SEJARAH MASUK DAN
PERKEMBANGANNYA ISLAM
DI INDONESIA
Rian Hidayat, M.Pd
MULAI
Islam Indonesia
(Studi Perkembangan)
Animisme&Dinamisme
Agama Hindu
Jalur Dakwah Islam
Agama Budha
Islam masuk Indonesia
Jalur Masuk Nusantara
Kerajaan Islam di Sumatra
Teladan Para Ulama
Ulama Kontemporer
Perkembangan Islam Indonesia
Jalur Masuk Nusantara
Ulama Pra Wali
Kerajaan Islam Jawa
Walisongo
Perkembangan Islam di Jawa
Peran Organisasi
Muhammadiyah
PERSIS
Nahdlotul Ulama
Organisasi Islam
1
2
3
4
Outline Sejarah Islam ke Nusantara
Kondisi Masyarakat
Aliran kepercayaan:
» Animisme
» Dinamisme
Agama (ardhi):
» Hindu
» Budha
INDONESIA PRA-ISLAM
ANIMISME
Kata animisme berasal dari bahasa latin, yaitu anima yang berarti 'roh'. Kepercayaan animisme adalah kepercayaan kepada makhluk halus dan roh. Keyakinan ini banyak dianut oleh bangsa-bangsa yang belum bersentuhan dengan agama wahyu.
Paham animisme mempercayai bahwa setiap benda di bumi ini (seperti laut, gunung, hutan, gua, atau tempat-tempat tertentu), mempunyai jiwa yang mesti dihormati agar jiwa tersebut tidak mengganggu manusia, atau bahkan membantu mereka dalam kehidupan ini.
EVALUASI
DINAMISME
Definisi dari dinamisme memiliki arti kepercayaan terhadap benda-benda di sekitar manusia yang diyakini memiliki kekuatan ghaib.
Dalam Ensiklopedi umum, dijumpai defenisi dinamisme sebagai kepercayaan keagamaan primitif yang ada pada zaman sebelum kedatangan agama Hindu di Indonesia. Dinamisme disebut juga dengan nama preanimisme, yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda atau makhluk mempunyai daya dan kekuatan.
Hindu (Dewanagari: हिन्दू )c
Seorang Hindu adalah PENGANUT FILSAFAT DAN SASTRA-SASTRA AGAMA HINDU, SEBUAH SISTEM KEAGAMAAN, FILSAFAT DAN BUDAYA YANG BERASAL DARI ANAK BENUA INDIA.
Kurang lebih ada 920 juta pengikut agama Hindu di dunia, atau 13,5% penduduk dunia menganut agama Hindu, sehingga agama Hindu menjadi agama terbesar ketiga di dunia, setelah agama Kristen dan Islam. Sekitar 890 juta orang Hindu tinggal di India, sedangkan sisanya menyebar ke negara-negara lain.
Negara-negara dengan penduduk Hindu yang cukup banyak antara lain Afrika Selatan, Bangladesh, Belanda, Fiji, Guyana, Inggris, Indonesia, Kanada, Malaysia, Mauritius, Myanmar (Burma), Nepal, Singapura, Sri Lanka, Suriname, Trinidad dan Tobago.
Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, dan terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta. Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya.
Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, tinggi bangunan utama adalah 47m. Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil atau candi utama dan lebih daripada 250 candi kecil. Tiga candi utama disebut Trisakti dan dipersembahkan kepada sang hyang Trimurti: Batara Siwa sang Penghancur, Batara Wisnu sang Pemelihara dan Batara Brahma sang Pencipta. Seseorang dapat dikatakan seorang Hindu jika: mengikuti tradisi yang terpusat pada salah satu perwujudan Tuhan, misalnya Saktisme. Melakukan suatu macam yoga termasuk bhakti (pemujaan) supaya mencapai moksa. http://students.ukdw.ac.id/~22012662/candi_prambanan.htm
Sejarah agama Buddha mulai dari abad ke-6 SM sampai sekarang dari lahirnya sang Buddha Siddharta Gautama. Adalah salah satu agama tertua yang masih dianut di dunia.
