1 of 36

Olivier Maron Sahetapy, drg., Sp.BMM

MANAJEMEN INFEKSI PADA PROSEDUR BEDAH MULUT

PROTOKOL PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN TERBARU

DENTAL NUSANTARA

2 of 36

Dalam lingkungan perawatan gigi, pencegahan dan pengendalian infeksi bertujuan untuk meminimalkan infeksi silang antara praktisi perawatan gigi dan pasien. Khususnya dalam lingkungan perawatan gigi, praktisi sering terpapar sehubungan kontak dengan pasien, darah dan cairan tubuh.

penggunaan instrumen tajam secara signifikan meningkatkan risiko paparan infeksi, dan karena perawatan gigi adalah jenis rawat jalan, perawatan invasif, kontrol yang efektif untuk infeksi yang diturunkan dari pasien rawat jalan sangat penting.

Pengendalian Infeksi

HELLO!

3 of 36

4 of 36

PENGENDALIAN INFEKSI

RANTAI INFEKSI

5 of 36

MANAJEMEN INFEKSI PADA BEDAH MULUT

Salah satu masalah yang kompleks di bidang kedokteran gigi ialah penatalaksanaan infeksi oromaksilofasial. Infeksi ini berkisar dari derajat rendah sampai derajat tinggi, dan dapat mengancam nyawa

Infeksi odontogenik pada regio maksilofasial sampai saat ini nasih menduduki peringkat atas di antara kelainan-kelainan pada regio tersebut Sebagai seorang dokter gigi, kasus-kasus infeksi merupakan kasus sehari-hari yang ditemui, baik infeksi ringan sampai infeksi serius yang dapat berakibat fatal

6 of 36

7 of 36

SKEMA PENYEBARAN INFEKSI OROMAKSILOFASIAL

Mikoorganisme yang tersering dijumpai pada infeksi oromaksilofasial ialab bakteri gam positif aerob (cocci), gram positif anaerob (coccr, seta gram negatif anaerob (,'odr)

Lokasi infeki pada gigi tertentu ditentukan oleh dua faktor utama, yaitu ketebalan tulang ydrg menutupi apeks gigi dan hubmgan dari rempat tulang yang mengalami perfomsi d€ngan perlekatan otot pada maksila dan ma ib la

8 of 36

PROTOKOL MANAJEMEN INFEKSI OROMAKSILOFASIAL

ANAMNESA

PEMERIKSAAN KLINIS

PEMERIKSAAN RADIOLOGI

DURASI, NYERI, RIWAYAT PENYAKIT DLL

EKSTRA ORAL, INTRA ORAL, VITAL SIGN

PANORAMIK, PERIAPIKAL, CT-SCAN

PEMERIKSAAN LABORATORIS

DARAH LENGKAP, GDA, SERUM ELEKTROLIT, ALBUMIN , KULTUR DARAH DAN PUS

9 of 36

PENATALAKSANAAN INFEKSI OROMAKSILOFASIAL

01

02

MEDIKAMENTOSA

PEMBEDAHAN

PERAWATAN GIGI PENYEBAB

Pemberian antibiotik yang efektif pada infeksi oromaksilofasial seperti penisilin, eritromisin klindmisin, Cefadroxil, tetrasiklina. Perlu juga diberikan rerapisuponil seperti penberian roborantia dan makanan yang tinggi kalod dan tinggi protein untuk meningkatkan daya tahan tubu

. Pengeluaran pus dengan cara insisi dan drainase, merupakan tindakan yang sangat penting dalam perawatan abses oromaksilofasial. hal ini dapat mengurangi rasa sakit dan mempercepat proses penyembulan. Insisi dapat dilakukan bila pus telah terlokalisir di daerah permukaan, sudah ada fluktuasi

Gigi penyebab perlu dilakukan ekstraksi bila tidak munekin lagi dirawat secara endodonsia. Ekstraksi gigi dilakukan setelah tanda tanda infeksi reda, karena bila dilakukan pada saat fase akut, maka dikhawatirkan akan terjadi penyebaran infeksi, selain itu anestesi lokal menjadi kurang efektif

03

10 of 36

ANTIBIOTIK

Agen antimikroba yang melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri (Katzung, 2007).

“Antibiotik bukan perupakan alternatif perawatan di bidang kedokteran gigi, antibiotik adalah terapi tambahan. Antibiotik diberikan ketika terdapat gejala klinis yang menunjukkan adanya infeksi”

BUKAN TERAPI UTAMA

11 of 36

PRINSIP PEMILIHAN ANTIBIOTIK

01

05

02

06

03

07

IDENTIFIKASI ORGANISME BAKTERI DENGAN CARA KULTUR (BAKTERI AEROB / BAKTERI ANAEROB).

