1 of 28

PENGANTAR WEB SCIENCE

- DESSY TRI ANGGRAENI -

2 of 28

PENGUKURAN KUALITAS WEB

DENGAN WEBQUAL 4.0

3 of 28

WebQual sering digunakan untuk mengukur kualitas web. Terdapat 3+1 dimensi yag diukur dalam WebQual, meliputi :

kegunaan website (usability),

kualitas interaksi (information quality), dan

interaksi layanan (service interaction),

serta satu dimensi tambahan yang merangkum penilaian website secara keseluruhan.

4 of 28

Tahapan Pengukuran

Dalam mengukur kualitas suatu website, terdapat beberapa tahapan/langkah yang harus dilakukan.

Berikut adalah beberapa tahapan dalam mengukur kualitas website :

  1. Pengumpulan Data
  2. Uji Validitas dan Realibilitas
  3. Gap Analysis
  4. Simpulan

5 of 28

PENGUMPULAN DATA

6 of 28

Pengumpulan Data

Pengumpulan Data adalah proses mengumpukan data/persepsi pengguna terhadap website. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan quisioner kepada responden.

Terdapat dua isu dalam pengumpulan data ini yaitu :

Penyusunan Quisioner

Pemilihan Responden

7 of 28

Penyusunan Quisioner

Karena kita akan menggunakan Metode WebQual 4.0, maka tidak perlu lagi menyusun butir-butir pertanyaan, melainkan menggunakan pertanyaan yang telah disusun oleh WebQual.

Butir pertanyaan terdiri dari 23 pertanyaan yang dibagi menjadi 3+1 dimensi. Daftar pertanyaan bisa dilihat pada materi sebelumnya.

�Sebagai contoh, 8 pertanyaan dari dimensi Usability adalah sebagai berikut :

8 of 28

Penyusunan Quisioner

Jawaban dari tiap pertanyaan diberikan dalam Skala Likert.

Likert scale atau skala likert merupakan skala penelitian yang dipakai untuk mengukur sikap dan pendapat.

Tingkat persetujuan yang dimaksud adalah skala likert 1-5 pilihan (atau sesuai kondisi), dengan gradasi dari Sangat Setuju (SS) hingga Sangat Tidak Setuju (STS), seperti berikut :

  • Sangat Setuju (SS). => Nilai 5
  • Setuju (S). => Nilai 4
  • Ragu-ragu (RG). => Nilai 3
  • Tidak Setuju (TS). => Nilai 2
  • Sangat Tidak Setuju (STS). => Nilai 1

9 of 28

Contoh Kuisioner dengan Skala Likert

10 of 28

Pemilihan Responden

Setelah daftar quisioner selesai disusun, selanjutnya perlu dicari responden.

Responden adalah orang yang bersedia dimintai pendapat dalam survei, yang mewakili populasi yang akan disurvei.

Populasi adalah semua elemen/individu yang ada dalam obyek yang hendak diteliti.

Sample adalah sebagian kecil dari populasi yang dipilih untuk diuji. Sample yang baik adalah yang bisa mewakili karakteristik populasi secara umum.

Sample yang bersedia dimintai pendapatnya disebut sebagai responden.

Semakin banyak jumlah sample, hasil lebih akurat.

Contoh :

Kita ingin mengetahui kualitas web : www.baak.gunadarma.ac.id

Siapa Populasi nya?

Semua pengguna web BAAK (mahasiswa, dosen, dan semua elemen pendidikan di kampus)

Siapa sample nya ?

Ketua kelas dari tiap kelas di kampus.

11 of 28

Pemilihan Responden

Ada berbagai macam cara penentuan sample. Beberapa metode diantaranya adalah :

Simple Random Sampling,

pemilihan sample secara acak

Stratified Random Sampling,

pemilihan sample berdasarkan strata tertentu. Misal populasi di suatu desa. Maka dibagi dulu menjadi beberapa strata, spt : kepala desa, ketua RT, pejabat desa, warga biasa. Tiap strata kemudian diambil perwakilannya.