Dalam proses perkembangannya ini, agama ini praktis telah menyentuh hampir seluruh benua Asia. Sejarah agama Buddha juga ditandai dengan perkembangan banyak aliran dan mazhab, serta perpecahan-perpecahan. Yang utama di antaranya adalah aliran tradisi Theravada , Mahayana, dan Vajrayana (Bajrayana), yang sejarahnya ditandai dengan masa pasang dan surut.
Kehidupan Buddha
Menurut tradisi Buddha, tokoh historis Buddha Siddharta Gautama dilahirkan dari klan Sakya pada awal masa Magadha (546–324 SM), di sebuah kota, selatan pegunungan Himalaya yang bernama Lumbini. Sekarang kota ini terletak di Nepal sebelah selatan. Beliau juga dikenal dengan nama Sakyamuni (harafiah: orang bijak dari kaum Sakya").
Setelah kehidupan awalnya yang penuh kemewahan di bawah perlindungan ayahnya, raja Kapilavastu (kemudian hari digabungkan pada kerajaan Magadha), Siddharta melihat kenyataan kehidupan sehari-hari dan menarik kesimpulan bahwa kehidupan nyata, pada hakekatnya adalah kesengsaraan yang tak dapat dihindari. Siddharta kemudian meninggalkan kehidupan mewahnya yang tak ada artinya lalu menjadi seorang pertapa. Kemudian ia berpendapat bahwa bertapa juga tak ada artinya, dan lalu mencari jalan tengah (majhima patipada ?). Jalan tengah ini merupakan sebuah kompromis antara kehidupan berfoya-foya yang terlalu memuaskan hawa nafsu dan kehidupan bertapa yang terlalu menyiksa diri.
Budha
Di bawah sebuah pohon bodhi, ia berkaul tidak akan pernah meninggalkan posisinya sampai ia menemukan Kebenaran. Pada usia 35 tahun, ia mencapai Pencerahan. Pada saat itu ia dikenal sebagai Gautama Buddha, atau hanya "Buddha" saja, sebuah kata Sansekerta yang berarti "ia yang sadar" (dari kata budh+ta). Untuk 45 tahun selanjutnya, ia menelusuri dataran Gangga di tengah India (daerah mengalirnya sungai Gangga dan anak-anak sungainya), sembari menyebarkan ajarannya kepada sejumlah orang yang berbeda-beda.
Keengganan Buddha untuk mengangkat seorang penerus atau meresmikan ajarannya mengakibatkan munculnya banyak aliran dalam waktu 400 tahun selanjutnya: pertama-tama aliran-aliran mazhab Buddha Nikaya, yang sekarang hanya masih tersisa Theravada, dan kemudian terbentuknya mazhab Mahayana, sebuah gerakan pan-Buddha yang didasarkan pada penerimaan kitab-kitab baru.
Penganut Buddha merayakan hari Waisak yang merupakan peringatan 3 peristiwa. Yaitu, hari kelahiran Pangeran Siddharta (nama sebelum menjadi Buddha), hari pencapaian Pencerahan Sempurna Pertapa Gautama, dan hari Sang Buddha mangkat mencapai Nibbana/Nirwana. Tempat ibadah agama Buddha disebut Vihara.
Borobudur, Candi Budha Terbesar di Abad ke-9
Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini. Tak mengherankan, sebab secara arsitektural maupun fungsinya sebagai tempat ibadah, Borobudur memang memikat hati.
Jalur Utara
Saudi Arabia
Damaskus
Bagdad
Gujarat
Sri Lanka
Yaman
Gujarat
Sri Lanka
Indonesia
Jalur selatan
JALUR MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA
Jalur Utara
Jalur selatan
Menyebar dari Nusantara Barat
Berkembang ke Nusantara Timur
JALUR PENYEBARAN ISLAM DI NUSANTARA
Ilustrasi Perdagangan
Sudah dimulai sejak abad ke-7 yaitu dengan datangnya para pedagang Islam dari Arab, Persia dan India. Selain berdagang mereka menyebarkan agama Islam. Cara ini paling efektif karena melibatkan seluruh kalangan masyarakat.
