DASAR RADIOBIOLOGI RADIOTERAPI
Teknik Radioterapi Dasar
Putri Pradita Nuramalia, M.Tr.ID
Efek Biologis Radiasi
Radiasi
(foton dan pertikel)
Jaringan
Interaksi radiasi dan jaringan dipengaruhi oleh energy dan massa radiasi yang datang (partikel alfa dan beta, sinar gamma, atau sinar-X) dan sifat-sifat jaringan
Energi radiasi yang tersimpan dalam tubuh
Mengakibatkan teganggunya ikatan kimia dan mengubah jaringan
Transfer Energi
Molekul DNA
Molekul DNA adalah komponen biokimia aktif dari hampir semua materi genetik, dan, meskipun DNA adalah molekul yang dinamis, integritasnya harus dipertahankan untuk kelangsungan hidup manusia.
Setelah terpapar radiasi, sel biasanya bereaksi dalam tiga cara berbeda: �menghentikan perkembangan siklus sel, memperbaiki lesi DNA, atau memicu respons apoptosis.
Penyerapan Radiasi
Penyerapan energi dari radiasi dalam bahan biologis dapat menyebabkan:
Jenis Radiasi Pengion
Medan listrik dan medan magnet saling tegak lurusMisalnya. Sinar-X dan sinar-γ, menempati ujung panjang gelombang pendek dari spektrum elektromagnetik
Radiasi Elektromagnetik
Action of Radiation �
H20→ H20++e
H20++H20→ H30++OH. 5
Interaksi fisikokimia tsb dapat menimbulkan kerusakan pada sel 🡪 efek biologik yg dapat diamati
Efek Radiasi pada Sel Tubuh
Sel Pulih
Efek Sementara
Radiasi
Sel
Sel Mati
Sel Reproduksi
Tidak ada efek
Sel Bermutasi
Tidak Ada Efek Kecuali Sel Mati Dalam Jumlah Banyak
Bukan Sel Reprosuksi
Efek Tertunda
Sel Mati
Tidak Ada Efek
Kanker
Efek Genetik
Tahap Fisika
Berupa absorbsi energi radiasi pengion yang menyebabkan terjadinya eksitasi dan ionisasi pada molekul atau atom penyusun bahan biologi. Proses ini berlangsung sangat singkat dalam orde 10-16 detik. ionisasi awal yang terjadi di dalam sel adalah terurainya molekul air menjadi ion positif H2O+ dan e- sebagai ion negatif. Proses ionisasi ini dapat ditulis dengan :
H2O + radiasi pengion —> H2O+ + e-
Tahap Fisikokimia
Dimana atom atau molekul yang tereksitasi atau terionisasi mengalami reaksi-reaksi sehingga terbentuk radikal bebas yang tidak stabil. Tahap ini berlangsung dalam orde 10-6 detik.
H2O+ —-> H+ + OH-
H2O + e –> H2O-
H2O- –> OH- + H+
Radikal bebas OH- dapat membentuk peroksida (H2O2) yang bersifat oksidator kuat melalui reaksi berikut :
OH- + OH + —> H2O2
Tahap Kimia & Biologi
Tahap kimia dan biologi yang berlangsung dalam beberapa detik dan ditandai dengan terjadinya reaksi antara radikal bebas dan peroksida dengan molekul organik sel serta inti sel yang terdiri atas kromosom. Reaksi ini akan menyebabkan terjadinya kerusakan-kerusakan terhadap molekul-molekul dalam sel.
Tahap Biologi
Tahap biologis yang ditandai dengan terjadinya tanggapan biologis yang bervariasi bergantung pada molekul penting mana yang bereaksi dengan radikal bebas dan peroksida yang terjadi pada tahap ketiga. Proses ini berlangsung dalam orde beberapa puluh menit hingga beberapa puluh tahun, bergantung pada tingkat kerusakan sel yang terjadi.
Interaksi Radiasi dengan Molekul Air
Jenis Efek Radiasi
Efek terjadi sebagai akibat paparan radiasi dengan dosis yang menyebabkan terjadinya perubahan pada sel.
Efek Stokastik
Efek Non Stokastik�(Deterministik)
Jenis Efek Radiasi
Somatik
Efek yang diderita oleh orang yang terkena radiasi
Genetik
Efek yang diderita oleh keturuan dari orang yang terkena radiasi
Jenis Efek Somatik
Efek Segera
Efek yang terlihat dalam waktu hari sampai mingguan pasca iradiasi. ex : epilasi (rontoknya rambut), eritema (memerahnya kulit), luka bakar dan penurunan jumlah sel darah.
