1 of 72

Teori-teori Belajar

2 of 72

Teori Behavioristik

  • belajar adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon.
  • yang paling penting adalah input (masukan) yang berupa stimulus dan output (keluaran) yang berupa respon.
  • Siapa yang menguasai stimulus‐respons sebanyak‐banyaknya ialah orang yang pandai dan berhasil dalam belajar.

3 of 72

Ciri-ciri behavioristik

  1. Mementingkan pengaruh lingkungan
  2. Mementingkan bagian-bagian ( elementalistik )
  3. Mementingkan peranan reaksi.
  4. Mengutamakan mekanisme terbentuknya hasil belajar.
  5. Mementingkan sebab-sebab di waktu yang lalu,
  6. Mementingkan pembentukan kebiasaan, dan dalam pemecahan problem, ciri khasnya “trial and error”.

4 of 72

Tokoh‐tokoh

Edward Lee Thorndike (1904‐1990),

Ivan Petrovich Pavlov (1849‐1936),

Bandura (1925)

Burhus Frederch Skinner 

(1904 – 1990

5 of 72

Thorndike: belajar Connectionism

  • Tokoh: Thorndike (1874‐1949)🡪 eksperimennya belajar pada binatang yang juga berlaku bagi manusia yang disebut trial and error
  • Thorndike menghasilkan belajar Connectionism🡪 belajar merupakan proses pembentukan koneksi‐koneksi atara stimulus dan respons.
  • Stimulus 🡪apa saja yang dapat merangsang terjadinya kegiatan belajar (c/: pikiran, perasaan atau hal‐hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indra).
  • Respon 🡪reaksi yang dimunculkan siswa ketika belajar (dapat berupa pikiran, perasaan atua gerakan/Tindakan).

6 of 72

Thorndike: belajar Connectionism

Thorndike mengemukakan tiga prinsip atau hukum dalam belajar, yaitu:

  1. Law of readines (kesiapan), belajar akan berhasil apabila peserta didik memiliki kesiapan untuk melakukan kegiatan tersebut karena individu yang siap untuk merespon serta merespon akan menghasilkan respon yang memuaskan
  2. Law of exercise (Latihan), belajar akan berhasil apabila banyak latihan serta selalu mengulang apa yang telah didapat.
  3. Law of effect (akibat), belajar akan menjadi bersemangat apabila mengetahui dan mendapatkan hasil yang baik

7 of 72

Ivan Pavlov (1849‐1936)

  • Pengkondisian (conditioning), merupakan perkembangan lanjut dari koneksionisme.
  • Teori ini didasari percobaan Ivan Pavlov (1849‐1936) menggunakan obyek yaitu anjing.
  • Kesimpulan: gerakan‐gerakan reflek itu dapat dipelajari, dapat berubah karena mendapat latihan Latihan 🡪 membedakan dua macam refleks, yaitu refleks bawaan dan refleks hasil belajar.
  • Percobaan Pavlov bahwa dalam belajar perlu adanya latihan‐latihan dan kebiasaan‐kebiasaan yang telah melekat pada diri dapatmempengaruhi dan bahkan mengganggu proses belajar yang

8 of 72

  • Penguatan (reinforcement)🡪 pengembangan dari teori pengkondisian. Jika pada teori pengkondisian (conditioning) yang diberi kondisi adalah perangsangnya (stimulus), maka pada teori penguatan (reinforcement) yang dikondisikan atau diperkuat adalah responsnya.
  • Contoh: seorang siswa yang dapat menjawab semua pertanyaan dalam ulangan atau ujian, maka guru memberikan penghargaan (misal: nilai yang tinggi, pujian, atau hadiah). Berkat pemberian penghargaan ini, maka anak itu akan belajar lebih rajin dan lebih bersemangat lagi untuk mengulang agar mendapat penghargaan lagi.