1. JALUR PERDAGANGAN
2. Jalur Pernikahan
3. Jalur Politik
4. Jalur Kesenian
5. Jalur Pendidikan
6. Jalur Tasawuf
KAPAN ISLAM MASUK KE NUSANARA?
Ilustrasi para pedagang Muslim
BERITA ARAB: DIBAWA PEDAGANG ARAB YANG BERDAGANG PADA ABAD VII.
Dipelopori Buya Hamka, Ahmad Mansur Suryanegara, Abdullah bin Nuh, dll
Teori Abad Ke-7 / Teori Mekkah
BERITA INDIA:
Pedagang dari Gujarat berdagang ke Indonesia pada abad VII. Muhamad Ghor menyatakan para pedagang mempunyai peranan penting dalam penyebaran Islam.
Teori Maritim oleh N.A. Baloch
Walaupun di Makkah dan Madinah terjadi perang selama kurun waktu sepuluh tahun antara 1-11 H/622-623 M, namun tidak memutuskan jalur perdagangan laut yang sudah menjadi tradisi sejak lama. Jalur perdagangan tersebut adalah jalur antara Timur Tengah, India dan Cina. Hubungan perdagangan ini semakin lancar pada masa Khulafaur Rasyidin (11-41 H/632-661 M). Banyak juga para sahabat Nabi Saw. yang berdakwah keluar Madinah, bahkan di luar Jazirah Arab. Menurut N.A. Baloch, hal itu terjadi karena umat Islam memiliki kemampuan dalam penguasaan perniagaan melalui jalur maritim. Melalui jalur ini, yakni pada abad ke-1 H atau abad ke-7 M, agama Islam dikenalkan di sepanjang jalur niaga di pantai-pantai tempat persinggahannya. Proses pengenalan ajaran Islam ini, berlangsung selama kurun waktu abad ke-1 sampai abad ke-5 H/7-12 M. F
Catatan perjalanan Al-Mas’udi, yang menyatakan bahwa pada tahun 675 M, terdapat utusan dari raja Arab Muslim yang berkunjung ke Kalingga. Pada tahun 648 diterangkan telah ada koloni Arab Muslim di pantai timur Sumatera.
Dari Harry W. Hazard dalam Atlas of Islamic History (1954), diterangkan bahwa kaum Muslimin masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M yang dilakukan oleh para pedagang muslim yang selalu singgah di sumatera dalam perjalannya ke China.
ISLAM ABAD KETUJUH
Dari Gerini dalam Futher India and Indo-Malay Archipelago, di dalamnya menjelaskan bahwa kaum Muslimin sudah ada di kawasan India, Indonesia, dan Malaya antara tahun 606-699 M.
Prof. Sayed Qodratullah Fatimy dalam Islam comes To Malaysia mengungkapkan bahwa pada tahun 674 M. kaum Muslimin Arab telah masuk ke Malaya.
Prof. S. Muhammmad Huseyn Nainar, dalam makalah ceramahnya berjudul Islam di India dan hubungannya dengan Indonesia, menyatakan bahwa beberapa sumber tertulis menerangkan kaum Muslimin India pada tahun 687 sudah ada hubungan dengan kaum muslimin Indonesia.
W.P. Groeneveld dalam Historical Notes on Indonesia and Malaya Compiled From Chinese sources, menjelaskan bahwa pada Hikayat Dinasti T’ang memberitahukan adanya Aarb muslim berkunjung ke Holing (Kalingga, tahun 674).
Prof. Sayed Naguib Al Attas dalam Preliminary Statemate on General Theory of Islamization of Malay-Indonesian Archipelago (1969), di dalamnya mengungkapkan bahwa kaum muslimin sudah ada di kepulauan Malaya-Indonesia pada 672 M.
