1 of 166

Teknik Dasar Radioterapi Eksterna dan Interna

Teknik Radioterapi Dasar

Putri Pradita Nuramalia, M.Tr.ID

2 of 166

Radioterapi

Terapi untuk pengobatan kanker bertujuan untuk membunuh sel kanker dengan radiasi baik dari alam (zat radioaktif terbungkus) maupun buatan (pembangkit radiasi pengion).

3 of 166

Tujuan Radioterapi

Memberikan dosis optimal pada tumor/kanker

NAMUN

Memberikan dosis seminimal mungkin pada organ atau jaringan sekitar tumor/kanker

4 of 166

Jenis Pesawat Radioterapi

5 of 166

Radioterapi Eksterna

  • Dari luar tubuh
  • Arah berkas sinar mengarah pada target kanker
  • Terdapat jarak antara sumber dan permukaan tubuh

6 of 166

External Beam Radiation Therapy (EBRT)

  • Pesawat Cobalt-60
  • Pesawat Linear Accelerator
  • Tomotherapy
  • Linac + MRI (hybrid)
  • Gamma Knife
  • Cyber Knife

7 of 166

Pesawat Cobalt-60 �dan Gamma Knife

  • Menggunakan sumber radioaktif yang memiliki waktu paruh tertentu
  • Sumber radioaktif yang digunakan adalah cobalt-60

8 of 166

Pesawat Cobalt-60�

  • Pesawat cobalt-60 dengan sumber radiasi : zat radioaktif cobalt-60 yang memiliki waktu paruh 5,3 tahun
  • Memiliki 2 puncak energy yaitu 1,17 MeV dan 1,33 MeV sehingga energy rata-ratanya 1,25 MeV

9 of 166

Cobalt 60

10 of 166

  • D-max menjadi 0,5 cm dan persentase kedalaman 55% pada 10 cm
  • Partikel β diserap dalam logam kobalt dan kapsul baja tahan karat yang menghasilkan emisi sinar-x bremsstrahlung dan sejumlah kecil sinar-x karakteristik
  • Sumber Co-60 teleterapi tipikal adalah silinder dengan diameter 1 hingga 2 cm, tinggi 5 cm diposisikan di Unit Cobalt dengan ujung melingkar menghadap pasien
  • Fakta bahwa sumber radiasi bukan sumber titik memperumit geometri balok dan memunculkan apa yang dikenal sebagai penumbra geometrik

11 of 166

Source Housing

  • Housing (tempat) untuk sumber disebut kepala sumber
  • Itu terdiri dari cangkang baja yang diisi dengan timah untuk tujuan pelindung dan perangkat untuk menghubungkan sumber di depan bukaan di kepala dari mana balok yang berguna muncul
  • Selongsong paduan logam berat disediakan dari pelindung utama tambahan saat sumber dalam posisi mati

12 of 166

  • Sistem kolimator dirancang untuk memvariasikan ukuran dan bentuk balok untuk memenuhi persyaratan perawatan individu
  • Bentuk paling sederhana dari diafragma yang dapat disetel terus menerus terdiri dari dua pasang blok logam berat. Setiap pasangan dapat dipindahkan secara independen untuk mendapatkan persegi bidang berbentuk persegi panjang
  • Jika permukaan bagian dalam balok dibuat sejajar dengan sumbu pusat balok, radiasi akan melewati tepi balok yang berkolimasi menghasilkan apa yang dikenal sebagai penumbra transmisi.

13 of 166

Pesawat Cobalt-60

Saat penyinaran pasien, maka piston akan bergerak untuk menggeser posisi sumber radiasi COBALT-60 agar berada pada bukaan source. Saat tersebut diketahui sumber radioaktif tidak tertutup shielding (posisi radiasi ON)

Saat proses penyinaran selesai, sumber radioaktif bergerak kembali ke posisi semula (dalam kondisi tertutup shiealding saat itulah posisi radiasi OFF)

14 of 166

Gamma Knife

Gamma knife atau pisau gamma merupakan salah satu pengobatan radiosurgery atau bedah radiasi untuk mendestruksi tumor di dalam otak tanpa harus melakukan pembedahan (operasi invasif). Dalam gamma knife, sinar gamma yang digunakan merupakan gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh radio isotop 60 Co. 

15 of 166

Gamma Knife

  • Terdapat sejumlah 192-201 cobalt 60 source.
  • Umumnya digunakan untuk penyinaran radiasi teknik Strreotactic radiosurgery (SRS) untuk instalasi bedah syaraf.

16 of 166

Gamma Knife

  • Pasien akan dikenakan suatu head-fix agar bagian kepala pasien tidak mengalami pergerakan.
  • Head-fix dapat berupa G-frame yang dihubungkan dengan kolimator yang ada pada gamma knife.

17 of 166

Linear Accelerator (LINAC)

  • Menggunakan generator pembangkit radiasi.
  • Radiasi yang digunakan untuk penyinaran tumor adalah
    1. Berkas sinar-X, energi 4 s/d 20 MV (bervariasi)
    2. Berkas elektron, energi 4 s/d 15 MeV (bervariasi)

18 of 166

  • Terdapat beberapa teknik penyinaran diantaranya 2D, 3DCRT, IMRT, dan VMAT.
  • Pabrikan : elekta, varian, shinva dsb
  • Kelebihan disbanding pesawat cobalt : tidak perlu penggantian source radiasi setiap jangka tertentu sehingga aman untuk petugas radiasi dan mengurangi limbah radiasi

19 of 166

LINAC

  • Linac (Linear accelerator), umumnya sinar X : 6 MV dan 10 MV, dan berbagai level energi berkas elektron, misalnya : 6, 9, 12, 16, 20, 22 MeV
  • Linac single energy (hanya 1 energy foton/sinar-X, sedangkan linac multi energy (terdiri dari beberapa level energy.

20 of 166

LINAC

  • Pesawat yang menggunakan gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi, untuk mempercepat elektron yang berenergi tinggi melelui tabung linear.

  • Pembangkit microwave menggunakan magnetron, jika sinar-x yang dihasilkan ≤ 6 MV, Dan menggunakan klystron , jika sinar-x yang dihasilkan berenrgi > 6 MV.
  • Elektron yang berenergi tinggi tsb dapat digunakan langsung untuk pengobatan tumor superficial
  • Jika menumbuk target akan menghasilkan sinar-x berenergi tinggi.

