1 of 38

JARINGAN KOMPUTER

Oleh :�Condro Wibawa

Universitas Gunadarma

2 of 38

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

M1 - Pengenalan Jaringan Komputer

M2 - Topologi Jaringan dan Jaringan Berdasar Area

M3 - Perangkat Jaringan dan Media Transmisi

M4 - Protokol, Model Referensi

M5 - Physical Layer

M6 - Data Link Layer

M7 - Network dan Transport Layer

M8 - Session, Presentation, Application Layer

M9 - IP dan Netmask

M10 - Kuis

M11 - Ujian Tengah Semester

M12 - Parallel Processing and Grid Computing

M13 - Cloud Computing

M14 - Wireless Technology

M15 - Internet of Things

M16 - Ujian Akhir Semester

3 of 38

M6

DATA LINK LAYER

4 of 38

CAPAIAN PEMBELAJARAN

  1. Mahasiswa memahami lapisan data link dalam model referensi OSI
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan cara kerja lapisan data link
  3. Mahasiswa mampu menyebutkan peralatan dan protocol yang bekerja pada lapisan data link

5 of 38

Recall Memory…

6 of 38

Di pertemuan sebelumnya kita sudah membahas tentang physical layer, layer pertama pada Model Referensi OSI

Bisakah kalian menjelaskan kembali :�1. Definisi Physical Layer�2. Cara Kerja Physical Layer

3. Perangkat dan Protocol yang bekerja

pada Physical Layer ?

7 of 38

MODEL REFERENSI OSI

8 of 38

OSI Reference Model

Mendeskripsikan semua device dan protocol yang berhubungan dengan transmisi bit data dari dan ke jaringan

Mendeskripsikan metode pertukaran dataframe antar media/device

Menyediakan layanan pertukaran data antara network/jaringan

Menyediakan layanan untuk segmen data dan menggabungkan kembali data yang diterima dari jaingan

Menyediakan layanan untuk disajikan ke presentation layer dan mengelola pertukaran data

Menyediakan layanan untuk representasi data secara umum untuk dibaca oleh application layer

Menyediakan layanan untuk end to end user.

9 of 38

Perbandingan Layer dalam OSI Layer dan TCP/IP Layer

10 of 38

DATA LINK LAYER FUNDAMENTAL

11 of 38

Data Link Layer

merupakan layer kedua yang menjembatani Network Layer dan Physical Layer.

Datalink layer mempersiapkan data yang diterima dari Network untuk bisa dibaca oleh Physical Layer.��Begitupun sebaliknya,�Datalink layer membuat Network Layer tidak perlu khawatir mengenai masakah device, karena akan ditangani oleh datalink layer

12 of 38

Sekilas perjalanan data adalah sbb:

  1. Data dari user akan dipecah/segmented oleh bagian Transport Layer
  2. Ketika masuk ke Transport Layer, segmen data akan diubah menjadi packet data.�
  3. Ketika masuk ke Datalink Layer, paket data akan diubah menjadi bentuk frame, agar bisa diakses oleh physical layer.
  4. Sehingga, Network Layer hanya akan fokus pada permasalahan Network saja.

  • Frame ketika masuk ke Physical Layer akan diubah/diencode menjadi bentuk signal yang merepresentasikan bit. Misal : sinyal listrik, gelombang radio, atau sinyal optic.
  • Sinyal ditransmisikan melalui media transmisi.

Siklus Data

13 of 38

Data Link Layer bertujuan untuk :

  1. Memungkinkan Network Layer untuk fokus pada pekerjaannya mengirimkan data antar jaringan. Tanpa Data Link Layer, Network Layer harus menyesuaikan teknologinya sesuai dengan device yang digunakan. Padahal jenis dan brand device bermacam-macam dengan teknologi yang berbeda-beda pula.
  2. Memungkinkan digunakannya perangkat fisik (Physical Layer) yang berbeda-beda (brand, teknologi, protocol, media transmisi, dll), karena datalink layer akan menyediakan dataframes yang disesuaikan dengan perangkat fisik.

