1 of 45

MENGENALI PENYAKIT ZOONOSIS PADA �HEWAN TERNAK

Prof. Dr. Ririh Yudhastuti, drh.MSc

Departemen Kesehatan Lingkungan

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS AIRLANGGA

2 of 45

Zoonosis

  • Zoonosis adalah jenis penyakit yang dapat ditularkan hewan ke manusia. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh berbagai jenis mikroorganisme, seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit. Zoonosis bisa menular dari hewan liar, hewan ternak, maupun hewan peliharaan.

  • Zoonosis dapat menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat karena hubungan yang dekat antara manusia dengan hewan, baik sebagai sumber pangan, hewan peliharaan, maupun penunjang kegiatan manusia.

3 of 45

ZOONOSIS

Zoonosis atau penyakit zoonotik adalah penyakit yang secara alami dapat menular dari hewan vetebrata ke manusia atau sebaliknya .

Zoonosis disebabkan oleh pathogen seperti , mikrorganisme(MO) seperti bakteri, virus, fungi/jamur maupun parasite seperti protozoa, cacing.

Dari hasil penelitian , 60% penyakit Infeksi termasuk Zoonosis manusia tergolong zoonosis. WHO menambahkan bahwa sekitar 75% dari penyakit baru yang terdeteksi dalam 3 dekade terakhir juga merupakan penyakit zoonosis.

4 of 45

PENYAKIT YANG DITULARKAN OLEH BINATANG (ZOONOSIS).

  • Di seluruh dunia, timbul kewaspadaan terhadap penyakit infeksi baru muncul (EID) serta penyakit infeksi yang muncul kembali; mayoritas penyakit-penyakit tersebut merupakan zoonosis.
  • Beberapa negara di ASIA, termasuk  INDONESIA berisiko tinggi memunculkan EID yang bersifat zoonotik dari hewan liar.

5 of 45

6 of 45

PENULARAN YANG TERJADI

Berdasarkan hewan penularnya, zoonosis dibedakan menjadi zoonosis yang berasal dari satwa liar, zoonosis dari hewan yang tidak dipelihara tetapi ada di sekitar rumah, seperti tikus yang dapat menularkan leptospirosis, dan zoonosis dari hewan yang dipelihara manusia.

mis , kucing, anjing, burung, angsa.

7 of 45

CARA PENULARAN

Kontak langsung

  • Zoonosis bisa menular ke manusia ketika seseorang bersentuhan atau kontak fisik secara langsung dengan hewan atau cairan tubuh hewan yang terinfeksi penyakit.
  • Cairan tubuh hewan tersebut bisa berupa air liur, darah, urine, lendir, dan kotoran.
  • Selain itu, seseorang juga bisa terkena penyakit zoonosis ketika ia digigit atau dicakar hewan.
  • Gigitan serangga, seperti kutu,tungau, dan nyamuk, juga dapat menjadi media penularan penyakit zoonosis.

8 of 45

Kontak tidak langsung

  • Penularan penyakit zoonosis juga bisa terjadi ketika seseorang menyentuh benda yang telah terkontaminasi cairan tubuh hewan yang mengandung virus, kuman/ bakteri maupun parasit penyebab penyakit.
  • Contohnya adalah media , wadah makanan dan minuman, kandang, tanah, serta makanan hewan.

9 of 45

Penyakit Zoonosis saat idul Adha

  • Saat Idul Adha, risiko penularan penyakit meningkat karena banyak masyarakat yang bersentuhan langsung dengan hewan kurban bila tanpa perlindungan yang memadai.

10 of 45

Beberapa Zoonosis saat idul Adha

1. Anthraks (Antraks)

2.  Salmonellosis

3.  Leptospirosis

4. Brucelosis

5. Toksoplasmosis

Penyakit Mulut Kuku (PMK).

11 of 45

1.ANTHRAX

Anthrax/Antraks

  • Anthrax merupakan infeksi bakteri yang dapat menular melalui hewan ternak. Seseorang dapat tertular anthrax jika mereka melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, menyantap daging hewan yang sudah terinfeksi atau menghirup jamur dari bakteri anthrax

12 of 45

13 of 45

Penyakit ANTRAKS

  • penyakit bakterial bersifat menular akut yang bisa terjadi pada manusia dan hewan.
  • Penyakit ini disebabkan oleh bakteri bernama Bacillus anthracis, dan paling sering menyerang makhluk herbivora liar, maupun yang sudah dijinakkan/ domestic.
  • Penyakit antraks bersifat zoonosis, yang artinya dapat ditularkan dari hewan ke manusia, atau sebaliknya. Namun, penyakit antraks ini tidak bisa ditularkan pada sesama manusi

