1 of 27

Manajemen Strategik

Oleh: Umi Arifah, S.Pd.I., M.M.

www.umiarifah.blogspot.com

08170140887

umiarifah.iainukebumen@gmail.com

2 of 27

Pengukuran Eksternal

www.umiarifah.blogspot.com

08170140887

umiarifah.iainukebumen@gmail.com

3 of 27

Analisis Lingkungan Umum/ Makro

  1. Kekuatan Perekonomian; berbagai menentukan pertukaran uang, material, energi dll. Indikator ekonomi makro seperti PDB, inflasi, suku bunga.
  2. Kekuatan teknologi; berbagai perkembangan perangkat dan sistem teknologi. Misal: mobile phone untuk perbankan dan sms banking.
  3. Kekuatan hukum dan politik; aspek-aspek hukum dan politik (misal perumusan perundang-undangan)
  4. Kekuatan sosiokultural yang terkait dengan nilai-nilai (values), moral atau kebiasaan dari masyarakat.

4 of 27

Audit eksternal berfokus mengidentifikasi dan mengevaluasi tren dan kejadian diluar kendali suatu perusahaan tunggal.

Tujuan Audit eksternal adalah untuk mengembangkan sejumlah kesempatan yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan dan ancaman yang sebaiknya dihindari.

5 of 27

Kekuatan ekonomi

Kekuatan budaya, sosial, demografi dan lingkungan

Kekuatan eksternal dibagi menjadi lima kategori

Kekuatan teknologi

Kekuatan politik, pemerintah dan hukum

Kekuatan persaingan

6 of 27

Hubungan antara kekuatan eksternal penting dan organisasi:

Kekuatan ekonomi

Kekuatan sosial, budaya, demografis dan lingkungan

Kekuatan politik, hukum dan pemerintahan

Kekuatan teknologi

Kekuatan bersaing

Pesaing

Pemasok

Distributor

Kreditur

Pelanggan

Karyawan

Komunitas

Manajer

Pemegang saham

Serikat pekerja

Pemerintah

Asosiasi dagang

Kelompok khusus

Produk

Jasa

Pasar

Lingkungan

KESEMPATAN DAN ANCAMAN ORGANISASI

7 of 27

Melakukan audit eksternal:

  1. Menyelidiki dan mengumpulkan informasi bersaing mengenai tren ekonomi, sosial, budaya, demografi, lingkungan, politik, pemerintah, hukum dan teknologi.
  2. Laporan di evaluasi. Pertemuan manajer diperlukan secara kolektif mengidentifikasi kesempatan dan ancaman paling penting yang dihadapi oleh perusahaan.
  3. Faktor-faktor eksternal kunci agar dibuat peringkat, faktor-faktor ini dapat bervariasi dari waktu ke waktu.

8 of 27

Faktor-faktor eksternal kunci menekankan �(Freund dalam Fred dan Forest, 2016: 47):

  1. Penting untuk mencapai tujuan jangka panjang dan tahunan
  2. Dapat diukur
  3. Dapat diterapkan pada semua perusahaan yang bersaing
  4. Hierarkis dalam arti bahwa beberapa akan terkait dengan perusahaan secara keseluruhan dan yang lain akan menjadi lebih sempit, terfokus pada area fungsional atau divisional

9 of 27

Pandangan Industial Organization

  • Pendekatan Industrial Organization untuk keunggulan bersaing menyarankan bahwa faktor-faktor eksternal (industri) lebih penting dibandingkan dengan faktor-faktor internal perusahaan dalam meraih keunggulan bersaing.
  • Pendukung pandangan IO adalah Michael Porter yang menyatakan kinerja organisasi akan paling utama ditentukan oleh kekuatan industri.
  • Keunggulan bersaing ditentukan oleh posisi bersaing dalam industri
  • Pengelolaan secara strategis dari perspektif IO membuat perusahaan berusaha untuk bersaing di industri yang menarik, menghindari industri yang lemah dan berganti dan memperoleh pemahaman penuh hubungan faktor eksternal kunci dalam industri.
  • Penelitian memberikan kontribusi yang penting bagi pemahaman tentang cara memperoleh keunggulan bersaing.