# Video : http://cisco.num.edu.mn/CCNA_R&S1/course/module4/index.html#4.3.1.3

Tujuan Datalink Layer

14 of 38

Secara sederhana, cara kerja Data Link Layer adalah sebagai berikut :

  1. Menerima dataframe dari physical layer
  2. De-Encapsulate dataframe menjadi packet data.
  3. Re-Encapsualte packet data menjadi bentuk dataframe baru
  4. Meneruskan dataframe dengan menyesuaikan terhadap perangkat yang akan digunakan berikutnya.

Tujuan Datalink Layer

15 of 38

Datalink Layer terbagi menjadi dua sublayer, yaitu :��1. Logical Link Control (LLC)

Sublayer ini akan menyediakan services yang akan diakses oleh Network Layer. Sublayer ini juga memungkinkan data untuk diproses oleh berbagai macam protocol pada Network Layer, seperti IPv4 dan IPv6 untuk diubah menjadi bentuk dataframes.��2. Media Access Control (MAC)

Sublayer ini menyediakan services yang memungkinkan dataframes diakses oleh perangkat keras jaringan. Sublayer ini juga menyimpan alamat fisik perangkat yang akan digunakan untuk addressing.

Sublayer Pada Datalink Layer

16 of 38

DATAFRAME

17 of 38

Packet data yang diterima dari Network Layer akan ditambahkan beberapa informasi tambahan, yaitu :�Frame Header dan Trailer

Dan berubah namanya menjadi Dataframe.

Struktur Dataframe

18 of 38

Lebih detail mengenai struktur dataframe bisa dililhat pada gambar di samping.

Dimana, Group Frame Header terdiri dari :

  1. Frame Start
  2. Addressing
  3. Type
  4. Control

Sedangkan Group Frame Trailer terdiri dari :

  1. Error Detection
  2. Frame Stop

* Setiap Protokol mungkin akan berbeda strukturnya.

Struktur Dataframe

19 of 38

Group Frame Header memiliki informasi yang berkaitan dengan media fisik/topologi yang digunakan. Sehingga tiap dataframe yang dihasilkan harus disesuaikan dengan media yang digunakan pada jaringan.��Komponen pada Header :�Start Frame field: Mengindikasikan awal dari frame

Addressing fields: Mengindikasikan sumber dan tujuan dalam bentuk MAC Address.

Type field: Mengindikasikan service yang digunakan pada layer di atasnya.

Struktur Dataframe – Header

20 of 38

Group Frame Trailer memiliki informasi yang berkaitan Error Detection dan Frame Stop.

Error Detection: Metode untuk mendeteksi kevalidan data yang diterima.

Frame Stop: Mengindikasikan akhir dari sebuah dataframe

Struktur Dataframe – Trailer

21 of 38

Pada saat transmisi data melalui media tranmisi, data yang sampai bisa saja tidak sama dengan yang dikirim (tidak valid), maka datalink layer betugas memastikan bahwa data yang diterima valid. ��Beberapa factor yang menyebabkan data tranmisi tidak valid antara lain :

  1. Anetuasi (pelemahana sinyal)
  2. Delay Distorsi
  3. Noise

Untuk memastikan data yang diterima valid, maka perlu dilakukan Error Detection.

Struktur Dataframe – Error Detection

22 of 38

Terdapat tiga jenis error pada tranmisi data.

Struktur Dataframe – Error Detection

Single Bit Error:�dimana terjadi error di 1 bit data/titik pada frame yang dikirim, dimana data yang harusnya bernilai 0 menjadi 1 atau sebaliknya.

Multiple Bits Error:�dimana terjadi error di beberapa bit data/titik pada 1 frame.

