1 of 14

Konsep Umum Sistem Kewaspadaan Dini Dan Respon

CDC INDONESIA

KEMENTERIAN KESEHATAN

PKMK FKKMK UGM

WHO INDONESIA

2 of 14

Surveilans kesehatan

pengamatan yang sistematis dan terus menerus terhadap data dan informasi tentang kejadian penyakit atau masalah kesehatan dan kondisi yang mempengaruhi terjadinya peningkatan dan penularan penyakit atau masalah kesehatan untuk memperoleh dan memberikan informasi guna mengarahkan tindakan pengendalian dan penanggulangan secara efektif dan efisien.

3 of 14

Tujuan Surveilans Kesehatan

    • tersedianya informasi tentang situasi, kecenderungan penyakit, dan faktor risikonya serta masalah kesehatan masyarakat dan faktor-faktor yang mempengaruhinya sebagai bahan pengambilan keputusan;
    • terselenggaranya kewaspadaan dini terhadap kemungkinan terjadinya KLB atau Wabah dan dampaknya
    • terselenggaranya investigasi dan penanggulangan KLB/Wabah
    • tersedianya dasar penyampaian informasi kesehatan kepada para pihak yang berkepentingan sesuai dengan pertimbangan kesehatan.

4 of 14

Jenis Surveilans Kesehatan berdasarkan Penyelenggaraan

5 of 14

Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR)

Early Warning Alert Response and Systems (EWARS) / Indicator Based Surveillance (IBS)

    • Sistem yang mendeteksi adanya ancaman indikasi KLB penyakit menular yang dilaporkan secara mingguan dengan berbasis komputer, yang dapat menampilkan alert atau sinyal peringatan dini adanya peningkatan kasus penyakit melebihi nilai ambang batas di suatu wilayah
      • Alert atau sinyal peringatan dini yang muncul pada sistem bukan berarti sudah terjadi KLB tetapi merupakan pra-KLB yang mengharuskan petugas untuk melakukan respon cepat agar tidak terjadi KLB.
    • Di lapangan --> W2 (laporan mingguan)

6 of 14

    • Bidan, Pustu, serta jejaring di bawah Puskesmas melaporkan kasus kepada petugas surveilans di Puskesmas
    • Petugas surveilans Puskesmas mengkompilasi laporan dan memasukkan ke website SKDR.
    • Petugas dari laboratorium dan Rumah Sakit dapat memasukkan laporan langsung ke website SKDR

4. Petugas di Dinkes Kabupaten/Kota dapat memverifikasi laporan di website SKDR --> kunjungan langsung dan/atau memeriksaan hasil ke laboratorium (bila perlu) --> hasil verifikasi dimasukkan ke website SKDR

5. Dinkes Provinsi dan Pusat dapat mengakses laporan tersebut di website SKDR

7 of 14

Penyakit dan gejala yang diamati

    • Diare Akut
    • Malaria Konfirmasi
    • Tersangka Demam Dengue
    • Pneumonia
    • Diare Berdarah
    • Tersangka Demam Tifoid
    • Jaundice Akut
    • Tersangka Chikungunya
    • Tersangka Flu Burung pada Manusia
    • Tersangka Campak
    • Tersangka Difteri
    • Tersangka Pertussis
    • AFP (Lumpuh Layuh Mendadak)
    • Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies
    • Tersangka Antrax
    • Tersangka Leptospirosis
    • Tersangka Kolera
    • Kluster Penyakit ygtdklazim
    • Tersangka Meningitis/Encephalitis
    • Tersangka Tetanus Neaonatorum
    • Tersangka Tetanus
    • ILI
    • HFMD

8 of 14

Apa yang dilaporkan?

kasus baru, yaitu orang sakit yang datang ke fasilitas kesehatan dalam periode satu minggu pelaporan dengan diagnosis baru, atau,

orang yang berkunjung dengan diagnosis yang sama, dan pernah dinyatakan sembuh sebelumnya.

9 of 14

Tebak-tebakan

    • Kinan datang berobat ke Puskesmas dengan keluhan diare cair, dalam 1 tahun terakhir ini Kinan belum pernah sakit diare. Pada kunjungan itu Kinan termasuk kasus ...?
    • Aris bulan lalu sakit diare dan telah didiagnosa di Puskesmas sebagai kasus baru diare. Dua minggu kemudian Aris datang kembali dengan keluhan diare tetapi Aris bilang dia sudah sempat sembuh selama kurang lebih 1 minggu. Pada kunjungan kedua itu Aris termasuk kasus...?
    • Seminggu yang lalu, Lydia berobat ke Puskesmas dengan keluhan batuk dan demam selama 3 hari, dan didiagnosa sebagai bronchitis. Minggu ini, Lydia kembali berobat ke Puskesmas dengan gejala yang sama, tanpa pernah sembuh. Pada kunjungan kedua itu Lydia termasuk kasus ...?

10 of 14

Alur Pelaporan

Sabtu

    • Bidan desa, Pustu

Senin - Selasa

    • Petugas surveilans Puskesmas, RS
    • Petugas surveilans Dinkes

Rabu - Kamis

    • Petugas surveilans Dinkes kab/kota 🡪 input data dari unit pelapor bila tidak bisa via SMS/wa dan verifikasi alert

Jumat

    • Subdit surveilans

11 of 14

SKDR dalam situasi khusus

Unsur utama SKDR: early detection, alert, response

Prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan dalam kondisi-kondisi khusus yang membutuhkan respon cepat yaitu kegawatdaruratan bencana alam misalnya: banjir, gempa bumi, angin topan; kegawatdaruratan bencana non-alam misalnya: konflik, kebocoran reaktor nuklir

12 of 14

Penyakit yang sering terjadi saat bencana

    • Diare Akut
    • Malaria Konfirmasi
    • Tersangka Demam Dengue
    • Pneumonia
    • Diare Berdarah
    • Tersangka Demam Tifoid
    • Jaundice Akut
    • Tersangka Chikungunya
    • Tersangka Flu Burung pada Manusia
    • Tersangka Campak
    • Tersangka Difteri
    • Tersangka Pertussis
    • AFP (Lumpuh Layuh Mendadak)
    • Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies
    • Tersangka Antrax
    • Tersangka Leptospirosis
    • Tersangka Kolera
    • Kluster Penyakit ygtdklazim
    • Tersangka Meningitis/Encephalitis
    • Tersangka Tetanus Neonatorum
    • Tersangka Tetanus
    • ILI
    • HFMD

13 of 14

Contoh penerapan IBS dan EBS pada bencana

Arima, Yuzo, et al. "The Great East Japan Earthquake: a need to plan for post-disaster surveillance in developed countries." Western Pacific surveillance and response journal: WPSAR 2.4 (2011): 3.

14 of 14

Ringkasan

  • Surveilans Kesehatan: indicator-based (SKDR) dan event-based
  • SKDR mengumpulkan data berbasis komputer secara mingguan (laporan W2)
  • Yang dilaporkan adalah kasus baru
  • Pelaporan melibatkan samua pihak 🡪 petugas surveillans
  • Data yang dilaporkan menghasilkan alert 🡪 alert bukan berarti ada KLB 🡪 tugas dari petugas surveilans Dinkes Kabupaten / kota untuk memverifikasi alert