Efek Tertunda
Efek baru timbul setelah waktu yang lama (bulanan/tahunan) setelah terpapar radiasi, seperti katarak dan kanker
Kromosom
Penyusun Kromosom
DNA → Dipital pada protein Histon → Menjadi Nukleosom → Dipital jadi Solenoid → Tersusun menjadi Benang Kroatin → Kromosom
DNA
Deoxyribonucleic Acid (DNA)
DNA adalah molekul yang sangat besar yang terdiri dari rantai sub-unit yang panjang
Terdiri dari nucleotida (molekul DNA) didalam a DNA double helix.
Nucleotida:
1. Phosphate (-PO4 )
2. 5-carbon sugar (deoxyribose)
3. Basa Nitrogen (organic base)
Nukleotida DNA
O
O=P-O
O
Kelompok Phosphate
N
Basa Nitrogen
(A, G, C, or T)
CH2
O
C1
C4
C3
C2
5
Gula
(deoxyribose)
Ribose & deoxyribose
Kedua molekul dapat diwakili oleh simbol
Basa Organik Yang Paling Umum
Adenine
(A)
Thymine
Cytosine
(T)
(C)
Guanine
(G)
Nucleotides
Deoksiribosa, fosfat, dan salah satu basa bergabung membentuk nukleotida
adenine
deoxyribose
PO4
Molekul DNA dibentuk oleh jutaan nukleotida yang disatukan dalam rantai panjang
Nukleotida
PO4
PO4
PO4
PO4
sugar-phosphate
backbone
+ bases
2-stranded DNA
Basis Selalu Berpasangan Dengan Cara Yang Sama
Untaian berpasangan digulung menjadi spiral yang disebut�DOUBLE HELIX
THE DOUBLE HELIX
sugar-phosphate
chain
bases
Interaksi Radiasi dengan DNA
Interaksi Radiasi dengan Kromosom
- Bahan penyusun kromosom adalah DNA dan Protein
- Kromosom terdiri dari dua lengan ( telomere ) yang dihubungkan satu sama lain dengan suatu penyempitan yang disebut sentromer.
Interaksi Radiasi dengan Sel
EFEK BIOLOGI RADIASI PADA TUBUH
Perubahan fungsi sel atau kematian dari sejumlah sel menghasilkan suatu efek biologic dari radiasi
- Jenis radiasi,
- Dosis,
- Jenis sel
- dan lainnya.
Klasifikasi Efek Radiasi
Bila ditinjau dari dosis radiasi
🡪 Dapat terjadi bila dosis yang diterima melebihi dosis ambang
Bila dilihat dari waktu yang dibutuhkan sampai terlihatnya gejala efek somatic
PENGARUH RADIASI TERHADAP SEL KANKER
1. Kematian sel langsung atau lethal damage.
Dengan pemberian sejumlah radiasi, menimbulkan kerusakan langsung terhadap DNA dari sel yang tidak dapat diperbaiki lagi, sehingga sel yang terkena tersebut menjadi mati.
2. Kematian sel tak langsung atau sub/potentially lethal damage.
Efek Samping Radiasi
Yang dapat pulih dalam beberapa menit atau hari disebut early effect of radiation.
Yang tidak terobservasi dan baru muncul efeknya dalam 6 bulan atau lebih disebut dengan late effect of radiation.
Efek Radiasi
(A) Dermatitis radiasi tingkat 2 yang dimodifikasi dengan krusta non-hemoragik; (B) 1 minggu setelah pengobatan selesai; (C) 40 hari setelah pengobatan selesai
Efek Radiasi
In 6 week
Alexander Litvinenko adalah mantan perwira KGB (agen rahasia Uni Soviet) yang lolos dari penuntutan di Rusia dan mendapat perlindungan politik di Inggris. Pada November 2006 dia tiba-tiba jatuh sakit.Ia meninggal tiga minggu kemudian dan post-mortem tes menunjukkan ia telah diberi dosis mematikan yaitu Polonium-210 melalui secangkir teh. Di ranjang kematiannya, Litvinenko menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin berada di balik kematiannya.��
Harry K. Daghlian Jr seorang fisikawan Armenia-Amerika yang bekerja untuk Proyek Manhattan. Pada 21 Agustus 1945 ia sedang melakukan percobaan fusi nuklir. Tanpa sengaja ia menjatuhkan sebuah balok berisi bahan kimia. Daghlian panik. Ia terpaksa membongkar sebagian tumpukan tungsten carbide untuk menghentikan reaksi ledakan tapi itu menyebabkan dia menerima dosis mematikan dari radiasi neutron. Ia meninggal 25 hari kemudian.��
Louis Pada 21 Mei 1946 Slotin dan tujuh rekannya melakukan percobaan nuklir dengan menempatkan dua setengah bola ber-illium di sekitar inti plutonium. Slotin mencoba menstabilkan bola berilium dengan tangan kiri menggunakan pisau dan obeng. Jam 3:20 obeng tergelincir menyebabkan bola berilium jatuh dan menciptakan ledakan radiasi. Saat itu juga Slotin berusaha mengakhiri reaksi. Namun, Slotin sudah terkena dosis mematikan radiasi. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi 9 hari kemudian dirinya meninggal.