Burst Error:�dimana terjadi error di beberapa bit data/titik pada 1 frame dan berurutan (error berada pada 1 blok data)

23 of 38

Error Control dapat ditangani dengan dua metode yaitu :

  1. Error Detection�adalah teknik/metode untuk mendeteksi adanya error pada dataframe
  2. Error Correction�adalah teknik/metode untuk memperbaiki error pada dataframe.

Struktur Dataframe – Error Detection

24 of 38

Beberapa metode untuk melakukan deteksi error, antara lain adalah :

  1. Echo�Metode sederhana, dimana pengirim mengirim data, kemudian data ditampilkan di layar, dan penerima mengkonfirmasi, apakah data valid atau tidak.
  2. Parity Check
  3. Checksum
  4. Cyclic Redundancy Check (CRC)

Struktur Dataframe – Error Detection

25 of 38

Terdapat dua pendekatan dalam Error Correction yaitu :�1. Backward Error Correction

Pada pendekatan ini, jika terdeteksi adanya error, maka datalink akan meminta pengirim untuk retransmit dataframe. Pada teknik ini, tentu akan membebani bandwidth dan otomatis waktu yang digunakan juga bertambah. Akan tetapi kualitas data lebih terjamin.�� 2. Forward Error Correction

Pada pendekatan ini, jikta terdeteksi adanya error, maka datalink akan mengeksekusi error-correcting code yang akan menggenerate ulang frame yang rusak. Ini akan menghemat bandwidth dan waktu. Akan tetapi jika terlalu banyak bit yang error, maka hasil generatenya pun bisa jadi bermasalah.

Struktur Dataframe – Error Detection

Beberapa metode untuk melakukan koreksi error (error correction), antara lain adalah :

  • Hamming Codes
  • Binary Convolution Code
  • Reed – Solomon Code
  • Low-Density Parity-Check Code

26 of 38

Atau Automatic Repeat Query adalah fasilitas dalam jaringan yang secara otomatis akan meminta kembali pengiriman ulang apabila diketahui ada suatu kesalahan dalam proses transmisi.

�Metode ini hanya bisa digunakan pada model transmisi data yang menggunakan balasan acknowledgment (ACK) dan timeout.� ACK merupakan sebuah pesan yang dikirim oleh penerima kepada pengirim yang di asumsikan bahwa paket atau data frame telah diterima secara benar.

Timeout adalah reasonable point pada waktu setelah pengirim mengirim frame atau paket, ditentukan periode waktu diperbolehkan untuk berlalu sebelum ACK diterima.

Pada model ARQ, jika ACK belum diterima sebelum timeout, maka penerima akan meminta pengirim untuk mengirimkan ulang datanya.

Automatic Repeat Request (ARQ)

27 of 38

Di dalam jaringan yang cukup besar, akan digunakan berbagai macam perangkat dengan berbagai macam model transimi data.��Sehingga, komunikasi yang terjadi pun menjadi bervariasi. Misal :�1. Laptop-Wireless Router, menggunakan teknologi WAN, sehingga dataframes yang terbentuk adalah WAN Frames.�2. Wireless Router – Router, berkomunikasi langsung menggunakan teknologi PPP, sehingga dataframes yang terbentuk adalah PPP Frames.��Dan seterusnya. Di setiap teknologi tersebut, “sangat mungkin” struktur dataframes nya berbeda-beda.

Jenis-jenis Dataframe

http://cisco.num.edu.mn/CCNA_R&S1/course/module4/index.html#4.4.4.5

28 of 38

Teknologi Ethernet yang distandarisasikan menggunkan IEEE 802.2 dan 802.3 menangani masalah Physical Layer dan Data Link Layer.

Gambar berikut ini dalah struktur dasar dar Ehternet Frame.

Ethernet Frame

29 of 38

Teknologi PPP distandarisasi oleh RFCs dan menangani komunikasi antara dua nodes.