10 of 27

Kekuatan Ekonomi

  • Pergeseran menjadi ekonomi jasa
  • Ketersediaan kredit
  • Level pendapatan disposable
  • Kecenderungan orang untuk berbelanja
  • Tarif bunga
  • Tarif inflasi
  • Tarif pasar uang
  • Defisit anggaran pemerintah
  • Tren Gross Domestic Product (GDP)
  • Pola konsumsi
  • Tren pengangguran
  • Level produktivitas pekerja
  • Nilai rupiah di pasar dunia
  • Tren pasar saham
  • Kondisi ekonomi negara asing
  • Faktor impor/ ekspor
  • Pergeseran permintaan untuk kategori barang dan jasa yang berbeda
  • Perbedaan pendapat berdasarkan grup wilayah dan konsumen
  • Fluktuasi harga
  • Ekspor tenaga kerja dan modal
  • Kebijakan mata uang
  • Kebijakan fiscal
  • Tarif pajak
  • Kebijakan European Economic Community (EEC)
  • Kebijakan Organization of Protoleuro Exporting Countries (OPEC)
  • Kebijakan Coalitions of Lesser Developed Countries (LDC)

Variabel -variabel ekonomi kunci (Fred David dan Forest David, 2016: 48)

11 of 27

Kekuatan Sosial, Budaya, Demografis dan Lingkungan

  • Tingkat tunjangan anak
  • Jumlah grup dengan ketertarikan khusus
  • Angka pernikahan
  • Angka perceraian
  • Angka kelahiran
  • Angka kematian
  • Tingkat imigrasi dan emigrasi
  • Program jaminan sosial
  • Tingkat harapan hidup
  • Perdapatan per kapita
  • Lokasi retail, manufaktur dan bisnis jasa
  • Perilaku terhadap bisnis
  • Gaya hidup
  • Kemacetan lalu lintas
  • Lingkungan dalam kota
  • Pendapatan disposable rata-rata
  • Kepercayaan terhadap pemerintahc
  • Kepercayaan terhadap pekerjaan
  • Kebiasaan membeli
  • Kekhawatiran etis
  • Perilaku terhadap menabung
  • Peranan jenis kelamin
  • Perilaku terkait investasi
  • Kesamaan ras
  • Penggunaan kontrol kelahiran
  • Level pendidikan rata-rata
  • Peraturan pemerintah
  • Perilaku terkait pensiunan
  • Perilaku terkait waktu senggang
  • Perilaku terkait kualitas produk
  • Perilaku terkait pelayanan konsumen
  • Kontrol populasi
  • Perilaku terkait orang asing
  • Konservasi energi
  • Program sosial
  • Jumlah tempat ibadah dan anggotanya
  • Pertanggungjawaban sosial
  • Perilaku terkait karier
  • Perubahan populasi berdasarkan ras, umur, jenis kelamin dan level kemakmuran
  • Perilaku terkait otoritas
  • Perubahan populasi berdasarkan kota, wilayah, negara bagian, regional dan negara
  • Penempatan nilai dan waktu senggang
  • Perubahan regional akan selera dan preferensi
  • Jumlah pekerja wanita dan minoritas
  • Jumlah lulusan SMA dan kampus berdasarkan area geografis
  • Daur ulang dan Manajemen limbah
  • Polusi udara, air
  • Pengurangan ozon
  • Spesies langka

Variabel-variabel kunci sosial, kultural, demografis dan lingkungan natural (Fred David dan Forest David, 2016: 52)

