi, hingga aksi nyata - agar murid mengalami
pembelajaran yang utuh secara intelektual, emosional, spiritual, dan sosial.
>
MADRA
2
EG,
Tips dan Trik Menyusun
Langkah
1. Tentukan Terna Nilai Utama
SAH
Alur Kegiatan Holistik Berbasis Panca Cinta
Penjelasan
Contoh Output
Pilih topik dari Panca Cinta yang akan menjadi fokus dalam
Bulan Agustus: Cinta Tanah Air
Minggu ke-1: Bangga pada Budaya Lokal
jangka waktu tertentu. lni menjadi dasar penyusunan
kegiatan.
Contoh alur kegiatan dapat:
• Aktivitas inti (aksi atau latihan)
• Dialog atau refleksi ringan
• Penguatan nilai (narasi, kisah, atau diskusi)
• Aksi lanjut (hasil nyata atau kebiasaan baik)
alur
2. Rancang Alur Kegiatan yang Mengalir
Ekskul Pramuka (Contoh):
•
•
•
•
Aktivitas: Latihan sandi & tali-temali
Refleksi: "Apa hubungan pramuka dengan
kecintaan pada negara?"
Penguatan: Cerita pendek tentang
pahlawan
Aksi lanjut: Membuat bendera kecil &
membagikannya ke warga sekitar
3. Sisipkan Momen Nilai dan Spiritualitas
Gunakan momen pembuka atau penutup untuk
menyisipkan nilai spiritual dan akhlak.
Doa pembuka: "Ya Allah, jadikan latihan hari
ini jalan kami untuk mencintai sesama dan
menjaga lingkungan."
Satu sesi dipimpin oleh murid: "Hari ini saya
ingin kita bersih-bersih lapangan karena ini
bentuk cinta lingkungan."
Gunakan rubrik:
Bekerja sama dengan baik Menunjukkan kepedulian sosial Menyampaikan pendapat dengan hormat
4. Dorong Keterlibatan Murid secara
Aktif
Ajak murid ikut merancang kegiatan, menyampaikan ide,
atau memimpin sesi tertentu.
5. Dokumentasikan
dan Nilai
dan Evaluasi Proses
Evaluasi tidak hanya pada keterampilan teknis, tapi juga
sikap dan ekspresi nilai cinta.
"'g/pe-nis
2
EG,
MA~R
a~H
Pelaksanaan Ekstrakurikuler: Menumbuhkan Karakter dan Kepedulian
0
Mentoring Holistik
Guru berperan sebagai mentor yang membimbing murid secara etis dan
moral.
Contohnya,
dalam latihan olahraga, guru dapat menanamkan
nilai kerja keras
dan sportivitas (Cinta Diri dan Sesama Manusia).
Kolaborasi Mitra Belajar
Libatkan mitra belajar di luar madrasah dalam kegiatan ekstrakurikuler, seperti bakti sosial dengan panti asuhan atau komunitas peduli lingkungan.
"'g/pe-nis
2
EG,
MA~R
a~H
Tips Pelaksanaan
Ekstrakurikuler yang
Menginspirasi
Tetapkan Niat KBC di Awai
Ajak murid merefleksikan niat mereka, misalnya dalam ekstrakurikuler hadrah, niatnya
bukan
hanya untuk bisa bermain, melainkan juga untuk menumbuhkan cinta Allah dan Rasul-Nya.
Gunakan Metode Coaching
Ajak murid untuk mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu dikembangkan.
Misalnya,
"Fathir, kamu sudah mahir di bagian ini, tetapi sepertinya kamu bisa lebih sabar lagi saat
mengajari teman."
Apresiasi Proses, Bukan Hanya Hasil
Pujilah usaha dan kerja sama murid, bukan hanya hasil akhir, untuk membangun growth mindset
Ciptakan Ruang Aman untuk Berekspresi
Berikan murid kesempatan untuk berekspresi, mencoba hal baru, dan berani gagal tanpa takut dihakimi, mencerminkan Cinta Diri.
Rayakan Pencapaian Kecil
Apresiasi setiap langkah maju, memperkuat rasa percaya diri dan motivasi murid.
'
23'penis
E:
2
EG,
bay gCw
MA~R~AH
Evaluasi yang Menyentuh
Karakter dan Peran Aktif Mu rid
O
Asesmen Karakter
Nilai perkembangan karakter atau jurnal.
murid melalui observasi langsung, wawancara,
Asesmen Partisipasi
Nilai seberapa aktif murid berpartisipasi dalam kegiatan dan
seberapa baik mereka
mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan.
