Lingkungan & Kependudukan
Geo Fase F / Kelas XI
DinamikaKependudukan
Kependudukan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi lingkunganygberkelanjutan
Pertumbuhan penduduk berpengaruh besar bagi lingkungan hidup.
Karena itulah penduduk dan dinamikanya
harus menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan
Penduduk merupakan orang yang tinggal menetap dalam suatu wilayah tertentu di tandai dengan kepemilikian kartu identitas (KTP, KK, SIM, paspor, dll).
Ilmu kependudukan disebut Demografi.
Dinamika Penduduk
perubahan jumlah & kondisi penduduk dari waktu ke waktu di suatu wilayah.
Faktornya:
NATALITAS (ANGKA KELAHIRAN)
Fertility Rate ; angka yg menunjukkan jumlah kelahiran dari setiap 1000 penduduk di suatu wilayah.
Anti Natalitas ; faktor2 yang menghambat
kelahiran penduduk.
Pro-Natalitas ; faktor2 yang mendorong kelahiran penduduk.
Kriteria angka kelahiran (Fertility Rate /FR)
> 30
20 – 30
< 20.
Bagaimanakah perkembangan “FR” di Indonesia ?
Th 2020 = 17,07
Apakah artinya ?
Dan angka tsb masuk kriteria manakah ?
Total Fertility Rate (TFR)
rata-rata jumlah anak yg dilahirkan hidup oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya (15-49)
Bagaimanakah “TFR”
Indonesia ???? Apakah artinya ….. ?
Negara manakah yang memiliki TFR tertinggi dan terendah di ASEAN ?
Mengapa demikian ?
MORTALITAS (ANGKA KEMATIAN)
angka yg menunjukkan jumlah penduduk meninggal dari setiap 1000 penduduk di suatu wilayah
Pro-Mortalitas (faktor2 yg mempercepat
kematian penduduk)
Anti Mortalitas (faktor2 yg menghambat angka kematian penduduk)
Kriteria angka kematian (Mortality Rate /MR)
> 18
14 – 18
< 18.
Berapakah“MR” di Indonesia ?
Th 2023 = 6,8
Apakah artinya ?
Dan angka tsb masuk kriteria manakah ?
MIGRASI
perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan tujuan untuk menetap.
: perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya.
Macam-macam migrasi internasional :
Faktor-factor Migrasi
Pull factors (faktor2 penarik migrasi yg berasal dari daerah tujuan)
Push Factors (faktor2 pendorong migrasi yg berasal dari daerah asal)
Terima Kasih
Tugas Project Dinamika Kependudukan (pilih salah satu)
Lingkungan & Kependudukan
Geo Fase F / Kelas XI
PerkembanganPendudukDunia
Kehidupan manusia di Bumi diperkirakan sejak 2 juta th yg lalu, dari fosil Homo erectus (Pythecanthropus).
Menurut International Starch Institute, setelah bencana letusan Gunung Toba Purba 74.000 th lalu, penduduk seluruh dunia tersisa 10.000 – 40.000 jiwa.
Setelah peristiwa tersebut pertambahan pendudukan bumi mengalami berbagai dinamika.
Secara umum perkembangan penduduk dunia dibagi menjadi 4 era (zaman).
PerkembanganPendudukDunia
Human Population through the Ages).
Faktorpenyebabpendudukstagnan:
mematikan
dan meramu.
PerkembanganPendudukDunia
Faktorpendukungnya:
Manusia mulai mengenal peradaban, sehingga kehidupan lebih mudah.
PerkembanganPendudukDunia
Faktornya:
Lahirnya puluhan kerajaan yang berkembang dari 5 pusat peradaban. Dan 3 kerajaan yg terbesar ;
PerkembanganPendudukDunia
3. Zaman Global (1.500 M - sekarang)
Faktornya:
pendidikan & prasarana lainnya
204 tahun
123 tahun
33 tahun
14 tahun
13 tahun
12 tahun
13 tahun
12 tahun
PerkembanganPendudukDunia
Perkembangan penduduk dunia sejak tahun 1970-1980 sudah mulai melambat. Bahkan banyak negara mengalami pertumbuhan penduduk minus/negative.
