Manajemen Strategik
Oleh: Umi Arifah, S.Pd.I., M.M.
www.umiarifah.blogspot.com
08170140887
umiarifah.iainukebumen@gmail.com
Pengukuran Eksternal
www.umiarifah.blogspot.com
08170140887
umiarifah.iainukebumen@gmail.com
Analisis Lingkungan Umum/ Makro
Audit eksternal berfokus mengidentifikasi dan mengevaluasi tren dan kejadian diluar kendali suatu perusahaan tunggal.
Tujuan Audit eksternal adalah untuk mengembangkan sejumlah kesempatan yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan dan ancaman yang sebaiknya dihindari.
Kekuatan ekonomi
Kekuatan budaya, sosial, demografi dan lingkungan
Kekuatan eksternal dibagi menjadi lima kategori
Kekuatan teknologi
Kekuatan politik, pemerintah dan hukum
Kekuatan persaingan
Hubungan antara kekuatan eksternal penting dan organisasi:
Kekuatan ekonomi
Kekuatan sosial, budaya, demografis dan lingkungan
Kekuatan politik, hukum dan pemerintahan
Kekuatan teknologi
Kekuatan bersaing
Pesaing
Pemasok
Distributor
Kreditur
Pelanggan
Karyawan
Komunitas
Manajer
Pemegang saham
Serikat pekerja
Pemerintah
Asosiasi dagang
Kelompok khusus
Produk
Jasa
Pasar
Lingkungan
KESEMPATAN DAN ANCAMAN ORGANISASI
Melakukan audit eksternal:
Faktor-faktor eksternal kunci menekankan �(Freund dalam Fred dan Forest, 2016: 47):
Pandangan Industial Organization
Kekuatan Ekonomi
|
|
Variabel -variabel ekonomi kunci (Fred David dan Forest David, 2016: 48)
Kekuatan Sosial, Budaya, Demografis dan Lingkungan
|
|
|
Variabel-variabel kunci sosial, kultural, demografis dan lingkungan natural (Fred David dan Forest David, 2016: 52)
Kekuatan Politik, Pemerintah dan Hukum
|
|
Variabel-variabel Politik, Pemerintah dan Hukum (Fred David dan Forest David, 2016: 55)
Kekuatan Teknologi
Kekuatan Bersaing
Pertanyaan-pertanyaan kunci mengenai pesaing
Analisis Bersaing: Model Lima Kekuatan Porter
Rivalitas antar perusahaan yang bersaing
Potensi pengembangan produk subtitusi
Kekuatan tawar konsumen
Kekuatan tawar pemasok
Potensi masuknya pesaing baru
Analisis Industri: Matriks Evaluasi Faktor Eksternal
Matriks Evaluasi faktor eksternal (External Factor Evaluation/ EFE) memungkinkan para penyusun strategi untuk meringkas dan mengevaluasi informasi ekonomi, sosial, budaya, demografi, lingkungan, politik, pemerintah, hukum, teknologi dan persaingan.
Matrik EFE untuk Komplek Teater Lokal
Faktor-Faktor Eksternal Kunci | Bobot | Peringkat | Rata-rata tertimbang |
Kesempatan | | | |
| 0,05 0,08 0,08 0,07 0,09 0,06 0,03 | 3 4 3 2 1 3 2 | 0,15 0,32 0,24 0,14 0,09 0,18 0,06 |
Ancaman | | | |
| 0,12 0,06 0,06 0,04 0,08 0,04 0,08 0,06 | 4 2 3 3 2 3 2 1 | 0,48 0,12 0,18 0,12 0,16 0,12 0,16 0,06 |
Total | 1,00 | | 2,58 |
Jika skor rata-rata tertimbang diatas 2,50 maka dikatakan berjalan dengan baik
Pengukuran Internal
www.umiarifah.blogspot.com
08170140887
umiarifah.iainukebumen@gmail.com
Audit internal dibutuhkan pengumpulan, asimilasi dan evaluasi informasi mengenai operasi perusahaan.
Audit internal memberikan lebih banyak kesempatan kepada partisipan agar memahami bagaimana pekerjaan, departemen dan divisi mereka sesuai dengan keseluruhan organisasi.