"'g/pe-nis
2
EG,
Contoh
Format
MA~R
a~H
Instrumen Asesmen Ekstrakurikuler
Rubrik Asesmen Sikap
Niat dan Ketekunan
(Cinta Ilmu)
Datang latihan tepat
waktu, menunjukkan
kesungguhan, tidak
mudah men erah
Menerima hasil
latihan dengan
lapang dada, tidak
menyombongkan diri,
bersyukur atas
kemaiuan
Bekerja sama saat
latihan, saling
mendukung, memberi
ide baru
Tetap tenang dalam
kesalahan, tidak
meremehkan, rendah
hati
Tekun, antusias, jadi
inspirasi bagi teman
Umumnya tekun dan Hadir, tapi tidak
Sering malas atau
tidak hadir
serius
konsisten semangat
Tawakal dan Syukur
(Cinta Ilmu)
Sangat bersyukur,
mendoakan teman,
memberi semangat
Bersyukur dan
terbuka pada
masukan
Mulai belajar
menerima proses
Mudah kecewa,
banyak mengeluh
Kolaborasi dan
Kreativitas (Cinta Diri
Inisiatif, kreatif,
memotivasi &
menjaga harmoni
Aktif, kadang
memberi ide baru
Cukup membantu
tim
Tidak terlibat aktif
atau merusak
suasana
& Sesama
Manusia)
Sabar dan
(Cinta Diri
Manusia)
Tawadhu
& Sesama
Sangat sabar,
menenangkan
tidak sombong
Menunjukkan sikap
tenang & rendah hati
Sabar tapi belum
konsisten
Mudah marah atau
menyalahkan
teman,
"'g/pe-nis
2
EG,
Contoh Instrumen Asesmen Ekstrakurikuler
Lembar Refleksi Murid (Setelah Latihan)
MA~R
a~H
Isi
1)
2)
3)
oleh
Apa
Apa
mu rid di jurnal atau dibahas secara lisan:
tantangan terbesarmu saat latihan hari ini?
makna sabar dan kerja sama yang kamu pelajari dari latihan hadrah ini?
Bagaimana kamu akan menerapkan nilai ini di luar ekskul (di rumah atau di kelas)?
Contoh Catatan Observasi Naratif (oleh Pembina)
"Hari ini, Fadilah terlihat sangat sabar ketika rekannya beberapa kali salah ritme. Ia tidak marah,
malah memberi isyarat tenang dan tetap tersenyum. Ini menunjukkan tumbuhnya sikap tawadhu
dan kolaboratif. Ia juga terlihat bersyukur dengan hasil latihan, meski belum sempurna."
dOutput Aplikasi Nyata (Tindak Lanjut)
Pembina memberi tantangan:
"Selama seminggu ke depan, catat satu momen ketika kalian menunjukkan kerja sama, sabar, atau
rasa syukur, lalu bagikan saat pertemuan berikutnya."
Tabel 1. Ma teri Pokok Kurikulum Berbasis Cinta di dalam Pem belajaran
Topik
Cinta Lingkungan
Tujuan
Memahami alam
semesta sebagai
manifestasi cinta dan
kebesaran Allah
sehingga tumbuh
sikap hormat dan
kasih sayang
terhadap lingkungan.
Membangun relasi
yang tidak
transaksional dengan alam, tetapi dilandasi cinta dan kepedulian sebagaimana
terhadap diri sendiri.
Menghayati
sunnatullah sebagai
sistem keseimbangan
ciptaan Allah yang
perlu dijaga dan
dihormati demi
keberlanjutan
kehidupan.
Menumbuhkan
pemahaman bahwa diri
adalah manifestasi
(tajall) dari cinta Allah,
sehingga murid mampu
mengenal Allah melalui
pengenalan diri. Hal ini
akan mendorong murid
untuk bersyukur dan
merawat potensi
dirinya sebagai karunia lahi.
Menumbuhkan sikap syukur pada diri
melalui penerapan self•
compassion, yaitu mengembangkan welas asih terhadap diri
sendiri dengan memenuhi hak-hak
dasar fisik, emosi, dan
spiritual seacra
seimbang, sehingga
murid dapat menjadi
individu yang utuh dan berdaya.
Materi
Penguatan bahwa slam sebagai
agama rahmatan lil 'alamin
(rahmat bagi seluruh alam).
dab pada alam dan lingkungan.
Menghindari fasad. Larangan
merusak lingkungan (QS. Al•
A'raf: 56 dan QS. Ar-Rum: 41.
