1 of 37

BAB 5 �ZAT ADITIF DAN ZAT ADIKTIF

2 of 37

3 of 37

A. ZAT ADITIF

  • Zat Aditif atau bahan tambahan makanan adalah bahan yang ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan dalam jumlah kecil, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas makanan.
  • Penambahan zat aditif dalam makanan berdasarkan pertimbangan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan.

4 of 37

FUNGSI ZAT ADITIF

  • Zat aditif ditambahkan pada makanan dengan tujuan;
  • Mempertahankan nilai gizi makanan karena selama proses pengolahan makanan, ada zat gizi yang rusakatauhilang.
  • Agar makanan lebih menarik.
  • Agar mutudan kestabilan makanan tetap terjaga.
  • Konsumsi sebagian orang tertentu yang memerlukan diet.
  • Agar makanan lebih tahan lama disimpan.

5 of 37

MACAM-MACAM ZAT ADITIF

  • Zat aditif alami

Zat aditif alami merupakan zat tambahan dalam makanan yang dapat diperoleh dari alam, tanpa dibuat atau disintetis terlebih dahulu, seperti daun salam, daun pandan, kunyit, jahe, gula aren, dan asam

  • Zat aditif buatan

Zat aditif buatan merupakan zat tambahan makanan yang diperoleh dari sintesis (pembuatan), baik di laboratorium maupun industri, dari bahan-bahan kimia yang sifatnya hampir sama dengan bahan alami yang sejenis.

6 of 37

  • Berdasarkan fungsinya, baik alami maupun sintetik, zat aditif dapat dikelompokkan sebagai zat pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap rasa. Zat aditif dalam produk makanan biasanya dicantumkan pada kemasannya,

7 of 37

1) ZAT PEWARNA

Penambahan bahan pewarna pada makanan bertujuan untuk memberi penampilan tertentu atau warna yang menarik

  1. Pewarna Alami

Pewarna alami dibuat dari ekstrak bagian-bagian tumbuhan tertentu. Contoh : warna kuning dari kunyit, jingga dari wortel, hijau dari daun suji/pandan, merah dari mawar, coklat dari kakao.

Kelebihan: lebih sehat karena dari bahan alami.

Kekurangannya: memberi rasa dan aroma khas, warna mudah rusak akibat pemanasan, warna kurang kuat (pucat), macam warna yang terbatas.

  1. Pewarna Buatan

Kelebihan : banyak pilihan warna, praktis dalam penggunaan, mudah disimpan, warna lebih kuat, tidak mudah rusak karena pemanasan.

Kekurangan: tidak semua zat pewarna cocok untuk makanan dan minuman

8 of 37

JENIS PEWARNA BUATAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

  • Tartrazine (E102 atau Yellow 5), merupakan pewarna kuning yang banyak digunakan dalam makanan dan obat-obatan.
  • Sunset yellow (E110, Orange Yellow S atau Yellow 6), adalah pewarna yang dapat ditemukan dalam makanan seperti jus jeruk, es krim, ikan kalengan, keju, jeli, minuman soda dan banyak obat-obatan.
  • Ponceau 4R (E124 atau SX Purple), adalah pewarna merah hati yang digunakan dalam berbagai produk, termasuk selai, kue, agar-agar, dan minuman ringan.
  • Allura Red (E129), merupakan pewarna sintetis merah jingga yang banyak digunakan pada permen dan minuman. Allura Red sudah dilarang di banyak negara lain, termasuk Belgia, Perancis, Jerman, Swedia, Austria, dan Norwegia.
  • Quinoline Yellow (E104), pewarna makanan kuning ini digunakan dalam produk seperti es krim dan minuman energi.
  • Rhodamin B, berbentuk kristal hijau atau serbuk ungu kemerah-merahan, sangat mudah larut dalam air juga larut dalam alkohol, HCl, dan NaOH. Rhodamin B ini biasanya dipakai dalam pewarna kertas, di dalam laboratorium digunakan sebagai pereaksi untuk identifikasi Pb, Bi, Co, Au, Mg, dan Th. Rhodamin B sampai sekarang masih banyak digunakan untuk mewarnai berbagai jenis makanan dan minuman (terutama untuk golongan ekonomi lemah), seperti kue-kue basah, saus, sirup, kerupuk, dan lain-lain.