MENGETAHUI RIWAYAT PENGGUNAAN OBAT DARI PASIEN UNTUK MENGANTISIPASI KEMUNGKINAN ADANYA REAKSI ALERGI.

DETERMINASI SENSITIVITAS ANTIBIOTIK.

CENDERUNG MENGGUNAKAN ANTIBIOTIK BAKTERISIDAL DARIPADA BAKTERIOSTATIK. KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN ANTIBIOTIK BAKTERISIDAL: JARANG MENIMBULKAN RESISTENSI PADA HOST

PENGGUNAAN SPESIFIK ANTIBIOTIK (NARROW SPECTRUM) UNTUK MENCEGAH ADANYA RESISTENSI ANTIBIOTIK.

MEMILIH ANTIBIOTIK YANG SUDAH TERBUKTI BERHASIL (EMPIRIS)

04

08

MENGGUNAKAN ANTIBIOTIK DENGAN TOKSISITAS MINIMAL.

MENDORONG PASIEN AGAR MENGIKUTI ATURAN PEMAKAIAN ANTIBIOTIK DAN SESUAI DENGAN KEADAAN EKONOMI PASIEN

12 of 36

MENGHAMBAT SINTESIS DINDING SEL MIKROBA

    • ex : Penicilin,Chepalosporin Carbapenem,Asatreonam
    • ex : Chloramphenicol, Tetracycline, Macrolide, Lincosamine, Sulfonamide, Tremithoprim, Fluoroquinolin

MENGHAMBAT SINTESIS PROTEIN SEL MIKROBA.

MEKANISME KERJA ANTIBIOTIK

13 of 36

ANTIBIOTIK BERDASARKAN SIFAT

14 of 36

ANTIBIOTIK BERDASARKAN SPEKTRUM

15 of 36

PEMILIHAN REGIMEN ANTIBIOTIK PADA INFEKSI ODONTOGEN

16 of 36

REAKSI ANTIBIOTIK

ERADIKASI INFEKSI

HIPERSENSITIVITAS

Terjadi 24 – 48 jam setelah pemberian, tanda – tanda yang menunjukkan adalah tanda perbaikan adanya suhu tubuh yang menurun, pembengkakan dan nyeri berkurang, serta berkurangnya trismus (bila ada).

Eradikasi infeksi biasanya dicapai pada hari ke-3, umumnya untuk mencapai efek maximal antibiotik diperpanjang hingga 5 – 7 hari.

Bila pada hari ke-2 dan ke-3 tidak ada perbaikan, pasien harus di re-evaluasi.

Waspada terhadap reaksi hipersensitivitas.

PERKEMBANGAN

MONITORING PASIEN

17 of 36

PEMILIHAN REGIMEN SINGLE-DOSE PROPILAKSIS PADA PROSEDUR KEDOKTERAN GIGI

18 of 36

KONDISI KARDIOLOGI YANG MEMBUTUHKAN ANTIBIOTIK PROPILAKSIS

19 of 36

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI TEMPAT PRAKTEK

20 of 36

PENANGANAN LIMBAH

KEBERSIHAN TANGAN

ETIKA BATUK

ALAT PELINDUNG DIRI

KEWASPADAAN

STANDAR

KEAMANAN BENDA TAJAM

21 of 36

KEWASPADAAN BERBASIS TRANSMISI

01

02

KEWASPADAAN DROPLET

KEWASPADAAN KONTAK

PASIEN YANG DIKETAHUI ATAU DIDUGA TERINFEKSI MIKROORGANISME YANG DITULARKAN DALAM JARAK PENDEK OLEH DROPLET PERNAPASAN YANG BESAR

CONTOH : SARS-COV2, INFLUENZA

PASIEN YANG MEMILIKI DRAINASE LUKA YANG TIDAK TERKONTROL ATAU SINDROM LAIN YANG MENUNJUKKAN PENINGKATAN RISIKO PENULARAN MELALUI KONTAK. PENEGAKAN KEWASPADAAN STANDAR YANG KETAT,

CONTOH : HEPATITIS B

22 of 36

ASEPSIS DAN MANAJEMEN BEDAH

TEKNIK ASEPTIK

Teknik aseptik melindungi pasien selama prosedur klinis invasif dengan menggunakan

tindakan IPC yang sedapat mungkin meminimalkan keberadaan mikroorganisme patogen.

Teknik aseptik bertujuan untuk mencegah masuknya mikroorganisme dari tangan, permukaan

dan peralatan ke tempat steril yang rentan.