Gambar berikut ini dalah struktur dasar dari PPP Frame.

PPP Frame

30 of 38

Teknologi FDDI (Fiber Distributed Data Interchange) adalah teknologi yang digunakan untuk membangun jaringan LAN berbasis kabel fiber. Menggunakan standar ANSI X3T9.5 dan IEEE 802.5��Gambar berikut adalah struktur dataframe dari Teknologi FDDI.

FDDI Frame

31 of 38

PERANGKAT DAN PROTOCOL

32 of 38

1. NIC�Di setiap NIC pasti sudah dilengkapi oleh Data Link Layer. Oleh karenanya, pada koneksi point to point (PPP), dimana tidak ada perangkat tambahan, antar computer tetap dapat berkomunikasi menggunakan IP Address (IPv4 atau IPv6).

2. Switch/Bridge�Pada sebuah jaringan yang terdapat banyak computer, maka dibutuhkan perangkat penghubung. Pada Switch sudah terdapat Data Link Layer, sehingga ketika packet data melewatinya bisa langsung diarahkan ke computer/node yang dimaksud.

Perangkat Yang Menggunakan Datalink Layer

33 of 38

1. PPP (Point to Point Protocol)�Point to Point Protocol, adalah komunikasi yang digunakan untuk komunikasi antara dua buah device secara langsung.

�2. Ethernet�Protocol yang umum digunakan untuk membangun LAN. Menggunakan Standar IEEE 802.3��3. FDDI (Fiber Distributed Data Interchange)�Teknologi untuk membangun jaringan berbasis Fiber Optic. Menggunakan standar ANSI X3T9.5 dan IEEE 802.5��4. MPLS (Multi Protocol Label Switching)�Teknologi yang digunakan untuk memadukan antara Layer Network dengan Layer Datalink. Menggunakan standar IEEE 802.5

Protokol yang Digunakan Pada Datalink Layer

34 of 38

Rangkuman :

  1. Datalink Layer adalah layer kedua dari OSI Layer
  2. Tujuan/fungsi utama dari datalink layer adalah menjembatani network layer dan physical layer.
  3. Datalink layer dibagi menjadi dua sublayer yaitu : LLC dan MAC. LLC Bertugas untuk memberikan service kepada layer di atasnya (Network Layear), sedangkan MAC bertugas memberikan service kepada layer di bawahnya (Physical Layer).
  4. Packet data yang melewati datalink layer akan recapsulation, dengan ditambahkan informasi datalink, sehingga namanya berubah menjadi dataframe.
  5. Secara umum, informasi yang ditambah adalah Header yang berisi : Frame Start, Addressing, dan Type, serta Trailer yang berisi : Error Detection dan Frame Stop.
  6. Perangkat yang bekerja pada datalink layer adalah NIC dan Swicth.
  7. Protocol yang bekerja pada datalink layer seperti PPP, Ethernet Protocol, FDDI Protocol, dll

35 of 38

Ada pertanyaan

?

36 of 38

Tugas :

Berikut ini adalah metode-metode dalam Error Detection dan Error Correction :

Error Detection :

Parity Check

Checksum

Cyclic Redundancy Check (CRC)

Error Correction :

Hamming Codes

Binary Convolution Code

Reed – Solomon Code

Low-Density Parity-Check Code

Setiap Kelompok, pilih salah satu metode, kemudian pelajari.�Setelah itu, jelaskan hasil pembelajaran kalian mengenai metode yang dimaksud, disertai contoh.��Kerjakan dalam bentuk .doc/.doc/.pdf.�Submit paling lambat : 17 November 2022 jam 23.00 di VClass ini.

37 of 38

Daftar Referensi :

38 of 38

Kunjungi Pula :

  1. Instagram : @pak.condro
  2. Web : http://condro_wibawa.staff.gunadarma.ac.id/
  3. Blog : https://pakcondro.blogspot.com/
  4. Youtube : pojokan