9 of 37

PERBEDAAN ZAT PEWARNA ALAMI DAN BUATAN

No

Pewarna alami

Pewarna buatan

1

Lebih aman dikonsumsi.

Kadang-kadang memiliki efek negatif tertentu.

2

Warna yang dihasilkan kurang stabil, mudah berubah oleh pengaruh tingkat keasaman tertentu.

Dapat mengembalikan warna asli, kestabilan warna lebih tinggi, tahan lama, dan dapat melindungi vitamin atau zat-zat makanan lain yang peka terhadap cahaya selama penyimpanan.

3

Untuk mendapatkan warna yang bagus diperlukan bahan pewarna dalam jumlah banyak.

Praktis dan ekonomis

4

Keanekaragaman warnanya terbatas

Warna yang dihasilkan lebih beraneka ragam.

5

Tingkat keseragaman warna kurang baik

Keseragaman warna lebih baik.

6

Kadang-kadang memberi rasa dan aroma yang agak mengganggu.

Biasanya tidak menghasilkan rasa dan aroma yang mengganggu.

10 of 37

EFEK SAMPING ZAT PEWARNA

  • Tartrazine (E102 atau Yellow 5), selain berpotensi meningkatkan hiperaktivitas anak, pada sekitar 1-10 dari sepuluh ribu orang, tartrazine menimbulkan efek samping langsung seperti urtikaria (ruam kulit), rinitis (hidung meler), asma, purpura (kulit lebam), dan anafilaksis sistemik (shock). Intoleransi ini tampaknya lebih umum pada penderita asma atau orang yang sensitif terhadap aspirin.
  • Sunset Yellow (E110, Orange Yellow S atau Yellow 6), untuk sekelompok kecil individu, konsumsi pewarna aditif ini dapat menimbulkan urtikaria, rinitis, alergi, hiperaktivitas, sakit perut, mual, dan muntah. Dalam beberapa penelitian ilmiah, zat ini telah dihubungkan dengan peningkatan kejadian tumor pada hewan dan kerusakan kromosom, namun kadar konsumsi zat ini dalam studi tersebut jauh lebih tinggi dari yang dikonsumsi manusia. Kajian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak menemukan bukti insiden tumor meningkat baik dalam jangka pendek dan jangka panjang karena konsumsi Sunset Yellow.
  • Ponceau 4R (E124 atau SX Purple), selain berpotensi memicu hiperaktivitas pada anak, Ponceau 4R dianggap karsinogenik (penyebab kanker) di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Norwegia, dan Finlandia. US Food and Drug Administration (FDA) sejak tahun 2000 telah menyita permen dan makanan buatan Cina yang mengandung Ponceau 4R. pewarna aditif ini juga dapat meningkatkan serapan aluminium sehingga melebihi batas toleransi.
  • Allura Red (E129), sebuah studi menunjukkan bahwa reaksi hipersensitivitas terjadi pada 15% orang yang mengkonsumsi Allura Red. Dalam studi itu, 52 peserta yang telah menderita gatal-gatal atau ruam kulit selama empat minggu atau lebih diikutkan dalam program diet yang sama sekali tidak mengandung Allura Red dan makanan lain yang diketahui dapat menyebabkan ruam atau gatal-gatal. Setelah tiga minggu tidak ada gejala, para peserta kembali diberi makanan yang mengandung Allura Red dan dimonitor. Dari pengujian itu, 15% kembali menunjukkan gejala ruam atau gatal-gatal.
  • Quinoline Yellow (E104), zat ini sudah dilarang di banyak negara termasuk Australia, Amerika, Jepang, dan Norwegia karena dianggap meningkatkan resiko hiperaktivitas dan serangan asma.
  • Rhodamine B, tanda-tanda dan gejala akut bila terpapar Rhodamine B antara lain jika terhirup dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan, jika terkena kulit dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Jika terkena mata dapat menimbulkan iritasi pada mata, mata kemerahan, udem pada kelopak mata dan jika tertelan dapat menimbulkan gejala keracunan dan air seni berwarna merah atau merah muda. Dalam jangka panjang akan terjadi kerusakan organ hati dan ginjal, hingga menyebabkan kanker.

