Arah Kebijakan Pendidikan Nasional
1
1
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
2
Arah Kebijakan RPJPN 2025-2045 Bidang Pendidikan
Upaya Transformatif Super Prioritas pendidikan berkualitas yang merata:
Sumber: Undang - Undang Nomor 59 tahun 2024
tentang RPJP Nasional Tahun 2025-2045
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Prioritas Nasional RPJMN 2025 - 2029
3
Prioritas Nasional Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
2025-2029 mengacu pada Asta Cita
7
PRIORITAS NASIONAL 1
PRIORITAS NASIONAL 2
PRIORITAS NASIONAL
3
PRIORITAS NASIONAL 4
PRIORITAS NASIONAL 5
PRIORITAS NASIONAL 6
PRIORITAS NASIONAL
7
PRIORITAS NASIONAL 8
Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Arah Kebijakan �Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
2
4
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Asta Cita, 17 Program Prioritas, dan �8 Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC)
5
Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru
Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM)
1
2
Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur.
3
4
Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
5
Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
6
Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.
7
Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
8
Memberi makan siang dan susu gratis di sekolah dan pesantren, serta bantuan gizi untuk anak balita dan ibu hamil
Menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis, menurunkan kasus TBC 50% dalam lima tahun dan bangun RS lengkap berkualitas di kabupaten
Mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan lumbung pangan desa, daerah, dan nasional
Membangun sekolah-sekolah unggul terintegrasi di setiap kabupaten, dan memperbaiki sekolah-sekolah yang perlu renovasi
Melanjutkan dan menambahkan program kartu-kartu kesejahteraan sosial serta kartu usaha untuk menghilangkan kemiskinan absolut
Menaikkan gaji ASN (terutama guru, dosen, dan tenaga kesehatan), TNI/POLRI, dan pejabat negara
Melanjutkan pembangunan infrastruktur desa, Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan menyediakan rumah murah bersanitasi baik untuk yang membutuhkan
Mendirikan Badan Penerimaan Negara dan meningkatkan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto (PDB) ke 23%
8 Program Hasil Terbaik Cepat:
Asta Cita:
1
2
3
4
5
6
7
8
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
6
Bangsa Cerdas & Maju
Sarana & Prasarana
Memadai
Pendidik dan Tendik
Kompeten & Sejahtera
Lingkungan Sosial-Budaya
Mendukung
Pembelajaran
Adaptif dan Bermakna
Ketersediaan Layanan Merata
Pembiayaan Pendidikan
Afirmatif
Layanan Pendidikan
Inklusif
Pengembangan
Talenta Unggul
Pendidikan Bermutu
Pendidikan untuk Semua
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
PROGRAM PRIORITAS�KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
7
Peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan
kesejahteraan guru
Penguatan Pendidikan Karakter dan Kesehatan Sekolah
Pemenuhan dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan
Wajib Belajar 13 tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan
Penguatan Pendidikan literasi, numerasi dan sains teknologi
Pembangunan Kebahasaan dan Kesastraan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Program prioritas bidang pendidikan merupakan penjabaran dari Asta Cita perlu diselaraskan dengan perencanaan Pemda Prov/Kab/Kota Tahun 2026
8
1 | Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat |
2 | Makan Bergizi Gratis |
3 | Revitalisasi Sekolah |
4 | Digitalisasi Sekolah |
5 | Sekolah Model Transformatif |
6 | Pembelajaran Mendalam (deep learning), Kecerdasan Artifisial, dan Koding |
7 | Wajib Belajar 13 Tahun |
8 | Penguatan Bimbingan Konseling di Sekolah |
9 | Ketercukupan dan Kelayakan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) |
10 | Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) |
11 | Tes Kompetensi Akademik (TKA) |
12 | Tata Kelola (a.l. komitmen anggaran daerah, regulasi di daerah terkait pendidikan, afirmasi program dan anggaran daerah 3T, penguatan dewan pendidikan dan komite sekolah) |
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
SPM Pendidikan sebagai Instrumen Sinkronisasi Kebijakan Pendidikan
9
UU No. 23 Tahun 2014
tentang Pemerintahan Daerah
Pasal 11 ayat 2: Urusan Pemerintahan Wajib terdiri atas Urusan Pemerintahan yang berkaitan dengan Pelayanan dasar dan non pelayanan dasar.
Pasal 12 ayat 1: Urusan Pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar meliputi:
PP No. 2 Tahun 2018
tentang Standar Pelayanan Minimal
Pasal 3 ayat 2: Sebagian substansi pelayanan dasar pada urusan pemerintahan salah satunya bidang pendidikan ditetapkan sebagai SPM.