21 of 166

Perkembangan Radioterapi Pembangkit Pengion

  • Kilovoltage Units
  • Superficial Machine
  • Orthovoltage/Deep Therapy
  • Supervoltage Therapy/high voltage therapy
  • Megavoltage Therapy

22 of 166

Kilovoltage Units

  • Grenz-ray: < 20 kV
  • Contact Therapy: 40 – 50 KV/tube, current : 2 mA/ SSD ≤ 2 cm.
  • Filter: 0.5 – 1.0 mm Al (Aluminium), untuk pengobatan tumor yang letaknya ≤ 2 mm dari permukaan kulit.
  • Field Size (FS): bentuk Cones

23 of 166

Superficial Machine : 50 –150 KV/tube�

  • Current : 5-8 mA/SSD 15–20 cm.
  • Filter : 1 – 6 mm Al, untuk tumor pada kedalaman ± 5 mm (90% depth dose).
  • Kualitas berkas :

HVL (Half Value Layer) : 1.0 – 8.0 mm Al.

  • Field Size : bentuk Cones

24 of 166

Orthovoltage/Deep Therapy: 150 – 500 kV. �

  • Rata-rata :200 -300 KV/10-20 mA/SSD 50 cm
  • Filter : bermacam-macam Filter, biasanya 1-6 mmAl u/ tumor pd kedalaman 2 -3 cm.
  • Kualitas berkas: - HVL: 1 – 4 mm Cu
  • FS : Cones/diaphragm

25 of 166

Supervoltage Therapy/high voltage therapy: 500 - 1000 KV�

26 of 166

Megavoltage Therapy: > 1 MV�

27 of 166

Tomotherapy

  • Teknology hybrid Linac dengan CT-Scan.
  • Berkas sinar-X , energy 4 s/d 20 MV (bervariasi)

28 of 166

Tomotherapy

  • Gantry berputar seperti linac umumnya, namun couch dapat bergerak (travel) seperti CT-Scan saat posisi gantry rotate.
  • Bermanfaat untuk penyinaran area yang luas. Ex: spinal cord atau area kanker yang tidak hanya satu lokasi.

29 of 166

Pesawat LINAC�Tomotherapy�Hibrid (Linac +MRI)�Cyber Knife�

30 of 166

LINAC - MRI

Dapat sekaligus digunakan sebagai modalitas imaging untuk memantau ukuran massa/target tumor.

Teknologi hybrid linac dengan MRI.

31 of 166

Hybrid Linac-MRI

  • Gantry berputar seperti linac umumnya, namun couch dapat bergerak (travel) seperti MRI saat posisi gantry rotate.
  • Bermanfaat untuk penyinaran area yang luas. ex: spinal cord atau area kanker yang tidak hanya satu lokasi.

32 of 166

X-Ray Linac

Sinar-X bremstrahlung, terjadi apabila elektron mengalami perlambatan karena pengaruh gaya inti atom bahan (target). Spektrum energi continue (Linac)

33 of 166

Skema Kepala Perawatan Akselerator Linier Modern Yang Beroperasi

Mode Produksi Foton

Mode Produksi Elektron

34 of 166

Radiasi Foton

  • Daya tembus radiasi lebih dalam disbanding electron.
  • Umumnya digunakan untuk kanker yang letaknya dalam.
  • Dihasilkan dari tumbuhan electron dengan x-ray target untuk menghasilkan foton dengan energy tertentu.
  • Terdapat pada pesawat linear accelerator dengan energy 4 s/d 20 MV (bervariasi)

Mode Produksi Foton

35 of 166

Radiasi Elektron

  • Daya tembus radiasi tidak terlalu dalam.
  • Umumnya digunakan untuk terap kanker yang letaknya dekat dengan permukaan, ex: kanker kulit, payudara, mata dsb
  • Tidak dihasilkan dari proses tumbuhan electron dengan target sinar-x
  • Hanya terdapat pada pesawat radiasi berbasis linear accelerator.
  • Berkas electron, energy 4 s/d 15 MeV (bervariasi).

36 of 166

Berkas Radiasi Linac

Berkas X-ray energi tinggi (foton)

  • Berkas terkolimasi, segi empat (konvensional)
  • Linac modern dengan MLC (multi Leaf colimation)

Berkas Elektron

  • Memerlukan alat penyearah berkas elektron yang disebut Aplikator

37 of 166

Jenis Radiasi

Terlihat jenis radiasi dan energy akan mempengaruhi % dosis serap pada suatu kedalaman tertentu.

38 of 166

39 of 166

Isodose curve berkas Co-60 & Linac�

40 of 166

Isodose Curve

Kurva isodose adalah garis yang menghubungkan titik-titik yang sama Percentage Depth Dose (PDD). Kurva biasanya digambarkan pada interval reguler dari dosis yang diserap dan dinyatakan sebagai persentase dari dosis pada titik referensi.

41 of 166

PDD

 

42 of 166

Jenis Radiasi

43 of 166

44 of 166

Aplikator

Aplikator

Aplikator

45 of 166

Dosis Serap & Faktor Yang Mempengaruhinya

  1. Dosis serap pada suatu titik target/pantom merupakan berkas radiasi dengan variasi kedalaman tertentu
  2. Variasi dosis serap dengan kedalaman, tergantung :
    1. Penyebaran/luasan berkas (Inverse square law)

. Untuk semua sumber radiasi berupa titik

    • Attenuation/Penyerapan

. Energi berkas

. No atom bahan/medium

    • Scatter/Hamburan

. Energi berkas radiasi dan Luas Lapangan

46 of 166

Distribusi dosis Kedalaman

Distribusi dosis Kedalaman tergantung dari :

    • Energi berkas
    • Kedalaman
    • Ukuran Lapangan
    • Jarak penyinaran SSD/SAD
    • Sistem kolimasi (segi empat, lingkaran, terdapat blok di tengah, hasilnya akan berbeda)

Distribusi dosis Kedalaman, diukur pada pusat berkas, di kedalaman sepanjang pusat axis

47 of 166

Distribusi Kedalaman Dosis

  1. Percentage depth dose (PDD)
    • Normalisasi kedalaman tertentu terhadap dosis acuan (100%)
    • Disajikan dalam Tabel PDD
  2. Tissue-air-ratios (TAR), dikembangkan pada
    • Terapi rotasi, sumber radiasi berotasi mengelilingi target/massa/tumor
  3. Tissue-phantom-ratios (TPR)
  4. Tissue-Maximum-ratios (TMR)

48 of 166

TPR didefinisikan sebagai rasio dosis pada suatu titik di dalam pantom pada kedalaman yang sama dalam pantom yang berbeda, biasanya pada kedalaman 5 cm��Jika kita mengambil referensi kedalaman pada Dmaks, maka kita memiliki Tissu Makimum Ratio (TMR) pada kedalaman 5 cm tsb�

49 of 166

Konsep Percent Dept Dose

50 of 166

PDD (Beam Quality and Depth)

51 of 166

Terapi Rotasi

  • Sumber radiasi mengelilingi target tumor selama penyinaran
  • Perhitungan dosis kedalaman melibatkan nilai rata-rata TAR isosentris
  • Setiap kontur dari pasien dihitung berdasarkan interval dan TAR masing-masing kedalaman dari tabel

52 of 166

Konsep Tissue Phantom Ratio (TPR)

53 of 166

Istilah dalam Linac

  • MU = Monitor Unit

Sejumlah nilai tertentu pada panel kontrol yang berkaitan dengan dosis.