11 of 37

2) ZAT PEMANIS

  • Pemanis alami dapat diperoleh dari tumbuhan, seperti kelapa, tebu, dan aren.
  • Selain itu, zat pemanis alami dapat pula diperoleh dari buah buahan dan madu.
  • Zat pemanis alami berfungsi juga sebagai sumber energi.
  • Jika kita mengonsumsi pemanis alami secara berlebihan, kita akan mengalami risiko kegemukan.
  • Orang-orang yang sudah gemuk badannya sebaiknya menghindari makanan atau minuman yang mengandung pemanis alami terlalu tinggi.

12 of 37

ZAT PEMANIS BUATAN ATAU SINTETIK

  • Sakarin
  • Siklamat
  • Aspartam
  • Neotam
  • Xylitol

13 of 37

PERBEDAAN PEMANIS ALAMI DAN BUATAN

No.

Pemanis Alami

Pemanis Buatan

1

Pada suhu tinggi bisa terurai

Cukup stabil bila dipanaskan

2

Memiliki kalori tinggi

Memiliki kalori rendah

3

Berasa manis normal

Memiliki manis sampai puluhan bahkan ratusan kali rasa manis gula

4

Harga cenderung lebih mahal

Harganya sangat terjangkau

5

Lebih aman dikonsumsi

Bersifat karsinogen

14 of 37

EFEK SAMPING PEMANIS

  • Sakarin

sakarin dapat menyebabkan kanker kandung kemih dan migrain, kehilangan daya ingat insomnia, asma, hipertensi, diare, sakit perut, alergi, impotensi dang gangguan seksual, kebotakan, kanker otak

  • Siklamat

Siklamat memunculkan banyak gangguan bagi kesehatan, di antaranya tremor, migrain dan sakit kepala, kehilangan daya ingat, bingung, insomnia, iritasi, asma, hipertensi, diare, sakit perut, alergi, impotensi dan gangguan seksual, kebotakan, kanker otak, dan kanker kandung kemih.

  • Aspartam

Seperti zat-zat kimia lainnya, aspartame tetap memiliki efek sampingnya. Aspartame mempunyai banyak efek samping yang dapat menumbulkan reaksi yang serius, bahkan dapat menyebabkan kematian. efek samping yang mungkin bisa dibilang sangat berbahaya hanya akan timbul jika terlalu banyak mengonsumsi aspartame dan ada kelainan pada tubuh yang mempengaruhi antibodi. efek samping yang dapat ditimbulkan oleh aspartame, seperti : gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, masalah jantung, mual-mual, kebal, pegal-pegal, bertambahnya berat badan, bintik-bintik pada kulit, kelelelahan, insomnia, sulit bernapas, bicara tidak jelas, rasa nyeri ketika menelan makanan, diare, sulit tidur, dan gangguan indera perasa. Selain itu, aspartame juga dapat menyebabkan masalah psikologis seperti depresi, gelisah, perubahan tingkah laku, phobia, dan berkurangnya daya ingat. Penyakit kronis yang dapat disebabkan oleh penggunaan aspartame yang berlebihan antara lain : tumor pada otak, multiple sklerosis, epilepsi, sindrom kelelahan kronis, parkinson, lupus, alzheimer, cacat mental, limfoma, kelainan pada kelahiran anak, dan bahkan diabetes, yang merupakan penyakit yang ingin dihindari oleh orang-orang yang banyak mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung aspartame.

  • Neotam

Neotam dapat dimetabolisis oleh tubuh dan secara sempurna akan dikeluarkan melalui air kencing atau tinja, sehingga tidak terakumulasi dalam tubuh.

  • Xylitol

konsumsi pemanis ini dalam jumlah besar akan sama dengan efek obat cuci perut. Hal ini karena, tubuh tidak mampu untuk memecah senyawa karbohidrat ini sepenuhnya.