Pasal 5 ayat 1,2,3: SPM Pendidikan mencakup pendidikan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota;
Permendagri No. 59 Tahun 2021
tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Pasal 2 ayat 2: Penerapan SPM diprioritaskan bagi warga negara yang berhak memperoleh pelayanan dasar secara minimal sesuai dengan jenis pelayanan dasar dan mutu pelayanan dasarnya.
Pasal 3 ayat 2: Ketentuan mengenai Mutu Pelayanan Dasar sesuai dengan standar teknis yang diatur oleh menteri yang menyelenggarakan Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar setelah berkoordinasi dengan Menteri melalui Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah.
Permendikbudristek No. 32 Tahun 2022
tentang Standar Teknis Pelayanan Minimal Pendidikan
Pasal 18 ayat 2: Pelaksanaan pelayanan dasar pada urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar berpedoman pada standar pelayanan minimal yang ditetapkan oleh pusat.
1
2
3
4
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Surat Mendikdasmen* tentang Capaian dan Target Indikator Prioritas SPM Pendidikan 2025
10
*Sebelumnya Surat Mendikbudristek
Surat Mendikdasmen kepada seluruh Kepala Daerah untuk memberikan pedoman bagi Pemerintah Daerah untuk mendorong perencanaan SPM Bidang Pendidikan |
Surat Mendikdasmen 1422/MDM.A/PR.07.05/2025 pada tanggal 24 Januari 2025, secara umum mencakup:
|
Selain itu, juga mencakup Program Prioritas Pendidikan yang perlu didukung Pemda untuk percepatan pencapaian SPM Bidang Pendidikan, terdiri dari:
|
Link Lampiran https://ringkas.kemdikbud.go.id/LampiranData2025SPM
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Indikator Prioritas SPM Pendidikan: 15 indikator kinerja urusan pendidikan di Kabupaten/Kota�dan 29 indikator kinerja urusan pendidikan di Provinsi
11
No | Kelompok Indikator | Indikator Kinerja | Kabupaten/Kota 1) | Provinsi 1) | |||||
PAUD | SD | SMP | Kesetaraan | SMA | SMK | SLB | |||
1 | Angka Partisipasi Sekolah |
| 5-6 tahun | 7-15 tahun | 7-18 tahun | 16-18 tahun | 4-18 tahun | ||
2 | Kualitas Hasil Belajar |
| | ✓ ✓ | ✓ ✓ | | ✓ ✓ | ✓ ✓ | ✓ 2) ✓ 2) |
3 | Kualitas Lulusan SMK |
| | | | | | ✓ ✓ | |
4 | Kualitas Layanan PAUD |
| ✓ ✓ | | | | | | |
5 | Iklim Lingkungan Belajar |
| | ✓ ✓ ✓ | ✓ ✓ ✓ | | ✓ ✓ ✓ | ✓ ✓ ✓ | ✓ 2) ✓ 2) ✓ 2) |
Catatan: 1) Pembagian kewenangan sesuai UU 23/2014 Pemda, sedangkan untuk daerah khusus sesuai dengan ketentuan; 2) Dibagi per Jenjang Pendidikan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Program Prioritas Pendidikan merupakan bagian dari Percepatan Pemenuhan SPM Pendidikan
12
No | Kelompok Indikator | Indikator Kinerja | Provinsi/Kabupaten/Kota 1) |
PAUD/SD/SMP/SMA/SMK/SLB/Kesetaraan | |||
1 | Angka Partisipasi Sekolah |
| |
2 | Kualitas Hasil Belajar |
| |
3 | Kualitas Lulusan SMK |
| |
4 | Kualitas Layanan PAUD |
| |
5 | Iklim Lingkungan Belajar |
| |
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Deep Learning, Kecerdasan Artifisial, Koding, STEM
Revitalisasi Sekolah
Makan Bergizi Gratis (MBG)
Digitalisasi Sekolah
Sekolah Model Transformatif
Penguatan Bimbingan Konseling di Sekolah
Wajib Belajar 13 Tahun
Ketercukupan dan Kelayakan PTK
Catatan: 1) Pembagian kewenangan sesuai UU 23/2014 Pemda, sedangkan untuk daerah khusus sesuai dengan ketentuan.
