BAB 5 PERAMALAN
5.1 Peramalan Organisasi
5.1.1 Pengertian Peramalan
5.1 Peramalan Organisasi
Klasifikasi Peramalan
5.1 Peramalan Organisasi
5.1.2 Fungsi dan Pertimbangan Peramalan
(i)item yang diramalkan,
(ii) peramalan dari atas (top-down) atau dari bawah (bottom up),
(iii)teknik peramalan (model kuantitatif atau kualitatif),
(iv)satuan yang digunakan,
(v)interval/horizon waktu,
(vi) komponen peramalan,
(vii) ketepatan peramalan,
(viii) pengecualian dan situasi khusus,
(ix) perbaikan parameter model peramalan
5.1 Peramalan Organisasi
5.1.2 Alasan dan Peran Peramalan
5.1 Peramalan Organisasi
5.1.3 Jenis-jenis Peramalan
Jenis-jenis peramalan berdasarkan perencanaan operasi di masa depan sebagai berikut:
Jenis-jenis peramalan berdasarkan sifat penyusunan sebagai berikut:
Peramalan kuantitatif memerlukan tiga kondisi, yaitu :
5.1 Peramalan Organisasi
5.1.4 Metode Peramalan
1. Metode Kuantitatif
Metode kuantitatif adalah metode peramalan yang sangat mengandalkan pola data historis. Metode kunatitatif terdari dari dua, yaitu:
a. Metode Deret Berkala (Time series)
Tujuannya adalah meneliti pola data yang digunakan untuk meramalkan dan melakukan ekstrapolasi ke masa depan dengan data time series. Metode yang menggunakan time series, yaitu metode rata-rata bergerak sederhana, metode rata-rata bergerak tertimbang (weighted moving average), penghalusan eksponensial, proyeksi trend
b. Metode Kausal
Mengasumsikan bahwa faktor yang diramalkan menunjukkan hubungan sebab akibat dengan satu atau lebih variabel bebas. Metode kausalitas antara lain: metode regresi dan metode korelasi, model input output, model ekonometrika.
Metode kualitatif adalah metode penaksiran berdasarkan perakiraan secara subjektif atau opini pembuat ramalan dan input yang dibutuhkan tergantung pada pemikiran intuitif pertimbangan dan pengetahuan.
a. Metode Ekploratoris
b. Metode Normatif
Metode Kualitatif juga dibedakan menjadi empat yaitu sebagai berikut:
* Metode Delphi
* Riset Pasar
* Analogic historic
* Konsensus panel
5.1 Peramalan Organisasi
5.1.5 Karakteristik Peramalan yang Baik
5.1 Peramalan Organisasi
5.1.6 Prosedur Peramalan
1) Menentukan tujuan ramalan
2) Pemilihan teknik peramalan
3) Memperoleh membersihkan dan menganalisis data yang tepat untuk menghilangkan objek asing dan data yang jelas tidak benar sebelum analisis.
4) Membuat ramalan
5) Memantau ramalan agar dapat menentukan apakah ramalan ini dilakukan dengan cara yang memuaskan dengan memeriksa kembali metode peramalan, asumsi, keabsahan data, dan lain-lain sesuai kebutuhan untuk revisi ramalan.
Faktor lingkungan yang mempengaruhi peramalan :
5.2 Pola dan Penilaian Peramalan
Pola Data dalam Peramalan
4. Pola Trend yang terjadi jika ada kenaikan atau penurunan sekuler jangka panjang dalam data
Indikator Penilaian Model Peramalan
5.2 Pola dan Penilaian Peramalan
Metode yang digunakan untuk mengevaluasi metode peramalan menggunakan jumlah dari kesalahan-kesalahan yang absolut. MAD berguna untuk mengukur kesalahan ramalah dalam unit yang sama sebagai deret asli. Nilai MAD dirumuskan sebagai berikut:
Metode ini menghasilkan kesalahan-kesalahan sedang yang kemungkinan lebih baik untuk kesalahan kecil, tetapi kadang menghasilkan perbedaan yang besar. Nilai MSE di rumuskan sebagai berikut:
Indikator Penilaian Model Peramalan
5.2 Pola dan Penilaian Peramalan
MAPE mengindikasikan seberapa besar kesalahan dalam meramal yang dibandingkan dengan nilai nyata. MAPE mengindikasi seberapa besar kesalahan dalam meramal yang dibandingkan dengan nilai nyata. Nilai MAPE dirumuskan sebagai berikut:
Tracking signal positif 🡪 nilai aktual permintaan > ramalan
Tracking signal negatif 🡪 nilai aktual permintaan < ramalan
Nilai validasi peramalan dihitung sebagai berikut :
Indikator Penilaian Model Peramalan
5.2 Pola dan Penilaian Peramalan
Peta Moving Range digunakan untuk pengujian kestabilan sistem sebab akibat yang mempengaruhi permintaan. Perhitungan peta moving range dirumuskan sebagai berikut:
Ketentuan :
1. Naïve Model
Metode naïve adalah metode paling sederhana karena mengasumsikan bahwa data yang baru saja terjadi merupakan prediksi paling tepat. Untuk meramalkan periode yang akan datang. Rumus Naïve Model dikelompokkan menjadi tiga jenis berdasarkan plot time series sebagai berikut :
a. Model sederhana untuk data stasioner (the simplest model for stationary data)
b. Model sederhana untuk data tren (the simplest model for trend data)
c. Model sederhana untuk data musiman (the simplest model for seasonal data)
5.3 Peramalan Musiman dan Tren
5.3.1 Peramalan Musiman
Kelebihan utama metode ini adalah mudah dalam operasi yang relatif rendah tetapi ketepatannya masih diragukan untuk peramalan ratusan item. Jenis-jenis model Exponential Smoothing antara lain:
a. Metode Single Exponential Smoothing
Metode Single Exponential Smoothing digunakan untuk meramalkan suatu periode kedepan dengan rumus sebagai berikut :
Sementara itu, evaluasi kebaikan model peramalan adalah menggunakan RMSE sebagai berikut:
5.3.1 Peramalan Musiman
5.3 Peramalan Musiman dan Tren
b. Metode Double Exponential Smoothing
Metode Double Exponential Smoothing dikembangkan oleh Brown’s untuk mengatasi adanya perbedaan antara data aktual dan nilai peramalan dalam plot data trend.