  • MU analog dengan Nilai Dosis
  • Didalam Teleterapi Co-60 biasanya sebagai T= waktu penyinaran (Treatment time).

54 of 166

Multileaf Collimator (MLC)

Multileaf Collimator (MLC) merupakan Collimator atau perangkat pembatas berkas yang terbuat dari “leaves" individu dari bahan bernomor atom tinggi, biasanya tungsten, yang dapat bergerak secara independen masuk dan keluar dari jalur sinar radioterapi untuk membentuknya dan bervariasi intensitasnya. MLC memiliki daun bergerak, yang dapat memblokir beberapa fraksi sinar radiasi. MLC tipikal memiliki 40 hingga 120 daun, disusun berpasangan.

55 of 166

Penyinaran Elektron

  • Penyinaran dengan berkas electron menggunakan aplikator dan blok pembentuk radiasi.
  • Guna aplikator adalah mefokuskan dan mengatur supaya hamburan berkas terpusat pada area radiasi.
  • Blok radiasi digunakan untuk membentuk lapangan radiasi baik dengan lapangan open maupun bantuk individual yang diinginkan mengikuti area radiasi.
  • Blok radiasi bawaan alat/linac umumnya tersedia dengan ukuran ekivalen persegi dari 5x5 cm hingga 15x15 cm.

56 of 166

Planning Radiotherapy

57 of 166

Individual Block

Individual block merupakan pembentuk lapangan yang dibuat secara manual untuk setiap pasien. Fungsinya adalah membentuk area lapangan radiasi mengikuti bentuk tertentu sesuai dengan bentuk area sinar radiasi

58 of 166

MLC

Seiring berkembangnya teknologi, muncul MLC yang fungsinya dapat lebih fleksible dengan otomatis dapat disetting untuk bentuk lapangan radiasi tertentu yang berbeda setiap pasien.

59 of 166

Varian & Elekta

60 of 166

MLC

  • MLC dan jaw digunakan sebagai pembentuk lapangan radiasi, sehingga tidak menggunakan aplikator seperti pada berkas electron
  • Multi Leaves Collimator (MLC) merupakan pembentuk lapangan yang terbuat dari lapis-lapis Pb yang memiliki ketebalan bervariasi (0,3-1 cm)
  • MLC dapat bergerak mengikuti bukaan lapangan yang diinginkan sehingga sesuai dengan bentuk target radiasi

61 of 166

Beam Modification

  1. Bidang area penyinaran untuk setiap pasien bervariasi
  2. Permukaan tubuh pasien tidak rata atau berlekuk-lekuk

62 of 166

Terdapat 2 jenis kompensator pada radioterapi eksternal.

  1. Diletakkan di bagian tubuh pasien dan ada juga
  2. Kompensator yang diletakkan di gantry untuk memodifikasi berkas radiasi yang dikeluarkan

63 of 166

Wedge

  • Wedge merupakan tissue compensator yang digunakan untuk mengurangi intensitas radiasi yang dikeluarkan oleh pesawat radiasi
  • Material wedge terbuat dari Tungsten, Timah (Pb) atau baja
  • Terdapat berbagai kemiringanya bervariasi tergantung kebutuhan

64 of 166

Wedge

Terdapat beberapa jenis wedge yang digunakan diantaranya:

  1. Individual wedge
  2. Universal wedge
  3. Dynamic wedge
  4. Virtual wedge
  5. Pseudo wedge

65 of 166

66 of 166

Wedge

  • Penggunaan wedge umumnya digunakan untuk kasus kanker payudara, head, dsb.
  • Kemiringan wedge dipilih bedasarkan isodose yang akan dicapai pada area penyinaran tertentu.

67 of 166

Bolus

  • Merupakan tissue equivalent material yang digunakan untuk mengurangi kedalaman dari Dmax yang dicapai dengan energy tertentu
  • Umumnya dikenal dengan build-up bolus

68 of 166

Bolus

  • Bolus dapat digunakan mengkonpensasi pada berkas kilovoltage maupun berkas electron.
  • Pada berkas foton megavoltage, bolus digunakan untuk menaikkan isodose lebih mendekati ke permukaan
  • Umumnya digunakan untuk penyinaran kanker-kanker yang dekat dengan permukaan.

69 of 166

Teknik SSD dan SAD

70 of 166

Teknik Penyinaran ERBT

71 of 166

SSD

  • Jarak sumber radiasi (source) ke permukaan target (sourse to surface distance/SSD) adalah tetap.
  • Umumnya digunakan untuk penyinaran dengan jumlah gantry rendah seperti penyinaran dengan 2 arah gantry penyinaran dengan berkas elektron

72 of 166

SSD

Memiliki kekurangan, tidak fleksible saat RTT akan melakukan perubahan arah gantry karena RTT harus masuk ruangan radiasi untuk mengecek keakurasian set-up kembali

73 of 166

SAD

  • Jarak sumber radiasi (source) ke titik axis isocenter target (source to axis distance/SAD) adalah tetap.
  • Dikenal dengan isocentric technique / teknik isocenter.
  • Umumnya digunakan untuk penyinaran dengan jumlah gantry tinggi seperti teknik 3DCRT, IMRT maupun VMAT.

74 of 166

SAD

Lebih memudahkan RTT dan mempercepat waktu penyinaran karena hanya membutuhkan 1x set up pasien di awal penyinaran dimulai setiap harinya

75 of 166

76 of 166

Volume Target�

  • Bedasarkan ICRU 50, volume target terdiri dari:
  • Gross tumour volume (GTV) adalah luas dan lokasi pertumbuhan keganasan yang teraba, terlihat atau dapat dibuktikan.
  • Clinical target volume (CTV) adalah volume jaringan yang mengandung GTV ditambah dengan daerah yang potensial dijangkiti oleh tumor ganas mikroskopis atau subklinis, yang harus dieliminasi.
  • Planning Target Volume (PTV) merupakan sebuah konsep geometris, didefinisikan untuk memilih ukuran balok dan pengaturan balok yang sesuai, dengan mempertimbangkan efek jaringan dari semua kemungkinan variasi geometris dan ketidakakuratan untuk memastikan bahwa dosis yang ditentukan diberikan ke CTV.

