WORKSHOP KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
KURIKULUM BERBASIS CINTA (KBC)di madrasah berdasarkan kepdirjen no. 6077 tahun 2025
Syamsuddin Rasyid
Sekjen Pokjawasmad Nasional
WARMING UP
Cara mempelajari dan memahami realitas (Epistemologis)
Berdasarkan perspektif epistemologis, seluruh unsur alam semesta (maa siwaa Allaah) dan kehidupan adalah wadah bagi tanda-tanda kebesaran Allah (tajalli Al-Haqq). Setiap elemen, dari yang terkecil hingga yang terbesar, mengandung kebenaran dan kebaikan dalam keselarasan yang sempurna. Kesemuanya terikat dalam kesatuan manunggal oleh ikatan cinta
Penerapan serta etika (Aksiologis)
Secara aksiologis, manusia harus menjalani hidupnya dengan menjunjung tinggi etika dan akhlak luhur serta mengembangkan apresiasi mendalam terhadap keindahan yang berbasis cinta kepada semua unsur alam semesta.
Meskipun Al-Qur’an menggunakan istilah sakh-khara yang terkait dengan posisi dan fungsi alam terhadap manusia, istilah ini sama sekali tidak boleh diartikan sebagai izin bagi manusia untuk bersikap sewenang-wenang. Sebaliknya, sakh-khara harus dipahami sebagai pernyataan bahwa alam telah diciptakan untuk melayani kebutuhan manusia dalam konteks penghargaan yang mendalam terhadap alam sebagai bagian integral dari diri manusia
Realita dan Tantangan Dunia Defisit Cinta
Kesalahan cara pandang (Masalah Ontologis)
Pada level ontologis, masalah utama yang terjadi adalah hilangnya kesadaran akan hakikat realitas yang tunggal dan saling terhubung. Dunia modern cenderung melihat segala sesuatu terpisah.
Kesalahan Cara Menyerap Pengetahuan (Epistimologi) Tanpa landasan cinta yang menghubungkan, pengetahuan cenderung menjadi terkotak-kotak (atomistik). Seseorang hanya fokus pada detail-detail terpisah tanpa mampu melihat gambaran besar atau keterkaitan antarbagian.
Absennya Etika (Aksiologi) Hilangnya kesadaran ontologis dan kegagalan epistemologis berujung pada tindakan-tindakan destruktif seperti kekerasan, intoleransi, kerusakan alam yang masif, serta defisit integritas dan moral lainnya. Ini semua adalah cerminan dari etika yang tidak lagi berlandaskan pada cinta, melainkan pada egoisme, ketakutan, atau ketidaktahuan
A. KBC Menuju Indonesia Maju tahun 2045
B. Tujuan Kurikulum Berbasis Cinta: Menuju
Madrasah Penuh Cinta
C. Paradigma Kurikulum Berbasis Cinta
KBC Menuju Indonesia Maju tahun 2045
��Menuju Madrasah Penuh Cinta�
1. Madrasah Ramah Anak: Lingkungan Belajar yang Aman dan Toleran
Tujuan utama KBC adalah menciptakan Madrasah Ramah Anak, yaitu lingkungan belajar yang mengutamakan keamanan dan toleransi di atas segalanya
2. Murid Sejahtera secara Mental dan Spiritual
Melalui KBC, murid dibekali dengan keterampilan sosial dan emosional (SEL) yang kuat. Hal ini dapat membekali mereka untuk mengenali dan mengelola emosi diri, memahami orang lain, serta membangun hubungan yang sehat
3. Madrasah Ramah Lingkungan: Lingkungan Belajar yang Lestari, Bersih, dan Rapi
mewujudkan Madrasah Ramah Lingkungan. Ini mencakup penciptaan lingkungan belajar yang lestari, bersih, dan rapi di mana kesadaran akan pentingnya menjaga alam tertanam kuat dalam setiap aspek kehidupan madrasah.
�Paradigma Kurikulum Berbasis Cinta�
1. Dari Teologi yang Maskulin Menjadi Teologi Cinta
2. Dari Nomos-Oriented Menjadi Eros-Oriented
Paradigma lama juga cenderung nomos-oriented, yaitu beragama dengan fokus pada hukum formal. Ibadah sering dilihat semata-mata sebagai kewajiban yang berkonsekuensi pahala atau dosa sehingga memicu kepatuhan yang didasari rasa takut atau harapan imbalan.
3. Dari Antroposentris Menjadi Ekoteologi
4. Dari Atomistik Menjadi Holistik
Paradigma lama cenderung atomistik, memandang realitas sebagai sesuatu yang saling terpisah. Ini menciptakan pemisahan antara “aku” dan “yang lain” (the others). Paradigma ini sering kali memicu alienasi, prasangka, dan konflik
Metode Kurikulum Berbasis Cinta
Implementasi
Kementerian Agama RI
Cinta
Ilmu
CINTA
Cinta Diri & Sesama manusia
Cinta
Tanah Air
Cinta Lingkungan
Topik Panca CInta
Tujuan
Insersi Pengalaman Belajar
Cinta Allah dan
Rasul-Nya
Mewujudkan Cinta
dalam Ruh Pendidikan
Syamsuddin Rasyid, S.Pd., M.Pd.I
Panca Cinta : Lima Topik Kurikulum Cinta�
Allah SWT dan Rasulnya
Cinta Ilmu
Cinta Lingkungan
Cinta Diri dan Sesama Manusia
Relasi manusia dengan diri,
dengan sesama manusia, dan
dengan negara atau bangsa
Sumber Cinta
Tanda Cinta
Tali CInta
1
Di dalam Kegiatan Intra Kurikuler
2
Di dalam Kegiatan Kokurikuler
3
Di dalam Kegiatan Ekstrakurikuler
4
Di dalam Kegiatan Iklim / Budaya Madrasah
IMPLEMENTASI KBC
Langkah-Langkah KBC dalam
Kegiatan Pembelajaran
1
2
3
Memetakan CP dan Tema KBC
Menyusun RPP / Modul. Insersi Tema KBC sesuai Pemetaan di No. 1
Menerapkan dalam proses pembelajaran
1. Cinta Allah dan Rasulnya
2. Cinta Ilmu
3. Cinta Diri dan Sesama Manusia
4. Cinta Lingkungan
PEMETAAN CP DAN TEMA KBC
TUGAS FGD
Memetakan CP dan Tema KBC
1.
Menyusun RPP/Modul Ajar
2.
Menerapkan
3.
TERIMAKASIH
WASSALAM
KBC