12 of 27

Kekuatan Politik, Pemerintah dan Hukum

  • Regulasi dan deregulasi pemerintah
  • Perubahan dalam hukum pajak
  • Tarif khusus
  • Komite tindakan politik
  • Tingkat partisipasi pemilih
  • Jumlah, kepelikan dan lokasi protes pemerintah
  • Jumlah paten
  • Perubahan dalam hukum paten
  • Hukum perlindungan lingkungan
  • Level pengeluaran pertahanan
  • Undang-Undang kesempatan kerja
  • Level subsidi pemerintah
  • Undang-undang antipersaingan
  • Hubungan antar negara
  • Peraturan ekspor-impor
  • Perubahan kebijakan fiscal dan moneter pemerintah
  • Kondisi politis di negara asing
  • Hukum khusus lokal, negara bagian, dan federal
  • Kondisi politik di negara asing
  • Aktivitas melobi
  • Ukuran anggaran pemerintah
  • Pasar minyak dunia, mata uang dan pekerjaan
  • Lokasi dan kepemilikan aktivitas teroris
  • Pemilihan umum lokal, negara bagian dan nasional

Variabel-variabel Politik, Pemerintah dan Hukum (Fred David dan Forest David, 2016: 55)

13 of 27

Kekuatan Teknologi

  • Kekuatan teknologi mempresentasikan kesempatan dan ancaman besar yang harus dipertimbangkan dalam memformulasikan strategi.
  • Kecanggihan teknologi dapat menciptakan pasar baru, memunculkan pengembangan produk baru, merubah posisi biaya bersaing, membuat jalan produk lebih singkat, menciptakan kelangkaan dalam kemampuan teknis, menghasilkan perubahan nilai serta ekspetasi dari karyawan, manajer dan pelanggan.
  • Dalam industri berteknologi tinggi, identifikasi dan evaluasi kesempatan kunci dan ancaman teknologi menjadi bagian penting dalam audit manajemen strategi eksternal.
  • Sebagain besar penyusun strategi terfokus pada pangsa pasar, positioning produk, memprediksi penjualan dan monitoring distributor namun teknologi tidak mendapat perlakuan yang sama.

14 of 27

Kekuatan Bersaing

  1. Apakah kekuatan utama pesaing?
  2. Apakah kelemahan utama pesaing?
  3. Apakah tujuan dan strategi pesaing terbesar?
  4. Bagaimana sebagian besar pesaing besar akan merespons pada tren ekonomi, sosial, budaya, demografis, lingkungan, politik, pemerintah, hukum, teknologi, dan tren bersaing saat ini yang memengaruhi industri?
  5. Seberapa rentan pesaing besar terhadap strategi alternatif perusahaan?
  6. Seberapa rentan strategi alternatif kita terhadap serangan balik dari pesaing utama kita?
  7. Bagaimana produk dan jasa kita diposisikan relatif terhadap pesiang utama?
  8. Sejauh mana perusahaan baru masuk dan perusahaan lama meninggalkan industri?
  9. Apa faktor-faktor kunci yang dihasilkan dalam posisi bersaing saat ini dalam industri?
  10. Bagaimana peringkat dan posisi penjualan dari pesaing besar dalam industri berubah selama bertahun-tahun? Mengapa peringkat ini berubah?
  11. Apakah sifat hubungan pemasok dan distributor dalam industri ini?
  12. Untuk keluasan apa produk subsitusi produk atau jasa dapat menjadi ancaman untuk pesaing di industri ini?

Pertanyaan-pertanyaan kunci mengenai pesaing

15 of 27

Analisis Bersaing: Model Lima Kekuatan Porter

  1. Persaingan di antara perusahaan yang bersaing
  2. Masuknya pesaing baru atau potensial
  3. Potensi pengembangan produk subtitusi
  4. Kekuatan posisi tawar pemasok
  5. Kekuatan posisi tawar konsumen

