1 of 64

Lingkungan & Kependudukan

Geo Fase F / Kelas XI

DinamikaKependudukan

2 of 64

Kependudukan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi lingkunganygberkelanjutan

Pertumbuhan penduduk berpengaruh besar bagi lingkungan hidup.

  • alih fungsi lahan,
  • kerusakan hutan,
  • pencemaran,
  • Penyusutan SDA

Karena itulah penduduk dan dinamikanya

harus menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan

3 of 64

Penduduk merupakan orang yang tinggal menetap dalam suatu wilayah tertentu di tandai dengan kepemilikian kartu identitas (KTP, KK, SIM, paspor, dll).

Ilmu kependudukan disebut Demografi.

4 of 64

Dinamika Penduduk

perubahan jumlah & kondisi penduduk dari waktu ke waktu di suatu wilayah.

Faktornya:

  1. Natalitas (kelahiran)
  2. Mortalitas (kematian)
  3. Migrasi (perpindahan)

5 of 64

NATALITAS (ANGKA KELAHIRAN)

Fertility Rate ; angka yg menunjukkan jumlah kelahiran dari setiap 1000 penduduk di suatu wilayah.

Anti Natalitas ; faktor2 yang menghambat

kelahiran penduduk.

  • Tingkat pendidikan rendah.
  • Pernikahan usia muda.
  • Anggapan banyak anak banyak rezeki.
  • Paradigma anak laki-laki kebanggaan keluarga.
  • Program KB.
  • Adanya aturan batasan usia menikah.
  • Batasan tunjangan anak bagi ASN.
  • Anggapan banyak anak adalah beban orang tua.

Pro-Natalitas ; faktor2 yang mendorong kelahiran penduduk.

6 of 64

Kriteria angka kelahiran (Fertility Rate /FR)

  1. Tinggi
  2. Sedang
  3. Rendah

> 30

20 – 30

< 20.

Bagaimanakah perkembangan “FR” di Indonesia ?

Th 2020 = 17,07

Apakah artinya ?

Dan angka tsb masuk kriteria manakah ?

7 of 64

Total Fertility Rate (TFR)

rata-rata jumlah anak yg dilahirkan hidup oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya (15-49)

Bagaimanakah “TFR”

Indonesia ???? Apakah artinya ….. ?

Negara manakah yang memiliki TFR tertinggi dan terendah di ASEAN ?

Mengapa demikian ?

8 of 64

MORTALITAS (ANGKA KEMATIAN)

  • Fasilitas kesehatan & tenaga medis kurang.
  • Tingkat kesehatan masyarakat yg buruk.
  • Wabah penyakit menular
  • Bencana (alam & sosial).

angka yg menunjukkan jumlah penduduk meninggal dari setiap 1000 penduduk di suatu wilayah

  • Fasilitas kesehatan & tenaga medis yg memadai.
  • Tingkat kesejahteraan yg tinggi.
  • Lingkungan yang bersih dan sehat.
  • Obat-obatan murah / gratis.

Pro-Mortalitas (faktor2 yg mempercepat

kematian penduduk)

Anti Mortalitas (faktor2 yg menghambat angka kematian penduduk)

9 of 64

Kriteria angka kematian (Mortality Rate /MR)

  1. Tinggi
  2. Sedang
  3. Rendah

> 18

14 – 18

< 18.

Berapakah“MR” di Indonesia ?

Th 2023 = 6,8

Apakah artinya ?

Dan angka tsb masuk kriteria manakah ?

10 of 64

MIGRASI

perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan tujuan untuk menetap.

  1. Migrasi Nasional (intern): perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain dalam satu negara. Cont: Transmigrasi, urbanisasi, ruralisasi, dll.
  2. Migrasi Internasional (ekstern)

: perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya.

11 of 64

Macam-macam migrasi internasional :

  1. Imigrasi, masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap. Orang yg melakukannya disebut imigran.

  • Emigrasi, keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigran.

  • Remigrasi atau repatriasi, kembalinya imigran/emigran ke negara asalnya.

12 of 64

Faktor-factor Migrasi

  • Lapangan pekerjaan & SDA terbatas
  • Infrastruktur terbatas
  • Standart hidup / gaji yg kurang
  • Kepadatan penduduk (pemerataan)
  • Tekanan politik, agama, ras, suku, dll

Pull factors (faktor2 penarik migrasi yg berasal dari daerah tujuan)

  • Lapangan kerja & SDA melimpah
  • Sarana prasarana lengkap
  • Keingingan meningkatkan pendidikan.
  • Topografi dan iklim yang nyaman
  • Stabilitas politik & keamanan.