Tinjauan Berbasis Sumber Daya
Kinerja Organisasi ditentukan oleh 3 sumber daya, yaitu: (Fred David & Forest David)
Pendekatan tinjauan berbasis sumber daya (Resources Based View-RBV) menyatakan bahwa beberapa sumber daya internal lebih penting bagi perusahaan dibandingkan fator-fator eksternal dalam mencapai dan melanjutkan keunggulan bersaing
Tinjauan Berbasis Sumber Daya
Menurut Durand (1996) kompetensi seharusnya dibagi menjadi tiga:
Indikator empiris agar sumber daya bernilai sebaiknya harus (Fred David & Forest David):
1) Langka; 2) Sulit untuk ditiru; 3) Tidak mudah diganti
Mengintegrasikan Strategi dan Budaya
Produk budaya mencakup nilai, kepercayaan, tata cara, ritual, upacara, mitos, cerita, legenda, kisah rakyat, bahasa, metafira, symbol, pahlawan, kepahlawanan. Produk budaya atau dimensi ini yang dapat digunakan para penyusun strategi untuk mempengaruhi dan mengarahkan formulasi, implementasi dan evaluasi strategi.
“Budaya Organisasi (organizational culture) adalah pola perilaku yang dikembangkan oleh organisasi saat organsisasi tersebut belajar untuk menyelesaikan permasalahan adaptasi eksternal dan internal, dan telah bekerja cukup baik untuk dianggap sahih untuk diajarkan ke anggota baru sebagai cara yang benar dalam memahami, memikirkan dan merasakan”
-Fred R David dan Forest R David, 2016: 83-
Mengintegrasikan Strategi dan Budaya
|
Lima Belas Kemungkinan Aspek dalam Budaya Organisasi (Fred David dan Forest David, 2016: 84)
Fungsi Manajemen
Fungsi | Deskripsi | Tahapan proses manajemen strategis yang paling penting |
Perencanaan | Perencanaan terdiri atas semua aktivitas manajerial yang terkait untuk mempersiapkan masa depan. Pekerjaan spesifiknya mencakup prediksi, penetapan tujuan, penjabaran strategi, mengembangkan kebijakan dan menentukan capaian | Formulasi startegi |
Pengorganisasian | Pengorganisasian meliputi semua aktivitas manajerial yang menghasilkan hubungan struktur pekerjaan, spesialisasi pekerjaan, lingkup kontrol kesatuan komando, koordinasi, desain pekerjaan dan analisis pekerjaan | Implementasi strategi |
Pemotivasian | Pemotivasian melibatkan pengarahan yang bertujuan membentuk perilaku manusia. Mencakup kepemimpinan, komunikasi, kerja group, modifikasi perilaku, delegasi, otoritas, pengayaan pekerjaan, kepuasan kerja, pemenuhan kebutuhan, perubahan organisasi, semangat karyawan dan semangat manajemen | Implementasi strategi |
Fungsi Manajemen
Fungsi | Deskripsi | Tahapan proses manajemen strategis yang paling penting |
Penempatan Karyawan | Aktivitas penempatan karyawan difokuskan pada manajemen sumber daya manusia. Hal ini mencakup administrasi gaji dan upah, keuntungan karyawan, pengembangan manajemen, kemananan karyawan, tindakan afirmatif, kesempatan karyawan seimbang, kebijakan disiplin, pengembangan karir dll | Implementasi strategi |
Pengendalian | Pengendalian mengacu pada aktivitas manajerial yang memastikan konsistensi antara perencanaan dan hasil. Hal tersebut meliputi kualitas, keuangan, penjualan, persediaan, penghargaan dan sanksi | Implementasi strategi |
Analisis Industri: Matriks Evaluasi Faktor Internal
Matriks Evaluasi Faktor Internal (Internal Factor Evaluation/ IFE), perangkat formulasi strategi ini meringkas serta mengevaluasi kekuatan dan kelemahan dalam fungsi perusahaan:
Matrik IFE untuk Komplek Teater Lokal
Faktor-Faktor Internal Kunci | Bobot | Peringkat | Rata-rata tertimbang |
Kekuatan | | | |
| 0,05 0,07 0,10 0,05 0,02 0,15 0,05 0,03 0,02 | 3 4 3 3 3 3 4 3 3 | 0,15 0,28 0,30 0,15 0,09 0,18 0,06 |
Kelemahan | | | |
| 0,12 0,06 0,06 0,04 0,08 0,04 0,08 0,06 | 3 3 3 3 2 3 2 1 | 0,48 0,12 0,18 0,12 0,16 0,12 0,16 0,06 |
Total | 1,00 | | 2,58 |
Jika skor rata-rata tertimbang dibawah 2,50 maka dikatakan memiliki kelemahan organasisi