SPMB
Tes Kompetensi Akademik (TKA)
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
13
Program Prioritas | Indikator Kinerja SPM Pendidikan |
| Angka Partisipasi Sekolah (APS) |
Sub-kegiatan Prioritas | Keterangan Kegiatan |
Koordinasi, Perencanaan, Supervisi, dan Evaluasi Layanan di Bidang Pendidikan |
|
Pembangunan USB, RKB, dan Rehab Ruang Kelas | Penyediaan layanan pendidikan melalui USB/RKB dan rehab ruang kelas |
Pemeliharaan Sarpras dan Utilitas | Pemeliharaan gedung/ruang kelas di sekolah |
Biaya Personil dan Perlengkapan Peserta Didik |
|
Pembangunan Ruang Praktik Siswa (Khusus SMK) | Pengadaan ruang praktik yang sesuai dengan standar industri |
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
14
Program Prioritas | Indikator Kinerja SPM Pendidikan |
Makan Bergizi Gratis (MBG) |
|
Sub-kegiatan Prioritas | Keterangan Kegiatan |
Koordinasi, Perencanaan, Supervisi, dan Evaluasi Layanan di Bidang Pendidikan |
|
Pembangunan dan/atau Rehab Sarana, Prasarana, dan Utilitas | Penyediaan sarana dan prasarana pendukung MBG, al. infrastruktur ruang makan siswa (opsional), ruang transit makanan, tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, sarana pengelolaan sampah (waste management), dan lain-lain |
Sosialisasi dan Advokasi Kebijakan Bidang Pendidikan | Edukasi nilai-nilai dalam penyediaan makan bergizi
|
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
15
Program Prioritas | Indikator Kinerja SPM Pendidikan |
Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat | Iklim Lingkungan Belajar |
Sub-kegiatan | Keterangan Kegiatan |
Sosialisasi dan Advokasi Kebijakan Bidang Pendidikan |
|
Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen |
|
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
16
Program Prioritas | Indikator Kinerja SPM Pendidikan |
Deep Learning, Kecerdasan Artifisial, Koding, STEM |
|
Sub-kegiatan | Keterangan |
Bimbingan Teknis, Pelatihan, dan/atau Magang/PKL untuk Peningkatan Kapasitas Bidang Pendidikan | Menyelenggarakan pelatihan atau bimbingan teknis untuk pendidik/pendamping satuan pendidikan terkait pembelajaran mendalam (Deep Learning), Kecerdasan Artifisial dan koding, serta STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) |
Pembangunan Sarpras dan Utilitas |
|
Fasilitasi Kombel PTK | Melakukan pembinaan kepada kelompok pendidik/kelompok kerja guru (KKG/MGMP) terkait pembelajaran mendalam (Deep Learning), Kecerdasan Artifisial dan koding, serta STEM |
Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen | Menyelenggarakan pendampingan berkelanjutan oleh pendamping/mitra pembangunan daerah terkait pembelajaran mendalam (Deep Learning), Kecerdasan Artifisial, Koding, dan STEM |
Penyelenggaraan Proses Belajar Bagi Peserta Didik |
|
Pembinaan Minat, Bakat dan Kreativitas Siswa | Fasilitasi pembinaan dan pelaksanaan kompetisi/lomba akademik dan non-akademik baik tingkat provinsi, nasional, maupun internasional |
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
17
Program Prioritas | Indikator Kinerja SPM Pendidikan |
Ketercukupan dan Kelayakan PTK |
|
Sub-kegiatan | Keterangan |
Perhitungan dan Pemetaan PTK |
|
Penataan Pendistribusian PTK |
|
Penyediaan PTK |
|
Pengembangan Karir PTK |
|
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
18
Program Prioritas | Indikator Kinerja SPM Pendidikan |
Digitalisasi Sekolah |
|
Sub-kegiatan | Keterangan |
Pembinaan Penggunaan TIK untuk Pendidikan | Fasilitasi pemanfaatan TIK (untuk pembelajaran dan pengelolaan satuan pendidikan) |
Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Peserta Didik |
|
Pengembangan konten digital untuk pendidikan |
|
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Bidang Pendidikan |
|
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
19
Program Prioritas | Indikator Kinerja SPM Pendidikan |
Sekolah Model Transformatif |
|
Sub-kegiatan | Keterangan |
Penyediaan dan Pengembangan karir PTK |
|
Bimbingan Teknis, Pelatihan, dan/atau Magang/PKL untuk Peningkatan Kapasitas Bidang Pendidikan | Fasilitasi PTK untuk meningkatkan kompetensi (Kemampuan BK, Pembelajaran Mendalam, Kecerdasan Artifisial, dan koding serta STEM) |
Pelatihan Penggunaan TIK dan Aplikasi bidang pendidikan serta Pengembangan Konten Digital untuk pendidikan |