Praktik menjaga kebersihan
(thaharah) dan hemat energi larangan ishrai)
Tujuan
Menumbuhkan pemahaman mengenai sifat Allah yang Maha Cinta serta Rasulullah sebagai sosok teladan penuh cinta.
Mengenal sifat jamaliyah
(keindahan) dan jalaliyah
ketegasan) Allah secara lebih seimbang. Sehingga citra Allah yang selama
ini digambark.an maha
penghukum akan
digantikan oleh citra yang lebih tepat. Memahami bahwa welas asih (rahmah Allah lebih dominan daripada murka (ghacdhab) Nya, sehingga akan tumbuh rasa cinta bukan paksaan) dalam beribadah kepada Allah, menjalankan sunnah Rasulullah serta berkhidmat kepada manusia lain dan lingkungan.
Materi
Keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. sebagai inti dan muara kehidupan. Mengenal Asmaul Husna untuk
meneladani sifat-sifat mulia Allah
Swt., seperti ar-Rahman (Maha Pengasih), ar-Rahim (Maha Penyayang), al-'Ad (Maha Adil), al-Latif(Maha Lembun), ar- Rauf (Maha Penyantun).
badah sebagai wujud cinta kepada Allah Swt., meliputi salat, doa, zikir, dan membaca Al• Qur'an dengan khusyu.
Mensyukuri nikmat Allah Swt.
melalui rasa syukur dalam perilaku sehari-hari.
5ejarah kehidupan Rasulullah saw. (Sirah Nabawiyah) dalam membangun kasih sayang di masyarakat.
Mempraktikkan sifat-sifat
Rasulullah, seperti cerdas, jujur,
amanah, lemah lembut, dan dermawan.
Mempelajari hadis-hadis yang mengajarkan cinta dan akhlak
mulia.
Pilar sukses mencari ilmu: niat, tekun, tawakal, wara', vakin, dan syukur.
Alat transformasi sosial dan global
Literasi sebagai sumber ilmu
Pembelajar sepanjang hayat
Adab kepada guru
Pemanfaatan teknologi
novasi dan penalaran kritis
lmu penuntun keseimbangan hidup
Ilmu dalam konteks
keberagaman sejarah, sosial, dan
buday.a
Sumber ilmu (qauliyah dan kauniyah).
Topik
Cnta Allah Swt. dan Rasul-Nya
.
•
•
·
•
.
.
I
.
.
.
.
.
Cinta Diri dan
Sesama Manusia
Membiasakan akhlak terpuji
kepada diri sendiri, seperti
tawakal, ikhtiar, syukur,
sabar, qanaah, kreatif,
produktif, dan inovatif.
Menghindari akhlak tercela
kepada diri sendiri, seper ti
ananiah, putus asa, ghadab, dan tamak.
Membiasakan diri menjaga
kebersihan, kesehatan, dan keselamatan diri sebagai bentuk
syukur dan tanggung jawab
terhadap tubuh yang Allah Swt. anugerahkan.
Ajaran Islam tentang ukhuwah Islamiyah tpersaudaraan dalam Islam) dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan). Adab kepada orangtua.
Adab kepada saudara. Adab kepada tetangga. Adab kepada teman.
Cinta llmu
Menumbuhkan pemahaman bahwa dengan ilmu,
manusia mampu membukakan tabir keagungan penciptaan, hikmnah di balik setiap syariat. Melalui pemahaman yang mendalam tentang alam semesta, sejarah, dan ajaran agama, sehingga kita akan merasakan getaran cinta llahi yang universal.
.
.
•
.
.
•
.
•
27
26
Tema
Cinta Tanah Air
Tujuan
Menumbuhkan semangat
cinta tanah air sebagai
bagian dari iman.
Materi
Ajaran Islam tentang ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan).
Konsep cinta tanah air dalam
Islam (Hubbul Wathan minal
Iman).
Menghormati perbedaan suku,
budaya, dan agama dalam
bingkai persatuan (Q5. Al•
Hujurat: 13).
Menjaga kedaulatan dan keamanan negara dengan berkontribusi untuk kemajuan bangsa.
Tema
Tujuan
• Men guasai ket erampilan
Socail Emotional Skill (SES)
untuk menjadi pengendali
emosi yang efektit, bukan
sebaliknya, sehingga
murid memiliki
kesejahteraan mental
(mental health) yang baik
dan seimbang, senta
mampu menghadapi
tantangan hidup dengan
positif.