Walaupun di beberapa negara berkembang, pertumbuhan penduduk masih tinggi.
Faktor perlambatan penduduk dunia :
PERTAMBAHAN PENDUDUK INDONESIA
Dari waktu ke waktu
DARI JAMAN KERAJAAN – JAMAN KOLONIAL – SAMPAI SEKARANG
PerkembanganPendudukIndonesia
Wilayah Indonesia sejak lama sudah dikenal memiliki penduduk yg padat. Dan menjadi salah satu yg terpadat di dunia.
Bukti-buktinya :
Sejarah Perkembangan Penduduk Indonesia di bagi menjadi 3;
PerkembanganPendudukIndonesia
arkeolog, dan pelaku perjalanan.
Sumberdatanya:
Demak, Surabaya, 50.000 – 100.000.
PerkembanganPendudukIndonesia
Sensuspendudukzamancolonial :
Sudah 10 sensus, tapi yg baik 3 kali :
Tahun1940 tidak ada sensus, sebab PD II. Diprediksi Indonesia berpenduduk ± 70,4 jt jiwa.
PerkembanganPendudukIndonesia
Apakah baby boom dan population explosions itu ?
PerkembanganPendudukIndonesia
Pelaksanaan&Hasil SensusPendudukIndonesia
Mengapa tahun 1950 tidak diadakan sensus Penduduk ?
Terima Kasih
Tugas Project Pertambahan Penduduk (pilih salah satu)
Cara Menghitung Pertumbuhan Penduduk
Lingkungan & Kependudukan
Geo Fase F / Kelas XI
PertumbuhanPenduduk
&Cara Menghitungnya
1. Pertumbuhan Penduduk Alami
angka yang menunjukkan selisih antara kelahiran dan kematian di suatu wilayah.
Rumus :
P / Pa = Pertumbuhan penduduk alami (jiwa)
%P = Tingkat Pertumbuhan Penduduk Alami (%)
L = Jumlah kelahiran
M = Jumlah kematian
Po = Jumlah Penduduk di tahun awal/dasar
Contoh Soal :
Penduduk Kota X di tahun 2023 sebanyak 200.000 jiwa, selama 1 tahun terdapat 4.280 kelahiran
dan 2.040 penduduk meninggal. Hitunglah pertumbuhan penduduknya & tingkat pertumbuhan penduduk alami Kota X.
Diket :
L = 4.280
M = 2.040
Po = 200.000
Pa dan %P … ?
Jwb :
P / Pa
= L - M
= 4.280 - 2.040
= 2.240 jiwa
L - M X 100
%P =
Po
4.280 - 2.040 X 100
=
200.000
2.240
=
200.000 X 100
=
224
200
=
1,12 %
Pertumbuhan penduduk alami Kota X adalah 2.240 jiwa.
Artinya: selama tahun 2023 di kota X mendapatkan penambahan penduduk alami sebesar 2.240 jiwa.
Tingkat pertumbuhan penduduk Kota X adalah 1,12 % .
Masuk kriteria manakah Kota X … ?
Kriteria angka pertumbuhan penduduk
Rendah | = | < | | 1 % |
Sedang | = | 1 | - | 2 % |
Tinggi | = | > | | 2 % |
2. Pertumbuhan Penduduk Non Alami
angka yang menunjukkan selisih antara imigrasi dan emigrasi di suatu wilayah.
Rumus :
Pm = Pertumbuhan penduduk non alami / migrasi (jiwa)
%Pm = Tingkat Pertumbuhan Penduduk Non Alami (%)
I = Imigrasi /jumlah penduduk masuk
E = Emigrasi /jumlah penduduk keluar
Po = Jumlah Penduduk di tahun awal/dasar
Contoh Soal :
Penduduk Kota X di tahun 2023 sebanyak
200.000 jiwa, selama 1 tahun terdapat 970 pendatang menetap dan 630 jiwa pergi/pindah keluar. Hitunglah tingkat pertumbuhan penduduk non alami Kota X.
