JARINGAN KOMPUTER
Oleh :�Condro Wibawa
Universitas Gunadarma
SATUAN ACARA PERKULIAHAN
M1 - Pengenalan Jaringan Komputer
M2 - Topologi Jaringan dan Jaringan Berdasar Area
M3 - Perangkat Jaringan dan Media Transmisi
M4 - Protokol, Model Referensi
M5 - Physical Layer
M6 - Data Link Layer
M7 - Network dan Transport Layer
M8 - Session, Presentation, Application Layer
M9 - IP dan Netmask
M10 - Kuis
M11 - Ujian Tengah Semester
M12 - Parallel Processing and Grid Computing
M13 - Cloud Computing
M14 - Wireless Technology
M15 - Internet of Things
M16 - Ujian Akhir Semester
M6
DATA LINK LAYER
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Recall Memory…
Di pertemuan sebelumnya kita sudah membahas tentang physical layer, layer pertama pada Model Referensi OSI
Bisakah kalian menjelaskan kembali :�1. Definisi Physical Layer�2. Cara Kerja Physical Layer
3. Perangkat dan Protocol yang bekerja
pada Physical Layer ?
MODEL REFERENSI OSI
OSI Reference Model
Mendeskripsikan semua device dan protocol yang berhubungan dengan transmisi bit data dari dan ke jaringan
Mendeskripsikan metode pertukaran dataframe antar media/device
Menyediakan layanan pertukaran data antara network/jaringan
Menyediakan layanan untuk segmen data dan menggabungkan kembali data yang diterima dari jaingan
Menyediakan layanan untuk disajikan ke presentation layer dan mengelola pertukaran data
Menyediakan layanan untuk representasi data secara umum untuk dibaca oleh application layer
Menyediakan layanan untuk end to end user.
Perbandingan Layer dalam OSI Layer dan TCP/IP Layer
DATA LINK LAYER FUNDAMENTAL
Data Link Layer
merupakan layer kedua yang menjembatani Network Layer dan Physical Layer.
Datalink layer mempersiapkan data yang diterima dari Network untuk bisa dibaca oleh Physical Layer.��Begitupun sebaliknya,�Datalink layer membuat Network Layer tidak perlu khawatir mengenai masakah device, karena akan ditangani oleh datalink layer
Sekilas perjalanan data adalah sbb:
Siklus Data
Data Link Layer bertujuan untuk :
# Video : http://cisco.num.edu.mn/CCNA_R&S1/course/module4/index.html#4.3.1.3
Tujuan Datalink Layer
Secara sederhana, cara kerja Data Link Layer adalah sebagai berikut :
Tujuan Datalink Layer
Datalink Layer terbagi menjadi dua sublayer, yaitu :��1. Logical Link Control (LLC)
Sublayer ini akan menyediakan services yang akan diakses oleh Network Layer. Sublayer ini juga memungkinkan data untuk diproses oleh berbagai macam protocol pada Network Layer, seperti IPv4 dan IPv6 untuk diubah menjadi bentuk dataframes.��2. Media Access Control (MAC)
Sublayer ini menyediakan services yang memungkinkan dataframes diakses oleh perangkat keras jaringan. Sublayer ini juga menyimpan alamat fisik perangkat yang akan digunakan untuk addressing.
Sublayer Pada Datalink Layer
DATAFRAME
Packet data yang diterima dari Network Layer akan ditambahkan beberapa informasi tambahan, yaitu :�Frame Header dan Trailer
Dan berubah namanya menjadi Dataframe.
Struktur Dataframe
Lebih detail mengenai struktur dataframe bisa dililhat pada gambar di samping.
Dimana, Group Frame Header terdiri dari :
Sedangkan Group Frame Trailer terdiri dari :
* Setiap Protokol mungkin akan berbeda strukturnya.
Struktur Dataframe
Group Frame Header memiliki informasi yang berkaitan dengan media fisik/topologi yang digunakan. Sehingga tiap dataframe yang dihasilkan harus disesuaikan dengan media yang digunakan pada jaringan.��Komponen pada Header :�Start Frame field: Mengindikasikan awal dari frame
Addressing fields: Mengindikasikan sumber dan tujuan dalam bentuk MAC Address.
Type field: Mengindikasikan service yang digunakan pada layer di atasnya.
Struktur Dataframe – Header
Group Frame Trailer memiliki informasi yang berkaitan Error Detection dan Frame Stop.
Error Detection: Metode untuk mendeteksi kevalidan data yang diterima.
Frame Stop: Mengindikasikan akhir dari sebuah dataframe
Struktur Dataframe – Trailer
Pada saat transmisi data melalui media tranmisi, data yang sampai bisa saja tidak sama dengan yang dikirim (tidak valid), maka datalink layer betugas memastikan bahwa data yang diterima valid. ��Beberapa factor yang menyebabkan data tranmisi tidak valid antara lain :
Untuk memastikan data yang diterima valid, maka perlu dilakukan Error Detection.
Struktur Dataframe – Error Detection
Terdapat tiga jenis error pada tranmisi data.
Struktur Dataframe – Error Detection
Single Bit Error:�dimana terjadi error di 1 bit data/titik pada frame yang dikirim, dimana data yang harusnya bernilai 0 menjadi 1 atau sebaliknya.
Multiple Bits Error:�dimana terjadi error di beberapa bit data/titik pada 1 frame.