|
Pembinaan Minat, Bakat dan Kreativitas Siswa | Fasilitasi pembinaan dan pelaksanaan kompetisi/lomba akademik dan non-akademik baik tingkat provinsi, nasional, maupun internasional |
Pembangunan Sarana, Prasarana dan Utilitas Sekolah serta Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Peserta Didik |
|
Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen | Pendampingan berkelanjutan oleh pendamping satuan (pengawas) |
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
20
Program Prioritas | Indikator Kinerja SPM Pendidikan |
Penguatan Bimbingan Konseling (BK) di Sekolah | Iklim Lingkungan Belajar |
Sub-kegiatan | Keterangan Kegiatan |
Penataan Pendistribusian dan Penyediaan PTK |
|
Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen |
|
Bimbingan Teknis, Pelatihan, dan/atau Magang/PKL untuk Peningkatan Kapasitas Bidang Pendidikan | Melaksanakan bimbingan teknis kepada pendidik/pendamping satuan pendidikan untuk meningkatkan kemampuan bimbingan konseling serta pemetaan minat dan bakat anak dalam mendukung proses pembelajaran peserta didik |
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Program prioritas bidang pendidikan merupakan acuan dalam pendampingan perencanaan kepada Pemda pada tahap Rakortek untuk mempertajam penyusunan program kerja dalam RKPD
Penyusunan RPJMD
*) Permendagri No. 59 Tahun 2021, Pasal 8 ayat 1
| | | | | | | | | | | | |
| | | | | | | | | | | | |
Des | Jan | Feb | Mar | Apr | Mei | Jun | Jul | Agt | Sep | Okt | Nov | Des |
APBD
Rancangan
APBD
Perencanaan
Penganggaran
Tahapan
Pendekatan Penyusunan Rancangan Awal:
Rakortek
(Pendekatan Atas Bawah)
Mulai 17 Feb 2025
Forum Perangkat Daerah
Musrenbang
Fasilitasi Ranhir
Menyusun Rancangan KUA PPAS
Menyampaikan ke DPRD
Pembahasan DPRD
Menyusun Rancangan APBD
Pembahasan DPRD
Ranwal
Renja
Rancangan
RKPD
Ranhir
RKPD
RKPD
KUA
PPAS
RKA SKPD
Rancangan
APBD
APBD
Tahun Ajaran Baru
Perencanaan Sekolah
Tahun Berikutnya (T+1)
Pelantikan Kepala Daerah
7 Feb 2025
Rancangan Perda RPJMD
Maks. 7 Jul 2025
Maks. 6 Bln
Rancangan
Teknokratik RPJMD
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
22
Terima Kasih
#PendidikanBermutuUntukSemua#
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
2) Apakah masyarakat memiliki kesadaran pentingnya pendidikan? | Koordinasi, Perencanaan, Supervisi dan Evaluasi Layanan di Bidang Pendidikan | Sosialisasi Pentingnya Pendidikan
|
Mengapa APS belum 100%?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Sub-kegiatan untuk Indikator Angka Partisipasi Sekolah (APS) dalam APBD 2025
24
Sub-kegiatan Prioritas SPM | PAUD | SD | SMP | SMA | SMK | SLB | Kesetaraan | Jumlah |
Pembangunan USB (Unit Sekolah Baru) | 90.383 | 261.894 | 554.641 | 298.571 | 303.763 | 93.655 | 32.289 | 1.635.196 |
Pembangunan Ruang Kelas Baru | 341.741 | 1.641.325 | 752.171 | 192.567 | 141.296 | 31.790 | 49.450 | 3.150.339 |
Rehabilitasi Ruang Kelas/Praktik/Utilitas | 215.644 | 2.337.996 | 743.128 | 147.755 | 86.915 | 12.078 | 22.446 | 3.565.963 |
Penyediaan Biaya Personil Peserta Didik | 423.644 | 3.485.507 | 2.062.331 | 2.905.749 | 2.887.234 | 186.928 | 328.680 | 12.280.073 |
Pengadaan Perlengkapan Peserta Didik | 121.369 | 591.880 | 396.477 | 100.113 | 42.341 | 8.002 | 12.828 | 1.273.011 |
Jumlah | 1.192.781 | 8.318.603 | 4.508.749 | 3.644.755 | 3.461.549 | 332.452 | 445.692 | 21.904.582 |
(dalam Jutaan Rp)
Potensi dukungan Pemda terhadap Program Prioritas Pendidikan
Potensi Dukungan Pemda terhadap Program Prioritas Pendidikan
Sumber data: SIPD per 11 Februari 2025
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Apakah anak usia tertentu tersebut tidak bersekolah karena terkendala biaya? | Penyediaan Biaya Personil Peserta Didik Sekolah Menengah Atas / Sekolah Menengah Kejuruan / Pendidikan Khusus | Pemberian biaya pendidikan kepada peserta didik dari keluarga ekonomi tidak mampu sampai lulus
Pemberian bantuan pendidikan berupa pembebasan atau pengurangan biaya pendidikan bagi peserta didik dalam rangka implementasi sistem penerimaan murid baru yang berlaku
|
Mengapa APS belum 100%?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Apakah anak usia tertentu tersebut tidak bersekolah karena terkendala biaya? | Pengadaan Perlengkapan Peserta Didik |
|