Metode ini lebih baik dibandingkan antara metode double moving average karena memiliki nilai RMSE yang lebih kecil dari nilai RMSE metode double moving average
5.3 Peramalan Musiman dan Tren
5.3.1 Peramalan Musiman
Metode Double Exponential Smoothing terdiri dari :
1. Metode Double Exponential Smoothing Satu Parameter Brown, yaitu serupa dengan rata-rata bergerak linear karena kedua nilai single smoothing dan double smoothing tertinggal dari data sebenarnya jika ada unsur tren sehingga perbedaan antara nilai single dan double smoothing ditambahkan dalam nilai smoothing dan disesuaikan dengan tren dengan rumus sebagai berikut :
= ditentukan terlebih dahulu
= ditentukan terlebih dahulu
Keterangan :
= nilai pemulusan eksponensial tunggal
= nilai pemulusan eksponensial ganda
= jumlah periode ke muka yang diramalkan
= peramalan m periode ke muka
5.3.1 Peramalan Musiman
5.3 Peramalan Musiman dan Tren
5.3.1 Peramalan Musiman
5.3 Peramalan Musiman dan Tren
2. Metode Double Exponential Smoothing Dua Parameter Holt
Ramalan pemulusan eksponensial linear Holt diperoleh dengan menggunakan dua konstan pemulusan (nilai antara 0 sampai 1) dan tiga persamaan sebagai berikut :
= ditentukan terlebih dahulu
= ditentukan terlebih dahulu
Keterangan:
= data pemulusan pada periode t
= trend pemulusan pada periode t
= peramalan pada periode t
= jumlah periode ke muka yang diramalkan
5.3.1 Peramalan Musiman
5.3 Peramalan Musiman dan Tren
c. Metode Triple Exponential Smoothing
Metode Triple Exponential Smoothing digunakan ketika data menunjukkan adanya tren dan perilaku musiman dengan rumus sebagai berikut :
Langkah-langkah peramalan sebagai berikut :
5.3.1 Peramalan Musiman
5.3 Peramalan Musiman dan Tren
Peramalan time series menggunakan dua kategori utama pengujian, yaitu :
a. Pemulusan (Smoothing)
Metode pemulusan mendasarkan ramalannya dengan prinsip rata-rata dari kesalahan masa lalu (Averaging smoothing past errors) dengan menambahkan nilai ramalan sebelumnya dengan persentase kesalahan (percentage of the errors) antara nilai sebenarnya (actual value) dengan nilai ramalannya (forecasting value).
b. Dekomposisi (decomposition)
Metode ini menggunakan empat komponen utama dalam meramalkan nilai masa depan, komponen tersebut antara lain trend (T), musiman( ), Siklik/siklus ( ) dan Error atau komponen ketidakteraturan ( ).
5.3.1 Peramalan Musiman
5.3 Peramalan Musiman dan Tren
Jenis model dekomposisi terdiri dari :
1. Dekomposisi Aditif yang menghitung dekomposisi time series pada komponen-komponen trend, musiman, siklus dan error dengan persamaaan model sebagai berikut :
2. Dekomposisi Multiplikatif yang menghitung dekomposisi time series pada komponen-komponen ternd, musiman, siklus dan error dan kemudian memprediksi nilai masa depan, dengan persamaan model sebagai berikut :
Metode Least Square adalah metode yang lazim digunakan untuk analisis time series mencakup :
Metode Garis Linier Secara Bebas (Free Hand Method)
Metode Setengah Rata-Rata (Semi Average Method)
Metode Rata-Rata Bergerak (Moving Average Method)
Metode Kuadrat Terkecil (Least Square Method)
5.3.2 Peramalan Tren
5.3 Peramalan Musiman dan Tren
Tren adalah keadaan data yang menarik atau menurun dari waktu ke waktu. Tehnik lazim yang digunakan adalah metode kuadrat terkecil (least square meethod) dengan rumus sebagai :
dimana : y adalah data time series yang akan diperkirakan
t adalah variabel waktu
a dan b adalah konstanta dan koefisien
a dan b didapat dengan menggunakan formula :
Thank You