Ma teri
Adab kepada sesama umat beragama maupun antarumat agama.
Memahami akhlak terpuji kepada sesama: ta'awun, tafahum, tasamuh, tawadhu, dan husnuzhan.
Memahami akhlak tercela kepada sesama: ananiah, rafast, gadhab, su'uzhan, ghibah, fitnah, dan namimah.
•
•
Memahami hakikat
kesatuan manusia sebagai
satu kesatuan yang setara
dan saling terhubung,
sehingga murid akan
menyadari bahwa
mencintai dan menghargai
orang lain adalah
dan mencintai diri sendiri. Memahami keragaman
cerminan dari menghargai
•
sebagai bagian dari
sunnatullah dan fitrah
kehidupan, sehingga
murid dapat menerima
kekayaan, bukan
hambatan.
Memahami dan
menerapkan prinsip•
prinsip persaudaraan
tasamuh (toleransi),
tawasuth (moderat), syura
(musyawarah), dan lainnya
dalam interaksi sosial,
sehingga murid dapat
membangun hubungan
kedamaian di tengah masyarakat.
perbedaan sebagai
•
kemanusiaan, seperti
yang harmonis dan penuh
28
29
>
MADRA
2
EG,
Contoh:
SAH
RPP EKSTRAKURIKULER
Banjari (Latihan Rutin Hadrah Religi)
Cinta Allah dan Rasul-Nya, Cinta llmu, Cinta Diri dan Sesama Manusia
Ekstrakurikuler
Topik KBC
1.
2.
3.
Cinta Allah dan Rasul-Nya: Mempraktikkan sifat-sifat Rasulullah, seperti cerdas, jujur, amanah, lemah lembut, dan dermawan.
Cinta llmu: Pilar sukses mencari ilmu: niat, tekun, tawakal, wara', yakin, dan syukur.
Cinta Diri dan Sesama Manusia: Membiasakan akhlak terpuji kepada diri sendiri, seperti tawakal, syukur, sabar, kreatif, produktif, dan inovatif.
Materi lntegrasi
KBC
Model
Experiential Learning (ARKA) & Collaborative Learning
Dalam latihan Banjari, murid akan diberi kesempatan untuk mengintegrasikan nilai-nilai cinta llmu serta cinta diri dan sesama manusia melalui kegiatan yang melibatkan pengembangan diri serta penguatan sikap positif dalam diri mereka.
1. Aktivitas:
Murid mulai latihan hadrah dengan niat yang tulus untuk mencari ilmu, tekun dalam berlatih, dan tawakal kepada Allah atas hasilnya. Mereka juga diajarkan untuk bersyukur atas setiap kemajuan yang dicapai. Selama latihan, murid akan mengembangkan akhlak terpuji kepada diri mereka sendiri, seperti sabar, produktif, dan kreatif, serta bekerja sama dengan teman-teman dalam suasana tawadhu dan saling menghargai.
2. Refleksi:
Setelah latihan, murid diajak untuk merenung tentang penerapan niat, tekun, tawakal, dan syukur dalam proses belajar serta bagaimana mereka menjaga akhlak baik kepada diri sendiri dan sesama dalam kehidupan sehari-hari.
3. Konsep:
Murid akan memahami bahwa belajar bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga penguatan karakter seperti ketekunan, tawakal, dan sikap baik terhadap diri sendiri dan sesama. Cinta terhadap ilmu dan sesama manusia adalah landasan penting dalam proses pembelajaran.
4. Aplikasi:
Murid diberi tantangan untuk menerapkan nilai-nilai yang dipelajari, seperti berbagi ilmu, menjaga kebersihan, dan menunjukkan sikap tawakal dan sabar dalam aktivitas sehari-hari mereka, serta menunjukkan akhlak terpuji dalam hubungan dengan orang lain.
Proses Belajar
Alur Pembelajaran
>
MADRA
2
EG,
SAH
Asesmen Karakter
lndikator
Kinerja
Topik KBC
4 (Sangat Baik)
3 (Baik)
2 (Cukup)
1 (Kurang)
Menghayati lirik dengan tulus
(khusyuk) dan menjaga adab serta kesucian alat selama sesi latihan/tampil.
Menunjukkan peningkatan kualitas teknis yang sangat signifikan, menguasai irama, dan mengaplikasikan teknik yang benar.
Mampu mengontrol emosi, bersikap sangat rendah hati (tawadhu), dan proaktif memberikan bantuan kepada teman yang kesulitan.