Mengapa APS belum 100%?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Diskusi 1: Tindak Lanjut Surat Mendikdasmen
27
No | Permasalahan/Rencana Tindak Lanjut | Arahan dan Masukan |
1 | Angka Partisipasi Sekolah (APS)
Target APS selama 5 tahun berdasarkan capaian data historis, terlampir: https://docs.google.com/presentation/d/1CIX4Ud65ht8BumOwcDjnNItLdGnUHqJ5r4vb1JXp4s0/edit#slide=id.p1 | |
2 | Pendampingan Tindak Lanjut Surat Mendikdasmen No.1422/MDM.A/PR.07.05/2025
Alt. Point 1 dan 2 melalui Webinar bersama dengan Kemdagri ke seluruh Pemda Provinsi/Kab/Kota → menekankan perlunya dukungan untuk prioritas-prioritas bidang pendidikan
| |
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Surat Mendikdasmen* tentang Capaian dan Target Indikator Prioritas SPM Pendidikan 2025
28
*Sebelumnya Surat Mendikbudristek
Surat Mendikdasmen kepada seluruh Kepala Daerah untuk memberikan pedoman bagi Pemerintah Daerah untuk mendorong perencanaan SPM Bidang Pendidikan |
Surat Mendikdasmen 1422/MDM.A/PR.07.05/2025 pada tanggal 24 Januari 2025, secara umum mencakup:
|
Selain itu, juga mencakup Program Prioritas Pendidikan yang perlu didukung Pemda untuk percepatan pencapaian SPM Bidang Pendidikan, terdiri dari:
|
Contoh Daftar Subkegiatan Prioritas SPM: https://docs.google.com/spreadsheets/d/1-BjVkV2fBh3Ra1AGj0Yaseut7EmbVgs1FxFquxaYVuE/edit?gid=1764835893#gid=1764835893
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Diskusi 2: Memastikan Penerapan SPM (yang telah sinkron dengan kebijakan 2025-2029) dalam Anggaran Pemda
29
No | Usulan Program dan Kegiatan | Solusi | Target Waktu | Masukan dan Arahan |
1 | Dukungan pelaksanaan program prioritas pendidikan dalam anggaran Daerah Tahun 2025 |
| Jan - Feb 2025 | |
2 | Penyelarasan kebijakan prioritas pendidikan melalui SPM Pendidikan dalam perencanaan tahunan (RKPD) Tahun 2026 |
| Jan - Mei 2025 | |
3 | Penyelarasan kebijakan prioritas pendidikan melalui SPM Pendidikan dalam perencanaan jangka menengah (RPJMD) 2025 - 2029 |
| Jan - Juli 2025 | |
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Apakah jumlah ruang kelas dan/atau sekolah sudah mencukupi? | Pembangunan USB (Unit Sekolah Baru) | Melaksanakan pembangunan unit sekolah baru sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan memperhatikan kelayakan kebutuhan peserta didik disabilitas, kenyamanan belajar, ramah anak, dan mendukung green school. |
Pembangunan Ruang Kelas Baru | Melaksanakan pembangunan ruang kelas baru sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan memperhatikan kelayakan kebutuhan peserta didik disabilitas, kenyamanan belajar, ramah anak, dan mendukung green school. | |
Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah | Melaksanakan rehabilitasi ruang kelas kondisi rusak sedang/berat pada satuan pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan memperhatikan kelayakan peserta didik disabilitas, kenyamanan belajar, ramah anak, dan mendukung green school. | |
Pemeliharaan Rutin Sarana, Prasarana dan Utilitas Sekolah | Melaksanakan pemeliharaan gedung/ruang kelas pada satuan pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku� | |
Koordinasi, Perencanaan, Supervisi dan Evaluasi Layanan di Bidang Pendidikan | Fasilitasi Pelaksanaan Revitalisasi Sekolah oleh Kemendikdasmen�1) Membentuk tim koordinasi revitalisasi yang bertugas membantu sekolah dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan�2) Melakukan koordinasi pelaksanaan revitalisasi sekolah dengan fasilitator proyek Kemendikdasmen�3) Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan revitalisasi sekolah��Fasilitasi Pelaksanaan Revitalisasi Sekolah oleh Pemerintah Daerah�1) Melakukan pemetaan sekolah dan analisis kebutuhan revitalisasi sekolah berdasarkan Dapodik� a. Pembangunan unit sekolah baru� b. Pembangunan ruang kelas baru� c. Rehabilitasi ruang kelas pada satuan pendidikan dengan kondisi rusak sedang/berat yang telah terdata dalam Dapodik� d. Pemeliharaan gedung/ruang kelas pada satuan pendidikan yang tidak mencukupi anggaran pemeliharaannya� e. Pembangunan ruang praktik siswa (khusus untuk SMK)�2) Menyusun perencanaan dan melakukan verifikasi/survei lapangan�3) Melakukan koordinasi pelaksanaan revitalisasi sekolah�4) Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan revitalisasi sekolah |