14 of 45

Gejala Penyakit Antraks pada Sapi

1. Pada awal infeksi antraks, sapi akan mengalami demam tinggi.

2. Sapi kemudian akan terlihat gelisah dan tampak tidak tenang.

3. Sapi juga akan kesulitan bernapas.

4. Sapi mengalami kejang-kejang.

5. Sapi tiba-tiba saja rebah atau terjatuh ke tanah.

6. Setelah berbagai gejala itu, sapi akan mati. Namun ada juga sapi yang mati mendadak, tanpa menunjukkan gejala apapun.

7. Adanya ekskreta, berupa darah yang keluar dari lubang-lubang kumlah seperti hidung, mulut, telinga, dan anus.

8. Pembengkakan pada daerah tertentu seperti daerah leher, dada, abdomen, dan sekitar kelamin.

9. Perut sapi tampak mengembung, kemudian nafas sapi terengah-engah, lalu mengalami kejang-kejang, hingga akhirnya mati.

15 of 45

Gejala Antraks pada Manusia�

1. Muncul ruam

2. Muncul benjolan pada kulit

3. Muncul warna kemerahan pada kulit yang disertai perih dan gatal

4. Kemudian pada bagian tengah kulit yang terinfeksi kan berwarna kehitaman

5. Di sekitar kulit yang terinfeksi biasanya akan pembengkakan kelenjar getah bening

6. Seringkali akan disertai dengan demam, tubuh menjadi lemah, mual dan muntah

Gejala infeksi antraks pada manusia yang terjadi melalui saluran pencernaan di antaranya adalah:

7. Mual, Muntah

8. Diare yang kadang disertai darah

9.Gejala infeksi antraks pada manusia yang terjadi melalui saluran pernapasan di antaranya adalah:

10. Rasa sakit atau radang pada tenggorokan

11. Sesak pada bagian dada

12. Kesulitan bernapas

16 of 45

Penularan antraks

  1. Pada saat bakteri menjalar ke tubuh manusia dan bercampur dengan cairan tubuh, maka bakteri antraks akan aktif, berkembang biak, hingga menyebar ke seluruh tubuh yang dapat memicu adanya gangguan kesehatan.
  2. Beberapa orang yang terindikasi dapat terserang antraks yakni seperti petani atau petugas peternakan, peneliti dan pekerja laboratorium yang mempelajari bakteri, dokter hewan, pekerja pabrik wol, penyamakan kulit, pekerja rumah jagal, pengguna heroin, serta pengonsumsi daging hewan yang terindikasi terpapar bakteri antraksis.

17 of 45

Bakteri Antraks

18 of 45

INFEKSI ANTRAKS

19 of 45

2.Brucellosis

  1. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Brucella dan biasanya menular melalui susu yang tidak dipasteurisasi, daging mentah, atau cairan tubuh hewan.
  2. Brucellosis merupakan Zoonosis, yaitu penyakit yang menular dari hewan ke manusia.
  3. Bakteri Brucella bisa masuk melalui mata, kulit, selaput lendir, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan, kemudian bertahan hidup di dalam sel-sel tubuh.

20 of 45

Brucellocis

21 of 45

Penyebab Brucellocis�

Bakteri Brucella yang menjadi penyebab brucellosis dapat ditemukan di berbagai jenis hewan, seperti sapi, kambing, domba, babi, babi hutan, anjing pemburu, rusa, bison, dan unta. Seseorang dapat tertular brucellosis melalui berbagai cara, seperti:

  • Menghirup udara yang terkontaminasi bakteri Brucella
  • Mengonsumsi produk yang masih mentah atau setengah matang, seperti daging sapi, susu, atau keju, dari hewan yang terinfeksi bakteri Brucella
  • Menyentuh darah, sperma, atau cairan tubuh dari hewan yang terinfeksi bakteri Brucella, terutama jika cairan tubuh tersebut masuk ke aliran darah melalui luka terbuka
  • Brucellosis umumnya tidak menyebar antarmanusia. Namun, pada kasus tertentu, ibu hamil dan ibu menyusui yang terkena brucellosis dapat menurunkan penyakit ini ke anaknya. Meski jarang terjadi, brucellosis juga bisa menular melalui hubungan seks, dan transfusi darah atau transplantasi organ yang telah terkontaminasi bakteri Brucella.