Cukup fokus, namun
sering bercanda atau kurang serius saat latihan Sholawat.
Tidak serius, sering
melanggar adab, dan menganggap kegiatan hanya sebagai hiburan.
Berusaha fokus dan menjaga
adab selama latihan, serta menghormati lirik Sholawat.
Cinta Allah
dan Rasul-
Nya
Penghayatan
dan Adab
(Khusyuk)
Mampu menguasai teknik yang
diajarkan dan menunjukkan peningkatan keterampilan yang stab ii.
Peningkatan
keterampilan lambat, dan teknik dasar masih sering salah.
Kualitas teknis stagnan
dan tidak ada upaya untuk memperbaiki kesalahan.
Kualitas Teknis
(lrama & Vokal)
Cinta llmu
Menerima kritik dengan baik
dan bersedia membantu jika ada teman yang bertanya.
Cukup menerima kritik,
namun pasif dalam membantu teman.
Menolak kritik, sering
menyalahkan teman, atau bersikap sombong.
Cinta Diri dan
Sesama
Manusia
Empati dan
Tawadhu
>
2
MADRASAH
Asesmen
Sikap
4 (Sangat Baik)
Selalu menunjukkan fokus tinggi dan komitmen penuh terhadap tujuan latihan dengan antusiasme yang konsisten.
Sangat gigih mengulang bagian sulit tanpa mengeluh, dan berinisiatif melatih diri di luar jam ekstrakurikuler.
Selalu hadir tepat waktu, tertib, dan patuh pada semua arahan pembina tanpa perlu diingatkan.
Sangat menjaga kebersihan dan kondisi alat, serta menyimpan alat dengan aman dan rapi setelah digunakan.
Mampu menyinkronkan ritme dengan anggota tim lain secara sempurna, dan aktif memimpin upaya harmonisasi.
Aktif mengusulkan variasi pukulan/irama baru yang memperkaya penampilan tim
{dengan izin pembina).
3 (Baik)
2 (Cukup)
1 (Kurang)
Sering melamun, mudah terdistraksi, dan terlihat tidak berminat pada kegiatan.
Menolak mengulang, bersikap pasif, dan berhenti mencoba saat gagal.
Sering datang terlambat dan melanggar aturan kegiatan.
Tidak peduli terhadap kondisi alat musik dan sering meninggalkannya sembarangan.
Ritme sangat mengganggu harmoni tim dan enggan bekerja
sama.
Sikap
lndikator Kinerja
Fokus selama latihan dan
menunjukkan minat yang stabil pada kegiatan.
Terkadang kehilangan fokus
dan perlu diingatkan untuk kembali ke tujuan latihan.
Fokus dan
Komitmen
Niat
Cepat menyerah saat
menemui kesulitan dan sering mengeluh saat diminta mengulang.
Sesekali datang terlambat atau perlu diingatkan untuk tertib.
Berupaya mengulang dan
memperbaiki kesalahan saat diminta oleh pembina.
Ketekunan
Kegigihan Berlatih
Kepatuhan Waktu &
Aturan
Hadir tepat waktu dan patuh pada
arahan pembina.
Disiplin
Menjaga alat musik yang
digunakan dan bertanggung jawab atas kerusakan jika terjadi kelalaian.
Perlu diingatkan untuk
membersihkan alat dan kurang rapi saat menyimpan.
Tanggung
Jawab
Pemeliharaan Alat
Ritme sering berantakan dan
menimbulkan ketidakselarasan dalam kelompok.
Mampu menjaga ritme agar
selaras dengan mayoritas anggota tim.
Kerjasama Tim
Ritme
Kolaborasi
Bersedia mencoba dan
mengadaptasi variasi pukulan baru yang diajarkan oleh pembina.
Hanya mampu mengikuti pola
pukulan dasar yang diajarkan tanpa mencoba variasi.
Kaku dan menolak
mencoba pola pukulan yang berbeda atau baru.
lnovasi
Pukulan/lrama
Kreativitas
>
MADRA
2
EG,
Contoh:
SAH
RPP EKSTRAKURIKULER
Qira'ah / Seni Baca AI-Qur'an (Pelatihan Tajwid dan Nagham)
Cinta Allah dan Rasul-Nya, Cinta llmu, Cinta Diri dan Sesama Manusia
1. Cinta Allah dan Rasul-Nya: lbadah sebagai wujud cinta kepada Allah Swt., meliputi salat, doa, zikir, dan membaca AI-Qur'an dengan khusyu.