Diket :
%Pm = … ?
I = 970
E = 630
Po = 200.000
X 100
%Pm =
I - E
Po
X 100
=
970 - 630
200.000
=
340
200.000 X 100
=
34
200
=
0,17 %
Masuk kriteria manakah Kota X … ?
3. Pertumbuhan Penduduk Total
Rumus :
P / Pt = Pertumbuhan penduduk total (jiwa)
%P / Pt = Tingkat Pertumbuhan Penduduk Total (%)
L = Jumlah kelahiran
M = Jumlah kematian
I = Jumlah Imigrasi
E = Jumlah Emigrasi
Po = Jumlah Penduduk tahun dasar
Contoh Soal :
Penduduk Kota X di tahun 2023 sebanyak 200.000 jiwa, selama 1 th terdapat 4.280 kelahiran dan
2.040 jiwa meninggal. Sementara itu jumlah pendatang/ imigrasi adalah 970 dan penduduk keluar/emigrasi adalah 630 jiwa. Hitunglah tingkat pertumbuhan penduduk total di Kota X !
Diket :
L = 4.280
M = 2.040
I = 970
E = 630
Po = 200.000
%Pt = … ?
%Pt =
(L- M ) + ( I - E )
X 100
Po
=
(4.280-2.040) +(970-630)
X100
200.000
= 2.240 + 340 X 100
200.000
=
2.580
X100
200.000
= 1,29 %
B. CARA MENGHITUNG
NATALITAS, MORTALITAS & MIGRASI PENDUDUK
DI INDONESIA
DINAMIKA KEPENDUDUKAN
1. CBR (Crude Birth Rate/Angka Kelahiran Kasar).
MENGHITUNG NATALITAS (ANGKA KELAHIRAN)
Contoh Soal :
Penduduk Kota X sebanyak 600.000 jiwa. Jika selama 1 tahun terdapat 12.500 bayi yang lahir, hitunglah angka kelahiran kasar (CBR) kota X !
Jawab:
B = 12.500
P = 600.000
CBR = … ???
CBR
=
B
P
X
1.000
=
12.500
600.000
X
1.000
=
20,83
Artinya : Setiap 1000 penduduk kota X selama 1 tahun terdapat 20, 83 bayi yang lahir.
; angka yang menunjukkan banyaknya bayi yang lahir dari setiap 1000 penduduk.
Contoh Soal :
Penduduk Kota X sebanyak 600.000 jiwa dan penduduk wanita usia 25-30 tahun sebanyak 42.000 jiwa. Selama 1 tahun terdapat 12.500 bayi yang lahir, 4.250 diantarnya dilahirkan oleh wanita usia 25-30 tahun. Hitunglah angka kelahiran khusus (ASBR/ASFR) kota X !
Jawab:
Bx = 4.250
Px = 42.000
ASBR = … ???
ASBR
=
Bx
Px
X
1.000
=
4.250
42.000
X
1.000
=
103,66
Artinya : Setiap 1000 wanita usia 25-30 th di kota X selama 1 thn terdapat 103,66 bayi yang lahir.
2. ASBR (Age Specific Birth Rate/Angka Kelahiran Khusus)
ASBR
=
BX
X
1.000
PX
Bx = Jumlah bayi lahir dari wanita usia tertentu
Px = jumlah penduduk wanita usia tertentu
1000 = konstanta
adalah angka yang menunjukkan jumlah bayi yang lahir dari setiap 1000 penduduk wanita usia tertentu.
1. CDR (Crude Death Rate/Angka Kematian Kasar).
MENGHITUNG MORTALITAS (ANGKA KEMATIAN)
Contoh Soal :
Penduduk Kota Semarang tahun 2020 sebanyak 1.680.000 jiwa. Jika di tahun tersebut yang meninggal dunia 8.770 jiwa, hitunglah angka kematian kasar (CDR) kota !