9 of 72

Skinner: Operant conditioning

  • Pembelajaran menggunakan hadiah dan hukuman
  • Tingkah laku respon yang terjadi dari suatu rangsangan.
  • Skinner juga menyakini adanya pola hubungan stimulus‐respons 🡪 teori skinner lebih menekankan pada perubahan prilaku yang dapat diamati dengan mengabaikan kemungkinan yang terjadi dalam proses berfikir pada otak seseorang.
  • Menurut Skinner, hubungan stimulus dan respons yang terjadi melalui interaksi dalam lingkungannya🡪kemudian akan menimbulkan perubahan tingkah laku, tidaklah sesederhana yang digambarkan oleh tokoh‐tokoh sebelumnya. Sebab, pada dasarnya stimulus‐stimulus yang diberikan kepada sesorang akan saling berinteraksi dan interaksi antar stimulus tersebut akan mempengaruhi bentuk respon yang diberikan

10 of 72

Beberapa konsep yang berhubungan dengan operant conditioning:

  1. Penguatan positif (positive reinforcement),: penguatan yang menimbulkan kemungkinan untuk bertambah tingkah laku. Contoh seorang siswa yang mencapai prestasi tinggi diberikan hadiah maka dia akan mengulangi prestasi itu dengan harapan dapat hadiah lagi. Penguatan bisa berupa benda, penguatan sosial (pujian, sanjungan) atau nilai ujian.
  2. Penguatan negatif (negatif reinforcement): penguatan yang menimbulkan perasaan menyakitkan atau yang menimbulkan keadaan tidak menyenangkan atau tidak mengenakan perasaan sehingga dapat mengurangi terjadinya sesuatu tingkah laku. Contoh seorang siswa akan meninggalkan kebiasaan terlambat mengumpulkan tugas/PR karena tidak tahan selalu dicemooh oleh gurunya.
  3. Hukuman (Punishment), respons yang diberi konsekuensi yang tidak menyenangkan atau menyakitkan akan membuat seseorang tertekan. Contoh seorang siswa yang tidak mengerjakan PR tidak dibolehkan bermain Bersama teman‐temannya saat jam istirahat sebagai bentuk hukuman.

11 of 72

Albert Bandura: Teori Belajar Sosial

  • Manusia belajar melalui pengamatan (observational learning). Seseorang mengamati orang lain (sebagai model) dan mendapat informasi dari orang tsb.
  • Prinsipnya: perilaku merupakan hasil interaksi resiprokal antara pengaruh tingkah laku, koginitif dan lingkungan.
  • Sebagian besar perilaku manusia dipelajari secara observatif lewat modeling (Children see, children do)
  • Bandura membuka perspektif baru dalam aliran behavioristik dengan menekankan pada aspek observasi dan proses internal individu. Bagi mereka yang beraliran kognitif, pandangan Bandura ini di rasakan lebih lengkap di bandingkan pandangan ahli behavioristik lainnya. Sehingga teorinya ini juga didukung oleh percobaan eksperimental yang dapat dipertanggungjawabkan.

12 of 72

Teori Belajar Kognitif

  • Teori kognitif lebih mementingkan proses belajar daripada hasil belajar itu sendiri. Belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon, lebih dari itu belajar melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks.
  • Belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman, `tidak selalu berbentuk perubahan tingkah laku yang bisa diamati.

13 of 72

Jean Piaget: Cognitive Developmental�(9 Agustus 1896 – 16 September 1980)

  • Proses berpikir sebagai aktivitas gradual dan fungsi intelektual dari konkret menuju abstrak.
  • Piaget memandang bahwa proses berpikir sebagai aktivitas gradual dari fungsi intelektual dari konkret menuju abstrak

Tahap perkembangan kognitif:

  • Tahap sensory‐motor: usia 0‐2 tahun, Tahap ini diidentikkan dengan kegiatan motorik dan persepsi yang masih sederhana.
  • Tahap pre‐operational, usia 2‐7 tahun. Tahap ini diidentikkan dengan mulai digunakannya symbol atau bahasa tanda, dan telah dapat memperoleh pengetahuan berdasarkan pada kesan yang agak abstrak.
  • Tahap concrete‐operational, usia 7‐11 tahun. Tahap ini dicirikan dengan anak sudah mulai menggunakan aturan‐aturan yang jelas dan logis. Anak sudah tidak memusatkan diri pada karakteristik perseptual pasif.
  • Tahap formal‐operational, usia 11‐15 tahun. Ciri pokok tahap yang terahir ini adalah anak sudah mampu berpikir abstrak dan logis dengan menggunakan pola pikir "kemungkinan"

14 of 72

  • Piaget: proses adaptasi seseorang dengan lingkungannya terjadi secara simultan melalui proses asimilasi dan akomodasi.
  • Asimilasi terjadi jika pengetahuan baru yang diterima seseorang cocok dengan struktur kognitif yang telah dimiliki seseorang tersebut.
  • Akomodasi terjadi jika struktur kognitif yang telah dimiliki seseorang harus direkonstruksi/dikode ulang disesuaikan dengan informasi yang baru diterima.
  • Dalam teori perkembangan kognitif ini Piaget juga menekankan pentingnya penyeimbangan (equilibrasi) agar seseorang dapat terus mengembangkan dan menambah pengetahuan sekaligus menjaga stabilitas mentalnya.
  • Proses perkembangan intelek seseorang berjalan dari disequilibrium menuju equilibrium melalui asimilasi dan akomodasi.