Menurut Slamet Muljana, Sultan Demak merupakan keturunan Cina, lebih dari itu menurutnya, Wali Songo juga merupakan keturunan Cina. Pendapat ini didasarkan pada Kronik Klenteng Sam Po Kong. Misalnya, Sultan Demak Panembahan Fatah dalam Kronik Klenteng Sam Po Kong bernama Panembahan Jin Bun. Sultan Trenggana disebutkan dengan nama Tung Ka Lo. Sedangkan Wali Songo, Sunan Ampel dengan nama Bong Swi Hoo, Sunan Gunung Jati dengan nama Toh A Bo. Perlu diketahui bahwa menurut kebudayaan Cina, penulisan sejarah yang terkait dengan penulisan nama tempat dan nama orang yang bukan dari negeri Cina, juga ditulis menurut bahasa Cina. Maka sangat mungkin seluruh nama-nama raja Majapahit juga dicinakan dalam Kronik Klenteng Sam Po Kong Semarang. Pertanyaannya, mengapa nama Sultan Demak dan para Wali Songo yang dicinakan dalam Kronik Klenteng Sam Po Kong dianggap sebagai orang Cina?. Tentu hal ini merupakan salah satu titik kelemahan teori ini.
Teori Abad Ke-9 / Teori China
(Prof. Dr. Slamet Muljana)
Makam Fatimah binti Maimun adalah seorang perempuan beragama Islam yang wafat pada hari Jumat, 7 Rajab 475 Hijriyah (2 Desember 1082 M). Batu nisannya ditulis dalam bahasa Arab dengan huruf kaligrafi bergaya Kufi, serta merupakan nisan kubur Islam tertua yang ditemukan di Nusantara. Makam tersebut berlokasi di desa Leran, Kecamatan Manyar, sekitar 5 km arah utara kota Gresik, Jawa Timur.
Teori
Abad Ke-11
Menurut teori ini, Islam masuk dari Persia dan bermazhab Syi’ah. Pendapat ini didasarkan pada sistem mengeja bacaan huruf Al-Qur`an, terutama di Jawa Barat yang menggunakan ejaan Persia.
Teori ini dipandang lemah, karena tidak semua pengguna sistem baca tersebut di Persia sebagai penganut Syi’ah. Pada saat itu, Baghdad sebagai ibu kota Kekhalifahan Bani Abbasiyah yang mayoritas khalifahnya merupakan penganut Ahlussunnah wal Jama’ah.
Lebih dari itu, adanya fakta bahwa mayoritas muslim Jawa Barat bermazhab Syafi’i sekaligus berpaham Ahlussunnah wal Jama’ah, bukan pengikut Syi’ah.
Teori Abad Ke 7-13 / Teori Persia
(Prof. Dr. Husein Djajadiningrat)
BERITA EROPA:
Teori
Abad Ke-13
Catatan perjalanan Marcopolo, menyatakan bahwa ia menjumpai adanya kerajaan Islam Ferlec (mungkin Peureulack) di aceh, pada tahun 1292 M.
K.F.H. van Langen, berdasarkan berita China telah menyebut adanya kerajaan Pase (mungkin Pasai) di aceh pada 1298 M.
ISLAM ABAD KE-13
J.P. Moquette dalam De Grafsteen te Pase en Grisse VergelekenMet Dergelijk Monumenten uit hindoesten, menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 13
Beberapa sarjana barat seperti R.A Kern; C. Snouck Hurgronje; dan Schrieke, lebih cenderung menyimpulkan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13, berdasarkan saudah adanya beberapa kerajaaan islam di kawasan Indonesia.
Teori Abad Ke-13 / Teori Gujarat
Laksamana Cheng Ho
BERITA CINA:
Mahuan (mengikuti perjalanan Cheng Ho) pernah menulis tentang saudagar Islam yang tinggal di Pulau Jawa (1400).