2. Cinta llmu: Pilar sukses mencari ilmu: niat, tekun, tawakal, wara', yakin, dan syukur.
3. Cinta Diri dan Sesama: Membiasakan akhlak terpuji kepada diri sendiri, seperti tawakal, syukur, sabar, kreatif, produktif, dan inovatif.
Experiential Learning (ARKA)
Murid akan belajar membaca AI-Qur'an sesuai kaidah tajwid dan irama (nagham) yang benar. Proses ini menuntut ketelitian (wara') dan ketekunan yang tinggi sebagai bentuk penghormatan terhadap kalamullah.
Ekstrakurikuler
Topik KBC
Materi lntegrasi
KBC
Model
Proses Belajar
Aktivitas: (Latihan Tajwid dan Simakan)
Murid secara bergantian membaca satu ayat dengan irama yang ditentukan. Teman-teman yang lain wajib menyimak (mendengarkan dengan cermat) dan memberikan koreksi terhadap kesalahan tajwid atau makhraj sebagai wujud cinta llmu dan cinta sesama manusia.
Refleksi: (lntrospeksi Niat)
Setelah sesi latihan, murid diajak merenung: "Apakah niat kita membaca hari ini sudah murni untuk Allah? Apakah kita sudah
bersabar dan tekun saat mengulang kesalahan?" Mereka juga merenung bagaimana tawadhu (rendah hati) saat menerima koreksi.
Konsep:
Murid akan memahami bahwa menguasai ilmu tajwid dan irama adalah manifestasi dari cinta ilmu dan cinta Allah, karena kita
berusaha memberikan yang terbaik untuk kalamullah. Ketekunan dan kesabaran dalam mengulang bacaan adalah bentuk akhlak terpuji sebagai wujud cinta diri.
Aplikasi:
Murid diberi tantangan untuk mengamalkan llmu Tajwid yang dipelajari tidak hanya di ekstrakurikuler, tetapi juga saat shalat dan tilawah harian. Mereka juga diminta untuk menjadi "Korektor Santun" di lingkungan keluarga saat ada yang salah membaca Al- Qur'an sebagai wujud cinta sesama manusia.
Alur Pembelajaran
1.
2.
3.
4.
>
MADRA
2
EG,
SAH
Asesmen Karakter
lndikator
Kinerja
Topik KBC
4 (Sangat Baik)
3 (Baik)
2 (Cukup)
1 (Kurang)
Cukup fokus, namun
kadang membaca dengan tergesa-gesa atau kurang memperhatikan adab.
Sering melakukan kesalahan pada tajwid dasar atau makhraj dan perlu didorong untuk mengulang bacaan.
Cukup tekun, namun mudah tersinggung atau kurang sabar saat dikoreksi berulang kali.
Membaca tanpa fokus,
sering ceroboh dengan AI-Qur'an, dan tidak menunjukkan niat ibadah.
Selalu menjaga adab terhadap
mushaf, khusyuk saat membaca/menyimak, dan niat belajar murni untuk ibadah.
Adab dan
Kesucian
Kalamullah
Berusaha menjaga adab dan
fokus saat membaca, serta menghormati AI-Qur'an.
Cinta Allah &
Rasul-Nya
Menguasai kaidah tajwid dan
makharijul huruf dengan sangat akurat, serta tekun mempelajari nagham yang sulit.
Mampu membaca AI-Qur'an
dengan tajwid dan makhraj yang benar, serta bersedia menerima koreksi bacaan.
Tidak peduli terhadap
tajwid, sering salah makhraj, dan menolak koreksi bacaan.
Penguasaan
Tajwid dan
Makhraj
Cinta llmu
Mampu mengontrol emosi,
menerima koreksi dengan tawadhu, dan memberikan koreksi secara sangat santun.
Tekun dalam latihan, menerima
koreksi dengan baik, dan bersedia membantu mengoreksi teman.
Menolak dikoreksi, dan
mengoreksi teman secara kasar atau meremehkan.
Cinta Diri &
Sesama
Manusia
Rendah Hati
dan Saling
Koreksi
>
2
MADRASAH
Asesmen
Sikap
Sikap
lndikator Kinerja
4 (Sangat Baik)
Selalu menunjukkan fokus tinggi, komitmen penuh, dan antusiasme yang konsisten untuk belajar Al- Qur'an.
Sangat gigih mengulang ayat
atau kaidah tajwid yang sulit, dan berinisiatif melatih diri di luar jam ekstrakurikuler.
Selalu hadir tepat waktu, tertib, dan patuh pada semua aturan utama simakan tanpa perlu diingatkan.