15 of 72

Teori Kognitif : Jerome Bruner

  • Bahwa perkembangan kognitif manusia dipengaruhi oleh lingkungan kebudayaan, terutama bahasa yang biasanya digunakan.
  • Menurut Bruner untuk mengajar sesuatu tidak usah ditunggu sampai anak mancapai tahap perkembangan tertentu. Yang penting bahan pelajaran harus ditata dengan baik maka dapat diberikan padanya.
  • Dengan lain perkataan perkembangan kognitif seseorang dapat ditingkatkan dengan jalan mengatur bahan yang akan dipelajari dan menyajikannya sesuai dengan tingkat perkembangannya.
  • Penerapan teori Bruner yang terkenal dalam dunia pendidikan adalah kurikulum spiral
  • Cara belajar yang terbaik menurut Bruner ini adalah dengan memahami konsep, arti dan hubungan melalui proses intuitif kemudian dapat dihasilkan suatu kesimpulan. (discovery learning).

16 of 72

Teori Kognitif : David Ausebel

  • bahwa Proses belajar terjadi jika siswa mampu mengasimilasikan pengetahuan yang dimilikinya dengan pengetahuan baru
  • Proses belajar terjadi melaui tahap‐tahap: 1). Memperhatikan stimulus yang diberikan 2). Memahami makna stimulus menyimpan dan menggunakan informasi yang sudah dipahami.
  • Menurut Ausubel siswa akan belajar dengan baik jika isi pelajarannya didefinisikan dan kemudian dipresentasikan dengan baik dan tepat kepada siswa (advanced organizer), dengan demikian akan mempengaruhi pengaturan kemampuan belajar siswa.
  • Advanced organizer adalah konsep atau informasi umum yang mewadahi seluruh isi pelajaran yang akan dipelajari oleh siswa.

17 of 72

Teori Belajar Humanistik

  • menekankan studi tentang manusia secara utuh 🡪 tujuan belajar adalah untuk memanusiakan seorang manusia.
  • Kegiatan belajar dianggap berhasil apabila si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya.
  • Tujuan utama pendidik adalah membantu murid untuk mengembangkan diri sendiri dengan cara membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia dan mambantu dalam mewujudkan semua potensi yang ada dalam diri.
  • Tujuan dasar pendidikan humanistic adalah mendorong siswa menjadi mandiri dan independen, mengambil tanggung jawab untuk pembelajaran mereka, menjadi kreatif dan tertarik dengan seni, dan menjadi ingin tahu tentang dunia di sekitar mereka

18 of 72

Prinsip‐prinsip pendidikan humanistik disajikan sebagai berikut.

  1. Siswa harus dapat memilih apa yang mereka ingin pelajari
  2. Tujuan pendidikan harus mendorong keinginan siswa untuk belajar dan mengajar mereka tentang cara belajar. Siswa harus memotivasi dan merangsang diri pribadi untuk belajar sendiri.
  3. Pendidik humanistik percaya bahwa nilai tidak relavan dan hanya evaluasi diri (selfevaluation) yang bermakna.
  4. Pendidik humanistik percaya bahwa, baikperasaan maupun pengetahuan, s ngat penting dalam proses belajar dan tidak memisahkan domain kognitif dan afektif.
  5. Pendidik humanistik menekankan perlunya siswa terhindar dari tekanan lingkunngan, sehingga mereka akan merasa aman untuk belajar. Setelah siswa merasa aman, belajar mereka menjadi lebih mudah dan lebih bermakna

19 of 72

Aplikasi Teori Humanistik Carl Roger

Dalam bidang pendidikan adalah dibutuhkannya 3 sikap dalam fasilitator belajar yaitu

  1. realitas di dalam fasilitator belajar,
  2. penghargaan, penerimaan, dan kepercayaan, dan
  3. pengertian yang empati.