Teori
Abad Ke-15
Makam syekh Maulana Malik
Ibrahim (Sunan Gresik) di Gresik (1419 M)
(SEBAGIAN) TOKOH PENYEBAR ISLAM SEBELUM WALISONGO
Meurah Silu atau Sultan Malik al-Saleh merupakan pendiri dan raja pertama Samudra Pasai (berdiri pada tahun 1267 M). Meurah Silu memeluk Islam berkat pertemuannya dengan Syekh Ismail dari Mekah. Setelah masuk Islam, Meurah Silu bergelar Sultan Malik al-Saleh, dan berkuasa selama 29 tahun. Kesultanan Samudra Pasai merupakan gabungan dari Kerajaan Peurlak dan Kerajaan Pase
Adalah tokoh penyebar Islam di wilayah yang sekarang dikenal dengan Cirebon dan leluhur dari Pembesar Sumedang. Dia pertama kali menyebarkan ajaran Islam di daerah Amparan Jati, Desa Astana, Gunungjati, Cirebon. Dikenal juga dengan Syaikh Nurjati. Beliau adalah guru dari Syaikh Siti Jenar. Syarifah Mudaim (Ibunda Sunan Gunungjati). Pangeran Walangsungsang (Raja Kerajaan Cirebon Pertama).
Syekh Jumadil Kubro
Husain Jamaluddin Akbar atau Syekh Jumadil Kubro dikenal sebagai seorang mubaligh terkemuka. Dia menyebarkan Islam di Nusantara. Wali Songo yang terkenal di tanah jawa berasal dari keturunannya. Ia dilahirkan pada tahun 1310 M di negeri Malabar, di dalam wilayah Kesultanan Delhi. Dalam berbagai kitab sejarah dan babad Jawa, Syekh Jumadil Kubra disebut sebagai leluhur Wali Songo. Petilasan yang diyakini sebagai makamnya berada di beberapa tempat di Jawa. Dalam Babad Cirebon disebutkan bahwa Syekh Jumadil Kubra sebagai leluhur Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, Sunan Ampel, dan Sunan Kalijaga
Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik)
HOME
MATERI
GAME
EVALUASI
SIMPULAN
Nabi Muhammad SAW
Imam Husein
Syeikh Jumadil Kubra
Syeikh Ibrahim Zainuddin Smarakondi
Chandrawati (Putri Campa)
Sayyid Ali Murtadho (Raden Santri)
Siti Zaenab
Sayyid Ali Rahmad (Sunan Ampel)
REFERENSI
SIMPULAN
17 Silsilah
As-Sayyid Barakat Zainal Alam
Syaikh Husein Jamaluddin Akbar
Putri dari Sultan
Nizamul Muluk dari Delhi
Maulana Muhammad 'Ali Akbar
Maulana Muhammad Al-Baqir
Syaikh Maulana Ishaq
Syaikh Quro
Syekh Quro adalah Syekh Qurotul Ain atau Syekh Hasanudin atau Syekh Mursahadatillah. Menurut naskah Purwaka Caruban Nagari, Syekh Quro adalah seorang ulama. Dia adalah putra ulama besar Perguruan Islam dari negeri Campa yang bernama Syekh Yusuf Siddik yang masih ada garis keturunan dengan Syekh Muhammad Jamaluddin Akbar al-Husaini serta Syekh Jalaluddin ulama besar Mekah. Syekh Hasanudin atau Syekh Mursahadatillah mukim dan diberi lahan oleh Raja Sunda-Pajajaran yang berada di Pelabuhan Bunut - Kertayasa ( Kampung Bunut, Kelurahan Karawang Kulon - Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang sekarang ini ). Maka di Karawang ini Syekh Hasanudin dikenal sebagai Syekh Quro karena dia adalah seorang yang hafal al-Quran (hafidz) dan sekaligus qori yang bersuara merdu.