Push Factors (faktor2 pendorong migrasi yg berasal dari daerah asal)

13 of 64

Terima Kasih

  1. Membuat infografis dinamika kependudukan (pro/anti natalitas, mortalitas dan migrasi).
  2. Membuat portofolio angka natalitas dan TFR di propinsi-propinsi di Indonesia.
  3. Membuat portofolio angka kematian di propinsi di Indonesia

Tugas Project Dinamika Kependudukan (pilih salah satu)

14 of 64

Lingkungan & Kependudukan

Geo Fase F / Kelas XI

15 of 64

PerkembanganPendudukDunia

Kehidupan manusia di Bumi diperkirakan sejak 2 juta th yg lalu, dari fosil Homo erectus (Pythecanthropus).

Menurut International Starch Institute, setelah bencana letusan Gunung Toba Purba 74.000 th lalu, penduduk seluruh dunia tersisa 10.000 – 40.000 jiwa.

Setelah peristiwa tersebut pertambahan pendudukan bumi mengalami berbagai dinamika.

Secara umum perkembangan penduduk dunia dibagi menjadi 4 era (zaman).

16 of 64

PerkembanganPendudukDunia

  1. Zaman Semi-Nomaden ( … - 5000 SM)
    • Penduduk bumi relative tidak berubah (stagnan) atau sangat lambat perkembangannya.
    • Jumlah penduduk bumi diperkirakan 4 juta jiwa (Sumber

Human Population through the Ages).

Faktorpenyebabpendudukstagnan:

    • Banyak terjadi bencana

mematikan

    • Perubahan iklim drastic/ekstrim
    • Cara hidup nomaden
    • Mata pencaharian hanya berburu

dan meramu.

17 of 64

PerkembanganPendudukDunia

  1. Zaman Semi-Nomaden ( … - 5000 SM)
  2. Zaman Negara Kota (5000 SM – 0 M)
    • Penduduk Bumi mulai berkembang.
    • Penduduk dunia ± 100 jt (th 0 M)

Faktorpendukungnya:

Manusia mulai mengenal peradaban, sehingga kehidupan lebih mudah.

      • Peradaban Mesir (4500 SM).
      • Mesopotamia (3000 SM)
      • Lembah Sungai Indus (2000 SM)
      • Lembah Sungai Hoang Ho (1000 SM)
      • Romawi-Yunani (500 SM)

18 of 64

PerkembanganPendudukDunia

  1. Zaman Semi-Nomaden ( … - 5000 SM)
  2. Zaman Negara Kota (5000 SM – 0 M)
  3. Zaman Kekaisaran (0 – 1.500 M)
    • Penduduk berkembang lebih cepat.
    • Penduduk dunia ± 500 jt (th 1.500 M),

Faktornya:

Lahirnya puluhan kerajaan yang berkembang dari 5 pusat peradaban. Dan 3 kerajaan yg terbesar ;

    • Kerajaan Turki Usmani
    • Kerajaan Syafawi, Persia
    • Kerajaan Mughal, India, dll

19 of 64

PerkembanganPendudukDunia

  1. Zaman Semi-Nomaden ( … - 5000 SM)
  2. Zaman Negara Kota (5000 SM – 0 M)
  3. Zaman Kekaisaran (0 – 1.500 M)

3. Zaman Global (1.500 M - sekarang)

  • Penduduk berkembang sangat cepat.
  • Terjadi baby boom
  • Terjadi population explotions
  • Penduduk dunia 8 milyar (th 2024)

Faktornya:

    • Lahirnya Revolusi industri
    • Kemajuan bidang kesehatan,

pendidikan & prasarana lainnya

    • Kehidupan semakin aman & mapan

204 tahun

123 tahun

33 tahun

14 tahun

13 tahun

12 tahun

13 tahun

12 tahun

20 of 64

PerkembanganPendudukDunia

Perkembangan penduduk dunia sejak tahun 1970-1980 sudah mulai melambat. Bahkan banyak negara mengalami pertumbuhan penduduk minus/negative.

Walaupun di beberapa negara berkembang, pertumbuhan penduduk masih tinggi.

Faktor perlambatan penduduk dunia :

  • Keberhasilan program KB
  • Kesadaran manusia Keinginan meningkatkan kesejahteraan.
  • Kerjasama semua bangsa untuk menahan pertumbuhan penduduk

21 of 64

PERTAMBAHAN PENDUDUK INDONESIA

Dari waktu ke waktu

DARI JAMAN KERAJAAN – JAMAN KOLONIAL SAMPAI SEKARANG

22 of 64

PerkembanganPendudukIndonesia

Wilayah Indonesia sejak lama sudah dikenal memiliki penduduk yg padat. Dan menjadi salah satu yg terpadat di dunia.