22 of 45

23 of 45

Brucellocis

  1. Brucella merupakan bakteri kelompok gram negatif, bersifat nonmotil, tidak membentuk spora, dan berbentuk batang dengan sudut bulat (kokobasil).
  2. Mereka hidup sebagai parasite intraseluler fakultatif dan menyebabkan penyakit kronis yang biasanya bertahan seumur hidup.
  3. Empat spesies Brucella diketahui menginfeksi manusia, yaitu. B. abortus, B. melitensis. B.canis. dan B.suis 
  4. Brucella abortus umumnya menyebabkan penyakit pada sapi
  5. Brucella melitensis merupakan spesies yang paling ganas dan invasif, biasanya menginfeksi kambing  dan kadang-kadang domba.

24 of 45

3.Salmonellosis

  1. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella dan biasanya menular melalui konsumsi daging atau telur yang tidak matang.
  2. Gejala umum meliputi diare, demam, dan kram perut

25 of 45

Salmonella

Infeksi salmonella

  1. Infeksi salmonella atau salmonellosis merupakan penyakit infeksi bakteri Salmonella yang ditandai dengan diare, demam, dan nyeri perut.
  2. Bakteri ini hidup di saluran pencernaan hewan dan menular ke manusia melalui makanan yang terkontaminasi kotoran hewan.
  3. Penyakit ini dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus dan antibiotik.
  4. Namun apabila kondisi memburuk, diperlukan segera mendapat perawatan di rumah sakit.

26 of 45

27 of 45

4.TOXOPLASMOSIS

  1. Toksoplasmosis adalah penyakit infeksi akibat parasit Toxoplasma gondii yang umumnya menular dari kotoran kucing. Infeksi ini pada umumnya tidak menyebabkan keluhan, tetapi bisa menyebabkan masalah kesehatan serius jika terjadi pada ibu hamil atau orang dengan daya tahan tubuh lemah.

  • Toksoplasmosis atau toxoplasma dapat terjadi setelah kontak dengan kotoran kucing atau mengonsumsi makanan yang terkontaminasi parasit Toxoplasma gondii (T. gondii). Pada orang yang sehat, sistem kekebalan tubuh dapat langsung melawan parasit-parasit ini sehingga gejala yang muncul ringan atau tidak muncul sama sekali.

28 of 45

TOKSOPLASMOSIS

Toksoplasmosis terjadi ketika parasit Toxoplasma gondii masuk ke dalam tubuh manusia. Parasit ini bisa berasal dari semua jenis hewan, tetapi kucing merupakan pembawa utamanya.

Parasit T. gondii dapat berkembang di usus kucing dan keluar bersama kotoran kucing.

  1. Seseorang dapat terserang infeksi T. gondii melalui beberapa cara, yaitu:
  2. Kontak dengan kotoran kucing yang mengandung parasit gondii
  3. Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi parasit gondii, terutama jika makanan tidak dimasak matang atau dicuci dengan benar
  4. Transfer parasit T. gondii dari ibu hamil ke janin melalui plasenta
  5. Tranfusi darah atau tranplantasi organ dari donor yang terinfeksi
  6. Setelah masuk ke tubuh seseorang, parasit penyebab toksoplasmosis tidak dapat menular ke orang lain. Namun, perlu diketahui bahwa parasit toksoplasma dapat menetap dalam kondisi tidak aktif di otot, paru-paru, maupun otak selama bertahun-tahun.
  7. Parasit ini bisa aktif sewaktu-waktu, tetapi umumnya sistem imun yang sehat akan langsung melawannya sehingga tidak terjadi gejala. Masalah bisa terjadi jika parasit aktif ketika daya tahan tubuh melemah, baik karena kondisi kesehatan maupun pengobatan tertentu.

29 of 45

30 of 45

31 of 45

5.LEPTOSPIROSIS

  1. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang dapat masuk melalui luka di kulit atau mukosa saat kontak dengan urin hewan yang terinfeksi.
  2. Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri ini dapat menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi.
  3. Beberapa hewan yang tergolong sebagai perantara penyebaran leptospirosis adalah tikus, sapi, anjing, dan babi.

32 of 45

Bakteri Leptospira sewaktu-waktu dapat keluar bersama urine sehingga mengontaminasi air dan tanah. Di air dan tanah, bakteri ini dapat bertahan selama beberapa bulan atau tahun.

Sementara itu, penularan bakteri Leptospira ke manusia dapat terjadi akibat hal-hal berikut:

  1. Kontak langsung antara kulit dengan urine hewan pembawa bakteri
  2. Kontak antara kulit dengan air dan tanah yang terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri
  3. Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri

33 of 45

34 of 45

Penularan Leptospirosis

35 of 45

36 of 45

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

  1. Penyakit PMK merupakan penyakit non-zoonosis karena tidak menular dari hewan ke manusia. Akan tetapi, penyakit yang disebabkan oleh virus dari kelompok Aphthovirus ini sangat cepat menyebar/menular dan dapat mengakibatkan kematian, terutama pada hewan ternak yang masih muda.