PARA WALI YANG
MENYEBARKAN ISLAM
DI TANAH JAWA
(1404 – 1546 M)
Catatan: Karena Walisongo ada bab tersendiri, jadi yang disampaikan di bagian ini hanya garis besar saja.
Ilir ilir �Ilir ilir, ilir ilir, tandure wus sumilir �Tak ijo royo royo, tak sengguh temanten anyar �Cah angon, cah angon, penekna blimbing kuwi �Lunyu lunyu penekna, kanggo basuh dodot ira �Dodot ira, dodot ira, kumitir bedah ing pinggir �Dondomana, jlumatana, kanggo seba mengko sore �Mumpung gedhe rembulane, mumpung jembar kalangane �Ya suraka, surak hiya
Sunan Gresik
1
Syeh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik)
HOME
MATERI
GAME
EVALUASI
REFERENSI
SIMPULAN
SILSILAH PARA WALI
Nabi Muhammad SAW
Imam Husein
1
17 Silsilah
As-Sayyid Barakat Zainal Alam
Syeikh Jumadil Kubra
Nasab Maulana Malik Ibrahim bersumber dari catatan dari As-Sayyid Bahruddin Ba’alawi Al-Husaini yang kumpulan catatannya kemudian dibukukan dalam Ensiklopedi Nasab Ahlul Bait yang terdiri dari beberapa volume.
Dalam catatan itu tertulis:
- As-Sayyid Maulana Malik Ibrahim bin
- As-Sayyid Barakat Zainal Alam bin
- As-Sayyid Husain Jamaluddin bin
- As-Sayyid Ahmad Jalaluddin bin
- As-Sayyid Abdullah bin
- As-Sayyid Abdul Malik Azmatkhan bin
- As-Sayyid Alwi Ammil Faqih bin
- As-Sayyid Muhammad Shahib Mirbath bin
- As-Sayyid Ali Khali’ Qasam bin
- As-Sayyid Alwi bin
- As-Sayyid Muhammad bin
- As-Sayyid Alwi bin
- As-Sayyid Ubaidillah bin
- Al-Imam Ahmad Al-Muhajir bin
- Al-Imam Isa Ar-Rumi bin
- Al-Imam Muhammad An-Naqib bin
- Al-Imam Ali Al-Uraidhi bin
- Al-Imam Ja’far Shadiq bin
- Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin
- Al-Imam Ali Zainal Abidin bin
- Al-Imam Al-Husain bin
- Sayyidah Fathimah Az-Zahra/Ali bin Abi Thalib, binti
- Nabi Muhammad Rasulullah SAW.
Syaikh Husein Jamaluddin
Sunan Gresik
Siti Fathimah
binti
Ali Nurul Alam
Maulana Israil
Maulana
Moqfaroh
Syarifah
Sarah.
Siti Maryam
Binti
Syaikh Subakir,
Wan Jamilah
Binti
Ibrahim Zainuddin
Al-Akbar Asmaraqandi
Abdullah
Ibrahim
Abdul Ghafur
Ahmad
Abbas
Yusuf
1
2
3
Sunan Ampel
2
Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik)
HOME
MATERI
GAME
EVALUASI
SIMPULAN
SILSILAH PARA WALI
Nabi Muhammad SAW
Imam Husein
Syeikh Jumadil Kubra)
Syeikh Ibrahim Zainuddin Smarakondi
Chandrawati (Putri Campa)
Sayyid Ali Murtadho (Raden Santri)
Siti Zaenab
Sayyid Ali Rahmad (Sunan Ampel)
2
REFERENSI
SIMPULAN
17 Silsilah
As-Sayyid Barakat Zainal Alam
Syaikh Husein Jamaluddin Akbar
Putri dari Sultan
Nizamul Muluk dari Delhi
Maulana Muhammad 'Ali Akbar
Maulana Muhammad Al-Baqir
Syaikh Maulana Ishaq
Makam Sunan Ampel di Surabaya
Sunan Bonang
3
Sunan Ampel
Nyai Ageng
Manila
(Dewi
Condrowati)
Siti Syarifah/
Nyai Ageng
Maloka
Maulana Makdum
Ibrahim
(Sunan Bonang)
Siti
Muthmainnah
Dewi Karimah
binti
Ki Kembang Kuning
Raden Faqih/
Sunan Ampel 2