77 of 166

  • Organs at risk (OAR) adalah jaringan normal yang sensitivitas radiasinya dapat secara signifikan mempengaruhi perencanaan pengobatan dan / atau dosis yang ditentukan

Ingat! Bahwa OAR akan sangat mungkin bahkan selalu overlap dengan target sinar, oleh karena itu dibutuhkan bargaining dalam menentukan perencanaan radiasi.

78 of 166

Radiotherapy Timeline

79 of 166

Dose Sculpting

80 of 166

2D

  • Menggunakan citra 2D
  • Penentuan dosis dengan titik preskripsi pada ½ separasi, atau pada kedalaman tertenti yang diinginkan dokter
  • Penggunaan arah gantry yang terbatas

81 of 166

3DCRT

  • Menggunakan citra 3D (CT Scan, MRI, PET-CT)
  • Penentuan dosis dengan titik preskripsi pada titik tertentu
  • Penggunaan arah gantry masih lebih fleksible disbanding teknik 2D (dapat mencapai 7-9 arah berkas bila dimungkinkan)
  • Dapat diketahui isodosis dan dosis dalam volume tertentu pada organ maupun target

82 of 166

IMRT

  • Intensity Modulated Radiation Theraphy (IMRT)
  • Menggunakan citra 3D (CT scan, MRI, PET-CT)
  • Hasil sebaran dosis dapat menjadi lebih baik dan conform pada target serta OAR dapat diminimalisir
  • Penggunaan field in field (FIF) / segment dan modulasi intensitas radiasi dapat dilakukan baik forward maupun invers plan
  • Lapangan (field) kecil dalam suatu gabungan lapangan besar berfungsi memodulasi sebaran dosis yang dihasilkan pada area radiasi

83 of 166

IMRT

  • Memungkinkan penggunaan arah gantry yang lebih banyak
  • Terdapat lapangan kecil (small field) dalam suatu lapngan besar yang disebut segmen. Sehingga IMRT sering dikenal teknik segmentasi lapangan
  • Namun, secara klinis pada kasus tertentu teknik 3DCRT tetap dipilih karena penggunaan gantry terbatas akan megurangi dosis yang diterima OAR (special case)

84 of 166

VMAT

  • Menggunakan citra 3D (CT scan, MRI, PET-CT)
  • Penentuan dosis preskripsi bukan lagi titik namun volume
  • Penggunaan arah gantry tidak terbatas

85 of 166

Semakin advance teknik penyinaran yang digunakan maka konformitas akan lebih tinggi tercapai

86 of 166

Untuk teknik 2D, hanya merupakan visualisai. Karena pada 2D tidak dapat dihasilkan suatu sebaran dosis dalam bentuk volume

87 of 166

SBRT / SRS

  • Stereotactic Body Radiation Therapy (SBRT) / Stereotactic Radiosurgery (SRS) merupakan radiasi dosis sangat tinggi (8-12Gy/fx) dengan fraksi lebih sedikit (hipofraksinasi) pada target tumor yang ukurannya cukup kecil
  • Sehingga pemberian dosis dalam jumlah besar dalam satu waktu sehingga tidak mengganggu OAR terlalu signifikan karena area yang kecil

88 of 166

Simulator

Sebuah sistem pemindaian tubuh menggunakan x-ray baik 2D maupun 3D sesuai kapasitas pesawat penyinaran, berfungsi untuk mensimulasikan pasien sebelum dilakukan radiasi pertama yang bertujuan untuk menentukan volume sasaran radiasi dengan melindungi organ/jaringan sehat lainnya.

89 of 166

Simulasi

  • Keberhasilan pengobatan secara langsung berkaitan dengan efektivitas prosedur simulasi.
  • Membantu dalam menentukan lokasi dan luasnya penyakit relatif terhadap jaringan normal kritis yang berdekatan.
  • Maket yang tepat dari perawatan pasien; termasuk:
    • Pemilihan alat imobilisasi, dokumentasi radiografik area penyinaran, pengukuran pasien, konstruksi kontur pasien, dan pembentukan bidang.
    • Secara artifisial menduplikasi kondisi penyinaran yang sebenarnya dengan mengonfirmasi pengukuran, memverifikasi penyinaran, dan mengonfirmasi perisai
    • Sebuah stasiun kerja virtual, dilengkapi dengan pemindai CT, perangkat lunak untuk melakukan definisi volume target dan perhitungan dosis perencanaan penyinaran, dan produksi PRB

90 of 166

Definisi

  • Lokalisasi: definisi geometris dari posisi dan luas tumor atau struktur anatomi dengan referensi tanda permukaan yang dapat digunakan untuk tujuan pengaturan penyinaran.
  • Verifikasi: pemeriksaan terakhir bahwa masing-masing arah sinar yang direncanakan menutupi tumor atau volume target dan tidak menyinari struktur normal yang kritis.

91 of 166

Definisi

Penanda radiopak: bahan dengan nomor atom tinggi (timbal, tembaga, atau kawat solder) yang digunakan pada permukaan pasien atau ditempatkan di rongga tubuh untuk menggambarkan tempat-tempat khusus untuk tujuan perhitungan atau untuk menandai struktur kritis yang memerlukan visualisasi selama perencanaan penyinaran, sering digunakan untuk menandai titik-titik tertentu pada pasien selama akuisisi CT.

92 of 166

Definisi

  • Pemisahan (jarak intrafield IFD): pengukuran ketebalan pasien di sepanjang sumbu pusat atau pada titik tertentu lainnya dalam volume yang diiradiasi.
  • Membantu dalam menghitung jumlah jaringan di depan, di belakang, atau di sekitar tumor. Diukur dengan jangka sorong
  • Field size: dimensi bidang perlakuan di isocenter, diwakili oleh lebar x panjang
  • Ditentukan oleh kabel yang menentukan medan

93 of 166

Volume Target�

  • Bedasarkan ICRU 50, volume target terdiri dari:
  • Gross tumour volume (GTV) adalah luas dan lokasi pertumbuhan keganasan yang teraba, terlihat atau dapat dibuktikan.
  • Clinical target volume (CTV) adalah volume jaringan yang mengandung GTV ditambah dengan daerah yang potensial dijangkiti oleh tumor ganas mikroskopis atau subklinis, yang harus dieliminasi.
  • Planning Target Volume (PTV) merupakan sebuah konsep geometris, didefinisikan untuk memilih ukuran balok dan pengaturan balok yang sesuai, dengan mempertimbangkan efek jaringan dari semua kemungkinan variasi geometris dan ketidakakuratan untuk memastikan bahwa dosis yang ditentukan diberikan ke CTV.
  • ditentukan

94 of 166

CT-Simulator

CT-Scan Simulator merupakan pesawat CT-Scan yang digunakan untuk simulasi radioterapi secara 3D.

