Mengenali kesiapan masuk sekolah
Antara Peran Orang tua dan Kesiapan Anak
Hardiyanti rahmah, m.psi., psikolog
Content…
2 Hal Penting yg Perlu Orang Tua Persiapkan
Penting untuk menumbuhkan kesiapan Fisik & Mental pada Anak
Persiapan Fisik :
Kesehatan & Kebugaran Fisik Anak
Persiapan Mental :
Membangun kepercayaan diri, kemandirian, kemampuan bersosial/ berinteraksi dan memantapkan perkembangan anak sesuai usianya
Membangun KESIAPAN MENTAL
Tahapan perkembangan anak sudah sesuai usia di tiap fasenya seperti kognitif, emosi, kepribadian, sosial dan psikomotorik
Perkembangan kognitif anak minimal sudah harus berada pada fase mampu memahami dan mengikuti instruksi dan mampu mengenali berbagai bentuk emosi
Aspek Motorik kasar dan halus anak juga sudah berkembang dengan baik
Kesiapan di usia 4 tahun
Motorik Kasar : Naik turun tangga sendiri, Mampu berdiri 1 kaki dg waktu minimal 6 detik, melompat dg satu kaki, melompat maju dan mundur
Motorik Halus : Menggambar garis, persegi dan lingkaran, menggambar orang, mengenal dan mengambar macam-macam ukuran (besar kecil, Panjang pendek, dll)
Bahasa : Berbicara lancar dan dapat difahami, bisa mengartikan kata (sinonim), memahami lawan kata, menghitung lebih dari 5, mengetahui dan bisa menyebutkan kata sifat, menyebutkan macam-macam warna, menceritakan kembali aktivitas sehari-hari, mengetahui kegunaan benda sehari-hari
Jika anak mulai memasuki usia sekolah maka orang tua memiliki peran besar untuk keberlanjutan sekolah anak nantinya.
Apakah anak akan bisa mengikuti sekolahnya dg baik & tetap semangat atau malah berhenti di tengah jalan karena merasa sekolah tidak menyenangkan seperti yg dia bayangkan.
Bagaimana Peran Orang Tua?
Orang Tua Hendaknya Selalu Melibatkan Anak dalam mempersiapkan sekolahnya
Anak memilih Alat2 sekolahnya sendiri (Tas, sepatu, tempat bekal, dll)
Memberi gambaran yg jelas ttg aktivitas di sekolah (bukan sekedar kata belajar aja, tapi aktivitasnya apa saja)
Memberikan Afirmasi Positif dari jauh2 hari sebelum anak mulai sekolah
Next…
Ketika sudah dekat waktunya, orang tua bisa menjelaskan apa saja yg harus dilakukan agar siap berangkat sekolah dg semangat (tidur cepat, bangun pagi, dll)
Selalu bersemangat membicarakan ttg sekolah agar anak juga merasa senang dan positif membayangkan saat nanti dia mulai sekolah
Hal yg bisa menjadi Distraksi Anak saat Mulai Sekolah
Next…
Membangun Kerja Sama Orang Tua-Anak
Orang Tua:
Berperan aktif mengajak anak mempersiapkan keperluan sekolahnya dan membangun gambaran positif tentang bagaimana kegiatan di sekolah, serta membantu anak jika mengalami kesulitan atau merasa kurang percaya diri di hari-hari pertama sekolah.
Anak:
Ajak anak selalu menceritakan aktivitas-aktivitas di sekolah dan tanyakan bagaimana perasaannya kemudian validasi perasaannya. Jgn lupa selalu berikan feedback positif pada anak.
Kesimpulan
Jika di bulan pertama hingga kedua bersekolah semangat anak turun naik, orang tua jgn berkecil hati tetap beri semangat terus-menerus & bantu anak menyelesaikan masalahnya, misal anak sulit beradaptasi, merasa kurang percaya diri atau ada hal lain yg membuat anak tidak nyaman di sekolah harus dikomunikasikan dg baik kepada anak serta Ustadzah di sekolah agar bisa tetap saling support untuk keberlanjutan sekolahnya.
Jgn lupa proses pengasuhan yg konsisten juga jadi kunci dalam keberhasilan anak mulai masuk di lingkungan sekolah barunya, orang tua boleh saja memberi hadiah2 sederhana misal makanan yg dia sukai atau pujian di setiap anak pulang sekolah dan bercerita hal-hal seru yang dia alami.
Setiap pengalaman baru akan direspon berbeda oleh anak-anak, Tergantung kebiasaan anak sebelum sekolah dan pola asuh yang diterapkan di rumah, tugas orang tua tetap sabar dalam menemani fase adaptasi anak dan selalu memotivasi supaya anak merasa senang dan nyaman ketika berada di sekolah.
TERIMA KASIH