Cluster Sampling, dll

pemilihan sample berdasarkan cluster tertentu. Misal populasi di suatu desa. Maka dibagi dulu menjadi beberapa cluster, spt : RT 1, RT 2, RT 3, dst. Di tiap RT kemudian dipilih beberapa orang yang mewakili tiap RT. Bedanya dengan Stratified adalah di dalam cluster sampling, tiap kelompok berisi individu yang bervariasi, sedangkan pada stratified tidak.

12 of 28

Pemilihan Responden

Selain menentukan sample juga perlu ditentukan jumlah sample. Penentuan jumlah sample akan mempengaruhi variasi/keterwakilan dari suatu populasi. Semakin banyak sample, akan semakin bagus.

Ada beberapa metode untuk menentukan jumlah responden. Yang paling umum adalah menggunakan Rumus Slovin.

n = N / (1 + N(e)^2)

Dimana:

n = Jumlah sampel yang diperlukan

N = Jumlah populasi

e = Tingkat kesalahan yang diizinkan (umumnya 5-10% ~ 0,05-0,10)

Contoh :

Kita ingin menentukan sample untuk pengguna web : www.baak.gunadarma.ac.id

Populasi nya adalah :

Seluruh jumlah mahasiswa+dosen+semua elemen pendidikan di kampus. Misalnya : 30rb pengguna.

Maka,

n = N / (1 + N(e)^2)

= 30.000/(1 + 30.000.(0,05)^2)

= 30.000/(1 + 75)

= 30,000/76

= 394,74

= 395 responden.

Maka, untuk mendapatkan hasil yang akurat dengan tingkat error 0.05 (5%), dibutuhkan sample sebanyak 395 responden.

13 of 28

Rekapitulasi Hasil Quisioner

Selanjutnya, hasil quisioner direkapitulasi. Contoh rekapitulasi adalah sebagai berikut :

14 of 28

UJI VALIDITAS

15 of 28

Uji Validitas

Uji Validitas yang digunakan dalam contoh ini adalah Product Moment Pearson. Pada Uji Pearson ini akan dibandingkan nilai r table dan r hitung. Nilai r table sudah ditentukan. Sedangkan nilai r hitung, harus dihitung terlebih dahulu (bisa menggunakan bantuan software seperti MS Excel, SPSS, Python, dll).

Jika nilai r hitung > r table, maka data dianggap valid.

Jika nilai r hitung < r table, maka data dianggap tidak valid.

Untuk menentukan nilai r table, silahkan lihat pada table di samping (untuk lebih lengkapnya, silahkan cari sendiri). Nilai r table didasarkan pada jumlah n (jumlah data/responden).

Sehingga, karena jumlah sample kita adalah 9, maka nilai r table adalah 0,666.

N (df) = Jumlah responden

16 of 28

Uji Validitas

Sedangkan untuk menentukan r hitung, bisa menggunakan fungsi dalam MS Excel =pearson().

17 of 28

Uji Validitas

Sedangkan untuk menentukan r hitung, bisa menggunakan fungsi dalam MS Excel =pearson().

Jika nilai banyak yg tidak valid (<50%),

maka :

  1. Pertanyaan survei perlu direvisi
  2. Jumlah responden perlu diganti
  3. Jumlah responden perlu ditambah
  4. Tingkat akurasi bisa dikurangi (tingkat

error bertambah

18 of 28

UJI REALIBILITAS

19 of 28

Uji Realibilitas

Uji Reabilitas yang digunakan dalam contoh ini adalah Cronbach Alpha. Pada Uji ini akan dibandingkan nilai koefisien Cronbach yaitu 0,7 dengan nilai perhitungan.

Jika nilai perhitungan > koefisien Cronbach, maka data dianggap realiable.