15 of 37

3) ZAT PENYEDAP

  • Zat Penyedap adalah bahan tambahan makanan yang ditambahkan untuk menguatkan cita rasa makanan atau minuman dan juga pemberi aroma untuk meningkatkan daya tarik dan selera makan
  • Penggunaan penyedap bertujuan untuk :
  • Meningkatkan cita rasa makanan dan minuman;
  • Menambah rasa, aroma dan kelezatan makanan dan minuman;
  • Mengembalikan cita rasa makanan dan minuman yang mungkin hilang pada saat pengolahan;
  • Memberikan cita rasa baru yang berbeda dengan cita rasa asli makanan dan minuman

16 of 37

PENYEDAP ALAMI

  • Penyedap alami berasal dari bahan-bahan alami seperti rempah-rempah. Di Indonesia terdapat begitu banyak ragam rempah-rempah yang dipakai untuk meningkatkan cita rasa makanan. Penyedap alami tersebut, antara lain : bawang putih, jahe, lengkuas, daun salam, daun sereh, cengkeh, pala, laos, kunyit, merica, ketumbar, kayu manis, garam dapur, udang, dan teri.

17 of 37

PENYEDAP BUATAN

Zat penyedap pemberi aroma hasil sintesis :

  • oktil asetat, makanan akan terasa dan beraroma seperti buah jeruk jika dicampur dengan zat penyedap ini;
  • etil butirat, akan memberikan rasa dan aroma seperti buah nanas pada  makanan;
  • amil asetat, akan memberikan rasa dan aroma seperti buah pisang;
  • amil valerat, jika makanan diberi zat penyedap ini maka akan terasa dan beraroma seperti buah  apel.

18 of 37

4)  PENGAWET

  • Pengawet adalah zat-zat yang sengaja ditambahkan pada bahan makanan dan minuman agar makanan dan minuman tersebut tetap segar, bau dan rasanya tidak berubah, atau melindungi makanan dari kerusakan akibat membusuk atau terkena bakteri/jamur.

19 of 37

PENGAWET ALAMI

  • Gula 🡪 manisan, selai, dan dodol.
  • Garam 🡪 ikan asin dan telur asin
  • Bawang putih 🡪 daging atau ikan bisa bertahan 20 hari
  • Cuka apel 🡪 warna sayuran dan buah akan tahan lama
  • Kluwak 🡪 mengawetkan ikan
  • Daun gambir 🡪 mengawetkan telor asin

20 of 37

PENGAWET BUATAN

  • Selain pengawet yang aman untuk dikonsumsi, juga terdapat pengawet yang tidak boleh dipergunakan untuk mengawetkan makanan.
  • Zat pengawet yang dimaksud, di antaranya formalin yang biasa dipakai untuk mengawetkan benda-benda, seperti mayat atau binatang yang sudah mati.
  • Pemakaian pengawet formalin untuk mengawetkan makanan, seperti bakso, ikan asin, tahu, dan makanan jenis lainnya dapat menimbulkan risiko kesehatan.
  • Selain formalin, ada juga pengawet yang tidak boleh dipergunakan untuk mengawetkan makanan yaitu boraks.
  • Pengawet ini bersifat desinfektan atau efektif dalam menghambat pertumbuhan mikroba penyebab membusuknya makanan serta dapat memperbaiki tekstur makanan sehingga lebih kenyal.
  • Boraks hanya boleh dipergunakan untuk industri nonpangan, seperti dalam pembuatan gelas, industri kertas.

21 of 37

B. ZAT ADIKTIF

  • Zat Adiktif bukan narkotika dan psikotropika
  • ALKOHOL
  • ROKOK
  • INHALANSIA ATAU SOLVEN

  • Narkotika
  • Narkotika Golongan I : heroin/putauw, kokain, ganja
  • Narkotika Golongan II : morfin, petidin
  • Narkotika Golongan III : kodein

  • Psikotropika
  • Psikotropika golongan I : ekstasi, shabu, LSD
  • Psikotropika golongan II : amfetamin, metilfenidat atau ritalin
  • Psikotropika golongan III : pentobarbital, Flunitrazepam
  • Psikotropika golongan IV : diazepam, bromazepam, Fenobarbital, klonazepam, klordiazepoxide, nitrazepam, seperti pil BK, pil Koplo, Rohip,morfin, barbiturat dan Dum, MG