Teori belajar humanistik mengatakan, jika teori belajar apa pun bisa digunakan seandainya mempunyai tujuan untuk memanusiakan manusia, agar mencapai titik manifestasi diri, pandangan diri, dan realisasi diri siswa-siswa dengan maksimal

20 of 72

Teori Belajar Konstruktivistik

  • proses pembelajaran yang diawali konflik kognitif, yang pada akhirnya pengetahuan akan dibangun sendiri oleh siswa melalui pengalaman dan hasil interaksi dengan lingkungannya.

21 of 72

22 of 72

23 of 72

John Dewey

  • Belajar harus bersifat aktif, langsung terlibat, berpusat pada siswa
  • John Dewey: belajar tergantung pada pengalaman dan minat siswa. disarankan menggunakan teknologi sebgai sarana beljar

24 of 72

25 of 72

26 of 72

27 of 72

28 of 72

29 of 72

30 of 72

Termasuk teori belajar behavioristik:

  1. Teori belajar koneksionisme dengan tokoh Edward Lee Thorndike.
  2. Teori belajar classical conditioning dengan tokoh Pavlov.
  3. Teori belajar Descriptive behaviorism atau operant conditioning dengan tokoh Skinner.

31 of 72

Teori Belajar Koneksionisme

  • Belajar dapat terjadi dengan dibentuknya hubungan yang kuat antara stimulus dan respons.
  • Agar tercapai hubungan antara stimulus dan respons, perlu adanya kemampuan untuk memilih respons yang tepat serta melalui percobaan-percobaan (trials) dan kegagalankegagalan (error) terlebih dahulu

Hukum-hukum Belajar dari Thorndike

Ada tiga hukum dasar ( hukum primer ) dan lima hukum tambahan. Adapun hukum dasar dari Thorndike adalah sebagai berikut :

  1. Hukum Kesiapan (Law of Readiness)
  2. Hukum latihan ( the law of exercise )
  3. Hukum akibat ( the law of effect )

32 of 72

Hukum Kesiapan (Law of Readiness)

  • Bila seseorang telah siap melakukan sesuatu tingkah laku, dan memberi kepuasan baginya, maka ia tidak melakukan tingkah laku lain.
  • Bila seseorang sudah siap melakukan suatu tingkah laku, maka tidak dilakukannya tingkah laku itu akan menimbul kekecewaan.
  • Bila seseorang belum siap melakukan tingkah laku maka dilaksanakannya tingkah laku tersebut akan menimbulkan ketidak puasan.
  • Bila seseorang belum siap melakukan suatu tingkah laku maka tidak dilakukannya tingkah laku tersebut akan menimbulkan kepuasan.

33 of 72

2. Hukum latihan ( the law of exercise )�

  • Prinsip utama belajar adalah ulangan. Makin sering suatu pelajaran diulangi, makin dikuasailah pelajaran tersebut, dan makin tidak pernah diulangi, pelajaran tersebut makin tidak dapat dikuasai.
  • Terdiri dari :

34 of 72

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/T%20behaviouristik.pdf

35 of 72

36 of 72

37 of 72

38 of 72

Teori Behavioristik

  • belajar adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Atau dengan kata lain belajar adalah perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon.

Tokoh:

  1. Ivan Pavlov dengan teorinya yang disebut classical conditioning,
  2. John B. Watson yang dijuluki behavioris S-R (Stimulus-Respons),
  3. Edward Thorndike dengan teorinya Law of Efect,
  4. B.F. Skinner dengan teorinya yang disebut operant conditioning.

39 of 72

  • Menurut teori ini hal yang paling penting adalah input
  • (masukan) yang berupa stimulus dan output (keluaran) yang berupa
  • respon. Menurut teori ini, apa yang tejadi diantara stimulus dan
  • respon dianggap tidak penting diperhatikan karena tidak dapat
  • diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati hanyalah
  • stimulus dan respon. Oleh sebab itu, apa saja yang diberikan guru
  • (stimulus) dan apa yang dihasilkan siswa (respon), semuanya harus
  • dapat diamati dan diukur.