3 (Baik)
2 (Cukup)
Terkadang kehilangan fokus dan perlu diingatkan untuk khusyuk saat simakan.
1 (Kurang)
Sering melamun dan terlihat tidak berminat pada kegiatan inti membaca AI-Qur'an.
Menolak mengulang, bersikap pasif, dan berhenti mencoba kaidah yang sulit.
Sering datang terlambat dan melanggar aturan utama simakan.
Sering tidak membawa perlengkapan yang diperlukan dan tidak mengulang materi.
Pas if, tidak menyimak, dan tidak peduli terhadap kesalahan teman.
Fokus selama sesi simakan
dan menunjukkan minat yang stabil pada kegiatan.
Fokus dan
Komitmen
Niat
Berupaya mengulang dan
memperbaiki kesalahan tajwid saat diminta oleh pembina.
Cepat menyerah dan
sering mengeluh saat diminta mengulang bacaan.
Kegigihan
Berlatih
Ketekunan
Sesekali datang terlambat
atau perlu diingatkan untuk tertib dan fokus.
Kepatuhan Waktu
& Aturan
Hadir tepat waktu dan patuh
pada arahan pembina.
Disiplin
Selalu membawa mushaf dan alat
tulis, serta mengulang materi sebelumnya di rumah.
Tanggung
Jawab
Selalu membawa mushaf dan
alat tulis yang diperlukan.
Terkadang lupa membawa
mushaf atau alat tulis.
Persiapan Belajar
Sangat aktif dan teliti dalam
menyimak, serta inisiatif memberikan koreksi tajwid kepada teman.
Mampu mengaplikasikan variasi irama (nagham) dengan indah dan benar, dan berinisiatif mempelajari irama baru.
Kurang aktif dalam
menyimak, dan hanya mengoreksi jika kesalahannya sangat jelas.
Keaktifan Saling
Koreksi
(Simakan)
Aktif menyimak dan bersedia
memberikan koreksi jika diminta.
Kolaborasi
Mampu menguasai irama
dasar yang diajarkan oleh pembina.
Kualitas irama belum stabil
dan sering kembali ke nada dasar.
Tidak tertarik pada
irama bacaan
(nagham).
Variasi lrama
Bacaan (Nagham)
Kreativitas
"'g/pe-nis
Madrasah
2
Panca Pera
Pemangku Kepentingan KBC
Kepala
MA~R
a~H
Penyelaras Visi & Misi
Memastikan setiap program ekstrakurikuler memiliki visi dan menanamkan nilai Panca Cinta.
misi yang secara
eksplisit bertujuan
Pemilih Pembina Teladan
Merekrut dan membina para pembina ekstrakurikuler yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter yang dapat menjadi teladan bagi murid.
Kepala Madrasah
Pencipta lklim Apresiatif
Membangun sistem penghargaan yang seimbang antara pencapaian prestasi dan perkembangan karakter, seperti sportivitas dan kerja sama.
Penjamin lnklusivitas
Memastikan semua kegiatan ekstrakurikuler dapat diakses oleh seluruh murid tan pa memandang latar belakang, serta menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari perundungan.
Evaluator Program Holistik:
Secara berkala mengevaluasi setiap program ekstrakurikuler bersama pembina untuk memastikan keselarasan dengan nilai-nilai KBC.
"'g/pe-nis
2
PancPeran
Pemangku Kepentingan KBC
MA~R
a~H
Pengawas Madrasah
Auditor Program & Nilai
Melakukan pemantauan untuk memastikan kegiatan ekstrakurikuler berjalan sesuai dengan nilai-nilai KBC dan jauh dari praktik yang kontraproduktif.
Pengembang Kapasitas Pembina
Menyelenggarakan atau merekomendasikan pelatihan bagi para pembina ekstrakurikuler tentang metode mentoring dan coaching yang menumbuhkan karakter.
Pengawas Madrasah
Standardisasi Asesmen Karakter
Membantu madrasah mengembangkan dan menerapkan rubrik asesmen sikap yang terstandar untuk berbagai jenis ekstrakurikuler
lnisiator Kolaborasi Antar-Madrasah
Mendorong adanya kegiatan atau kompetisi persahabatan antar-madrasah yang menekankan nilai kolaborasi dan ukhuwah.
Pengawas Kesejahteraan Murid
Memastikan bahwa intensitas dan tuntutan kegiatan ekstrakurikuler tidak mengorbankan kesehatan fisik dan mental murid.