Jawab:
D = 8.770
P = 1.680.000
CDR = … ???
CDR
=
D
P
X
1.000
=
8.770
1.680.000
X
1.000
=
5,22
Artinya : Setiap 1000 penduduk Kota Smg selama 2020 terdapat 5,22 jiwa yang meninggal.
D = Jumlah penduduk meninggal
P = jumlah penduduk di tahun tersebut
1000 = konstanta
; angka yang menunjukkan banyaknya penduduk yang meninggal dari setiap 1000 penduduk.
Contoh Soal :
Jawab:
Dx = 1.850
Px = 61.000
ASDR = … ???
ASDR
=
Dx
Px
X
1.000
=
1.850
61.000
X
1.000
=
30,32
Artinya : Setiap 1000 penduduk uisa 60-64 th di Kota Smg tahun 2020 terdapat 30,32 jiwa meninggal.
2. ASDR (Age Specific Death Rate/Angka Kematian Khusus)
ASDR
=
DX
X
1.000
PX
Dx = Jumlah penduduk meninggal usia tertentu
Px = jumlah penduduk uisa tertentu
1000 = konstanta
Penduduk Kota Semarang tahun 2020 sebanyak 1.680.000 jiwa. Dan penduduk usia 60-64 tahun sebanyak 61.000 jiwa. Jika di tahun tersebut yang meninggal dunia 8.770 jiwa, dan 1.850 diantaranya usia 60-64 tahun, hitunglah angka kematian khusus (ASDR) Kota Semarang di tahun 2020 !
; angka yang menunjukkan banyaknya penduduk yang meninggal dari setiap 1000 penduduk usia tertentu.
Contoh Soal :
Jawab:
Jumlah kelahiran hidup = 60.000
IMR = … ???
=
4.400
60.000
X
1.000
=
73,33
Artinya : Setiap 1000 kelahiran hidup di Negara Z terdapat 73,33 bayi meninggal.
3. IMR (Infant Mortality Rate/Angka Kematian Bayi).
IMR
=
Jumlah Kematian Bayi < usia 1 tahun
X
1.000
Jumlah kelahiran bayi hidup
Berdasarkan data di Dinas Kesehatan, jumlah bayi yang meninggal di Negara Z tahun 2020 sebanyak 4.400 bayi, dan jumlah kelahiran hidup sebanyak 60.000 bayi.
Hitunglah angka kematian bayi di Kota Z !
Jumlah Kematian Bayi < 1 th = 4.400
; angka yang menunjukkan banyaknya bayi yang meninggal dari setiap 1000 bayi lahir hidup.
1. Mi (Migration In) ; angka yang menunjukkan jumlah penduduk masuk (imigrasi) setiap 1000 penduduk
MENGHITUNG ANGKA MIGRASI PENDUDUK
Contoh Soal :
Penduduk Negara S adalah 5.800.000 jiwa. Selama tahun 2020 terdapat imigrasi 18.300 jiwa. Hitunglah angka Mi !
Jawab:
I = 18.300
P = 5.800.000
Mi = … ???
Mi
=
I
P
X
1.000
=
18.300
5.800.000
X
1.000
=
3,16
Artinya : Setiap 1000 penduduk Negara S selama tahun 2020 terdapat 3,16 migrasi masuk..
Mi
=
I
X
1.000
P
Mi = Angka Migrasi masuk/imigrasi
I = Jumlah penduduk masuk/imigrasi
P = Jumlah penduduk
1000 = Konstanta
2. Mo (Migration Out) ; angka yang menunjukan jumlah penduduk keluar (emigrasi) tiap 1000 penduduk.
Contoh Soal :
Penduduk Negara S adalah 5.800.000 jiwa. Selama tahun 2020 terdapat emigrasi 11.100 jiwa. Hitunglah angka Mo !
Jawab:
O = 11.100
P = 5.800.000
Mo = … ???
Mo
=
O
P
X
1.000
=
11.100
5.800.000
X
1.000
=
1,91
Artinya : Setiap 1000 penduduk Negara S selama tahun 2020 terdapat 1,91 migrasi keluar..