23 of 36

ASEPSIS DAN MANAJEMEN BEDAH

TEKNIK ASEPTIK STANDAR

Prosedur klinis yang dikelola dengan teknik aseptik standar secara teknis sederhana

dan berdurasi pendek (kurang lebih <20 menit).

TEKNIK ASEPTIK BEDAH

Teknik aseptik bedah diperlukan ketika prosedur secara teknis rumit, dan durasinya

lebih lama. Sebuah area aseptik kritis utama dan sarung tangan steril dan penghalang

pelindung (misalnya drape) diperlukan

24 of 36

PROSEDUR OPERASI

Prinsip-prinsip teknik aseptik steril harus diterapkan pada semua prosedur pembedahan di mana pemasukan ke dalam jaringan steril dilakukan termasuk insisi ke dalam

jaringan lunak mukosa, penetrasi bedah tulang atau peninggian flap mukoperiosteal

Prosedur kebersihan tangan bedah (surgical scrub) diperlukan sebelum tugas atau prosedur aseptik. Persiapan tangan bedah mengurangi pelepasan bakteri kulit dari tangan tim bedah selama prosedur; menghilangkan flora transien dan mengurangi flora residen

25 of 36

LANGKAH-LANGKAH SEBELUM MEMULAI PERSIAPAN CUCI TANGAN BEDAH

01

02

03

JAGA AGAR KUKU TETAP PENDEK DAN PERHATIKAN SAAT MENCUCI TANGAN

JAGA AGAR KUKU TETAP PENDEK DAN PERHATIKAN SAAT MENCUCI TANGAN

LEPASKAN SEMUA PERHIASAN

04

LAKUKAN CUCI SCRUB BEDAH ATAU HANDRUB BEDAH

26 of 36

27 of 36

LINGKUNGAN UNIT LAYANAN GIGI

ZONA BERSIH

Zona bersih dari praktik gigi adalah di mana tidak ada kegiatan perawatan pasien yaitu.

ruang staf, area kantor, area tunggu dan resepsionis, area persediaan penyimpanan dan

instrumen dan peralatan yang disterilkan

ZONA TERKONTAMINASI

Di dalam area operasi gigi, zona yang terkontaminasi harus didefinisikan dengan jelas karena hal ini berimplikasi pada manajemen permukaan dan penempatan peralatan. Tujuan selama perawatan gigi adalah untuk membatasi dan menahan kontaminasi di dalam zona ini

Selama perawatan gigi, semua permukaan dan benda-benda di dalam zona yang terkontaminasi dianggap terkontaminasi. Pembersihan dan desinfeksi menyeluruh harus dilakukan termasuk permukaan yang tampaknya tidak terkontaminasi.

28 of 36

MENGELOLA LIMBAH KLINIS

Pengelolaan limbah medis dan limbah yang terkait, disebut juga dengan limbah terkontaminasi. harus sesuai dengan peraturan nasional dan institusi.

    • Gunakan kantong kuning tebal anti bocor dan wadah tajam anti bocor berlabel simbol biohazard
    • Tempatkan benda tajam (misalnya, jarum, pisau bedah, pita ortodontik, instrumen logam rusak, bur dan kartrid anestesi lokal) dalam wadah tajam yang sesuai (misalnya, wadah yang tahan tusukan, kode warna, dan wadah anti bocor), di tempat penggunaan.
    • Sampah yang ditempatkan dalam kantong dan wadah tahan tusukan tidak boleh lebih dari tiga perempat penuh.
    • Tutup wadah dengan aman atau ikat kantong dengan aman sebelum dipindahkan untuk mencegah tumpahan atau penonjolan isi selama penanganan, penyimpanan atau pengangkutan

29 of 36

GIGI YANG DICABUT DAN TUMPAHAN DARAH

Gigi yang dicabut tidak diklasifikasikan sebagai limbah biomedis dan harus ditangani secara berbeda. Gigi yang dicabut dapat dikembalikan kepada pasien tanpa pertimbangan khusus, selain pembersihan sederhana dari darah yang terlihat dan debris kotor

Jika darah tumpah, baik dari wadah atau sebagai akibat dari prosedur operasi, tumpahan harus ditangani sesegera mungkin. Darah yang tumpah harus ditutup seluruhnya dengan handuk sekali pakai, yang kemudian diolah dengan larutan natrium hipoklorit 10.000 ppm atau dengan butiran natrium dikloroisosianurat

30 of 36

IRIGASI AREA BEDAH

prosedur bedah mulut sebagai prosedur yang melibatkan sayatan, eksisi, atau refleksi jaringan yang memperlihatkan area rongga mulut yang biasanya steril. Ini termasuk prosedur seperti gingivektomi, ekstraksi molar ketiga yang impaksi, biopsi jaringan lunak, dan pembentukan kembali tulang

Gunakan hanya air steril atau saline steril saat mengairi lokasi bedah yang terbuka dan setiap kali tulang dipotong selama prosedur bedah invasif. Ini mengurangi risiko infeksi lokal atau sistemik.