Rivalitas antar perusahaan yang bersaing

Potensi pengembangan produk subtitusi

Kekuatan tawar konsumen

Kekuatan tawar pemasok

Potensi masuknya pesaing baru

16 of 27

Analisis Industri: Matriks Evaluasi Faktor Eksternal

  1. Buatlah daftar faktor-faktor eksternal kunci sebagaimana dididentifikasi dalam proses audit internal.
  2. Buatlah bobot untuk setiap faktor dengan kisaran dari 0,0 (tidak penting) sampai 1,0 (sangat penting). Bobot mengidentifikasi kepentingan relatif bahwa faktor itu sukses di industri perusahaan. Jumlah dari semua bobot terhadap faktor harus sama dengan 1,0.
  3. Berilah peringkat antara 1 hingga 4 bagi setiap faktor eksternal kunci untuk mengindikasikan seberapa efektif strategi perusahaan saat ini merespons terhadap faktor itu. 4 = responsnya superior, 3= responsnya diatas rata-rata, 2= responsnya rata-rata, 1= responsnya buruk.
  4. Kalikan setiap bobot faktor dengan peringkatnya untuk menentukan skor tertimbang
  5. Jumlahkan skor tertimbang untuk setiap variabel untuk menentukan skor total tertimbang bagi organisasi itu.

Matriks Evaluasi faktor eksternal (External Factor Evaluation/ EFE) memungkinkan para penyusun strategi untuk meringkas dan mengevaluasi informasi ekonomi, sosial, budaya, demografi, lingkungan, politik, pemerintah, hukum, teknologi dan persaingan.

17 of 27

Matrik EFE untuk Komplek Teater Lokal

Faktor-Faktor Eksternal Kunci

Bobot

Peringkat

Rata-rata tertimbang

Kesempatan

  1. Rowan Country populasinya tumbuh 8% setiap tahun
  2. Pertumbuhan 6% setiap tahun
  3. Pesaing besar di kota-kota baru ini menghentikan operasi
  4. Permintaan untuk pergi ke bioskop naik 10% setiap tahun
  5. Dua pemukiman baru dikembangkan sejauh 1 km
  6. Pendapatan warga tumbuh 5% tahun lalu
  7. Tingkat pengangguran menurun 3,2%

0,05

0,08

0,08

0,07

0,09

0,06

0,03

3

4

3

2

1

3

2

0,15

0,32

0,24

0,14

0,09

0,18

0,06

Ancaman

  1. Tren makan sehat mengurangi penjualan makanan
  2. Permintaan film online meningkat 10 %
  3. Properti komersil dekat bioskop dijual
  4. University membangun bioskop dalam kampus
  5. Pajak meningkat 20%
  6. Kelompok agama keberatan film tertentu ditampilkan
  7. Film yang disewa pihak lain selama 1 bulan naik 10%
  8. Film yang disewa selama 3 bulan naik 15%

0,12

0,06

0,06

0,04

0,08

0,04

0,08

0,06

4

2

3

3

2

3

2

1

0,48

0,12

0,18

0,12

0,16

0,12

0,16

0,06

Total

1,00

2,58

Jika skor rata-rata tertimbang diatas 2,50 maka dikatakan berjalan dengan baik

18 of 27

Pengukuran Internal

www.umiarifah.blogspot.com

08170140887

umiarifah.iainukebumen@gmail.com

19 of 27

Audit internal dibutuhkan pengumpulan, asimilasi dan evaluasi informasi mengenai operasi perusahaan.

Audit internal memberikan lebih banyak kesempatan kepada partisipan agar memahami bagaimana pekerjaan, departemen dan divisi mereka sesuai dengan keseluruhan organisasi.