Mo
=
O
X
1.000
P
Mo = Angka Migrasi keluar/emigrasi
O = Jumlah penduduk keluar/emigrasi
P = Jumlah penduduk
1000 = Konstanta
DI INDONESIA
DINAMIKA KEPENDUDUKAN
C. PROYEKSI PENDUDUK
adalah perhitungan secara ilmiah untuk menggambarkan keadaan penduduk di masa yang akan datang, berdasarkan angka kelahiran, kematian dan migrasi.
Pengertian Proyeksi Penduduk :
Data yang dipakai : sensus penduduk dan supas (survai antar sensus).
Manfaat proyeksi Penduduk :
‘r = 2,5 %
Rumus-rumus proyeksi penduduk :
1. Aritmatika
Pt = Jumlah penduduk tahun ke t (yg dicari)�Po = Jumlah penduduk tahun ke 0 (awal)�r = Laju pertumbuhan penduduk (%/th)�t = Rentang waktu antara Po dan Pt (tahun)
Contoh Soal :
Penduduk Kota Makasar tahun 2020 adalah 1.600.000 jiwa. Angka pertumbuhan pendudukannya adalah 2,5 %. Berapakah penduduk makasar tahun 2025 ?
Jawab:
Po = 1.600.000
Pt = … ???
Pt
=
Po
(1 + r.t)
=
t = 5
1.600.000
2,5 % .
1
(
+
)
5
=
1.600.000
0,025
1
(
+
5
x
)
=
1.600.000
0,125
1
(
+
)
=
1.600.000
1,125
X
=
1.800.000 jiwa.
Jadi penduduk Makasar tahun 2025 diprediksi sebesar 1.800.000 jiwa.
2. Geometrik
Pt = Jumlah penduduk tahun ke t (yg dicari)�Po = Jumlah penduduk tahun ke 0 (awal)�r = Laju pertumbuhan penduduk (%/th)�t = Rentang waktu antara Po dan Pt (tahun)
Contoh Soal :
Penduduk Kota Palembang tahun 2020 adalah 1.700.000 jiwa. Angka pertumbuhan pendudukannya adalah 2,3 %. Berapakah penduduk Palembang tahun 2025 ?
Jawab:
Po = 1.700.000
‘r = 2,3 %
Pt = … ???
Pt
=
Po
(1 + r)
=
t = 5
1.700.000
2,3 %
1
(
+
5
)
=
1.700.000
0,023
1
(
+
5
)
=
1.700.000
1,023
(
)
5
=
1.700.000
1,1204130
X
=
1.904.702 jiwa.
Jadi penduduk Palembang tahun 2025 diprediksi sebesar 1.904.702 jiwa.
t
3. Eksponensial
Pt = Jumlah penduduk tahun yg dicari�Po = Jumlah penduduk tahun awal.
‘e = 2,71828128 (eksponensial/konstanta)�r = Laju pertumbuhan penduduk (%/th)�t = jangka waktu antara Po dan Pt (tahun)
Contoh Soal :
Penduduk Propinsi Jawa Tengah tahun 2020 adalah 36.500.000 jiwa, jika pertumbuhan pendudukannya adalah 0,7 %. Berapakah penduduk Jawa Tengah tahun 2024 ?
Jawab:
Po = 36.500.000
‘r = 0,7 %
Pt = … ???
Pt
=
Po . e
=
t = 4
36.500.000
4
2,71828128
X
0,7 % .
rt
‘e = 2,71828128
=
36.500.000
4
2,71828128
X
0,007X
=
36.500.000
2,71828128
X
0,028
=
36.500.000
2,71828128
X
28 /1000
=
36.500.000
2,71828128
X
7 /250
=
36.500.000
1,0283927
X
=
37.536.442 jiwa.
Penduduk Jateng th 2024 diprediksi 37.536.333 jiwa.