Bukti-buktinya :

  • Banyaknya kerajaan-kerajaan di Nusantara.
  • Banyaknya peninggalan budaya bernilai tinggi.
  • Kondisi tanah yang sangat subur.
  • Kemampuan bertani masyarakat Indonesia.

Sejarah Perkembangan Penduduk Indonesia di bagi menjadi 3;

  • Zaman kerajaan,
  • Zaman colonial,
  • Zaman kemerdekaan.

23 of 64

PerkembanganPendudukIndonesia

  1. Zaman Kerajaan ( … - 1.600 M)
    • Pertambahannya sangat lambat.
    • Sumber datanya dari sejarawan,

arkeolog, dan pelaku perjalanan.

    • Penduduk Indonesia abad 16 sebesar 8 juta jiwa (Ong Hok Ham)

Sumberdatanya:

    • Ong Hok Ham, penduduk Aceh,

Demak, Surabaya, 50.000 – 100.000.

    • Uka Tjandrasasmita (Arkeolog), di abad pertengahan kota2 di Nusantara penduduknya lebih besar dari kota2 Eropa.
    • Tome Pires, abad 13 penduduk Pasai 20 rb, Palembang 10 rb & Demak 50 rb jiwa.

24 of 64

PerkembanganPendudukIndonesia

  1. Zaman Kerajaan ( … - 1.600 M)
  2. Zaman Kolonial (1.600 - 1945 M)
    • Pertambahannya lambat (lebih cepat dari zaman kerajaan).
    • Sumber datanya dari sensus penduduk colonial & arsip nasional.

Sensuspendudukzamancolonial :

Sudah 10 sensus, tapi yg baik 3 kali :

    • Th 1905 (P Jawa 30,09 juta jiwa)
    • Th 1920 (P Jawa 34,3 juta jiwa).
    • Th 1930 (P Jawa 40 jt, Indonesia 60,7 jt jiwa)

Tahun1940 tidak ada sensus, sebab PD II. Diprediksi Indonesia berpenduduk ± 70,4 jt jiwa.

25 of 64

PerkembanganPendudukIndonesia

  1. Zaman Kerajaan ( … - 1.600 M)
  2. Zaman Kolonial (1.600 - 1945 M)
  3. Zaman Kemerdekaan (1945 - sekarang)
    • Pertambahan penduduk sangat pesat
    • Sumber datanya dari sensus penduduk Indonesia (sudah 7x).
    • Terjadi baby boom & population explosions tahun 1960an.
    • Faktor utamanya : keamanan, kesehatan dan infrastruktur lebih baik dari zaman sebelumnya

Apakah baby boom dan population explosions itu ?

26 of 64

PerkembanganPendudukIndonesia

Pelaksanaan&Hasil SensusPendudukIndonesia

Mengapa tahun 1950 tidak diadakan sensus Penduduk ?

27 of 64

Terima Kasih

Tugas Project Pertambahan Penduduk (pilih salah satu)

  1. Membuat infografis pertambahan penduduk dunia dari waktu ke waktu.
  2. Membuat infografis pertambahan penduduk Indonesia dari waktu ke waktu.
  3. Membuat poster ajakanmencegah pertambahan penduduk

Cara Menghitung Pertumbuhan Penduduk

28 of 64

Lingkungan & Kependudukan

Geo Fase F / Kelas XI

PertumbuhanPenduduk

&Cara Menghitungnya

29 of 64

1. Pertumbuhan Penduduk Alami

angka yang menunjukkan selisih antara kelahiran dan kematian di suatu wilayah.

Rumus :

P / Pa = Pertumbuhan penduduk alami (jiwa)

%P = Tingkat Pertumbuhan Penduduk Alami (%)

L = Jumlah kelahiran

M = Jumlah kematian

Po = Jumlah Penduduk di tahun awal/dasar

Contoh Soal :

Penduduk Kota X di tahun 2023 sebanyak 200.000 jiwa, selama 1 tahun terdapat 4.280 kelahiran

dan 2.040 penduduk meninggal. Hitunglah pertumbuhan penduduknya & tingkat pertumbuhan penduduk alami Kota X.

Diket :

L = 4.280

M = 2.040

Po = 200.000

Pa dan %P … ?