20 of 27

Tinjauan Berbasis Sumber Daya

Kinerja Organisasi ditentukan oleh 3 sumber daya, yaitu: (Fred David & Forest David)

  • Sumber Daya Fisik 🡪 pabrik, peralatan, lokasi, teknologi, bahan mentah, mesin
  • Sumber Daya Manusia 🡪 karyawan, pelatihan pengalaman, intelengensi, pengetahuan, keahlian, kemampuan
  • Sumber Daya Organisasi 🡪 struktur perusahaan, proses perencanaan, sistem informasi, paten, merek, dagang, hak cipta, pusat data dsb

Pendekatan tinjauan berbasis sumber daya (Resources Based View-RBV) menyatakan bahwa beberapa sumber daya internal lebih penting bagi perusahaan dibandingkan fator-fator eksternal dalam mencapai dan melanjutkan keunggulan bersaing

21 of 27

Tinjauan Berbasis Sumber Daya

Menurut Durand (1996) kompetensi seharusnya dibagi menjadi tiga:

  1. Pengetahuan : segala bentuk pengetahuan praktis, pengetahuan tentang sesuatu yang dapat diperoleh dari informasi
  2. Kapabilitas : potensi organisasi untuk menjalankan aktivitas
  3. Sikap : bagaimana organisasi melihat apa yang terjadi disekitarnya

Indikator empiris agar sumber daya bernilai sebaiknya harus (Fred David & Forest David):

1) Langka; 2) Sulit untuk ditiru; 3) Tidak mudah diganti

22 of 27

Mengintegrasikan Strategi dan Budaya

Produk budaya mencakup nilai, kepercayaan, tata cara, ritual, upacara, mitos, cerita, legenda, kisah rakyat, bahasa, metafira, symbol, pahlawan, kepahlawanan. Produk budaya atau dimensi ini yang dapat digunakan para penyusun strategi untuk mempengaruhi dan mengarahkan formulasi, implementasi dan evaluasi strategi.

“Budaya Organisasi (organizational culture) adalah pola perilaku yang dikembangkan oleh organisasi saat organsisasi tersebut belajar untuk menyelesaikan permasalahan adaptasi eksternal dan internal, dan telah bekerja cukup baik untuk dianggap sahih untuk diajarkan ke anggota baru sebagai cara yang benar dalam memahami, memikirkan dan merasakan”

-Fred R David dan Forest R David, 2016: 83-

23 of 27

Mengintegrasikan Strategi dan Budaya

  1. Etika kerja yang kuat; datang awal dan pulang terlambat
  2. Kepercayaan beretika yang tinggi; kode etik bisnis yang jelas diikuti
  3. Berpakaian formal; kemeja dan dasi diharapkan
  4. Pakaian informal; banyak berpakaian kasual harian
  5. Bersosialisasi bersama di luar pekerjaan
  6. Tidak mempertanyakan keputusan supervisor
  7. Mendorong whistle-blowing
  8. Memiliki kesadaran kesehatan; memiliki program yang baik
  9. Memungkinkan “kerja dari rumah” yang subtansial
  10. Mendorong kreativitas, inovasi, dan keterbukaan pikiran
  11. Mendukung wanita dan minoritas; tidak ada diskriminasi
  12. Bertanggung jawab secara sosial dengan tinggi; menjadi filantropis
  13. Mengadakan beberapa pertemuan
  14. Memiliki gaya manajemen partisipatif
  15. Melestarikan lingkungan alam; memiliki program yang berlanjut

Lima Belas Kemungkinan Aspek dalam Budaya Organisasi (Fred David dan Forest David, 2016: 84)

24 of 27

Fungsi Manajemen

Fungsi

Deskripsi

Tahapan proses manajemen strategis yang paling penting

Perencanaan

Perencanaan terdiri atas semua aktivitas manajerial yang terkait untuk mempersiapkan masa depan. Pekerjaan spesifiknya mencakup prediksi, penetapan tujuan, penjabaran strategi, mengembangkan kebijakan dan menentukan capaian

Formulasi startegi

Pengorganisasian

Pengorganisasian meliputi semua aktivitas manajerial yang menghasilkan hubungan struktur pekerjaan, spesialisasi pekerjaan, lingkup kontrol kesatuan komando, koordinasi, desain pekerjaan dan analisis pekerjaan