Raden Ahmad Husamuddin (Sunan Lamongan)
Raden Zaenal Abidin (Sunan Demak)
Dewi Murtasiyah
Dewi Asyiqah
Pangeran Tumapel
Arya Teja
3
Siti
Hafsah
Di depan Makam Sunan Bonang
Sunan Drajat
4
Sunan Ampel
Nyai Ageng
Manila
(Dewi
Condrowati)
Siti Syarifah/
Nyai Ageng
Maloka
(Ibu Sunan Kudus)
Syarifuddin/R. Qasim
(Sunan Drajat)
Siti
Muthmainnah
Dewi Karimah
binti
Ki Kembang Kuning
Raden Faqih/
Sunan Ampel 2
Raden Ahmad Husamuddin (Sunan Lamongan)
Raden Zaenal Abidin (Sunan Demak)
Dewi Murtasiyah
Dewi Asyiqah
Pangeran Tumapel
Arya Teja
4
Siti
Hafsah
Di samping Makam Sunan Drajat, Lamongan
Sunan Giri
5
Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik)
SILSILAH PARA WALI
Nabi Muhammad SAW
Imam Husein
Syeikh Jumadil Kubra
Syeikh Ibrahim
Zainuddin Smarakondi
Chandrawati (Putri Campa)
Sayyid Ali Murtadho (Raden Santri)
Siti Zaenab
Sayyid Ali Rahmad (Sunan Ampel)
17 Silsilah
As-Sayyid Barakat
Zainal Alam
Syaikh Husein
Jamaluddin Akbar
Putri dari Sultan
Nizamul Muluk dari Delhi
Maulana Muhammad 'Ali Akbar
Maulana
Muhammad Al-Baqir
Syaikh Maulana Ishaq
Dewi
Sekardadu
Syarifah
Pasai
Raden Paku/Prabu Satmata/ Maulana Ainul Yaqin/ Sunan Giri
Dewi
Saroh
Sunan
Kalijaga
Prabu Menak Sembuyu (Blambangan)
Di samping Makam Syaikh Maulana Ishaq Al-Maghrobi, ayah Sunan Giri
Sunan Kalijaga
6
Pangeran Santribadra (Tumenggung Wilwatikta Adipati Tuban VI)
Raden Ayu Retna Dumilah
Pangeran Santipuspa
Dewi Rasawula
Pangeran Santikusuma / Raden Syahid / Sunan Kalijaga
Dewi Saroh
Raden Umar Syahid (Sunan Muria)
Dewi Rakayuh
Arya Teja III.
Arya Teja II.
Arya Teja I
(Bupati Tuban).
Dewi Sofiah
Sunan Giri
Syeikh Maulana Ishaq
Syaikh Husein
Jamaluddin Akbar
6
Arya Adikara atau Arya Ranggalawe.
Arya Wiraraja atau Banyak Wide.
Adipati Ponorogo
Penyusun di samping Makam Sunan Kalijaga bersama santri Semesta, Kadilangu-Demak
Sunan Kudus
7
Sunan Ampel
Nyai Ageng
Manila
(Dewi
Condrowati)
Siti Syarifah/
Nyai Ageng
Maloka
Siti
Muthmainnah
Arya Teja
Siti
Hafsah
Sunan Ngudung
(Sayyid Utsman Haji)
Raden Amir Haji/
Jakfar Shadiq/
Sunan Kudus
7
Sunan Kudus (Habib Ja'far Shadiq) adalah putra Habib Utsman Haji Sunan Ngudung. Sunan Kudus adalah keturunan ke-24 dari Nabi Muhammad. Habib Ja'far Shodiq Sunan Kudus bin Utsman Haji Sunan Ngudung bin Fadhal Ali Murtadho bin Ibrahim Zainuddin Al-Akbar As-Samarqandi bin Husain Jamaluddin Al-Akbar Jumadil Kubro bin Ahmad Jalaluddin Syah bin Abdullah Amirkhan bin Abdul Malik Azmatkhan bin Alwi Ammul Faqih bin Muhammad Shohib Marbath bin Ali Khali’ Qasam bin Alwi Ba 'Alawi bin Muhammad Maula Ash-Shouma'ah bin Alwi Al-Mubtakir bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa Ar-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin Ali Al-Uraidhi bin Ja'far Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Imam Husain bin Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad.
