1 of 6

1. DETEKSI DINI STATUS GIZI PADA LANSIA

1

2 of 6

Deteksi Dini Status Nutrisi pada Lanjut Usia : Skrining malnutrisi pada lanjut usia

2

  • Peniliain status nutrisi (comprehesive geriatric assessment)
  • Mini Nutritional Assessment
  • pengukuran antropometri
  • asupan makanan
  • Persepsi pasien tentang kondisi kesehatan dan gizi
  • Subjective Global Assessment

3 of 6

Deteksi Dini Status Nutrisi pada Lanjut Usia : Pola diet pada lanjut usia termasuk kebutuhan protein

3

  • Lansia rentan mengalami sarkopenia
  • asam amino esensial merupakan kunci nutrien dalam kesehatan otot
  • Kebutuhan protein 1.2 - 2.0 g/kg.hari
  • Sumber protein hewani dan nabati (kedelai) memiliki asam amino esensial yang lebih tinggi
  • Semakin bervariasi sumber protein semakin baik

4 of 6

Dampak Malnutrisi pada Lanjut Usia

  • Frailty

  • Meningkatnya kerentanan terhadap stresor yang diakibatkan oleh penurunan cadangan fisiologis dan kapasitas fungsi lansia
  • farilty menyebabkan ketidakmampuan untuk
  • pulih setelah destabilisasi
  • frailty berkaitan erat dengan malnutrisi
  • berasosiasi dengan fungsional dependen, depresi, resiko jatuh, menigkatnya konsumsi obat-obatan, resiko patah tulang, rawat inap dan mortalitas
  • dapat dianggap awal dari disabilitas

4

Sarkopenia

  • Penurunan massa otot
  • sejak usia 50 th -> massa otot

menurun 1-1,5% setiap tahun

  • dampak : kehilangan fungsi dan kekuatan otot
  • sarkopenia dapat dicegah dengan

nutrisi dan olahraga yang tepat

5 of 6

75

Piring model T

Isi piringku

6 of 6

CONTOH MENU SEHAT BAGI USILA

76

PAGI :

Jam 10.00

SIANG :

Bubur Ayam Komplit Susu non fat

:

Puding kacang hijau Nasi

Pepes ikan Tahu isi Sup Kimlo Pepaya Kue Pisang

-

-

-

-

-

Jam 16.00

MALAM

:

:

-

-

-

-

-

Nasi

Roll daging giling bumbu semur

Oseng-oseng tempe Cah wortel

Pisang Raja