Burst Error:�dimana terjadi error di beberapa bit data/titik pada 1 frame dan berurutan (error berada pada 1 blok data)
Error Control dapat ditangani dengan dua metode yaitu :
Struktur Dataframe – Error Detection
Beberapa metode untuk melakukan deteksi error, antara lain adalah :
Struktur Dataframe – Error Detection
Terdapat dua pendekatan dalam Error Correction yaitu :�1. Backward Error Correction
Pada pendekatan ini, jika terdeteksi adanya error, maka datalink akan meminta pengirim untuk retransmit dataframe. Pada teknik ini, tentu akan membebani bandwidth dan otomatis waktu yang digunakan juga bertambah. Akan tetapi kualitas data lebih terjamin.�� 2. Forward Error Correction
Pada pendekatan ini, jikta terdeteksi adanya error, maka datalink akan mengeksekusi error-correcting code yang akan menggenerate ulang frame yang rusak. Ini akan menghemat bandwidth dan waktu. Akan tetapi jika terlalu banyak bit yang error, maka hasil generatenya pun bisa jadi bermasalah.
Struktur Dataframe – Error Detection
Beberapa metode untuk melakukan koreksi error (error correction), antara lain adalah :
Atau Automatic Repeat Query adalah fasilitas dalam jaringan yang secara otomatis akan meminta kembali pengiriman ulang apabila diketahui ada suatu kesalahan dalam proses transmisi.
�Metode ini hanya bisa digunakan pada model transmisi data yang menggunakan balasan acknowledgment (ACK) dan timeout.� ACK merupakan sebuah pesan yang dikirim oleh penerima kepada pengirim yang di asumsikan bahwa paket atau data frame telah diterima secara benar.
Timeout adalah reasonable point pada waktu setelah pengirim mengirim frame atau paket, ditentukan periode waktu diperbolehkan untuk berlalu sebelum ACK diterima.
�Pada model ARQ, jika ACK belum diterima sebelum timeout, maka penerima akan meminta pengirim untuk mengirimkan ulang datanya.
Automatic Repeat Request (ARQ)
Di dalam jaringan yang cukup besar, akan digunakan berbagai macam perangkat dengan berbagai macam model transimi data.��Sehingga, komunikasi yang terjadi pun menjadi bervariasi. Misal :�1. Laptop-Wireless Router, menggunakan teknologi WAN, sehingga dataframes yang terbentuk adalah WAN Frames.�2. Wireless Router – Router, berkomunikasi langsung menggunakan teknologi PPP, sehingga dataframes yang terbentuk adalah PPP Frames.��Dan seterusnya. Di setiap teknologi tersebut, “sangat mungkin” struktur dataframes nya berbeda-beda.
Jenis-jenis Dataframe
http://cisco.num.edu.mn/CCNA_R&S1/course/module4/index.html#4.4.4.5
Teknologi Ethernet yang distandarisasikan menggunkan IEEE 802.2 dan 802.3 menangani masalah Physical Layer dan Data Link Layer.
Gambar berikut ini dalah struktur dasar dar Ehternet Frame.
Ethernet Frame
Teknologi PPP distandarisasi oleh RFCs dan menangani komunikasi antara dua nodes.
Gambar berikut ini dalah struktur dasar dari PPP Frame.
PPP Frame
Teknologi FDDI (Fiber Distributed Data Interchange) adalah teknologi yang digunakan untuk membangun jaringan LAN berbasis kabel fiber. Menggunakan standar ANSI X3T9.5 dan IEEE 802.5��Gambar berikut adalah struktur dataframe dari Teknologi FDDI.
FDDI Frame
PERANGKAT DAN PROTOCOL
1. NIC�Di setiap NIC pasti sudah dilengkapi oleh Data Link Layer. Oleh karenanya, pada koneksi point to point (PPP), dimana tidak ada perangkat tambahan, antar computer tetap dapat berkomunikasi menggunakan IP Address (IPv4 atau IPv6).
�2. Switch/Bridge�Pada sebuah jaringan yang terdapat banyak computer, maka dibutuhkan perangkat penghubung. Pada Switch sudah terdapat Data Link Layer, sehingga ketika packet data melewatinya bisa langsung diarahkan ke computer/node yang dimaksud.
Perangkat Yang Menggunakan Datalink Layer
1. PPP (Point to Point Protocol)�Point to Point Protocol, adalah komunikasi yang digunakan untuk komunikasi antara dua buah device secara langsung.
�2. Ethernet�Protocol yang umum digunakan untuk membangun LAN. Menggunakan Standar IEEE 802.3��3. FDDI (Fiber Distributed Data Interchange)�Teknologi untuk membangun jaringan berbasis Fiber Optic. Menggunakan standar ANSI X3T9.5 dan IEEE 802.5��4. MPLS (Multi Protocol Label Switching)�Teknologi yang digunakan untuk memadukan antara Layer Network dengan Layer Datalink. Menggunakan standar IEEE 802.5
Protokol yang Digunakan Pada Datalink Layer
Rangkuman :
Ada pertanyaan
?
Tugas :
Berikut ini adalah metode-metode dalam Error Detection dan Error Correction :
Error Detection :
Parity Check
Checksum
Cyclic Redundancy Check (CRC)
Error Correction :
Hamming Codes
Binary Convolution Code
Reed – Solomon Code
Low-Density Parity-Check Code
Setiap Kelompok, pilih salah satu metode, kemudian pelajari.�Setelah itu, jelaskan hasil pembelajaran kalian mengenai metode yang dimaksud, disertai contoh.��Kerjakan dalam bentuk .doc/.doc/.pdf.�Submit paling lambat : 17 November 2022 jam 23.00 di VClass ini.
Daftar Referensi :
Kunjungi Pula :