  • Hal ini tentu saja menyebabkan potensi kerugian ekonomi para peternak dan mampu mengancam ketahanan pangan, khususnya pasokan daging dan susu nasional.

37 of 45

Penyakit Mulut dan Kuku

  1. Penyakit mulut dan kuku atau dikenal dengan foot and mouth disease adalah penyakit endemik yang menyerang hewan yang memiliki kuku belah/bercabang dua seperti sapi, kambing, kerbau, unta, rusa hingga babi.
  2. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang sangat menular virus tipe A dari family picornaviridae, genus apthovirus.
  3. Penyakit mulut dan kuku pada sapi menyebabkan luka yang sangat menyakitkan serta lecet pada kaki, mulut hingga putting hewan.
  4. Wabah penyakit ini termasuk kedalam salah satu penyakit menular dimana
  5. penularannya sendiri umumnya terjadi karena kontak langsung. Virus ini juga bisa menyebar secara aerosol tergantung cuaca, suhu lingkungan serta kelembaban.

38 of 45

Gejala PMK pada sapi

Secara garis besar, gejala klinis yang terlihat saat sapi terserang penyakit mulut dan kuku yaitu demam pada hewan serta pembentukan lepuh, koreng hingga bisul pada lidah, hidung, kaki, mulut dan puting. Namun agar anda bisa lebih mengenalinya, berikut penjelasan lebih lengkap mengenali gejala klinis penyakit mulut dan kuku pada sapi:

  1. Sapi mengalami pyrexia atau demam tinggi mencapai 41 derajat celcius yang disertai dengan mengigil dan penurunan produksi susu yang sangat drastis untuk 2 sampai 3 hari kemudian.
  2. Kehilangan nafsu makan (anorexia).
  3. Sering menggosokkan bibir serta menggeretakkan gigi
  4. Adanya leleran pada mulut dan hidung.
  5. Sering menendangkan kaki.
  6. Adanya lepuh dan erosi sekitar mulut, moncong hidung, lidah, gusi, kulit sekitar kuku dan puting ambing

39 of 45

Penyebaran PMK

  1. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit akut yang cepat menular dan sangat infeksius yang dapat menyerang ruminansia.
  2. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dapat menyebar melalui berbagai cara, yaitu kontak langsung antara hewan yang sehat dengan hewan yang terjangkit (melalui droplet, leleran hidung, serpihan kulit), penyebaran melalui angin, penyebaran melalui pakan yang terkontaminasi virus, dan penyebaran melalui manusia.
  3. Masa inkubasi virus tersebut berkisar antara 2-14 hari sejak tertular hingga muncul gejala klinis.
  4. Beberapa gejala yang umum terjadi pada hewan yang terjangkit PMK adalah demam hingga 41°C, air liur berlebihan, nafsu makan berkurang, hewan lebih sering berbaring.

40 of 45

Pencegahan

  1. Virus yang menyebabkan penyakit PMK ini, memiliki sifat mudah rusak pada suhu 50 ° C.
  2. Jadi jika daging dipanaskan pada suhu minimum 70° C selama setidaknya 30 menit akan dapat menonaktifkan virus.
  3. Virus ini juga mudah rusak pada pH <6.0 atau >9.0 dan inaktif dengan natrium hidroksida (2%), natrium karbonat (4%), asam sitrat (0,2%), asam asetat (2%), natrium hipoklorit (3%), kalium peroksimonosulfat/natrium klorida (1%), dan klorin dioksida.

41 of 45

Pencegahan

  1. Ada tiga prinsip dasar yang dapat dilakukan yaitu mencegah kontak antara hewan ternak dan virus PMK, menghentikan produksi virus PMK oleh hewan tertular, dan meningkatkan resistensi/kekebalan hewan ternak.
  2. Selain tiga prinsip dasar tersebut tentu dalam pengendalian penyakit ini dibutuhkan upaya dari segala pihak untuk saling bekerja sama.
  3. “Upaya pengendalian PMK tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, semua harus terlibat baik akademisi, masyarakat, peternak, petani, dll. untuk bekerja sama dalam mengendalikan PMK.

42 of 45

Mengenal PMK

43 of 45

Memilih hewan Qurban bebas PMK

44 of 45

Syarat hewan Qurban bebas PMK

45 of 45

Terima kasih