Jwb :

P / Pa

= L - M

= 4.280 - 2.040

= 2.240 jiwa

L - M X 100

%P =

Po

4.280 - 2.040 X 100

=

200.000

2.240

=

200.000 X 100

=

224

200

=

1,12 %

30 of 64

Pertumbuhan penduduk alami Kota X adalah 2.240 jiwa.

Artinya: selama tahun 2023 di kota X mendapatkan penambahan penduduk alami sebesar 2.240 jiwa.

Tingkat pertumbuhan penduduk Kota X adalah 1,12 % .

Masuk kriteria manakah Kota X … ?

Kriteria angka pertumbuhan penduduk

Rendah

=

<

1 %

Sedang

=

1

-

2 %

Tinggi

=

>

2 %

31 of 64

2. Pertumbuhan Penduduk Non Alami

angka yang menunjukkan selisih antara imigrasi dan emigrasi di suatu wilayah.

Rumus :

Pm = Pertumbuhan penduduk non alami / migrasi (jiwa)

%Pm = Tingkat Pertumbuhan Penduduk Non Alami (%)

I = Imigrasi /jumlah penduduk masuk

E = Emigrasi /jumlah penduduk keluar

Po = Jumlah Penduduk di tahun awal/dasar

Contoh Soal :

Penduduk Kota X di tahun 2023 sebanyak

200.000 jiwa, selama 1 tahun terdapat 970 pendatang menetap dan 630 jiwa pergi/pindah keluar. Hitunglah tingkat pertumbuhan penduduk non alami Kota X.

Diket :

%Pm = … ?

I = 970

E = 630

Po = 200.000

X 100

%Pm =

I - E

Po

X 100

=

970 - 630

200.000

=

340

200.000 X 100

=

34

200

=

0,17 %

Masuk kriteria manakah Kota X … ?

32 of 64

3. Pertumbuhan Penduduk Total

Rumus :

P / Pt = Pertumbuhan penduduk total (jiwa)

%P / Pt = Tingkat Pertumbuhan Penduduk Total (%)

L = Jumlah kelahiran

M = Jumlah kematian

I = Jumlah Imigrasi

E = Jumlah Emigrasi

Po = Jumlah Penduduk tahun dasar

Contoh Soal :

Penduduk Kota X di tahun 2023 sebanyak 200.000 jiwa, selama 1 th terdapat 4.280 kelahiran dan

2.040 jiwa meninggal. Sementara itu jumlah pendatang/ imigrasi adalah 970 dan penduduk keluar/emigrasi adalah 630 jiwa. Hitunglah tingkat pertumbuhan penduduk total di Kota X !

Diket :

L = 4.280

M = 2.040

I = 970

E = 630

Po = 200.000

%Pt = … ?

%Pt =

(L- M ) + ( I - E )

X 100

Po

=

(4.280-2.040) +(970-630)

X100

200.000

= 2.240 + 340 X 100

200.000

=

2.580

X100

200.000

= 1,29 %

33 of 64

B. CARA MENGHITUNG

NATALITAS, MORTALITAS & MIGRASI PENDUDUK

DI INDONESIA

DINAMIKA KEPENDUDUKAN

34 of 64

1. CBR (Crude Birth Rate/Angka Kelahiran Kasar).

MENGHITUNG NATALITAS (ANGKA KELAHIRAN)

Contoh Soal :

Penduduk Kota X sebanyak 600.000 jiwa. Jika selama 1 tahun terdapat 12.500 bayi yang lahir, hitunglah angka kelahiran kasar (CBR) kota X !

Jawab:

B = 12.500

P = 600.000

CBR = … ???

CBR

=

B

P

X

1.000

=

12.500

600.000

X

1.000

=

20,83

Artinya : Setiap 1000 penduduk kota X selama 1 tahun terdapat 20, 83 bayi yang lahir.

; angka yang menunjukkan banyaknya bayi yang lahir dari setiap 1000 penduduk.

35 of 64

Contoh Soal :

Penduduk Kota X sebanyak 600.000 jiwa dan penduduk wanita usia 25-30 tahun sebanyak 42.000 jiwa. Selama 1 tahun terdapat 12.500 bayi yang lahir, 4.250 diantarnya dilahirkan oleh wanita usia 25-30 tahun. Hitunglah angka kelahiran khusus (ASBR/ASFR) kota X !

Jawab:

Bx = 4.250

Px = 42.000

ASBR = … ???

ASBR

=

Bx

Px

X

1.000

=

4.250

42.000

X

1.000

=

103,66

Artinya : Setiap 1000 wanita usia 25-30 th di kota X selama 1 thn terdapat 103,66 bayi yang lahir.

