1 of 8

KERENDAHAN HATI

Minggu 2

Filipi 2:1–8

2 of 8

Paulus mengingatkan jemaat Filipi akan anugerah di dalam Kristus dan kemudian menunjuk kepada teladan tertinggi: Kristus sendiri. Kerendahan hati bukanlah merendahkan diri sendiri secara palsu, melainkan menempatkan kepentingan Kristus dan orang lain di atas kepentingan diri sendiri.

Apa yang nats ini ajarkan tentang kerendahan hati sejati?

3 of 8

TIDAK MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI

(ay. 3–4)

Dari ayat ini, Firman Tuhan mengajar bahwa akar dari banyak konflik dalam keluarga dan gereja adalah sikap mementingkan diri sendiri dan haus akan pengakuan.

4 of 8

Kerendahan hati membebaskan kita dari perlombaan untuk menjadi yang paling dihargai, karena kita sudah dihargai sepenuhnya di dalam Kristus.

Orang yang rendah hati tidak sibuk membuktikan dirinya benar, tetapi sibuk memperhatikan apa yang berguna bagi orang lain.

5 of 8

MEMILIKI PIKIRAN DAN HATI KRISTUS

(ay. 5)

Paulus menasihati, 'hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.'

6 of 8

Kerendahan hati bukanlah hasil usaha meniru perilaku luar, melainkan hasil dari memiliki pikiran Kristus di dalam batin.

Pikiran Kristus adalah pikiran yang tidak menuntut hak, tidak mempertahankan gengsi, dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.

Ketika pikiran kita diperbarui oleh firman dan persekutuan dengan Kristus, maka sikap rendah hati akan mengalir secara alami dalam perkataan dan perbuatan.

7 of 8

RELA MERENDAHKAN DIRI DAN TAAT

(ay. 6-8)

Kristus memiliki segala hak untuk dimuliakan, namun Ia memilih untuk mengosongkan diri dan menjadi hamba demi menyelamatkan kita.

8 of 8

Kerendahan hati sejati selalu disertai dengan ketaatan. Rendah hati tanpa taat kepada kehendak Bapa hanya menjadi keramahan manusiawi.

Jalan menuju kemuliaan sejati bukanlah naik setinggi mungkin, melainkan turun serendah mungkin untuk melayani dan taat kepada Allah.