22 of 37

ALKOHOL

  • Alkohol diperoleh dari proses peragian (fermentasi) sejumlah bahan, seperti beras ketan, singkong, dan perasan anggur.
  • Salah satu kegunaan alkohol adalah untuk mensterilkan berbagai peralatan di bidang kedokteran.
  • Alkohol yang terkandung dalam minuman dapat berasal dari fermentasi bahan minuman itu sendiri ataupun sengaja ditambahkan dalam minuman olahan.
  • Semua jenis minuman yang mengandung etilalkohol atau etanol disebut minuman beralkohol atau minuman keras. Contohnya wiski, vodka, gin, bir, saguer, tuak, brem, arak dan ciu.
  • Tanda-tanda gejala pemakaian alkohol yaitu gembira, pengendalian diri turun, dan muka kemerahan.
  • Jika sudah kecanduan minuman beralkohol, kemudian dihentikan maka akan timbul gejala gemetar, muntah, kejang-kejang, sukar tidur, dan gangguan jiwa.
  • Jika overdosis akan timbul gejala perasaan gelisah, tingkah laku menjadi kacau, kendali turun, dan banyak bicara sendiri.

23 of 37

ROKOK

Kandungan rokok

  • Nikotin
  • Karbonmonoksida
  • TAR

24 of 37

INHALANSIA ATAU SOLVEN

  • Inhalansia adalah zat yang dihirup sedangkan solven adalah zat pelarut yang mudah menguap.
  • Keduanya merupakan senyawa organik yang sering digunakan untuk berbagai keperluan industri, bengkel, dan rumah tangga seperti misalnya, tiner, pembersih kuku (aseton), berbagai jenis lem, aerosol, bensin, dan bensin.
  • Zat ini banyak disalahgunakan dengan cara dihirup.

25 of 37

GANJA

  • Ganja atau mariyuana merupakan zat adiktif narkoba dari golongan kanabionoid.
  • Ganja terbuat dari daun, bunga, biji, dan ranting muda tanaman mariyuana (Cannabis sativa) yang sudah kering.
  • Kandungan zat kimia delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) di dalam daun ganja dalam dosis tertentu dipercaya dapat memengaruhi perasaan, penglihatan, dan pendengaran.
  • Ganja dipakai dalam bentuk rokok lintingan, campuran tembakau, dan damar ganja.
  • Ganja dapat dimanfaatkan untuk bahan obat penenang dan penghilang rasa sakit.
  • Tanda-tanda penyalahgunaan ganja, yaitu gembira dan tertawa tanpa sebab, santai dan lemah, banyak bicara sendiri, pengendalian diri menurun, menguap atau mengantuk, tetapi susah tidur, dan mata merah, serta tidak tahan terhadap cahaya.
  • Tanda-tanda gejala putus obat (ganja), yaitu sukar tidur, hiperaktif, dan hilangnya nafsu makan.
  • Tanda-tanda gejala overdosis, yaitu ketakutan, daya pikir menurun, denyut nadi tidak teratur, napas tidak teratur, dan mendapat gangguan jiwa.

26 of 37

KOKAIN

  • Kokain termasuk ke dalam salah satu jenis dari narkotika.
  • Kokain diperoleh dari hasil ekstraksi daun tanaman koka (Erythroxylum coca) yang banyak tumbuh di Pegunungan Andes, Amerika Selatan.
  • Zat ini dapat dipakai sebagai anaestetik (pembius) dan memiliki efek merangsang jaringan otak bagian sentral.
  • Pemakaian zat ini menjadikan pemakainya suka bicara, gembira yang meningkat menjadi gaduh dan gelisah, detak jantung bertambah, demam, perut nyeri, mual, dan muntah.
  • Seperti halnya narkotika jenis lain, pemakaian kokain dengan dosis tertentu dapat mengakibatkan kematian.