2. ASBR (Age Specific Birth Rate/Angka Kelahiran Khusus)

ASBR

=

BX

X

1.000

PX

Bx = Jumlah bayi lahir dari wanita usia tertentu

Px = jumlah penduduk wanita usia tertentu

1000 = konstanta

adalah angka yang menunjukkan jumlah bayi yang lahir dari setiap 1000 penduduk wanita usia tertentu.

36 of 64

1. CDR (Crude Death Rate/Angka Kematian Kasar).

MENGHITUNG MORTALITAS (ANGKA KEMATIAN)

Contoh Soal :

Penduduk Kota Semarang tahun 2020 sebanyak 1.680.000 jiwa. Jika di tahun tersebut yang meninggal dunia 8.770 jiwa, hitunglah angka kematian kasar (CDR) kota !

Jawab:

D = 8.770

P = 1.680.000

CDR = … ???

CDR

=

D

P

X

1.000

=

8.770

1.680.000

X

1.000

=

5,22

Artinya : Setiap 1000 penduduk Kota Smg selama 2020 terdapat 5,22 jiwa yang meninggal.

D = Jumlah penduduk meninggal

P = jumlah penduduk di tahun tersebut

1000 = konstanta

; angka yang menunjukkan banyaknya penduduk yang meninggal dari setiap 1000 penduduk.

37 of 64

Contoh Soal :

Jawab:

Dx = 1.850

Px = 61.000

ASDR = … ???

ASDR

=

Dx

Px

X

1.000

=

1.850

61.000

X

1.000

=

30,32

Artinya : Setiap 1000 penduduk uisa 60-64 th di Kota Smg tahun 2020 terdapat 30,32 jiwa meninggal.

2. ASDR (Age Specific Death Rate/Angka Kematian Khusus)

ASDR

=

DX

X

1.000

PX

Dx = Jumlah penduduk meninggal usia tertentu

Px = jumlah penduduk uisa tertentu

1000 = konstanta

Penduduk Kota Semarang tahun 2020 sebanyak 1.680.000 jiwa. Dan penduduk usia 60-64 tahun sebanyak 61.000 jiwa. Jika di tahun tersebut yang meninggal dunia 8.770 jiwa, dan 1.850 diantaranya usia 60-64 tahun, hitunglah angka kematian khusus (ASDR) Kota Semarang di tahun 2020 !

; angka yang menunjukkan banyaknya penduduk yang meninggal dari setiap 1000 penduduk usia tertentu.

38 of 64

Contoh Soal :

Jawab:

Jumlah kelahiran hidup = 60.000

IMR = … ???

=

4.400

60.000

X

1.000

=

73,33

Artinya : Setiap 1000 kelahiran hidup di Negara Z terdapat 73,33 bayi meninggal.

3. IMR (Infant Mortality Rate/Angka Kematian Bayi).

IMR

=

Jumlah Kematian Bayi < usia 1 tahun

X

1.000

Jumlah kelahiran bayi hidup

Berdasarkan data di Dinas Kesehatan, jumlah bayi yang meninggal di Negara Z tahun 2020 sebanyak 4.400 bayi, dan jumlah kelahiran hidup sebanyak 60.000 bayi.

Hitunglah angka kematian bayi di Kota Z !

Jumlah Kematian Bayi < 1 th = 4.400

; angka yang menunjukkan banyaknya bayi yang meninggal dari setiap 1000 bayi lahir hidup.

39 of 64

1. Mi (Migration In) ; angka yang menunjukkan jumlah penduduk masuk (imigrasi) setiap 1000 penduduk

MENGHITUNG ANGKA MIGRASI PENDUDUK

Contoh Soal :

Penduduk Negara S adalah 5.800.000 jiwa. Selama tahun 2020 terdapat imigrasi 18.300 jiwa. Hitunglah angka Mi !

Jawab:

I = 18.300

P = 5.800.000

Mi = … ???

Mi

=

I

P

X

1.000

=

18.300

5.800.000

X

1.000

=

3,16

Artinya : Setiap 1000 penduduk Negara S selama tahun 2020 terdapat 3,16 migrasi masuk..

Mi

=

I

X

1.000

P

Mi = Angka Migrasi masuk/imigrasi

I = Jumlah penduduk masuk/imigrasi

P = Jumlah penduduk

1000 = Konstanta

40 of 64

2. Mo (Migration Out) ; angka yang menunjukan jumlah penduduk keluar (emigrasi) tiap 1000 penduduk.

Contoh Soal :

Penduduk Negara S adalah 5.800.000 jiwa. Selama tahun 2020 terdapat emigrasi 11.100 jiwa. Hitunglah angka Mo !