Perbedaan:

    • Flat table
    • Moving laser
    • Lubang bor lebih besar (≥80)

95 of 166

Simulator 3D

  • Fungsi utama: untuk melokalisasi volume tumor dalam tiga dimensi
  • Harus menentukan area anatomi sehingga dapat direproduksi untuk penyinaran sehari-hari.
  • Lokasi bidang perawatan selama simulasi harus mencerminkan secara tepat apa yang akan terjadi di ruang penyinaran .

96 of 166

 CT/MRI

Informasi penampang yang diberikan oleh pencitraan CT dan MRI memberikan kontribusi informasi yang cukup besar kepada ahli onkologi radiasi:

  • Diagnosa
  • Lokalisasi tumor dan jaringan normal
  • Data kepadatan jaringan untuk perhitungan dosis
  • Pemantauan pengobatan lanjutan
  • CT konvensional: memberikan informasi diagnostik terperinci yang digunakan oleh ahli radiologi dan ahli onkologi radiasi untuk mengevaluasi tingkat penyakit.

97 of 166

Simulator

  • Simulator merupakan pesawat fluoroscopy yang digunakan untuk simulasi radioterapi secara 2D.
  • Perbedaan:
  • Moving laser
  • Busur (derajat kemiringan)
  • Perputaran tube X-ray

98 of 166

Conventional Simulation

  • Lokasi lapangan ditentukan
  • Target ditentukan
  • Bidang dibentuk untuk mengobati target
  • Dapat menggunakan fluoroskopi untuk awalnya melihat area tersebut
  • Radiografi mendokumentasikan apa yang telah dilakukan selama proses simulasi dan digunakan sebagai "master" saat membandingkan film port

99 of 166

Conventional Simulation Localization Methods

  • SSD: memposisikan jarak perawatan tetap 80 atau 100 cm pada kulit pasien untuk setiap bidang.
  • Memerlukan reposisi pasien untuk setiap bidang sebelum penyinaran yang biasanya bidang tunggal, dua lateral atau perawatan AP / PA
  • Membutuhkan lokalisasi tumor dalam dua dimensi saja, karena semua jaringan dalam bidang ini dirawat dan kedalaman tumor yang tepat tidak kritis.

100 of 166

Conventional Simulation Localization Methods

  • SAD (teknik isosentris): memberikan lokalisasi tumor dalam tiga dimensi
  • Isocenter ditempatkan dalam volume target dengan bantuan fluoroskopi dan modalitas pencitraan lainnya
  • Film ortogonal diambil: dua radiografi diambil pada sudut kanan satu sama lain.

101 of 166

Kontras

Meningkatkan struktur anatomi secara visual yang biasanya lebih sulit untuk dilihat.

Barium sulfat:

  • tidak diserap oleh saluran GI
  • Diberikan secara oral atau rektal
  • Pasien harus diberitahu tentang penggunaan pencahar

Bahan kontras beryodium:

  • Digunakan untuk ginjal, kandung kemih, dan prostat, GI ketika barium dikontraindikasikan
  • Prosedur steril harus diikuti
  • Dapat diberikan secara intravena atau melalui kateterisasi kandung kemih

Agen kontras negatif:

  • Karbon dioksida, oksigen, dan udara
  • Tampak sebagai area gelap pada radiografi

102 of 166

Conventional Simulation Procedure

  • Perencanaan prasimulasi
  • Persiapan Kamar
  • Penjelasan prosedur
  • Posisi pasien dan imobilisasi
  • Pengoperasian kontrol simulasi
  • Mengatur parameter ukuran bidang
  • Memilih teknik eksposur
  • Paparan radiografi
  • Mendokumentasikan data terkaitProsedur Akhir

103 of 166

Presimulation Planning

  • Penilaian semua informasi pasien yang relevan dan evaluasi pengobatan yang mungkin dilakukan sebelum pasien datang.
  • Minimal, riwayat pasien dan catatan pemeriksaan fisik harus ditinjau, informasi lain yang tersedia (CT, X-ray, laporan patologi dan laporan operasi)
  • Persiapan perangkat imobilisasi khusus.

104 of 166

Mempersiapkan Kamar

  • Persiapan ruangan yang tepat dapat membantu penggunaan waktu simulator secara efektif.
  • Sanitasi bahan yang digunakan dari pasien sebelumnya.
  • Kain bersih atau lembaran kertas ditempatkan di sofa simulator.
  • Perangkat imobilisasi yang diantisipasi disiapkan dan siap

105 of 166

Penjelasan Prosedur

  • Pengkajian: kaji kebutuhan pasien, perbedaan budaya, komunikasi nonverbal, dan kemudian upayakan untuk berkomunikasi secara terapeutik dan efektif dengan pasien.
  • Kondisi fisik dan keadaan emosional
  • Gugup, menarik diri, takut
  • Membutuhkan oksigen, obat-obatanKesulitan berdiri, duduk, berjalan

106 of 166

Penjelasan Prosedur

  • Komunikasi: komunikasi terapeutik dapat membangun lingkungan yang kondusif untuk komunikasi
  • Perkenalkan staf dan jelaskan prosedur simulasi secara rinci dan penjelasan tentang prosedur apa yang harus diikuti setelah simulasi dan perawatan
  • Cara merawat kulit
  • Kepenuhan kandung kemih
  • Instruksi tindak lanjut untuk bariumJauhkan percakapan diarahkan pada pasien
  • Hindari pertanyaan yang berakhir dekat
  • Hadapi pasien dan pertahankan kontak mata bila memungkinkan
  • Periksa pemahaman, nyatakan kembali, atau ulangi
  • Kurangi kebisingan yang tidak diinginkan
  • Bicaralah dengan jelas, percaya diri, dan dengan kecepatan dan nada yang kondusif untuk mendengarkan

107 of 166

Penjelasan Prosedur

  • Observasi: mencatat ekspresi wajah, gerak tubuh, hubungan ruang, dan kontradiksi dalam komunikasi pasien
  • Keragaman budaya: waspadai perbedaan budaya baik dalam komunikasi verbal maupun nonverbal untuk menghindari salah paham, menyinggung seseorang, atau tersinggung oleh seseorang.
  • Mendidik pasien dan keluarga: tentang aspek fisik terapi radiasi tetapi juga aspek emosional
  • Simulasi adalah kesempatan untuk mendidik pasien dan menjawab pertanyaan tentang proses perawatan, efek samping dan perawatan kulit.