31 of 36

PENANGANAN DAN PEMROSESAN ULANG INSTRUMEN

01

02

Sesuai dengan Pedoman APSIC untuk Disinfeksi dan Sterilisasi Instrumen

di Fasilitas Pelayanan Kesehatan 2017, prosedur yang tepat harus tersedia untuk

menampung, mengangkut dan menangani instrumen dan peralatan yang mungkin

terkontaminasi dengan darah atau cairan tubuh.

INSTRUMEN KRITIS

INSTRUMEN SEMI KRITIS

INSTRUMEN TIDAK KRITIS

instrumen bedah dan skaler periodontal, adalah yang

digunakan untuk menembus jaringan lunak atau tulang. Mereka memiliki risiko

terbesar dalam menularkan infeksi dan harus selalu disterilkan menggunakan panas

Instrumen (kaca mulut, kondensor amalgam dll) yang bersentuhan dengan

selaput lendir atau kulit yang tidak utuh (misalnya, kulit terbuka yang pecah-pecah,

terkikis, atau memiliki dermatitis). Barang-barang ini memiliki risiko penularan yang

lebih rendah

Instrumen (manset Tekanan darah, cone radiologi dkk) item yang hanya mengenai kulit utuh. Barang-barang

ini menimbulkan risiko penularan infeksi yang paling kecil. Jika barang-barang ini

dapat dilindungi oleh penghalang sekali pakai, hal tersebut yang biasanya disarankan.

03

32 of 36

METODE PEMBERSIHAN INSTRUMEN GIGI YANG DAPAT DIGUNAKAN KEMBALI

01

02

Peralatan pembersih otomatis (misalnya, pembersih ultrasonik, mesin cuci disinfektan)

harus digunakan untuk menghilangkan kotoran untuk meningkatkan efektivitas pembersihan

dan mengurangi paparan pekerja terhadap darah

WASHER-DISINFECTORS

PEMBERSIHAN ULTRASONIK

PEMBERSIHAN MANUAL

alternatif yang lebih baik karena proses pembersihan

dapat divalidasi dan instrumen dapat dianggap sebagai didesinfeksi pada akhir siklus

Pembersih ultrasonik dapat digunakan untuk pembersihan pra-sterilisasi. Praktik

semacam itu mengurangi kebutuhan akan pemrosesan secara manual dan meminimalkan

kemungkinan kerusakan oleh instrumen atau benda tajam yang terkontaminasi

Ini hanya boleh dilakukan jika tidak ada washer-disinfectors atau pembersih ultrasonik

yang tersedia. Pembersihan manual harus dilakukan di area tertutup, jauh dari area klinis.

Instrumen yang telah dibersihkan harus dibilas secara menyeluruh dengan air hangat

untuk menghilangkan semua bahan pembersih yang tersisa

03

33 of 36

DENTAL UNIT

01

02

WATERLINE HANDPIECE

ALAT-ALAT YANG MELEKAT

DENTAL UNIT DAN SEKITARNYA

Dijalankan dulu selama 20 – 30 detik sebelum digunakan pada pasien

Bila memungkinkan dibungkus sehingga mudah diganti atau dibersihkan minimal dengan ‘intermediate-level disinfectant’

Dibersihkan dengan Intermediate level disenfectant

03

Perlu dilakukan pengendalian pada mikroba yang menempel pada dental unit dan alat-alat yang menempel di sekitar nya

34 of 36

STERILISASI

METODE

TAHAPAN

PANAS

WASH

KIMIA

CLEANING

STERILISASI

STERILISASI

KERING / BASAH

GAS OZON, GAS FORMALDEHYDE, GAS ETHYLEN OXIDE

RADIASI

STERILIZATION

PROSES MEMBUNUH SEMUA MIKROORGANISME TERMASUK SPORA BAKTERI.

35 of 36

PENYIMPANAN BARANG YANG DISTERIL

Sterilitas barang yang dibungkus dapat dipertahankan

dengan batas waktu kecuali suatu kejadian (misalnya pembungkus yang sobek atau basah) menyebabkan kontaminasi. Instrumen dengan pembungkus yang rusak harus segera dibersihkan, dikemas ulang dan disterilkan ulang.

Penting untuk dicatat bahwa indikator fisik dan kimia tidak menjamin sterilisasi; namun, mereka membantu mendeteksi kesalahan prosedural dan malfungsi peralatan

36 of 36

KASIH

TERIMA