Jawab:

O = 11.100

P = 5.800.000

Mo = … ???

Mo

=

O

P

X

1.000

=

11.100

5.800.000

X

1.000

=

1,91

Artinya : Setiap 1000 penduduk Negara S selama tahun 2020 terdapat 1,91 migrasi keluar..

Mo

=

O

X

1.000

P

Mo = Angka Migrasi keluar/emigrasi

O = Jumlah penduduk keluar/emigrasi

P = Jumlah penduduk

1000 = Konstanta

41 of 64

DI INDONESIA

DINAMIKA KEPENDUDUKAN

C. PROYEKSI PENDUDUK

42 of 64

adalah perhitungan secara ilmiah untuk menggambarkan keadaan penduduk di masa yang akan datang, berdasarkan angka kelahiran, kematian dan migrasi.

  1. Untuk mengetahui keadaan penduduk pada masa yang akan datang.
  2. Perencanaan penyediaan pangan.
  3. Perencanaan penyedian fasilitas Pendidikan, Kesehatan, perumahan dan kesempatan kerja.
  4. Mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.

Pengertian Proyeksi Penduduk :

Data yang dipakai : sensus penduduk dan supas (survai antar sensus).

Manfaat proyeksi Penduduk :

43 of 64

‘r = 2,5 %

Rumus-rumus proyeksi penduduk :

1. Aritmatika

Pt = Jumlah penduduk tahun ke t (yg dicari)Po = Jumlah penduduk tahun ke 0 (awal)r = Laju pertumbuhan penduduk (%/th)t = Rentang waktu antara Po dan Pt (tahun)

Contoh Soal :

Penduduk Kota Makasar tahun 2020 adalah 1.600.000 jiwa. Angka pertumbuhan pendudukannya adalah 2,5 %. Berapakah penduduk makasar tahun 2025 ?

Jawab:

Po = 1.600.000

Pt = … ???

Pt

=

Po

(1 + r.t)

=

t = 5

1.600.000

2,5 % .

1

(

+

)

5

=

1.600.000

0,025

1

(

+

5

x

)

=

1.600.000

0,125

1

(

+

)

=

1.600.000

1,125

X

=

1.800.000 jiwa.

Jadi penduduk Makasar tahun 2025 diprediksi sebesar 1.800.000 jiwa.

44 of 64

2. Geometrik

Pt = Jumlah penduduk tahun ke t (yg dicari)Po = Jumlah penduduk tahun ke 0 (awal)r = Laju pertumbuhan penduduk (%/th)t = Rentang waktu antara Po dan Pt (tahun)

Contoh Soal :

Penduduk Kota Palembang tahun 2020 adalah 1.700.000 jiwa. Angka pertumbuhan pendudukannya adalah 2,3 %. Berapakah penduduk Palembang tahun 2025 ?

Jawab:

Po = 1.700.000

‘r = 2,3 %

Pt = … ???

Pt

=

Po

(1 + r)

=

t = 5

1.700.000

2,3 %

1

(

+

5

)

=

1.700.000

0,023

1

(

+

5

)

=

1.700.000

1,023

(

)

5

=

1.700.000

1,1204130

X

=

1.904.702 jiwa.

Jadi penduduk Palembang tahun 2025 diprediksi sebesar 1.904.702 jiwa.

t

45 of 64

3. Eksponensial

Pt = Jumlah penduduk tahun yg dicariPo = Jumlah penduduk tahun awal.

‘e = 2,71828128 (eksponensial/konstanta)r = Laju pertumbuhan penduduk (%/th)t = jangka waktu antara Po dan Pt (tahun)

Contoh Soal :

Penduduk Propinsi Jawa Tengah tahun 2020 adalah 36.500.000 jiwa, jika pertumbuhan pendudukannya adalah 0,7 %. Berapakah penduduk Jawa Tengah tahun 2024 ?

Jawab:

Po = 36.500.000

‘r = 0,7 %

Pt = … ???

Pt

=

Po . e

=

t = 4

36.500.000

4

2,71828128

X

0,7 % .

rt

‘e = 2,71828128

=

36.500.000

4

2,71828128

X

0,007X

=

36.500.000

2,71828128

X

0,028

=

36.500.000

2,71828128

X

28 /1000

=

36.500.000

2,71828128

X

7 /250

=

36.500.000

1,0283927

X

=

37.536.442 jiwa.

Penduduk Jateng th 2024 diprediksi 37.536.333 jiwa.