27 of 37

SEDATIVA – HIPNOTIKA

  • Beberapa macam obat dalam dunia kedokteran, seperti pil BK dan magadon digunakan sebagai zat penenang (sedativa-hipnotika).
  • Pemakaian sedativa-hipnotika dalam dosis kecil dapat menenangkan, sedangkan dalam dosis besar dapat membuat orang yang memakannya tertidur.
  • Gejala akibat pemakaiannya adalah mula-mula gelisah, mengamuk lalu mengantuk, malas, daya pikir menurun, bicara dan tindakan lambat.
  • Jika pemakaiannya overdosis maka akan timbul gejala gelisah, kendali diri turun, banyak bicara, tetapi tidak jelas, sempoyongan, suka bertengkar, napas lambat, kesadaran turun, pingsan, dan jika pemakaiannya melebihi dosis tertentu dapat menimbulkan kematian.

28 of 37

OPIUM

  • Opium merupakan narkotika dari golongan opioida, dikenal juga dengan sebutan candu, morfin, heroin, dan putau.
  • Opium diambil dari getah buah mentah Pavaper sommiverum.
  • Opium mengandung lebih dari dua puluh senyawa.

29 of 37

SENYAWA ALKALOID DALAM OPIUM:

  • Morfin merupakan zat aktif (narkotika) yang diperoleh dari candu melalui pengolahan secara kimia. Umumnya candu mengandung 10% morfin. Cara pemakaiannya disuntik di bawah kulit, ke dalam otot atau pembuluh darah (intravena). Morfin rasanya pahit, berbentuk tepung halus berwarna putih atau dalam bentuk cairan berwarna. Pemakaiannya dengan cara dihisap dan disuntikkan.
  • Heroin adalah senyawa turunan (hasil sintesis) dari morfin yang dikenal dengan sebutan putau. Heroin biasanya berbentuk serbuk putih dan pahit rasanya. Heroin dapat menimbulkan rasa kantuk, halusinasi, dan euphoria.
  • Kodein merupakan senyawa turunan dari morfin, tetapi memiliki kemampuan menghilangkan nyeri lebih lemah, demikian pula efek kecanduannya (adiksinya) lebih lemah. Kodein biasa dipakai dalam obat batuk dan obat penghilang rasa nyeri.

30 of 37

JENIS-JENIS PSIKOTROPIKA

LSD (Lysergic Acid Diethylamide) 🡪 menimbulkan halusinasi

1

Barbiturat 🡪 menenangkan orang dan obat tidur

2

Amphetamin 🡪 menambah percaya diri ex. Extasi dan shabu

3

31 of 37

HASIL SINTESIS DARI AMFETAMIN

  • Ekstasi adalah salah satu obat bius yang di buat secara ilegal di sebuah laboratorium dalam bentuk tablet atau kapsul. Ekstasi dapat membuat tubuh si pemakai memiliki energi yang lebih dan juga bisa mengalami dehidrasi yang tinggi.
  • Sabu-sabu memiliki nama asli methamphetamine. Berbentuk kristal seperti gula atau bumbu penyedap masakan. Obat ini juga mempunyai pengaruh yang kuat terhadap syaraf. Si pemakai shabu-shabu akan selalu bergantung pada obat bius itu dan akan terus berlangsung lama, bahkan bisa mengalami sakit jantung atau bahkan kematian.

32 of 37

E. PENDIDIKAN PENCEGAHAN NAPZA BAGI ANAK REMAJA

  • Pendidikan pencegahan penyalahgunaan narkoba merupakan bagian dari pendidikan umum, sebagai upaya jangka panjang untuk membina generasi muda.
  • Pendidikan pencegahan adalah pendidikan yang ditujukan kepada sekelompok individu atau kelompok masayarakat umumnya anak dan remaja yang mempunyai risiko tinggi untuk mencegah, mengurangi, dan menghentikan pemakaian narkoba.
  • Pendidikan pencegahan adalah upaya jangka panjang. Upaya itu perlu dilakukan sedini mungkin, mulai dari anak SD hingga SMA, bahkan usia balitapun perlu mendapatkan pendidikan ini.
  • Upaya pencegahan diri dari bahaya narkoba di antaranya yaitu mengenal dan menilai diri sendiri, meningkatkan harga diri, meningkatkan rasa percaya diri, terampil mengatasi masalah dan keputusan, memilih pergaulan yang baik, dan terampil menolak tawaran narkoba.