Untuk menentukan nilai perhitungan, ikuti rumus berikut :

Ragam atau Variansi adalah pengukuran dalam statistika untuk melihat bagaimana penyebaran data dalam himpunan data terhadap nilai rata-rata (mean)

20 of 28

Uji Realibilitas

  1. Nilai k adalah jumlah responden
  2. Menentukan nilai varian setiap item pertanyaan dengan fungsi =var
  3. Menentukan sum(s)^2 dengan menjumlahkan semua varian, kemudian dikuadratkan
  4. Mencari nilai St^2 dengan mencari varian dari kolom Total, dan kemudian mengkuadratkan
  5. Memasukkan semua nilai ke dalam rumus, sehingga didapakan nilai 0,9881.
  6. Membandingkan nilai perhitungan dengan koefisien.
  7. Karena 0,9881 > 0,7 maka data dianggap reliable.

21 of 28

GAP ANALYSIS

22 of 28

Gap Analysis

Salah satu cara untuk menentukan kepuasan pengguna adalah dengan melakukan Gap Analysis. Terdapat beberapa cara, antara lain :

Importance and Performance Analysis (IPA)

Paired Sample Test

Dll

Dalam contoh kali ini akan digunakan metode mean-IPA.

Mean-IPA adalah membandingkan rata-rata antara Importance (Harapan) dan Performance (Kinerja). Dalam metode ini perlu ditentukan Nilai Importance (Harapan) dan ambang batas kepuasan.

Jika nilai persentase akhir < ambang batas kepuasan,maka dikatakan pengguna tidak puas.

Jika nilai persentase akhir > ambang batas kepuasan,maka dikatakan pengguna puas.

23 of 28

Gap Analysis

  1. Ditentukan batas ambang kepuasan 80%.
  2. Nilai pada kolom harapan dibuat maksimal. Seharusnya nilai pada kolom harapan juga disurvei terlebih dahulu, untuk mendapatkan nilai validnya.
  3. Nilai pada persepsi adalah dari hasil rata-rata setiap pertanyaan quisioner.
  4. Mean adalah Nilai rata-rata.
  5. Persentase adalah perbandingan antara persepsi/harapan*100 %.

  • Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa nilai persentase > batas ambang kepuasan, sehingga dikatakan bahwa pengguna PUAS menggunakan web ini.

24 of 28

Gap Analysis

Selain menentukan gap/kesenjangan dan tingkat kepuasan, data Importance dan Performance ini juga bisa digunakan untuk menentukan prioritas pekerjaan/bagian yang perlu diperbaiki.

Penentuan ini bisa dilakukan dengan menggunakan bagan IPA.

Bagan IPA membagi pekerjaan menjadi 4 kuadran seperti pada gambar di samping.

Sumbu X adalah kinerja/Performance

Sumbu Y adalah harapan/Importance

Garis pembagi kuadaran ditentukan dengan nilai rata-rata Performance dan Importance.

25 of 28

Gap Analysis

Dari data di samping, bisa dilihat bahwa :

  1. Tidak ada pekerjaan yang perlu perbaikan signifikan (prioritas utama)
  2. Poin P2 dan P3 bisa dipertahankan atau ditingkatkan.
  3. Poin P6, P8, P7 bisa menjadi prioritas untuk dikerjakan.
  4. Poin P4 dan P1 melebihi ekspektasi.

26 of 28

ada pertanyaan

?

27 of 28

Referensi

�Uji Validitas Pearson : https://www.youtube.com/watch?v=KH70MXJItJw

Uji Reliabilitas :

Spearman Brown : https://www.youtube.com/watch?v=Mh1NbnjwMHw

https://www.spssindonesia.com/2016/08/cara-uji-paired-sample-t-test-dan.html

https://saintif.com/tabel-t/

https://proofficial.id/paired-sample-t-test-dengan-perhitungan-secara-manual-dan-spss/

28 of 28