46 of 64

Proyeksi Penduduk Indonesia :

Berdasarkan jumlah penduduk Indonesia th 2020 sebanyak 269,6 juta jiwa, maka pemerintah membuat proyeksi tahun 2045 sebesar 319 juta jiwa.

47 of 64

E. MOBILITAS PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Mobilitas penduduk merupakan pergerakan penduduk dari satu daerah ke daerah lain, baik untuk sementara maupun untuk jangka waktu yang lama atau menetap secara permanen. Mobilitas seperti ini disebut mobilitas fisik.

Sumber:commons.wikimedia.org

1. Mobilitas Penduduk

48 of 64

Ada dua jenis mobilitas fisik. Kedua jenis mobilitas itu adalah mobilitas permanen dan mobilitas nonpermanen.

Mobilitas permanen disebut juga migrasi. Mobilitas permanen adalah perpindahan penduduk untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif atau batas politik/negara. Mobilitas permanen dapat dikelompokkan atas mobilitas internal dan mobilitas eksternal.

Sumber:commons.wikimedia.org

A. MOBILITAS PERMANEN

49 of 64

Mobilitas internal adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lainnya dalam satu negara. Bentuk-bentuk mobilitas internal antara lain sebagai berikut.

Sumber:commons.wikimedia.org

    • adalah bertambahnya proporsi penduduk yang berdiam di daerah perkotaan yang disebabkan oleh pertambahan penduduk wilayah perkotaan, dan akibat perluasan daerah perkotaan.

Urbanisasi

    • adalah perpindahan penduduk dari kota kembali ke desa.

Ruralisasi

    • adalah pemindahan dan atau kepindahan penduduk dari suatu daerah untuk menetap di daerah lain yang ditetapkan di dalam wilayah republik Indonesia

Transmigrasi

50 of 64

Mobilitas eksternal, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. Bentuk-bentuk mobilitas eksternal antara lain sebagai berikut.

Sumber:commons.wikimedia.org

    • adalah perpindahan penduduk dari tanah air sendiri ke negara lain untuk tinggal menetap di sana.

Emigrasi

    • adalah perpindahan penduduk dari negara lain masuk ke negara kita.

Imigrasi

    • adalah kembalinya penduduk suatu negara ke tanah airnya sendiri setelah pindah dan menetap di negara asing.

Remigrasi

51 of 64

Mobilitas nonpermanen adalah perpindahan penduduk untuk sementara waktu dari suatu tempat ke tempat lain.

Mobilitas nonpermanen dapat dikelompokkan menjadi:

Sumber:commons.wikimedia.org

B. MOBILITAS NONPERMANEN

Komutasi, dilakukan dengan pergi-pulang dalam tempo kurang dari 24 jam.

Sirkulasi adalah bentuk mobilitas penduduk nonpermanen yang dilakukan dengan menginap di tempat tujuan untuk sementara waktu.

52 of 64

Pola mobilitas tenaga kerja umumnya mengikuti pola mobilitas penduduk. Berdasarkan mobilitas tenaga kerja, ada dua tipe tenaga kerja, yakni sebagai berikut.

Sumber:commons.wikimedia.org

C. MOBILITAS PEKERJA

Stayers adalah tenaga kerja yang bekerja di lokasi yang sama dengan lokasi tempat tinggalnya.

Movers adalah tenaga kerja yang bekerja di lokasi yang berbeda dengan lokasi tempat tinggalnya.

53 of 64

F. KUALITAS PENDUDUK DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA

Kualitas penduduk merupakan faktor penting yang menentukan maju tidaknya suatu negara. Berikut aspek-aspek penting bagi kualitas penduduk.

Kesehatan

Tingkat pendidikan

Pendapatan per kapita

Indeks Pembangunan Manusia

54 of 64

G. BONUS DEMOGRAFI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN

Bonus demografi merupakan bonus yang dinikmati suatu negara karena besarnya proporsi penduduk produktif (rentang usia 15-64 tahun) dalam evolusi kependudukan.

Bonus demografi akan mencapai puncaknya sekitar tahun 2020 sampai dengan tahun 2030.

Piramida penduduk Indonesia saat terjadi bonus demografi

Sumber:commons.wikimedia.org

55 of 64

H. PERMASALAHAN YANG DIAKIBATKAN OLEH DINAMIKA KEPENDUDUKAN

Dalam jangka waktu lima belas tahun, dari tahun 2000-2015, jumlah penduduk Indonesia bertambah sekitar 50,06 juta jiwa atau rata-rata 3,33 juta setiap tahun. Ketika pertumbuhan penduduk tidak terkendali dengan baik, masalah akan timbul.