33,5r~ls
2
(»
PancaPeran'eT
Pemangku Kepentingan
E;
irS.--
7
fa~asi
s
KBC
Orang Tua
Pendukung Utama
Memberikan dukungan moral dan fasilitas kepada anak untuk ekstrakurikuler sesuai minat dan bakatnya.
mengikuti
Penghubung Nilai: Mendiskusikan nilai-nilai yang anak pelajari dari
kegiatan ekstrakurikulernya (misalnya, kesabaran dalam berlatih, pentingnya kerjasama tim).
Orang Tua
Penjaga Komitmen & Disiplin
Membantu anak untuk bertanggung jawab dan disiplin terhadap jadwal dan tugas dalam kegiatan ekstrakurikuler sebagai wujud cinta diri.
Suporter yang Beretika
Menjadi penonton atau pendukung yang baik saat anak tampil atau bertanding, dengan menunjukkan sikap sportif dan menghargai semua pihak.
Mitra Pembina
Menjalin komunikasi yang baik dengan pembina ekstrakurikuler untuk memantau perkembangan anak secara bersama-sama.
53>
MADRASAH
CONTOH FORMAT SUPERVISI EKSTRAKURIKULER
Untuk Pengawas Madrasah
Madrasah
Nama Kepala Madrasah
Keterkaitan
dengan 8
Dimensi Profil
Lulusan
( Kolaboratif
2 Kreatif
Temuan /
Catatan
Pengawas
Komponen
Supervisi
Indikator Penilaian / Aspek yang
Diamati
Integrasi Nilai Panca
Cinta KBC
09 Cinta Diri & Sesama
Manusia
99 Cinta Lingkungan
Rekomendasi / Tindak Lanjut
No.
Materi Pokok
Cinta Diri & Sesama Manusia:
1
Perencanaan
Kegiatan
Ekstrakurikuler
a.
Kegiatan sesuai minat dan bakat
siswa
Mendukung penguatan karakter dan
pencapaian Dimensi Profil Lulusan Ada kolaborasi denqan masyarakat Guru pembina memfasilitasi pembelajaran bermakna
Kegiatan menumbuhkan kepemimpinan dan kepedulian sosial Ada dokumentasi kegiatan
Menghargai diri dan orang lain
Membangun kerja sama dan empati
sosial
Disiplin dan tanqqunq jawab pribadi
✓
✓
b.
v
c.
a.
99 Cinta Allah & Rasul
99 Cinta Tanah Air
3) Kemandirian
@ Kreativitas
2
Pelaksanaan
Kegiatan
Ekstrakurikuler
Cinta Tanah Air:
Nasionalisme dan tanggung jawab
sosial
Kepedulian lingkungan bangsa
Gotong royong dan semangat persatuan
Integrasi Nilai Cinta:
Penilaian proses dan hasil berbasis nilai
Evaluasi karakter dan kolaborasi
Refleksi diri dan kesadaran sosial
✓
b.
✓
✓
c.
0 Cinta Ilmu
99 Cinta Lingkungan
5) Kemandirian
3
Evaluasi
Ekstrakurikuler
a.
b.
Ada rubrik kompetensi & karakter
Penilaian dilakukan secara formatif
dan reflektif
Laporan hasil kegiatan dibuat
terstruktur
✓
c.
09 Cinta Tanah Air
09 Cinta Sesama
Dampak
Terhadap Profil
Lulusan
a.
Murid menunjukkan perubahan sikap (8)
dan karakter
Ada keterkaitan antar-dimensi
Diperkuat melalui kegiatan rutin sekolah
Kewargaan
Integrasi Panca Cinta:
- Cinta Allah & Rasul
- Cinta Ilmu
- Cinta Lingkungan
- Cinta Diri & Sesama Manusia
- Cinta Tanah Air
Penguatan KBC:
✓ Refleksi praktik baik (best practice)
✓ Integrasi nilai cinta dalam pembinaan guru
✓ Kolaborasi berkelaniutan lintas keaiatan
4
✓
b.
c.
Pembinaan
Guru Pembina
a.
Pengawas memberi masukan untuk
peningkatan mutu
Tersedia forum refleksi dan sharing best practice
Ada tindak laniut pembimbinaan
Semua dimensi
Semua aspek Panca Cinta
5
b.
c.
>
MADRASAH
;
'
%
--
r
,
I
I
I
I
I
-- ---- -
-
.
KASI+
TERI
-•
t
•
Ai
4
4;
\
'
E.
j
I
p
l
~
•
fl
;
?
'