Slotin adalah fisikawan dan ahli kimia Kanada yang ambil bagian dalam Proyek Manhattan yang menciptakan bom atom untuk pertama kalinya.
.��
Kecelakaan radiasi nuklir terburuk di Jepang berlangsung di Fasilitas Pemrosesan Daur Ulang Uranium di Tokaimura, sebelah timur laut Tokyo, pada 30 September 1999. Tiga pekerja terkena radiasi dosis mematikan. Salah satu pekerja, Hiroshi Couchi, dipindahkan ke Rumah Sakit Universitas Tokyo dan tiga hari setelah kecelakaan ia bisa bicara dan hanya tangan kanannya sedikit bengkak dan kemerahan. Namun, kondisi berangsur-angsur melemah karena radioaktivitas menghancurkan kromosom di sel-selnya.
Marie Sklodowska Curie adalah seorang ahli fisika dan kimia dan perintis di bidang radioaktivitas. Curie meneliti sifat-sifat yang berbeda dari dua bijih uranium,satu bijih uranium, dan chalcolite. Curie melakukan tugas berat memisahkan radium dari bijih-bijih uranium. Dari satu ton bijih-bijih uranium, sepersepuluh gram radium klorida dipisahkan. Sayangnya, Curie tidak menyadari efek kerusakan akibat paparan radiasi. Marie Curie meninggal pada 4 Juli 1934 karena anemia aplastik akibat paparan radiasi.�
Pada 6 Agustus 1945, bom uranium, “Little Boy”, dijatuhkan di Hiroshima menewaskan 70.000-80.000 orang. Tiga hari kemudian, bom plutonium, “Fat Man”, dijatuhkan di Nagasaki membunuh 40.000-75.000 orang dengan sekejap. Mereka yang selamat dari ledakan terkena radiasi berat dan luka bakar termal, penyakit-penyakit akibat radiasi dan kurangnya sumber daya pangan dan medis. Diperkirakan 200.000 orang lainnya telah meninggal pada 1950 akibat kontaminasinya saja. Pemerintah Jepang mengakui sekitar 1% dari warga jepang masih memiliki penyakit karena radiasi.
Pada 26 April 1986 terjadi kecelakaan nuklir di reaktor Nomor 4 di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl di Ukraina. Reaktor meledak dan dan menghasilkan uap radioaktif ke udara yang mencemari udara di sekitarnya. Tingkat radiasi di sekitar setelah ledakan adalah 30.000 kali lebih mematikan dari pada di dalam tabung. Satu orang tewas seketika dan lainnya meninggal pada hari yang sama. Penyakit akut radiasi awalnya didiagnosis pada 237 orang di lokasi dan kemudian dikonfirmasi ada 134 kasus. Dari jumlah tersebut 28 orang meninggal. Kemudian lebih dari 19 orang meninggal kurun 1987 dan 2004.�
K-19 adalah salah satu dari dua kapal selam pertama Uni Soviet yang dilengkapi rudal nuklir balistik. Pada 4 Juli 1961 di bawah komando Kapten Nikolai Vladimirovich Zateyev, K-19 mendeteksi sebuah kebocoran besar di sistem pendingin reaktornya yang menyebabkan suhu reaktor naik ke 800 derajat celcius. Kapten Zateyev tidak punya pilihan selain memerintahkan tujuh petugas teknik memperbaiki meskipun terdapat paparan radiasi. Kru perbaikan berhasil menghentikan kebocoran. Namun tujuh orang petugas tewas dalam kurun waktu seminggu. Insiden ini mengkontaminasi seluruh kapal dan menyebabkan dua puluh awak kapal tewas.�
Cara kematian sel setelah iradiasi:�
Kematian Mitotik�
Sel-sel yang terluka parah oleh dosis radiasi yang relevan secara klinis mengeksekusi satu atau lebih pembelahan sebelum kematian mitosis
Mekanisme :
Kematian Interfase
Kematian Apoptosis
Apoptosis adalah kematian sel secara terprogram yang terjadi secara normal selama proses perkembangan dan penuaan semua jaringan tubuh. Apoptosis merupakan mekanisme homeostatis sel untuk memelihara populasi sel dalam jaringan tubuh dan dalam mekanisme pertahanan tubuh.
Jalur Apoptosis
Kematian Nekrotik
Kematian sel nekrotik secara morfologis ditentukan oleh pembengkakan sel dan organel, pecahnya membran plasma dini, dan tumpahnya bahan seluler ke dalam jaringan dengan peradangan berikutnya.