Grafik pertumbuhan penduduk Indonesia tahun 2000-2015

56 of 64

Masalah yang timbul antara lain ledakan penduduk (population explosion) dan sebaran penduduk yang tidak merata.

Sumber:commons.wikimedia.org

Ledakan penduduk adalah keadaan penduduk dengan laju pertumbuhannya cepat sebagai akibat dari tingkat kelahiran yang tinggi, sedangkan tingkat kematian menurun secara tajam.

Beberapa dampak negatif dari ledakan penduduk adalah terjadinya over eksploitasi terhadap lahan pertanian, serta semakin banyaknya kebutuhan lapangan pekerjaan.

1. LEDAKAN PENDUDUK

57 of 64

Tampak bahwa kepadatan penduduk di Indonesia belum merata. Kepadatan penduduk tertinggi terdapat di Pulau Jawa, yakni Provinsi DKI Jakarta dengan kepadatan sebesar 15.327,97 jiwa per km2. Kepadatan penduduk terendah terdapat di Provinsi Kalimantan Utara dengan kepadatan sebesar 8,51 jiwa per km2.

Untuk mengatasi masalah persebaran penduduk yang tidak merata ini, pemerintah melaksanakan beberapa program seperti transmigrasi, pemerataan lapangan kerja, dan program KB.

Sumber:commons.wikimedia.org

2. PERSEBARAN PENDUDUK TIDAK MERATA

58 of 64

I. PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS DATA KEPENDUDUKAN

Penerimaan dokumen (receiving)

Penyimpanan dokumen

Pengelompokan dokumen (batching)

Penyuntingan/penyandian (editing/coding)

Tujuan utama pengolahan data kependudukan adalah menghasilkan tabel statistik yang berisi hasil registrasi penduduk, sensus, dan survei kependudukan.

Proses pengolahan prakomputer:

1. PENGOLAHAN DATA KEPENDUDUKAN

59 of 64

Instalasi program pengolahan

Entri data

Validasi data

Back up

Restore

Gabung data

Pencetakan laporan

PENGOLAHAN DATA DENGAN KOMPUTER

60 of 64

Analisis data kependudukan merupakan tindakan mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat tentang dinamika kependudukan untuk perencanaan pembangunan. Ada dua pendekatan yang digunakan dalam menganalisis data kependudukan yaitu pendekatan kohor atau kelompok (cohort approach) dan pendekatan waktu (period approach).

Sumber:pixabay.com

2. ANALISIS DATA KEPENDUDUKAN

61 of 64

Komposisi penduduk menurut umur dapat diklasifi kasikan menjadi tiga kelompok berikut.

  1. Usia belum produktif (kelompok umur <14 tahun).
  2. Usia produktif (kelompok umur 15–64 tahun).
  3. Usia tidak produktif ( kelompok umur > 64 tahun).

Komposisi penduduk menurut umur menjadi dasar untuk menghitung rasio ketergantungan (dependency ratio).

Berikut rumus untuk menghitung rasio ketergantungan.

Sumber:pixabay.com

3. KOMPOSISI PENDUDUK SEBAGAI SUBJEK PENTING ANALISIS DATA KEPENDUDUKAN

62 of 64

4. PIRAMIDA PENDUDUK

Piramida penduduk adalah grafik khusus yang digunakan untuk menampilkan komposisi jenis kelamin dan umur dari suatu populasi atau kelompok.

Sumber:commons.wikimedia.org

1. Tipe ekspansif, di mana sebagian besar penduduk masih muda (0–19 tahun). Sementara itu, penduduk yang lanjut usia relatif sedikit. Angka kelahirannya jauh lebih tinggi daripada angka kematiannya. Sebagian besar komposisi penduduk muda (ekspansif) ditemukan di negara-negara berkembang.

63 of 64

Sumber:commons.wikimedia.org

2. Piramida penduduk tipe stasioner menggambarkan angka natalitas yang hampir sama dengan angka mortalitas. Dinamika penduduknya cenderung tetap di mana jumlah penduduk muda, dewasa, dan tua hampir sama. Pertumbuhan penduduknya kecil. Piramida ini berbentuk granat atau segi empat.

64 of 64

Sumber:commons.wikimedia.org

3. Piramida penduduk bertipe konstruktif, terjadi distribusi transisi yang disebabkan menurunnya tingkat kesuburan dan kematian, meningkatnya harapan hidup, dan perlambatan pertumbuhan penduduk. Jumlah penduduk usia kerja relatif lebih besar daripada jumlah anak-anak dan orang tua. Piramida ini berbentuk sarang tawon atau batu nisan (guci terbalik).