108 of 166

Patient Positioning

  • Posisi pasien harus dikomunikasikan bersama dengan penjelasan mengapa posisi itu diperlukan - memfasilitasi kerja sama pasien
  • Laser tiga arah digunakan untuk penyelarasan pasien
  • Usia seseorang, berat badan, kesehatan umum, dan area anatomi dapat mempengaruhi posisi
  • Tato tinta, tanda kulit yang terlihat, referensi anatomi topografi yang digunakan untuk menggambarkan area tersebut
  • Jika CT scan dilakukan pada CT konvensional, terapis harus menemani pasien untuk memastikan pasien berada dalam posisi perawatan yang sama saat dipindai.

109 of 166

Alat Imobilisasi

  • Dalam radioterapi incapable movement dapat meliputi segala pergerakan pasien yang tidak dapat diakomodasi saat penyinaran
  • Radioterapi yang didesain dengan sangat presisi sangat mempertimbangkan pergerakan pasien yang secara langsung akan berpengaruh pada delivery sejumlah dosis radiasi
  • Alat immobilisasi digunakan untuk memastikan pasien tidak bergerak secara signifikan saat penyinaran dilakukan

110 of 166

Immobilization

  • Imobilisasi digunakan untuk mencapai reproduktifitas dan akurasi yang benar.
  • Setelah dosis ambang untuk respon tumor telah tercapai, peningkatan kecil dalam dosis yang diserap dapat membuat perbedaan besar dalam pengendalian tumor.
  • Setelah ambang batas untuk cedera jaringan normal telah tercapai, peningkatan kecil dalam dosis dapat sangat meningkatkan risiko komplikasi.
  • Perangkat imobilisasi yang efektif:Bantuan dalam pengaturan perawatan harian dan memberikan reproduktifitas
  • Pastikan bahwa imobilisasi pasien atau area perawatan dilakukan dengan ketidaknyamanan yang minimal
  • Mencapai kondisi yang ditentukan dalam rencana perawatan
  • Tingkatkan presisi perawatan dengan waktu penyiapan tambahan minimalKaku dan cukup tahan lama untuk menahan seluruh rangkaian perawatan
  • Mempertimbangkan kondisi pasien dan keterbatasan unit perawatan

111 of 166

Immobilization

  • Alat bantu pemosisian: perangkat yang dirancang untuk menempatkan pasien pada posisi tertentu untuk penyinaran
  • Struktur yang sangat sedikit, tersedia secara luas, mudah digunakan, dapat digunakan untuk lebih dari satu pasien
  • Penahan kepala, bantal, bantal, karung pasir, papan lengan berbentuk L
  • Imobilisasi sederhana: membatasi beberapa gerakan tetapi biasanya membutuhkan kerja sama sukarela pasien
  • Plester, Velcro, karet gelang, tali lengan ke kaki
  • Bite block: membantu pasien mempertahankan posisi dagu, dan menggerakkan lidah keluar dari bidang pengobatan.
  • Imobilisasi kompleks: adalah immobilizer individual yang membatasi pergerakan pasien (plester, plastik, styrofoam)
  • Vac-loc, bahan pembusa, aquaplast

112 of 166

Masker

Alat fiksasi immobilisasi didaerah kepala, terdiri dari dua jeis yaitu ; masker kepala dan masker leher supraclavicular. Selain bertujuan untuk fiksasi, masker juga berfungsi dari segi etik kosmetik yaitu penggabaran lapangan sinar tidak dikulit pasien tetapi digambar pada masker

113 of 166

Persiapan Mould Termoplastic

  • Perangkat imobilisasi yang paling umum digunakan untuk mengobati kanker adalah termoplastik
  • Tersedia dalam berbagai ukuran dan bentuk
  • Ini kaku di suhu kamar
  • Ketika dipanaskan dalam air (untuk suhu 60 t0 65 derajat) bahan melunak dan menjadi lunak
  • Saat basah, itu ditempatkan di atas tubuh pasien dan sesuai dengan kontur area perawatan

114 of 166

Cara Membuat Masker Termoplatik

  • Siapkan alat dan bahan, nyalakan alat pemanas air untuk termoplas bersuhu 60-65 derajat Celsius dan penambahan air secukupnya.
  • Posisikan pasien terlentang atau sesuai dengan rencana penyinaran yang telah dibuat oleh dokter onkologi radiasi, posisikan true ap dengan bantuan laser eksternal.
  • Masukkan masker kedalam alat pemanas lalu tahan sekitar 3-5 menit
  • Ambil masker termoplastik lalu keringkan dan dinginkan sampai hangat
  • Pasang ke bagian tubuh pasien, masker akan membentuk daerah yang terdapat benjolan
  • Lakukan kontur dengan menggambar diatas masker (biasanya ditambah plester hipafik)
  • Setelah 20-15 menit masker bisa diambil karena sudah set, mengeras.

115 of 166

Immobilisasi

  • Melalui pengenalan tentang alat imobilisasi ini, diharapkan pasien memahami pentingnya dan kebutuhannya dalam pengobatan radioterapi.
  • Pasien juga diharapkan mempersiapkan diri untuk memberikan kerjasama dan upaya terbaiknya dalam proses fabrikasi alat yang tidak menyakitkan ini untuk memberikan hasil yang terbaik.
  • Imobilisasi yang tepat akan meminimalkan kesalahan penyiapan secara signifikan dalam penyiapan pasien sehari-hari

116 of 166

Immobilisasi Seluruh Tubuh

117 of 166

Breast Board

118 of 166

Immobilisasi Head & Neck

119 of 166

Support Headrests

120 of 166

Water Bath

121 of 166

Convection Oven

122 of 166

Vacuum Cushions & Accessories�

123 of 166

RAD SAFE Tattoo Ink

124 of 166

Fiducial Markers

125 of 166

Bolus

126 of 166

Bolus

Bolus adalah suatu bahan yang memiliki daya serap radiasi sama dengan jaringan tubuh, bertujuan untuk mengurangi dosis radiasi.

