BAB 6�UNSUR PENDUKUNG TARI KREASI
Unsur Pendukung Tari
Properti merupakan semua peralatan yang dimanfaatkan atau digunakan dalam pementasan suatu pertunjukan tari. Properti ini pada dasarnya dapat digunakan untuk memberikan keindahan bentuk pada pertunjukan tari agar garapannya akan terlihat lebih hidup dan sempurna.
Penggunaan properti dalam tari harus memperhatikan atau mempertimbangkan jenis, fungsi, dan ketepatan dalam menggunakannya. Hal ini disebabkan karena dalam penggunaan properti perlu penguasaan dan keterampilan dari seorang penari untuk menggunakannya. Penguasaan dan keterampilan seorang penari dalam menggunakan properti tari menjadi salah satu teknik tari yang dibutuhkan dalam format garapan tari yang berkualitas. Properti tari memiliki banyak ragam, bentuk, dan fungsinya masing-masing.
Adapun beberapa contoh properti tersebut adalah sebaga berikut:
- Selendang,
- Kipas,
- Tongkat,
- Payung,
- Piring,
- Panah,
- Pohon-pohonan,
- Bambu,
- Dan lainnya.
Tata rias dan busana pada seni tari merupakan sarana pembantu yang berperan mendukung pertunjukan tari. Sementara itu, aksesoris adalah bagian dari busana. Tata Rias atau Busana sebagai sarana pembantu, Artinya bahwa meski tanpa busana dan aksesori atau hanya sekedar gerak saja, maka suatu pementasan atua pertunjukan tari sudah dapat dilakukan.
Tata busana atai pakaian adalah segala sesuatu yang dikenakan atau melekat dengan seorang penari. Busana penari merupakan sarana pembantu yang berperan mendukung perwujudan tari.
Busana tari dapat dikelompokkan kedalam lima bagian yaitu :
- Pakaian dasar,
- Pakaian kaki atau sepatu,
- Pakaian tubuh,
- Pakaian kepala, dan
- Perlangkapan-perlengkapan.
Tata rias dan busana tari kreasi begitu terbuka terhadap perubahan . Hal tersebut berbeda dengan tata rias dan busana tari tradisi dengan desain yang baku. Penggunaan tatarias dan busana tari kreasi bebas sesuai dengan karakter atau keinginan koreografer (penyusun tari).