Mengapa APS belum 100%?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Apakah jumlah ruang kelas dan/atau sekolah sudah mencukupi? | Pembangunan Ruang Praktik Siswa | Melaksanakan pembangunan ruang praktik siswa sesuai ketentuan yang berlaku (termasuk perlengkapannya sesuai dengan standar sarana dan prasarana industri, serta kompetensi keahlian yang diselenggarakan di SMK) |
Sekolah Baru yang Terbangun | Melaksanakan pembangunan unit sekolah baru sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan memperhatikan kelayakan kebutuhan peserta didik disabilitas, kenyamanan belajar, ramah anak, dan mendukung green school. | |
Apakah Pemenuhan gizi peserta didik terpenuhi? | Koordinasi, Perencanaan, Supervisi dan Evaluasi Layanan di Bidang Pendidikan |
|
Pembangunan Sarana, Prasarana dan Utilitas Sekolah |
| |
Rehabilitasi Sedang/Berat Sarana, Prasarana dan Utilitas Sekolah |
|
Mengapa APS belum 100%?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Indikator SPM: Kualitas Hasil Belajar – Literasi dan Numerasi
Pendidik dan Tenaga Kependidikan | Proses Pembelajaran | Lingkungan Sekolah | Perlengkapan | ||
Apakah jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sudah terpenuhi? | Apakah distribusi pendidik dan tenaga kependidikan sudah merata? | Apakah kualitas pendidik dan tenaga kependidikan sudah baik? | Apakah kualitas proses pembelajaran sudah baik? | Apakah sekolah sudah kondusif untuk melakukan pembelajaran? | Apakah tersedia perlengkapan pembelajaran? |
Identifikasi
Refleksi
Benani
Mengapa kompetensi literasi dan numerasi masih rendah?
...
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Apakah jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sudah terpenuhi? | Perhitungan dan Pemetaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Satuan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus |
|
Penataan Pendistribusian Pendidik dan Tenaga Kependidikan Satuan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus |
| |
Penyediaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan bagi Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Atas/Kejuruan/Pendidikan Khusus |
|
Mengapa kompetensi literasi dan numerasi masih rendah?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Penugasan guru sebagai kepala sekolah/pendamping satuan pendidikan yang memenuhi persyaratan | Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pada Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Atas/Kejuruan/Pendidikan Khusus |
|
Pendidik dan tenaga kependidikan belum optimal dalam melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan | Bimbingan Teknis, Pelatihan, dan/atau Magang/PKL untuk Peningkatan Kapasitas Bidang Pendidikan |
|
Mengapa kompetensi literasi dan numerasi masih rendah?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Pendidik dan tenaga kependidikan belum optimal dalam melakukan kegiatan refleksi dan perbaikan pembelajaran | Fasilitasi Komunitas Belajar Pendidik dan Tenaga Kependidikan |
|
Mengapa kompetensi literasi dan numerasi masih rendah?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Kualitas pembelajaran | Pengembangan konten digital untuk pendidikan |
|
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Bidang Pendidikan |
| |
Pembinaan Minat, Bakat dan Kreativitas Siswa |
| |
Pembinaan Penggunaan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Pendidikan |
|
Mengapa kompetensi literasi dan numerasi masih rendah?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Kualitas pembelajaran | Bimbingan Teknis, Pelatihan, dan/atau Magang/PKL untuk Peningkatan Kapasitas Bidang Pendidikan |
|
| Pembangunan Sarana, Prasarana dan Utilitas Sekolah |
|
| Fasilitasi Komunitas Belajar Pendidik dan Tenaga Kependidikan |
|
| Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen Sekolah Menengah Atas/Kejuruan/Pendidikan Khusus |
|
Mengapa kompetensi literasi dan numerasi masih rendah?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Kecukupan buku teks dan non teks yang berkualitas | Perlengkapan Dasar Buku Teks dan Non Teks Peserta Didik |
|
| Penyusunan, Penerbitan, dan Pendistribusian buku-buku berbahasa daerah | Pemerintah daerah perlu melakukan upaya-upaya sebagai berikut.