Proyeksi Penduduk Indonesia :
Berdasarkan jumlah penduduk Indonesia th 2020 sebanyak 269,6 juta jiwa, maka pemerintah membuat proyeksi tahun 2045 sebesar 319 juta jiwa.
E. MOBILITAS PENDUDUK DAN TENAGA KERJA
Mobilitas penduduk merupakan pergerakan penduduk dari satu daerah ke daerah lain, baik untuk sementara maupun untuk jangka waktu yang lama atau menetap secara permanen. Mobilitas seperti ini disebut mobilitas fisik.
Sumber:commons.wikimedia.org
1. Mobilitas Penduduk
Ada dua jenis mobilitas fisik. Kedua jenis mobilitas itu adalah mobilitas permanen dan mobilitas nonpermanen.
Mobilitas permanen disebut juga migrasi. Mobilitas permanen adalah perpindahan penduduk untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif atau batas politik/negara. Mobilitas permanen dapat dikelompokkan atas mobilitas internal dan mobilitas eksternal.
Sumber:commons.wikimedia.org
A. MOBILITAS PERMANEN
Mobilitas internal adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lainnya dalam satu negara. Bentuk-bentuk mobilitas internal antara lain sebagai berikut.
Sumber:commons.wikimedia.org
Urbanisasi
Ruralisasi
Transmigrasi
Mobilitas eksternal, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. Bentuk-bentuk mobilitas eksternal antara lain sebagai berikut.
Sumber:commons.wikimedia.org
Emigrasi
Imigrasi
Remigrasi
Mobilitas nonpermanen adalah perpindahan penduduk untuk sementara waktu dari suatu tempat ke tempat lain.
Mobilitas nonpermanen dapat dikelompokkan menjadi:
Sumber:commons.wikimedia.org
B. MOBILITAS NONPERMANEN
Komutasi, dilakukan dengan pergi-pulang dalam tempo kurang dari 24 jam.
Sirkulasi adalah bentuk mobilitas penduduk nonpermanen yang dilakukan dengan menginap di tempat tujuan untuk sementara waktu.
Pola mobilitas tenaga kerja umumnya mengikuti pola mobilitas penduduk. Berdasarkan mobilitas tenaga kerja, ada dua tipe tenaga kerja, yakni sebagai berikut.
Sumber:commons.wikimedia.org
C. MOBILITAS PEKERJA
Stayers adalah tenaga kerja yang bekerja di lokasi yang sama dengan lokasi tempat tinggalnya.
Movers adalah tenaga kerja yang bekerja di lokasi yang berbeda dengan lokasi tempat tinggalnya.
F. KUALITAS PENDUDUK DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA
Kualitas penduduk merupakan faktor penting yang menentukan maju tidaknya suatu negara. Berikut aspek-aspek penting bagi kualitas penduduk.
Kesehatan
Tingkat pendidikan
Pendapatan per kapita
Indeks Pembangunan Manusia
G. BONUS DEMOGRAFI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN
Bonus demografi merupakan bonus yang dinikmati suatu negara karena besarnya proporsi penduduk produktif (rentang usia 15-64 tahun) dalam evolusi kependudukan.
Bonus demografi akan mencapai puncaknya sekitar tahun 2020 sampai dengan tahun 2030.
Piramida penduduk Indonesia saat terjadi bonus demografi
Sumber:commons.wikimedia.org
H. PERMASALAHAN YANG DIAKIBATKAN OLEH DINAMIKA KEPENDUDUKAN
Dalam jangka waktu lima belas tahun, dari tahun 2000-2015, jumlah penduduk Indonesia bertambah sekitar 50,06 juta jiwa atau rata-rata 3,33 juta setiap tahun. Ketika pertumbuhan penduduk tidak terkendali dengan baik, masalah akan timbul.
Grafik pertumbuhan penduduk Indonesia tahun 2000-2015
Masalah yang timbul antara lain ledakan penduduk (population explosion) dan sebaran penduduk yang tidak merata.