Autophagy
Cedera Radiasi Pada Jaringan Normal
Acute response
Subacute Response
Terjadi karena penipisan sel yang berproliferasi lambat yang hilang dengan kecepatan lambat (mis. Epitel tubulus ginjal, oligodendrosit, sel schwann, endotelium, fibroblas)
Late Response
DNA
DNA adalah target utama dalam sel untuk efek biologis dari radiasi.
Effects of radiation on DNA
Single Strand Break (SSB)
Double Strand Break (DSB)
Radiation induced Chromosomal Aberrations:
Penyimpangan dilihat pada metafase mitosis sebagai:
Chromosomal Aberrations
Chromatid Aberrations
Lethal Aberrations
1 dan 2 adalah aberasi kromosom dan 3 adalah aberasi kromatid
Dicentric Chromosomes
Kromosom disentrik adalah produk penataan ulang genom yang menempatkan dua sentromer pada kromosom yang sama. Bergantung pada organismenya, stabilitas disentrik bervariasi setelah pembentukan. Pada manusia, disentrik terjadi secara alami di sebagian besar populasi dan biasanya berhasil dipisahkan dalam mitosis dan meiosis.
Ring Chromosome
Ring Chromosome
Anaphase Bridge
Non-lethal Chromosomal Aberrations
Pemutusan dua kromosom prereplikasi (G1) dengan ujung patah dipertukarkan
Dua patahan di lengan kromosom yang sama menyebabkan hilangnya informasi genetik di antara dua patahan
DNA Repair Pathways: �
Base Excision Repair
BER for Multiple Nucleotides
Nucleotide Excision Repair
Menghilangkan adisi besar dalam DNA seperti dimer pirimidin
Langkah:
DNA DSB repair
Homologous Recombination Repair
NHEJ
Terjadi pada fase G1
Langkah:
Single Strand Annealing
Cross-link Repair
Mismatch Repair
Menghapus basis-basis dan ketidakcocokan penyisipan kecil yang terjadi selama replikasi dan juga selama HRR
Klasifikasi Operasional kerusakan radiasi:
RADIOBIOLOGI
Ilmu yang mempelajari efek biologik yang terjadi karena interaksi radiasi dengan materi biologik.
🡪Perlunya ilmu radiobiologi dalam radioterapi adalah untuk mengetahui :
DASAR ilmu RADIOBIOLOGI
Sensitivitas jaringan terhadap radiasi (Hukum Bergonie Tribondeau)
KONSEP 4R
Bila tumor tumor yang terdiri atas sel sel yang berproliferasi memperoleh radiasi akan terjadi sterilisasi dari sebagian sel tersebut. Di samping itu akan terjadi pula proses penyembuhan pada sel yang masih hidup. Penyembuhan berlangsung antara 2 fraksi radiasi
REPAIR
REOXYGENATION
REDISTRIBUTION
REPOPULATION
Repair: cedera subletal mengalami reparasi komplit dalam beberapa jam setelah paparan.
Sel berrespons lambat (jar.ikat, saraf,ginjal dsb) kurang mempunyai kesempatan memperbaiki diri dp yg berrespons cepat.
Karena mekanisme reparasi yang lambat pd beberapa jenis sel maka waktu antar fraksi lebih baik 24 jam.
Redistribusi sel dalam daur sel.
Sel bersifat peka pada perbatasan G1-S dan terlebih pada G2-M.
Pengobatan terfraksinasi memungkinkan sel sel ini terdistribusi pada seluruh fase sel.
Repopulasi: sel sel yang berespons baik thd radiasi akan mengalami cedera segera.
Sel sel yang survive akan mengalami repopulasi.
Bila waktu antar fraksi diperpanjang (protracted) maka akan terjadi repopulasi yang lebih banyak.
Reoksigenasi
Akibat radiasi terjadi pengecilan jaringan tumor
Pembuluh darah yg memberi makan jaringan akan melebar kembali ok tekanan pd pb drh tsb menjadi berkurang 🡪 aliran darah yang membawa nutrisi dan oksigen kembali meningkat, Tumor akan menjadi memperoleh oksigen 🡪 menjadi sensitif.
Konsep 4R menjadi landasan untuk penentuan fraksi radiasi.
Berbagai model fraksinasi
Konvensional: 1,8 – 2 Gy per fraksi, 5 kali perminggu
Hiperfraksinasi (hyperfractionation): pemberian 2 @ 3 fraksi per hari
Hiperfraksinasi yang dipercepat (accelerated hyperfractionation): 2@3 fraksi perhari. Total hari pengobatan lebih pendek. Menghambat proliferasi dg lebih efektif, efek akut menjadi lebih tinggi
Thank you