33 of 37

UJI KOMPETENSI

1. Bahan pewarna yang disarankan untuk dipakai dalam produk makanan dan minuman adalah ....

A. pewarna buatan karena pewarna buatan lebih mudah dibeli di toko

B. pewarna alami karena lebih mudah diperoleh dibandingkan pewarna buatan

C. pewarna alami karena tidak memiliki efek samping dalam penggunaan dengan skala besar

D. pewarna buatan karena tidak akan menimbulkan penyakit apapun meski dipakai dalam jumlah banyak

2. Berikut ini yang tidak termasuk bahan pewarna alami adalah ....

A. kunyit

B. kakao

C. daun suji

D. tartrazine

3. Pemanis buatan yang tidak mengandung kalori dianjurkan untuk dikonsumsi para penderita penyakit tertentu yang ingin menikmati rasa manis secara aman. Penyakit tersebut adalah ....

A. kanker

B. diabetes mellitus

C. diabetes insipidus

D. ekanan darah tinggi

34 of 37

4. Pengawet digunakan dalam pembuatan bahan makanan, karena ....

A. mempermudah dalam pengemasan untuk pendistribusian

B. mencegah reaksi kimia tertentu pada bahan makanan

C. membantu proses penumbuhan berbagai mikroorganisme pada bahan makanan

D. mencegah makanan dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu

5. Monosodium glutamat (MSG) memiliki rasa yang khas dan dapat membuat makanan menjadi lebih sedap, namun penggunaan MSG harus dibatasi. Bahan campuran yang dapat digunakan untuk menggantikan MSG adalah ....

A. gula dan asam

B. garam dan asam

C. gula dan garam

D. garam dan serbuk lada

6. Ikan adalah salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan protein tinggi. Tetapi, ikan mudah sekali busuk jika tidak segera diolah. Berikut ini cara pengawetan ikan yang tepat adalah ....

A. pengeringan, pembekuan, dan penambahan gula

B. pendinginan, pengasapan, dan penambahan enzim

C. pendinginan, pengalengan, dan penambahan garam

D. pengalengan, pengeringan, dan penambahan enzim

35 of 37

7. Beberapa zat adiktif dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf pusat atau fungsi organ tubuh lainnya, seperti meningkatkan denyut jantung. Zat adiktif yang memiliki sifat tersebut termasuk dalam kelompok ....

A. sedatif C. hipnotik

B. stimulan D. halusinogen

8. LSA (Lysergic acid amide) dan LSD (Lysergic acid diethylamide) merupakan obat psikotropika yang dapat memberikan efek khayal seperti mendengar atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak nyata atau disebut dengan ....

A. rileks

B. euforia

C. Halusinasi

D. halusinogen

9. Zat psiko-aktif yang secara alami terdapat dalam kopi adalah ....

A. tar

B. kafein

C. nikotin

  1. Kokain

10. Jika kamu mendapati seseorang yang terkena psikotropika, yang dapat kamu sarankan kepada orang-orang di sekitarnya adalah ....

A. meminta untuk mengurangi dosis penggunaan psikotropika sesuai keinginan dirinya sendiri

B. meminta mengantarkannya ke rumah sakit tertentu untuk mendapat terapi penghentian penggunaan psikotropika

C. meminta untuk menggunakan bahan lain identik narkoba tapi tidak berbahaya, sehingga rasa sakit akibat kecanduan akan hilang

D. meminta membantu mengatasinya dengan menahan diri dari menggunakan bahan tersebut meskipun ada rasa sakit yang berlebihan

36 of 37

ESSAY

  1. Sebutkan 5 jenis zat aditif yang biasa ditambahkan pada makanan!
  2. Jelaskan apa dampak positif dan negatif dari mengonsumsi kopi!
  3. Mengapa narkotika dan psikotropika dilarang peredarannya? Jelaskan jawaban kamu!
  4. Bagaimana upaya pemerintah dalam rangka mengurangi peredaran narkoba di Indonesia?
  5. Menurut pendapatmu, bagaimana caranya agar seseorang dapat berhenti dari menggunakan narkoba, padahal gejala kecanduan narkoba sangat menyakitkan?

37 of 37

SEKIAN