Sumber:commons.wikimedia.org
Ledakan penduduk adalah keadaan penduduk dengan laju pertumbuhannya cepat sebagai akibat dari tingkat kelahiran yang tinggi, sedangkan tingkat kematian menurun secara tajam.
Beberapa dampak negatif dari ledakan penduduk adalah terjadinya over eksploitasi terhadap lahan pertanian, serta semakin banyaknya kebutuhan lapangan pekerjaan.
1. LEDAKAN PENDUDUK
Tampak bahwa kepadatan penduduk di Indonesia belum merata. Kepadatan penduduk tertinggi terdapat di Pulau Jawa, yakni Provinsi DKI Jakarta dengan kepadatan sebesar 15.327,97 jiwa per km2. Kepadatan penduduk terendah terdapat di Provinsi Kalimantan Utara dengan kepadatan sebesar 8,51 jiwa per km2.
Untuk mengatasi masalah persebaran penduduk yang tidak merata ini, pemerintah melaksanakan beberapa program seperti transmigrasi, pemerataan lapangan kerja, dan program KB.
Sumber:commons.wikimedia.org
2. PERSEBARAN PENDUDUK TIDAK MERATA
I. PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS DATA KEPENDUDUKAN
Penerimaan dokumen (receiving)
Penyimpanan dokumen
Pengelompokan dokumen (batching)
Penyuntingan/penyandian (editing/coding)
Tujuan utama pengolahan data kependudukan adalah menghasilkan tabel statistik yang berisi hasil registrasi penduduk, sensus, dan survei kependudukan.
Proses pengolahan prakomputer:
1. PENGOLAHAN DATA KEPENDUDUKAN
Instalasi program pengolahan
Entri data
Validasi data
Back up
Restore
Gabung data
Pencetakan laporan
PENGOLAHAN DATA DENGAN KOMPUTER
Analisis data kependudukan merupakan tindakan mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat tentang dinamika kependudukan untuk perencanaan pembangunan. Ada dua pendekatan yang digunakan dalam menganalisis data kependudukan yaitu pendekatan kohor atau kelompok (cohort approach) dan pendekatan waktu (period approach).
Sumber:pixabay.com
2. ANALISIS DATA KEPENDUDUKAN
Komposisi penduduk menurut umur dapat diklasifi kasikan menjadi tiga kelompok berikut.
Komposisi penduduk menurut umur menjadi dasar untuk menghitung rasio ketergantungan (dependency ratio).
Berikut rumus untuk menghitung rasio ketergantungan.
Sumber:pixabay.com
3. KOMPOSISI PENDUDUK SEBAGAI SUBJEK PENTING ANALISIS DATA KEPENDUDUKAN
4. PIRAMIDA PENDUDUK
Piramida penduduk adalah grafik khusus yang digunakan untuk menampilkan komposisi jenis kelamin dan umur dari suatu populasi atau kelompok.
Sumber:commons.wikimedia.org
1. Tipe ekspansif, di mana sebagian besar penduduk masih muda (0–19 tahun). Sementara itu, penduduk yang lanjut usia relatif sedikit. Angka kelahirannya jauh lebih tinggi daripada angka kematiannya. Sebagian besar komposisi penduduk muda (ekspansif) ditemukan di negara-negara berkembang.
Sumber:commons.wikimedia.org
2. Piramida penduduk tipe stasioner menggambarkan angka natalitas yang hampir sama dengan angka mortalitas. Dinamika penduduknya cenderung tetap di mana jumlah penduduk muda, dewasa, dan tua hampir sama. Pertumbuhan penduduknya kecil. Piramida ini berbentuk granat atau segi empat.
Sumber:commons.wikimedia.org
3. Piramida penduduk bertipe konstruktif, terjadi distribusi transisi yang disebabkan menurunnya tingkat kesuburan dan kematian, meningkatnya harapan hidup, dan perlambatan pertumbuhan penduduk. Jumlah penduduk usia kerja relatif lebih besar daripada jumlah anak-anak dan orang tua. Piramida ini berbentuk sarang tawon atau batu nisan (guci terbalik).