Implementasi strategi

Pemotivasian

Pemotivasian melibatkan pengarahan yang bertujuan membentuk perilaku manusia. Mencakup kepemimpinan, komunikasi, kerja group, modifikasi perilaku, delegasi, otoritas, pengayaan pekerjaan, kepuasan kerja, pemenuhan kebutuhan, perubahan organisasi, semangat karyawan dan semangat manajemen

Implementasi strategi

25 of 27

Fungsi Manajemen

Fungsi

Deskripsi

Tahapan proses manajemen strategis yang paling penting

Penempatan Karyawan

Aktivitas penempatan karyawan difokuskan pada manajemen sumber daya manusia. Hal ini mencakup administrasi gaji dan upah, keuntungan karyawan, pengembangan manajemen, kemananan karyawan, tindakan afirmatif, kesempatan karyawan seimbang, kebijakan disiplin, pengembangan karir dll

Implementasi strategi

Pengendalian

Pengendalian mengacu pada aktivitas manajerial yang memastikan konsistensi antara perencanaan dan hasil. Hal tersebut meliputi kualitas, keuangan, penjualan, persediaan, penghargaan dan sanksi

Implementasi strategi

26 of 27

Analisis Industri: Matriks Evaluasi Faktor Internal

  1. Buatlah daftar faktor-faktor kunci internal sebagaimana dididentifikasi dalam proses audit internal.
  2. Buatlah bobot untuk setiap faktor dengan kisaran dari 0,0 (tidak penting) sampai 1,0 (sangat penting). Bobot mengidentifikasi kepentingan relatif bahwa faktor itu sukses di industri perusahaan. Jumlah dari semua bobot terhadap faktor harus sama dengan 1,0.
  3. Berilah peringkat antara 1 hingga 4 bagi setiap faktor internal kunci untuk mengindikasi apakah faktor itu mempresentasikan kelemahan. 4 = kekuatan utama 3= kekuatan kecil, 2= kelemahan kecil, 1= kelemahan utama.
  4. Kalikan setiap bobot faktor dengan peringkatnya untuk menentukan skor tertimbang
  5. Jumlahkan skor tertimbang untuk setiap variabel untuk menentukan skor total tertimbang bagi organisasi itu.

Matriks Evaluasi Faktor Internal (Internal Factor Evaluation/ IFE), perangkat formulasi strategi ini meringkas serta mengevaluasi kekuatan dan kelemahan dalam fungsi perusahaan:

27 of 27

Matrik IFE untuk Komplek Teater Lokal

Faktor-Faktor Internal Kunci

Bobot

Peringkat

Rata-rata tertimbang

Kekuatan

  1. Perputaran persediaan naik
  2. Pembelian rata-rata pelanggan naik
  3. Semangat karyawan sangat baik
  4. Promosi yang meningkatkan penjualan 20%
  5. Pengeluaran iklan surat kabar naik 10%
  6. Pendapatan dari segmen perbaikan naik 16%
  7. Personil teknis di toko memiliki gelar sarjana
  8. Rasio utang-total-aset toko menurun 34%
  9. Pendapatan per karyawan naik 20%

0,05

0,07

0,10

0,05

0,02

0,15

0,05

0,03

0,02

3

4

3

3

3

3

4

3

3

0,15

0,28

0,30

0,15

0,09

0,18

0,06

Kelemahan

  1. Tren makan sehat mengurangi penjualan makanan
  2. Permintaan film online meningkat 10 %
  3. Properti komersil dekat bioskop dijual
  4. University membangun bioskop dalam kampus
  5. Pajak meningkat 20%
  6. Kelompok agama keberatan film tertentu ditampilkan
  7. Film yang disewa pihak lain selama 1 bulan naik 10%
  8. Film yang disewa selama 3 bulan naik 15%

0,12

0,06

0,06

0,04

0,08

0,04

0,08

0,06

3

3

3

3

2

3

2

1

0,48

0,12

0,18

0,12

0,16

0,12

0,16

0,06

Total

1,00

2,58

Jika skor rata-rata tertimbang dibawah 2,50 maka dikatakan memiliki kelemahan organasisi