40 of 72

Ivan Pavlov: teorinya classical conditioning 1890

  • Teorinya sebagai learned reflexes atau refleks karena Latihan
  • Percobaan Pavlov: mempelajari bagaimana air liur membantu proses pencernaan makanan 🡪 anjing mengasosiasi antara bunyi lonceng dengan air liur

Prinsip pengkondisian Pavlov

  1. Fase Akuisisi : fase belajar permulaan dari respons kondisi—sebagai contoh, anjing ‘belajar’

41 of 72

42 of 72

43 of 72

44 of 72

45 of 72

Grand teori

  1. Behavioristik
  2. Kognitif
  3. humanistik

46 of 72

Behavioristik

  • Perubahan perilaku seseorang yang dapat diamati,
  • diukur, dan dapat dinilai secara konkret
  • Ada Stimulus ( rangsangan ) – Ada Respon ( reaksi )

Contohnya : mahasiswa dapat menyelesaikan tugas dari dosen dengan

cepat dan benar apabila dapat stimulus berupa nilai A

47 of 72

https://fdokumen.com/document/teori-belajar-dan-pembelajaran-569bcfbeef97f.html?page=22

Behavioristik

  • 1. Bersifat mekanistis
  • 2. Menekankan peranan lingkungan
  • 3. Menekankan pentingnya latihan
  • 4. Mementingkan mekanisme hasil belajar

48 of 72

Behavioristik menurut ahli

  • Thorndike
  • Teori behavior merupakan proses interaksi antara stimulus dan respon.
  • Stimulus apa saja yang dapat merangsang proses belajar seperti pikiran, perasaan atau hal lain yang dapat ditangkap oleh alat indra
  • Respon reaksi yang dimunculkan peserta didik saat belajar yang dapat perupa pikiran, perasaan, atau gerakan

49 of 72

50 of 72

51 of 72

52 of 72

PENDIDIKAN

  • MENGAJAR (TRANSFER OF KONWLEDGE, EXPERIENCE, VALUE, SKIIL)
  • MENDIDIK (MENGKONSTRUK ATTITUDE, HABIT, BEHAVIOR, CHARACTER)

53 of 72

SISTEMATIKA MATERI �TEORI-TEORI BELAJAR

  1. TEORI BELAJAR BEHAVIORISME
  2. TEORI BELAJAR KOGNITIF (PIAGET)
  3. TEORI PEMROSESAN INFORMASI (GAGNE)
  4. TEORI BELAJAR GESTALT
  5. TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVIS
  6. TEORI BELAJAR QUANTUM (BOBI DE PORTER) --- (SUGESTOLOGI DI KELAS DAN LINGKUNGAN)

54 of 72

APA ITU TEORI

(SNELBECKER, 1974)

SEJUMLAH PROPOSISI2 YANG TERINTEGRASI SECARA SINTAKTIK (DIMANA KUMPULAN PROPOSISI INI MENGIKUTI ATURAN-ATURAN TERTENTU YANG DAPAT MENGHUBUNGKAN SECARA LOGIS PROPOSISI YANG SATU DENGAN YANG LAIN, DAN JUGA PADA DATA YANG DIAMATI) DAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMPREDIKSI DAN MENJELASKAN PERISTIWA-PERISTIWA YANG DIAMATI

55 of 72

FUNGSI TEORI BELAJAR

  • SEBAGAI PEMANDU DALAM MENGANTARKAN PESERTA DIDIK DALAM BELAJAR
  • MENGETAHUI POSISI GURU DALAM PEMBELAJARAN
  • MENYESUAIKAN SITUASI DAN KONDISI PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN
  • MENYESUAIKAN PERENCAAN MATERI, PENGGUNAAN MEDIA, STRATEGI DAN METODE DAN EVALUASI

56 of 72

BELAJAR

(GAGE, 1984)

  • SUATU PROSES DI MANA SUATU ORGANISASI BERUBAH PERILAKUNYA SEBAGAI AKIBAT PENGALAMAN
  • PERUBAHAN PERILAKU (SIFAT-SIFAT FISIK) DAN PERILAKU TERBUKA (AKSI ATAU TINDAKAN)

57 of 72

BENTUK-BENTUK BELAJAR

  1. BELAJAR RESPONDEN (SUATU RESPON DIKELUARKAN OLEH STIMULUS)--- IVAN PAVLOV
  2. BELAJAR KONTIGUITAS (BELAJAR YG TDK MEMERLUKAN STIMULUS TAPI PERLU ASOSIASI)
  3. BELAJAR OPERANT (BELAJAR TERKONDISI)
  4. BELAJAR OBSERVASIONAL (BELAJAR SEHARI-HARI SEPERTI BELAJAR SEPEDA)
  5. BELAJAR KOGNITIF (BELAJAR BERPIKIR/ REASONING-MENTAL
  6. BELAJAR AFEKTIF (KESADARAN)
  7. BELAJAR PSIKOMOTOR (SKILL)