Di dekat Masjid dan Menara Kudus bersama santri Semesta
Sunan Muria
8
Pangeran Santikusuma / Raden Syahid / Sunan Kalijaga
Dewi Saroh
Raden Umar Syahid (Sunan Muria)
Dewi Rakayuh
Dewi Sofiah
8
Dewi Sujinah
Sunan Ngudung
Saridin
Dewi Roro Noyorono
Ki Ageng Ngerang
Raden Santri
Sunan Nyamplungan
Dewi Nasiki
Di samping Makam Sunan Muria bersama santri Semesta
Sunan Gunung Jati
9
Walang Sungsang (Ki Abdullah Iman)
Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) (Mangkubumi)
KH Muhammad Hasyim Al-Asy’ari
KH Ahmad Dahlan
Sunan Giri
Syeikh Maulana Ishak
9
NU
Muhammadiyah
Abdul Wahid
Abdul Halim
Abdurrahman
Abdul Fattah
Abdul Aziz
Abdullah
KH Abu Bakar
KH Ilyas
KH Sulaiman
KH Murtadho
Demang Juru Kapintu
Demang Juru Sapisan
Kyai Grebek
Syaikh Husein
Jamaluddin Akbar
Syarif Abdullah
Prabu Siliwangi
Nyai Subang Larang
Nyai Rara Santang (Syarifah Mudaim)
Raja Sengara
Ki Gedeng Alang-alang
Nyai Kencana Larang
Pangeran Benawa
Joko Tingkir
Ratu Ayu Pembayun
Pangeran Pasarean
Pangeran Jaya Lelana
Maulana Hasanuddin
Pangeran Bratakelana
Ratu Winaon
Pangeran Trusmi
ERA KERAJAAN ISLAM DI ASIA TENGGARA
KERAJAAN | TAHUN RENTANG |
SAMUDRA PASAI | 1000-1400 |
MALAKA | 1400-1511 |
DEMAK | 1500-1546 |
ACEH | 1514-1675 |
TERNATE/TIDORE | 1511- 1735 |
PAJANG | 1546-1575 |
BANTEN | 1552-1692 |
MATARAM ISLAM | 1575-1765 |
MAKASSAR | 1592-1667 |
Terdiri atas
Kerajaan Islam di sekitar Selat Malaka
Kerajaan Islam di pulau Jawa
Kerajaan Islam di Indonesia timur
Terdiri atas
Terdiri atas
Terdiri atas
Samudra Pasai, Malaka, Aceh, Sumsel, Minangkabau
Demak, Pajang, Cirebon, Banten, Mataram Islam
Gowa, Tallo, Ternate dan Tidore
Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia
Para Pendakwah Abad ke-18 sampai Kontemporer
Ulama Indonesia yang berpengaruh dalam bidang pengetahuan (sampel saja)
Hamzah Fansuri
Nuruddin ar-Raniri
Syekh Nawawi al-Bantani
Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari
Sebagian Ulama dan Karya-karyanya
Basis Penyebaran Islam
?
?
?
?
?
?
?
Peran Organisasi Islam
Hidup sederhana
Gigih dalam berjuang
Keteladanan Para Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia
Menguasai ilmu agama secara luas dan mendalam
Produktif berkarya
Sabar
Menghargai Perbedaan
Berdakwah secara damai
Alhamdulillah...