1 of 7

BAB 6�UNSUR PENDUKUNG TARI KREASI

2 of 7

Unsur Pendukung Tari

  1. Iringan Tari (musik pengiring tari)
  2. Musik dan tari merupakan pasangan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya sebab keberadaan musik di dalam seni tari memiliki aspek dasar yang kaitannya dengan tubuh dan kepribadian manusia yaitu melodi, ritme, dan dramatik.
  3. Ketiga aspek ini dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Sumber melodi dapat membuat kita mengetahui rangkaian nada-nada, 2. Ritme adalah degupan dari musik yang sering ditandai dengan aksen/tekanan yang diulang-ulang secara teratur, dan 3. Dramatik yaitu suara-suara yang dapat memebrikan suasana tertentu. Salah satu contohnya yaitu Tari Uncul yang diiringi dengan musik Sampyong yang terbuat dari bambu.

​

3 of 7

  1. Properti Tari

Properti merupakan semua peralatan yang dimanfaatkan atau digunakan dalam pementasan suatu pertunjukan tari. Properti ini pada dasarnya dapat digunakan untuk memberikan keindahan bentuk pada pertunjukan tari agar garapannya akan terlihat lebih hidup dan sempurna.

Penggunaan properti dalam tari harus memperhatikan atau mempertimbangkan jenis, fungsi, dan ketepatan dalam menggunakannya. Hal ini disebabkan karena dalam penggunaan properti perlu penguasaan dan keterampilan dari seorang penari untuk menggunakannya. Penguasaan dan keterampilan seorang penari dalam menggunakan properti tari menjadi salah satu teknik tari yang dibutuhkan dalam format garapan tari yang berkualitas. Properti tari memiliki banyak ragam, bentuk, dan fungsinya masing-masing.

Adapun beberapa contoh properti tersebut adalah sebaga berikut:

- Selendang,

- Kipas, 

- Tongkat,

- Payung, 

- Piring,

- Panah,

- Pohon-pohonan,

- Bambu,

- Dan lainnya.

​

4 of 7

  1. Tata Rias dan Busana Tari Kreasi

Tata rias dan busana pada seni tari merupakan sarana pembantu yang berperan mendukung pertunjukan tari. Sementara itu, aksesoris adalah bagian dari busana. Tata Rias atau Busana sebagai sarana pembantu, Artinya bahwa meski tanpa busana dan aksesori atau hanya sekedar gerak saja, maka suatu pementasan atua pertunjukan tari sudah dapat dilakukan.

Tata busana atai pakaian adalah segala sesuatu yang dikenakan atau melekat dengan seorang penari. Busana penari merupakan sarana pembantu yang berperan mendukung perwujudan tari. 

Busana tari dapat dikelompokkan kedalam lima bagian yaitu :

- Pakaian dasar,

- Pakaian kaki atau sepatu,

- Pakaian tubuh, 

- Pakaian kepala, dan 

- Perlangkapan-perlengkapan.

Tata rias dan busana tari kreasi begitu terbuka terhadap perubahan . Hal tersebut berbeda dengan tata rias dan busana tari tradisi dengan desain yang baku. Penggunaan tatarias dan busana tari kreasi bebas sesuai dengan karakter atau keinginan koreografer (penyusun tari).

​

5 of 7

  1. Tempat Pentas
  2. Suatu seni pertunjukan selalu memerlukan tempat atau ruang guna menyelenggarakan pertunjukan. Di Indonesia, kita dapat mengenal bentuk-bentuk tempat pertunjukan seperti lapangan terbuka atau arena terbuka, di pendopo dan bentuk panggung proscenium.
  3. Pada tempat terbuka, kita dapat menyaksikan pertunjukan tari yang diselenggarakan di halaman. Pertunjukan tari tradisional di lingkungan rakyat sering dipergelarkan di lapangan terbuka. Dalam kawasan bangsawan, pertunjukan kesenian sering diadakan di pendopo, yaitu suatu bangunan yang berbentuk joglo dan bertiang pokok empat, tanpa penutup pada sisi-sisinya. Sedangkan panggung Proscenium penontonnya harus dapat melihat dari sisi depan saja.

​

6 of 7

  1. Tata Lampu (lighting), dan Tata suara (sound system).
  2. Sarana dan prasarana yang ideal bagi sebuah pertunjukan tari adalah jika gedung pertunjukan telah dilengkapi dengan peralatan yang menunjang penyelenggaraan pertunjukan, khususnya tata lampu dan tata suara yang menjadi unsur perlengkapan sajian tari dengan fungsi untuk mensukseskan pergelaran.
  3. Sebuah penataan lampu dapat dikatakan  berhasil jika dapat memberikan kontribusi terhadap objek-objek yang ada didalam pentas, sehingga semua yang berada didalam pementasan nampak lebih hidup dan mendukung sajian tari. 
  4. Dalam penataan suara, dapat pula dikatakan berhasil jika dapat menjadi jembatan komunikasi antara pertunjukan dengan penontonnya yang artinya bahwa penonton dapat atau bisa dengan jelas mendengar dengan baik tanpa ada gangguan apa pun agar penonton merasa nyaman dalam menyimak dan menyaksikan pementasan tari tersebut.

​

7 of 7

  • Sekian