58 of 72

PEMBAGIAN FASE TEORI BELAJAR

  1. TEORI BELAJAR SEBELUM ABAD 20 (TEORI DISIPLIN MENTAL, PENGEMBANGAN ALAMIAH/NATURAL UNFOLDMENT, ATAU SELF ACTUALITATION) TANPA EKSPERIMEN, HANYA FILOSOFIS DAN SPEKULATIF
  2. TEORI BELAJAR ABAD 20 (BEHAVIORISTIK YANG MELIPUTI STIMULUS RESPON (S-R) CONDITIONING DAN GESTAL-FIELD MELIPUTI TEORI-TEORI KOGNITIF)
  3. TEORI BELAJAR ABAD 21 (QUANTUM, ACCELERATED, LEBIH MENGANDALKAN TEKNOLOGI INFORMATIKA PENDIDIKAN YANG DISINERGIKAN DG SEMUA POTENSI MANUSIA

59 of 72

Belajar : https://slideplayer.info/slide/13164597/

  • Belajar merupakan perubahan perilaku yang dapat
  • diamati, diukur dan dinilai secara konkret.
  • Perubahan terjadi melalui rangsangan (stimulans) yang
  • menimbulkan hubungan perilaku reaktif (respons)
  • berdasarkan hukum-hukum mekanistik.
  • Stimulans adalah lingkungan belajar anak, baik yang
  • internal maupun eksternal yang menjadi penyebab belajar.
  • Respons adalah akibat atau dampak, berupa reaksi fisik
  • terhadap stimulans.
  • Belajar berarti penguatan S-R (stimulus-Respons).

60 of 72

Teori Behavioristik: Menekankan pada faktor bagian

  • Mementingkan faktor lingkungan.
  • Menekankan pada faktor bagian.
  • Menekankan pada tingkah laku yang nampak.
  • Sifatnya mekanis.
  • Mementingkan masa lalu.

61 of 72

Edward Lee Thorndike (1874-1949): Teori Koneksionisme

  • Belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-
  • asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut
  • stimulus (S) dengan respons (R ).
  • Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme/siswa untuk beraksi atau berbuat.
  • Respons adalah tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang.

62 of 72

Selanjutnya Thorndike menambahkan hukum tambahan: Hukum Reaksi Bervariasi (multiple response).�

a.Hukum ini mengatakan bahwa pada individu diawali oleh proses trial dan

  • error yang menunjukkan adanya bermacam-macam respons, sebelum
  • memperoleh respons yang tepat dalam memecahkan masalah yang
  • dihadapi.

b. Hukum Sikap (Attitude).

  • Hukum ini menjelaskan bahwa perilakku belajar seseorang tidak hanya
  • ditentukan oleh hubungan stimulus dengan respons saja, tetapi juga
  • ditentukan keadaan yang ada dalam diri individu baik kognitif, emosi,
  • sosial , maupun psikomotornya.

c. Hukum Aktivitas Berat Sebelah (Prepotency of Element).

  • Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam proses belajar memberikan
  • respons pada stimulus tertentu saja sesuai dengan persepsinya terhadap
  • keseluruhan situasi (respons selektif).

63 of 72

  • d. Hukum Response by Analogy.
  • Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam melakukan respons pada situasi yang belum pernah dialami, karena individu sesungguhnya dapat menghubungkan situasi yang belum pernah dialami dengan situasi lama yang pernah dialami, sehingga terjadi transfer atau perpindahan unsur-unsur yang telah dikenal ke situasi baru. Makin banyak unsur yang sama maka transfer akan makin mudah.
  • e. Hukum perpindahan Asosiasi (Associative Shifting)
  • Hukum ini mengatakan bahwa proses peralihan dari situasi yang dikenal ke situasi yang belum dikenal dilakukan secara bertahap, dengan cara menambahkan sedikit demi sedikit unsur baru dan membuang sedikit demi sedikit unsur lama.

64 of 72

Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936)�

  • Classic conditioning (pengkondisian atau persyaratan klasik)
  • adalah proses yang ditemukan Pavlov melalui percobaannya terhadap anjing, dimana perangsang asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan.

65 of 72

  • Percobaan Pavlov
  • Step 1: NS (bell) no response Step 2: NS (bell) UCS (meat) UCR Step 3: CS (bell) CR
  • NS = Neutral stimulus
  • UNS = unconditioned stimulus
  • UCR = unconditioned response
  • CS = conditioned stimulus
  • CR = conditioned response

66 of 72

67 of 72

68 of 72

69 of 72

70 of 72

71 of 72

72 of 72