|
Mengapa kompetensi literasi dan numerasi masih rendah?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Peralatan TIK dan alat praktik belajar literasi dan numerasi | Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Peserta Didik |
|
Pemenuhan gizi peserta didik� | Sosialisasi dan Advokasi Kebijakan Bidang Pendidikan |
|
Mengapa kompetensi literasi dan numerasi masih rendah?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Indikator SPM: Kualitas Lingkungan Belajar: Keamanan, Kebinekaan, Inklusivitas
Keamanan | Kebinekaan | Inklusivitas |
Apakah satuan pendidikan aman dari perundungan, kekerasan seksual, dan hukuman fisik? | Apakah satuan pendidikan mempromosikan toleransi antar peserta didik dan warga sekolah? | Apakah satuan pendidikan mengakomodasi kebutuhan peserta didik yang beragam? |
Identifikasi
Refleksi
Benani
Mengapa kualitas lingkungan belajar belum kondusif?
...
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Iklim Keamanan: Pemahaman dan sistem pelayanan pendampingan terkait keamanan untuk mencegah perundungan, kekerasan seksual, dan hukuman fisik Iklim Kebinekaan: Pemahaman dan sistem pelayanan pendampingan terkait kebinekaan untuk mencegah diskriminasi terhadap ekonomi, gender, fisik, agama, suku, dan budaya | Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen Sekolah Menengah Atas/Kejuruan/Pendidikan Khusus | Iklim Keamanan:
Iklim Kebhinekaan:
|
Mengapa kualitas lingkungan belajar belum kondusif?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Iklim Inklusivitas: Pemahaman dan sistem pelayanan pendampingan terkait inklusivitas untuk meningkatkan layanan pendidikan inklusif terutama terhadap siswa disabilitas, siswa cerdas dan berbakat istimewa | Pemberian layanan pendampingan bagi satuan pendidikan untuk pencegahan perundungan, kekerasan, dan intoleransi | Iklim Inklusivitas:
|
Mengapa kualitas lingkungan belajar belum kondusif?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Iklim Inklusivitas: Pemahaman dan sistem pelayanan pendampingan terkait inklusivitas untuk meningkatkan layanan pendidikan inklusif terutama terhadap siswa disabilitas, siswa cerdas dan berbakat istimewa | Pemberian layanan pendampingan bagi satuan pendidikan untuk pencegahan perundungan, kekerasan, dan intoleransi | Layanan Pendampingan untuk Iklim Keamanan:
Layanan Pendampingan untuk Iklim Kebinekaan:
Layanan Pendampingan untuk Iklim Inklusivitas
|
Mengapa kualitas lingkungan belajar belum kondusif?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Karakter peserta didik | Sosialisasi dan Advokasi Kebijakan Bidang Pendidikan |
|
| Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen Sekolah Menengah Atas/Kejuruan/Pendidikan Khusus |
|
Mengapa kualitas lingkungan belajar belum kondusif?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Karakter peserta didik | Bimbingan Teknis, Pelatihan, dan/atau Magang/PKL untuk Peningkatan Kapasitas Bidang Pendidikan |
|
Mengapa kualitas lingkungan belajar belum kondusif?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Iklim Keamanan: Pemahaman dan sistem pelayanan pendampingan terkait keamanan untuk mencegah perundungan, kekerasan seksual, dan hukuman fisik Iklim Kebinekaan: Pemahaman dan sistem pelayanan pendampingan terkait kebinekaan untuk mencegah diskriminasi terhadap ekonomi, gender, fisik, agama, suku, dan budaya | Terlaksananya Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen Sekolah Menengah Atas/Kejuruan/Pendidikan Khusus | Layanan Pendampingan untuk Iklim Keamanan:
Layanan Pendampingan untuk Iklim Kebinekaan:
|
Mengapa kualitas lingkungan belajar belum kondusif?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Iklim Inklusivitas: Pemahaman dan sistem pelayanan pendampingan terkait inklusivitas untuk meningkatkan layanan pendidikan inklusif terutama terhadap siswa disabilitas, siswa cerdas dan berbakat istimewa | Terlaksananya Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen Sekolah Menengah Atas/Kejuruan/Pendidikan Khusus | Iklim Inklusivitas:
|
Mengapa kualitas lingkungan belajar belum kondusif?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Iklim Inklusivitas: Pemahaman dan sistem pelayanan pendampingan terkait inklusivitas untuk meningkatkan layanan pendidikan inklusif terutama terhadap siswa disabilitas, siswa cerdas dan berbakat istimewa | Terlaksananya Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen Sekolah Menengah Atas/Kejuruan/Pendidikan Khusus | Layanan Pendampingan untuk Iklim Inklusivitas
|
Mengapa kualitas lingkungan belajar belum kondusif?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Indikator SPM: Kekhususan SMK - Identifikasi dan Refleksi
Apakah tersedia data keterserapan lulusan? | Apakah sudah ada kemitraan antara SMK dengan dunia kerja? | Apakah fasilitas peningkatan kompetensi lulusan SMK tersedia? | Apakah sudah ada sertifikasi kompetensi PTK dan peserta didik? | Apakah tata kelola SMK (LSP, BKK, Teaching Factory) sudah optimal? |
Identifikasi
Refleksi
Benani
Mengapa kualitas lulusan SMK belum optimal?
