1 of 25

Pertemuan ke 5

2 of 25

VEKTOR�

  • Dalam ilmu mekanika, besaran yang digunakan secara garis besar dibagi atas besaran scalar dan besaran vektor.
  • Besaran skalar adalah suatu besaran yang mempunyai besar, tetapi tidak mempunyai arah, misalnya volume suatu benda dan luas bidang.
  • Contohnya : jarak, luas, isi dan waktu. Besaran vector mempunyai besar dan arah.
  • Adapun besaran vektor adalah suatu besaran yang mempunyai besar dan arah, misalnya lintasan, gaya, kecepatan, dan percepatan.
  • Contohnya : lintasan, kecepatan , percepatan dan gaya. Sebuah.
  • Suatu besaran vektor dapat dinyatakan dalam bentuk garis lurus dengan ujung berbentuk anak panah yang menunjukkan arah vektor tersebut.

3 of 25

Vektor

  • Untuk memudahkan di dalam mengGambarkan vektor, kita dapat menggunakan skala tententu.
  • Misalnya kita ingin menyatakan kecepatan 120 m/s dengan arah 60° dalam bentuk vektor P.
  • Jika kita menskalakan 30 m/s adalah 1 cm maka panjang vektor P adalah 120/30 cm atau 4 cm.
  • Kita juga dapat mengGambarkan vektor Q dengan skala yang sama, yang menunjukkan suatu kecepatan sebesar 150 m/s dengan arah 135 °.

​

​

4 of 25

Operasi penjumlahan dan pengurangan

  • juga berlaku untuk vektor. Secara umum, penjumlahan vektor disimbolkan dengan → dan pengurangan dengan symbol . Sebagai ilustrasi, perhatikan contoh berikut:

​

5 of 25

Penjumlahan dan Pengurangan dari vektor-vektor

  • Vektor-vektor A dan B dalam gambar dibawah dapat ditambahkan dengan meletakkan mereka dalam suatu cara seperti pada gambar.
  • Titik O adalah titik awal yang disebut kutub, dari kutub ini vector A dan vector B diletakkan dengan ekor dari salah satunya diletakkan pada ujung vector lainnya.
  • Jumlah dari kedua vector disebut resultante dan dalam gambar ditunjukkan dengan garis putus-putus.
  • Pada waktu meletakkan vector-vektor untuk tujuan menentukan resultantenya, besar dan arahnya yang diberikan haru s dipertahankan, tetapi urutannya meletakkan tidak akan memberikan efek terhadap resultantenya.
  • Resultante selalu berarah keluar dari kutubnya dan merupakan penutup dari suatu polygon.

6 of 25

Penggabungan dan Penguraian dari vektor-vektor

  • Penggabungan menyatakan penambahan bersama-sama dari sejumlah vector-vektor. Jumlahnya disebut resultante dan vector-vektor tersebut disebut komponen dari resultan.
  • Penguraian menyatakan pemecahan dari vector ke dalam sejumlah komponen-komponen. Setiap vector dapat diuraokan ke dalam sejumlah komponen yang tak terbatas.
  • Seringkali diinginkan untuk menguraikan sebuah vector kedalam dua komponen.
  • Jika sebuah vector diuraikan ke dalam dua komponen, tiap komponen mempunyai besar dan arah. Jika dua dari empat besarannya diketahui, dua yang lain dapat ditentukan.

7 of 25

SIFAT-SIFAT GERAKAN�Lintasan dan Kecepatan Linier

  • Lintasan suatu partikel dedefinisikan sebagai pcrubahan posisi partikel tersebut, sedangkan besar lintasan merupakan perbedaan jarak antara posisi awal dan posisi akhir partikel tcrsebut.
  • Sebagai contoh, pada Gambar 2.1 tampak titik P bergerak dari A ke B.

8 of 25

9 of 25

Lintasan dan Kecepatan Linier

10 of 25

Lintasan dan Kecepatan Linier

  • Jika jarak lintasan kecil dan mendekati nol maka vector ∆s pada titik B merupakan garis singgung lintasan pada titik B.
  • Kecepatan linier suatu titik yang bergerak pada lintasannya adalah perubahan posisi dibagi perubahan waktu yang secara matematis dinyatakan sebagai berikut:

​

​

  • Jarak lintasan s adalah fungsi dari waktu t dan kecepatan V, yang merupakan gradient lintasan AB atau garis singgung pada titik A.

​

11 of 25

Perpindahan Sudut dan Kecepatan Sudut�

  • Rotasi atau perpindahan sudut suatu titik dideflnisikan sebagai perubahan posisi titik tersebut dengan jarak yang tetap terhadap suatu titik lain.
  • Sebagai ilustrasi, kita tinjau titik A pada roda yang berputar terhadap sumbu 0.