127 of 166

Cara Membuat Bolus Kasar

  • Pasien tidur pada meja pemeriksaan
  • Letakkan plastic sebagai alas pada daerah yang akan dsinar
  • Balutkan gypsum yang sudah dibasahi dengan air panas pada seluruh organ yang akan dibuat bolusnya, kemudian ratakan dan keringkan
  • Bolus cetakan negatif selesai, kemudian cetak menjadi patung dengan menuangkan adonan alabaster dengan air
  • Lepaskan gypsum cetakan negatif patung
  • Panaskan wax dalam bak tungku kusus
  • Masukkan patung kedalamnya, biarkan melayang sampai terbenam sendiri dan mengras lalu angkar dari bak dan dinginkan
  • Belah bolus menjadi dua (ditengah-tengah)
  • Bolus dicoba ke pasien sesuai dengan luas penyinaran dan beri identifikasi dan tanda acuannya

128 of 166

Operating Controls

  • Komponen mekanis: rotasi gantry, gerakan kolimator, sofa perawatan
  • Komponen optik: sistem laser, indikator jarak optik (ODI), indikator lampu bidang
  • Komponen radiografi: kVp, mAs

129 of 166

Setting Field Parameters

  • Parameter bidang seperti lebar, panjang, sudut gantry, sudut kolimator, dan posisi isocenter harus ditetapkan untuk penyiapan SSD dan SAD.
  • Isocenter diposisikan di CA pada kulit pasien untuk pendekatan SSD dan di dalam pasien untuk SAD
  • Film ortogonal, yang memberikan informasi tiga dimensi dapat digunakan dengan SAD

130 of 166

Producing Quality Images

  • Memilih teknik pemaparan: bervariasi dari satu situs klinis ke situs berikutnya dan dari satu simulator ke simulator lainnya.
  • Habitus tubuh: redaman sinar-x akan bervariasi, tergantung pada ketebalan pasien dan komposisi tubuh pada tingkat yang lebih rendah
  • Mengorientasikan film: penggunaan grid, layar cepat?
  • Memusatkan film, mengurangi ukuran bukaan diafragma, dan mengatur jarak sumber-film yang sesuai, kolimasi
  • Phototiming: bentuk kontrol eksposur otomatis di mana satu atau lebih sel ionisasi secara otomatis menghentikan eksposur pada kepadatan yang telah dipilih sebelumnya
  • Memproses film
  • Mendokumentasikan gambar radiografi: informasi tentang film

131 of 166

Mendokumentasikan data terkait

  • Penting untuk mereproduksi geometri pengaturan pada unit perawatan secara akurat
  • Untuk menjaga keakuratan rekam medis
  • Untuk membantu dalam perencanaan pengobatan dan proses perhitungan dosis
  • Termasuk keduanya
  • Menandai pasien
  • Dokumentasi dalam bagan

132 of 166

Mendokumentasikan data terkait

IFD: secara langsung mempengaruhi dosis pada tumor dan jaringan normal lainnya

Menggunakan landmark tulang sebagai referensi memiliki keuntungan:Tanda kulit sangat mobile, terutama untuk pasien obesitas, sedangkan lokasi volume target pada dasarnya tetap konstan sehubungan dengan landmark tulang.

  • Resimulasi tidak diperlukan jika tanda kulit hilang
  • Bidang pengobatan dapat dengan mudah direkonstruksi setelah terapi saat ini.

133 of 166

Kontur

  • Kontur: reproduksi bentuk tubuh eksternal, biasanya diambil melalui bidang transversal CA balok penyinaran
  • Memberikan terapis dan dosimetris replika paling tepat dari bentuk tubuh pasien sehingga informasi yang akurat dapat dikumpulkan mengenai distribusi dosis dalam tubuh pasien.
  • Volume penyinaran dan struktur internal ditransposisikan dalam kontur menggunakan data dari gambar simulasi dan/atau film CT atau MRI.
  • Membantu memposisikan kembali pasien

134 of 166

Jenis Bahan Kontur/Metode Keuntungan Kerugian Kawat Solder

  • Dapat digunakan kembali, kelenturan
  • Kelenturan (distorsi)
  • Strip plester
  • Murah, kemampuan transfer tanda tinta permukaan
  • Waktu pengeringan, berantakan, tidak dapat digunakan kembali
  • Tabung kontur aquaplast
  • Murah, dapat digunakan kembali, bentuknya bagus
  • Waktu pengeringan, tidak cocok untuk area yang rumit
  • Perangkat kontur pantograf

135 of 166

Jenis Bahan Kontur/Metode Keuntungan Kerugian Kawat Solder

  • Pengoperasian Time-saving, mereproduksi detail dengan baik
  • Biaya, ukuran, ruang penyimpanan yang dibutuhkan
  • CT
  • Tampilan melintang yang akurat
  • Biaya antarmuka
  • MRI
  • Kontur transversal, koronal, dan sagital yang akurat
  • USG
  • Korelasi transversal yang dapat dilihat dari struktur internal
  • Kualitas buruk dari struktur dalam yang dicitrakan

136 of 166

Record and verify systems

Toleransi dapat diatur pada banyak posisi unit perawatan, seperti ketinggian meja dan posisi immobilisasi di kiri/kanan dan arah inferior/superior

137 of 166

Radiasi Internal / Brakhiterapi

Brakhiterapi adalah metode radioterapi dimana sumber radiasi (radioaktif) tertutup yang dikontakkan dengan tumor secara langsung, baik secara interna maupun eksterna.

138 of 166

Eksternal RT Brakhiterapi

Sumber Radiasi

Organ Sehat

Anterior

Posterior

Tumor

Berkas Radiasi

Sumber Radiasi

Organ Sehat

Anterior

Posterior

Tumor

Berkas Radiasi

139 of 166

Brakhierapi

  • Digunakan sebagai booster.
  • Dosis yang biasa diberikan 3×7Gy. Dilakukan satu minggu sekali
  • Menggunakan zat radioaktif seperti Ir-192, Cobalt-60, Cs-137.
  • Terdiri dari 3 jenis tindakan yaitu, interstisial, intraluminal, intracaviter.

140 of 166

Teknik Brakhiterapi

  • Brachytherapy interstisial, di mana sumber radiasi ditempatkan di dalam tumor. Teknik ini digunakan untuk kanker prostat.
  • Brachytherapy intracavity, di mana sumber radiasi ditempatkan di dalam rongga tubuh atau rongga yang dibuat oleh operasi. Misalnya, radiasi dapat ditempatkan di vagina untuk mengobati kanker serviks atau endometrium.
  • Brachytherapy episkleral, di mana sumber radiasi melekat pada mata. Teknik ini digunakan untuk mengobati melanoma mata.

