1 of 9

Ketika seorang pasien disarankan untuk menjalani operasi, dokter biasanya akan memberi tahu pasien mengenai tingkat keberhasilan operasi yang akan dilakukan. Misalkan tingkat keberhasilannya 70%, berarti ada peluang 70% operasi berhasil dan 30% operasi akan gagal. Angka ini bukan angka yang pasti, tetapi hanya perkiraan. Berdasarkan informasi ini, pasien dapat mengambil keputusan apakah operasinya dilaksanakan atau tidak.

JUDUL

ISI MATERI

PREV

NEXT

2 of 9

Isi Materi

JUDUL

ISI MATERI

PREV

NEXT

3 of 9

Apa yang Kalian Ketahui?

Kalian dapat menyatakan suatu himpunan dengan mendaftar anggotanya dan menentukan banyak anggota himpunan tersebut.

Contoh:

A = himpunan bilangan asli kurang dari 5

A = {1, 2, 3, 4} maka n(A) = 4

Apa yang Akan Kalian Pelajari?

Peluang muncul angka 8 pada pelemparan sebuah dadu.

A = himpunan mata dadu 8

n(A) = 0

S = himpunan semesta

= himpunan semua mata dadu yang mungkin = {1, 2, 3, 4, 5, 6}

Peluang muncul mata dadu angka 8.

JUDUL

ISI MATERI

PREV

NEXT

4 of 9

  • Suatu kejadian disebut acak jika terjadinya kejadian itu tidak dapat diketahui dengan pasti sebelumnya.
  • Suatu kejadian disebut independen jika tiap kejadian tidak dipengaruhi kejadian yang lain.
  • Suatu kejadian disebut dependen jika kejadian tersebut dipengaruhi kejadian sebelumnya.
  • Banyak kejadian di dalam kehidupan sehari-hari yang tidak bisa diprediksi sebelumnya apalagi jika kejadian tersebut mengenai kejadian yang akan datang.
  • Seperti munculnya angka pada pelemparan sebuah mata uang dan munculnya mata dadu 5 pada pelemparan dadu.
  • Kejadian-kejadian itu memang tidak dapat kita jawab dengan pasti, tetapi paling tidak kita mempunyai kemungkinan hasil yang akan diperoleh.

JUDUL

ISI MATERI

PREV

NEXT

5 of 9

Jika jumlah lemparan mata uang makin banyak, frekuensi relatif muncul gambar makin mendekati nilai ½. Nilai ½ ini yang disebut nilai kemungkinan atau peluang dari kejadian munculnya gambar.

Dari pelemparan mata uang logam sebanyak 50 kali, ternyata 28 kali muncul angka. Tentukan

a. frekuensi relatif muncul angka;

b. frekuensi relatif muncul gambar.

Penyelesaian:

JUDUL

ISI MATERI

PREV

NEXT

6 of 9

  • Pada pelemparan sebuah mata uang, kejadian yang mungkin adalah muncul angka (A) atau gambar (G).
  • Jika semua kejadian itu dinyatakan dengan notasi himpunan, misalnya S maka S = {A, G}.
  • Himpunan S disebut ruang sampel, sedangkan titik A dan G disebut titik sampel.
  • Banyaknya anggota dari ruang sampel S dinyatakan dengan n(S).

• Ruang sampel adalah himpunan semua hasil yang mungkin diperoleh dari suatu percobaan.

• Titik sampel adalah elemen-elemen anggota ruang sampel.

• Kejadian atau peristiwa merupakan himpunan bagian dari ruang sampel atau bagian dari hasil percobaan yang diinginkan.

JUDUL

ISI MATERI

PREV

NEXT

7 of 9

a. Peluang Kejadian Sederhana

Jika masing-masing titik sampel dalam ruang S berpeluang sama untuk muncul, peluang munculnya peristiwa A dalam ruang sampel S adalah

n(A) = banyak anggota atau titik sampel kejadian A

n(S) = banyak anggota atau titik sampel ruang sampel S

Karena 0 ≤ n(A) ≤ n(S) maka kisaran nilai peluang adalah

b. Peluang Kejadian Majemuk

  • Kejadian majemuk terjadi pada dua atau lebih kejadian yang terjadi bersamaan.
  • Peluang kejadian yang akan dibahas adalah peluang irisan dan gabungan kedua kejadian.

JUDUL

ISI MATERI

PREV

NEXT

8 of 9

  • Pada kejadian majemuk, tidak semua AB mempunyai anggota. Misalkan A adalah kejadian muncul angka ganjil dan B adalah kejadian muncul angka genap pada pelemparan sebuah dadu.
  • Pada kejadian itu, n(AB) = 0.
  • Kejadian seperti ini dinamakan kejadian saling lepas. Karena n(AB) = 0 maka P(AB) = 0. Akibatnya,

P(AB) = P(A) + P(B) – P(AB)

= P(A) + P(B)

c. Probabilitas Bersyarat

  • Probabilitas bersyarat terjadi jika probabilitas kejadian yang kedua bergantung pada probabilitas kejadian pertama.
  • Jadi, probabilitas bersyarat terjadi pada dua kejadian yang dependen.

JUDUL

ISI MATERI

PREV

NEXT

9 of 9

Sebuah dadu dilempar 240 kali. Berapa frekuensi harapan muncul mata dadu 5?

Penyelesaian:

S = {1, 2, 3, 4, 5, 6} maka n(S) = 6

Misalkan A adalah peluang muncul mata dadu 5 maka

Frekuensi harapan muncul mata dadu 5

Jadi, frekuensi harapan muncul mata dadu 5 adalah 40 kali.

JUDUL

ISI MATERI

PREV

NEXT