Konsep Umum Sistem Kewaspadaan Dini Dan Respon
CDC INDONESIA
KEMENTERIAN KESEHATAN
PKMK FKKMK UGM
WHO INDONESIA
Surveilans kesehatan
pengamatan yang sistematis dan terus menerus terhadap data dan informasi tentang kejadian penyakit atau masalah kesehatan dan kondisi yang mempengaruhi terjadinya peningkatan dan penularan penyakit atau masalah kesehatan untuk memperoleh dan memberikan informasi guna mengarahkan tindakan pengendalian dan penanggulangan secara efektif dan efisien.
Tujuan Surveilans Kesehatan
Jenis Surveilans Kesehatan berdasarkan Penyelenggaraan
Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR)
Early Warning Alert Response and Systems (EWARS) / Indicator Based Surveillance (IBS)
4. Petugas di Dinkes Kabupaten/Kota dapat memverifikasi laporan di website SKDR --> kunjungan langsung dan/atau memeriksaan hasil ke laboratorium (bila perlu) --> hasil verifikasi dimasukkan ke website SKDR
5. Dinkes Provinsi dan Pusat dapat mengakses laporan tersebut di website SKDR
Penyakit dan gejala yang diamati
Apa yang dilaporkan?
kasus baru, yaitu orang sakit yang datang ke fasilitas kesehatan dalam periode satu minggu pelaporan dengan diagnosis baru, atau,
orang yang berkunjung dengan diagnosis yang sama, dan pernah dinyatakan sembuh sebelumnya.
Tebak-tebakan
Alur Pelaporan
Sabtu
Senin - Selasa
Rabu - Kamis
Jumat
SKDR dalam situasi khusus
Unsur utama SKDR: early detection, alert, response
Prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan dalam kondisi-kondisi khusus yang membutuhkan respon cepat yaitu kegawatdaruratan bencana alam misalnya: banjir, gempa bumi, angin topan; kegawatdaruratan bencana non-alam misalnya: konflik, kebocoran reaktor nuklir
Penyakit yang sering terjadi saat bencana
Contoh penerapan IBS dan EBS pada bencana
Arima, Yuzo, et al. "The Great East Japan Earthquake: a need to plan for post-disaster surveillance in developed countries." Western Pacific surveillance and response journal: WPSAR 2.4 (2011): 3.
Ringkasan