141 of 166

Jenis Brakhiterapi Berdasarkan Laju Dosis Radiasi (Dose Rate)

  • Low Dose Rate ( LDR )
  • Medium Dose Rate (MDR)
  • High Dose Rate (HDR)

142 of 166

Low Dose Rate ( LDR )

  • Low Dose Rate ( LDR ) : 0.4 – 2 Gy / jam
  • Radioaktif temporary yang digunakan : Radium, Cesium, Iridium
  • Radioaktif permanent yang digunakan : Radon, Iodium 125
  • Contoh : radiasi jarum radium pada pengobatan Ca. cerviks

143 of 166

Medium Dose Rate (MDR)

  • Medium Dose Rate (MDR) : 2–12 Gy/jam
  • Radioaktif yang digunakan : Cesium, Cobalt, Iridium.�

144 of 166

High Dose Rate (HDR)

  • High Dose Rate (HDR) : >12 Gy/jam
  • Saat ini HDR paling banyak digunakan.
  • Radioaktif yang digunakan : Cobalt dan Iridium.

145 of 166

Ditinjau dari segi proteksi radiasi, penggunaan Radium 226 tidak lagi direkomendasikan untuk pemakaian dalam radioterapi.

146 of 166

Teknik Aplikasi Yang Digunakan Dalam Brakhiterapi 

  • Teknik Manual, hanya untuk LDR.
  • Teknik “Afterloading“

147 of 166

Terlebih dahulu dipasang aplikator kosong ke daerah sasaran radiasi, bahan radioaktif dimasukkan kedalam aplikator dengan sistem penggerak yang diatur oleh panel kontrol diluar ruang radiasi. Digunakan untuk LDR, MDR, HDR.

148 of 166

Kelebihan Teknik Afterloading 

  • Aman untuk petugas
  • Lebih akurat pemasangan aplikator kosong
  • Dapat untuk HDR, waktu penyinaran pendek, dan tidak memerlukan perawatan yang lama.

149 of 166

Aplikasi Klinis dari Brakhiterapi

  • Brakhiterapi definitif :

Dosis radiasi penuh, Ca. lidah, dasar mulut, kulit, prostat.

  • Brakhiterapi kombinasi dengan radiasi eksternal, sebagai radiasi booster.

Untuk Ca. cerviks, nasofaring, bronchus, esofagus.

  • Brakhiterapi pasca bedah

Pada sarkoma jaringan lunak, payudara (setelah radiasi eksterna).

150 of 166

Indikasi dari Brakhiterapi

  • Tumor–tumor dengan ukuran kecil

Contoh : Ca. prostat, Ca cerviks dan nasofaring pada stadium IA

  • Tumor–tumor besar, diberikan sebagai booster

Contoh : Ca cerviks pada stadium IB – IIIB, KNF, Ca. mammae

  • Sebagai terapi paliatif dikombinasikan dengan radiasi eksterna dengan tujuan untuk mengurangi waktu pengobatan.

151 of 166

Keuntungan Brakhiterapi Dibandingkan Radiasi Eksterna

  • Dosis yang diberikan pada brakhiterapi lebih tertuju pada tumor/target saja, sehingga akan memberikan lokal kontrol yang baik.
  • Akan terjadi penurunan dosis pada jaringan sehat dengan menggunakan brakhiterapi, sehingga efek samping akan berkurang.

152 of 166

Proteksi Pasien dalam Brakhiterapi 

  • Program monitoring paparan radiasi
  • Emergency procedure
  • Data lengkap dari parameter radiasi
  • Sistem check parameter radiasi oleh dokter/ahli fisika

153 of 166

Proteksi Petugas dalam Brakhiterapi 

  • Program monitoring paparan radiasi
  • Test kebocoran sumber tertutup.

154 of 166

Tujuan Utama treatment planning dalam brakhiterapi

  • Untuk memperoleh distribusi dosis yang akan digunakan untuk menentukan dosis perskripsi, dengan cara memberikan dosis yang tinggi pada target volume namun pada jaringan normal akan mendapatkan dosis seminimal mungkin (dosis toleransi).
  • Karena dalam brakhiterapi, distribusi dosis dalam target volume sangat tidak homogen. Daerah dekat sumber akan menerima dosis yang sangat tinggi. Selain itu, planning dipersulit oleh kenyataan bahwa geometri sumber tidak selalu dapat persis seperti yang direncanakan karena kesulitan penempatan sumber dalam jaringan. Oleh karenanya, ketidaktelitian planning dalam brakhiterapi relatif lebih longgar yaitu : ±15 %.

155 of 166

Peran Fisikawan Medik Dalam Planning Brakhiterapi

  • Untuk melakukan verifikasi sumber.
  • Untuk menentukan lokalisasi sumber
  • Kalkulasi dosis

156 of 166

Melakukan Verifikasi Sumber

Dapat dilakukan pada saat pertama kali sumber terpasang, verifikasi dilakukan dengan menggunakan bilik ionisasi sumur (well-ionisation chamber) ataupun dengan menggunakan bilik ionisasi farmer.

157 of 166

Menentukan Lokalisasi Sumber

Melalui teknik pembuatan radiografi orthogonal (AP–Lateral) dengan teknik isocenter. Dilakukan dibagian simulator, dengan mengatur pergerakan dari gantry dan meja juga perhitungan faktor magnifikasi yang digunakan.

158 of 166

Simulator 2D Brakhiterapi

  • Menggunakan simulator dengan basis fluoroskopi C-arm
  • Menggunakan meja khusus yang memiliki lubang pada area yang tengah

159 of 166

Simulator 3D Brakhiterapi

  • Menggunakan simulator dengan basis CT-Scan / CT-Simulator
  • Hasil pencitraan tersambung ke komputer TPS untuk selanjutnya melakukan konturing dan perhitungan dosis

160 of 166

Kalkulasi dosis

  • Dengan menggunakan TPS (Treatment Planning System)
  • Pada Brakhiterapi yang menggunakan image guaided 3D dapat menentukan DVH (Dose Volume Histogram)

161 of 166

162 of 166

Fletcher

163 of 166

Pesawat Brakhiterapi

164 of 166

165 of 166

Efek Samping

Efek samping brachytherapy khusus untuk area yang dirawat. Karena brachytherapy memfokuskan radiasi di area perawatan yang kecil, hanya area itu yang terpengaruh.Anda mungkin mengalami nyeri tekan dan bengkak di area perawatan. Tanyakan kepada dokter Anda apa efek samping lain yang dapat diharapkan dari perawatan Anda.

166 of 166

Terimakasih