...
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Pelaksanaan tracer study SMK (penelusuran lulusan) | Koordinasi, Perencanaan, Supervisi dan Evaluasi Layanan di Bidang Pendidikan Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan |
|
Link and match dengan dunia kerja; Kualitas pembelajaran selaras dengan dunia kerja |
| |
| ||
|
Mengapa Tingkat Penyerapan lulusan SMK belum optimal?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Kepemimpinan kepala SMK dalam mengelola SMK sebagai pembelajaran yang selaras dengan dunia kerja | Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan |
|
Pendataan kemitraan SMK |
|
Mengapa Tingkat Penyerapan lulusan SMK belum optimal?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Kualitas pembelajaran dalam Teaching Factory (TeFa) | Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan |
|
Penggunaan sarana prasarana pembelajaran selaras dengan dunia kerja |
|
Mengapa Tingkat Penyerapan lulusan SMK belum optimal?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Pengelolaan Bursa Kerja Khusus (BKK) dalam meningkatkan kebekerjaan lulusan SMK | Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan |
|
Keterlibatan Komite Sekolah dalam mengembangkan kerjasama dunia kerja |
|
Mengapa Tingkat Penyerapan lulusan SMK belum optimal?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Kualitas pembelajaran selaras dengan dunia kerja | Penyediaan Biaya Personil Peserta Didik Sekolah Menengah Kejuruan |
|
Praktisi dunia kerja yang mengajar di SMK |
|
Mengapa Tingkat Penyerapan lulusan SMK belum optimal?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Lulusan dengan sertifikat kompetensi | Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Peserta Didik |
|
Pembinaan talenta kompetensi keahlian peserta didik | Pembinaan Minat, Bakat dan Kreativitas Siswa |
|
Mengapa Tingkat Penyerapan lulusan SMK belum optimal?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Keahlian guru dan tenaga kependidikan SMK selaras dengan dunia kerja | Bimbingan Teknis, Pelatihan, dan/atau Magang/PKL untuk Peningkatan Kapasitas Bidang Pendidikan |
|
Sertifikasi kompetensi PTK | Pendidik SMK yang mendapat sertifikat kompetensi | Memberikan dukungan dana dalam proses sertifikasi PTK SMK yang selaras dengan dunia kerja, seperti: biaya uji kompetensi, pelatihan pra-sertifikasi, atau administrasi. |
Mengapa Tingkat Penyerapan lulusan SMK belum optimal?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Pengelolaan Bursa Kerja Khusus dalam meningkatkan kebekerjaan lulusan SMK | Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan |
|
Guru SMK melakukan magang di dunia kerja | Bimbingan Teknis, Pelatihan, dan/atau Magang/PKL untuk Peningkatan Kapasitas Bidang Pendidikan |
|
Praktisi dunia kerja yang mengajar di SMK |
|
Tingkat Kepuasan dunia kerja terhadap budaya kerja lulusan SMK
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Refleksi | Benahi | Deskripsi Kegiatan |
Penggunaan sarana prasarana pembelajaran selaras dengan dunia kerja | Rehabilitasi Ruang Praktik Peserta Didik |
|
Pengadaaan Alat Praktik dan Peraga Peserta Didik |
|
Tingkat Kepuasan dunia kerja terhadap budaya kerja lulusan SMK
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah