Welcome
KURIKULUM PROGRAM STUDI DALAM MENDUKUNG PENCAPAIAN KOMPETENSI LULUSAN
(Prodi Sarjana Terapa Kebidanan)
5 Maret 2026 – Universitas Harkat Negeri
VISI
Menyelenggarakan pendidikan kebidanan dengan kurikulum yang fokus pada upaya preventif dan promotif kegawatdaruratan maternal dan neonatal berbasis kearifan lokal di layanan primer.
Meningkatkan penelitian dan pengabdian masyarakat yang relevan dalam pencegahan kegawatdaruratan maternal dan neonatal dengan memanfaatkan kekayaan lokal, seperti budaya, hasil bumi, dan hasil laut di layanan primer.
Membangun kerjasama dan kolaborasi lintas bidang untuk mendukung lulusan yang kompeten dan berdaya saing global.
MISI
Mengembangkan karakter kepemimpinan dan etika profesional lulusan agar mampu menjadi agen perubahan yang berintegritas dan memiliki kepekaan sosial dalam meningkatkan mutu pelayanan kebidanan di masyarakat.
Menghasilkan bidan profesional yang unggul dalam upaya preventif dan promotif kegawatdaruratan maternal-neonatal berbasis kearifan lokal, serta berkarakter kepemimpinan.
ACUAN KURIKULUM
Mengacu KKNI, Profil Lulusan S1-Profesi Bidan Level 7, hasil rumusan asosiasi prodi sejenis (AIPKIND, 2025) sbb:
Profil Lulusan Prodi Sarjana Terapan kebidanan
CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN (CPL)
(Mengacu pada rumusan asosiasi prodi sejenis – AIPKIND, 2025)
🎓 Sarjana Terapan Kebidanan
👩⚕️ Profesi Bidan
Perbedaan utama:�Program Sarjana Terapan berfokus pada penguasaan teori dan penerapan keilmuan kebidanan, sedangkan Profesi Bidan berfokus pada pengelolaan praktik dan pengambilan keputusan dalam pelayanan kebidanan secara komprehensif.
KURIKULUM
Jumlah Total SKS Kurikulum adalah 148 SKS dengan prosentase pembagian SKS teori 64 (43,24%) dan SKS praktikum /praktik adalah 53 (35,81%) serta praktik lapangan adalah 31 (20,92%). MK penciri yaitu:
Kearifan Lokal dalam Asuhan Kebidanan
Inovasi Promotif-Preventif dalam Layanan Kebidanan
Praktik Profesional Bidan
Praktik Projek: Promotif-preventif berbasis kearifan lokal
Kurikulum Kebidanan Lebih Terukur?
Kurikulum kebidanan disebut lebih terukur karena hampir semua kompetensinya bisa dilihat, dipraktikkan, dan dihitung pencapaiannya. Tidak hanya dinilai dari teori. Mahasiswa tidak hanya tahu secara konsep, tapi juga bisa melakukan tindakan kebidanan secara nyata, baik di laboratorium maupun di lapangan
�
1) Kompetensi Berbasis Tindakan Nyata
Pemeriksaan Antenatal (ANC)
Mahasiswa harus mampu melakukan pemeriksaan kehamilan lengkap: pengukuran tekanan darah, tinggi fundus, pemeriksaan janin, dan konseling. Penilaian melibatkan observasi langsung dan catatan keterampilan.
Menolong Persalinan
Praktik persalinan adalah keterampilan inti — teknik aseptik, manajemen persalinan normal, identifikasi komplikasi awal, serta tindakan darurat sederhana.
Asuhan Nifas dan Neonatus
Perawatan postnatal dan neonatal termasuk imobilisasi, inisiasi menyusui, penilaian vital neonatus, serta edukasi keluarga — semuanya dapat diamati dan dinilai.
Mahasiswa tidak hanya diuji “tahu”, tetapi harus bisa (contoh):
2) Target Jumlah Kasus: Angka Membuat Terukur
Dalam kebidanan, keberhasilan kompetensi seringkali diukur dengan target numerik. Contoh target yang umum dipersyaratkan:
Persalinan Terbantu
Contoh: minimal 20 persalinan terlibat aktif
Kunjungan ANC
Minimal sejumlah kunjungan ANC selama kehamilan (30 kali saat praktik PKK I) dengan variasi kasus kehamilan.
Asuhan Nifas & Neonatal
Jumlah tindakan nifas dan perawatan neonatus yang harus dibuktikan dengan foto atau kaki bayi — termasuk penilaian bayi baru lahir dan tindakan stabilisasi awal.
Angka-angka ini memastikan paparan klinis memadai untuk membentuk kebiasaan dan keterampilan berulang — bukan hanya pengalaman sekali lalu. Target numerik membuat penilaian lebih objektif dan melindungi pasien karena memastikan pengalaman praktik yang cukup sebelum lulusan bekerja mandiri.
3) Laporan Asuhan Terverifikasi: Bukti Praktik Nyata
Logbook/laporan praktik berfungsi sebagai bukti tertulis dari pengalaman klinik mahasiswa.
Dengan sistem verifikasi, data menjadi dapat diaudit dan valid — bukan sekadar klaim siswa. Hal ini meningkatkan akuntabilitas program pendidikan.
4) Ujian Praktik Objektif OSCE (Objective Structured Clinical Examination)
OSCE (Objective Structured Clinical Examination) Kebidanan adalah metode ujian praktik klinis yang terstruktur dan objektif untuk mengukur kompetensi mahasiswa/bidan secara menyeluruh.
1
Objektif dan Terstruktur
Mahasiswa diuji menggunakan skenario, penilaian, dan standar kompetensi yang sama oleh penguji.
2
Aspek yang dinilai
Meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, interpretasi data, tindakan/prosedur klinis, komunikasi, dan pendokumentasian
3
Penguji
Penguji melakukan penilaian berdasarkan kriteria dan rubrik yang telah ditetapkan, bukan berdasarkan impresi subjektif.
Ujian ini merupakan syarat wajib kelulusan untuk memastikan bidan mampu memberikan asuhan secara aman dan profesional.
5) Remedial : Tidak Ada Kelulusan Otomatis
Sistem terukur menuntut bahwa mahasiswa tidak lulus sampai kompeten. Mekanisme yang umum diterapkan:
Ini memastikan lulusan memiliki kemampuan praktis yang dibutuhkan untuk praktik aman dan bertanggung jawab.
6) Standar Nasional: UKOM sebagai Penjamin Mutu
Ujian Kompetensi Nasional (UKOM) memberi tolok ukur eksternal terhadap mutu program. Manfaatnya:
Hubungan antara hasil UKOM dan evaluasi kurikulum menciptakan umpan balik penting untuk perbaikan program.
OBE dan Kebidanan: Bukan Hal Baru — Hanya Lebih Tersistem
KEBIDANAN sebenarnya sudah lama berjalan berbasiskan kompetensi
Sekarang Disebut OBE? Tiga Perubahan Kunci
1. Tersistem
Dulu unsur praktik ada namun belum selalu dipetakan secara formal ke CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan). Sekarang setiap kompetensi harus: dipetakan, didokumentasikan, dan dapat ditunjukkan bukti pencapaiannya.
2. Istilah Baru
Istilah berubah dari "tujuan pembelajaran" menjadi "CPL/learning outcomes"; dari "ujian praktik" menjadi bagian dari outcome assessment. Esensi tetap kompetensi, namun kerangka menjadi seragam, memudahkan penilaian eksternal.
Akreditasi
Asesor kini meminta bukti konkret: mapping CPL–mata kuliah, data pencapaian CPL, analisis hasil UKOM/ujian. Standar dokumentasi yang lebih detail menjadi kebutuhan administratif dan bukti mutu.
Konsekuensi: dosen perlu menyusun dokumen mapping, menyiapkan rubrik penilaian yang jelas, dan menyimpan bukti pencapaian kompetensi agar ketika asesor datang, semua dapat ditunjukkan secara sistematis.
KURIKULUM PRODI
Kurikulum Prodi Sarjana Terapan Kebidanan
DISTRIBUSI MK
PRODI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Mata Kuliah Semester 1
Mata Kuliah Semester 2
Mata Kuliah Semester 3
Mata Kuliah Semester 4
Mata Kuliah Semester 5
Mata Kuliah Semester 6
Mata Kuliah Semester 7
Mata Kuliah Semester
Output Perancangan Tugas Akhir
TERIMA KASIH