​

12 of 25

Perpindahan Sudut dan Kecepatan Sudut

13 of 25

Perpindahan Sudut dan Kecepatan Sudut

14 of 25

Percepatan Linier dan Percepatan Sudut

  • Sebuah titik atau partikel yang bergerak lurus dapat mempunyai percepatan.
  • Percepatan linier adalah perubahan kecepatan ∆t dalam selang waktu ∆t, yang secara matematis dijabarkan sebagai berikut:

15 of 25

  • Suatu titik dapat mempunyai percepatan dalam suatu arah, apakah normal, tangensial atau kedua-duanya, terhadap jalur dari gerakannya.
  • Jika suatu titik mempunyai gerakan yang berbentuk kurva, ia akan mempunyai sebuah percepatan normal sebagai akibat dari perubahan dalam arah dari kecepatan linearnya.
  • titik yang bergerak dengan lintasan berupa kurva akan mempunyai percepatan normal sebagai akibat perubahan arah kecepatan liniernya.
  • Jika besar kecepatan liniernya berubah maka titik tersebut juga mempunyai kecepatan tangensial.
  • Pada Gambar berikut terlihat suatu titik yang bergerak melingkar dengan percepatan sudut ɷ.

16 of 25

Percepatan Linier dan Percepatan Sudut

  • Dalam gambar diatas sebuah titik bergerak sepanjang jalur MN. Kecepatannya pada waktu di B adalah V.
  • Setelah selang waktu ?t mencapai titik C dan kecepatannya menjadi V+?V. R dan R‘ adalah jari- jari dari lintasan titik B dan C.
  • Percepatan tangensial A dari suatu titik pada posisi B adalah kecepatan waktu dari perubahan besar dari kecepatan linearnya.

​

17 of 25

Percepatan Linier dan Percepatan Sudut

  • Dari Gambar 2.5 tampak bahwa perubahan kecepatan ΔV adalah jumlah dari vector ΔVn yang diakibatkan oleh perubahan arah kecepatan dan vector ΔVt yang diakibatkan oleh percepatan sudut α.

​

18 of 25

Percepatan Linier dan Percepatan Sudut

  • Percepatan normal adalah percepatan akibat perubahan arah kecepatan. Pada Gambar tersebut terlihat bahwa kecepatan V berubah arah sebesar d sehingga terjadi perubahan kecepatan sebesar ΔVn.

19 of 25

Percepatan Linier dan Percepatan Sudut

  • Perhatikan Gambar 2.5. Jika sudut Δθ mengecil hingga mendekati nol maka ΔVn akan berarah menuju pusat putaran.
  • Disini, percepatan normal selalu menuju pusat putaran, sedangkan percepatan linier total dari titik yang bergerak melingkar adalah resultan dari percepatan normal dan percepatan tangensialnya.

​

20 of 25

Gerakan Absolut dan Gerakan Relatif�

  • Gerakan relatif suatu benda terhadap benda lain adalah gerak benda terhadap benda lain yang dianggap diam.
  • Jika kedua benda tersebut masing-masing bergerak maka mereka mempunyai perbedaan dalam gerak absolutnya.
  • Contohnya, orang yang berjalan diatas kereta api. Jika kereta api bergerak kekanan dengan percepatan 60 km/jam, sedangkan orang yang berada diatas kereta api berjalan dengan kecepatan 20 km/jam kekiri maka kecepatan absolut orang tersebut adalah 40 km/jam kekanan dan kecepatan relatif orang tersebut terhadap kereta api adalah 20 km/jam.

​

21 of 25

Gerakan Absolut dan Gerakan Relatif�

  • Jika arah kecepatan ke kiri dinyatakan dengan negative dan arah kekanan dinyatakan dengan positif maka:

22 of 25

Gerakan Absolut dan Gerakan Relatif

  • perhatikan kecepatan kendaraan di suatu kapal induk. Kecepatan absolut kapal adalah 40 km/jam dan kecepatan relatif kendaraan adalah 30 km/jam.

23 of 25

Gerakan Absolut dan Gerakan Relatif

  • Sebuah benda dikatakan mempunyai gerakan relatif terhadap benda lain hanya jika mempunyai perbedaan dalam gerakan-gerakan absolutnya.
  • Gerakan relatif ditunjukkan dalam gambar dibawah ini, dimana VA dan VB adalah kecepatan-kecepatan dari dua benda.

24 of 25

Gerakan Absolut dan Gerakan Relatif

25 of 25